cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2015)" : 15 Documents clear
EVALUASI PELATIHAN INSTITUSIONAL PADA SUB KEJURUAN LISTRIK INDUSTRI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PELATIHAN KERJA MOJOKERTO ERIZA NUGRAHVIANTI
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Pelatihan pada bidang atau kejuruan tertentu merupakan suatu upaya yang dilakukan pemerintah secara merata. Pelatihan diselenggarakan tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi di daerah juga perlu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas calon atau tenaga kerja itu sendiri dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Oleh karena itu pemerintah Mojokerto membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Mojokerto yang berada dalam naungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengevaluasi pelatihan institusional pada sub kejuruan listrik industri di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT Pelatihan Kerja Mojokerto, instruktur pelatihan, dan beberapa alumni peserta pelatihan baik gelombang I (dana APBN) maupun gelombang II (dana APBD) pada tahun 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran data online. Analisis data dilakukan mulai dari pengumpulan data, reduksi data atau penggolongan data, penyajian data, dan kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pelatihan institusional pada sub kejuruan listrik industri di UPT Pelatihan Kerja Mojokerto dapat dilihat dari evaluasi konteks, masukan, proses, dan hasil yang telah berjalan sesuai dengan prosedur atau paket pelatihan yang telah disediakan dan disusun oleh pemerintah. Mulai dari penetapan tujuan pelatihan, memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan peluang yang ada dalam dunia kerja, adanya materi pelatihan yang jelas dan sesuai dengan kejuruan listrik industri, penggunaan sumber daya dan strategi yang digunakan, pihak yang terlibat dan yang bertanggungjawab sesuai dengan fungsinya, jadwal yang telah disusun, identifikasi permasalahan, pencapaian pelatihan listrik industri, pengaruh utama, dan efektivitas serta manfaat yang dirasakan telah diperhatikan benar oleh pihak UPT Pelatihan Kerja Mojokerto. Namun dalam pelaksanaan pelatihannya terdapat beberapa permasalahan yakni terkait dengan karakteristik dan perilaku peserta pelatihan yang heterogen, anggaran pelatihan terbatas, kuantitas dan kualitas instruktur pelatihan yang kurang, serta kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang kurang memadai pula. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pemberian motivasi dan arahan yang lebih intensif terhadap peserta pelatihan terutama yang memiliki karakteristik dan perilaku yang kurang baik. Pentingnya pemerintah mengupayakan penambahan jumlah anggaran. Pentingnya meningkatkan kualitas instruktur pelatihan dalam hal teknologi informasi dan cara komunikasi serta perlu pengadaan instruktur baru untuk meregenerasi instruktur lama yang telah memasuki masa purna tugas. Perlunya perluasan dan perawatan rutin ruang praktek pelatihan listrik industri dan perlunya pengadaan peralatan yang belum tersedia dan yang memiliki jumlah terbatas serta perbaikan pada setiap peralatan yang mengalami kerusakan agar pada saat terselenggaranya pelatihan listrik industri dapat menghasilkan output yang berkualitas baik dalam hal kemampuan, pengetahuan, dan sikapnya. Kata Kunci: Evaluasi, Pelatihan, dan Kejuruan Listrik Industri
STRATEGI PENANGANAN KELUHAN LAYANAN TELKOM SPEEDY  DI PT. TELKOM KANTOR PUSAT DIVISI REGIONAL V SURABAYA
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Perubahan kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi yang semakin kompleks mendorong pemerintah untuk selalu memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat. Bentuk pelayanan publik yang diberikan pemerintah melalui BUMN yaitu pemenuhan akan jasa telekomunikasi. Salah satu BUMN yang diberikan tugas dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi adalah PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya dengan layanan internetnya yaitu Telkom Speedy. Pada pelaksanaannya, layanan Telkom Speedy ini ternyata masih sering dikeluhkan oleh para pelanggan. Sehingga diperlukan adanya strategi dalam menangani keluhan layanan Telkom Speedy tersebut. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Strategi Penanganan Keluhan Layanan Telkom Speedy di PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitiannya adalah strategi penanganan keluhan layanan Telkom Speedy yang ada di PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya yang dilihat dari empat aspek penting dalam strategi penanganan komplain secara efektif yaitu Empati terhadap pelanggan yang marah, Kecepatan dalam penanganan keluhan, Kewajaran atau keadilan dalam memecahkan permasalahan atau keluhan dan Kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menangani keluhan terkait layanan Telkom Speedy, PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V Surabaya sudah melakukan beberapa strategi yang dilihat dari aspek empati terhadap pelanggan yang marah menyangkut kepedulian dan sikap pegawai dalam menanggapi keluhan pelanggan, Kecepatan dalam penanganan keluhan menyangkut kecepatan pegawai dalam menanggapi dan menangani keluhan pelanggan, Kewajaran atau keadilan dalam memecahkan permasalahan atau keluhan yang berkaitan dengan kewajiban kinerja dalam menanggapi keluhan pelanggan serta kewajiban aspek biaya (kompensasi) yang diberikan PT. Telkom Kantor Pusat Divisi Regional V kepada pelanggan yang merasa dirugikan, dan Kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan yang berkaitan dengan upaya pemberian sarana dan prasarana untuk mempermudah pelanggannya dalam menyampaikan keluhan, pertanyaan, kritik maupun saran. Namun, masih terdapat kekurangan yang peneliti temukan yaitu terkait sulitnya menghubungi call center 147 melalui telepon seluler dan gangguan yang sering terulang kembali. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Pelayanan Jasa Telekomunikasi
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan publik yang belum mampu memenuhi tuntutan masyakat di era ini, mengisyaratkan bahwa penting bagi seluruh institusi penyelenggara pelayanan publik termasuk Kantor Pertanahan Surabaya II untuk senantiasa melaksanakan serangakaian strategi guna meningkatkan kualitas pelayananya. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Pertanahan Kota Surabaya II. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wanwancara, observasi, dan dokumentasi. Yang diikuti dengan fokus penelitian menggunakan teori 7 strategi menuju pelayanan sukses yang diungkapkan oleh Devrye meliputi: Self Esteem, Exceed Exspectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kantor Pertanahan Kota Surabaya II telah melaksanakan serangkaian strategi meningkatkan kualitas pelayanannya dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari telah dilaksanakannya strategi Self Esteem melalui dukungan kepala kantor yang ditunjukan dengan kesediaannya untuk membangun kedekatan tidak hanya dengan pegawai namun juga dengan masyarakat, penempatan pegawai sesuai dengan keahlian, pelaksanaan tugas yang menjangkau masa depan, hingga telah ada pendangan terhadap pentingnya pelaksanaan pelayanan dengan berpedoman pada keberhasilan mendatang. Strategi Exceed Ekspectation melalui pelaksanaan tugas pelayanan sesuai dengan SOP pusat yang telah mengalami berbagai perubahan mengikuti perubahan keinginaan masyarakat, pelaksanaan berbagai inovasi layanan sebagai wujud pemberian pemahanan terhadap keinginan masyarakat yang selalu berubah, hingga telah mampu memberikan pelayanan yang telah sesuai dengan harapan masyarakat setidaknya saat ini. Recovery yang ditunjukan dengan senantiasa menganggap keluhan masyarakat sebagai sebuah peluang, menyediakan berbagai sarana sebagai upaya untuk mengumpulkan serangkaian informasi dari masyarakat untuk perbaikan, serta senantiasa terbuka terhadap uji coba-uji coba untuk mendengarkan umpan balik untuk perbaikan kedepannya, Vision melalui pemahaman terhadap visi yang diemban sebagai perencanaan idealnya yang diikuti dengan pemanfaatan teknologi dalam pencapaiaannnya, Improving melalui telah dilaksanakaannya serangkaiaan perubahan baik dari segi fisik atau sarana pelayanan, kemampuan sumber daya manusia maupun iklim kerja, Care yang ditunjukan melalui kesigapan baik pegawai maupun petugas keamanan dalam memberikan bantuan pada pemohon, dan telah adanya tolak ukur dalam pelaksanaan tugasnya. Serta strategi empowerment yang ditunjukan dengan telah dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan pegawai, dan pemberian punishment reward. Meskipun pada nyatanya dalam pelaksanaan strategi tersebut tetap masih ditemukan beberapa kendala yang membuat pelaksananya menjadi tidak berjalan maksimal untuk memuaskan masyarakat. Kendala tersebut berkaitan dengan kurang luasnya ruangan, terbatasnya lahan parkir mobil, kurangnya sosialisasi inovasi-inovasi baru, hingga kurang aktifnya Kantor Pertanahan Kota Surabaya II dalam melakukan pengujian terhadap serangakain upaya peningkatan pelayanannya yang telah dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Strategi Meningkatkan Kualitas Pelayanan
PELAYANAN KIOS 3 in 1 DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELATIHAN KERJA MOJOKERTO
