cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI FASHION PERFORMANCE K-POP IDOL TERHADAP K-POP DANCE COVER DI SURABAYA DWI ANJANI PUTRI, AMALIA; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak K-Pop Dance Cover adalah seorang individu atau suatu group menirukan penampilan koreografi sehingga merasa tampak seperti artis K-Pop asli, termasuk menirukan koreografi, pakaian dan aksesoris saat tampil, dan ekspresi wajah (Thanh, 2015:152).Fashion performance sangat berpengaruh pada setiap penampilan boygroup atau girlgroup K-Pop dengan konsep kostum, gaya rambut, make-up, hingga aksesoris yang berbeda sesuai dengan lagu yang ditampilkan (Park, 2011:30). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana group K-Pop Dance Cover mencari inspirasi untuk kostum fashion performance, mengetahui analisis deskriptif perbandingan kostum fashion performanceK-Pop dance coverdengan K-Pop Idol,dan mengetahui proses pengadaan kostum fashion performanceK-Pop dance cover. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode triangulasi teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa group K-Pop dance cover mendapatkan inspirasi kostum K-Pop idol yang dikenakan saat liveperformance atau musicvideo k-pop melalui media internet dan situs Youtube. Pada analisis perbandingan kostum fashion performance, dari busana utama hingga aksesoris yang dikenakan group dance cover tampak mirip seperti group k-pop idol. Kostum dance cover sebagian besar melalui pesanan khusus yang dibuatkan oleh penjahit, terdapat tim khusus yang membuatkan kostum dengan cara mencetak motif sendiri yang mirip dengan kostum k-pop idol. Pada penampilan setiap anggota group dance cover, mulai dari make-up, hair-do, kostum busana utama, busana pelengkap, akesoris serta detail dan hiasan busana dibuat mirip dengan setiap anggota group k-pop idol yang ditiru, sehingga melihat secara keseluruhan tampilan setiap group dance cover mirip dengan group k-pop idol. Kata kunci: k-popidol,dance cover, kostum,fashion performance Abstract K-Pop Dance Cover is a performance by individual or a group that imitate the choreography as looks like K-Pop idol, consist of imitating the choreography, costume fashion, accessories and facial expressions while performing. (Thanh, 2015:152). Fashion performance reflects a great effect of every boygroup and girlgroup performance in K-Pop industry by presents a distinct costume concept, hairstyle, make-up, and accessories in every different song performances.(Park, 2011:30). The purposes of this research are to find out how K-Pop dance cover group searching for inspiration of costume fashion performance, find out the description analysis of costume fashion performance between K-POP dance cover and K-Pop idol, and to find out the procurement process of costume fashion performance of K-Pop dance cover. The type of this research is descriptive qualitative by using triangulation technique as data accumulation, with three steps, insist of; observation, interview, and documentation. Data analysis by doing three steps, insist of; data reduction, data display, and conclusion drawing.The research result shows that K-Pop dance cover group got inspiration for costume wear by K-Pop idol in live performance or music video in internet and shared video website, Youtube. In comparison of costume, from the primary costume to accessories that wear by dance cover group looks very much same in similarity with K-Pop idol group, but in comparison result there is still lack and missing in details.Procurement in costume by special order to dressmaker or tailor, there is a special team within the group that making costume by self-produced printing. In appearance of every group member, from the make-up, hair do, costume, additional costume, accessories, also details and fashion ornaments are made really precise and looks very similar by K-Pop idol. The final appearance performance of K-Pop dance cover group looks very similar with K-Pop idol group. Keywords: k-pop idol, dance cover, costume, fashion performance.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH TAILORING ASRINING PURI, SEKAR; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pembuatan pengembangan media pembelajaran berbasis blended learning pada mata kuliah Tailoring, validitas media, respon mahasiswa terhadap media pembelajaran dan hasil uji coba berupa keaktifan serta nilai mahasiswa yang dilakukan terhadap 30 mahasiswa 2015 jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Univesitas Negeri Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Metode pengumpulan data mengggunakan lembar observasi validitas media dan angket respon mahasiswa.Berdasarkan validitas media diperoleh presentase sebesar 85% yang termasuk dalam kategori sangat valid, respon mahasiswa diperoleh presentase sebesar 73,5% yang termasuk dalam kategori baik dan uji coba berupa keaktifan mahasaiswa akses terbanyak pada kunjunganpertemuan ke-1, sebanyak 91 kali, Kunjunganmahasiswadalammengunduhtugas terbanyak adalah pertemuan ke-1 dan ke-2 sebanyak 28 kali dan kunjunganmahasiswadalammenguploadtugas terbayak adalah pertemuan ke -2 sebanyak 27 kali, sedangkan hasil nilai dengan rentang nilai tertinggi61-80 memperoleh presentase 83,33% termasuk dalam kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran bebasis blended learning pada mata kuliah Tailoring dikatakan valid dandapat digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: Media Pembelajaran, Blended Learning, Tailoring Abstract This study aims to determine the procedure for developing