cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 91 Documents clear
EFEK PERBEDAAN HASIL STYLING TERHADAP JENIS RAMBUT QOYYUM BELANTIKA TAFIFASARI, ERIAN; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rambut merupakan salah satu dari bagian tubuh manusia yang sangat penting sebagai penunjang penampilan wanita maupun pria. Perkembangan dalam dunia kecantikan, banyak wanita berambut keriting mulai percaya diri dengan gaya rambut mereka dan merawatnya dengan baik. Pengeritingan adalah potongan rambut yang diputar secara spiral untuk menghasilkan berbagai bentuk dan efek. Hair Styling adalah proses menata rambut yang dilakukan untuk menghasilkan gaya rambut tertentu. Perkembangan tidak hanya pada gaya rambutnya saja, tetapi juga memberi efek yang besar terhadap teknik?teknik dan alat yang digunakan dalam pengeritingan. Salah satu teknologi yang berkembang yaitu pengeritingan menggunakan alat listrik. Alat tersebut biasa disebut dengan Culry Iron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis rambut pada styling rambut terhadap ketahanan bentuk ikal menggunakan Curly Iron. Jenis penelitian yang digunakan Pre-Experimental (One-Shot Case Study). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsever, melibatkan 20 observer yang terdiri dari 1 dosen tata rias dan 19 mahasiswa tata rias yang telah lulus mata kuliah pengeritingan. Berdasarkan hasil analisis dari 3 aspek yang diamati maka hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis rambut, jenis rambut kering memiliki efek paling baik terhadap ketahanan bentuk ikal pada styling rambut dengan mendapat nilai rata-rata tertinggi 3,53. Sedangkan pada jenis rambut normal mendapat nilai rata-rata 3,17 dan jenis rambut berminyak 2,97. Kata Kunci: styling rambut, ketahanan bentuk ikal rambut. Abstrack Hair is one of the most important parts of the human body to support the appearance of women and men. Developments in the world of beauty, many curly-haired women have begun to believe in their hairstyles and take good care of them. Curling is a piece of hair that is rotated in a spiral to produce various shapes and effects. Hair Styling is the process of styling your hair to produce a certain hair style. The development not only in the hair style, but also gives a great effect on the techniques and tools used in curling. One technology that is developing is curling using an electric tool. The tool is usually called the Culry Iron. This study aims to determine the effect of different types of hair on hair styling on curl resistance using Curly Iron. The type of research used is Pre-Experimental (One-Shot Case Study). The data collection method used was an obsever, involving 20 observers consisting of 1 cosmetology lecturer and 19 cosmetology students who had passed the curling course. Based on the analysis of the 3 aspects observed, the results showed that of the three hair types, dry hair type has the best effect on curl shape resistance in hair styling with the highest average value of 3.53. Whereas the normal hair type gets an average value of 3.17 and 2.97 oily hair types. Keywords: hair styling, endurance curls shape.
EFEK PERBEDAAN HASIL STYLING TERHADAP JENIS RAMBUT QOYYUM BELANTIKA TAFIFASARI, ERIAN; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rambut merupakan salah satu dari bagian tubuh manusia yang sangat penting sebagai penunjang penampilan wanita maupun pria. Perkembangan dalam dunia kecantikan, banyak wanita berambut keriting mulai percaya diri dengan gaya rambut mereka dan merawatnya dengan baik. Pengeritingan adalah potongan rambut yang diputar secara spiral untuk menghasilkan berbagai bentuk dan efek. Hair Styling adalah proses menata rambut yang dilakukan untuk menghasilkan gaya rambut tertentu. Perkembangan tidak hanya pada gaya rambutnya saja, tetapi juga memberi efek yang besar terhadap teknik?teknik dan alat yang digunakan dalam pengeritingan. Salah satu teknologi yang berkembang yaitu pengeritingan menggunakan alat listrik. Alat tersebut biasa disebut dengan Culry Iron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis rambut pada styling rambut terhadap ketahanan bentuk ikal menggunakan Curly Iron. Jenis penelitian yang digunakan Pre-Experimental (One-Shot Case Study). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsever, melibatkan 20 observer yang terdiri dari 1 dosen tata rias dan 19 mahasiswa tata rias yang telah lulus mata kuliah pengeritingan. Berdasarkan hasil analisis dari 3 aspek yang diamati maka hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis rambut, jenis rambut kering memiliki efek paling baik terhadap ketahanan bentuk ikal pada styling rambut dengan mendapat nilai rata-rata tertinggi 3,53. Sedangkan pada jenis rambut normal mendapat nilai rata-rata 3,17 dan jenis rambut berminyak 2,97. Kata Kunci: styling rambut, ketahanan bentuk ikal rambut. Abstrack Hair is one of the most important parts of the human body to support the appearance of women and men. Developments in the world of beauty, many curly-haired women have begun to believe in their hairstyles and take good care of them. Curling is a piece of hair that is rotated in a spiral to produce various shapes and effects. Hair Styling is the process of styling your hair to produce a certain hair style. The development not only in the hair style, but also gives a great effect on the techniques and tools used in curling. One technology that is developing is curling using an electric tool. The tool is usually called the Culry Iron. This study aims to determine the effect of different types of hair on hair styling on curl resistance using Curly Iron. The type of research used is Pre-Experimental (One-Shot Case Study). The data collection method used was an obsever, involving 20 observers consisting of 1 cosmetology lecturer and 19 cosmetology students who had passed the curling course. Based on the analysis of the 3 aspects observed, the results showed that of the three hair types, dry hair type has the best effect on curl shape resistance in hair styling with the highest average value of 3.53. Whereas the normal hair type gets an average value of 3.17 and 2.97 oily hair types. Keywords: hair styling, endurance curls shape.
EFEK PERBEDAAN HASIL STYLING TERHADAP JENIS RAMBUT QOYYUM BELANTIKA TAFIFASARI, ERIAN; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rambut merupakan salah satu dari bagian tubuh manusia yang sangat penting sebagai penunjang penampilan wanita maupun pria. Perkembangan dalam dunia kecantikan, banyak wanita berambut keriting mulai percaya diri dengan gaya rambut mereka dan merawatnya dengan baik. Pengeritingan adalah potongan rambut yang diputar secara spiral untuk menghasilkan berbagai bentuk dan efek. Hair Styling adalah proses menata rambut yang dilakukan untuk menghasilkan gaya rambut tertentu. Perkembangan tidak hanya pada gaya rambutnya saja, tetapi juga memberi efek yang besar terhadap teknik?teknik dan alat yang digunakan dalam pengeritingan. Salah satu teknologi yang berkembang yaitu pengeritingan menggunakan alat listrik. Alat tersebut biasa disebut dengan Culry Iron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis rambut pada styling rambut terhadap ketahanan bentuk ikal menggunakan Curly Iron. Jenis penelitian yang digunakan Pre-Experimental (One-Shot Case Study). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsever, melibatkan 20 observer yang terdiri dari 1 dosen tata rias dan 19 mahasiswa tata rias yang telah lulus mata kuliah pengeritingan. Berdasarkan hasil analisis dari 3 aspek yang diamati maka hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis rambut, jenis rambut kering memiliki efek paling baik terhadap ketahanan bentuk ikal pada styling rambut dengan mendapat nilai rata-rata tertinggi 3,53. Sedangkan pada jenis rambut normal mendapat nilai rata-rata 3,17 dan jenis rambut berminyak 2,97. Kata Kunci: styling rambut, ketahanan bentuk ikal rambut. Abstrack Hair is one of the most important parts of the human body to support the appearance of women and men. Developments in the world of beauty, many curly-haired women have begun to believe in their hairstyles and take good care of them. Curling is a piece of hair that is rotated in a spiral to produce various shapes and effects. Hair Styling is the process of styling your hair to produce a certain hair style. The development not only in the hair style, but also gives a great effect on the techniques and tools used in curling. One technology that is developing is curling using an electric tool. The tool is usually called the Culry Iron. This study aims to determine the effect of different types of hair on hair styling on curl resistance using Curly Iron. The type of research used is Pre-Experimental (One-Shot Case Study). The data collection method used was an obsever, involving 20 observers consisting of 1 cosmetology lecturer and 19 cosmetology students who had passed the curling course. Based on the analysis of the 3 aspects observed, the results showed that of the three hair types, dry hair type has the best effect on curl shape resistance in hair styling with the highest average value of 3.53. Whereas the normal hair type gets an average value of 3.17 and 2.97 oily hair types. Keywords: hair styling, endurance curls shape.