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Presentase tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan pada tahun 2013 diakibatkan tidak sesuainya kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja. Salah satu strategi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan sistem 3 in 1 di setiap Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja. Sistem 3 in 1 merupakan kebijakan yang menggabungkan kegiatan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan menjadi suatu kegiatan terpadu. Guna mempermudah pelaksanaan kebijakan sistem 3 in 1 tersebut dibuatlah pusat pelayanan yang disebut Kios 3 in 1 di setiap UPT Pelatihan Kerja, tidak terkecuali UPT Pelatihan Kerja Mojokerto. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelayanan Kios 3 in 1 yang berada di UPT Pelatihan Kerja Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu fokus penelitian ini adalah pelayanan pada Kios 3 in 1 di UPT Pelatihan Kerja Mojokerto yang dilihat dari 5 prinsip penyelenggaraan pelayanan publik, yaitu tangible (terjamah), reliable (handal), responsiveness (pertanggungjawaban), assurance (jaminan), empathy (empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pada Kios 3 in 1di UPT Pelatihan Kerja Mojokerto dapat dikatakan sudah cukup baik jika dilihat dari prinsip tangible (terjamah) yang meliputi kemampuan fisik, peralatan, personil dan komunikasi material, reliable (handal) yang menyangkut kemampuan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan dengan cepat, tepat, dan konsisten, responsiveness (pertanggungjawaban) menyangkut ketanggapan petugas pelayanan maupun stakeholder terkait dalam merespon keluhan pengguna layanan, assurance (jaminan) meliputi kompetensi dan sikap petugas pelayanan, empathy (empati) yang berkaitan dengan kemauan dan kesediaan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan sepenuh hati. Namun, masih terdapat sedikit kekurangan pada prinsip pelayanan responsiveness terkait tidak adana kotak saran dan website khusus untuk menampung keluhan dari pengguna layanan dan berkaitan dengan prinsip reliable yang terletak pada kurang sadarnya pengguna layanan terhadap pentingnya informasi yang didapatkan melalui SMS sehingga informasi yang hendak disampaikan tidak dapat tersampaikan dengan baik. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kios 3 in 1
EVALUASI PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA DI POSYANDU MELATI V RW V DI KELURAHAN LONTAR KECAMATAN SAMBIKEREP KOTA SURABAYA BENING TYAS ARUM SARI DEWI
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Kota Surabaya masih terdapat anak balita yang mengalami kekurangan gizi sehingga kondisi tersebut mengakibatkan balita lebih mudah terserang penyakit bahkan hingga menyebabkan kematian. Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah kesehatan anak balita salah satunya dibentuk melalui Peraturan Walikota Nomor 34 Tahun 2012 tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Balita Di Posyandu. Program PMT yang dilaksanakan di Posyandu Melati V RW V masih memiliki 20 anak balita yang mengalami kurang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program PMT bagi Balita di Posyandu Melati V RW V di Kelurahan Lontar Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya. Evaluasi PMT ini diukur melalui (1) efektifitas, (2) efisiensi, (3) kecukupan, (4) perataan,(5) responsivitas, dan (6) ketepatan. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Sampel yang digunakan berjumlah 59 responden dengan pengambilan sampel diambil secara proposional dengan menggunakan teknik insidental. Teknik analisis data yang digunakan antara lain analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa evaluasi program PMT yang dilaksanakan di Posyandu Melati V RW V berjalan dengan sangat baik atau sesuai dengan yang diharapkan dengan perolehan persentase sebesar 79,92%. Hal tersebut ditunjukkan melalui indikator yang memperoleh persentase paling tinggi adalah indikator responsivitas dengan persentase sebesar 88,23%, indikator efektifitas dengan persentase sebesar 84,73%, indikator ketepatan memperoleh persentase sebesar 79,23%, indikator efisiensi memperoleh persentase sebesar 78,95%, indikator kecukupan memperoleh persentase sebesar 75,63%, dan indikator perataan yang memperoleh persentase paling rendah sebesar 72,80%. Adapun rekomendasi yang diberikan peneliti adalah 1) perlu penambahan anggaran agar para pelaksana khususnya kader posyandu tidak merasa kebingungan, 2) memberikan pelatihan keterampilan terhadap kader mengenai cara membuat PMT yang mudah, 3) meningkatkan keterampilan kader dalam menggunakan timbangan ataupun pengukuran tinggi badan agar hasil yang didapat sesuai dan tepat, 4) perlu diupayakan untuk mendistribusikan manfaat PMT bagi Balita di Posyandu Melati V RW V secara sama serta mendistribusikan PMT secara merata, 5) kader posyandu lebih aktif memantau perkembangan anak balita dan melaporkan kasus-kasus kesehatan balita yang terjadi agar dapat ditindak lanjuti oleh pihak puskesmas. Kata Kunci : Evaluasi Program, Pemberian Makanan Tambahan, Balita.