blended learning-based learning media in Tailoring courses, media validity, student response to learning media and the results of trials in the form of activeness and student scores conducted on 30 2015 students of the Department of Family Welfare Education, Surabaya State University . This research is a development research using a 4-D research model that is define, design, develop and disseminate. Data collection method uses observation sheet of media validity and student response questionnaire. Based on the media validity obtained a percentage of 85% which is included in the category of very valid, the response of students obtained a percentage of 73.5% which is included in both categories and trials in the form of active student access at the 1st meeting, as many as 91 times, Student visits in downloading the most assignments is the 1st and 2nd meetings 28 times and the student visits in uploading the best assignments are the 2nd meeting 27 times, while the results with the highest score range 61-80 get a percentage of 83.33% including in very good category. It can be concluded that the development of blended learning based learning media in Tailoring courses is said to be valid and can be used in learning. Keywords:Learning Media, Blended Learning, Tailoring
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEMBUATAN POLA DASAR BUSANA WANITA BERBASIS COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) MODEL TUTORIAL DI SMK NEGERI 1 SOOKO MOJOKERTO NUR IKA FITRIA, MAHARANI; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komputer berperan sebagai pembantu tambahan dalam belajar, yang pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua ? duanya dikenal sebagai Computer Assisted Intruction (CAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan langkah pengembangan media pembelajaran pembuatan pola dasar busana wanita berbasis Computer Assisted Instruction (CAI) model tutorial untuk kelas X, mengetahui kelayakan media berdasakan analisis kevalidan format media & materi, mengetahui hasil uji coba dan mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran pembuatan pola dasar busana wanita berbasis CAI model tutorial. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Model pengembangan penelitian ini adalah model ADDIE yang dikembangkan oleh Reiser & Molenda dengan menggunakan 5 tahap pengembangan, yaitu : 1) Analisis, 2) Desain, 3) Pengembangan, 4) Implementasi, 5) Evaluasi. Metode pengumpulan data menggunakan angket kelayakan media,soal tes dan angket respon siswa Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Langkah pengembangan media pembuatan pola dasar berbasis CAI model tutorial yang sesuai dengan langkah pengembangan model ADDIE dengan format media berupa Powerpoint, 2) Kelayakan media pembelajaran memperoleh skor validitas kelayakan format media sebesar 3,45 termasuk dalam keriteria sangat baik dan format materi sebesar 3,70 termasuk dalam keriteria sangat baik, 3) Hasil uji coba pengembangan media pembelajaran terdiri dari hasil uji coba skala kecil sebesar 75% berada dalam kategori baik dan uji coba skala besar sebesar 80% berada dalam kategori baik, 4) Hasil respon siswa terhadap media pembelajaran termasuk dalam kertiteria sangat baik. Kata kunci: Computer Assisted Instruction, Model Tutorial, Pembuatan Pola Dasar Abstract Computers that serve as additional aides in learning, whose utilization involves presenting information about the contents of the subject matter, practice excercise, or both are known as Computer-Assisted Instructions (CAI). This study aims to produce instructional media for block pattern making of womens wear based on CAI using tuttorial model for grades X. And appropriateness test of the developed learning media through the assesment by media & material format and tryout that involve grade X dtudents of VHS and student respons questionnaire. This research is a type of research and development (R&D). The research development model is the ADDIE model developed by Reiser and Molenda with 5 developments : 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Methods of data collection with observation, questionnaires and test questions. The results of this study are as follows: 1) The step of developing learning media of block?s pattern of womens wear based on the CAI tutorial model is in accordance with the step of developing the ADDIE model with a media format is Powerpoint presentation, 2) Results of the validity score of the media format are 3.45 point which is included in very good criteria, the material format is 3.70 point in very good criteria, 3) Result of the effectiveness test are 70% effectiveness of small-scale test that qualification as good category and 80% effectiveness of large-scale test that qualification as goodcategory, 4) Score of practicality test by the students is in very good category. Keywords: Computer Assisted Instruction, Tuttorial Model?sm Block Pattern Making
