Articles
72 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 1 (2020)"
:
72 Documents
clear
HARMONISASI%2520KEHIDUPAN%2520ANTAR%2520UMAT%2520ISLURA%2520MANDHARA%2520GIRI%2520SEMERU%2520AGUNG%2520PADA%2520TAHUN%25201990%2520-%25202018
ROHMANIYAH, NURUL;
, WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pura Mandhara Giri Semeru Agung merupakan pura kahyangan jagat Bali yang terletak di Jalan Serma Dohir Sumberagung Senduro. Pura Mandhara Giri Semeru Agung dibangun ditengah-tengah Masyarakat Senduro yang mayoritas beragama islam. Berdasarkan latar belakang tersebut menimbulkan tiga rumusan masalah yaitu (1). Apa yang melatar belakangi terbentuknya harmonisasi sosial antar Umat Islam dan Umat Hindhu di Lingkungan Pura Mandhara Giri Semeru Agung pada tahun 1990-2018? (2). Bagaimana proses mewujudkan harmonisasi kehidupan antar Umat Islam dan Umat Hindhu di Lingkungan Mandhara Giri Semeru Agung pada tahun 1990-2018? (3). Bagaimana pengaruh harmonisasi sosial dalam bidang sosial, agama dan ekonomi di Lingkungan Pura Mandhara Giri Semeru Agung pada tahun 1990-2018?. Penelitian ini menggunakan teori penelitian lapangan field research dan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan metode sejarah diharapkan dapat membantu dan mempermudah jalannya suatu proses penelitian. Metode sejarah (historical approach) memiliki empat tahapan proses penelitian yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi.Proses mewujudkan keharmonisan Umat Islam dan Umat Hindu di Lingkungan Pura Mandhara Giri Semeru Agung yaitu tercermin pda kegiatan tradisi kematian, Umat Hindu bagi-bagi takjil di Bulan Ramadhan, Umat Hindu membantu menyembelih hewan kurban, Umat Islam dan arak-arakan ogoh-ogoh dan Wakil Bupati Lumajang mengikuti Upacara Tabur Labuh Gentuh.Hasil penelitian ini adalah kehidupan yang harmonis antar Umat Islam dan Umat Hindu yang tercipta di Lingkungan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, sehingga memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat Lingkungan Pura Mandhara Giri Semeru Agung yaitu bidang sosial, budaya dan ekonomi.Kata Kunci: Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Harmonisasi.
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962
SETIAWAN, HANIF;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962
SETIAWAN, HANIF;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962
SETIAWAN, HANIF;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
SUTAN SJAHRIR, SOSIALISME, DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1927-1962
SETIAWAN, HANIF;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sutan Sjahrir merupakan salah satu tokoh pemegang peranan penting dalam proses berdirinya Republik Indonesia. Sebagai Perdana Menteri pertama RI, Sjahrir lah yang pertama kali menegakkan politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan riwayat hidup Sutan Sjahrir serta menganalisa pemikiran Sjahrir terutama mengenai Sosialisme Kerakyatan. Maka dirumuskanlah permasalahan sebagai berikut, pertama mengenai latar belakang, riwayat hidup dan pemikiran sosialisme kerakyatan Sutan Sjahrir. Kedua, perjuangan Sutan Sjahrir dalam memerdekakan Indonesia. Ketiga, perjuangan serta kegiatan Sjahrir setelah tidak menjabat dalam pemerintahan. Ada pun tahapan yang digunakan dalam merekonstruksi sejarah ini, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sutan Sjahrir adalah seorang negarawan yang segala tindakan, strategi, dan juga pengetahuannya adalah untuk kemajuan serta kemerdekaan rakyat Indonesia dalam jangka panjang. Ia memiliki cara pandang yang melampaui zamannya pada masa itu. Ketika nasionalisme menjadi pegangan garis perjuangan, Sjahrir menekankan bahwa tanpa demokrasi, nasionalisme bisa bersekutu dengan feodalisme. Menurutnya, humanisme jauh lebih penting dari segala-galanya, karena jika tanpanya, maka yang terjadi hanyalah sebatas memerdekakan dan mensejahterakan diri sendiri.Kata Kunci : Sjahrir, Sosialisme, Kemerdekaan
EKSISTENSI INDUSTRI SOUVENIR KERIS DI DESA AENG TONG-TONG KECAMATAN SERONGGI KABUPATEN SUMENEP TAHUN 1970 – 1987
IVAN NUR YASIN, MOH.;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri souvenir keris di Desa Aeng Tong-tong merupakan salah wujud perkembangan budaya yang muncul untuk mengatasi pergeseran fungsi dan makna keberadaan keris di masyarakat. Terdapat 2 penyebab dari masalah ini yang pertama adalah masuknya budaya yang dibawa bangsa asing dan kedua ketidakpedulian pemerintah yang mengikuti perkembangan modernisasi penelitian ini menjadi penting karena menghadirkan informasi sebagai bentuk solusi untuk mempertahankan keberadaan budaya keris dan mengetahui dampak yang akan ditimbulkan. Pada penelitian ini terdapat 3 rumusan masalah yang pertama mengenai latar belakang industri souvenir keris, kedua Perkembangan industri souvenir keris dan ketiga eksisnya kerajinan souvenir keris. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan fakta yang sesuai guna mendapatkan solusi yang tepat menggunakan 4 metode yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Industri souvenir keris dimulai pada tahun 1970-1971 oleh Mpu Murka? dan pengrajin lainnya berhasil memajukan keberadaan industri souvenir keris, tahun pada tahun 1973-1976 terjadi revitalisasi. tahun 1977 datang pemerhati keris nasional bernama Bambang Hasrinuksmo souvenir keris, pada tahun 1983-1987 Desa Aeng Tong-tong ditinggalkan Bambang Hasrinuksmo perkembangan dilanjutkan oleh Jaknal dan Hosni.Kata Kunci: industri, budaya, souvenir dan keris.
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974
AGUSTINA, VINATA;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974
AGUSTINA, VINATA;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974
AGUSTINA, VINATA;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI
AGUSTRI AYU, WULAN;
, SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya