cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
PENGARUH SUBTITUSI LIMBAH MARMER TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE WET MIXING BERBAHAN DASAR ABU TERBANG KAPUR DAN NAOH 14 M ARIZONA, DIKA; WARDHONO, ARIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, pembangunan infrastruktur semakin meningkat hal tersebut mengakibatkan permintaan bahan konstruksi juga semakin meningkat salah satunya Portland semen yang berfungsi sebagai pengikat dalam suatu konstruksi. Semen Portland tidak ramah lingkungan karena dalam proses pembuatan semen 1 ton menghasilkan karbondioksida(CO2) sebanyak 1 ton yang dilepaskan ke atmosfir dengan bebas sehingga dapat merusak lingkungan diantaranya menyebabkan pemanasan global maka diperlukan matrial lainya sebagai pengganti Portland semen. Temuan ini dinamakan geopolymer karena merupakan sintesa bahan bahan alam nonorganik lewat proses polimerisasi. Mortar geopolymer dibuat menggunakan bahan dasar fly ash tipe C tanpa menggunakan semen. Dengan komposisi tertentu, fly ash tipe C akan menjadi bahan pengikat setelah dicampur dengan bubuk aktivator kering, pasir, dan aquades lalu menjadi dry geopolymer mortar. Bubuk aktivator kering dibuat dengan mencampurkan larutan NaOH 14M dan kapur hingga membentuk pasta. Lalu, dimasukan dalam oven dengan suhu 1100C selama 24 jam. Setelah itu, dilakukan penumbukan hingga menjadi bubuk aktivator kering. Hasil penelitian dengan penambahan limbah marmer 0%, 5%, 10%, 15%, 20%,25% menunjukkan bahwa, berat volume mortar terbesar yaitu 2,18 gram/cm3 dan nilai kuat tekan tertinggi yaitu 9,61 MPa didapat pada variasi dengan penambahan limbah marmer 10% pada usia 28 hari. Dibandingkan dengan mortar variasi limbah marmer < 10% dan variasi limbah marmer > 10% berat volume dan kuat tekan yang dihasilkan lebih rendah, sedangkan nilai porositas nilai terendah 17,38% pada variasi 10% Subtitusi limbah marmer terhadap fly ash terbukti dapat menambah kuat tekan, karena adanya reaksi kimia antara Ca dan H2O yang menghasilkan reaksi kimia CaCO3 yang bersifat keras Kata kunci : Dry Geopolymer Mortar, Fly ash tipe C, Limbah Marmer Bubuk Aktivator Kering, Berat Volume, Kuat Tekan, Porositas. Abstract In this globalization era, infrastructure development is increasing. This requires building materials to increase. Portland cement is used as a binder in a construction. Portland cement is not environmentally friendly because in the process of making 1 ton of cement produces 1 ton of carbon dioxide (CO2) which is released into the atmosphere freely can cause environmental damage that causes global so that other matrices are needed as portland cement. This finding is called geopolymer because it is a synthesis of natural inorganic materials through the polymerization process. Geopolymer mortars are made using the basic material fly ash type C without using cement. With certain compositions, fly ash type C will become a binding material after it is mixed with dry activator powder, sand, and distilled water and then becomes dry geopolymer mortar. Dry activator powder is made by mixing 14 M NaOH solution and lime to form a paste. Then, put It in the oven with a temperature of 1100C for 24 hours. After that, the collision is made into a dry activator powder The results of research with the addition of marble waste 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% showed that the largest volume of mortar weight was 2.18 gram/cm3 and the highest compressive strength value of 9.61 MPa was obtained in variations with the addition of marble waste 10% at 28 days. Compared to the mortar variation of marble waste <10% and marble waste variation> 10% by volume weight and compressive strength produced is lower, while the lowest porosity value of 17.38% at 10% variation of marble waste substitution to fly ash is proven to increase compressive strength , because of the chemical reaction between Ca and H2O which produces a chemical reaction of CaCO3 which is hard Keywords : Dry Geopolymer Mortar, Fly ash type C, Marble Waste Dry Activator Powder, Heavy Volume, Compressive Strength, Porosity
