Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2019)"
:
40 Documents
clear
INDUSTRI TENUN IKAT TRADISIONAL DI DESA PARENGAN KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2006-2015
AMALIYAH, FITRI;
, WISNU
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri tenun ikat terbesar di Lamongan terletak di Desa Parengan, Kecamatan Maduran. Desa Parengan merupakan produsen kain tenun ikat yang cukup terkenal dan beberapa produknya telah menguasai pasar. Salah satu produk kain tenun ikat yang paling diminati pasar adalah produk milik UD Silvi MN Paradila. Kain tenun ikat yang diproduksi UD Silvi MN Paradila telah dikirim ke berbagai kota di Indonesia dan bahkan dapat menembus pasar Timur Tengah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Desa Parengan menjadi desa yang telah aktif mengelola UMKM di Kabupaten Lamongan. UD Silvi MN Paradila melaksanakan program kemitraan pola bapak angkat pada tahun 2006. UD Silvi MN Paradila menetapkan kriteria khusus dalam memilih mitra usaha untuk dijadikan anak angkat. Sejak tahun 2006 hingga 2015, total terdapat lima usaha tenun kecil yang menjadi mitra usaha UD Silvi MN Paradila. Perkembangan UD Silvi MN Paradila sebagai bapak angkat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan usaha UD Silvi MN Paradila. Hal itu terlihat dari peningkatan berbagai aspek usaha, yaitu aspek pemasaran, distribusi, dan pengembangan motif tenun ikat.Kata Kunci: Usaha Kecil, Tenun Ikat, Lamongan
KESENIAN TARI GAJAH-GAJAHAN DESA GONTOR KECAMATAN MLARAK KABUPATEN PONOROGO
PUTRA R, SIGIT;
TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesenian Tari Gajah-gajahan adalah salah satu kesenian asli Ponorogo selain dari Reog. Pada awal munculnya kesenian ini di latarbelakangi oleh persaingan politik yang ada di Kabupaten Ponorogo. Saat itu kesenian Reog sudah menjadi basis dari partai Komunis, sehingga para santri menciptakan kesenian tari yang harapannya bisa menyaingi kesenian tari Reog yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Ponorogo.Rumusan masalah penelitian ini yaitu 1) Bagaimanakah sejarah terbentuknya kesenian tari gajah-gajahan di Kabupaten Ponorogo ? 2) Bagaimanakah Perkembangan Kesenian Tari Gajah-gajahan Di Desa Gontor Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo pada Tahun 1965 sampai 2000? 3) Bagaimakah prosesi pementasan kesenian Tari Gajah-gajahan Di Desa Gontor Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kesenia tari gajah-gajahan di Desa Gontor kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, dengan beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama adalah heuristic, tahap kedua adalah kritik, tahap ketiga adalah interprestasi, tahap keempat adalah hostoriografi.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kesenian Tari gajah-gajahan pada awalnya diciptakan oleh para kaum islamis untuk menyaingi kesenian tari Reog, karena pada tahun 1960an Reog sudah menjadi basis massa bagi kaum komunis. Oleh sebab itu kaum ulama dan kaum non-komunis membuat kesenian yang selain menunjukkan hiburan juga menjadi saran dakwah bagi kaum islamis. Dalam perkembangan zaman kesenian gajah-gajahan Di Desa Gontor mengalami banyak perubahan mulai dari cara pementasannya sampai dengan alat musik, lagu iringan, serta ditambahi dengan unsur-unsur dari kesenian lain seperti warok dan punokawan. Dari segi musik, lagu iringan yang digunakan tidak hanya bersifat islamis seperti pada awal munculnya kesenian ini, tetapi sekarang sudah banyak aliran musik yang dipakai dalam kesenian tari gajah-gajahan seperti lagu-lagu campursari, dangdut, bahkan pop. Hal ini dilakukan karena daya persaingan kebudayaan dan supaya masyarakat lebih tertarik dengan kesenian tari ini.Kata Kunci : Tari Gajah-gajahan, Gontor Ponrogo
SEJARAH LOKALISASI SEMAMPIR KOTA KEDIRI TAHUN 1960 – 2016
HENDRA SUKMANA, RAHMADHANI;
SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prostitusi merupakan perilaku menyimpang dan dapat mengakibatkan penyakit sosial yang berada di masyarakat. Praktik prostitusi sering terjadi dan berada di negara se-dunia salah satunya berada di Indonesia. Profesi prostitusi di lingkungan masyarakat yang berada di Indonesia sudah sejak lama keberadaannya. Mulai sejak jaman kolonialisme Belanda hingga Indonesia Merdeka, prostitusi semakin berkembang. Perkembangan prostitusi di Indonesia telah menyebar di penjuru ? penjuru kota maupun desa. Perkembangan prostitusi di Indonesia ini salah satunya juga berada di kelurahan Semampir, kecamatan Kota, Kota Kediri.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah komplek prostitusi di lokalisasi semampir Kota Kediri tahun 1960?. (2) Bagaimana dampak penutupan komplek prostitusi di lokalisasi Semampir kota Kediri tahun 1998 hingga proses penggusuran tahun 2016? Dalam melakukan analisis terhadap data ? data yang sudah diperoleh digunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil dari penelitian ini ialah prostitusi di Kota Kediri berawal dari di taman hiburan alun ? alun Kediri. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1960 terdapat kebijakan walikota Kediri untuk memindahkan para prostitusi liar di Kelurahan Semampir. Pada tahun 1960 keatas para prostitusi mengalami perkembangan di komplek lokalisasi Semampir. Perkembangan komplek pelacuran di kelurahan Semampir terjadi penutupan pada tahun 1998 oleh PERDA Kotamadya. Setelah penutupan komplek prostitusi di kelurahan Semampir, para warga lokalisasi Semampir secara illegal berdiri sendiri. Penutupan lokalisasi di kelurahan Semampir secara illegal itu mengalami perkembangan lagi seperti sebelumnya. Pada akhirnya walikota Kediri yang dijabat oleh Bapak Abdullah Abu Bakar. SE memperoleh kebijakan dengan menggusur komplek lokalisasi Semampir pada tahun 2016.Kata Kunci: Sejarah Komplek Lokalisasi Prostitusi di Semampir Kota Kediri.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING METODE BRAINSTORMING TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IIS DI SMA MUHAMMADIYAH 10 SURABAYA
NINDA LAILATUL FAIDA, PUTRI;
SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya kualitas pendidikan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya inovasi metodepembelajaran disetiap mata pelajaran terutama mata pelajaran sejarah, mata pelajaran sejarah adalah salah satu matapelajaran yang paling tidak diminati oleh siswa, menurut survey infografik lembaga pendidikan online Zenius. Hal inidisebabkan karena mata pelajaran sejarah selama ini hanyabterfokus pada hafalan dan terkesan sangat membosankan. Halyang menarik untuk diteliti dari permasalahan tersebut adalah (1) Adakah perbedaan high order thinking skills kelaseksperimen dengan menggunakan model pembelajaran active learning metode brainstorming dengan high order thinkingskills pada kelas kentrol dengan menggunakan pendekatan saintifik? (2) Berapa besar perbedaan pengaruh penerapanmetode pembelajaran Brainstorming dalam kelas eksperimen dengan pendekatan saintifik dalam kelas kontrol terhadaphigh order thinking skills?. Adapun hasil dari penelitian tersebut adalah terdapat sebuah perbedaan yang diketahui melaluiuji t-test perbedaan tersebut dapat dilihat dalam aspek kognitif yang memperoleh sig 0.000, yang artinya terdapatperbedaan antara kelas eksperimen dengan metode brainstorming dan kelas kontrol dengan pendekatan saintifik denganperbedaan antara 4.30846 sampai 9.46077, perbedaan tersebut juga dapat dilihat melalui uji n-gain dimana kelaseksperimen mendapatkan skor 60% dan kelas kontrol mendapatkan skor 48%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Active Learning, Metode Brainstorming, HOTS
PERKEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI CAMPLONG DI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 1992-2011
FURAIDA, RENIM;
, WISNU
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Obyek wisata Pantai Camplong merupakan obyek wisata yang banyak dikunjungi dan menjadi salah satu pariwisatafavorit di Kabupaten Sampang Jawa Timur . Pantai Camplong memiliki daya tarik dan potensi dalam peningkatan pendapatandaerah yang menjadi salah satu aset wisata Bahari di Kabupaten Sampang yang dikembangkan terletak di desa DharmaKecamatan Camplong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menjelaskan latar belakang Pantai Camplong menjadi objekwisata, perkembangan objek wisata Pantai Camplong tahun 1992-2011. Dan bagaimana dampak perkembangan objek wisataPantai Camplong terhadap masyarakat Camplong. Untuk mengungkapkan dan mendapatkan gambaran permasalah yang akanditeliti yaitu tentang ?Perkembangan Objek Wisata Pantai Camplong di Kabupaten Sampang Tahun 1992-2011?. Oleh karenaitu peneliti menggunakan metode sejarah. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman danpeninggalan masa lampau. Metode penulisan sejarah berpedoman pada motodologi penelitian sejarah yang terdiri dari empatlangkah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini adalah dapat dijelaskan bahawaperkembangan Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang merupakan kawasan wisata yang memiliki tingkatperkembangan yang signifikan dibandikan dengan beberapa pantai yang berada di Kabupaten Sampang dan Pantai Camplongmemberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah (PAD) yang setiap tahunnya sangat meningkat. Dari hasil yang lainpeneliti menemukan adanya pengaruh atau dampak Sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan peneliti melihat dengan adanyaberkembangnya pantai wisata Camplong di Kabupaten Sampang memberikan banyak perubahan dan perkembangan terhadapMasyarakat.Kata Kunci: Perkembangan, Pantai, Camplong Sampang
TRANSPORTASI KAPAL PENYEBERANGAN DI PELABUHAN KAMAL-UJUNG KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2004-2018
, SUFIATIN;
, SUMARNO
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengoperasian jembatan Suramadu, memberikan besar bagi PT ASDP sebagai pengelola transportasi kapal penyeberangan serta bagi masyarakat di sekitar pelabuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi transportasi kapal penyeberangan di pelabuhan Kamal-Ujung Kabupaten Bangkalan tahun 2004-2018, merosotnya sarana transportasi kapal penyeberangan di Pelabuhan Kamal Ujung Kabupaten Bangkalan, dan dampak berdirinya jembatan Suramadu terhadap merosotnya transportasi kapal penyeberangan di Pelabuhan Kamal-Ujung Kabupaten Bangkalan tahun 2004-2018. Adapun hasil penelitian PT ASDP mengalami kerugian yang cukup besar karena penurunan penumpang yang awalnya mencapai 9,338,545 jadi 2,190,474 pada tahun 2018, pengurangan jumlah armada kapal yang semula 18 kapal sekarang jadi 3 kapal, jam operasional yang awalnya 24 jam jadi 16 jam, dan fasilitas lainnya. Sedangkan bagi masyarakat sekitar, sepinya penumpang kapal mematikan sejumlah mata pencaharian yang ada. Sehingga banyak diantara mereka yang bermata pencaharian di sekitar pelabuhan melakukan alih profesi, pindah tempat bekerja, hingga ada yang jadi TKI.Kata Kunci: Kata kunci : Pelabuhan Kamal, Kapal Penyeberangan, Jembatan Suramadu
SISTEM PERDAGANGAN BAWANG MERAH DI NGANJUK TAHUN 1995-2012
BELLA AYU KUSUMA, MONICA;
, WISNU
