cover
Contact Name
Syahri Ramadhan
Contact Email
syahriramadhan605@gmail.com
Phone
+6282310261244
Journal Mail Official
syahriramadhan605@gmail.com
Editorial Address
Jl. Meranti 1, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Sumut 20353
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Napak Tilas: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 31240267     DOI : -
Core Subject :
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah is a double-blind and peer-reviewed journal published by the Yayasan Sultan Fawwaz Arkhan Al Fatih Sumatera Utara in collaboration with Association of Indonesian History Teachers of North Sumatra Province and LPPM of Battuta University. This journal publishes research and conceptual articles in the fields of history education and historical science. Articles in this journal are published four a year, in December, March, June, and September, The focus and scope of the Napak Tilas Journal include the following areas: History Education at school History Education in college History Education for Public Historical Studies (local, national, world history including thematic history) History of education History in social studies
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
SEJARAH SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PADA MASA KOLONIAL BELANDA TAHUN 1925-1942 Melly Tria Utari
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 2 (2026): JURNAL NAPAK TILAS (MARCH)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah sistem ketatanegaraan Indonesia pada masa kolonial Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sejarah yang dikaji melalui empat tahapan, yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) Verifikasi data (menguji keabsahan sumber), (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan). Sedangkan analisis data menggunakan pendekatan diakronis yang merupakan suatu pendekatan yang memanjang dalam waktu, namun secara ruang terbatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pemerintahan di Indonesia pada masa pemerintah Kolonial Belanda (1925-1942), dibagi menjadi 3 lembaga pemerintahan yaitu: (1) Bidang Perundang-Undangan (Legislatif), (2) Bidang Pelaksanaan (Eksekutif), dan (3) Pengadilan (Yudikatif).
PEMBELAJARAN SEJARAH MENGGUNAKAN MEDIA POP-UP BOOK: MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI SEJARAH Marcho Alex Samuel Silitonga; Mika Sagita Nainggolan
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah kerap dianggap monoton dan membosankan oleh peserta didik karena penyajiannya yang bersifat tekstual dan berpusat pada hafalan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan media pembelajaran yang mampu menstimulus daya imajinasi dan ketertarikan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pop-up book dalam pembelajaran sejarah dan dampaknya terhadap minat serta pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek siswa dan guru mata pelajaran sejarah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pop-up book dalam pembelajaran sejarah mampu meningkatkan atensi, mempermudah pemahaman konsep historis, dan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan. Media ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran melalui interaksi visual dan naratif. Oleh karena itu, pop-up book menjadi alternatif media yang efektif untuk menyampaikan materi sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
STRATEGI PEMBELAJARAN SEJARAH YANG EFEKTIF DI ERA MODERN Hafilda; Melinda Sinaga
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 2 (2026): JURNAL NAPAK TILAS (MARCH)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah di era modern menghadapi tantangan signifikan seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan. Artikel ini membahas berbagai strategi pembelajaran sejarah yang dianggap efektif untuk menjawab tantangan tersebut. Metode yang dikaji meliputi pembelajaran berbasis teknologi digital, pendekatan kontekstual, penggunaan media interaktif, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan inovator dalam proses pembelajaran sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dengan pendekatan pedagogis yang adaptif mampu meningkatkan minat, pemahaman, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran sejarah. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran sejarah yang lebih efektif, relevan, dan inspiratif di era modern.
SEJARAH KESULTANAN DELI: POTRET KESULTANAN MELAYU DI SUMATERA UTARA Desri Syahputri Tanjung
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis perjalanan Kesultanan Deli dari masa awal berdiri hingga perannya dalam pelestarian budaya Melayu di Sumatera Utara. Kesultanan Deli merupakan salah satu kerajaan Islam yang berpengaruh di pesisir timur Sumatera sejak abad ke-17. Fokus penelitian ini adalah menelusuri latar belakang pendirian kesultanan, hubungan politik dengan kolonial Belanda, serta kontribusinya dalam pengembangan budaya dan pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumen sejarah, dan literatur lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Deli memainkan peran penting tidak hanya dalam aspek politik, tetapi juga dalam mempertahankan identitas budaya Melayu di tengah tekanan kolonial. Warisan Kesultanan Deli, seperti Istana Maimun dan penggunaan aksara Jawi, menjadi simbol keberlangsungan nilai-nilai lokal hingga saat ini.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DI SEKOLAH Nabila Arbaa Fadhilah; Patricia Yosephine Syahrani Marbun
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 2 (2026): JURNAL NAPAK TILAS (MARCH)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah sering kali dianggap membosankan oleh peserta didik karena penyajiannya yang bersifat naratif dan berpusat pada guru. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi dan minat siswa. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan permainan tradisional sebagai media pembelajaran sejarah. Artikel ini membahas bagaimana permainan tradisional, yang merupakan bagian dari warisan budaya, dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sejarah untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Dengan pendekatan ini, peserta didik tidak hanya memahami materi sejarah, tetapi juga belajar menghargai budaya lokal dan nilai-nilai kebersamaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah berbasis permainan tradisional efektif meningkatkan motivasi belajar, memperkuat nilai-nilai budaya, serta membangun keterampilan sosial siswa.
