cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 3 (2021)" : 25 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DAERAH KUMUH (RSDK) DI KELURAHAN TAMBAKSARI KOTA SURABAYA Izzar Ananta Swastyayana; Badrudin Kurniawan
Publika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n3.p243-256

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemberdayaan masyarakat melalui program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK) di Kelurahan Tambaksari, Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan teori Suharto yang terdiri atas pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta dengan teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menurut Sugiyono yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pemungkinan, sosialisasi Program RSDK memiliki tata cara yang jelas, mudah diakses. Pada aspek penguatan, minimnya tindak lanjutan program pelatihan tata boga dan terbatasnya modal pemberdayaan menjadi penghambat program. Pada aspek perlindungan, UPKM aktif berinteraksi dengan kelompok sasaran. Pada aspek penyokongan tidak ditemukan adanya hambatan. Pada aspek pemeliharaan juga tidak ditemukan adanya hambatan. Hubungan baik terjalin antara pembuat dan pelaksana kebijakan serta mekanisme dalam mengajukan program juga mudah. Saran dalam penelitian ini adalah perlu adanya sosialisasi yang merata dan Kelurahan serta UPKM mengevaluasi kinerja masing-masing dalam program ini. Kata Kunci : Program, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh This research discusses community empowerment through the Slum Social Rehabilitation program (RSDK) in Tambaksari Village, Surabaya City. The type of research used in this study is field study. The theory used in the research was to use Suharto's theory consisting of possibility, strengthening, protection, denting and maintenance. This study uses qualitative methods with field studies. Data collection techniques using observations, interviews, and documentation. As well as with the data analysis techniques conducted in this study is according to Sugiyono namely by data collection, data reduction, presentation of data and withdrawal of conclusions. The results showed that in the aspect of possibility, the socialization of RSDK Program has clear, accessible procedures. In the aspect of strengthening, the lack of follow-up of the cooking training program and the limited empowerment capital become obstacles to the program. In the protection aspect, UPKM actively interacts with the target group. In the aspect of denting there are no obstacles. In the maintenance aspect there are also no obstacles. Good relationships are established between policy makers and implementers and mechanisms in applying for programs are also easy. The advice in this study is that there needs to be an even socialization and the Village and UPKM evaluate their respective performance in this program. Keywords: Program, Community Empowerment, Social Rehabilitation of Slums
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA ELEKTRONIK PADA PEMERINTAH KOTA SURABAYA Qomaruddin Qomaruddin; Badrudin Kurniawan
Publika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n3.p257-266