MOTIF BATIK TRENGGALEK ADILLA HANNY, NITA; SUHARTINI, RATNA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motif batik Trenggalek ditinjau dari sumber ide batik, ornamen utama batik, ornamen pelengkap batik, isen-isen batik, warna batik, dan makna batik. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik sentra batik tulis di Trenggalek, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek, serta budayawan batik Trenggalek. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil sumber ide batik Trenggalek banyak mengambil potensi kekayaan alam dan kesenian Trenggalek. Ornamen utama batik Trenggalek beragam, dapat berupa tumbuh-tumbuhan yang menjadi komoditi utama Trenggalek, kreasi motif batik klasik, serta kesenian asli Kabupaten Trenggalek. Ornamen pelengkap batik Trenggalek banyak berupa bunga cengkeh sebagai identitas batik Trenggalek. Isen-isen batik Trenggalek berupa isen cecek, isen sawut dan isen cagah gori. Warna batik Trenggalek tergolong dalam warna batik pesisiran seperti ungu, hijau, kuning, merah, hitam dan coklat tua. Batik Trenggalek mengandung makna harapan dan pesan moral agar manusia hidup dengan memberikan manfaat dan kedamaian kepada sesama manusia. Kata kunci : batik Trenggalek, motif Abstract The purpose of this research is to find out how the pattern of batik Trenggalek viewed from the source of batik ideas, the main batik ornaments, batik complementary ornaments, batik filling, batik color, and batik philosophy. The type of this research is descriptive qualitative by using observation, interview, and documentation methods. Research subjects of this research are the owner of hand made batik center in Trenggalek, Department of Cooperatives Micro Enterprises and Trade of Trenggalek Regency, Department of Culture and Tourism of Trenggalek Regency, and Trenggalek batik cultural observer. Data analysis by doing triangulation methods, insist of; data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the research that has been done shows the results that source of batik Trenggalek ideas are takes a lot of potentials wealth nature and art of Trenggalek. Trenggaleks main batik ornament can be a varieties of plants that become the main natural resource of Trenggalek, the creation of classic batik motif, and original art of Trenggalek Regency. Trenggalek batik complementary ornament is a lot of clove flower as identity of Trenggalek batik. Filling ornaments of Trenggalek batik are cecek, sawut and cagah gori. The color of batik Trenggalek belongs to coastal batik colors such as purple, green, yellow, red, black and dark brown. Trenggalek batik contains the meaning of hope and moral message so that humans can live by providing benefits and peace to their fellow human beings. Keywords: batik of Trenggalek, motifs
PENGARUH JENIS DAN BERAT MORDAN TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN MENGGUNAKAN BUAH KETAPANG PADA BLUS DENIM OGIVA, DONIO; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBuah ketapang mengandung zat pewarna tanin yang terdapat pada bagian kulit buahnya sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pewarna alami. Pada penelitian ini buah ketapang yang digunakan adalah buah ketapang segar yang masih berwarna hijau dan diterapkan pada blus berbahan denim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan berat mordan terhadap hasil jadi pewarnaan menggunakan buah ketapang pada blus denim dan untuk mengetahui hasil terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variabel bebas jenis mordan yaitu tunjung dan kapur serta massa mordan 30 gram, 50 gram dan 70 gram. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi pewarnaan buah ketapang yang dinilai dari aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang kemudian data yang diperoleh diolah dengan metode analisis statistika anova ganda dengan menggunakan apliksi SPSS 22 dengan taraf signifikan ? ? 0.05. Hasil analisis anava ganda diketahui bahwa interaksi berat dan jenis mordan tidak mempengaruhi hasil pengujian pada aspek ketajaman warna dan daya serap warna. Sedangkan jenis mordan mempengaruhi hasil pengujian aspek ketajaman warna dan daya serap warna, pada berat mordan hanya mempengaruhi pada pengujian aspek kartajaman warna dan tidak mempengaruhi pada pengujian daya serap warna. Hasil pewarnaan terbaik jika ditinjau dari ketajaman warna adalah mordan tunjung dengan berat 70 gram. Pada aspek daya serap diperoleh hasil pewarnaan terbaik pada jenis mordan tunjung.Kata Kunci: pewarnaan, buah ketapang, jenis mordan, berat mordan, denim.AbstractKetapang fruit contains tannin which are found on the skin of the fruit so that it can be used in making natural dyes. In this research the ketapang fruit used was fresh ketapang fruit which was still green and applied to denim blouses. The purpose of this research was to determine the type and weight effect of mordan on the results of eco dyeing with ketapang fruit on the denim blouse and determine the best result. The type of this research is experimental research with free variable in type of mordant that is tunjung and kapur and the other variabel is the weight of mordant that is 30 gram, 50 gram and 70 gram. The dependent variable in this research is the result of eco dyeing with ketapang fruit which is assessed from the aspect of the color sharpness and the absorption of color. Technique of collecting data using observation technique then the data obtained is processed by statistic analysis metode of multiple anova or two way anova by applying SPSS 22 with significant level ? ? 0.05. The results revealed that the interaction of weight and type of mordan did not affect the results on aspects of color sharpness and color absorption. While the type of mordan affects the results of the aspect of color sharpness and color absorption, the weight of the mordan only affects of the color sharpness and does not affect the color absorption. The best results on the color sharpness aspect obtained mordan tunjung with weight 70 grams. On the aspect of absorption the best results obtained mordan tunjung.Keywords: eco dyeing, ketapang fruit, mordan type, mordan weight, denim.

Page 1 of 1 | Total Record : 5