cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 17 Documents clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN MERIAS WAJAH SEHARI-HARI DAN PENATAAN SIMPLE HIJAB FOR OFFICE WEAR MELALUI PELATIHAN BAGI SISWA DI SMK PAWYATAN DAHA I KOTA KEDIRI SETIA N, ISTIQOMAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, aktivitas peserta pelatihan, keterampilan merias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware setelah pelatihan, dan untuk mengetahui respon peserta pelatihan tata rias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware. Jenis penelitian ini yaitu pre exsperimental design dengan rancangan penelitian pre-test and post test group design. Subyek penelitian yaitu 43 siswa kelas XII Administrasi Perkantoran SMK Pawyatan Daha I Kota Kediri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis data yang digunakan berupa rata-rata untuk keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, persentase untuk aktivitas peserta pelatihan, uji t untuk hasil pelatihan tata rias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware, dan persentase untuk respon peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksanaan pengelolaan pelatihan memperoleh rata-rata dengan nilai 3,8 dengan kategori baik sekali. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh persentase rata-rata 94,78 % kategori baik sekali. Kinerja pada pre test menunjukan rata-rata nilai 61,6 sedangkan hasil post test menunjukan rata-rata nilai 73,23 dari hasil pre test dan post test yang didapat menunjukan peningkatan 11,63. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan keterampilan merias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware. Serta respon peserta pelatihan diperoleh persentase rata-rata 91,24 % dengan kategori baik sekali dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan tata rias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware dapat meningkatkan keterampilan merias wajah sehari-hari dan penataan simple hijab for office ware siswa kelas XII Administrasi Perkantoran SMK Pawyatan Daha I Kota Kediri. Kata kunci : Pelatihan, Tata rias wajah sehari-hari, Simple hijab for office ware     Abstract : The purpose of this research to find out are: 1) the implementation of training management, 2) activity of the trainee 3) daily make up skills and setting of simple hijab for office ware after  4) to find out the response of trainee  of daily make up training and  setting of simple hijab for office ware. This type of research is pre experimental design with pre-test and post test group design. The subjects of the research are 43 students of XII grade of Office Administration at Vocational High School Pawyatan Daha I in Kota Kediri. Data collection method used were observation method, performance test, and questionnaires. Data analysis method used were implementation of training management, percentage for training participants activity, t test for daily makeup training and setting of simple hijab for office ware, and percentage for trainee responses. The results showed that the implementation of training management obtained an average of 3.8 with very good category. Trainee activities earn an average   percentage of 94,78 % with very good category.  Performance on pre test showed average value 61,6 whereas post test result showed average score 73,23 from result of pre test and post test that got show increase 11,63. This is show that there is improvement of daily makeup skills and setting of simple hijab for office ware.  Serta respon peserta pelatihan diperoleh persentase rata-rata As well as the trainee responses obtained an average percentage of 91, 24% with a very good category so it can be concluded that the daily makeup training and setting of simple hijab for office ware can improve the skills of daily makeup and arrangement of simple hijab for office ware students of XII grade of Office Administration at SMK Pawyatan Daha I Kediri. Key Word : Training, Daily makeup, Simple hijab for office ware
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR ANATOMI DAN FISIOLOGI DI SMKN 6 SURABAYA HIMMI, SALSIL
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, siswa berperan sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keterlaksanaan sintaks, 2) aktivitas siswa 3) hasil belajar siswa, 4) keterampilan sosial siswa, 5) respon siswa. Jenis penelitian ini yaitu pre experiment dengan desain one group pre test ? post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Kecantikan Kulit I sebanyak 30 orang di SMKN 6 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata, uji-T dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 1) keterlaksanaan sintaks secara keseluruhan mendapat kategori sangat baik dengan rata-rata nilai 3,8. 2) Aktivitas siswa mendapat kategori sangat baik dengan persentase 95,1%. 3) Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 57,5 menjadi 82,3 , hasil uji T dengan taraf signifikansi 0,000<0,05 artinya ada perbedaan hasil belajar antara sebelum dengan sesudah pembelajaran secara signifikan. 4) Keterampilan sosial siswa termasuk kategori sangat baik dengan persentase sebesar 92,7%. 