EV A LU A S I    P EL A Y A N A N   SO SIA L  D A SA R   B A G I  G E LA N D A N G A N   D A N   P E N G EM IS  D I  U P TD   LIP O N SO S  K EP U T IH   SU R A B A Y A TRIA KUSUMASTUTI
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

P e la ya na n So s ia l D a sa r te r c a ntu m d a la m P e r a tur a n W a li k o ta Sur a b a ya N o mo r 2 2 T a hun 2 0 1 3 p a sa l 7 . T uj ua n P e la ya na n So sia l D a sa r unt u k me ni n gka tka n ke ma mp ua n k l ie n me nj a la n ka n p e r a na n so si a ln ya ya ng te la h me n ga la mi ga n g gua n d a la m ke h id up a n so sia l d a n/a ta u e ko no mi s e hin g ga d a p a t me nj a la n ka n p e r a n so sia l n ya se c a r a ma nd ir i se s ua i d e nga n p o te nsi ya n g d imili ki. P e la ksa na a n P e la ya na n So sia l D a sa r d i U PT D Lip onso s K e p ut ih S ur a b a ya ma sih te r d a p a t ma sa la h ya it u p e n gh u ni Lip o nso s ya n g o v e rl o a d , b imb i nga n ya n g b e lu m b e r j a la n d a n tid a k a d a p e ng kla si fi ka s ia n tind a ka n k h us us te r ha d a p ka te go r i P M K S. T uj ua n p e ne litia n i ni u nt uk me la ku ka n e va l ua si p e la ya na n so sia l d a sa r b a gi ge la nd a n ga n d a n p e nge mi s d i U P T D Lip o nso s K e p uti h S ur a b a ya . P e ne litia n ini me r up a ka n p e ne litia n e va l ua si d e nga n me ng g una ka n m ix m e th o d s str a te gi c a mp ur a n tid a k b e r imb a ng. Sub j e k p e ne li tia n p e nd e ka ta n k ua lita t if te r d ir i d a r i K e p a la U PT D Lip o ns o s K e p uti h S ur a b a ya , W a kil K e p a la U PT D Lip o nso s K e p utih S ur a b a ya d a n P e ga wa i. P e nd e ka ta n k ua nt ita ti f d e nga n me n ga mb il sa mp e l 3 0 ge la nd a nga n d a n p e n ge mis. A na li sis d a ta k ua lita ti f d ila k u ka n d e n ga n c a r a p e ngu mp ula n d a ta , r e d uksi d a ta , p e n ya j ia n d a ta d a n p e na r ika n ke s i mp ula n se d a n g ka n a na l isi s d a ta k ua n tita ti f d ila ku ka n d e nga n c a r a p e n go la ha n d a ta , p e ngo o r ga n isa s ia n d a ta d a n p e ne mua n ha sil. H a sil p e ne litia n e va l ua si ini d ia na li sis d e nga n me n gg u n a ka n kr ite r ia e va l ua s i W illia m N . D u nn. P e la ya na n p a nga n d ib e r ika n d e n ga n fr e k ue n si 3 ka li se ha r i d a n me mp e r ti mb a n g ka n giz i. P e r ma sa la ha n d a la m p e la ya na n p a n ga n ya it u k ur a n g n ya su mb e r d a ya ma n u sia d a n fa sil ita s ko mp o r ya n g te r ka d a ng tid a k me n ya l a . P e la ya na n sa nd a ng d e nga n me mb e r i ka n p a ka ia n la ya k p a ka i se d a ng ka n unt u k se r a ga m p e mb i na a n d ib e r ika n ke p a d a p e se r ta ke te r a mp ila n r e kr e a si, tid a k sa a t b i mb in ga n. P e la ya n a n p a p a n d ib e r ika n b e r d a sa r ka n j e nis ke la min. P e r ma sa la h a n ya n g a d a d a la m p e la ya na n p a p a n ya it u o v e rlo a d ya n g m e nga kib a t ka n ge la nd a n ga n d a n p e n ge mis p e r e mp ua n b e r b a gi d e n ga n p si ko tik d a n wa n it a tuna s us ila se d a ng ka n p a d a p a p a n ge la nd a n ga n d a n p e n g e mis te r d a p a t me la r i ka n d ir i. P ad a p e la ya na n p e mb i na a n te r d a p a t d ua b imb i n ga n ya n g te r la ksa na ya itu b i mb i n ga n me n ta l d a n b i mb in ga n ke te r a mp ila n. P e r ma sa la ha n te r ka it p e la ya na n p e mb i na a n ya k ni mi na t ge la nd a n ga n d a n p e n ge mis ya ng r e nd a h. Re sp o n si vit a s P e la ya na n So sia l D a sa r d i U PT D Lip o nso s K e p uti h S ur a b a ya d a p a t d isi mp ul ka n d a l a m ka te go r i p e nila ia n c uk up r e sp o nsif. Se d a n gka n unt u k p e la ya na n p e mb ina a n, d ila k u ka n d e n ga n p e nd e ka ta n k ua lit a tif d ika r e na ka n p a r tisip a si d a r i ge la nd a n ga n d a n p e nge mi s ya n g me n u nj uk ka n se b a gia n d a r i me r e ka tid a k te r ta r i k t e r ha d a p b imb i nga n ka