cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 25 Documents clear
PENGARUH LATIHAN SHOOTING FREE THROW MENGGUNAKAN QUBE BASKETBALL TRAINER PADA PEMAIN BASKET USIA DIBAWAH 15 TAHUN HERIAJI YUNITANTORO, ROBBY; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shooting merupakan gerakan terakhir yang dilakukan para pemain atau atlet dengan cara menembak atau memasukkan bola kedalam ring atau keranjang. Cara melakukan shooting dengan memposisikan badan, kaki, lengan dan jari tangan dengan benar. Tujuan dari shooting adalah untuk menambah point atau memperoleh angka, regu yang mendapatkan angka tertinggi ialah pemenangnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan pre-test dan post-test group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini 20 siswa dan dibagi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching dan dihasilkan kelompok eksperimen latihan menggunakan qube basketball trainer dan kelompok kontrol latihan menggunakan bola basket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting free throw bolabasket menggunakan bola basket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan dibantu dengan menggunakan program SPSS 24. Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,042 < 0,05, nilai signifikan pada kelompok latihan menggunakan qube basketball trainer. Sedangkan pada kelompok latihan menggunakan bola basket diperoleh nilai sig. (2-tailed) 1,000 > 0,05, tidak signifikan pada kelompok latihan mengunakan bola basket. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa latihan menggunakan qube basketball trainer berpengaruh terhadap shootingfree throw dan terdapat perbedaan pengaruh latihan menggunakan bola basket dengan menggunakan qube basketball trainer terhadap hasil shooting free throw pada pemain basket putra usia dibawah 15 tahun SMP Negeri 24 Surabaya. Kata Kunci : qube basketball trainer, bolabasket, shooting free throw, latihan shooting free throw, hasil shooting free throw bola basket.
PENGARUH LATIHAN SHOOTING FREE THROW MENGGUNAKAN QUBE BASKETBALL TRAINER PADA PEMAIN BASKET USIA DIBAWAH 15 TAHUN HERIAJI YUNITANTORO, ROBBY; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shooting merupakan gerakan terakhir yang dilakukan para pemain atau atlet dengan cara menembak atau memasukkan bola kedalam ring atau keranjang. Cara melakukan shooting dengan memposisikan badan, kaki, lengan dan jari tangan dengan benar. Tujuan dari shooting adalah untuk menambah point atau memperoleh angka, regu yang mendapatkan angka tertinggi ialah pemenangnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan pre-test dan post-test group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini 20 siswa dan dibagi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching dan dihasilkan kelompok eksperimen latihan menggunakan qube basketball trainer dan kelompok kontrol latihan menggunakan bola basket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting free throw bolabasket menggunakan bola basket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan dibantu dengan menggunakan program SPSS 24. Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,042 < 0,05, nilai signifikan pada kelompok latihan menggunakan qube basketball trainer. Sedangkan pada kelompok latihan menggunakan bola basket diperoleh nilai sig. (2-tailed) 1,000 > 0,05, tidak signifikan pada kelompok latihan mengunakan bola basket. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa latihan menggunakan qube basketball trainer berpengaruh terhadap shootingfree throw dan terdapat perbedaan pengaruh latihan menggunakan bola basket dengan menggunakan qube basketball trainer terhadap hasil shooting free throw pada pemain basket putra usia dibawah 15 tahun SMP Negeri 24 Surabaya. Kata Kunci : qube basketball trainer, bolabasket, shooting free throw, latihan shooting free throw, hasil shooting free throw bola basket.
