cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 02 (2017):" : 12 Documents clear
KAJIAN PENYEBAB MASYARAKAT MEMILIH TETAP BERMUKIM DI WILAYAH RAWAN BANJIR BENGAWAN SOLO (STUDI DI KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN) Intan Lusia Bening, One
Swara Bhumi Vol 5, No 02 (2017):
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Kabupaten Tuban mrupakan peristiwa tahunan yang sering terjadi, khususnya banjir yang disebabkan meluapnya Bengawan Solo. Kecamatan Plumapang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Tuban yang setiap tahunnya tergenang banjir. Banjir yang terjadi diwilayah ini merupakan banjir yang disebabkan karena meluapnya Bengawan Solo, sehingga menggenangi pemukiman warga. Masyarakat memiliki alasan mengapa memilih tetap bermukim diwilayah rawan banjir. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab masyarakat memilih tetap bermukim di wilayah rawan banjir Bengawan Solo di Kecamatan Plumpang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu penelitian secara langsung yang dilihat dari fakta. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi kemudian wawancara dengan menggunakan kuisioner dengan informan. Hasil penelitian adalah sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kecamatan Plumpang memilih tetap bermukim di wilayah rawan banjir Bengawan Solo karena faktor ekonomi dan beban tanggungan keluarga yang tinggi menjadikan masyarakat sulit menabung untuk merelokasi tempat tinggalnya ke tempat yang lebih aman dari ancaman banjir. Selain itu ada juga faktor sosial dengan pekerjaan sebagai buruh tani dan kondisi wilayah yang sangat strategis dan subur untuk dijadikan lahan pertanian sehingga menjadikan masyarakat enggan untuk merelokasi tempat tinggalnya ditambah lagi rumah yang mereka tempati merupakan milik sendiri. strategi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir sudah beradaptasi dengan banjir yang menggenangi tempat tinggal mereka sehingga mereka bisa tetap tinggal ditempat tersebut.
KONDISI MASYARAKAT DI KAWASAN KONSERVASI SENDANG BIRU DESA TAMBAK REJO KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN CBT (COMMUNITY BASED TOURISM) Mawarni, Tera
Swara Bhumi Vol 5, No 02 (2017):
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan konservasi Sendang Biru terletak di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Kawasan Konservasi Sendang Biru mulai melakukan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau CBT (Community Based Tourism), namun setelah melihat dilapangan konsep pembangunan berbasis komunitas tersebut belum berkembang dengan baik. Peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya manusia, partisipasi dan kearifan lokal masyarakat di Desa Tambak Rejo dalam ikut mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat atau CBT (Community Based Tourism). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berusia produktif di Desa Tambak Rejo yang berjumlah 4017. Peneliti menentukan sampel menggunakan perbandingan dua kelompok, setiap 40 jiwa masyarakat Desa Tambak Rejo adalah 1 anggota CMC (Clungup Mangrove Conservation). Peneliti menentukan sampel penelitian ini sebanyak 52 sampel. Variabel dalam penelitian ini meliputi sumber daya manusia, partisipasi dan kearifan lokal masyarakat di Desa Tambak Rejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan data yang dibutuhkan meliputi data jumlah penduduk, tingkat pendidikan, pekerjaan dan data kepelatihan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sumber daya manusia, yang memiliki 3 aspek meliputi, pendidikan, pengetahuan dan keterampilan yang masuk dalam kategori rendah. Hasil penelitian tentang kondisi partisipasi masyarakat di Desa Tambak Rejo yang belum menunjukan keantusiasan dalam setiap kegiatan sehingga masih tergolong rendah. Hasil penelitian tentang kearifan lokal masyarakat di Desa Tambak Rejo dalam mendukung konsep pengembangan CBT (Community Based Tourism) adalah dengan adanya aturan-aturan masyarakat dalam melindungi sumber daya alam serta adanya tradisi yaitu upacara Petik Laut. Kondisi sumber daya manusia, partisipasi dan kearifan lokal yang rendah menunjukkan pengembangan CBT (Community Based Tourism) di Desa Tambak Rejo kurang berkembang. Kata Kunci: CBT (Community Based Tourism), pariwisata, kondisi masyarakat, wisata alam.

Page 2 of 2 | Total Record : 12