cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 22 Documents clear
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY BATIK TULIS TENGGERAN KOTA PROBOLINGGO PARAMITA, YUNDA; CAHYO KUSUMANDYOKO, TRI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh Batik Tulis Tenggeran Kota Probolinggo yang merupakansalah satu tempat produksi batik tulis dengan motif khas kota Probolinggo. Dikelola oleh Ibu Sawali,Batik Tulis Tenggeran ini memiliki kualitas yang bagus dengan motif batik yang indah. Tempat inimerupakan salah satu tujuan para wisatawan mancanegara apabila berkunjung ke Probolinggo setiapbulannya. Batik Tulis Tenggeran mempunyai identitas visual berupa logo dan beberapa media promosi,namun media promosi yang ada kurang efektif untuk menarik minat masyarakat terhadap Batik TulisTenggeran. Selain itu, identitas adalah bagian terpenting dalam suatu perusahaan, sedangkan identitas dariperusahaan ini belum menunjukkan karakter dari Batik Tulis Tenggeran itu sendiri. Strategi khusus yangharus dimiliki oleh perusahaan ini adalah meningkatkan citra atau image yang meliputi keunggulanproduk batik yang ditawarkan kepada konsumen. Maka dengan demikian penulis membuat rancangancorporate identity untuk memperkenalkan identitas visual secara lebih baik kepada konsumen sertamembuat identitas tersebut menjadi lebih mudah diingat. Perancangan ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif desain yang terdiri dari beberapa proses diantaranya pengumpulan data, analisisexisting, SWOT, penentuan USP, dan Positioning. Perancangan ini juga meliputi pembuatan logo yangdibuat sesuai dengan karakter dan ikon dari Batik Tulis Tenggeran, dimulai dengan penentuan simbolatau ikon yang disederhanakan lalu pemilihan tipografi dan warna. Setelah logo selesai dibuat makakemudian diaplikasian terhadap beberapa media yang dibutuhkan seperti stationary, promotion tools,sosial media, dan signage. Kemudian membuat pedoman identitas visual guna mempermudah informasipenggunaan dan penerapan logo pada berbagai media dengan benar, dilanjutkan dengan validasi, prosesrevisi, dan final.Kata Kunci: Corporate Identity, Logo, stationary, promotion tools, sosial media, signage, Batik,Identitas Visual.
BATIK MOTIF “PECEL” DI GALERI MURNI KOTA MADIUN FATIKA SARI, CINDI; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Madiun terdapat 3 perajin batik yang terkenal salah satunya adalah Sri Murniati. Dialahpendiri Galeri Batik Murni yang merupakan home industry pertama kali membuat batik Pecel. Rumusanmasalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana awal mula terbentuknya Batik Motif ?Pecel? di GaleriMurni? Kota Madiun?, (2) Bagaimana karakteristik Batik Motif ?Pecel? di Galeri Murni? Kota Madiun?.Adapun tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui dan mendeskripsikan awal mula terbentuknyaBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun, (2) Mengetahui dan mendeskripsikan karakteristikBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan datadilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untukmendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data. Berdasarkan observasi bermula dari pelatihanmembatik di Panti PKK Tahun 2010 Sri Murniati mulai belajar membatik dan mendalaminya sehinggamemutuskan untuk menimba ilmu di Solo dan Yogyakarta selama satu tahun. Setelah itu mendirikanrumah produksi Batik ?Galeri Batik Murni? pada 25 Oktober 2011 dan memproduksi batik yang memilikinilai jual serta karakteristik yang tidak dimiliki oleh batik lain. Sehingga, mengangkat Pecel sebagaimotifnya. Jenis Batik motif Pecel diantaranya : Pecel kombinasi Kawung, Pecel Pincuk kombinasi Parang, PecelKomplit kombinasi Parang, Pecel Daun Ketela kombinasi Kawung, Pecel Sayuran kombinasi Parang danKotak-Kotak, Pecel Komplit, Pecel Gunungan, Pecel kombinasi Daun Pisang, Pecel Godhong Kates danPecel Kembang Turi. Memilih lingkungan alam yang menjadi ikon kota Madiun dalam pembuatan desainbatik Pecel Madiun. Isen-isen yang sering digunakan berupa cecek, sewut dan rambutan sedangkanpewarnaan batik menggunakan remasol dan indigosol. Berdasarkan data yang diperoleh maka peneliti dapat menyimpulkan Batik Motif Pecel mengangkattema makanan khas Madiun dan memiliki karakteristik yang terbentuk dari unsur-unsur Pecel dibuatsecara sederhana namun sebagian desain motifnya di kombinasi dengan batik klasik.Kata Kunci : Batik Pecel Madiun, Awal Mula Terbentuknya, Karakteristik
HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI PADA TOKOH MINKE DAN NYAI ONTOSOROH DALAM NOVEL BUMI MANUSIA SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN SENI LUKIS RIDWAN, MUCHAMMAD; NYOMAN LODRA, I
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Watak tokoh Minke dan Nyai Ontosoroh yang diangkat dalam sebuah novel berjudul ?Bumi Manusia? karyaPramoedya Ananta Toer memiliki konsep diri yang menarik, sehingga menginspirasi penulis untukmerepresentasikannya kedalam bentuk karya seni lukis. Konsep diri tersebut dapat terbentuk akibat adanyahubungan interpersonal sesama manusia. Penciptaan karya ini melalui beberapa tahapan seperti, membuat sketsakasar, persiapan alat dan bahan, proses pewarnaan background, proses pewarnaan objek, dan finishing. Dalamproses penciptaan ini, teknik yang digunakan yaitu teknik impasto dan teknik aquarel, dengan mengadopsi gayadeformasi. Karya yang dihasilkan berjumlah 3 karya, dengan ukuran berfariasi. Karya pertama dan ketigamenggunakan kanvas, sedangkan karya kedua menggunakan media triplek. Karya pertama merupakanrepresentasi dari watak tokoh Minke. Karya kedua menggambarkan tentang salah satu konflik yang diangkatdalam novel, yaitu budaya jawa yang menganut paham patriarkisme. Karya ketiga merupakan hasil representasidari tokoh Nyai Ontosoroh yang selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar.Kata Kunci: Watak, Interpersonal, Deformasi, Representatif, Seni Lukis.
MOTIF MAHKOTA PADA BATIK TULIS SEKARDANGAN SIDOARJO ANDRIYANI LAILATUL MAGHFIROH, EKA; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik tulis Sekardangan merupakan salah satu pusat perbatikan yang sudah lama ada di Sidoarjoselain di Jetis dan Kenogo. Batik Sekardangan terletak di Jalan Wahidin III kecamatan SekardanganKabupaten Sidoarjo. Batik Sekardangan dikenal masyarakat sebagai batik halus dan mahal. MotifMahkota adalah salah satu motif khas batik Sekardangan yang sudah dipatenkan oleh pemerintah daerah.Rumusan masalah penelitian ini meliputi : 1) Bagaimana perwujudan motif Mahkota pada batiktulis Sekardangan Sidoarjo?. 2) Bagaimana makna filosofi pada motif Mahkota di batik tulisSekardangan Sidoarjo?. Adapun tujuanya: 1) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan perwujudan motifMahkota di batik tulis Sekardangan Sidoarajo. 2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan makna filosofismotif Mahkota di batik tulis Sekardangan Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan diuraikan secara deskriptif, pengumpulan datadilakukan melalui obsevasi, wawancara, dengan dua perajin batik tulis Sekardangan dan kurator batikJawa Timur. Di lengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitianuntuk mendapatkan data yang valid, dilakukan trigulasi data. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 motif mahkota yang dibuat oleh perajin batik Sekardangandengan perubahan bentuk motif maupun pola susun motif yang dibuat dari masa ke masa. perwujudanbatik motif Mahkota Sekardangan terinspirasi oleh alam sekitar seperti, flora, fauna, alam benda danpemandangan. motif Mahkota pada batik Sekardangan meliputi motif utama, motif tambahan/pelengkap,isen-isen motif dan warna. Makna filosofi batik motif Mahkota adalah sesuatu yang sangat tinggi danmulia, sesuatu untuk mencapai keseimbangan atau harapan untuk dapat menjaga hubungan baik dengansemua yang di ciptakan pencipta-Nya.Kata Kunci : Batik Motif Mahkota Sekardangan, Perwujudan, Makna Filosofi.
