cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 24 Documents clear
UJI KARAKTERISTIK NYALA API DARI BIOETANOL KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) HANIF FADHOLI, AZHAR; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil untuk saat ini cukup tinggi sedangkan cadangan yang ada semakin menipis, berhubungan dengan hal tersebut perlu dicarikan bahan bakar pengganti, yaitu bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik nyala api (temperatur api, lama pembakaran dan tinggi api) menggunakan bioetanol kulit durian dan campurannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen deskriptif, kuantitatif (temperatur, tinggi api, dan lama pembakaran), dan kualitatif (nyala api). Bahan bakar yang digunakan untuk penelitian ini adalah premium, bioetanol, dan campurannya (E0, E5, E10, E15, E20, E25, dan E100). Alat yang digunakan yaitu kompor tanpa sumbu sedangkan instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah thermocoupel, data logger, stopwatch, high speed camera. Data hasil penelitian di analisis mengunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan campuran bahan bakar premium dengan bioetanol kulit durian dapat mempengaruhi temperatur api, lama pembakaran, tinggi api, dan nilai kalor. Dari eksperimen yang dilakukan hasil terbaik diperoleh pada campuran bioetanol kulit durian dan campuranya E5 karena meningkatkan temperatur, tinggi nyala api, dan lama pembakaran. Hasil terbaik temperatur nyala api E5 sebesar 513,3?C, tinggi terbaik nyala api E5 sebesar 25,5cm, dan lama pembakaran terbaik E5 dengan lama 4,44 menit, dan nilai kalor terbaik sebesar 10314 cal/gr pada campuran E5. Kata Kunci : karakteristik nyala api, bioetanol, durio zibethinus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR 1 DI SMKN 1 SINGGAHAN TUBAN ANAS KUNESA, FAISAL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurang varitaifnya model pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar, sehingga muncul rasa bosan yang dirasakan siswa terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih variatif untuk mendorong minat siswa agar tertarik dengan yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Pembelajaran koorperatif merupakan pendekatan pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.Pembelajaran kooperatif didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka seperti terhadap diri mereka sendiri.Model yang diangkat dalam penilitian ini adalah model pembelajaran Think Pair Share yang dimana diharapkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi antar siswa. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas Penelitian ini dilakukan dengan model siklus dari Kemming dan Taggart yang menggunakan dua siklus yang setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : Tahap Perancanaan Tindakan, Tahap Pelaksanaan Tindakan, Tahap Pengamatan Tindakan, dan Tahap Refleksi.. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang digunakan penelitian meliputi RPP,Silabus dan Butir Soal bisa dikategorikan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 54% pada siklus I, dan 82,85 % pada Siklus II sehingga masuk kategori baik, sedangkan persentase kemampuan kolaborasi siswa sebesar 52,92% pada siklus I, dan 76,42 %pada Siklus II dan dapat dikategorikan baik Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi siswa khususnya pada kelas X TKRO 1 yang berjumlah 35 siswa di Sekolah SMKN 1 Singgahan,Tuban
PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET RAMADHAN NUR, HAMID; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET Hamid Ramadhan NurS1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: hamidnur@mhs.unesa.ac.id I Made ArsanaJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: madearsana@unesa.ac.id AbstrakBerdasarkan hasil observasi di SMKN 1 Kalianget, kurang dari 50% dari 28 siswa yang aktif, memperhatikan dan memahami penjelasan yang diberikan oleh guru mata pelajaran PCSM, hal ini dikarenakan guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah yang membuat siswa kesulitan dalam memahami materi ajar, sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Solusi bagi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif yang bisa mebuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Students Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PCSM pada kelas XI TBSM di SMKN 1 Kaliaget. Penelitian ini sendiri menggunakan model PTK Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar PCSM siswa kelas XI TBSM di SMKN 1 Kalianget. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 62,49% dengan nilai rata-rata kelas 72,85. Pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 82,14% dengan nilai rata-rata 77,23, sehingga mengalami peningkatan 19.65%Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran Kooperatif tipe STADAbstract Based on observations at Kalianget 1 Vocational School, less than 50% of 28 students are active, pay attention and understand the explanations given by PCSM subject teachers, this is because teachers still apply conventional learning models with lecture methods that make students difficult to understand the material teach, so student learning outcomes are low. The solution to these problems is to apply cooperative learning models that can make students more active in teaching and learning activities, so as to improve student learning outcomes. Cooperative learning used in this study is the Student Team Achievement Division (STAD). This type of research is Classroom Action Research aimed at improving student learning outcomes on PCSM subjects in class XI TBSM in Kaliaget 1 Vocational High School. This study itself uses the PTMmodel Kemmis and Mc Taggart which consists of two cycles. The results of this study indicate an increase in the percentage of completeness of PCSM learning outcomes in class XI TBSM students at Kalianget 1 Vocational High School. In the first cycle the percentage of completeness of student learning outcomes was 62.49% with a class average value of 72.85. In the second cycle the percentage of completeness of student learning outcomes amounted to 82.14% with an average value of 77.23, resulting in an increase of 19.65%Keywords: Learning outcomes, Cooperative Learning Type STAD
VISUALISASI PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS FAHMI, WILDAN; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada dasarnya dalam peningkatan efisiensi bahan bakar tidak hanya meliputi tentang bagian mesin saja. Namun, terdapat aspek lain yang dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar, yaitu tentang aerodinamis pada bodi kendaraan agar laju aliran udara yang melewati bodi kendaraan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge. Dengan melakukan metode dan teknik dalam pengambilan data secara visualisasi ini, dapat mengetahui dan memahami fenomena pada laju aliran secara nyata sesuai dengan kondisi real. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya. Penelitian ini dilakukan dengan sudut standart leading edge 35,4° dan memvariasikan sudut leading edege 26,40; 44,40; 53,40 dengan menggunakan alat bantu smoke generator, open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm) dan Reynold number (Re) yang digunakan = 0,26x Hasil penelitian ini menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge didapatkan hasil visualisasi yang berbeda. Pada variasi sudut kemiringan leading edge 53,40 memiliki garis alir yang yang lebih baik daripada variasi sudut kemiringan leading edge 35,40 (standar) dapat dilihat dari visualisasi aliran pada titik stagnasi, aliran saat terdefleksi ke bagian upper surface dan lower surface, lalu terjadinya bubble surface pada aliran, dan terjadinya titik separasi aliran ketika akan meninggalkan kontur kendaraan.Kata kunci: Visualisasi Leading Edge, Karakteristik aerodinamika,, dan Kendaraan busAbstractBasically in improving fuel efficiency not only covers the engine parts. However, there are other aspects that can affect fuel efficiency, which is about aerodynamics in the vehicle body so that the air flow rate that passes through the vehicle body can be utilized properly. In increasing the aerodynamic side of the vehicle there are several influential factors, among others: main dimensions in the form of length, width, and height of the vehicle, diffuser angle, ground clearance, leading edge tilt angle. By doing the methods and techniques in visualizing this data retrieval, it can know and understand the phenomena at the flow rate significantly in accordance with the real conditions. The test model in this study resembles a bus type vehicle made from a PCB (printed circuit board) with a scale of 1:30 from the original dimension. This study was conducted with a leading edge standard angle of 35.4 ° and varied the angle of leading edege 26.40; 44,40; 53.40 by using smoke generator tools, open subsonic wind tunnel circuits with test section dimensions (365 mm x 365 mm x 1250 mm) and Reynold number (Re) used = 0.26x The results of this study indicate the leading slope angle variations edge results are different visualizations. The variation in the leading edge of the leading edge 53.40 has a flow line that is better than the variation in the slope angle of the leading edge 35.40 (standard) can be seen from the visualization of flow at the point of stagnation, flow when deflected to the upper surface and lower surface, then occur bubble surface in flow, and the occurrence of flow separation points when it will leave the contour of the vehicle. Keywords: Leading Edge Visualization, Aerodynamic Characteristics, and Bus Vehicles
