cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 19 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN KUALITAS LEMBAR KERJA PERSERTA DIDIK (LKPD) MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X SEMESTER 1 DI SMA NEGERI KABUPATEN SIDOARJO NUR TARSILA, HANIF; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem pendidikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sering dijadikan guru sebagai penunjang pencapaian kompetensi peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan suatu perangkat pembelajaran, salah satunya berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar yang efektif. Pemahaman tentang Lembar Kerja Peserta Didik yang diterbitkan penerbit swasta sangat penting dilakukan analisis kelayakan kualitasnya. Hal ini berarti LKPD yang digunakan sebagai pegangan wajib peserta didik saat ini, guru hendaknya mempertimbangkan analisis kelayakan kualitasnya sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana kelayakan kualitas kelengkapan komponen, kelayakan kualitas isi/materi, kelayakan kualitas fisik/kegrafisan, dan kelayakan kualitas bahasa LKPD Mata Pelajaran Sejarah yang dapat digunakan di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, karena selain mendeskripsikan bagaimana kelayakan kualitas terhadap LKPD mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X semester 1 di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo, kelayakan kualitas tersebut juga akan diprosentasikan dalam bentuk angka. Untuk mengetahui bagaimana kelayakan kualitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran sejarah Indonesia, peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrumen serta wawancara dan dokumentasi untuk melengkapi hasil wawancara tersebut.Data diperoleh dari hasil wawancara, kuesioner dan dokumentasi ditiga sekolah yakni SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Wonoayu dengan jumlah responden sebanyak 105 peserta didik pada jenjang kelas X semester 1. Analisis kelayakan kualitas LKPD dilakukan pada tiga penerbit yakni CV. Tuntas Graha Pustaka Surakarta, PT. Intan Pariwara Yogyakarta dan CV. Viva Pakarindo Klaten. Data diolah dengan melakukan pengelompokan menjadi tiga kelas yakni kurang baik, baik dan sangat baik. Hasil olah data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan hasil berupa tabel prosentase.Hasil penelitian menunjukkan kelayakan kualitas LKPD terhadap Mata Pelajaran Sejarah Indonesia kelas X semester 1 yang digunakan di SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo memiliki nilai rata- rata kelayalan kualitas yang di terbitkan CV. Viva Pakarindo Klaten sebesar 60,27% (kurang baik), berbeda dengan nilai rata- rata kelayakan kualitas terbitan CV. Tuntas Graha Pustaka Surakarta yakni sebesar 77,85% (baik) dan nilai rata- rata kelayakan kualitas terbitan PT. Intan Pariwara Yogyakarta yakni sebesar 99,9% (sangat baik). Selain itu juga dilihat dari penilaian keterbacaan materi LKPD oleh peserta didik dalam perolehan skor rata- rata sebesar 81,6% dan penilaian keterbacaan bahasa LKPD perolehan skor rata- rata sebesar 80,7% dari ketiga LKPD mata pelajaran sejarah Indonesia dinyatakan baik.Kata Kunci: Kualitas LKPD Sejarah Indonesia Kelas X Semester 1, Aspek kelengkapan komponen, Aspek isi/materi, Aspek fisik/kegrafisan, Aspek bahasa
KESENIAN JARANAN SAMBOYO PUTRO DI DUSUN NGETREP DESA KURUNGREJO KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 1996-2013 CHOIRUN NISAK, DEWI; , ARTONO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grup kesenian jaranan Samboyo Putro adalah grup kesenian yang ada di Kabupaten Nganjuk sejak tahun 1996.Grup kesenian jaranan ini berusia kurang lebih 17 tahun dan tetap eksis di dunia seni pertunjukan dengan ciri khas yangdimilikinya. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Latar belakang berdirinya grup kesenian jaranan Samboyo Putrodi Dusun Ngetrep Desa Kurungrejo Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk pada tahun 1996, 2) Bagaimana eksistensigrup kesenian jaranan Samboyo Putro pada tahun 1996-2013. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa latar belakangberdirinya grup kesenian Samboyo Putro ini berawal dari pertemanan yang terjalin antara Bopo Sudiono dan BapakSukirman. Setelah kematian Bapak Sukirman tahun 1992, Bopo Sudiono meminta izin untuk melestarikan grup kesenianjaranan ini di Kabupaten Nganjuk dengan nama yang sama tahun 1996. Eksistensi grup kesenian jaranan Samboyo Putroberhasil dilakukan dengan strategi (1) penambahan sinden (2) pembaruan kostum (3) menjaga mutu alat jaranan (4)menjaga mutu seniman jaranan (5) menjaga pangsa pasar agar Samboyo Putro dapat terus diterima oleh masyarakatbanyak. Khususnya masyarakat Nganjuk yang mengenal grup kesenian jaranan ini dengan ciri khasnya.Kata kunci : Jaranan, Samboyo Putro, Eksistensi
JAWA POS SEBAGAI SURAT KABAR TERPERCAYA NASIONAL TAHUN 1986-2000 KUSUMA DEWI, NOVIE; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga era reformasi, media massa yang masih diminati dan dicari oleh masyarakat ialah surat kabar. Alasanmengapa surat kabar masih eksis dan dipertahankan karena isi beritanya yang beragam dan lengkap sehingga tidak heranjika masyarakat masih menggemari surat kabar. Salah satu surat kabar yang berhasil berkembang dari lingkuppendistribusian daerah menjadi tingkat nasional ialah Jawa Pos. Oplah Jawa Pos yang terus naik memberikan dampakpositif dan merupakan peluang bagi Jawa Pos untuk mengekspansi daerah-daerah di Indonesia. Penelitian ini fokus padatahun 1986 ketika Jawa Pos mendapatkan Surat Izin Untuk Penerbitan Pers (SIUPP) hingga tahun 2000 ketika Jawa Posberhasil melalui krisis moneter. Penelitian ini merujuk pada rumusan masalah 1) Bagaimana perkembangan Jawa Posmenjadi surat kabar terpercaya Nasional tahun 1986-2000? dan 2) Bagaimana kontribusi harian Jawa Pos bagi Indonesia?.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tahun 1986-2000, Jawa Pos sudah menjadi surat kabar terpercaya Nasionaldibuktikan dengan kontribusi yang diberikan oleh Jawa Pos kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia. Perkembanganteknologi dan SDM juga menjadi faktor pendukung surat kabar Jawa Pos semakin dipercaya oleh masyarakat.Kata kunci: surat kabar, Jawa Pos
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN JOGOROTO JOMBANG , LINDRIASTUTI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi adalah tanggapan secara langsung dari sesuatu atau proses mengetahui beberapa hal mengenai lima pancaindera manusia. Atau dengan kata lain diartikan sebagai sebagai penafsiran stimulus yang terdapat di dalam otak manusia.Dalam penelitian ini membahas persepsi guru terhadap kurikulum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan persepsi guru sejarah terhadap implementasi Kurikulum 2013, (2)Mendeskripsikan persepsi siswa terhadap implementasi Kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah guru sejarah dan siswa kelas X IPS 2 dan XII IPS 2 SMA Negeri Jogoroto. Pengumpulandata dilakuka melalui wawancara dan angket. Tehnik analisis data dilakukan secara deskriptif interaktif.Hasil penelitian ini adalah (1) Guru telah bisa menjalankan kurikulum 2013. Guru dibekali dengan sosialisasi danpelatihan mengenai kurikulum 2013, dan guru telah menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan ScientificApproach. Walaupun guru belum menguasai semua model pembelajaran pendekatan Scientific Approach. Evaluasipembelajaran yang digunakan oleh guu juga seperti yang telah tercantum dalam Kurikulum 2013. (2) Siswa melakukanpersiapan sebelum pembelajaran dan siswa mempu mengikuti pendekatan pembelajaran Scientific Approach yang diterapkanoleh guru. Media dan bahan ajar telah berbasis IT dimana peserta siswa hanya berpedoman pada buku sebagai bahan bacaan,melainkan siswa juga telah memanfaatkan internet untuk mencari materi tambahan yang belum tercantum dalam bahan ajaryang disediakan oleh sekolah.Kata kunci: Persepsi guru, persepsi siswa, kurikulum 2013
TRANSPORTASI KERETA API JOMBANG - BABAT TAHUN 1975 - 1981 BAGUS ROHMAN PRADIPTA, ADITYA; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api adalah salah satu transportasi darat yang mempunyai jalur khusus yang disebut rel. kereta api pertama kali ada di Indonesia pada tahun 1864 dengan jalur Semarang menuju Grobogan. Pada tahun selanjutnya banyak dibagun jalur kereta api di Jawa, Sumatra dan Kalimantan, hingga masuk ke Jombang dengan tujuan Jombang ? Babat. Pembangunan Jombang ? Babat di bangun oleh perusahaan Babat Djombang Stroomtram Maatchappij (BDSM) pada tahun 1907. Namun pada era 70-an Jurusan Jombang ? Babat mengalami penurunan jumlah penumpang hingga akhirnya jalur Jombang ? Babat ditutup.Berdasarkan dengan latar belakang tersebut, maka diperoleh beberapa rumusan masalah ini adalah : (1) Mengapa transportasi Kereta api Jombang ?Babat mengalami surut tahun 1975. (2) Mengapa jalur Kereta api Jombang ? Babat di tutup pada tahun 1981. Berdasarkan dengan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa transportasi Kereta api Jombang ?Babat mengalami surut tahun 1975 dan mengetahui penyebab jalur kereta api di tutup pada tahun 1981. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Adanya transportasi baru berupa angkutan desa dan bus sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan baik dari pendapatan penumpang dan barang sehingga pada tahun 1981 pihak pemerintah belanda dan perusahaan kereta Straatsspoorwegen resmi menutup jalur transportasi kereta api Jombang ? Babat pada tahun 1981. Karena kalah saing dengan angkutan bis dengan jarak dekat seperti angkutan desa semakin banyak bermunculan. Sehingga warga lebih memilih angkutan mobil dari pada transportasi kereta api.Kata Kunci : Jombang, Babat, jalur kereta api, penutupan jalur kereta api
UPACARA ROKAT TASE’ KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN 2000-2014 MAULIDINA, HIDAYAH; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan yang ada di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat. Pada dasarnyakebudayaan yang muncul dalam suatu masyarakat pasti akan terus bertahan dan berkembang, karena menganggapkebudayaan tersebut masih mempunyai nilai-nilai yang baik dan sakral. Di Madura terdapat tradisi yang dilaksanakanoleh para nelayan yang disebut dengan Rokat Tase?. Terkait dengan hal tersebut peneliti mengangkat dengan rumusanmasalah sebagai berikut: 1). Bagaimana latarbelakang terjadinya rokat tase?? 2). Mengapa terjadi perubahan upacara rokattase? Dusun Candi Selatan Desa Polagan Kabupaten Pamekasan? 3). Bagaimana pengaruh upacara rokat tase? terhadapkehidupan sosial budaya masyarakat Dusun Candi Selatan, Desa Polagan, Kabupaten Pamekasan?. Metode yangdigunakan adalah metode wawancara. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu 1. Pengumpulansumber (Heuristik), 2. Kritik sumber (Menguji Sumber), 3. Interpretasi (Menganalisis Sumber/Fakta), 4. Tahap terakhirHistoriografi (Menuliskan hasil Penelitian).Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu upacara rokat tase? pada awalnya di laksanakan merupakan bentukrasa syukur masyarakat Dusun Candi Selatan terutama para nelayan. Untuk mengungkapkan rasa syukur tersebutmasyarakat Dusun Candi Selatan melakukan rokat tase?. Dalam tahap persiapan dan tahap pelaksanaan rokat tase? inimengalami perubahan yang dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat, perkembangan pengetahuan, dan perkembanganzaman. Pelaksanaan upacara rokat tase? ini memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Dusun CandiSelatan. Dalam bidang sosial dan budaya terdapat pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan masyarakat Dusun CandiSelatan.Kata Kunci: Rokat Tase?, Perubahan, dan Pengaruh
