cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 9 (2018)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN APLIKASI GO SIGAP DI KEPOLISIAN RESOR GRESIK SATRIA BUDI SETIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Kepolisian Republik Indonesia mewujudkan visi terpecaya dari Kapolri yaitu, membuat sebuah strategi 8-10-11, yakni 8 misi, 10 program, dan 11 komitmen. Salah satu program yang menarik pada program ke dua yakni Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informas. Salah satunya di Polres Gresik, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan berbasis Teknologi Informasi dan melindungi rakyat dari kriminalitas dengan meluncurkan aplikasi bernama Go Sigap. Dengan Go Sigap masyarakat bisa mengadu, melapor, mengurus SKCK dan SIM. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi dari efektivitas suatu program berdasarkan Budiani (2007:53) ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pelaksanaan aplikasi Go Sigap di Kepolisian Resort (Polres) Gresik belum berjalan secara efektif, karena ada beberapa indikator yang belum berjalan seperti sosialisasi program dimana masyarakat Gresik banyak yang belum pernah mendapat sosialisasi dari Polres Gresik. Selanjutnya pemantauan program yakni belum ada pemantauan khusus dari Polres Gresik mengenai aplikasi tersebut, hanya dilakukan pembaruan dan waktu yang dibutuhkan cukup lama yaitu enam bulan terhitung mulai bulan November 2018 sampai April 2019. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran agar pihak Polres lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Gresik mengenai aplikasi Go Sigap, berikutnya yaitu untuk pembaruan aplikasi diharapkan waktu yang di butuhkan lebih cepat supaya masyarakat dapat menggunakan aplikasi tersebut kembali dalam hal pelaporan kriminalitas maupun pengurusan SIM dan SKCK. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Go Sigap Abstract The National Police of the Republic of Indonesia realize the trusted vision of the National Police Chief, namely making a 8-10-11 strategy, namely 8 missions, 10 programs, and 11 commitments. One interesting program in the second program is Improving public services that are easier for the community and based on information technology. One of them at Gresik Police Station, aims to improve Information Technology-based services and protect people from crime by launching an application called Go Sigap. By Going Public, people can complain, report, take care of SKCK and SIM. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of this research is the factors that influence the effectiveness of a program based on Budiani (2007: 53) the accuracy of program targets, program socialization, program objectives, and program monitoring. Data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, data presentation, verification and conclusions. The results showed that the effectiveness of the Go Sigap application at the Gresik Resort Police (Polres) had not been effective, because there were several indicators that had not yet been implemented such as program socialization where many Gresik communities had never received socialization from Gresik Police. Furthermore, monitoring the program is that there is no special monitoring from Gresik Police regarding the application, only renewal is done and the time needed is quite long, which is six months starting from November 2018 to April 2019. Therefore, the researcher advises the Polres to intensify socialization to the Gresik community regarding the Go Sigap application, the next is for application updates, it is expected that the time needed is faster so that people can use the application again in terms of criminal reporting and SIM and SKCK management. Keywords: Effectiveness, Serving, Go Sigap.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA STUDI TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN KERTOMENANGGAL SURABAYA REZA RAHMAD KURNIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Reza Rahmad Kurniawan S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya reza.rahmad57@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos., M.Si. S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya prabawatiindah@yahoo.co.idAbstrak Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan ” dengan rumusan masalah: Pertama, Bagaimana proses Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya nomor 17 tahun 2004, tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kecamatan Gayungan? Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana data yang dikumpulkan diperoleh melalui observasi dan wawancara. Kemudian, data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pola pikir induktif. Yaitu menganalisis data-data yang bersifat khusus kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum yang berkaitan dengan Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sebagai stageholder dinilai belum berhasil dalam mengimplementasikan Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan, untuk dapat tercapainya implementasi kebijakan, komunikasi, transparansi, dan toleransi harus dijaga supaya tidak terjadi sikap saling tuding diantara kedua belah pihak. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka di harapkan adanya peran dari seluruh elemen masyarakat untuk memberi dukungan moril maupun spirituil dalam menjaga tata tertib dan kebersihan kota. Pemkot kota Surabaya harus lebih konsisten dalam penataan dan pemberdayaan para Pedagang Kaki Lima. Kata Kunci: Kebijakan, Implementasi, Pedagang Kaki LimaAbstractImplementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning Structuring and Empowering Street Vendors in Gayungan District" with the formulation of the problem: First, How is the implementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004, on structuring and empowering street vendors in Gayungan District? The type of research used in this study is qualitative research, where data collected is obtained through observation and interviews. Then, the data obtained was analyzed using descriptive and analytical methods with inductive mindset. That is analyzing specific data and then drawing general conclusions related to the Implementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning the Arrangement and Empowerment of Street Vendors in Gayungan District. From this study, it was concluded that the Surabaya City Government as a stageholder was considered unsuccessful in implementing the Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning the Arrangement and Empowerment of Street Vendors in Gayungan District, in order to achieve policy implementation, communication, transparency and tolerance must be maintained so that there is no mutual accusation between the two parties. In line with the conclusions above, it is expected that the role of all elements of society is to provide moral and spiritual support in maintaining city order and cleanliness. Surabaya City Government must be more consistent in structuring and empowering Street Vendors Keywords: Implementation, Policy, Street Vendors.
KUALITAS PELAYANAN SAMSAT CETHE (CEGAH TERLAMBAT HER) DI KANTOR BERSAMA SAMSAT TULUNGAGUNG OLYMPIA RIZKY DEWI GITA BETHARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari aparatur pemerintah. Tugas ini telah jelas digariskan dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke empat, yang meliputi empat aspek pelayanan pokok aparatur pemerintah terhadap masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kantor Bersama Samsat Tulungagung dituntut maksimal dalam memberikan pelayanan. Seperti pada pelayanan Samsat Cethe yang telah menjadi strategi Kantor Bersama Samsat Tulungagung dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kualitas pelayanan di Kantor Bersama Samsat Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitannya menggunakan menggunakan teori dimensi kualitas pelayanan menurut Brown yang meliputi Reliability, Assurance, Responsiveness, dan Tangibel dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Kantor Bersama Samsat Tulungagung benar-benar berusaha keras dalam melaksanakan Pelayanan Samsat Cethe. Dari keempat dimensi yang digunakan sebagai teori penelitian sudah menunjukan kualitas pelayanan yang baik. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama fasilitas sarana dan prasarana, yang kedua kurangnya petugas yang memberikan pelayanan di Samsat Cethe. Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Publik, Samsat Cethe (Cegah Terlambat Her) Abstract Service is the essential main task of government officials. This task has been clearly outlined in the opening of the fourth paragraph of the 1945 Constitution. To carry out this task, the Tulungagung Samsat Joint Office was demanded to be maximal in providing services. As in the service of Cethe Samsat which has become the strategy of the Tulungagung Samsat Joint Office in improving the quality of its services. This research to describe the quality of service in the Tulungagung Samsat Joint Office. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the research uses the theory of dimensions of service quality according to Brown which includes Reliability, Assurance, Responsiveness, and Tangible with Purposive Sampling techniques. The data analysis technique in this research uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn through interviews and documentation studies. The results of the research showed that Tulungagung Samsat Joint Office really tried hard to carry out the Samsat Cethe. Of the four dimensions that are used as research theories have shown good service quality. However, in its implementation there are still some shortcomings, namely the first facility and infrastructure, the second is the lack of officers who provide services in Samsat Cethe. Keywords : Quality, Public Service, Cethe Samsat (Prevent Her Late)
IMPLEMENTASI PROGRAM PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI MELALUI KARTU TANI DI DESA DURUNG BEDUG KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO NUR MUFIDAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kasus penyalahgunaan dan kelangkaan pupuk bersubsidi adalah Program Penyaluran Pupuk Bersubsidi Melalui Kartu Tani yang digagas berdasarkan Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 Tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2018. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang menerapkan uji coba Kartu Tani berdasarkan Surat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Salah satu desa dengan jumlah penerima Kartu Tani terbanyak dan lahan sawah terluas adalah Durung Bedug. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani di Desa Durung Bedug Candi Sidoarjo. Fokus dari penelitian ini meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan berdasarkan ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi, disposisi, dan lingkungan ekonomi, sosial, politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Penanggung Jawab Kartu Tani dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Koorluh Kecamatan Candi, PPL Desa Durung Bedug, Pemilik kios resmi pupuk bersubsidi, Ketua Kelompok Tani, dan para penerima Kartu Tani di Desa Durung Bedug. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi program penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Durung Bedug Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo sudah cukup baik namun belum bisa ditebus dengan menggunakan Kartu Tani karena beberapa kendala yang dihadapi. Kata Kunci: Implementasi, Pupuk Bersubsidi, Kartu Tani Abstract The governments policy to reduce subsidized fertilizer abuse and scarcity cases is through Subsidized Fertilizer Distribution Program over the Farmer Card, which was initiated based on Ministry of Agriculture Regulation No. 47 of 2017 concerning the Allocation and Highest Retail Price of Subsidized Fertilizers for Agriculture Sector 2018. Sidoarjo Regency is one of the districts that applies trial of Farmer Card based on the Department of Agriculture and Food Security East Java Province’s letter of 2017. One of the villages with the highest number of recipients of the Farmer Card and the widest paddy field is Durung Bedug Village. The purpose of this study was to analyze the implementation of a subsidized fertilizer distribution program through Kartu Tani in Durung Bedug Village, Candi District, Sidoarjo Regency.The focus of this research is on the factors that influence policy implementation which are the standard and purpose of policies, resources, characteristics of implementing agents, communication, disposition, and economic, social, political environment. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subject of this research consisted of the Farmer Card’s Person in Charge of the Sidoarjo Food and Agriculture Department, the Instructor’s Coordinator of Candi District, the Agriculture Instructor of Durung Bedug Village, the owner of the subsidized fertilizer kiosk, the leader of the farmer group and the Farmer Card recipients in Durung Bedug Village. Data collection techniques used in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of a subsidized fertilizer distribution program in Durung Bedug Village, Candi District, Sidoarjo Regency has been good enough but has not been able to be redeemed by using Farmer Card because of several obstacles faced. Keywords: Implementation, Subsidized Fertilizer, Farmer Card
