cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 27 Documents clear
ANALISIS BUTIR INSTRUMENPROBLEM SOLVING BERBASIS PERMASALAHAN KONTEKSTUAL PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS ALVIAN AFANDI, RAHMAD; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitasinstrumen soal problem solving berbasis masalah kontekstual pada materi momentum dan impuls menggunakan analisis butir soal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan di SMAN 16 Surabaya dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 peserta didik kelas X dan XI yang dipilih secara random. Instrumen problem solving pada materi momentum dan impuls tersebut berisikan 14 soal dengan bentuk uraian menggunakan indikator pemecahan masalah dari Jennifer Docktor. Hasil validitas teoritis ranah materi, bahasa, dan kriteria problem solving dinyatakan valid dengan memperoleh persentase kelayakan berturut-turut sebesar 96,88%;81,25%; dan 81,25%. Berdasarkan analisis taraf kesukaran didapatkan 92,86% berada pada kategori sedang dan pada kategori sukar sebesar 7,14% dengan nilai 0,29-0,48. Berdasarkan analisis sensitivitas diperoleh bahwa semua soal dinyatakan sensitif untuk mengukur problem solving peserta didik pada rentang indeks sensitivitas 0,32-0,72. Berdasarkan validitas empirik dapat diketahui 71,43% soal dinyatakan valid pada rentang nilai rhitung sebesar 0,4224-0,8466 dengan reliabilitas soal sebesar 0,757 pada kategori tinggi. Berdasarkan analisis kuantitatif (validitas teoritik, taraf kesukaran, sensitivitas, validitas empirik dan reliabilitas) disimpulkan bahwa 71,43% (10 Soal) instrumen problem solving berbasis masalah kontekstual dinyatakan layak
THE EFFECTIVENESS OF ICT-BASED PROBLEM BASED LEARNING IN IMPROVING HOTS FEHABUTAR, DALIANA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to describe the effectiveness of ICT-based Problem Based Learning in improving HOTS learners. This type of research is pre experimental design consisting of two experimental class with the same treatment. The analysis technique used is the paired t test to test differences in the pre-test and post-test, n-gain analysis to look at the criteria for the increase in value, as well as independent t test to see the average gain consistency both experimental classes. ICT-based PBL models is effective when the value of the post-test was higher than the pre-test, the average value of n-gain minimal medium category, and the average gain of both the experimental class is no different. The conclusion of the research is ICT-based Problem Based Learning is effective in improving HOTS.Keywords: Problem Based Learning, ICT, HOTS. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan Problem Based Learning berbasis ICT dalam meningkatkan HOTS peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design yang terdiri dari dua kelas eksperimen dengan perlakuan yang sama. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t berpasangan untuk menguji perbedaan nilai pre-test dan post-test, analisis n-gain untuk melihat kriteria peningkatan nilai, serta uji t independent untuk melihat kekonsistenan rata-rata gain kedua kelas eksperimen. Model PBL berbasis ICT dikatakan efektif apabila nilai post-test lebih tinggi daripada nilai pre-test, nilai rata-rata n-gain minimal berkategori sedang, dan kedua rata-rata gain kedua kelas eksperimen tidak ada beda. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisis, model PBL berbasis ICT efektif dalam meningkatkan HOTS Peserta didik.Kata kunci: Problem Based Learning, Berbasis ICT, HOTS.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MATERI ALAT OPTIK AININ, NURUL; , DWIKORANTO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan berpikir kreatif dan respon siswa terhadap penerapan model problem based instruction. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Kelas XI MIA 1 sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes dan kuosioner. Analisis kemampuan berpikir kreatif dengan uji n-gain score dan uji t-berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keterlaksanaan penerapan model problem based instruction memperoleh presentase sebesar 91% dengan kategori sangat baik (2) Siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif signifikan dengan taraf signifikan 5% didukung dengan perolehan n-gain score pada indikator fluency (lancar) sebesar 0,90 dalam kategori tinggi; pada indikator flexibility (luwes) sebesar 0,85 dalam kategori tinggi: pada indikator originality (pembaruan) sebesar 0,86 dalam kategori tinggi dan pada indikator elaboration (merinci) sebesar 0,77 dalam kategori tinggi (3) Memperoleh respon yang positif dari siswa dengan presentase 97% dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kataikunci: problem based instruction, berpikir kreatif, alat optik
ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI PROFIL KONSEPSI SISWA PADA MATERI TEORI KINETIK GAS ZAHRA, YUANITA; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menentukan kelayakan instrumen soal kepada kelas XI MIPA 5 pada materi Teori Kinetik Gas melalui four-tier diagnostic test. Tahap uji coba yakni Uji Coba 1 untuk menentukan kelayakan instrumen four-tier diagnostic test kepada 34 siswa kelas XI MIPA 5 dengan diperoleh persentase false positives (FP) 4,9% dan false negatives (FN) 6,8%.Validitas empiris konstruk setiap butir soal diperoleh 14 soal yang dinytakan valid dan validitas empiris konstruk keseluruhan butir soal diperoleh nilai (rxy) sebesar 0,362. Nilai indeks reliabilitas instrumen yang diperoleh menggunakan perhitungan Cronbach Alpha sebesar 0,562, kepraktisan instrumen terlihat pada terdistribusi merata terhadap kombinasi jawaban konsepsi yakni diperoleh dua nilai tertinggi pada kategori konsepsi PK (Paham Konsep) sebesar 37% dan M (Miskonsepsi) sebesar 30%. Instrumen dikatakan efektif berdasarkan hasil respon siswa dengan kategori baik. Kata Kunci : Kelayakan Instrumen, Profil Konsepsi, Teori Kinetik Gas, Four-Tier Diagnostic Test Abstract This study aims to determine the feasibility of class XI MIPA 5 students on the kinetic theory of gas through the four-tier diagnostic test. This type of research uses the ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation) model. This study consists of two stages of testing, namely First Trial to determine the feasibility of a four-tier diagnostic test instrument to 34 students of class XI MIPA 5 with the percentage of false positives (FP) 4.9% and false negatives (FN) 6.8%. The empirical validity of the construct of each item is obtained by 14 questions which are valid and empirical validity of the overall construct of the item obtained value (rxy) of 0.362. The instrument reliability index value obtained using Cronbach Alpha calculation is 0.562, the practicality of the instrument is seen to be distributed evenly to the combination of answers to conception, namely the highest two scores in the conception category Conceptual Understanding of 37% and Misconception of 30%. and the instrument is said to be effective based on the results of student responses in good categories Keywords: Instrument Feasibility, Profile Conception, Kinetic Gas Theory, Four-Tier Diagnostic Test
APPLICATION OF COGNITIVE CONFLICT LEARNING STRATEGIES TO REDUCE MISCONCEPTION ON HIGH SCHOOL STUDENTS AHMAD HANAFI, JOE; ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out student?s conception profile after cognitive conflict teaching strategy has been applied through learning model guided inquiry. Pre-test showed that misconception level of student in a high level, that is 61,02%. The effort to reduce student?s misconception is by given cognitive conflict strategy to the student?s with expectation that student will be aware of their wrong conception so that they decided to change their wrong conception. Conflict Cognitive is given through learning model guided inquiry. CRI (certainty of response index) is used to identify student?s conception. Conflict cognitive strategy can reduce the level of student?s misconception according to the outcome. Post-test result showed that misconception percentage is downgrade to 20,00%.Key Word: Misconception, Cognitive Conflict, CRI
HIGH SCHOOL STUDENTS PROFILE OF MISCONCEPTION IN ROTATIONAL DYNAMICS WAHYU KURNIAWAN, YONDA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to describe student?s profile of misconception on rotational dynamics before and after remidial instructions using beach ball discussion learning model. This research used pre-experimental design with one-group pre-test post-test design. Subjext of this research is 21 science class student in Lamongan, Indonesia. Before the instruction conduct, three-tier diagnostic test formatted pre-test is given to reveal student misconceptions profile. Physic instructions using beach ball discussion learning model then conducted. After the instructions, the same diagnostic test formatted was given as post-test. Collected data then analyzed to describe student misconceptions profile before and after the instructions. The result show that before the instructional there are misconception students got as average in every concept, after the instructions, misconceptions was reduced. Keywords : Misconception, Remidial, Rotational Dynamics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada materi dinamika rotasi sebelum dan sesudah pembelajaran remidial dengan model diskusi tipe beach ball. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan one-group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas XI MIA di Lamongan, Indonesia. Sebelum dilakukan pembelajaran, siswa diberi pre-test berupa tes diagnostik miskonsepsi bertipe three-tier untuk mengetahui profil konsepsi awal siswa. Setelah dilakukan pre-test, pembelajaran remidial dengan model diskusi tipe beach ball dilaksanakan. Setelah pembelajaran dilaksanakan, siswa diberi post-test berupa tes diagnostik yang sama dengan pre-test. Data yang terkumpul dianalisis untuk mendeskripsikan profil konsepsi siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran remidial secara rata-rata siswa mengalami miskonsepsi di setiap konsep dan setelah pembelajaran dilaksanakan jumlah miskonsepsi yang dialami siswa berkurang. Keywords: Miskonsepsi, Remidial, Dinamika Rotasi