EFEK PERBEDAAN HASIL STYLING TERHADAP JENIS RAMBUT QOYYUM BELANTIKA TAFIFASARI, ERIAN; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rambut merupakan salah satu dari bagian tubuh manusia yang sangat penting sebagai penunjang penampilan wanita maupun pria. Perkembangan dalam dunia kecantikan, banyak wanita berambut keriting mulai percaya diri dengan gaya rambut mereka dan merawatnya dengan baik. Pengeritingan adalah potongan rambut yang diputar secara spiral untuk menghasilkan berbagai bentuk dan efek. Hair Styling adalah proses menata rambut yang dilakukan untuk menghasilkan gaya rambut tertentu. Perkembangan tidak hanya pada gaya rambutnya saja, tetapi juga memberi efek yang besar terhadap teknik?teknik dan alat yang digunakan dalam pengeritingan. Salah satu teknologi yang berkembang yaitu pengeritingan menggunakan alat listrik. Alat tersebut biasa disebut dengan Culry Iron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis rambut pada styling rambut terhadap ketahanan bentuk ikal menggunakan Curly Iron. Jenis penelitian yang digunakan Pre-Experimental (One-Shot Case Study). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsever, melibatkan 20 observer yang terdiri dari 1 dosen tata rias dan 19 mahasiswa tata rias yang telah lulus mata kuliah pengeritingan. Berdasarkan hasil analisis dari 3 aspek yang diamati maka hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis rambut, jenis rambut kering memiliki efek paling baik terhadap ketahanan bentuk ikal pada styling rambut dengan mendapat nilai rata-rata tertinggi 3,53. Sedangkan pada jenis rambut normal mendapat nilai rata-rata 3,17 dan jenis rambut berminyak 2,97. Kata Kunci: styling rambut, ketahanan bentuk ikal rambut. Abstrack Hair is one of the most important parts of the human body to support the appearance of women and men. Developments in the world of beauty, many curly-haired women have begun to believe in their hairstyles and take good care of them. Curling is a piece of hair that is rotated in a spiral to produce various shapes and effects. Hair Styling is the process of styling your hair to produce a certain hair style. The development not only in the hair style, but also gives a great effect on the techniques and tools used in curling. One technology that is developing is curling using an electric tool. The tool is usually called the Culry Iron. This study aims to determine the effect of different types of hair on hair styling on curl resistance using Curly Iron. The type of research used is Pre-Experimental (One-Shot Case Study). The data collection method used was an obsever, involving 20 observers consisting of 1 cosmetology lecturer and 19 cosmetology students who had passed the curling course. Based on the analysis of the 3 aspects observed, the results showed that of the three hair types, dry hair type has the best effect on curl shape resistance in hair styling with the highest average value of 3.53. Whereas the normal hair type gets an average value of 3.17 and 2.97 oily hair types. Keywords: hair styling, endurance curls shape.
SOSIALISASI TATA RIAS PENGANTIN KRESNAYANA KEPADA MASYARAKAT BLITAR DEVI NURSAPUTRI, ERVITA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengantin Kresnayana merupakan salah satu tata rias pengantin tradisional yang ada di Indonesia tepatnya di Kota Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana kepada masyarakat Blitar khususnya di Desa Ngadri, 2) aktivitas peserta sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana, 3) pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana, dan 4) respon peserta setelah dilakukan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian the one-shot case study design. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Ngadri Kabupaten Blitar. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rumus presentase dan rata-rata. Hasil penelitian dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1) keterlaksanaan sosialisasi termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata skor nilai 3,58 , 2) aktivitas peserta sosialisasi termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor nilai 3,62 , 3) pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi secara keseluruhan yaitu 94,25 yang berarti sangat baik, 4) respon peserta mencapai kriteria sangat baik dengan perolehan nilai sebesar 98,25%.Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Kresnayana, Blitar.AbstractKresnayanas bride is one of the traditional bridal make-up in Indonesia, precisely in Blitar City, East Java. This study aims to determine: 1) implementation of the Kresnayana bridal make-up socialization to the Blitar community, especially in Ngadri Village, 2) activities of participant for the Kresnayana bridal make-up, 3) participants knowledge after socialization of the Kresnayana bridal make-up, and 4) participants response after Kresnayana bridal makeup has been socialized. This type of research is a pre-experimental study with the research design "one-shot case study design". The subjects of this study were Ngadri villager in Blitar Regency. Data collection methods use observation, tests and questionnaires. Analysis of the data used is the average formula and percentage. The results of the study can be shown as follows: 1) the implementation of socialization is in very good category with average score of 3.58, 2) the activities of the participants is in very good category with average score of 3.62, 3) the participants knowledge after socialization is 94.25 which means very good, and 4) the participants responses reached very good criteria with the acquisition of a value of 98.25%.Keywords: Kresnayana Bridal Makeup, Blitar.