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah di Jawa Timur. Kecamatan Rejosomenjadi daerah penghasil bawang merah berbesar di Nganjuk. Mata pencaharian penduduknya mayoritasbermatapencaharian seputar budidaya dan perdagangan bawang merah. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1)Bagaimanakah sistem perdagangan bawang merah yang ada di Nganjuk, 2) Bagaimana perkembangan sistemperdagangan bawang merah di kabupaten Nganjuk sejak tahun 1995-2012, 3) Bagaimanakah pengaruh perdaganganbawang merah di kabupaten Nganjuk terhadap peningkatan kehidupan masyarakat di kecamatan Rejoso KabupatenNganjuk. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa sistem perdagangan bawang merah di Nganjuk dimulai dari petanipenebas-pengepul-distributor-pedagang hingga konsumen. Tahun 1995 perdagangan bawang merah menggunakan sistemperdagangan sederhana, tahun1997 menjadi penambahnya jaringan perdagangan yang lebih terstruktur antara petani,penebas, pengepul, tengkulak dan pedagang, tahun 1999 perdagangan bergeser dari pasar Sukomoro ke perdagangan desa,dan 2012 adanya sistem perdagangan baru yang memanfaatkan media online untuk transaksi penjualan bawang merah.Perubahan pola ini pula memberikan beberapa dampak yang ada di kecamatan Rejoso, sebagai kecamatan penghasilbawang merah terbesar di Nganjuk bagi kehidupan perekonomian yaitu penambahan mata pencaharian, nilai investasiRejoso yang meningkat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dikehidupan sosial masyarakat berupa eratnyahubungan timbal balik antar struktur masyarakat yang ada di perdagangan bawang merah dan munculnya perkumpulanperkumpulanmasyarakat.Kata Kunci: Bawang Merah, Perdagangan, Nganjuk
PERJALANAN POLITIK NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1973-1984 KELUARNYA NAHDLATUL ULAMA DARI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
EKO SUBAGTIO, MUHAMMAD;
, SUMARNO
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perjalanan sejarah NU sekitar tahun 1973-1984 sangat menarik untuk dikaji, sebab pada saat tersebut NU berusaha keluar dari kemelut konflik yang disebabkan oleh hegemoni dan korporasi pemerintah. Masalah mulai muncul ketika tahun 1973 pemerintah menerapkan korporatisme partai, yaitu menggabungkan partai menjadi satu berdasarkan ideologinya. Tindakan tersebut sangat merugikan NU yang pada pemilu 1971 menjadi partai pemenang ke dua setelah Golkar. Kebijakan fusi membuat kiprah politik NU menjadi semakin terbatas dan eksistensinya secara otomatis terenggut oleh PPP.Dari peristiwa tersebut akhirnya muncul masalah-masalah baru yang melanda NU maupun PPP. Terkait dengan hal itu maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana sejarah keterlibatan NU di dunia politik?, 2). Bagaimana pemerintah Orde Baru melakukan hegemoni terhadap PPP dan NU? Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitin sejarah yang terdiri dari heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun sumber utama yang digunakan adalah dokumen putusan Munas Alim Ulama Situbondo tahun 1973 dan Laporan Muktamar ke-27 Situbondo tahun 1984.Berdasarkan penemuan hasil analisis data, dapat dinyatakan bahwa konflik yang mengiringi perkembangan NU dan PPP pada tahun 1973-1984 muncul akibat hegemoni dan korporasi pemerintah, korporasi tersebut berupa pemaksaan fusi terhadap sembilan partai politik yang disederhanakan berdasarkan ideologinya menjadi dua saja. Sedangkan hegemoni pemerintah adalah upaya pengkerdilan partai politik melalui beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya yaitu kebijakan fusi partai, ikut campurnya pemerintah dalam urusan internal partai (terutama suksesi kepemimpinan), pemaksaan RUU melalui parlemen meliputi RUU Perkawinan, RUU Parpol dan Golkar, RUU Pemilu, pembahasan aliran kepercayaan dan pelembagaan P4 (meskipun ada bebrapa pasal yang berhasil digagalkan oleh NU) serta kebijakan asas tunggal.Pada saat Muktamar Situbondo tersebut selain membahas tentang penerimaan Pancasila juga menyatakan sikap keluar dari PPP (bahkan politik praktis) setelah mengalami beberapa kali marjinalisasi politik dan puncaknya adalah ketika merasa dicurangi dalam penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) oleh Naro.Kata Kunci : Politik, NU, PPP