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PUTRI AYU ANDIRA, DINDA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran guided-inquiry dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Optik Geometri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian true-experimental dan desain penelitian menggunakan control group pre-test and post-test design, dengan subyek penelitian sebanyak 96 peserta didik. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa (i) Keterlaksanaan pembelajaranKdengan menerapkan model pembelajaran GuidedIInquiry pada kelas eksperimen 1 dan model pembelajaran ProblemIBased Learning di kelas eksperimen 2 berada pada kategori sangat baik. (ii) Terdapat perbedaan peningkatan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol, dengan n-gain berturut-turut sebesar 0,37 (berkategori sedang), 0,47 (berkategori sedang) dan 0,23 (berkategori rendah) (iii) Model pembelajaran problemKbased learning lebih efektif dibandingkan dengan modelLpembelajaran guidedKinquiry dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materiIOptik Geometri. Kataikunci: Guided Inquiry, Problem Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis. Abstract This research aims to describe the effectiveness of the increase in critical thinking skills among teaching model guided-inquiry learning model of problem-based learning that is given to students the geometry of optical material. Type of research is descriptive quantitative research, methods and the true-experimental research design using a control group pre-test and post-test design, the study subjects were 96 learners. Based on data analysis can be concluded that (I) implementation learning by implementing Guided Inquiry learning model the experimental class 1 and the learning model Problem Based Learning in the experimental class 2 provide results that are in the very good category (ii) There are differences in the increase in critical thinking learners experimental class 1, class 2 experimental and control classes, with n-consecutive gain of 0.37 (medium category), 0.47 (medium category) and 0.23 ( low category) (iii) learning model of problem-based learning is more effective than the guided inquiry learning model in improving critical thinking skills of students in Geometry Optics material. Keywords: Guided Inquiry, Problem Based Learning, Critical thinking Skills.
PENINGKATAN LITERASI SAINS SISWA SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH ARDININGTYAS, DEVIA; JATMIKO, BUDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil peningkatan literasi sains, model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi sains, keterlaksanaan pembelajaran, serta respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran berdasarkan masalah, dan konvensional. Jenis penelitian ini true-experimental dan desain controligroupipre-testiand post-test, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 108 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa kelas eksperimenj1, kelas eksperimenj2, dan kelas kontrol, setiap kelas dapatjmeningkatkan kemampuan literasijsains siswajsecara signifikan pada ? = 5% dengan n-gain berturut-turut sebesar 0,51; 0,60; dan 0,29. Modeljpembelajaran inkuiri terbimbing dan modeljpembelajaran berdasarkan masalahjefektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa, sedangkan konvensional tidak efektif. Tetapi model pembelajaran berdasarkan masalah lebih efektif daripada inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen 1, kelas eksperimenj2,jdan kelasjkontrol memberikan hasil berada pada kategori sangat baik. Siswa memberikanjrespon positifjterhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran berdasarkan masalah, tetapi siswa memberikan respon yang negatif terhadap penerapan pembelajaran konvensional. Kataikunci: literasi sains, inkuiri terbimbing, pembelajaran berdasarkan masalah. Abstract This research aims to describe the results of increasing science literacy, more effective learning models to improve science literacy, the implementation of learning, and student responses due to implementationjofjguidedjinquiry,jproblemjbased learning, and conventional. The research uses true-experimental andjcontrol group pre-testjandjpost-testjdesign, apply to 108 students. This result show that there are differences in the increase in science literacy of students in the experimentaljclassj1, experimentaljclassj2jandjcontroljclass, each class can significantly increase science literacy skills at ? = 5%, with n-gain in a row of 0,51; 0,60; and 0,29. Guided inquiry and problem based learning are effective tojimprove students science literacy skills, while the conventional is ineffective. But, problem based learning are more effective thanjguidedjinquiry tojimprovingjstudentsjscience literacyjskills. The implementation ofjlearning in the experimental class 1, experimental class 2, and control class gave results that with a very good category. Students respond positively to the application ofjguidedjinquiryjand problem basedmlearning, butmstudentsmrespond negatively to the application of conventional learning. Keywords: science literacy, guided inquiry,jproblemjbasedjlearning.