5) Respon siswa secara keseluruhan mencapai kategori sangat baik dengan persentase 93,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar anatomi dan fisiologi di SMKN 6 Surabaya. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, Anatomi dan Fisiologi. Abstract: Cooperative learning model TGT type is one of the cooperative learning model that is easy to apply, involves the activities of all students without any difference status, students act as peer tutors and contain elements of the game. This study aims to determine 1) syntax implementation, 2) students activities 3) student learning outcomes, 4) student?s social skills, 5) students responses. Type of research is pre experiment with one group pre test - post test design. The subjects of the study were the 30 students of grade X Beauty Skin I at SMKN 6 Surabaya. Data collection techniques used observation method, test and questionnaire. Data analysis techniques use the average formula, T-test and percentage. The results showed 1) the syntax implementation overall got a very good category with an average score of 3.8. 2) Student activity gets very good category with percentage 95,1%. 3) Students learning outcomes after learning has increased from the average score of 57.5 to 82.3 with a significance level of 0.000 <0.05 of test T results, which mean there is different signfican between before and after, 4) Student social skills are categorized as excellent with a percentage of 92.7%. 5) Overall student responses achieved very good category with 93.3% percentage. Based on the result of this research can be concluded that there is influence of TGT type cooperative learning model towards anatomy and physiology learnng at SMKN 6 Surabaya. Key words: TGT Type Cooperative Learning Model, Anatomy and Physiology
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN PUTRI MUSLIM MALANG KEPUTREN HAJAR KHOIRUNNISAK, SITI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tata rias pengantin Malang Keputren mulai jarang digunakan karena dianggap kurang modern, sehingga dilakukan modifikasi. Modifikasi dilakukan tanpa meninggalkan jejak aslinya. Modifikasi tata rias pengantin putri muslim Malang keputren dapat dilakukan dengan tambahan kreasi kerudung, busana yang digunakan (sebagai pendukung), dan tata rias wajah yang memadu padankan dengan corak busana serta aksesorisnya berdasarkan prinsip desain. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui hasil jadi modifikasi tata rias pengantin putri muslim Malang Keputren berdasarkan prinsip desain, 2) Mengetahui respon panelis terhadap hasil jadi modifikasi tata rias pengantin putri muslim Malang keputren. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif mengikuti prosedur pengembangan karya. Objek penelitian ini adalah modifikasi tata rias pengantin putri muslim Malang keputren yang diterapkan pada tata rias wajah, penataan kerudung, dan busana pengantin. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian pada modifikasi tata rias wajah yaitu mendapatkan nilai rata-rata 4,05 dengan predikat baik, penataan kerudung mendapatkan nilai rata-rata 4,01 dengan predikat baik, pemakaian busana mendapatkan nilai rata-rata 3,99 dengan predikat baik, dan hasil jadi modifikasi tata rias pengantin putri muslim Malang keputren berdasarkan prinsip desain mendapatkan nilai rata-rata 4,34 dengan predikat sangat baik, sehingga hasil modifikasi mendapat apresiasi yang baik. Kata kunci: tata rias pengantin, modifikasi muslim, pengantin Malang keputren. Abstract: Wedding make up of Malang Keputren is rarely used because it is considered less modern, so it can be modification. Modification prodused without leaving trached should ask of these works. Bride moslem make up modification of Malang keputren can be done with creation hijab, clothing that used (as supporters), and cosmetologi mixing and matching shades with fashion and accesories based on design principles. The purpose of this study is 1) determine the result of bride moslem make up modification of Malang keputren based on design principles 2) knowing the panelist response for the result of bride moslem make up modification of Malang keputren. The research type is descritive quantitative and quantitative. Qualitative research step that follow the creation development prosedur. The object of this research is a modification of a wedding make up Malang keputren that applied in face make up, veil adjusment, and wedding dress. The data was collected by interview, observation, and documentation. The analized by average and precentage. The result modification of wedding make up got an average 4,05 with good predicate, the arrangement of hijab got an average 4,01 with good predicate , and wedding dress got an average 3,99 with good predicate, and bride moslem make up modification of Malang keputren based on design priciple got 4,34 with very good predicate, so the modification gets a good apreciation. Keywords : wedding make up, modification make up bride moslem, Malang Keputren bride.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR KECANTIKAN KELAS X SMK NEGERI 6 SURABAYA ANANDYA DAMAYANTI, PUTRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penerapan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran dasar kecantikan kompetensi rias wajah sehari-hari, 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar, 4) respon siswa. Jenis penelitian ini dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research dilakukan di kelas X Kecantikan SMK Negeri 6 Surabaya dengan 32 siswa yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan tes hasil belajar serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran rias wajah sehari-hari dengan menggunakan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa, 2) Berdasarkan hasil observasi dengan model pembelajaran langsung dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dan mudah menguasai materi pelajaran. Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar Abstract: This study aims to: 1) know the application of direct learning models on the basic subjects of beauty of daily facial makeup, 2) student activities, 3) learning outcomes, 4) student responses. This type of research is done by Classroom Action Research method done in class X Beauty SMK Negeri 6 Surabaya with 32 students conducted in 2 cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. Data were collected through observation, questionnaire and test of learning result and analyzed qualitatively and quantitatively. The result of the research can be concluded that: 1) daily makeup learning by using direct learning model can improve student learning result, 2) Based on observation result with direct learning model can stimulate student to be more active and easy to master the subject matter. Keywords: Direct Learning Model, Learning Outcomes
PENGARUH PERBANDINGAN GULA DAN MADU TERHADAP HASIL JADI KOSMETIK EPILASI Ewamaharani, Dzulfi; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Epilasi umumnya berbahan lilin yang menyebabkan kulit rentan iritasi. Maka, digunakan bahan alami untuk kosmetik epilasi yaitu gula dan madu. Gula mengandung glycolic acid untuk pengembangan kolagen dan alpha hydroxyl acid (AHA) untuk menstimulasi sel-sel baru sedangkan, madu mengandung vitamin C sebagai anti oksidan dan anti bakteri. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh perbandingan gula dan madu terhadap hasil jadi kosmetik epilasi yang meliputi aroma, teksur, kekentalan, dan daya angkat maksimal rambut pada kaki; 2) mengetahui hasil perbandingan gula dan madu terbaik sebagai kosmetik epilasi untuk menghilangkan rambut kaki. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan variabel bebas perbandingan gula dan madu sebanyak (50gr:50ml), (40gr:60ml), dan (30gr:70ml). Variabel terikat yaitu hasil jadi kosmetik epilasi dengan kriteria aroma, tekstur, kekentalan, dan daya angkat rambut kaki. Variabel kontrol antara lain 1) peneliti yang mengerjakan dalam pembuatan kosmetik epilasi sama; 2) penambahan lemon sebanyak 10ml tiap perbandingan; 3) madu yang digunakan madu hutan; 4) gula yang digunakan gula pasir; 5) proses pembuatan sama; 6)jenis dan jumlah bahan; 7) alat yang digunakan harus sama,bersih,dan sesuai fungsi; dan 8) ketebalan, area, serta kerapatan rambut kaki sama. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang dilakukan oleh 25 panelis. Teknik analisis data menggunakan uji anova tunggal dengan bantuan program SPSS 16 untuk menunjukkan hasil dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbandingan gula dan madu terhadap hasil jadi kosmetik epilasi. Berdasarkan hasil uji anova tunggal yang dilakukan terhadap hasil jadi kosmetik epilasi dilihat dari aroma memiliki nilai signifikan 0,001 (?<0,05), nilai signifikan tekstur 0,000 (?<0,05), kekentalan memiliki nilai signifikan 0,000 (?<0,05), dan nilai signifikan daya angkat 0,000 (?<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata perbandingan gula dan madu terhadap hasil jadi kosmetik epilasi dilihat dari aroma dan daya angkat tetapi, kurang berpengaruh terhadap tekstur dan kekentalan. Kosmetik epilasi terbaik dihasilkan dari perbandingan gula dan madu X2 (40gr gula dan 60ml madu) dengan kosmetik epilasi beraroma khas gula dan khas madu, tekstur sangat halus, cukup kental dan mudah diaplikasikan pada kulit, serta daya angkat sangat baik sehingga rambut kaki terangkat seluruhnya. Kata Kunci : Rambut kaki, epilasi, gula, madu, sugaring Abstract: Epilation is removing hair from its root. In most cases, epilation employs candle as the material causing an irritation on skin. Hence, it is better to use natural materials like sugar and honey. Sugar consists glycolic acid to collagen development and alpha hydroxyl acid (AHA) to stimulate new cells, and honey possesses vitamin C in it as anti-oxidants and anti-bacteria. The research aims to 1) reveal the influence of the ration of natural epilation cosmetic involving scent, texture, consistency, and maximum lift on legs hair; 2) reveal the result of best ratio of sugar and honey in legs hair removal. The research is experimental with independent variable for sugar and honey ratio comprising (50gr:50ml), (40gr:60ml), and (30gr:70ml). The dependent variable is the result of epilation cosmetic with scent, texture, consistency, and legs hair maximum lift as the criteria. The control variables are 1) the researcher must be same in conducting making epilation cosmetic; 2) lemon addition is as much as 10ml; 3) the research must use forest honey; 4) the research must use granulated sugar; 5) the making process has to be same; 6) material type and amount; 7) the tools have to be same, clean, and functionally appropriate; and 8) the thickness, area, and density of legs hair have to be same. Method of collecting data employs observation method conducted by 25 panelists. The test result data is analyzed by using SPSS 16 program, particularly single anova test followed by Duncan test. The result inclines that there is a real influence of the ratio of sugar and honey to the final result of epilation cosmetic. According to the anova test result of cosmetic epilation seen from aroma has significant value 0,001 (?