Abstract

Pengadaan barang/jasa di Pemerintah Kota Surabaya dalam menjalankan kebijakan e-procurement sudah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan sistem e-procurement memberikan manfaat seperti efisiensi, transparan, akuntabel, dan mampu mengurangi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme serta praktek premanisme dalam proses lelang. Hanya saja masih terdapat beberapa hal yang masih sulit diwujudkan, terutama pada aspek penentuan pemenang lelang. Kendati dalam e-procurement diatur kriteria pemenang lelang. Selain itu terdapat faktor lain yang mempengaruhi implementasie-procurement yaitu masih banyak peserta lelang dan petugas penyedia jasa yang kurang memahami sistem layanan LPSE, dalam menggunakan internet masih sering mengalami gangguan, karena belum didukung dengan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang manaproses analisis data yang dipakaiialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa secara online di Pemerintah Kota Surabaya, meliputi faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Selain itu penulis mengajukan beberapa saran untuk mengatasi permasalahan dengan cara adanya sosialisasi untuk staf agar dapat memahami mengenai IT dan Prosedur yang telah ditetapkan untuk menghindari kecurangan, implementor dapat memahami prosedur apa saja yang harus dilakukan untuk mengikuti e-procurement, diadakan sosialisasi untuk penyedia jasa untuk memahami proses pengadaan barang/jasa melalui elektronik, adanya penambahan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis untuk memaksimalkan operasional. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Pengadaan Secara Elektronik The procurement of goods / services in the Surabaya City Government in carrying out the e-procurement policy has been running well, this is because the e-procurement system provides benefits such as efficiency, transparency, accountability, and is able to reduce the practice of corruption, collusion and nepotism as well as thuggery practices in the auction process. . It's just that there are still a number of things that are still difficult to achieve, especially in the aspect of determining the auction winner. Although in e-procurement the criteria for auction winners are regulated. In addition, there are other factors that influence the implementation of e-procurement, namely that there are still many tender participants and service provider officers who do not understand the LPSE service system, while using the internet they often experience disruption, because they are not supported by adequate infrastructure. This research is a descriptive type of research with a qualitative approach in which the data analysis process used is data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and data verification. This study aims to explain the implementation of the online procurement of goods and services policy in the Surabaya City Government, including the factors that influence the successful implementation of the policy. In addition, the authors propose several suggestions for overcoming problems by means of socialization for staff in order to understand IT and procedures that have been established to avoid fraud, implementers can understand what procedures must be done to participate in e-procurement, socialization is held for service providers to understand the process of procuring goods / services via electronics, adding implementing instructions and technical instructions to maximize operations. Keywords :Implementation,Policy, Procurement Electronically
IMPLEMENTASI PROGRAM CAK E-MUS (CANGKRUKAN ENTREPRENEUR MUDA SURABAYA) DALAM MENGEMBANGKAN DUNIA BISNIS YANG MEMBERDAYAKAN ANAK MUDA SURABAYA Rima Pratiwi; Badrudin Kurniawan
Publika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n3.p294-306

Abstract

Tingginya tingkat jumlah penduduk di Kota besar, merupakan salah satu tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Seperti halnya di Kota Surabaya, permasalahan yang sering terjadi di kota besar salah satunya ialah pengangguran yang disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, pemerintah Kota Surabaya menciptakannya inovasi Cak e-Mus. CAngKrukan entrepreneur MUda Surabaya (CAK eMUS) yang diwujudkan dengan adanya co-working space bernama Koridor yang bertempat di Siola Mall Pelayanan Publik yang dikelolah oleh Humas Kota Surabaya. Inovasi ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem yang memberdayakan para kreator, inovator, dan entrepreneur lokal untuk menciptakan inovasi yang mampu bersaing di tingkat global. Inovasi program ini memiliki tujuan yaitu memberdayakan anggota Usaha Mikro atau Usaha Kecil yang belum terlayani oleh perbankan dan lembaga keuangan lainnya melalui perkuatan struktur lembaga keuangan yang sehat serta untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif-kualitatif dengan fokus penelitian berdasarkan Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan menurut George C. Edward yang terdiri dari komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi. Tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan dan menganalisis penerapan implementasi Program Cak E-MUS. Implementasi program Cak E-MUS sudah berjalan dengan baik selama kurang lebih 3 tahun, akan tetapi terjadi suatu permasalahan khususnya dalam sosialisasi dan promosi program, serta kurangnya edukasi kepada masyarakat. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara melakukan berbagai sosialisasi atau sharing bersama pihak start up yang lain. Kata Kunci : Pegangguran, Implementasi program, Program Cak E-MUS The high level of population in big cities is one of challenges that must be faced. As in the city of Surabaya, the problem often occurs in big cities is unemployment caused by lack of employment opportunities. To anticipate these problems, the Surabaya City government created the Cak e-Mus innovation. CAngKrukan entrepreneur MUda Surabaya (CAK eMUS) is realized by the existence of co-working space called Corridor which located at Siola Mall Public Services managed by Public Relations of Surabaya City. This innovation aimed at creating ecosystem that empowers local creators, innovators and entrepreneurs to create innovations can compete at global level. This program innovation aims to empower members of Micro or Small Businesses have not been served by banks and other financial institutions through strengthening the structure financial institutions and to improve human resource capabilities. The type of research used is descriptive-qualitative research with research focus based on the theory used of policy implementation according to George C. Edward which consists of communication, resources, disposition, and bureaucratic structures. The purpose of this study was to explain and analyze implementation of the Cak E-MUS Program. Implementation of the Cak E-MUS program has been going well for 3 years, but there is problem especially in socialization and promotion, as well as lack of education to the public. One way to overcome this problem is by conducting various socializations or sharing with other start-ups. Key word : Unemployment, Program implementation, Cak E-MUS Program
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN WISATA EMBUNG DI DESA KERTOSARI KABUPATEN PASURUAN Kokok Putra Siswanda; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n3.p323-334