THE APPLICATION OF PROBLEM-BASED LEARNING MODEL BASED ON MADURA’S LOCAL WISDOM TO IMPROVE STUDENTS HOTS IN PHYSICS SUBJECT , MAHMUD; ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning and results from HOTS improvement of students after the PBL learning model based on Maduras local wisdom was applied to Physics subjects. Design of this study using pre-experimental with one group Pre-test-posted. The subject of this study there is three classes with one experimental class and two replication classes. The implementation of learning is analyzed from the learning implementation sheet. HOTS enhancement of students is known from the results of the pre-test and post-test analyzed using t-test parametric statistics in pairs, and proceed with calculating the normalized gain value to find out the improve in HOTS learners. The results of the study showed that learning was carried out very well and there is a significant improve in HOTS of students after the PBL learning model based on Madura local wisdom was applied . HOTS improve in students is in the high category with an average the score gain is 0.804. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Madura?s local wisdom, Higher Order Thinking Skills (HOTS)
KTERLAKSANAAN MODEL PROBLEM BASED LAERNING UNTUK MELATIHKAN PHYSICS PROBLEM SOLVING ABILITY NURUL MUFIDA, SHOBRINA; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk memaparkan hasil keterlaksanaan penerapan dari model problem based learning untuk melatihkan problem solving ability. Jenis analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian kelas X MIPA SMA Khadijah Surabaya sebanyak 3 kelas yaitu kelas eksperimen, kelas replikasi I, dan kelas replikasi II dengan jumlah total 80 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran PBL untuk melatihkan physics problem solving. Observer melibatkan satu guru Fisika SMA di sekolah dan satu mahasiswa progam studi Pendidikan Fisika. Skor keterlaksanaan pembelajaran dikonservasikan dalam kriteria penilaian keterlaksanaan. Hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran ketiga kelas dapat dikatakan dalam kategori baik, untuk skor masing-masing kelas sebesar 3,4; 3,2; dan 3,1. Percentage of Agreement (PoA) dari kedua observer menyatakan memenuhi syarat penilaian keajegan atau stabil dengan kriteria sangat baik, untuk persentase penilaian pada masing-masing kelas adalah 94,4%; 94,4%; dan 97,2%. Katakunci: Keterlaksanaan Pembelajaran, Problem Based Learning, Physics Problem Solving Ability Abstract This study aims to describe the results of the implementation of the problem based learning model to train problem solving abilities. The type of analysis used is quantitative descriptive. The research subjects in class X MIPA Khadijah Surabaya High School were 3 classes, namely the experimental class, replication class I, and replication class II, a total of 80 students. The instrument used in this study is the observation sheet of the implementation of PBL learning to practice physics problem solving. The Observer involved one Physics teacher in the High School and one student from Physics Education study program. The learning implementation score is conserved in the evaluation criteria for implementation. The results of the analysis of the learning implementation of the three classes can be said to be in a good category, for each classs score of 3.4; 3,2; and 3,1. Percentage of Agreement (PoA) from the two observers stated that they met the assessment criteria for stability with very good criteria, for the percentage of assessment in each class was 94.4%; 94.4%; and 97.2%. Keywords: Implementation of Learning, Problem Based Learning, Physics Problem Solving Ability

Page 2 of 3 | Total Record : 27