TATA RIAS JARANAN MENGGUNAKAN FACE PAINTING DI SANGGAR TURONGGO SATRIO MUDO KABUPATEN BLITAR BELLAYUANA, INTAN; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kuda lumping atau Jaranan sebagai kesenian tradisional masyarakat Jawa, berupa tarian menunggangg kuda, yang dimainkan sekelompok orang dengan iringan musik gamelan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tata rias Jaranan menggunakan face painting di sanggar seni Turonggo Satrio Mudo di Kabupaten Blitar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.. Penelitian ini menggunakan kosmetik face painting pada bagian mata, pipi dan pelipis untuk mendapatkan warna yang lebih tajam. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias Jaranan menggunakan kosmetika face painting berwarna merah dan biru diaplikasikan sebagai eyeshadow dan blush on, sedangkan warna hitam atau pidih diaplikasikan untuk sogokan dan godheg untuk lebih memperjelas warna tanpa menghilangkan sisi keaslian dari tata rias jaranan tersebut Kata kunci: Tata Rias, Jaranan, Face Painting, Turonggo Satrio Mudo AbstractKuda lumping or Jaranan as a traditional Javanese art, in the form of a horse riding dance, which is played by a group of people with accompaniment of gamelan music. The purpose of this research is to describe the form of Jaranan cosmetology using face painting in Turonggo Satrio Mudo art studio in Blitar Regency. This research is a descriptive study with an observational approach, data collection techniques using interview, observation, and documentation methods. This research uses cosmetic face painting on the eyes, cheeks and temples to get sharper colors. Initial observations were carried out in December and the results of the study showed that the Jaranan cosmetology using red and blue face painting cosmetics were applied as eyeshadow and blush, while the black or pid color was applied to sogokan and godhegs to better clarify the colors without removing the authenticity of the make-up Keywords: face makeup, Jaranan, face painting, Turonggo Satrio Mudo
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
HASIL TATA RIAS WAJAH PESTA MENGGUNAKAN HIGLIGHTER POWDER DAN HIGLIGHTER AIRBRUSH AZIZAH, NUR; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Highlighter powder memiliki tekstur padat sehingga mudah hilang saat tergeser dan terkena air mata atau keringat, dibanding highlighter airbrush yang mempunyai tekstur cair dan disemprotkan dengan alat kompresor sehingga partikelnya lebih kecil dan lebih tahan lama karena meresap kedalam pori -pori wajah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan ada atau tidaknya perbedaan hasil antara tata rias wajah pesta menggunakan highlighter powder dengan highlighter airbrush. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan angket online yang disebarkan melalui google form. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis uji beda dengan terlebih dahulu menguji validitas dan reliabilitas data serta melakukan uji asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter powder dan highlighter airbrush menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima bahwa hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter airbrush berbeda dengan highlighter powder. Kesimpulan dalam penelitian ini hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter airbrush lebih baik digunakan dibanding menggunakan highlighter powder.Hal tersebut dapat diketahui dari skor rata-rata hasil angket observasi dari pengamat yang menunjukkan skor rata-rata highlighter airbrush lebih tinggi dibandingkan skor rata highlighter airbrush. Highlighter airbrush mendapatkan skor rata-rata sebesar 18,11 sedangkan skor rata-rata highlighter powder sebesar 11,00. Sehingga berdasarkan aspek kilauan, kehalusan, hasil tata rias wajah, ketahanan, dan tingkat kesukaan, Hasil Tata Rias Wajah Pesta Menggunakan Highlighter Airbrush lebih baik daripada dengan Highlighter Powder. Kata Kunci: Tata Rias Wajah Pesta, Highlighter Powder, Highlighter Airbrush Abstract Highlighter powder has a dense texture so it is easily lost when displaced and exposed to tears or sweat, compared to highlighter airbrush which has a liquid texture and is sprayed with an airbrush so that the particles are smaller and more durable because it seeps into the pores of the face. The purpose of this study is to prove whether or not there are differences in results between Party Face Makeup using Highlighter Powder and Highlighter Airbrush. This type of research is experimental. Data collection uses an online questionnaire distributed via Google form. The data analysis technique was performed by analyzing different tests by first testing the validity and reliability of the data and testing the assumptions of normality and homogeneity. The results of the party makeup results using a highlighter powder and highlighter airbrush showed sig values. 