TINJAUAN STUDI KELAYAKAN EKONOMI RENCANA PELEBARAN JALAN KETAPANG SUMENEP-MADURA ITALITA ISLAM, RAHIL; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan Pelebaran Jalan Ketapang-Sumenep dibangun untuk mengurangi tingkat lalu lintas yang melintas di Jalan tersebut. Peluncuran pada proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kemacetan dan meningkatkan volume kendaraan yang lalu-lintas, sehingga dapat memaksimalkan wisatawan yang akan datang ke daerah tersebut. Tujuan dari peneiltian ini adalah m encari perbedaan keadaan yang lalu lalu lintas sebelum dan prediksi kedepan dengan melakukan proyek pelebaran jalan tersebut , membahas kelayakan ekonomi pada proyek pelebaran jalan Ketapang-Sumenep , dan mencari peluang untuk meningkatkan kelayakan proyek pelebaran jalan Ketapang-Sumenep. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan / Sumenep pada STA. 134 + 700- 143 + 550 Kota Sumenep yang termasuk dalam Jalan Nasional. Teknik menjawab data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara yang dilakukan menjawab pertanyaan langsung dengan perusahaan yang mengajukan permohonan tersebut dan metode dokumentasi yang terdiri dari data dokumen-dokumen yang telah ada di tempat penelitian pelebaran jalan Ketapang-Sumenep. Teknik Analilis Data pada penelitian ini menggunakan analisis derajat kejenuhan, analisis manfaat, analisis biaya, analisis BCR, dan analisis Sensitivitas. Hasil dari pene l itian ini diperoleh dari Derajat Kejenuhan (DS) dari tahun 2033 pada kondisi yang mencapai 1,18, sedangkan pada kondisi perencanaan pada tahun 2033 nilai DS mencapai 0,6. N Ilai penghematan Biaya Operasional Kendaraan Penghasilan kena pajak adanya Pembangunan pelebaran jalan Ketapang-Sumenep PADA Tahun 2019-2033 sebesar Rp.44.850.266.565,42, Dan penghematan PADA Nilai Waktu sebesar Rp.59.973.836.506,16. Biaya yang diperlukan untuk proyek pelebaran jalan Ketapang-Sumenep sebesar Rp.59.444.419.000,00. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk biaya perawatan rutin dan berkala sebesar Rp.15.072.449.041,83.Hasil dari analisis biaya BCR pada perhitungan ini diperoleh nilai 1,4. Dengan nilai BCR> 1 Besar manfaat yang timbul dari proyek ini lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Maka proyek tersebut layak untuk dilakukan. Nilai Sensitivitas kelayakan ekonomi pada proyek pembangunan pelebaran jalan Ketapang-Sumenep ini terhadap suku bunga sebesar 45%, sedangkan sensitivitas kelayakan terhadap volume lalu lintas sebesar 29%. Kata kunci : Biaya operasional kendaraan (BOK), Nilai Waktu, Analisis Manfaat-Biaya (BCR)
