cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 27 Documents clear
KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPEATIVE PROBLEM SOLVING DALAM MELATIHKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PUSPITASARI, NOVI; SETYARSIH, WORO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative problem solving. Jenis penelitian yang digunakanadalah deskriptif kuantitatifdengan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi yang dilakukan di SMA Negeri 16 Surabaya. Pengambilan data menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dihitung secara keseluruhan kemudian dikonversikan ke dalam kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata setiap tahapan pembelajaran Fisika dengan menggunakan model cooperative problem solving pada ketiga kelas berbeda-beda yakni 3,59 untuk kelas eksperimen, 3,66 untuk kelas replikasi 1, dan 3,79 untuk kelas replikasi 2. Persentase keterlaksanaan pembelajaran cooperative problem solving pada ketiga kelas terlaksana dengan kategori sangat baik. Untuk kelas eksperimen persentase keterlaksanaan pembelajarannya sebesar 95%, kemudian untuk kelas replikasi 1 persentase keterlaksaannya sebesar 95% dan untuk kelas repikasi 2 persentase keterlaksanaannya sebesar 95%. Kata Kunci :Cooperative Problem Solving, Keterlaksanaan Pembelajaran. Kemampuan Pemecahan Masalah Abstract The purpose of this study is to describe how the implementation of learning using cooperative problem solving learning models. The type of research used is descriptive quantitative with 1 experimental class and 2 replication classes conducted at 16 SMA Negeri Surabaya. Retrieval of data using research instruments in the form of implementation observation observation sheet. The average score of the implementation of learning is calculated as a whole and then converted into the assessment criteria for the implementation of learning. The results of the analysis that have been conducted show that overall the average of each stage of learning Physics by using cooperative problem solving models in the three different classes namely 3.59 for the experimental class, 3.66 for the replication class 1, and 3.79 for the class replication 2. The percentage of learning implementation cooperative problem solving in all three classes was carried out in a very good category. For the experimental class the percentage of learning implementation is 95%, then for the replication class 1 the percentage of coercion is 95% and for the replication class 2 the percentage of implementation is 95%. Key words: Cooperative Problem Solving, Implementation of Learning, Problem Solving Ability.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM EFEK FOTO LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA. FEBRI PRIYANTONO, ADITYA; ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan alat praktikum efek fotolistrik. Kelayakan alat praktikum efek fotolistrik dapat dinyatakan layak dapat dinilai dari nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifitas alat praktikum efek fotolistrik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Hasil uji coba terbatas alat praktikum efek fotolistrik ini dilaksanakan di kelas XII IPA 1 SMA Raden Rahmat Balong Bendo. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, nilai validitas alat praktikum efek fotolistrik beserta LKPD pada materi efek fotolistrik mendapatkan nilai validitas yaitu 85,8% dan 78,5% yang termasuk dalam kategori baik. Kepraktisan alat praktikum efek fotolistrik dinilai melalui nilai keterlaksanaan pembelajaran yaitu dengan nilai 3,71 yang termasuk kedalam kategori sangat baik dan nilai angket respon peserta didik yaitu 79,8% yang termasuk dalam kategori baik. Efektifitas alat praktikum efek fotolistrik pada materi efek fotolistrik baik ditinjau dari hasil peningkatan keterampilan proses sains peserta didik mencapai skor rata-rata 0,66 dengan kategori sedang dan peningkatan keterampilan proses sains tersebut meningkat dengan kategori peningkatan signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat praktikum efek fotolistrik layak untuk dipakai dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik SMA kelas XII. Kata kunci : Keterampilan proses sains, dan efek fotolistrik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI MAN 1 SIDOARJO ADITYA WIJAYA, RIZKY; , SULIYANAH
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis adalah salah satu tahapan berpikir tingkat tinggi yang selalu berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Manusia selalu dihadapkan pada permasalahan sehingga diperlukan data-data agar mampu membuat keputusan yang logis. Tetapi tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik masih rendah ketika pra-penelitian dilakukan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di MAN 1 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pra eksperimen (pre ? experimental) dengan One - Group Pre-test ? Post-test Design. Penelitian ini dilakukan pada tiga kelas XI MIA, Sampel yang digunakan menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan guru di sekolah. Hasil keterlaksanaan penerapan model pembalajaran guided discovery mendapatkan persentase 93%, 88% dan 86% dengan kriteria sangat baik. Peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dapat dilihat dari nilai perbandingan Pre-test dan Post-test yang mengalami peningkatan. Hasil analisis n-gain pada kelas eksperimen 0,650 berkatagori sedang, untuk kelas replikasi satu 0,606 katagori sedang, dan pada kelas replikasi dua 0,706 berada kategori tinggi. Respons peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran guided discovery berada pada kategori sangat baik. Jadi kesimpulan yang diperoleh adalah pembelajaran model guided discovery dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dan mendapat respons yang baik dari peserta didik. Kata Kunci : Guided Discovery, Keterampilan Berpikir Kritis, Pre-test, Post-test.
VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI DENGAN EBOOK HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI IMPULS DAN MOMENTUM IKHSAN, FATKHUL; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini perkembangan zaman dimana semua sudah menggunakan teknologi, sumber belajar juga berkembang dengan mengikuti teknologi yang sudah ada. Sumber belajar yang tadinya hanya berupa buku cetak sekarang terdapat dalam bentuk ebook. Ebook dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar yang interaktif, karena dapat mengintegrasikan suara, gambar, animasi maupun video sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional yang hanya dapat memuat teks dan gambar saja. Untuk menerapkan pembelajaran menggunakan ebook maka diperlukan perangkat pembelajaran yang valid untuk mendukung penggunaan ebook. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kevalidan dari perangkat pembelajaran fisika yang teritegrasi dengan ebook high order thinking skills untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dideskripsikan diantaranya RPP, LKPD, Instrumen Keterlaksanaan Pembelajaran, dan Lembar Evaluasi Pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang menggunakan lembar validasi untuk mengetahui kevalidan dari perangkat. Dari hasil penilaian dinyatakan bahwa perangkat yang dikembangkan valid digunakan sebagai bahan pembelajaran. Kata kunci: kevalidan, perangkat pembelajaran, ebook high order thinking skills
RANCANG BANGUN ALAT PERAGA FORCE TABLE SEDERHANA UNTUK PENJUMLAHAN GAYA DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI PENJUMLAHAN VEKTOR , RAHAYUNINGTYAS; SUCAHYO, IMAM
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan alat peraga force table sederhana. Kelayakan alat peraga force table sederhana dapat dinyatakan layak dapat dinilai dari nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifitas alat peraga force table sederhana. Prosedur penelitian ini menggunakan sebagian metode 4D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan (1974) yang meliputi Define (Pendefinisian) dan Design (Perencanaan). Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari validator dan peserta didik kelas X SMA Al-Azhar Menganti Gresik sebanyak 25 peserta didik. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, nilai validitas alat peraga force table sederhana pada materi penjumlahan vektor mendapatkan nilai validitas konseptual yaitu 88% dari tiga validator yang termasuk dalam kategori sangat baik/sangat layak untuk digunakan. Hasil angket respon peserta didik yaitu 86% yang termasuk dalam kategori sangat positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat peraga force table sederhana yang dikembangkan memenuhi syarat kelayakansecara konseptual untuk menunjang pembelajaran fisika pada materi penjumlahan vektor. Kata kunci : Alat Peraga, Force Table, Validitas, Respon Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK SMA RAHMAWATI, DIAH; SUPRAPTO, NADI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik setelah diterapkan model pemelajaran guided discovery. penelitian idilakukan di SMA Negeri 3 Kota Mojokrto menggunakan 2 kelas yakni X MIPA 3 dan X MIPA 4 yang berjumlah 72 peserta didik.Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one shot case study dengan metode penelitian observasi, dokumentasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian bahwa keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik meningkat pada kategori sedang dari ke-2 kelas tersebut setelah diberikan pembelajaran dengan pengukuran berdasarkan hasil pretest dan posttest. Bahwa nilai pre-test pada kelas X MIPA 3 sebesar 31,61 dan nilai post-test sebesar 77,08 sedangkan pada kelas X MIPA 4 sebesar 33,88 dan besar nilai post-test yakni 75,69. Peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dapat diamati berdasarkan hasil uji prasyarat salah satunya yakni uji n-gain menunjukkan bahwa rata-rata nilai n-gain pada kelas X MIPA 3 sebesar 0,64 sedangkan pada kelas X MIPA 4 sebesar 0,63. Kata kunci: guided discovery, argumentasi ilmiah Abstract The aim of this study is to describe the improvement of scientific argumentation skills of students after applying guided discovery learning models. This research was conducted at SMA Negeri 3 Mojokerto and it used 2 classes of X MIPA 3 and X MIPA 4, which amounted to 72 students. This study was used quantitative research and one shot case study as the design with observation, documentation, and test. Based on the results of the study showed that the scientific argumentation skills of students increased in the medium category of the 2 classes after being given learning by measurement based on the results of the pretest and posttest. The pre-test value in class X MIPA 3 was 31.61 and the post-test value was 77.08 while in class X MIPA 4 was 33.88 and the post-test value was 75.69. The improvement of students scientific argumentation skills can be observed based on the results of the prerequisite test, that was the n-gain test showed that the average value of n-gain in class X MIPA 3 was 0.64 while in class X MIPA 4 was 0.63. Keywords: Keywords: guided discovery, scientific argumentation.
PENGEMBANGAN KONTEN E-BOOK MATERI USAHA DAN ENERGI BERBASIS CRITICAL THINKING INDRIANI, MEILINDA; KHOLIQ, ABD.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT terdiri dari silabus, rancangan pelaksanaan pembelajaran, dan ECT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas silabus sebesar 92,50%, persentase validitas rancangan pelaksanaan pembelajaran sebesar 92,86%, persentase validitas ECT sebesar 90,40%. Sehingga perangkat pembelajaran model diskusi berbasis ECT sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Validitas, Perangkat Pembelajaran, ECT Abstract This research aims to describe the validity of learning tools discussion model based on ECT. This research used a quantitative descriptive research. Learning tools discussion model based on ECT consist of syllabus, learning implementation plan, and ECT. Research result postulate show that the percentage of syllabus validity is 92,50%, the percentage of learning implementation plan validity is 92,86%, the percentage of ECT validity is 90,40%. So learning tools discussion model based on ECT very vaid used in the process of learning. Keywords: validity, learning tools, ECT

Page 3 of 3 | Total Record : 27