REAKTUALISASI WAYANG POTEHI GUDO TAHUN 2001-2016
FIRMAN ARIF, ASWAN;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wayang potehi merupakan kebudayaan dari masyarakat Tionghoa di Indonesia. Salah satu wayang potehi yang masih bertahan berada di Gudo kabupaten Jombang. Wayang potehi di Gudo tidak menggantungkan diri pada pemerintah atau pihak lain, Mereka menggunakan biaya pribadi dan keuntungan dari hasil pentunjukan. Hal yang menarik untuk diteliti dari kesenian ini yaitu (1) Bagaimana perkembangan wayang potehi di Kecamatan Gudo mampu memotivasi masyarakat lokal melakukan reaktualisasi kebudayaan Tionghoa tahun 2001-2016?: (2) Bagaimana perkembangan wayang potehi setelah terjadinya reaktualisasi tahun 2001-2016? Adapun hasil dari penelitian ini yaitu adanya proses sentripetal dalam masyarakat Tionghoa dalam pembaruan wayang potehi. Sentripetal terjadi pada budaya Tionghoa yang dimasuki oleh budaya Jawa. Reaktualisasi wayang potehi tahun 2001 dilakukan sebagai wujud terbukanya peran budaya jawa untuk mengembangkan wayang potehi Gudo. Adanya wayang potehi yang dibuat orang Jawa, membuat terjadinya sentripetal budaya. Interaksi masyarakat Tionghoa dan Jawa, membuat masyarakat Jawa masuk ke dalam ingroup Tionghoa. Hasil reaktualisasi berdampak pada bentuk wayang potehi, penambahan alat musik, dan pementasan. Bentuk wayang potehi yang menyimpang dari pakem pada masa Orde Baru diperbarui sesuai dengan pakem yang didapat. Bentuk kepala wayang potehi lama yang berbentuk segita terbalik, diperbarui hingga berbentuk lebih menyerupai pakem. Pakem wayang potehi memiliki bentuk yang beraneka ragam sesuai dengan watak tokoh dan jabatan. Wayang potehi tokoh Sie djin kwie memiliki bentuk pakem dengan wajah yang berbentuk Oval, beralis kelapa ditarik keatas, hidung mancung, dan berwarna kulit putih. Bentuk wayang potehi mengacu pada bentuk kumpulan wayang potehi Pak Toni dengan bantuan pemain potehi yang bercampur Jawa. alat musik disesuaikan dengan contoh pakem, dengan tambahan alat musik Yan Qim yang tidak dimiliki sebelumnya. Kata Kunci: Reaktualisasi, Wayang Potehi, Gudo
PERKEMBANGAN SANGGAR TARI DELTA TRIVIKRAMA DI SIDOARJO TAHUN
DWI AGUSTIN, DITA;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sanggar tari Delta Trivikrama merupakan sanggar tari tertua di Sidoarjo. Sanggar tari ini didirikan pada tahun1979. Beberapa bulan di awal berdirinya, sanggar tari Delta Trivikrama dapat berkembang dengan pesat. Hal yangmenarik untuk diteliti dari sanggar tari ini yaitu (1) Mengapa didirikan sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo?; (2)Bagaimana perkembangan sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo tahun 1984-1995? Adapun hasil dari penelitian iniyaitu sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo awalnya merupakan kelompok tari yang didirikan dengan tujuan untukmenghidupkan aktivitas seni tari di Sidoarjo. Sanggar tari Delta Trivikrama diresmikan pada tanggal 10 Juni 1979 di JalanKombespol M. Doeryat 37 Sidoarjo. Pada periode tahun 1979-1984, sanggar tari Delta Trivikrama mengalamiperkembangan dalam aspek tempat latihan dan cabang, jumlah siswa, pementasan, karya tari, dan prestasi. Pada periodetahun 1985-1995, sanggar tari Delta Trivikrama mengalami perkembangan dalam aspek pementasan, dan prestasi . Selainitu, dalam periode ini terjadi penurunan dalam aspek jumlah siswa, dan karya tari yang diciptakan. Hal ini disebabkankarena munculnya modern dance yang mengakibatkan minat siswa terhadap seni tradisional menurun. Penurunan ini jugadisebabkan oleh rendahnya apresiasi orang tua siswa terhadap seni tari sehingga mengakibatkan menurunnya jumlahsiswa sanggar tari Delta Trivikrama.Kata Kunci: Sanggar tari, Delta Trivikrama, Sidoarjo