INOVASI SISTEM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KELURAHAN DINOYO (SAKDINO) KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG YOSUA IVAN PRATAMA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia sedang menyelenggarakan pelayanan administratif seperti pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran, sertifikasi tanah dan pelayanan perizinan lainnya. Kelurahan Dinoyo yang merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunjukkan keseriusannya dalam memenuhi hak serta kebutuhan masyarakat Dinoyo dengan membuat suatu inovasi aplikasi bernama SAKDINO (Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan Kelurahan Dinoyo). Inovasi aplikasi SAKDINO dibuat untuk mempermudah masyarakat Dinoyo terkait pelayanan administrasi kependudukan khususnya dalam pembuatan Surat Pengantar. Aplikasi SAKDINO dapat digunakan pada Handphone yang berbasis android saja. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mendeskripsikan inovasi aplikasi SAKDINO di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di kantor Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, purposive sampling dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SAKDINO berdasarkan faktor manajemen inovasi menurut Utomo, yaitu: 1) Eksplorasi ide dan Kebutuhan Inovasi, Kelurahan Dinoyo dalam pembuatan inovasinya merupakan ide pelayanan terbaru dan terobosan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Dinoyo. 2) Inkubasi inovasi, persiapan yang telah disiapkan oleh Kelurahan Dinoyo berupa WiFi, memberikan seminar atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) dan juga telah menyiapkan komputer, software, scanner, printer serta banner. 3) Diseminasi/Difusi inovasi, penyebaran inovasinya dilakukan dengan cara mengundang rekan media yang ada di Kota Malang ataupun luar kota serta perangkat RT atau RW setempat. 4) Adopsi/Replikasi/Modifikasi inovasi, inovasi aplikasi SAKDINO dalam penerapannya dapat dikatakan bagus hal itu dibuktikan dengan terdapat beberapa instansi dari pemerintah dan swasta yang ingin mengadopsinya. 5) Aktualisasi Inovasi, Kelurahan Dinoyo sebagai bentuk tanggung jawabnya telah melakukan kegiatan monitoring dan juga evaluasi supaya inovasinya berjalan dengan baik. Saran yang dapat peneliti berikan adalah meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat tentang aplikasi SAKDINO, menambah fasilitas pelayanan di kantor kelurahan dan meningkatkan sistem keamanan aplikasinya supaya tidak mudah diretas. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, KependudukanAbstract The Indonesian government is conducting administrative services such as KTP services, birth certificates, land certification, and other licensing services. Dinoyo Village which is regional device organization shows its seriousness in fulfilling the rights and needs of the Dinoyo community by creating an application called SAKDINO. The SAKDINO application innovation was made to facilitate Dinoyo population administration services especially in making cover letters. The SAKDINO application can only be used on Android based phones. The purpose of this study was to describe about innovation SAKDINO application at Dinoyo Village Lowokwaru District Malang City. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The location research was in Dinoyo Village Lowokwaru District Malang City. Data collection techniques consist of observation, interviews, purposive sampling and documentation. Data analysis techniques are done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that the application of SAKDINO was based on innovation management factors according to Utomo, that is: 1) Exploration of ideas and needs for innovation, Dinoyo Village in making its innovation is the latest service idea and this breakthrough is needed by the Dinoyo community. 2) The incubaton of innovation, preparation that have been prepared by Dinoyo Village are in the form of WiFi, providing seminar or training to improve human resource capabilities and also have prepared computer, software, scanner, printer and banner. 3) Dissemination or diffusion of innovation, spread of innovation is done by inviting media partners in the city of Malang or outside the city and local RT or RW device. 4) Adoption/Replication/Modification of innovation, SAKDINO application innovation in its application can be said to be good, it is proven by there are several government and private agencie that want to adopt it. 5) Innovation Actualization, Dinoyo Village as a from of responsibility has carried out monitoring and evaluation activities so that the innovation runs well. The suggestion that the researcher can give is to increase the socialization to community about SAKDINO application, add service facilities in Village Office and improve security system of application so that it is not easily hacked. Keywords: Service, Public, Population

Page 2 of 2 | Total Record : 15