PENGARUH VARIASI KETEBALAN LAPIS KAYU PADA BALOK KAYU LAMINASI MERANTI-SENGON-MERANTI BERDASARKAN PENYUSUNAN LAMINASI UNBALANCED TERHADAP KUAT LENTUR DWINANDA RAMADHAN, YOGI; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi perekatan laminasi pada balok kayu sebagai bahan baku konstruksi sudah lama dipergunakan tetapi perkembangannya tidak sepesat teknologi beton dan baja. Balok kayu laminasi merupakan salah satu hasil dari rekayasa yang diciptakan untuk meningkatkan kualitas kayu serta menjawab kebutuhan dimensi dan panjang bentang kayu struktural. Berdasarkan penyusunan laminanya terbagi menjadi 2 yaitu penyusunan Balanced dan Unbalanced. Penelitian menerapkan teknologi laminasi dengan memanfaatkan kayu sengon dan kayu meranti berupa balok laminasi (Glued Laminated Timber) yang bertujan untuk mengetahui pengaruh penyusunan tidak seimbang (Unbalanced) terhadap kuat lentur balok laminasi. Balok laminasi pada penelitian ini menggunakan 3 lapis kayu dengan susunan Meranti?Sengon-Meranti. Benda uji pada penelitian ini adalah balok berdimensi b= 4cm, h= 6cm, dan l= 100cm dengan 5 variasi ketebalan laminasi kayu sebagai berikut: LA (1cm-2cm-3cm), LB (1,5cm-2cm-2,5cm), LC (2cm-2cm-2cm), LD (2,5cm-2cm-1,5cm), dan LE (3cm-2cm-1cm). Hasil penelitian didapatkan bahwa pengaruh penyusunan tidak seimbang (Unbalanced) ditinjau dari kuat lentur dan lendutannya, semakin besar ketidakseimbangan ketebalan antar lapisan laminasi mengakibatkan berkurangnya kuat lentur yang terjadi pada balok laminasi tersebut serta balok laminasi dengan penebalan pada bagian bawah menjadi lebih getas dan kaku dibandingkan dengan variasi dengan penebalan pada bagian atas. Dari hasil pengujian didapatkan ketebalan untuk mendapatkan kuat lentur yang optimal jika ditinjau dari beban layan adalah variasi LA (1cm-2cm-3cm) sedangkan jika ditinjau dari beban maksimalnya adalah penyusunan pada variasi LC (2cm-2cm-2cm) dengan kuat lentur sebesar 614.68 kg/cm², nilai kuat lentur tersebut lebih baik dan tidak lebih getas dari semua variasi lainnya. Kata Kunci: Balok Laminasi, Laminasi Kayu Unbalanced, Kuat Lentur Balok Laminasi Abstract The utilization of laminated gluing technology on wood beams as construction materials have long been used but the progress is not as much as concrete and steel technology. Laminated wood beams is one of the results of the engineering to improve the quality of wood and answer the needs of the dimensions and length of structural wood. Based on the layout of lamination that is divided into 2 layouts are Balanced and Unbalanced layout. This research apply laminated technology by using Sengon wood and Meranti wood in the form of laminated beams (Glued Laminated Timber) which has been applied to find out the effect of unbalanced lamination to bending strength laminated beams. Laminated beams in this research using 3 layers of wood with Meranti?Sengon-Meranti compotition. The semple on this research is a beam with dimension B = 4cm, H = 6cm, and L = 100cm with 5 thickness variations of wood laminate as follows: LA (1cm-2cm-3cm), LB (1,5cm-2cm -2,5cm), LC (2cm-2cm-2cm), LD (2,5cm-2cm-1,5cm), and LE (3cm-2cm-1cm). The results of this research are the effects of unbalanced layout reviewed from bending strength and deflection, The higher unbalanced thickness among the layers causes reducement in bending strength that happens in glued laminated beams, also with the thickening at the bottom side of the glued laminated beams becomes more rigid and brittle than variatoions of thickening at the top side. The more balanced thickness among wood layers that resulted in laminated beams being more strong to bending strength. From the results of the research are the effects of thickness to get an optimal bending strength if based on service load is LA (1cm-2cm-3cm) meanwhile if based on maximal load is the variation of LC (2cm-2cm-2cm) with a result of bending strength test of 614.68 kg/cm ². That value of bending strength is better and not more ducked than all other variations. Keywords: Laminated Beam, Unbalanced Laminated Timber , Bending Strength of Laminated Beam.