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR 2 SMKK ST. LOUIS SURABAYA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK HILDA A, MOHAMAD; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan peneliti bersama guru pendamping, diperoleh data rendahnya aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, mengingat pentingnya mata pelajaran gambar teknik sebagai dasar pengetahuan siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan model pembelajaran problem solving. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 2 SMK Katolik St. Louis Surabaya berjumlah 30 siswa. Analisis hasil belajar siswa untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada siklus kedua, analisis aktivitas siswa menggunakan angket yang diisi oleh pengamat dari guru SMK Katolik St. Louis Surabaya. Hasil penelitian ini adalah: 1) Aktivitas belajar positif siswa meningkat menjadi 76,5% berkategori baik, dan aktivitas belajar negatif siswa menurun hingga mencapai 7,5% berkategori sangat baik. ; 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan hingga mencapai 83,3%, yang mana sudah memenuhi target yang tercantum pada indikator keberhasilan. Peneliti mengemukakan masih terdapat beberapa kekurangan dalam penelitian ini, diharapkan bagi peneliti lain kekurangan ini nantinya dapat dijadikan bahan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya. Kata kunci : Problem Solving, Hasil Belajar Siswa, Aktivitas Siswa
ANALISIS KELAYAKAN SARANA DAN PRASARANA PRAKTIK KELISTRIKAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 1 KALITENGAH MUDALIM YANI, IWAN; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran mempunyai peranan yang penting, khususnya pada pembelajaran praktik kelistrikan di Sekolah Menengah Kejuruan, mengingat kelistrikan merupakan salah satu pokok pembelajaran dalam otomotif. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK yang digunakan untuk pembelajaran praktik siswa akan mempengaruhi kualitas hasil dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kelayakan sarana dan prasarana praktik kelistrikan program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Kalitengah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa dokumentasi, observasi dan wawancara, serta menggunakan instrumen yang disadur dari Permendiknas No. 40 Tahun 2008 digabungkan dengan instrumen verifikasi BNSP kesiapan Ujian Kompetensi Kejuruan SMK Tahun 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian prasarana kelayakan ditinjau dari kualitas dan kuantitas ruang praktek kelistrikan Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Kalitengah adalah 51,6%, maka dapat dikatakan layak. Sedangkan ketercapaian sarana kelayakan di tinjau dari kualitas, kuantitas dan kemutakhiran ruang praktik kelistrikan Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan adalah 62,5%, maka dapat dikatakan layak. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan kompetensi siswa pada praktek kelistrikan Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Kalitengah tahun ajaran yang akan datang. Kata Kunci : Sarana Prasarana, Praktik Kelistrikan Teknik Kendaraan Ringan.
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA GUNA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS DI PT. CITA CAKRA PERSADA HONDA JEMURSARI SUTRISNO, IMAM; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Cita Cakra Persada Honda Jemursari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang otomotif yang merupakan dealer resmi Honda. PT Cita Cakra Persada Honda Jemursari memiliki peralatan pendukung seperti car lift, dongkrak, alat test putaran roda dan peralatan pendukung lainnya, bekerja diperalatan pendukung yang umumnya digunakan dibengkel tak lepas dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Selama 3 tahun terakhir tercatat kecelakaan kerja diantaranya seperti luka, tangan terjepit, kaki terpeleset, tersetrum, hingga tertimpa benda yang jatuh. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengidentifikasi kejadian kecelakaan kerja berdasarkan kasus dan penyebab kemudian mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dengan mempertimbangkan nilai severity, occurence, dan detection untuk menghitung nilai RPN. Dari hasil perhitungan RPN diketahui mode kegagalan yang harus diprioritaskan di PT. Cita Cakra Persada Honda Jemursari adalah mobil terjatuh dari car lift dengan nilai RPN 192. Bedasarkan potensi bahaya nilai Severity mobil terjatuh dari carlift memiliki nilai paling tinggi yaitu 8, sedangkan untuk nilai occurence tergores plat mobil memiliki nilai tertinggi 6, dan untuk nilai detection terjepit saat mendongkrak, dan mobil terjatuh dari carlift memiliki nilai tertinggi dengan nilai 8 dari hasil perhitungan. Dampak yang ditimbulkan dari mode kegagalan dirasakan baik karyawan pribadi, maupun juga perusahaan tempat karyawan bekerja. Terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan penanganan yang tepat, termasuk pengawasan yang ketat, penggunaan prosedur kerja yang sesuai dan mengingatkan pentingnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur.Kata Kunci : Otomotif, kecelakaan kerja, FMEA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AC MOBIL PADA SISWA KELAS XI TKR 1 DI SMKN 1 AROSBAYA BANGKALAN ROSYADI, ALWAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses kegiatan belajar mengajar masih menggunakan metode konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan nilai siswa dibawah KKM. