cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 3 Documents clear
IDENTITAS REMAJA PUTRI PERKOTAAN TENTANG MAKNA SIMBOLIK HEDONISME OLIVIA, GEBBY; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus penelitian ini meneliti identitas remaja putri perkotaan tentang makna simbolik hedonisme. Dimana remaja putri perkotaan ingin sekali menunjukan identitasnya melalui simbol-simbol yang dikonsumsinya. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik Herbert Blummer, gaya hidup David Chanay, serta konsumsi Baudillard dengan pendekatan kualitatif metode fenomenologi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan remaja putri perkotaan dalam interaksi dilingkungannya, mengetahui simbol-simbol yang dikonsumsi mereka, mendeskripsikan gaya hidup dalam sehari-harinya, serta pola konsumsi yang dilakukan oleh remaja putri perkotaan. Hasil dari penelitian ini yaitu remaja putri perkotaan memang dengan sengaja menggunakan simbol-simbol melalui apa yang dilihat dalam lingkungannya. Interaksi simbolik yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan melakukan kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan memakai barang-barang mahal dan bermerk. Gaya hidup tinggi dan mewah yang diperlihatkan pada sekitarnya dan kegiatan konsumtif yang dilakukan, sehingga mereka menjadi remaja putri perkotaan yang hedon. hal yang dilakukan mereka agar dapat menunjukan identitas dirinya kepada lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Remaja Putri Perkotaan, Simbol, Konsumsi, Gaya Hidup, Identitas AbstractThe focus of this study examines the identity of urban teenagers about the symbolic meaning of hedonism. Where urban teenagers want to show their identity through the symbols they consume. This study uses the theory of symbolic interaction Herbert Blummer, David Chanays lifestyle, and Baudillards consumption with a qualitative approach to phenomenology methods. The purpose of this study is to describe urban female adolescents in their environment interactions, to know the symbols consumed, to describe their daily lifestyle, and the consumption patterns carried out by urban girls. The results of the study are urban teenage girls who deliberately use symbols through what is seen in their environment. Symbolic interactions carried out by urban female adolescents by carrying out consumption activities. Consumption activities carried out by urban girls using expensive and branded items. High and luxurious lifestyles are shown to the surroundings and consumptive activities are carried out, so that they become urban hedon girls. things they do to be able to show their identity to the surrounding environment. Keywords: Urban Young Women, Symbols, Consumption, Lifestyle, Identity
KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI APRILIA, ADELA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI Adela Aprilia Program Studi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya adelaaprilia@mhs.unesa.ac.id Abstrak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering dikonstruksi negatif oleh masyarakat karena adanya anggapan yang salah tentang gangguan jiwa. Sejatinya Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) perlu untuk direhabilitasi agar bisa hidup normal. Namun meskipun telah direhabilitasi seperti di Desa Bandung Kecamatan Diwek terdapat konstruksi yang berbeda terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger. Analisis data dilakukan sesuai dengan teori konstruksi sosial Berger dimana konstruksi sosial dapat dipahami melalui tiga momentum yakni eksternalisasi, obyektivikasi, dan internalisasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara kepada perangkat desa setempat, dan masyarakat sekitar, dan teknik observasi. Hasil penelitian mengenai konstruksi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Ada yang berpandangan positif dan ada yang berpandangan negatif. Adapun konstruksi lainnya yakni Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi karena faktor keturunan, faktor menganut ilmu hitam, dan faktor mengkonsumsi obat terlarang serta minuman keras. Kata Kunci: konstruksi masyarakat, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Abstract People with Mental Disorders (ODGJ) are often negatively constructed by the community because of the wrong perception of mental disorders. Indeed, people with mental disorders (ODGJ) need to be rehabilitated so they can live a normal life. But even though it has been rehabilitated as in Bandung Village, Diwek Subdistrict, there is a different construction for post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). This research method is qualitative with phenomenology approach, Peter L. Bergers social construction approach which is externalization, objectification, and internalization. The subjects in this study used a purposive technique. Data was collected using interview techniques to local village officials, and surrounding communities, and observation techniques. The results of the study on the construction of the community of Bandung Village, Diwek Subdistrict, Jombang Regency after people with mental disorders (ODGJ) post rehabilitation showed that the people of Bandung Village, Diwek District, Jombang Regency had different views on post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). Some have a positive outlook and some have a negative outlook. The other constructions are people with mental disorders (ODGJ) after rehabilitation due to heredity, black magic, and illegal drugs. Keywords: community construction, People with Post-Rehabilitation Mental Disorders (ODGJ).
GAYA HIDUP REMAJA SANTRI NONGKRONG DI KAFE DEVI ADIBAH, INNEKE; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi objektif, motif, dan gaya hidup nongkrong remaja santri. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan prespektif teori gaya hidup David Channey. Penelitian dilakukan di kafe yang berada di kecamatan Paciran. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi partisipan dan In-dept Interview . Subjek penelitian adalah remaja santri yang mengadopsi budaya kota yaitu nongkrong di Kafe. Data dianalisis mengunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan gaya hidup santri dipengaruhi oleh uang saku dan status social ekonomi keluarga. Gaya hidup remaja santri nongkrong di kafe dihat melalui pola konsumsi, gaya berpakaian. Makanan dan minuman yang lumayan mahal cenderung dikonsumsi secara berlebihan ketika berada di kafe. Hal ini merupakan perilaku yang bersifat konsumtif. Selain itu gaya berpakaian yang mengikuti trend dilakukan oleh santri yang kerap nongkrong di kafe. Tujuan gaya hidup tersebut berkaitan dengan status, citra, dan pengakuan status social oleh kelompok lain. Kata Kunci:Gaya Hidup,Remaja Santri,Status Sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 3