Abstract

Embung sebelumnya hanya digunakan untuk irigasi saja, namun seiring berjalannya waktu atas peran BUMDES Kertosari berkembang menjadi Wisata Embung atau wisata air, destinasi air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran BUMDES dalam upaya mengembangkan Wisata Embung di Desa Kertosari Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif agar dapat memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh tentang peran BUMDES dalam upaya mengembangkan Wisata Embung di Desa Kertosari Kabupaten Pasuruan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Organisasi Publik dari Mardiasmo, meliputi 5 (lima) indikator yaitu tujuan organisasi, sumber pendanaan, pertanggungjawaban, struktur organisasi, dan karakteristik anggaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa menurut Teori Organisasi Publik oleh Mardiasmo, yang pertama tujuan organisasi BUMDES Kertosari dengan mengembangkan potensi desa wisata Kertosari, terkait salah satunya Wisata Embung. Yang kedua, sumber pendanaan awalnya berasal dari APBD, selanjutnya dapat berkembang sendiri memperoleh keuntungan setiap tahun meningkat, dan berhasil fokus pada ranah wisata salah satunya Wisata Embung. Yang ketiga, laporan pertanggungjawaban BUMDES Kertosari dilaksanakan setahun sekali..Yang keempat, struktur organisasi BUMDES Kertosari Hierarkis, dipimpin Kepala Desa Kertosari, kemudian terdapat pengurus BPD, Unit Direktur, Sekretaris, Divisi Unit Pariwisata, dan Divisi lain. Yang kelima, karakteristik anggaran dipublikasikan secara terbuka, untuk dikritisi, dan didiskusikan. Wisata Embung merupakan salah satu wisata menarik di Desa Kertosari, didirikan sejak tahun 2010, hingga saat ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, khususnya sebagai pemasok kebutuhan irigasi di semua area pertanian yang ada di Desa Kertosari. Wisatawan yang datang berkunjung dapat bersantai dengan berkeliling embung menggunakan sepeda air, dan perahu. Untuk itu, perlu didukung, disosialisasikan, dan terus dikembangkan dengan inovasi baru. Kata Kunci: Wisata Embung, Peran Badan Usaha Milik Desa, Pengembangan Wisata. Previously, the embung was only used for irrigation, but over time the role of BUMDES Kertosari developed into Embung Tourism or water tourism, water destinations. The purpose of this research is to describe the role of BUMDES in developing Embung Tourism in Kertosari Village, Pasuruan District. This type of research uses descriptive qualitative research methods in order to provide a clear and comprehensive picture of the role of BUMDES in developing Embung Tourism in Kertosari Village, Pasuruan District. The theory used in this study is The Theory of Public Organization from Mardiasmo, which include 5 (five) indicators, namely organizational goals, funding sources, accountability, organizational structure and budget characteristics. Data collection techniques are carried out by interview, observation, and documentation methods. Data analysis techniques are performed by collecting data, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of research and discussion show that according to The Theory of Public Organization by Mardiasmo, the first objective of the Kertosari BUMDES Organization is to develop the potential of Kertosari Tourism village related to one of them is Embung Tourism. Secondly, the source of funding initially comes from the APBD, then it can develop itself to gain profits every year, and successfully focuses on the realm of tourism, one of which is Embung Tourism. Third, the accountability report of BUMDES Kertosari is carried out once a year. The fourth, the hierarchical Kertosari BUMDES organizational structure, led by the village head Kertosari, then there are BPD Administrators, Unit Directors, Secretaries, Tourism Unit Divisions, and other Divisions. Fifth, budget characteristics are published openly, to be criticized, and discussed. Embung Tourism is one of the interesting tours in Kertosari Village, established since 2010, until now it has provided benefits to the local community, especially as a supplier of irrigation needs in all agricultural areas in Kertosari Village. Tourists who come to visit can relax by walking around the reservoir using water bikes and boats. For that, it needs to be supported, socialized, and continuously developed with new innovations. Keywords: Embung Tourism, Role of Village Owned Enterprises, Tourism Development.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 3 JOMBANG Farhan Naufal Alhamda; Suci Megawati
Publika Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n3.p335-344