PENGARUH LATIHAN SHOOTING FREE THROW MENGGUNAKAN QUBE BASKETBALL TRAINER PADA PEMAIN BASKET USIA DIBAWAH 15 TAHUN HERIAJI YUNITANTORO, ROBBY; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shooting merupakan gerakan terakhir yang dilakukan para pemain atau atlet dengan cara menembak atau memasukkan bola kedalam ring atau keranjang. Cara melakukan shooting dengan memposisikan badan, kaki, lengan dan jari tangan dengan benar. Tujuan dari shooting adalah untuk menambah point atau memperoleh angka, regu yang mendapatkan angka tertinggi ialah pemenangnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan pre-test dan post-test group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini 20 siswa dan dibagi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching dan dihasilkan kelompok eksperimen latihan menggunakan qube basketball trainer dan kelompok kontrol latihan menggunakan bola basket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting free throw bolabasket menggunakan bola basket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan dibantu dengan menggunakan program SPSS 24. Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,042 < 0,05, nilai signifikan pada kelompok latihan menggunakan qube basketball trainer. Sedangkan pada kelompok latihan menggunakan bola basket diperoleh nilai sig. (2-tailed) 1,000 > 0,05, tidak signifikan pada kelompok latihan mengunakan bola basket. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa latihan menggunakan qube basketball trainer berpengaruh terhadap shootingfree throw dan terdapat perbedaan pengaruh latihan menggunakan bola basket dengan menggunakan qube basketball trainer terhadap hasil shooting free throw pada pemain basket putra usia dibawah 15 tahun SMP Negeri 24 Surabaya. Kata Kunci : qube basketball trainer, bolabasket, shooting free throw, latihan shooting free throw, hasil shooting free throw bola basket.
PENGARUH INTERVAL TRAINING 400M DAN TABATA TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX MAHASISWA AKTIF NON-ATLIT UNESA DARMAWAN, YOAN; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran jasmani dapat diketahui mengetahui melalui pengukuran kapasitas oksigen maksimal atau biasa disebut VO2Max. Nilai VO2Max dapat mempengaruhi kekuatan kuat daya tahan tubuh dan stamina seseorang dalam beraktifitas. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu perbedaan pengaruh antara interval training dan tabata training terhadap peningkatan VO2Max. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini menggunakan desain penelitian two groups eksperimental design. Penelitian ini membandingkan dua latihan berbeda dan dilakukan treatment / intervensi selama enam minggu. Teknik analisis data penelitian ini adalah mean, standart deviasi, uji normalitas (saphiro wilk), uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan uji independent samples t-test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hasil uji pengaruh (paired sample t-test) pada kelompok yang melakukan interval training adalah nilai sig 2-tailed < 0,05 (rata-rata pre-test 36,17 ml/kg/menit dan rata-rata post-test 40,78 ml/kg/menit). Hasil uji pengaruh (paired sample t-test) pada kelompok yang melakukan tabata trainingadalah nilai sig 2-tailed > 0,05 (rata-rata pre-test 39,97 ml/kg/menit dan rata-rata post-test 42,59 ml/kg/menit). Hasil uji beda (Independent samples t-test) antara kelompok yang melakukan interval training dan tabata trainingadalah nilai sig 2-tailed > 0,05. Kata Kunci: Interval training, Kebugaran jasmani, Tabata training, VO2Max.
