cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016):" : 13 Documents clear
EFEK BERBAGAI WAKTU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI FILTRAT BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) TERHADAP PENURUNAN KADAR TIMBAL (PB) DAGING IKAN BADER (BARBONYMUS GONIONOTUS) DARI KALI SURABAYA BUDI AGUSTIN, SEYLA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan buah yang mengandung asam sitrat yang berfungsi sebagai pengkhelat logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi filtrat belimbing wuluh dengan lama waktu perendaman, kombinasi keduanya terhadap kadar logam berat timbal dan kombinasi terbaik antara konsentrasi filtrat belimbing wuluh dengan lama waktu perendaman dalam menurunkan kadar logam berat timbal pada ikan bader yang diambil dari Kali Rolak, Surabaya, yang diketahui telah mengandung logam berat timbal sebagai akibat pencemaran dari beberapa aktivitas manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yakni konsentrasi filtrat belimbing wuluh (0%, 50%, 75% dan 100%) serta lama waktu perendaman (30 menit dan 60 menit). Persentase penurunan kadar logam berat timbal dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan baik konsentrasi, lama waktu perendaman, maupun kombinasi konsentrasi dengan lama waktu perendaman berpengaruh terhadap penurunan kadar logam berat timbal. Kombinasi yang paling efisien yaitu pada konsentrasi 100% selama 30 menit yang mampu menurunkan logam berat timbal sebesar 47,619%.   Kata kunci: ikan bader (Barbonymus gonionotus); belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi); penurunan logam berat timbal
STRUKTUR POPULASI KEPITING TENTARA (MICTYRIS LONGICARPUS) DI PANTAI PANGPAJUNG, MODUNG, BANGKALAN, MADURA AZIZ SUBONO, ARRIJAL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting tentara (Mictyris longicarpus) adalah kepiting penggali pasir yang memakan bahan organik pada sedimen pasir pantai. Aktivitas makan dan menggali Mictyris longicarpus mampu mereduksi kelebihan bahan organik pada sedimen. Oleh sebab itu keberadaan Mictyris longicarpus penting bagi sistem kehidupan di pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur populasi Mictyris longicarpus di Pantai Pangpajung Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura berdasarkan kepadatan, rasio jenis kelamin, struktur umur, dan pola penyebaran. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun dan setiap stasiun dibedakan menjadi tiga sub zona intertidal, yaitu intertidal atas, tengah, dan bawah. Setiap intertidal dipasang 10 plot masing-masing seluas 1x1 m. Mictyris longicarpus dikoleksi, diidentifikasi jenis kelaminnya, diukur panjang karapaknya menggunakan jangka sorong. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mictyris longicarpus tidak ditemukan di intertidal bawah. Kepadatan populasi Mictyris longicarpus di Pantai Pangpajung, Modung, Bangkalan, Madura adalah 14,64 individu/m2. Rasio jantan dan betina 6:1, perbandingan jumlah antara juvenile dengan dewasa 2:1, dan pola penyebaran mengelompok.   Kata kunci: Mictyris longicarpus; struktur populasi; Pantai Pangpajung; Madura
PENGARUH EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP MORTALITAS HAMA WERENG COKLAT (NILAPARVATA LUGENS) FITRIYAH NINGSIH, NUR
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama tanaman padi yang ada di Indonesia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengendalikan serangga hama wereng coklat, yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing terhadap mortalitas hama wereng coklat, menentukan konsentrasi pemberian ekstrak daun kumis kucing yang paling efektif terhadap mortalitas hama wereng coklat, dan mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing terhadap produktivitas padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu A kontrol dengan 100 ml aquades dan ekstrak daun kumis kucing B (10%), C (20%), D (30%), dan E (40%). Sepuluh ekor wereng coklat diujikan tiap perlakuan. Data mortalitas hama wereng coklat dan berat basah biji padi dianalisis secara statistik dengan ANAVA dan dilanjutkan Uji Duncan. Konsentrasi efektif dianalisis dengan Probit Program Version 1.5 untuk mengetahui LC50 dan LC90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kumis kucing berpengaruh terhadap mortalitas hama wereng coklat. Konsentrasi yang efektif memengaruhi mortalitas hama wereng coklat sebesar 50% (LC50) yaitu 3,550% dan 90% (LC90) yaitu 41,073% pada 72 jam setelah pengaplikasian. Selain itu, pemberian ekstrak daun kumis kucing berpengaruh terhadap produktivitas padi. Kata kunci: mortalitas hama; wereng coklat; ekstrak; daun kumis kucing; produktivitas padi