<0,05), significant value of texture 0,000 (?<0,05), viscosity has significant value 0,000 (?<0,05), and a
PENGARUH PROPORSI BAYAM HIJAU (AMARANTHUS TRICOLOR L) DAN TEPUNG BERAS (ORYZA SATIVA L) TERHADAP HASIL JADI MASKER TRADISIONAL DIANA RAHMAWATI, IRMA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Proporsi bayam hijau dan tepung beras pada masker tradisional dapat digunakan sebagai perawatan kulit wajah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi bayam hijau dengan 3 produk yaitu (a) X1 (20%: 80%), (b) X2 (30%: 70%), dan (c) X3 (40%: 60%) pada hasil jadi masker tradisional. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimental Design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Berdasarkan Uji statistik dengan menggunakan anava tunggal, terdapat pengaruh proporsi bayam hijau dan tepung beras terhadap hasil jadi masker tradisional dari warna, tekstur, aroma, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis yang signifikan dengan nilai kurang dari 0.05. Sedangkan dari lima aspek dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 3.96 ada pada aspek tingkat kesukaan panelis, dan hasil penelitian berdasarkan nilai dari seluruh aspek penilaian (a) X1 memiliki rata-rata 5.21, (b) X2 memiliki rata-rata 3.41, (c) X3 memiliki rata-rata 2.75 dan dari ketiga proporsi yang paling disukai panelis yaitu dengan rata-rata 3.96 pada proporsi X2 (30% bayam hijau dan 70% tepung beras) ditinjau pada seluruh aspek. Kata kunci : Bayam hijau, anti aging, masker tradisional, kulit wajah Abstract: The proportion of green spinach and rice flour on a traditional mask can be used as a facial skin care. The aim of this research was to determine the effect of green spinach proportion with 3 products, namely (a) X1 (20%: 80%), (b) X2 (30%: 70%), and (c) X3 (40%: 60%) on traditional mask result. This type of research is True Experimental Design. Data collection method used is observation. Based on statistical tests using a single anava, there is an effect of the proportion of green spinach and rice flour on the results so the traditional mask of color, texture, aroma, adhesion and panelist favorability are significant with values less than 0.05. While the five aspects with the highest average score of 3.96 are in the panelist favorites aspect, and the research results based on the value of all aspects of the assessment (a) X1 has an average of 5.21, (b) X2 has an average of 3.41, (c ) X3 has an average of 2.75 and of the three most preferred proportions of panelists with an average of 3.96 in the proportion of X2 (30% green spinach and 70% rice flour) reviewed in all aspects. Keywords : Green spinach, anti aging, traditional mask, facial skin
PENGARUH PROPORSI SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP HASIL PENGGUNAAN MASKER WAJAH UNTUK KULIT BERJERAWAT VENTIANA WATI, DICHA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masker wajah merupakan sediaan kosmetik yang berbahan dasar dari bahan alami segar atau bahan yang sudah dikeringkan berasal dari sayur, buah, atau dari limbah. Masker memiliki fungsi untuk mengencangkan kulit, merawat kulit, dan mengangkat kotoran pada kulit. Seledri dan tepung beras dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan masker karena seledri memiliki khasiat yang sangat baik untuk kulit diantaranya vitamin A, B, dan C serta kandungan flavonoid yang tinggi, dapat menyembuhkan peradangan pada kulit seperti jerawat jika digunakan sebagai masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi seledri dengan 3 proporsi yaitu X1 2 gram seledri dan 8 gram tepung beras , X2 4 gram seledri dan 6 gram tepung beras, dan X3 6 gram seledri dan 4 gram tepung beras pada hasil jadi masker wajah berbahan dasar tepung beras terhadap perubahan jerawat, waktu penyembuhan, dan kondisi kulit. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terhadap 30 observer diantaranya 26 mahasiswa tata rias dan 4 dosen tata rias. Analisis data menggunakan uji Anava tunggal dengan program SPSS 16 taraf signifikan 5% dan uji lanjutan menggunakan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji Anava yang telah dilakukan terhadap pemakaian masker seledri selama 7 hari oleh 6 sampel menunjukkan bahwa masker dengan proporsi X3 ( 6 gram seledri dan 4 gram tepung beras) berpengaruh terhadap perubahan jerawat dengan nilai 3,3, waktu penyembuhan jerawat dengan nilai 3,3 , dan kondisi kulit dengan nilai 3,1. Kata kunci : Seledri, Masker Wajah, Kulit Wajah Berjerawat. Abstract: A mask is a cosmetic preparation made from fresh from natural materials or material on which have dried derived from vegetable , fruit , or from the wastes .Having the function of a mask to tighten the skin , treat leather , and raised dirt on the skin .Celery and flour rice can be utilized as an additional material for a mask because celery having efficacy are excellent for the skin of them vitamin a , b , and c and the flavonoid content high , could heal the skin inflammation of as a pimple if used as a masker. Research aims to understand the influence of the proportion of celery with 3 the proportion of namely! 