SKILL ACQUISITION MODEL LATIHAN PASSING (MENGOPER) BOLA BASKET MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI SEPTANTI PUTRI, LINDA; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran atau latihan yang saat ini digunakan untuk melatih atlit oleh raga dalam hal ini olah raga bola basket dirasakan kurang efektif, sehingga butuh terobosan baru metode pembelajaran atau latihan dalam bentuk animasi 3D, sehingga para calon atlit atau anak didik lebih mudah dalam mempelajari pelajaran yang di berikan.Penelitian ini termasuk dalam model research and development (R&D). Pada penelitian ini menggunakan produk yang dikembangkan berupa pembelajaran audio visual berbentuk video animasi model latihan passing bola basket melalui media tiga dimensi (3D). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu wawancara, angket dan observasi. Subjek penelitian menggunakan 36 siswa dari SMAN 11 Surabaraya.Setelah dilakukannya penelitian di lapangan menujukkan bahwa persepsi siswa terhadap media tiga dimensi pembelajaran passing bola basket menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori sangat baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 81-100. Sebanyak 11 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 61-80.Dari fakta yang telah ditemukan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran yang diberikan menunjukkan perubahan positif yang signifikan berupa memudahkan siswa dalam memahami teknik passing bola basket.Kata Kunci : Media tiga dimensi, Model latihan passing bola basket, pengembangan.ABSTRACT Learning or training methods currently used to train athletes in sports, in this case basketball sports are felt to be less effective, so new breakthroughs are needed in learning methods or exercises in the form of 3D animation, so that prospective athletes or students find it easier to learn lessons that are given. This research is included in the research and development (R&D) model. In this study, the product developed in the form of audio-visual learning in the form of animated video models of basketball passing exercises through three-dimensional (3D) media. Data collection techniques in this study used three instruments, namely interviews, questionnaires and observation. Research subjects used 36 students from SMAN 11 Surabaraya. After doing research in the field, it showed that students perceptions of the three-dimensional learning media passing basketball showed that as many as 25 students had perceptions that were included in the excellent category. In this category students have aquestionnaire filling score range of 81-100. A total of 11 students have perceptions that fall into either category. In this category students have a questionnaire filling score range of 61-80. From the facts that have been found, it can be concluded that the given learning media shows significant positive changes in the form of facilitating students in understanding basketball passing techniques.Keywords: Three-dimensional media, Basketball passing practice model, development.
SKILL ACQUISITION MODEL LATIHAN PASSING (MENGOPER) BOLA BASKET MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI SEPTANTI PUTRI, LINDA; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran atau latihan yang saat ini digunakan untuk melatih atlit oleh raga dalam hal ini olah raga bola basket dirasakan kurang efektif, sehingga butuh terobosan baru metode pembelajaran atau latihan dalam bentuk animasi 3D, sehingga para calon atlit atau anak didik lebih mudah dalam mempelajari pelajaran yang di berikan.Penelitian ini termasuk dalam model research and development (R&D). Pada penelitian ini menggunakan produk yang dikembangkan berupa pembelajaran audio visual berbentuk video animasi model latihan passing bola basket melalui media tiga dimensi (3D). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu wawancara, angket dan observasi. Subjek penelitian menggunakan 36 siswa dari SMAN 11 Surabaraya.Setelah dilakukannya penelitian di lapangan menujukkan bahwa persepsi siswa terhadap media tiga dimensi pembelajaran passing bola basket menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori sangat baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 81-100. Sebanyak 11 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 61-80.Dari fakta yang telah ditemukan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran yang diberikan menunjukkan perubahan positif yang signifikan berupa memudahkan siswa dalam memahami teknik passing bola basket.Kata Kunci : Media tiga dimensi, Model latihan passing bola basket, pengembangan.ABSTRACT Learning or training methods currently used to train athletes in sports, in this case basketball sports are felt to be less effective, so new breakthroughs are needed in learning methods or exercises in the form of 3D animation, so that prospective athletes or students find it easier to learn lessons that are given. This research is included in the research and development (R&D) model. In this study, the product developed in the form of audio-visual learning in the form of animated video models of basketball passing exercises through three-dimensional (3D) media. Data collection techniques in this study used three instruments, namely interviews, questionnaires and observation. Research subjects used 36 students from SMAN 11 Surabaraya. After doing research in the field, it showed that students perceptions of the three-dimensional learning media passing basketball showed that as many as 25 students had perceptions that were included in the excellent category. In this category students have aquestionnaire filling score range of 81-100. A total of 11 students have perceptions that fall into either category. In this category students have a questionnaire filling score range of 61-80. From the facts that have been found, it can be concluded that the given learning media shows significant positive changes in the form of facilitating students in understanding basketball passing techniques.Keywords: Three-dimensional media, Basketball passing practice model, development.
SKILL ACQUISITION MODEL LATIHAN PASSING (MENGOPER) BOLA BASKET MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI SEPTANTI PUTRI, LINDA; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran atau latihan yang saat ini digunakan untuk melatih atlit oleh raga dalam hal ini olah raga bola basket dirasakan kurang efektif, sehingga butuh terobosan baru metode pembelajaran atau latihan dalam bentuk animasi 3D, sehingga para calon atlit atau anak didik lebih mudah dalam mempelajari pelajaran yang di berikan.Penelitian ini termasuk dalam model research and development (R&D). Pada penelitian ini menggunakan produk yang dikembangkan berupa pembelajaran audio visual berbentuk video animasi model latihan passing bola basket melalui media tiga dimensi (3D). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu wawancara, angket dan observasi. Subjek penelitian menggunakan 36 siswa dari SMAN 11 Surabaraya.Setelah dilakukannya penelitian di lapangan menujukkan bahwa persepsi siswa terhadap media tiga dimensi pembelajaran passing bola basket menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori sangat baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 81-100. Sebanyak 11 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 61-80.Dari fakta yang telah ditemukan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran yang diberikan menunjukkan perubahan positif yang signifikan berupa memudahkan siswa dalam memahami teknik passing bola basket.Kata Kunci : Media tiga dimensi, Model latihan passing bola basket, pengembangan.ABSTRACT Learning or training methods currently used to train athletes in sports, in this case basketball sports are felt to be less effective, so new breakthroughs are needed in learning methods or exercises in the form of 3D animation, so that prospective athletes or students find it easier to learn lessons that are given. This research is included in the research and development (R&D) model. In this study, the product developed in the form of audio-visual learning in the form of animated video models of basketball passing exercises through three-dimensional (3D) media. Data collection techniques in this study used three instruments, namely interviews, questionnaires and observation. Research subjects used 36 students from SMAN 11 Surabaraya. After doing research in the field, it showed that students perceptions of the three-dimensional learning media passing basketball showed that as many as 25 students had perceptions that were included in the excellent category. In this category students have aquestionnaire filling score range of 81-100. A total of 11 students have perceptions that fall into either category. In this category students have a questionnaire filling score range of 61-80. From the facts that have been found, it can be concluded that the given learning media shows significant positive changes in the form of facilitating students in understanding basketball passing techniques.Keywords: Three-dimensional media, Basketball passing practice model, development.
SKILL ACQUISITION MODEL LATIHAN PASSING (MENGOPER) BOLA BASKET MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI SEPTANTI PUTRI, LINDA; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran atau latihan yang saat ini digunakan untuk melatih atlit oleh raga dalam hal ini olah raga bola basket dirasakan kurang efektif, sehingga butuh terobosan baru metode pembelajaran atau latihan dalam bentuk animasi 3D, sehingga para calon atlit atau anak didik lebih mudah dalam mempelajari pelajaran yang di berikan.Penelitian ini termasuk dalam model research and development (R&D). Pada penelitian ini menggunakan produk yang dikembangkan berupa pembelajaran audio visual berbentuk video animasi model latihan passing bola basket melalui media tiga dimensi (3D). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu wawancara, angket dan observasi. Subjek penelitian menggunakan 36 siswa dari SMAN 11 Surabaraya.Setelah dilakukannya penelitian di lapangan menujukkan bahwa persepsi siswa terhadap media tiga dimensi pembelajaran passing bola basket menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori sangat baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 81-100. Sebanyak 11 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 61-80.Dari fakta yang telah ditemukan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran yang diberikan menunjukkan perubahan positif yang signifikan berupa memudahkan siswa dalam memahami teknik passing bola basket.Kata Kunci : Media tiga dimensi, Model latihan passing bola basket, pengembangan.ABSTRACT Learning or training methods currently used to train athletes in sports, in this case basketball sports are felt to be less effective, so new breakthroughs are needed in learning methods or exercises in the form of 3D animation, so that prospective athletes or students find it easier to learn lessons that are given. This research is included in the research and development (R&D) model. In this study, the product developed in the form of audio-visual learning in the form of animated video models of basketball passing exercises through three-dimensional (3D) media. Data collection techniques in this study used three instruments, namely interviews, questionnaires and observation. Research subjects used 36 students from SMAN 11 Surabaraya. After doing research in the field, it showed that students perceptions of the three-dimensional learning media passing basketball showed that as many as 25 students had perceptions that were included in the excellent category. In this category students have aquestionnaire filling score range of 81-100. A total of 11 students have perceptions that fall into either category. In this category students have a questionnaire filling score range of 61-80. From the facts that have been found, it can be concluded that the given learning media shows significant positive changes in the form of facilitating students in understanding basketball passing techniques.Keywords: Three-dimensional media, Basketball passing practice model, development.