PENGARUH VARIASI KETEBALAN LAPIS KAYU PADA BALOK KAYU LAMINASI MERANTI-SENGON-MERANTI BERDASARKAN PENYUSUNAN LAMINASI UNBALANCED TERHADAP KUAT LENTUR DWINANDA RAMADHAN, YOGI; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi perekatan laminasi pada balok kayu sebagai bahan baku konstruksi sudah lama dipergunakan tetapi perkembangannya tidak sepesat teknologi beton dan baja. Balok kayu laminasi merupakan salah satu hasil dari rekayasa yang diciptakan untuk meningkatkan kualitas kayu serta menjawab kebutuhan dimensi dan panjang bentang kayu struktural. Berdasarkan penyusunan laminanya terbagi menjadi 2 yaitu penyusunan Balanced dan Unbalanced. Penelitian menerapkan teknologi laminasi dengan memanfaatkan kayu sengon dan kayu meranti berupa balok laminasi (Glued Laminated Timber) yang bertujan untuk mengetahui pengaruh penyusunan tidak seimbang (Unbalanced) terhadap kuat lentur balok laminasi. Balok laminasi pada penelitian ini menggunakan 3 lapis kayu dengan susunan Meranti?Sengon-Meranti. Benda uji pada penelitian ini adalah balok berdimensi b= 4cm, h= 6cm, dan l= 100cm dengan 5 variasi ketebalan laminasi kayu sebagai berikut: LA (1cm-2cm-3cm), LB (1,5cm-2cm-2,5cm), LC (2cm-2cm-2cm), LD (2,5cm-2cm-1,5cm), dan LE (3cm-2cm-1cm). Hasil penelitian didapatkan bahwa pengaruh penyusunan tidak seimbang (Unbalanced) ditinjau dari kuat lentur dan lendutannya, semakin besar ketidakseimbangan ketebalan antar lapisan laminasi mengakibatkan berkurangnya kuat lentur yang terjadi pada balok laminasi tersebut serta balok laminasi dengan penebalan pada bagian bawah menjadi lebih getas dan kaku dibandingkan dengan variasi dengan penebalan pada bagian atas. Dari hasil pengujian didapatkan ketebalan untuk mendapatkan kuat lentur yang optimal jika ditinjau dari beban layan adalah variasi LA (1cm-2cm-3cm) sedangkan jika ditinjau dari beban maksimalnya adalah penyusunan pada variasi LC (2cm-2cm-2cm) dengan kuat lentur sebesar 614.68 kg/cm², nilai kuat lentur tersebut lebih baik dan tidak lebih getas dari semua variasi lainnya. Kata Kunci: Balok Laminasi, Laminasi Kayu Unbalanced, Kuat Lentur Balok Laminasi Abstract The utilization of laminated gluing technology on wood beams as construction materials have long been used but the progress is not as much as concrete and steel technology. Laminated wood beams is one of the results of the engineering to improve the quality of wood and answer the needs of the dimensions and length of structural wood. Based on the layout of lamination that is divided into 2 layouts are Balanced and Unbalanced layout. This research apply laminated technology by using Sengon wood and Meranti wood in the form of laminated beams (Glued Laminated Timber) which has been applied to find out the effect of unbalanced lamination to bending strength laminated beams. Laminated beams in this research using 3 layers of wood with Meranti?Sengon-Meranti compotition. The semple on this research is a beam with dimension B = 4cm, H = 6cm, and L = 100cm with 5 thickness variations of wood laminate as follows: LA (1cm-2cm-3cm), LB (1,5cm-2cm -2,5cm), LC (2cm-2cm-2cm), LD (2,5cm-2cm-1,5cm), and LE (3cm-2cm-1cm). The results of this research are the effects of unbalanced layout reviewed from bending strength and deflection, The higher unbalanced thickness among the layers causes reducement in bending strength that happens in glued laminated beams, also with the thickening at the bottom side of the glued laminated beams becomes more rigid and brittle than variatoions of thickening at the top side. The more balanced thickness among wood layers that resulted in laminated beams being more strong to bending strength. From the results of the research are the effects of thickness to get an optimal bending strength if based on service load is LA (1cm-2cm-3cm) meanwhile if based on maximal load is the variation of LC (2cm-2cm-2cm) with a result of bending strength test of 614.68 kg/cm ². That value of bending strength is better and not more ducked than all other variations. Keywords: Laminated Beam, Unbalanced Laminated Timber , Bending Strength of Laminated Beam.