r e na ti d a k me mb e r ika n ke u ntu n ga n la ng s un g. J a d i d ap a t d isimp ulka n b a h w a p e la ya na n so sia l d a sa r d i U PT D Lip o nso s K e p uti h S ur a b a ya ma si h te r d a p a t b e b e r a p a ke nd a la , ma ka sa r a n ya n g d ib e r ika n p e ne liti a d a la h 1 ) P e r lu me na mb a h j ur u ma sa k d a n p e r b a ika n fa sili ta s ko mp o r d a la m me nu nj a ng p e la ya na n p a nga n. 2 ) P e r lu p e n ga d a a n p e r a la ta n u nt uk me nj e mur se h in g ga ko nd isi d a la m ka ma r ma up u n b a r a k te r j a ga ke b e r siha n n ya d a n up a ya me mb e r d a ya ka n ge la nd a n ga n d a n p e n ge mis d a la m p e la ya na n sa nd a n g. 3 ) P e r lu a d a nya p e nga ma na n b a r a k ya n g le b ih p a d a ma la m ha r i u nt u k me r e sp o n ke nd a la ya n g a d a d a la m p e la ya na n p a p a n te r ka i t ge la n d a nga n d a n p e n ge mis ya ng m e la r ika n d ir i. 4 ) P e r lu up a ya p e r sua si f d a r i p e tuga s b e r up a a j a ka n se h in g ga p a r tisip a si ge l a nd a n ga n d a n p e nge mi s d a p a t d iting ka t ka n d a la m me n gi k uti p e mb i na a n. K a t a K unc i : E va lua si, P e la ya na n So sia l D a sa r
RESPONSIFITAS  APARATUR  PELAYANAN  ADMINISTRASI TERPADU  KECAMATAN  (PATEN)         Di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo FEMYLIA PRADINI AYU MENTARI
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Responsifitas merupakan kemampuan aparartur atau petugas dalam merespon suatu pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Respon pelayanan yang baik bagi masyarakat sebagai pengguna jasa adalah yang sesuai dengan keinginan dan harapan atas pelayanan kebutuhan barang maupun jasa. Kebutuhan akan barang dan saja merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat itu sendiri. Untuk menciptakan pelayanan yang baik akan pemenuhan atas barang dan jasa maka diperlukan aparatur yang dengan tanggap melayani masyarakat. Ketanggapan atau daya respon aparatur dapat diukur melalui dimensi responsifitas yang dikemukakan oleh Zeithaml,dkk (dalam Hardiyansah,2011:6). Dimensi tersebut terbagi menjadi enam antara lain, Merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, terakhir Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Sample yang digunakan berjumlah 96 orang yaitu pengguna jasa pelayanan yang ada di Kantor Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Sidoarjo. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa variabel yang memiliki nilai tertinggi adalah variabel petugas memberikan pelayanan dengan waktu yang tepat (88,5%) yang kemudian diikuti dengan dua variabel yang mendapat prosentase nilai yang sama yakni memberikan pelayanan dengan tepat dan merespon keluhan pengguna jasa yang masing-masing pemperoleh nilai (88%). Variabel selanjutnya yakni merespon setiap pelanggan dan memberikan pelayanan dengan cepat memperoleh skor yang sama yakni (87%) dan yang terakhir yakni variabel pelayanan dengan cermat (86%). Sehingga diperoleh prosentase rata rata Responsivitas Aparatur Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Sidoajo yakni 87% dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Aparatur, Pelayanan, Responsifitas
PELAYANAN PUBLIK BUS SURABAYA SHOPPING AND CULINARY TRACK (SSCT)  DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA SURABAYA LILID BINTI TRISNANINGRUM
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Pemerintah sebagai pelayan publik dituntut untuk menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien. Mengingat perannya sebagai pelayanan publik sangat penting, dalam hal ini instansi pemerintah diharuskan berbenah diri untuk memperbaiki pelayanan. Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang telah memperbaiki pelayanan publiknya. Dengan aparatur pemerintah yang sadar akan perbaikan pelayanan Pemerintah Kota Surabaya berusaha untuk mewujudkan peningkatan pelayanan publik melalui pelayanan baru. Pada tahun 2013 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya meluncurkan bus Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT) sebagai alat transportasi untuk mempermudah wisatawan berwisata keliling Kota Surabaya. Selain itu hal tersebut juga untuk mempromosikan kepariwisataan Kota Surabaya sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan berkontribusi pada pendapatan daerah. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelayanan publik bus Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sumber data dilakukan dengan teknik Snowball Sampling. Fokus dalam penelitian ini adalah standart pelayanan menurut KEPMENPAN Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 dengan indikator: Prosedur Pelayanan, Waktu Penyelesaian, Biaya Pelayanan, Produk Pelayanan, Sarana dan Prasarana, dan Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator prosedur pelayanan terdapat SOP yang mengatur operasional bus meskipun ada beberapa hal yang belum dijelaskan secara rinci terkait pembelian tiket. Adapula pelaksanaan yang belum sesuai dengan SOP seperti jam loket buka dan untuk pemahaman pengguna layanan sudah cukup baik tentang bagaimana tata cara menggunakan pelayanan ini. Waktu penyelesaian yang diberlakukan H-30 untuk pembelian tiket dirasa kurang efektif bagi pengguna layanan namun untuk waktu perjalanan wisata keliling kota selama 5 jam sudah cukup. Biaya pelayanan yang dibebankan sebesar Rp. 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah) sesuai dengan Perda No.2 Tahun 2013. Produk Pelayanan, terdapat tiga produk pelayanaan yaitu wisata reguler, sewa khusus dan sewa satu hari. Sarana dan Prasarana yang ada masih terbatasnya jumlah bus yang disediakan sehingga belum bisa menampung daya minat masyarakat meskipun begitu fasilitas yang ada di dalam bus sudah mampu memberikan kenyamanan bagi para pengguna layanan. Dan kompetensi petugas pemberi layanan sudah baik sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing saat memberikan informasi, sopan santun dan keramahtamahan juga ditunjukkan saat memberikan pelayanan sehingga sampai saat ini belum ada komplain dari masyarakat terkait petugas pemberi layanan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Bus Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT)
PENGAWASAN TERHADAP PPTKIS (PELAKSANA PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA SWASTA) OLEH DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKANPROVINSI JAWA TIMUR (Studi Pada Pra Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri MEILASARI DWI RAHAYU
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) merupakan badan yang diberi wewenang pemerintah untuk melakukan penempatan TKI ke luar negeri. Itu telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2004. Tapi kenyataannya ada beberapa PPTKIS di Jawa Timur yang lalai menjalankan tugas pada pra penempatan. Hasilnya ada beberapa TKI yang hak-haknya tidak terpenuhi dan PPTKIS yang lalai dalam memperpanjang ijin. Pemerintah sebagai pengawas ketenagakerjaan khususnya Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur berkewajiban menjamin hak-hak TKI terpenuhi sesuai peraturan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengawasan terhadap PPTKIS oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur pada pra penempatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sumber datanya menggunakan teknik purposive sampling yang dikombinasikan dengan teknik snowball sampling. Subyek penelitiannya adalah pihak-pihak yang berkaitan dan terlibat secara langsung dalam kegiatan pengawasan terhadap PPTKIS pada saat pra penempatan. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah mengenai pengawasan terhadap PPTKIS oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur pada pra penempatan yang dilihat melalui empat faktor dalam teori pengawasan pelaksanaan kebijakan publik yaitu pelaku pengawasan, standar prosedur operasi (SOP) pengawasan, sumber daya keuangan dan peralatan pengawasan, serta jadwal pelaksanaan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap PPTKIS yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur pada pra penempatan belum optimal sebab memiliki beberapa permasalahan pada empat faktor pengawasan pelaksanaan kebijakan. Pertama, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur dalam melakukan pengawasan terhadap PPTKIS hanya melibatkan pelaku internal, tanpa pelaku eksternal. Padahal keterlibatan pelaku eksternal ini akan membantu pemerintah untuk mengawasi PPTKIS secara lebih mendalam dengan kondisi jumlah SDM yang minim. Kedua, pengawasan terhadap PPTKIS ini tidak memiliki SOP khusus untuk kegiatan pengawasan, namun dalam pelaksanaannya berpijak pada arahan saat diklat dan menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai alat ukur kegiatan PPTKIS. Tidak adanya SOP membawa dampak pada kurang jelasnya tujuan dari aktivitas program pengawasan terhadap PPTKIS dan kurang jelasnya jangka waktu tindakan koreksi bagi PPTKIS untuk memenuhi ketentuan yang telah dilanggarnya. Ketiga, minimnya anggaran dari APBD namun ketersediaan peralatan sudah cukup baik meskipun ada kendala pada sarana aplikasi PPTKIS online yang penggunaannya belum optimal karena masih baru. Keempat, jadwal pengawasan sudah tidak rutin dijalankan sejak tahun 2013 tetapi hanya dilakukan saat ada pengaduan permasalahan saja. Kata Kunci: Pengawasan, PPTKIS, Penempatan TKI
MANAJEMEN STRATEGI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN  PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI PADA IMPLEMENTASI OLEH  BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR) SEPTYARINI DWI PRAMININGTYAS
Publika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n3.p%p

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan, mulai dari pengedar, pecandu hingga produsen besar. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu yang memiliki tingkat penyalahgunaan tertinggi di Indonesia diantara provinsi lainnya. Maka, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur melaksanakan strategi yang telah ditetapkan oleh Badan Narkotika Nasional dalam Inpres No. 12 Tahun 2011. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi strategi Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur dalam pencegahan dan peredaran penyalahgunaan narkoba. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalaui wawancara yang penentuan respondennya menggunakan teknik purposive sampling, observasi, dan dokumentasi. Sampel di diambil dari orang-orang yang terkait implementasi strategi dari dalam Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur ataupun diluar instansi yang dapat membantu peneliti dalam menjawab rumusan masalah.Fokus penelitian menggunakan teori implementasi strategi oleh Wheelen dan Hunger meliputi 3 hal dalam impementasi strategi yaitu aktor pelaksana strategi, pelaksanaan strategi, dan pengorganisasian sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur melaksanakan strateginya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba sudah dilaksanakan dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari data hasil lapangan yang menyatakan bahwa aktor pelaksana strategi, pelaksanaan strategi, dan pengorganisasian sumber daya manusia sebagian besar telah dipenuhi dalam pelaksanaan strategi. Aktor pelaksana internal dan eksternal yang telah bekerja sama dengan baik sehingga menciptakan sinergi yang baik dalam implementasi strategi, pelaksanaan strategi yang sudah terlaksana dengan cukup baik meskipun terdapat kendala di dalamnya yaitu terbatasnya anggaran dalam pelaksanaan strategi dan pemahaman masyarakat terkait materi yang disampaikan karena perbedaan suku, agama, kultur, dan strata pendidikan serta belum adanya SOP pada Tahun 2015. Kemudian dapat dilihat dari pengorganisasian Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur yang dirasa sudah diatur sedemikian rupa dengan cukup baik, namun tetap memiliki kendala seperti kurangnya sumber daya manusia. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Badan Narkotika, Pencegahan

Page 1 of 2 | Total Record : 15