SKILL ACQUISITION MODEL LATIHAN PASSING (MENGOPER) BOLA BASKET MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI SEPTANTI PUTRI, LINDA; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode pembelajaran atau latihan yang saat ini digunakan untuk melatih atlit oleh raga dalam hal ini olah raga bola basket dirasakan kurang efektif, sehingga butuh terobosan baru metode pembelajaran atau latihan dalam bentuk animasi 3D, sehingga para calon atlit atau anak didik lebih mudah dalam mempelajari pelajaran yang di berikan.Penelitian ini termasuk dalam model research and development (R&D). Pada penelitian ini menggunakan produk yang dikembangkan berupa pembelajaran audio visual berbentuk video animasi model latihan passing bola basket melalui media tiga dimensi (3D). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu wawancara, angket dan observasi. Subjek penelitian menggunakan 36 siswa dari SMAN 11 Surabaraya.Setelah dilakukannya penelitian di lapangan menujukkan bahwa persepsi siswa terhadap media tiga dimensi pembelajaran passing bola basket menunjukkan sebanyak 25 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori sangat baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 81-100. Sebanyak 11 siswa memiliki persepsi yang masuk dalam kategori baik. Pada kategori tersebut siswa memiliki rentang skor pengisian angket sebesar 61-80.Dari fakta yang telah ditemukan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran yang diberikan menunjukkan perubahan positif yang signifikan berupa memudahkan siswa dalam memahami teknik passing bola basket.Kata Kunci : Media tiga dimensi, Model latihan passing bola basket, pengembangan.ABSTRACT Learning or training methods currently used to train athletes in sports, in this case basketball sports are felt to be less effective, so new breakthroughs are needed in learning methods or exercises in the form of 3D animation, so that prospective athletes or students find it easier to learn lessons that are given. This research is included in the research and development (R&D) model. In this study, the product developed in the form of audio-visual learning in the form of animated video models of basketball passing exercises through three-dimensional (3D) media. Data collection techniques in this study used three instruments, namely interviews, questionnaires and observation. Research subjects used 36 students from SMAN 11 Surabaraya. After doing research in the field, it showed that students perceptions of the three-dimensional learning media passing basketball showed that as many as 25 students had perceptions that were included in the excellent category. In this category students have aquestionnaire filling score range of 81-100. A total of 11 students have perceptions that fall into either category. In this category students have a questionnaire filling score range of 61-80. From the facts that have been found, it can be concluded that the given learning media shows significant positive changes in the form of facilitating students in understanding basketball passing techniques.Keywords: Three-dimensional media, Basketball passing practice model, development.