PREDIKSI SISA UMUR PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA (LHR) (STUDI KASUS: RUAS BATAS KOTA SUMENEP – KALIANGET STA 0+000 – STA 4+580) AJENG FIBRIAN, HABIBAH; MAHARDI, PURWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasaranan transportasi darat yang paling utama dan memiliki peranan penting bagi pengguna jalan. Kondisi ketidakrataan permukaan jalan memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pengelolaan maupun pemeliharaan jalan yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan sisa umur perkerasan jalan maupun pemeliharaan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sisa umur perkerasan lentur berdasarkan International Roughness Index (IRI) maupun berdasarkan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) pada ruas Batas Kota Sumenep-Kalianget STA 0+000 ? STA 4+580. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari instansi terkait dan hasil survei peneliti di lapangan. Hasil penelitian penunjukkan bahwa sisa umur perkerasan lentur berdasarkan International Roughness Index (IRI) sebesar 0.62 tahun atau sekitar 7.44 bulan dan perlu dilakukan pemeliharaan rutin setiap 7.44 bulan untuk STA 0+000 ? STA 4+580 agar jalan tetap dalam kondisi baik sampai akhir umur rencana. Berdasarkan data Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dengan umur rencana 20 tahun maka jalan pada tahun 2020 memiliki sisa umur perkerasan sebesar 19.541 tahun dan akan berakhir pada tahun 2039 dengan sisa umur perkerassan sebesar 0 tahun, sehingga agar jalan tetap dalam kondisi baik sebaiknya dilakukan pemeliharaan rutin minimal dua kali dalam satu tahun menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan pemeliharaan Kata Kunci : IRI, LHR, Sisa Umur Perkerasan.
PENGGUNAAN ELECTRIC ARC FURNACE SLAG PADA PEMBUATAN BETON KINERJA TINGGI DENGAN PERBEDAAN PERLAKUAN PERAWATAN ARISTIANTI, RISKI; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah campuran antara semen, agregat, dan air yang menyebabkan terjadinya suatu hubungan yang erat antara bahan-bahan tersebut. Kekuatan beton dapat dipengruhi oleh banyak hal, yaitu dari material penyusun, rancangan campuran, pengerjaan, dan perawatan. Tujuan dari perawatan beton sendiri adalah guna memelihara beton dalam kondisi tertentu setelah bekisting dibuka agar kekuatan beton dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan pada beton high performance concrete berbahan tambah electric arc furnace slag (EAFS) sebagai substitusi agregat kasar 30% dengan mutu beton yang direncanakan adalah f?c 45 MPa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan perawatan benda uji terhadap kuat tekan beton. Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah dengan perawatan direndam, diangin-anginkan pada suhu ruang, dan disiram dengan air. Benda uji berbentuk silinder 10x20 cm. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah kuat tekan, dandilakukan pada umur ke-7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hasil kuat tekan beton tertinggi didapatkan pada variasi beton direndam, dengan nilai pada umur pengujian ke-28 hari sebesar 54.66 MPa. Kemudian disusul benda uji dengan perawatan disiram air, mendapat hasil kuat tekan 48.171 MPa dan yang terakhir dengan variasi perawatan pada suhu ruang sebesar 43.30 MPa.
PEMANFAATAN ELETRIC ARC FURNACE SLAG PADA BETON KINERJA TINGGI DENGAN FAS BERVARIASI ABDUWOH, MOCHAMMAD; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton kinerja tinggi atau High Performance Concrete (HPC) adalah beton yang memiliki sifat?sifat istimewa yang dirancang untuk memenuhi beberapa keuntungan dalam pelaksanaan struktur beton. Kerikil merupakan sumber daya alam yang akan habis dan tidak dapat diperbarui bila digunakan pada jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu diperlukan bahan penganti yang berfungsi sama dengan kerikil yaitu electric arc furnace slag.Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah menganalisis kuat tekan beton pada masing-masing variasi FAS pada beton kinerja tinggi dengan bertambahnya jumlah semen. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian kuat tekan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari.Hasil penelitian menujukan bahwa diantara variasi FAS 0.24, 0.28, 0.32, 0.36, 0.40 didapat kuat tekan beton terbesar pada variasi FAS 0.40 dengan hasil kuat tekan sebesar 55.598 MPa pada hari ke-28. Sedangkan kuat tekan terendah berada pada variasi FAS 0.24 yaitu sebesar 15.067 MPa. Kuat tekan beton bergantung pada variasi FAS yang digunakan.
PEMANFAATAN SERAT BOTOL PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PADA PEMBUATAN PANEL BETON RINGAN DENGAN MENGGUNAKAN ELECTRIC ARC FURNACE SLAG (EAFS) SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR MEIDIANTO RUSMANSAH, YOGI; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik sendiri merupakan salah satu jenis anorganik yang mana tidak semua jenis ini dapat didaur ulang. Botol plastik bekas atau Polyetylene Terephtalate (PET) merupakan salah satu jenis plastik yang dapat didaur ulang dengan mudah. Dalam dunia konstruksi penggunaan bahan alternatif yang berasal dari limbah sudah mulai dilakukan termasuk untuk bahan tambah dalam pembuatan beton khususnya produk beton ringan seperti misalnya bata ringan, panel dinding dan lain-lain. Untuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambah untuk memperkuat lentur dalam pembuatan panel beton ringan, limbah botol plastik bekas harus diproses menjadi serat dengan cara dipotong dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1-2 mm. Serat tersebut nantinya yang akan digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperkuat kuat lentur pada panel beton ringan. Selain penggunaan botol plastik bekas yang digunakan sebagai serat, digunakan juga limbah dari peleburan baja atau biasa disebut Electric Arc Furnace Slag (EAFS) yang akan digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus atau pasir mengingat pemanasan global juga semakin meningkat akhir-akhir ini maka diperlukan inovasi semacam ini untuk membuat beton lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari botol plastik jenis PET untuk kuat lentur dan EAFS sebagai substitusi pasir untuk memperkuat kuat tekan pada panel beton ringan. Pada penelitian ini akan melakukan experimental dengan menggunakan persentase EAFS 5% sebagai substitusi pasir dan variasi serat botol plastik 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1% untuk kuat lentur pada panel beton ringan. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan Electric Arc Furnace Slag (5%) dan serat botol plastik pada campuran beton ringan mampu memperbaiki kuat lentur sebesar 1,308 MPa pada variasi 0,6%. Kata Kunci: Beton Ringan, Beton Serat, EAFS, Botol Plastik PET, Kuat Tekan, Kuat Lentur
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK SIDOARJO MENJADI AIR BENING NON-KONSUMSI MENGGUNAKAN INTEGRASI FLOCCULATION COAGULATION DAN CONSTRUCTED WETLAND PUSPA FEBRIYANTI, CYNTIA; TITIEK WINANTI, ELIZABETH
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik tulis memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun, industri batik juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Air limbah selama proses produksi batik merupakan senyawa yang tidak dapat terurai dan sulit untuk dihilangkan dengan pengolahan limbah konvensional, sehingga berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan apabila dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektifitas integrasi flocculation coagulation dengan natural koagulan Moringa oleifera seed powder (bubuk biji kelor) dan Horizontal Subsurface Flow Constructed Wetland menggunakan media pasir, kerikil, dan tanaman bambu air (FC-HSSFCW) dalam mengolah air limbah batik pada proses boiling secara ekonomis, efektif dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk biji kelor dengan dosis 750 mg/l pada FC-HSSFCW dengan waktu retensi (HRT) 5 hari mampu menetralkan pH menjadi 7.33 dan menurunkan COD, TSS, dan minyak lemak yang masing-masing sebesar 89.3%; 98.1%; dan 92.1%. Air hasil pengolahan limbah batik belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Permen LH RI No. 5 Tahun 2014 sehingga belum aman untuk dibuang ke lingkungan, namun air hasil olahan ini memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai air campuran beton. Penelitian lebih lanjut diperlukan dalam pengoptimalan hasil penggolahan menggunakan FC-HSSFCW, baik melalui perbaikan sistem dalam teknologi tersebut maupun dengan penambahan teknologi sebelum melalui teknologi integrasi. Kata Kunci: Limbah industri batik, flocculation coagulation, Moringa oleifera seeds powder, constructed wetlands, Equisetum hyemale.