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN MANGROVE DI KAWASAN PANTAI TENGKET, BANGKALAN-MADURA AMALIA, FILDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Mangrove di Desa Tengket Bangkalan Madura merupakan wahana hutan wisata dan juga sebagai area hutan lindung Perum Perhutani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mengevaluasi keanekaragaman spesies tumbuhan mangrove di Desa Tengket Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan-Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah yakni dengan menentukan jalur transek pada tiga stasiun yang terdiri atas dua puluh tujuh plot pengamatan. Pengambilan data dilaksanakan selama tiga hari tanpa menentukan batas waktu. Tumbuhan mangrove diidentifikasi berdasarkan ciri morfologi (akar, daun, dan buah) kemudian dihitung jumlahnya. Berdasarkan jumlah dalam setiap spesies mangrove, dihitung indeks keanekaragaman dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Pantai Tengket-Madura terdapat 11 spesies mangrove di antaranya Avicennia alba, Avicennia lanata, Aegiceras corniculatum, Camptostemon schultzii, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, dan Xylocarpus granatum dengan indeks keanekaragaman 2,2689 yang tergolong rendah dan dengan indeks dominansi 0,1176 tergolong tidak ada yang mendominansi.   Kata kunci: keanekaragaman Mangrove; dominansi; Mangrove Pantai Tengket Madura
PENGARUH PEMBERIAN HORMON GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN BUAH SECARA PARTENOKARPI PADA TANAMAN TOMAT VARITAS TOMBATU F1 AYU PERMATASARI, DINDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan sayuran populer di Indonesia. Selain mempunyai rasa yang lezat, tomat juga memiliki komposisi zat yang cukup lengkap dan baik seperti vitamin A, C dan K. Biji tomat memiliki kandungan glikosida sianogenik yang bersifat racun. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi penghilangan biji buah tomat, salah satunya yaitu dengan pemberian hormon GA3. GA3 sudah lama dikenal sebagai hormon penghasil buah dengan ukuran biji yang kecil atau bahkan tidak ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan bobot biji dan bobot buah tomat varitas Tombatu F1 yang terbentuk secara pertenokarpi serta konsentrasi hormon giberelin terbaik akibat pemberian berbagai konsentrasi hormon giberelin. Penelitian ini menggunakan (Rancangan Acak Kelompok) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi hormon giberelin yang diberikan (0 ppm, 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm). Pengulangan dilakukan sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 24 unit eksperimen. Parameter yang diamati adalah bobot biji dan bobot buah tomat varitas Tombatu F1. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar konsentrasi terhadap bobot buah maupun bobot biji buah tomat varitas Tombatu F1. Konsentrasi hormon giberelin terbaik adalah 100 ppm yang ditunjukkan dengan bobot buah sebesar 81,07 ± 1,59 gram dan bobot biji sebesar 0,05 ± 0,010 gram.   Kata kunci: Hormon giberelin; partenokarpi; pembentukan buah; tomat varitas Tombatu F1
POTENSI ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI PLASTIK JENIS POLIETILEN OXO-DEGRADABLE DARI TANAH TPA BENOWO SURABAYA TRI OCTAVIANDA, FIRSTA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodegradasi plastik merupakan proses degradasi polimer yang dilakukan oleh mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Empat isolat bakteri indigenous dari tanah TPA Benowo Surabaya yang memiliki potensi sebagai pendegradasi plastik polietilen oxo-degradable yaitu isolat A221, A231, A232, dan C231. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan isolat bakteri yang memiliki kemampuan mengurangi berat plastik polietilen oxo-degradable paling tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor, yaitu jenis isolat bakteri. Isolat bakteri yang digunakan adalah isolat A221, A231, A232, dan C231. Parameter yang diamati adalah persentase kehilangan berat plastik polietilen oxo-degradable. Uji potensi dilakukan dengan menginokulasikan bakteri dan memasukkan plastik polietilen oxo-degradable ke dalam media enrichment cair, kemudian diinkubasi selama 30 hari pada suhu 30oC. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan isolat bakteri dengan potensi degradasi plastik polietilen oxo-degradable terbesar adalah isolat C231 sebesar 0,247±0,138%. Perlakuan terbaik pada uji biodegradasi adalah pada isolat C231.   Kata kunci: biodegradasi; plastik polietilen oxo-degradable
PEMANFAATAN TEPUNG DARAH, TEPUNG TULANG DAN LUMPUR IPAL DARI INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANA) MAULIDA, ISNAINI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur IPAL dari industri pengolahan ikan kaya akan bahan organik C dan N, namun memiliki kandungan P dan K yang sangat rendah, sehingga modifikasi unsur hara dengan penambahan bahan dengan kandungan hara N, P dan K sangat tinggi seperti tepung darah dan tepung tulang melalui proses pengomposan dapat memperbaiki kualitas hara lumpur IPAL industri pengolahan ikan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kadar unsur hara yang terdapat pada pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang serta mengetahui pengaruh penggunaan pupuk terhadap pertumbuhan tanaman kangkung varietas Bangkok LP-1 dan mengetahui dosis yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktorial yaitu dosis kompos. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1,74 g; 1,30 g; 0,87 g dan 0,43 g, serta sebagai kontrol digunakan 0,13 g urea. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi, jumlah daun dan biomassa basah tanaman. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang mengandung unsur hara dengan kadar N 6,87%; P 0,67%; K 0,152 % dan rasio C/N sebesar 8. Pemberian pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dengan parameter tinggi, jumlah daun dan biomassa basah tanaman. Dosis yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman kangkung adalah 1,30 g dan 1,74 g.   Kata kunci: kualitas hara; lumpur IPAL; tepung darah; tepung tulang; pertumbuhan tanaman kangkung