Abstract

Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah menurut peraturan mentri.Implementasi kebijakan publik merupakan proses kegiatan administratif yang dilakukan setelah kebijakan ditetapkan/disetujui. Implementasi kebijakan mengandung logika yang top-down dari jajaran pemerintah hingga masnyarakat harus tersampaikan dengan seksama dan jelas, Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan kebijakan pemerintah yang di sematkan di program adiwiyata yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, karena dalam dunia pendidikan lebih mudah mempelajari dan menerapkan segala ilmu pengetahuan serta etika untuk mencapai cita-cita pembangunan berkelanjutan maka dari itu peneliti memilih lokus SMAN 3 Jombang, karena jenjang SMA itu merupakan tahap akhir untuk pembentukan karakter. Peneliti bertujuan mengetahui bagaimana edukasi tentang pentingnya lingkungan hidup, untuk keberlangsungan hidup mahluk hidup melalui implementasi kebijakan adiwiyata yang menangani masalah kerusakan lingkungan, pelestarian lingkungan hidup yang merujuk pada peningkatan kesadaran dan pembangunan sumber daya manusia berwawasan lingkungan serta memiliki kecerdasan ekologis di SMAN 3 Jombang, dengan menggunakan penelitihan kualitatif dengan informan yang ada di lokus yaitu SMAN 3 jombang, dengan menggunakan metode AGIL(adaptation,Goal,Inegration,Latency). Hasil penelitihan menunjukan bahwa dari sisi adaptasi program adiwiyata menunjukan sisi positif dari awal sampai sekarang, dari sisi pencapaian tujuan program adiwiyata tercapai hingga menunjukan hasil yang memuaskan, sedangkan integrasi konsep yang sudah orisinil dari pihak sekolah menciptakan kekhasan bagi sekolah dan pola pola pemeliharaan (Latency) yang berkelanjutan untuk menjaga agar adiwiyata tetap terjaga, demi terciptanya lingkungan yang baik bagi sesama. Kata Kunci: Implementasi, Adiwiyata, Peduli lingkungan Adiwiyata is an award given by the government to schools that have succeeded in implementing environmental care and culture movements in schools. Public policy implementation is a process of administrative activity that is carried out after the policy is set/approved. The implementation of policies contains top-down logic from the government to the community must be delivered carefully and clearly, Environmental education is a government policy pinned in the Adiwiyata program which aims to increase the capacity of schools in realizing a caring and environmentally cultured school. because in the education world is easier to learn and apply all science and ethics to achieve the goals of sustainable development, therefore the researchers chose the locus of SMAN 3 Jombang. because high school level is the final stage for character building, Researchers aim to find out how to educate about the importance of the environment. for continous of living things through the implementation of Adiwiyata policies that address environmental damage issues, environmental preservation which refers to increasing awareness and development of human resources with environmental insight and ecological intelligence at SMAN 3 Jombang, by using qualitative research with informants at the locus, namely SMAN 3 Jombang, using the AGIL method (adaptation,Goal,Inegration,Latency). The results of the research show that from the side of adaptation the Adiwiyata program shows a positive side from the beginning until now In terms of achieving the goals of the Adiwiyata program, it has been achieved so that it shows satisfactory results while the integration of original concepts from the school creates distinctiveness for the school and a sustainable pattern of maintenance (latency) to keep Adiwiyata awake, to creating a good environment for others Keywords: Implementation, Adiwiyata, Environmental Care

Page 3 of 3 | Total Record : 25