PENGARUH LATIHAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN RESISTANCE BAND DAN DUMBELL TERHADAP AKURASI TUSUKAN PADA CABANG OLAHRAGA ANGGAR (STUDI KASUS PADA ATLET GASTA FENCING CLUB SURABAYA) ADINATA PRATAMA, FIRMAN; ISMALASARI, RINI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada atlet Gasta Fencing Club Surabaya, rata-rata memiliki ketepatan akurasi yang kurang. Oleh sebab itu dibutuhkan latihan daya tahan otot untuk meningkatkan akurasi. Peneliti ingin mengetahui Pengaruh Latihan daya tahan otot Lengan Resistance Band dan Dumbell terhadap akurasi tusukan pada cabang olahraga Anggar (Studi kasus pada atlet Gasta Fencing Club Surabaya). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Quasi Experimen Design pendekatan (Pretest Post-test) Control group Design. Jumlah sampel penelitian 20 Atlet Anggar putra Gasta Fencing Club Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data daya tahan otot Resistance Band dan Dumbell terhadap peningkatan kemampuan daya tahan otot lengan dan akurasi tusukan. Hasil peningkatan daya tahan otot lengan (Push-up 60 detik) dan peningkatan terhadap akurasi (Kuhadja Fencing Tes). Hasil menunjukan kelompok Resistance Band dan kelompok Dumbell pada peningkatan daya tahan otot memiliki nilai signifikan Sig-(2-tailed) 0,00 yaitu hasil dibawah 0,05. Hasil pada peningkatan akurasi pada kelompok Resistance Band dan Dumbell memilki nilai Sig-(2-tailed) 0,00 nilai hasil yaitu dibawah 0,05. Hasil Post-test pada kelompok Resistance Band daya tahan otot lengan Mean sebesar 34,0 dan akurasi Mean sebesar 9,6. Pada kelompok Dumbell menunjukan hasil Daya tahan otot lengan Mean sebesar 35,0 dan akurasi Mean sebesar 9,8. Latihan menggunakan Resistance Band dapat meningkatkan daya tahan otot lengan sebesar 4% dan akurasi sebesar 8%. Latihan menggunakan Dumbell dapat meningkatkan daya tahan otot lengan sebesar 5% dan akurasi sebesar 10 %. Berdasarkan Penjelasan tersebut maka latihan menggunakan Dumbell memberikan efek yang lebih signifikan daripada menggunakan Resistance Band terhadap akurasi tusukan pada cabang olahraga Anggar. Kata Kunci : Latihan, Resistance Band, Dumbell, daya tahan otot lengan, akurasi, Anggar. Abstract In the Gasta Fencing Club Surabaya athlete, the average accuracy is lacking accuracy. Therefore it takes muscle endurance exercise to improve accuracy. Researchers want to know the effect of resistance training of arm resistance bands and dumbbells on the accuracy of punctures in the fencing sport (a case study on Gasta fencing club athletes in Surabaya). This research uses a quantitative method Quasi Experiment Design approach (Pretest Post-test) Control group Design. The number of research samples are 20 male fencing athletes from Gasta Fencing Club Surabaya. Based on the results of research and data analysis of Resistance Band and Dumbell muscle endurance to increase endurance ability of the arm muscle and puncture accuracy. The results of increased arm muscle endurance (Push-up 60 seconds) and an increase in accuracy (Kuhadja Fencing Test). The results showed the Resistance Band and Dumbell groups on increasing muscle endurance had significant Sig- (2-tailed) 0.00 ie results below 0.05. The results on increasing accuracy in the Resistance Band and Dumbell groups have a Sig- (2-tailed) value of 0.00 with a yield value below 0.05. Post-test results in the Resistance Band muscle endurance group Mean arm is 34.0 and Mean accuracy is 9.6. In the Dumbell group the results showed that the muscular endurance of the mean arm was 35.0 and the accuracy of the mean was 9.8. Exercises using Resistance Bands can increase arm muscle endurance by 4% and accuracy by 8%. Exercise using Dumbell can increase arm endurance by 5% and accuracy by 10%. Based on this explanation, training using Dumbell has a more significant effect than using Resistance Bands on puncture accuracy in fencing. Keywords : Exercise, Resistance Band, Dumbbell, Arm muscle endurance, Accuracy, Fencing.

Page 2 of 3 | Total Record : 25