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB)  DALAM  IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG HIDUP DI SUNGAI KALI TENGAH, SIDOARJO MAHALINA, WEDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan yang banyak ditemukan di sungai Kali Tengah, Sidoarjo adalah ikan nila. Ikan nila merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi. Kali Tengah merupakan salah satu jalur pembuangan lumpur Lapindo yang berasal dari pintu air utara dan selanjutnya akan dialirkan ke laut. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kandungan logam berat timbal (Pb) di dalam daging ikan nila yang hidup di sungai Kali Tengah Sidoarjo. Parameter yang diamati antara lain kondisi fisika-kimia air yang meliputi suhu, kecerahan, kekeruhan, kedalaman, pH, DO, karbondioksida bebas, dan kadar timbal (Pb) pada ikan nila. Data tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar baku mutu perairan menurut Peraturan Pemerintahan No.82 tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan ikan nila di sungai Kali Tengah Sidoarjo mengandung logam berat timbal (Pb), kandungan logam berat timbal (Pb) dalam daging ikan nila yang hidup di sungai Kali Tengah Sidoarjo berkisar antara 0,146 ppm-0,174 ppm.  Kandungan logam berat timbal (Pb) pada ikan nila di sungai Kali Tengah, Sidoarjo melampaui ambang batas baku mutu yang ditetapkan yaitu 0,008 ppm.   Kata kunci: sifat fisika-kimia; ikan nila; logam Pb
KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA AIR DAN IKAN BADER (BARBONYMUS GONIONOTUS) DI SUNGAI BRANTAS WILAYAH MOJOKERTO ENNI PRIATNA, DEBY
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan sungai yang penting bagi penduduk Jawa Timur. Di sekitar sungai Brantas Mojokerto terdapat banyak industri yang berpotensi membuang limbah mengandung Pb yang berpengaruh pada kualitas air sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kadar Pb pada air dan ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto terkait status keamanan pangan ikan bader yang hidup di Sungai Brantas Mojokerto dan mengevaluasi hubungan antara kadar Pb pada air dan kadar Pb pada ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto. Pengambilan sampel air dan ikan bader dilakukan di Sungai Brantas Mojokerto pada lima stasiun dengan tiga kali pengulangan, yakni stasiun satu di Desa Diwek, stasiun dua di Desa Gedeg, stasiun tiga di Desa Kangkungan, stasiun empat di Desa Mlirip, stasiun lima di Desa Mliriprowo. Analisis kadar Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kadar Pb dalam air dan ikan bader dianalisis secara deskriptif kualitatif, uji statistik korelasi dan juga dibandingkan dengan standart baku mutu (Permenkes No. 492 Tahun 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Pb pada air dan ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto telah melampaui nilai ambang batas maksimal, hasil tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh standart keamanan pangan. Kadar Pb pada air dengan  kadar  Pb ikan bader yang ada di Sungai Brantas Mojokerto berkorelasi positif, yaitu semakin tinggi kadar Pb pada air, semakin tinggi kadar Pb pada ikan bader.   Kata kunci: Pb; Sungai Brantas Mojokerto; ikan bader
ANALISIS KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI WADUK PACAL DESA KEDUNGSUMBER KECAMATAN TEMAYANG KABUPATEN BOJONEGORO HUSNUL KHOTIMAH, MEIRINA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Pacal merupakan salah satu waduk yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Waduk ini terisi air secara penuh pada musim hujan dan kering pada musim kemarau. Kondisi tepi waduk yang mengalami erosi menyebabkan pendangkalan sehingga ekosistem waduk terganggu dan mempengaruhi kualitas perairan. Plankton merupakan organisme akuatik yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui perubahan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keanekaragaman plankton sebagai indikator kualitas perairan waduk Pacal Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Pengambilan sampel dilakukan di waduk Pacal Bojonegoro dengan 5 stasiun penelitian. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya. Keanekaragaman plankton dihitung dengan indeks keanekaragaman Shannon-Weaner. Data jumlah plankton, keanekaragaman plankton, dan kualitas perairan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di waduk Pacal Bojonegoro ditemukan fitoplankton yang terdiri dari 37 jenis dan zooplankton yang terdiri dari 3 jenis. Nilai indeks keanekearagaman plankton di Waduk Pacal yaitu 3,3982 termasuk dalam kriteria sedang. Kualitas air waduk Pacal termasuk dalam kategori tidak tercemar sehingga berpengaruh terhadap keanekaragaman plankton yang termasuk dalam kriteria keanekaragaman sedang.   Kata kunci: Indeks keanekaragaman plankton; kualitas perairan; waduk Pacal

Page 1 of 2 | Total Record : 13