NAGARI SILANTAI, SUMPUR KUDUS, KABUPATEN SIJUNJUNG: SAKSI SEJARAH PERJUANGAN PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) Ahmad Fajri
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perjalanan pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara di Silantai, Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada tahun 1949. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Sumpur Kudus sebagai lokasi penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Syafruddin Prawiranegara, yang diberi mandat untuk membentuk pemerintahan sementara, memimpin perjalanan menuju Sumpur Kudus yang penuh tantangan, melintasi jalur darat dan sungai yang sulit dijangkau. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi langsung, penelitian ini mengungkapkan bahwa Sumpur Kudus bukan hanya tempat persinggahan, tetapi juga lokasi sidang kabinet PDRI yang membahas masa depan Republik Indonesia. Sidang ini memperlihatkan komitmen para pejuang untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan. Kesimpulannya, Sumpur Kudus memiliki peran vital dalam mempertahankan eksistensi Indonesia dan menjadi simbol semangat perjuangan bangsa yang perlu dilestarikan dalam sejarah Indonesia.
ISLAM DAN DEMOKRASI PADA AKHIR ORDE BARU: MEMBACA AUTOBIOGRAFI BISMAR SIREGAR Mhd. Alif Ichsan Alif
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa yang melatarbelakangi pandangan Bismar Siregar terhadap Islam dan demokrasi, kemudian bagaimana beliau memandang praktek Islam dan Demokrasi pada akhir Orde Baru, dan sejauh mana peran beliau dalam memperbaiki wajah Islam dan Demokrasi pada akhir Orde Baru. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas sumber primer, yang diperoleh melalui wawancara dan pembacaan terhadap autobiografi Bismar Siregar; dan sumber sekunder yang berasal dari artikel, berita media online, dan buku yang memberikan dukungan terhadap pembahasan. Penelitian ini merupakan bagian dari sejarah intelektual yang dikaji dengan konsep Islam dan demokrasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) hal yang melatarbelakangi pandangan Bismar Siregar terhadap Islam dan Demokrasi ialah lingkungan keluarga yang religius dan terdidik, 2) Bismar memandang bahwa praktek demokrasi pada masa Orde Baru masih belum dijalankan secara penuh dan berangkat dari pemahaman demokrasinya yang berlandaskan Islam, ia tidak bersepakat dengan demonstrasi dan konsep oposisi, 3) Sementara itu, peran Bismar Siregar dalam memperbaiki wajah Islam dan Demokrasi pada akhir Orde Baru ditunjukkan dengan harapan dan keterlibatannya di ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia) sebagai koordinator wilayah.
THE INFLUENCE OF DEEP LEARNING ON STUDENTS’ CRITICAL AND HISTORICAL THINKING SKILLS Fatimah Juliana Hasibuan hasibuan
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the influence of deep learning–oriented instruction on students’ critical and historical thinking skills in history education. Deep learning emphasizes meaningful understanding, active inquiry, reflection, and the integration of knowledge, moving beyond surface-level memorization. This study is grounded in Indonesian educational literature and employs a mixed-methods approach involving quasi-experimental design, classroom observation, and interviews. The findings indicate that deep learning significantly improves students’ critical thinking abilities, including analysis, evaluation, and synthesis, as well as historical thinking skills such as understanding historical context, interpreting sources, and constructing reasoned historical explanations. The study concludes that deep learning provides an effective pedagogical framework for history education in Indonesia, particularly in fostering higher-order thinking skills aligned with contemporary curriculum demands.
PRINSIP MA’AT: LANDASAN MORAL DAN LEGITIMASI KEKUASAAN FIR’AUN DI MESIR KUNO Naratas Carita Alexsandri
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 2 (2026): JURNAL NAPAK TILAS (MARCH)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran prinsip Ma’at sebagai instrumen dasar dalam pembentukan sistem hukum dan legitimasi politik di peradaban Mesir Kuno. Dengan menggunakan metode sejarah dan pendekatan studi dokumen, penelitian ini menganalisis bagaimana konsep Ma’at yang melambangkan kebenaran, keadilan, dan tatanan kosmik yang berfungsi sebagai penyeimbang terhadap kekacauan (Isfet). Temuan menunjukkan bahwa Ma’at tidak hanya menjadi fondasi moral bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber otoritas absolut bagi Fir’aun sebagai "Tuan Ma’at" yang bertanggung jawab menjaga harmoni antara dunia manusia dan tatanan ilahi. Integrasi antara hukum sipil dan keadilan eskatologis (akhirat) melalui ritual "Penimbangan Hati" memperkuat kepatuhan sosial yang membuat peradaban Mesir mampu mempertahankan stabilitasnya selama ribuan tahun.
MUSEUM-BASED RECREATIONAL LEARNING: EXPLORING HISTORY AT THE NORTH SUMATRA PROVINCIAL STATE MUSEUM Andi Zulkifli Tirta Andi
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 2 (2026): JURNAL NAPAK TILAS (MARCH)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museums have increasingly become important educational institutions that provide opportunities for experiential, interactive, and recreational learning. Unlike conventional classroom-based instruction, museum-based learning allows students to engage directly with historical artifacts, cultural objects, and tangible evidence of the past. This study explores the role of the North Sumatra Provincial State Museum as a medium for recreational history learning. The museum serves not only as a repository of cultural heritage but also as an educational environment that promotes historical understanding through enjoyable and meaningful experiences. This article employs a qualitative descriptive approach based on literature review, observation reports, and previous studies concerning museum education and the North Sumatra Provincial State Museum. The findings indicate that museum-based recreational learning enhances students’ historical awareness, cultural appreciation, critical thinking skills, and motivation to learn history. Through direct interaction with collections representing the diverse ethnic groups of North Sumatra, learners gain authentic experiences that cannot be obtained solely through textbooks. The museum’s collections, exhibitions, and educational programs contribute significantly to creating engaging learning experiences while preserving local cultural heritage. The study concludes that the North Sumatra Provincial State Museum functions as an effective learning resource that combines education and recreation, making history learning more meaningful and enjoyable for students.

Page 1 of 2 | Total Record : 11