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas XI TKR 1 SMK Negeri 1 Arosbaya Bangkalan tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 peserta didik. Pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan. Kompetensi Dasar yang di ajarkan adalah sistem pendingin ruangan (AC) yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar ranah kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 63,15,42% dan meningkat di siklus II menjadi sebesar 89,47%, sedangkan hasil belajar psikomotorik pada siklus I sebesar 52,63% dan meningkat di siklus II menjadi sebesar 89,47%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar hingga memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kata Kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD
ANALISA KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE WHY BECAUSE ANALYSIS (WBA) DAN TECHNIQUE OF OPERATING REVIEW (TOR) PADA PT. VICTORY PLASTIC BRINGIN BENDO-SIDOARJO IRWA AYU NINGTYAS, TIAR; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Victory Plastic adalah perusahaan yang bergerak di industri peralatan rumah tangga plastik. Setiap departemen memiliki bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Dari data kecelakaan kerja di PT. Victory Plastic untuk periode April 2015 - April 2016 ada 32 kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dibagi menjadi 26 kasus kecelakaan pabrik dan 6 kasus kecelakaan di jalan. Kecelakaan kerja yang terjadi meliputi: percikan, jatuh, tergores, terjepit. Untuk alasan ini, analisis kecelakaan kerja perlu dilakukan sebagai kebutuhan untuk pencegahan kecelakaan sehingga insiden serupa tidak terulang kembali. Dari ini, metode diperlukan untuk meminimalkan kecelakaan kerja. Metode yang dilakukan adalah why because analysis dan technique of operating review. Metode WBA digunakan untuk menemukan akar penyebab kasus kecelakaan kerja yang terjadi dan TOR untuk mengidentifikasi kegagalan manajemen. Akar penyebab yang telah diperoleh dari Analisis WBA akan digabungkan menjadi Analisis TOR dalam bentuk lembar kerja TOR sehingga peran manajemen dalam terjadinya kecelakaan kerja dapat diketahui. Setelah identifikasi dan analisis kasus kecelakaan kerja di PT. Victory Plastic dengan alasan mengapa karena metode analisis dan teknik tinjauan operasi. Dapat disimpulkan bahwa penyebab dasar kecelakaan adalah pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja, kondisi area kerja kurang bersih karena menerapkan 5R program. Pengetahuan dan pelatihan K3 kurang sehingga pekerja tidak memahami langkah kerja yang benar. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan untuk meminimalkan tingkat kecelakaan bagi pekerja termasuk membuat titik pemeriksaan APD untuk pekerja dan staf yang akan memasuki area produksi terbatas, jika ada APD tidak lengkap yang digunakan secara otomatis pekerja dan staf tidak dapat memasuki area tersebut. Laksanakan program 5R dan pasang peringatan bahaya di area kerja. Kata Kunci : Kecelakaan Kerja, Root Cause, Why because analysis, Technique of operating review
PENGEMBANGAN DESAIN MESIN PRESS BAHAN BAKU JAMU DENGAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) TRI KURNIAWAN, CANDRA; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam menjalankan usaha jamu tradisional kepercayaan dan kepuasan pelanggan merupakan syarat mutlak yang harus diperhatikan sepenuhnya oleh pemilik usaha jamu tradisional. Selama ini setiap pengusaha jamu hampir semuanya menggunakan mesin pemeras sari jamu yang ada dipasaran. Namun, mesin yang selama ini digunakan memiliki beberapa kekurangan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengembangan desain mesin press bahan baku jamu menggunakan analisa QFD. Dalam pengambilan data menggunakan sistem kuesioner, dengan maksud untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian, hingga didapat hasil yang dijamin kebenarannya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan Pengembangan desain mesin press bahan baku jamu berdasarkan analisa Quality Funtion Deploytment (QFD) bahwa konsep yang akan dikembangkan adalah konsep D. Pemilihan konsep D yang akan dikembangkan ini berdasarkan nilai tertinggi yang di dapat konsep D (22 point) di bandingkan dengan konsep C (10 point) dan konsep B (-4 point). Dari 22 kriteria komponen yang yang diinginkan, semuanya ada pada konsep D. Sebagai pengembangan desain mesin press bahan baku jamu ada beberapa penambahan yang dilengkapi dengan motor penggerak 370 watt, ECU(electrik control unit), gearbox rasio 1:40, screw, sensor pengaman, penampung berbahan stainless 304, kran, roda, on of button, warna biru, panjang 600 mm , lebar 600 mm, serta tinggi 1550 mm agar pengguna merasa nyaman dalam mengoperasikan dan harga mesin 4,5 juta. Kata Kunci: Quality Function Deployment, mesin press, knock down.

Page 2 of 3 | Total Record : 24