2 grams of celery and 8 grams of rice flour ," 4 grams of celery and 6 grams rice flour , and# 6 grams of celery and 4 grams of flour rice on the outcome so a face mask made from flour rice on changes in acne , healing time , and skin condition .The kind of research this is research experiment .The technique of the collection of the data used was an observer at the 30 observation of them 26 students 4 he got from his lecturers and make-up make-up .Analysis of test data using single anava program spss 16 at 5 percent and the economic situation of significant test using advanced test Duncan. Based on the results of the anava who have been done on the mask celery for 7 day by sample 6 show that masks proportions# ( 6 gram celery and 4 grams of rice ) influences change acne worth 3,3, the healing acne worth 3,3, and skin condition with the 3,1. Keywords: celery, acne, traditional mask, face skin.
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI TERHADAP HASIL LULUR TRADISIONAL SHELLA JUNIARIAN NINGSIH, EKA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lulur merupakan salah satu kosmetik perawatan kulit yang berfungsi membersihkan pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati. Biji alpukat mengandung flavonoid, pholiphenol, tannin sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan lulur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung biji alpukat dan ekstrak daun kemangi terhadap hasil lulur tradisional yang meliputi sifat organoleptik yaitu (aroma, warna, tekstur, dan bentuk), tingkat kesukaan panelis serta masa simpan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah perbandingan tepung biji alpukat dan ekstrak daun kemangi yaitu X1 (3:7), X2 (3,5 : 6,5), X3 (4:6), dan X4 (4,5 : 5,5). Variabel terikatnya yaitu hasil lulur tradisional meluputi aroma, warna, tekstur bentuk, tingkat kesukaan panelis dan masa simpan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh perbandingan tepung biji alpukat dan ekstrak daun kemangi terhadap hasil jadi lulur tradisional ditinjau dari aroma yang dihasilkan semakin banyak ekstrak daun kemangi aroma semakin kuat, warna yang dihasilkan semakin memudar, tekstur yang dihasilkan semakin banyak tepung biji alpukat akan semakin kasar dan bentuk yang dihasilkan maka semakin berbentuk padat. 2) sampel X2 merupakan perbandingan tepung biji alpukat dan ekstrak daun kemangi yang menghasilkan lulur yang paling baik dan disukai oleh panelis dengan kriteria lulur adalah beraroma kemangi, berwarna coklat muda, tekstur cukup kasar dan berbentuk krim. 3) Masa simpan keempat sediaan produk dapat digunakan sampai hari ke 7. Kata Kunci : Lulur tradisional, tepung biji alpukat, ekstrak daun kemangi, sifat organoleptik, masa simpan. Abstract: Scrubs is one of cosmetics terms of skin care that serves clean the pores and raised the dead skin cells. Avocado containing seeds flavonoid, pholiphenol, tannin so that it can be used as an ingredient of scrubs. The purpose of this research to know the influence of comparison flour seeds avocado and extract basil leaves of the results of scrubs traditional which includes of the nature of organoleptik namely (the scent, color, texture,and the shape) panelist?s favorite level and shelf life. The study use experimental method. The independent variables of this study is the ratio of avocado seed flour and basil leaf extract was X1 (3:7), X2 (3,5 : 6,5), X3 (4:6), dan X4 (4,5 : 5,5). The dependent variable is the traditional scrub result of aroma, color, shape texture, panelists favorite level and shelf life. While the control variables in this study are tools and materials, the result is cream-shaped scrub, the process of making, the time of manufacture. Data collection was done by observation by 30 panelists. Data analysis using one-way ANOVA and to be continued by conducting a Duncan test using the SPSS 16 program. The result showed that 1) is the comparison the starchy avocado and extract basil leaves so scrubs on the traditional seen from scent produced more extract basil leaves the stronger, a color produced incredibly fraught, texture produced the more the starchy avocado will be more rough and a shape that is generated shaped the more densely populated and crumbly. 2) X2 having comparison scrubs sample better and favored by the panel the criteria is scented scrubs produced basil, colored light brown, rough enough and shaped creamy texture. 3) the four products had the same good shelf life one another until the day-7 Keywords: Traditional scrub, avocado seed flour, basil leaf extract, organoleptic properties, shelf life.