0,000 <0.05, thus Ho was rejected and Ha accepted that the results of the party makeup using the airbrush highlighter were different from the highlighter powder. The conclusion in this study about party facial makeup using a highlighter airbrush is better used than using a highlighter powder. This can be learned from the average score of the Highlighter airbrush questionnaire getting an average score of 18.11. Based on the aspects of luster, smoothness, makeup make-up, durability, and liking. The results of Party Face Makeup Using a Highlighter Airbrush is better than with Highlighter Powder and Highlighter Airbrush Keywords: Party Face Makeup, Highlighter Powder, Highlighter Airbrush
KEMAMPUAN MERIAS WAJAH PANGGUNG PENARI MAYANG RONTEK MELALUI PELATIHAN DI SANGGAR CANDRA SISWA MOJOKERTO FENI AMANDA, RIMA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari Mayang Rontek merupakan tarian khas Kabupaten Mojokerto yang menceritakan tentang proses arak-arakan pada Kerajaan Majapahit untuk menyambut Pengantin Mojoputri. Sanggar Candra Siswa mempelajari banyak tari salah satunya Tari Mayang rontek yang seringkali dilombakan dan juga mengisi berbagai acara, namun setiap kali akan tampil yang merias adalah pemilik sanggar dan juga juru rias dari luar. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengetahui 1) Keterlaksanaan pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 2) Aktivitas peserta pada pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 3) Hasil keterampilan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 4) Respon peserta pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan pre-experimental design dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitian adalah anggota tari sanggar candra siswa mojokerto yang berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 4,6 (sangat baik), aktivitas peserta pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 4,825 (sangat baik), penilaian kemampuan merias wajah panggung penari mayang rontek memperoleh nilai 8,5 (sangat baik), respon peserta pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 92,5% (sangat baik). Kata Kunci: Pelatihan, Tata Rias Panggung Penari Mayang Rontek Abstract Mayang Rontek Dance is a typical dance of Mojokerto Regency which tells about the procession of the Majapahit Kingdom to welcome the Mojoputri Bride. Candra Siswa Studio learns about various kinds of dances including Mayang Rontek Dance which is often contested and performed at various events. However, everytime there?s a performance, the person doing the make up is either the studio owner or a makeup artist from out of town. The purpose of this training are to know: 1) Implemented training apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 2) Training activity apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 3) The results of the skill putting on stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 4) The response of the trainee?s apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto. The type of research used pre-experimental design with a one-shot case study research design. The subjects of the research are 4 students of Candra Siswa Studio. Data collection techniques using observation, tests, and questionnaires. The result showed that the implementation of the training received an average value of 4,6 (very good), the activities of the trainees received an average value of 4,825 (very good). The assessment of the cosmetology ability of Mayang rontek dancer obtained an average value of 8,5 (very good). The response of trainees to the training that was held obtained an average value of 92,5% (very good) score. Keywords: Training, Cosmetology Stage of Mayang Rontek Dancer

Page 4 of 10 | Total Record : 91