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI SOAL-SOAL HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X-IPS SMAN 2 SIDOARJO FARIDAH, EMI; , ARTONO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pembelajaran abad 21,namun kemampuan berpikir siswa Indonesia masih rendah. Hal itu dibutkitan dengan hasil PISA 2015. Penelitian inibertujuan mengetahui bagaimana cara guru dalam menyusun soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) danmenganalisis tingkat kemampuan berpikir kritis siswa melalui soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Penelitianini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan adalah hasil angket terkait penyusunansoal HOTS (Higher Order Thinking Skills), hasil uji soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa kelas X SMAN2 Sidoarjo, dan hasil wawancara dengan siswa. Soal yang diujikan adalah soal sejarah peminatan dengan level kognitifC5 dan C6 pada dimensi kognitif konseptual dan metakognitif. Soal ini disusun berdasarkan indikator berpikir Ennis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru belum menyusun soal-soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dansiswa belum mampu mencapai seluruh indikator berpikir kritis Ennis. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis,siswa perlu dibiasakan menggunakan soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS)Abstract
TRADISI KEMANTEN SUNAT DESA LUMPUR KABUPATEN GRESIK 1960-2005 PUTRI DANA ISWARA, LARAS; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradition is a legacy from ancestors that is still preserved by future generations. Traditions carried out by somepeople have certain meanings and values. The values contained in the impementation of tradiions have messages or advicefor the people who run them. This research is included in qualitative research because it describes how the tradition ofKemanten Sunat in Lumpur village, Gresik and what are the factors causing alack of interest in the community to knowhow to implement and what causes reduced interest in the tradition of Kemanten Sunat using the method of interviewingtraditional practitioners, wuthnesses and society around as wellas documentation ocomplete the interview.Kata Kunci: Tradisional, Kemanten Sunat, Desa Lumpur
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPS MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI KABUH, JOMBANG DWI MEKARSARI, RIRIS; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad 21 menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi salah satunya adalah berpikir kritis.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuanberpikir kritis siswa kelas XI IPS mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kabuh, Jombang.Desain yang digunakan didalampenelitian ini adalah Pre Experimental Design, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA NegeriKabuh. Produk akhir yang dihasilkan adalah ?History Mading?.Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi liniersederhana menghasilkan persamaan regresi Y = 19, 049+ 0,718 X. Koefisien regresi menunjukkan nilai yang positif halini berarti model pembelajaran project based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itudari pengujian dengan uji regresi liner sederhana diperoleh nilai signifikasi 0,000 < taraf signifikasi 0,05 danThitung sebesar 6,825 > ?????? yakni 2,042 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran project based learningberpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Koefisien determinasi pada uji regresi linier sederhanamenunjukkan angka 60,8 yang memiliki makna bahwa besar pengaruh model pembelajaran project based learningterhadap kemampuan berpikir kritis siswa adalah 60,8 %.Kata Kunci: Pembelajaran Project Based Learning, Berpikir Kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWAKELAS XI IPS PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 TARIK PUJI RAHAYU, EGA; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan paradigma dunia tentang pendidikan, pendidikan dihadapkan pada sejumlahtantangan yang semakin berat. Salah satu tantanganya adalah bahwa pendidikan hendaknya menghasilkan sumber dayamanusia (SDM) yang memiliki kompetensi yang utuh. Senada dengan orientasi pembelajaran abad ke-21, makapembelajaran dalam konteks kurikulum 2013 sebagai kegiatan inti dari proses pendidikan memainkan peranan pentingdalam membentuk kualitas siswa. Oleh sebab itu pengubahan pendidikan perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitaspembelajaram di sekolah yang selama ini terbentuk.Penyampaian materi sejarah di sekolah sampai saat ini masih membosankan sehingga minat dan motivasi siswadalam mempelajari sejarah masih kurang. Penggunaan model pembelajaran yang tidak tepat membuat siswa merasa bosansehingga siswa kurang aktif dan kurang memahami materi yang diajarkan. Peneliti menerapkan model pembelajaranproblem based learning yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Modelpembelajaran problem based learning yang di ekperimenkan dalam penelitian ini menggunakan metode kooperatifdengan materi diskusi bersifat konstektual (CTL). Materi diskusi bersifat konstektual yang digunakan menuntut siswauntuk memecahkan permasalahan secara berkelompok. Dari proses diskusi dengan materi diskusi bersifat konstektualdalam kegiatan pembelajaran interaksi antar siswa meningkat. Peningkatan interaksi siswa membuat siswa menjadi aktifdalam kegaiatan pembelajaran. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar sejarah dikompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa kelas XI IPS 1 di SMAN 1 Tarik.Metode penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen true eksperimental design dengan desain penelitiancontrol group pretest postest. Metode penelitian eksperimen sebagai metode untuk mengetahui adakah perbedaan hasilbelajar kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrolmenggunakan pendekatan saintifik. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan postest, angket sertadokumentasi. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah penelitian lapangan yang memiliki tujuan untukmemecahkan permasalahan dalam pembelajaran sejarah.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kelas eksperimen dan kelaskontrol. Hasil analisis pada tiga kompetensi belajar siswa dengan menggunakan Uji independent t-test memperolehsignifikansi masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol berdasarkan penilaian kompetensi pengetahuan(0,019<0,05), kompetensi sikap (0,022<0,05) dan kompetensi keterampilan sebesar (0,0311<0,05) dari hasil tersebutdapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Peningkatan hasil belajar kelas eksperimen juga dilihat dari Uji NGainyang yang digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran problem based learning dikelas eksperimen secara keseluruhan mendapatkan hasil 74,25% dengan kategori efektif untuk meningkatkan hasil belajarsiswa sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 62,99% dengan kategori cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajarsiswa. Terdapat selisih 11,26% menunjukkan model pembelajaran problem based learning berdampak pada kemampuanberpikir tingkat tinggi karena terdapat unsur konstruktivistik transformatif pengetahuan sehingga hasil belajar yangdicapai pada problem based learning merupakan hasil belajar tingkat tinggi.Hasil analisis peningkatan hasil belajar kelas eksperimen juga dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengelolakegiatan pembelajaran. Hasil pengelolaan pembelajaran di kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata 3,6 dengankriteria sangat baik sedangkan hasil pengelolaan pembelajaran di kelas kontrol memperoleh skor rata-rata 3,4 dengankriteria baik. Hasil penilaian aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar memperoleh skor rata-rata 3,6 dengan kriteriasangat baik sedangkan hasil penilaian kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 3,4 dengan kriteria baik. Berdasarkan hasilangket model pembelajaran problem based learning yang diberikan peneliti pada akhir penelitian pembelajaran di kelasmemperoleh partisipasi secara keseluruhan diatas 80%. Presentase ini menunjukkan bahwa siswa setuju denganpernyataan terebut karena siswa mampu mengikuti langkah-langkah pembelajaran problem based learning. Berdasarkanhasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap hasilbelajar siswa kelas XI IPS 1 di SMAN 1 Tarik.Kata Kunci : Model Pembelajaran problem based learning, Hasil Belajar Siswa, Pelajaran Sejarah

Page 1 of 2 | Total Record : 19