PENGARUH PERBANDINGAN MINYAK DAN AMPAS BIJI KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA L. WILLD) TERHADAP HASIL JADI KOSMETIK EYEBROW POMADE ULFAH, TSATYANA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eyebrow pomade merupakan kosmetik untuk membentuk dan memberi warna pada alis. Minyak biji kemiri dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar eyebrow pomade karena mengandung trigliserida, asam lemak, protein dan triterpenoid yang dibutuhkan dalam membuat kosmetik eyebrow pomade. Ampas biji kemiri merupakan sisa dari proses ekstraksi minyak biji kemiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna pada eyebrow pomade. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan minyak dan ampas biji kemiri terhadap hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang meliputi sifat organoleptik (warna, tekstur, bentuk, daya oles) dan tingkat kesukaan panelis. 2) Untuk mengetahui hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang paling baik ditinjau dari warna, tekstur, bentuk dan daya oles. 3) Untuk mengetahui hasil jadi eyebrow pomade yang paling disukai panelis. 4) Untuk mengetahui kandungan kimia pada hasil jadi eyebrow pomade yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah perbandingan minyak dan ampas biji kemiri yaitu X1 (1,5 : 4,5), X2 (2 : 4), X3 (2,5 : 3,5) dan X4 (3 : 3). Variabel terikat penelitian ini yaitu hasil kosmetik eyebrow pomade meilputi warna, tekstur, bentuk, daya oles, tingkat kesukaan panelis dan kandungan kimia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Terdapat pengaruh perbandingan minyak dan ampas biji kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd) terhadap hasil jadi kosmetik eyebrow pomade yang dinilai sifat fisiknya secara organoleptik (warna, tekstur, bentuk, daya oles) dan kesukaan panelis. 2) Sampel X4 memiliki perbandingan yang paling baik dengan kriteria eyebrow pomade yang dihasilkan adalah berwarna cokelat tua, tekstur lembut, berbentuk semi padat dan mudah dioleskan. 3) Sampel X4 adalah sampel yang paling disukai oleh panelis. 4) Kandungan pada sampel X4 yaitu asam lemak linoleat, asam lemak oleat, asam amino, karamel, pinocembrin, dan triterpenoid. Kata Kunci: Eyebrow pomade, minyak biji kemiri, ampas biji kemiri.
PENINGKATAN KETERAMPILAN RIAS KARAKTER 3 DIMENSI DI KECAMATAN KAMAL DAN KOTA BANGKALAN MADURA MELALUI PELATIHAN AJENG TYAS UTAMI, TRI; , SUHARTININGSIH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan keterampilan rias karakter 3 dimensi melalui pelatihan dengan materi efek luka bakar derajat dua dengan media gelatin crystal gel bagi para pemerhati seni teater dikecamatan Kamal dan kota Bangkalan Madura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan, 2) peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan 3) respon peserta pada keterlaksanaan pelatihan keterampilan rias karakter 3 dimensi. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Subyek penelitian dengan total populasi berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan angket. Analisis data digunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan diperoleh rata-rata keseluruhan 3,9 (sangat baik), keterampilan rias karakter 3 dimensi pada prestest rata-rata 4,2 (kurang), sedangkan hasil posttest rata-rata 7,6 (baik), sedangkan hasil uji-t berpasangan 37,027 taraf signifikasi 0,000<0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan sebesaar 3,4. Serta respon peserta diperoleh rata-rata 100% dengan kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan rias karakter 3 dimensi dapat meningkatkan keterampilan para pemerhati seni di kecamatan kamal dan kota bangkalan madura. Kata Kunci: Pelatihan tata rias wajah karakter 3 dimensi, efek luka bakar derajat dua.

Page 1 of 2 | Total Record : 17