cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 36 Documents clear
TATA RIAS WAJAH CIKATRI UNTUK KELAINAN KULIT PORT-WINE STAIN PADA PENGANTIN MUSLIM SRI WULANDARI, FAJRIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hasil jadi tata rias wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain pada pengantin muslim dan 2) mengetahui respon panelis terhadap hasil jadi tata rias wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain pada pengantin muslim. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi oleh 30 observer. Teknik analisis data menggunakan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil jadi tata wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain menunjukkan rata-rata 3,53-3,73 dengan kategori sangat baik. Hasil respon observer mendapat hasil persentase 93.3-100% dengan kategori sangat baik. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa respon observer dari tata rias wajah cikatri yang diaplikasikakn pada model dengan kelainan kulit port-wine stain sangat baik. Kata Kunci: Tata rias cikatri, Kelainan kulit port-wine stain.Abstract The purpose of this study was to determine 1) the results of cikatri facial make-up for port-wine stain skin disorders in Muslim brides and 2) determine the panelists response to the results of cikatri facial make-up for port-wine stain skin disorders in Muslim brides. The data collection method uses an observation sheet by 30 observers. The data analysis method uses averages and percentages. The results showed that the average value of cikatri makeup for port-wine stain skin abnormalities from the observation sheet filled by the observers showed an average of 3.53-3.73 with a very good category. The results of the observer response got a percentage of 93.3-100% with a very good category. So that the results of the study showed that the response of the observer from Cikatris makeup applied to the model with port-wine stain skin abnormalities was very good. Keywords: Cikatri make up, Port-wine stain skin disorders
TATA RIAS WAJAH CIKATRI UNTUK KELAINAN KULIT PORT-WINE STAIN PADA PENGANTIN MUSLIM SRI WULANDARI, FAJRIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hasil jadi tata rias wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain pada pengantin muslim dan 2) mengetahui respon panelis terhadap hasil jadi tata rias wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain pada pengantin muslim. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi oleh 30 observer. Teknik analisis data menggunakan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil jadi tata wajah cikatri untuk kelainan kulit port-wine stain menunjukkan rata-rata 3,53-3,73 dengan kategori sangat baik. Hasil respon observer mendapat hasil persentase 93.3-100% dengan kategori sangat baik. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa respon observer dari tata rias wajah cikatri yang diaplikasikakn pada model dengan kelainan kulit port-wine stain sangat baik. Kata Kunci: Tata rias cikatri, Kelainan kulit port-wine stain.Abstract The purpose of this study was to determine 1) the results of cikatri facial make-up for port-wine stain skin disorders in Muslim brides and 2) determine the panelists response to the results of cikatri facial make-up for port-wine stain skin disorders in Muslim brides. The data collection method uses an observation sheet by 30 observers. The data analysis method uses averages and percentages. The results showed that the average value of cikatri makeup for port-wine stain skin abnormalities from the observation sheet filled by the observers showed an average of 3.53-3.73 with a very good category. The results of the observer response got a percentage of 93.3-100% with a very good category. So that the results of the study showed that the response of the observer from Cikatris makeup applied to the model with port-wine stain skin abnormalities was very good. Keywords: Cikatri make up, Port-wine stain skin disorders
PERWUJUDAN TATA RIAS KARAKTER TOKOH KESATRIA DALAM KESENIAN TARI JARANAN TURONGGO YAKSO DI KABUPATEN TRENGGALEK ARDANI, ARI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesenian Jaranan Turonggo Yakso merupakan seni pertunjukan yang memiliki fungsi sebagai sarana ritual dan sarana bersih desa biasanya dilakuĀ­kan untuk menyambut bulan Suro. Tata rias wajah tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso menggambarkan sebagai karakter Kesatria berkuda yang gagah dan mempunyai watak bijaksana dan tegas yang bertugas untuk membasmi angkara murka. Tujuan dari penelitian ini aadalah (1) menghasilkan desain tata rias karakter tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso ditinjau dari pandangan pencipta tari; (2) mewujudkan tata rias karakter tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso; (3) mengetahui penilaian pakar terhadap perwujudan tata rias tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengikuti prosedur penciptaan karya seni. Objek penelitian adalah tata rias karakter Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan angket penilaian. Hasil penilaian dianalisis dengan menggunakan rata-rata nilai. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penilaian desain perwujudan tata rias karakter tokoh Kesatria yang akan diwujudkan adalah desaine2 dengan penilaian keseluruhan diperoleh nilai rata-rata tertinngi diasntara ketiga desain yang dibuat yaitu 4,6 dikategorikan ?sangat sesuai? (2) hasil penilaian para ahli terhadap hasil jadi perwujudan tata rias tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso di Kabupaten Trenggalek memperoleh nilai rata-rata 4,4 dengan predikat nilai ?baik?, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perwujudan tata rias tokoh Kesatria layak menjadi referensi dan acuan dalam perwujudan tata rias karakter tokoh Kesatria dalam kesenian tari Jaranan TuronggokYakso di Kabupaten Trenggalek. Kata Kunci: Kesenian, Tari Jaranan Turonggo Yakso, Tokoh Kesatria, Tata Rias Karakter Abstract Jaranan Turonggo Yakso art is a performinghart that has a function as a meanskofrritual and a means of cleaning the village usually done to welcome the month of Suro. The make-up of a Knight in the Jaranan Turonggo Yakso dance art depicts the character of a gallant knight riding and having a wise and resolute character whose job is to eradicate anger. The objectivesfof this studyuare (1) to produce cosmetology designs of the characters of the Knights in the Jaranan Turonggo Yakso dance art from the perspective of the dance creator; (2) realizing the make-up of the character of a Knight inuthe Jaranan Turonggo Yakso dance; (3) knowing the experts evaluation of the embodiment of the Knights makeoup in the Jaranan Turonggo Yakso dance art. This type of researchais a descriptive study byefollowingrtherprocedurefof creating artwork. The object of research is the make up of the character of the Knights in the Jaranan Turonggo Yakso dance art. Data collection techniques with interviews, documentation, and questionnaire assessment. The results of the study were analyzed using the average value. The results showed that (1) the design evaluation of the embodiment of the character of the Knight character that will be realized is design 2 with the overall assessment obtained by the highest average value among the three designs made ie 4.6 categorized as "very appropriate" (2) the results of the an expert on thegresults of the embodiment of the Knights make-up in the Jaranan Turonggo Yakso dance art in the Trenggalek Regency has an average value of 4.4 with a predicate of "good", thus it can be concluded that the embodiment ofgthe Knights make-up is worthy of reference and reference in the embodiment cosmetology of character of the Knights in the Jaranan Turonggo Yakso dance in Trenggalek Regency. Keywords: Art, Dance,Jaranan Turonggo Yakso Art, Knights Character, Make up character
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
TATA LAKSANA UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI RATNA SARI, LINDA; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Tribe
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN RETNO PANGANTI TRENGGALEK UNTUK MERESPON KEBUTUHAN MASYARAKAT DI TRENGGALEK NOVIA MAHARANI, YUNITA; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tujuan untuk mengetahui 1) bentuk desain dan hasil jadi modifikasi tata rias wajah dan busana pengantin wanita Retno Panganti Trenggalek. 2) penilaian masyarakat terhadap hasil jadi modifikasi tata rias wajah dan busana pengantin wanita Retno Panganti Trenggalek. 3) respon masyarakat Trenggalek terhadap hasil jadi modifikasi Tata Rias Pengantin Retno Panganti Trenggalek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Pada data kualitatif metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan data kuantitatif metode pengumpulan data menggunakan angket. Pada penelitian ini menggunakan prosedur penciptaan karya melalui tahap eksplorasi atau pencarian sumber ide, perancangan desain, dan perwujudan dinilai oleh observer. Untuk menganalisis data kualitiatif berupa hasil jadi modifikasi tata rias pengantin Retno Panganti Trenggalek melalui tahapan menguji keabsahan data serta lembar pedoman wawancara pemilihan desain. Untuk menganalisis datay kuantitatif berupa penilaian hasil jadi modifikasi tata rias pengantin Retno Panganti Trenggalek dan respon masyarakat terhadap hasil jadi modifikasi tata rias pengantin Retno Panganti Trenggalek mengunakan rumus rata-rata (mean) dan rumus persentase respon. Hasil penelitian antara lain 1) bentuk desain yang disepakati adalah desain nomor 1 untuk diwujudkan. 2) Hasil jadi perwujudan dinilai oleh 30 observer mendapatkan nilai modifikasi tata rias wajah 4,65 yaitu sangat baik, nilai rata-rata modifikasi busana memperoleh 4,78 yaitu sangat baik, dan hasil keseluruhan modifikasi tata rias pengantin Retno Panganti adalah 4,87 yaitu sangat baik. 3) Hasil penilaian respon terhadap 30 masyarakat didapatkan 90% menyukai konsep dan merasa senang dengan hasil jadi modifikasi. Sehinggai hasil modifikasi dinyatakan baik, disukai, layak untuk digunakan,dan dapat diterima sebagai pilihan menggunakan tata rias pengantin modern klasik. Kata Kunci: Modifikasi, Tata Rias Pengantin Retno Panganti, Trenggalek

Page 3 of 4 | Total Record : 36