DESAIN METODE GROUND ANCHOR TERHADAP PERGESERAN TANAH PROYEK APARTEMEN GRAND DHARMAHUSADA LAGOON (STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN APARTEMEN GRAND DHARMAHUSADA LAGOON SURABAYA) SUN SAID, TAR; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Grand Dharmahusada Lagoon merupakan apartemen yang memiliki beberapa permasalahan terhadap kondisi tanah, sehingga dalam penerapan digunakan metode ground anchor sebagai penguat dinding penahan tanah dalam pembangunan basement apartemen. Pemasangan ground anchor sangat dibutuhkan karena dapat menahan gaya lateral tanah dari tekanan tanah aktif. Ground anchor sendiri memiliki beberapa komponen antara lain: head anchor, free length, bond length, strand, cement grout. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain Ground Anchor yang sesuai dalam menanggulangi permasalahan pergeseran bored pile yang di akibatkan oleh tekanan tanah proyek apartemen Grand Dharmahusada Lagoon. Oleh sebab itu di butuhkan data tanah yang lengkap agar bisa di gunakan sebagai dasaran dalam mendesain ground anchor. Hasil penelitian ini setiap bored pile berdiameter 1 meter dan memiliki tinggi 12 meter. Untuk ground anchor yang dipasang memiliki jarak 1 meter, dapat menahan gaya lateral sebesar 5,8 ton. Dalam perencanaan didapat diameter grouting pada setiap anchor 0,3 meter dan panjang grouting pada setiap anchor sepanjang 13 meter, sedangkan jumlah strand pada setiap anchor terdiri dari 15 strand berdiameter 0,5 inc (1,27 cm/strand). Kata Kunci: Ground Anchor, Pergeseran, Tanah. Abstract Grand Dharmahusada Lagoon is an apartment that has a number of problems with soil conditions, so that the ground anchor method is used as a reinforcement for ground retaining walls in apartment basement development. Ground anchor installation is needed because it can withstand lateral ground forces from active soil pressure. Ground anchors have several components, including: anchor head, free length, bond length, strand, cement grout. The purpose of this study was to obtain a suitable Ground Anchor design in overcoming the problem of bored pile shifts caused by the ground pressure of the Grand Dharmahusada Lagoon apartment project. Therefor complete ground data is needed so that it can be used as a basis for designing ground anchor. The results of this study each bored pile 1 meter in diameter and 12 meters high. For a ground anchor that has a distance of 1 meter, it can withstand a lateral force of 5.8 tons. In planning, the diameter of grouting at each anchor is 0.3 meters and the length of grouting at each anchor is 13 meters, while the number of strands at each anchor consist of 15 strands with a diameter of 0.5 inc (1.27 cm / strand). Keywords: Ground Anchor, Shift, Land.

Page 1 of 2 | Total Record : 20