EKSISTENSI RUMAH BATIK TULIS WARDANI DI “KAMPOENG BATIK JETIS SIDOARJO” NUR ANIYAH, ALIFAH; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah batik Wardani merupakan nama sebuah tempat home industry batik yang terletak di Jetis Jl.Pasar No.7B Jetis Sidoarjo. Kekhsan dari batik Jetis Wardani ini dari segi warna yang di pakai pada bagianbackground dan pada motif-motifnya. Warna yang digunakan yaitu warna-warna cerah dan mencolokseperti, merah, biru, hitam, hijau, kuning, coklat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sejarah berdirinya rumah batik tulisWardani di ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??; 2) Bagaimana pola mamanajemen di rumah batik tulisWardani di ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??; 3) Bagaimana karakteristik batik di rumah batik tulis Wardanidi ?Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo??. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan datadilakukan melalui observasi, wawancara dengan perajin, dilengkapi dengan studi kepustakaan sertadokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data secara valid dilakukan triangulasidata dan informan review. Kerajinan di Rumah batik Wardani ini yang berada di kampoeng Jetis ini sudah ada sejak tahun 1985,didirikan oleh bapak M. Amri Zainal Arifin. Berawal dari membantu ibunya sejak SD sehingga pak Amrimampu mendirikan sebuah usaha batik di kampoeng batik Jetis Sidoarjo. Manajemen di rumah batik Wardani ini dikolah sendiri oleh pak Amri dan dibantu dengankaryawan-karyawanya. Di butik-butik milik pak Amri ini selain menjual batik tersedia juga baju batik,busana muslim, peralatan sholat, peralatan untuk membatik, hijab. Selain itu pak Amri juga mempunyaitempat untuk work shop juga. Pak Amri selain jadi pemilik dia juga ikut dalam pembuatan batik.Karakteristik utama pada rumah batik wardani ini terdapat pada warna pada background dan motifbatiknya. Warna ?warna yang digunakan identik sangat mencolok dan cantingan pada motif-motif yangdigambarkan terlihat sangat kasar. Itulah yang menjadi ciri khas dari batik Jetis Sidoarjo. Warna-warna yangsering digunakan seperti merah, biru, hitam, hijau, kuning, coklat.Kata Kunci: Rumah batik Wardani, manajemen, karakteristik
KEGELISAHAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS SYAMSUL ARIFIN, MOHAMMAD; NYOMAN LODRA, I
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegelisahan sebagai ide penciptaan karya seni lukis ini di latar belakangi karena perasaan cinta kepada seseorangperempuan yang tak berujung dengan hubungan percintaan. Penulis telah berlebihan dalam mempertahankan cintatersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan, rasa sakit dan kegelisahan. Oleh karena itu penulisingin mengolah ide kegelisahan tersebut dalam penciptaaan karya. Dalam penciptaan karya ini, bentuk kegelisahan dibuat dengan percampuran teknik, dalam bentuk sebuah lukisan,dengan melalui beberapa tahapan seperti, membuat desain karya, persiapan alat dan bahan, proses pembuatanbackground, sketsa, pembentukan objek, pewarnaan, finishing. Teknik yang digunakan yaitu teknik kuas dan tekniksemprot. Karya yang dihasilkan penulis berjumlah 5 karya, dengan ukuran sama, karya pertama sampai kelima penulismenggunakan media kanvas. Karya pertama sampai kelima merupakan sebuah gambaran perasaan gelisah karena terlaluberlebihan memikirkan seseorang perempuan.Kata kunci: Kegelisahan, Penciptaan, Seni Lukis.
GAYA HIDUP ANAK MUDA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS AL HANIF, THORIQ; NYOMAN LODRA, I
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terciptanya karya lukis bergaya surealisme ini berawal dari prilaku lifestyle atau gaya hidup anak muda, dimana dimasaitu kebebasan berekspresi soal gaya hidup menjadikan frame of referance untuk membentuk sikap serta pola prilakunya.Masa dimana dunia berasa dalam genggaman tangan, penuh cinta, cita-cita dan pencarian jati diri. Sebelumnya penulismenciptakan bentuk-bentuk karakter visual dari kegemaran menonton filem kartun dan mengkoleksi toy,s untukmengekspresikan kesenaganya. Untuk penciptaan karya seni lukis ini penulis memfokuskan pada penggambarankarakter visual fiktif bertubuh manusia dengan ciri khasnya seperti mumi dengan topeng hitam layaknya Zoro.Meskipun sederhana tapi tidak terlihat menyeramkan seperti mumi pada umumya, ia hidup dan memiliki kesan sensualsehingga yang tercipta bukan rasa kematian melainkan kehidupan. Dalam karya tugas akhir ini penulis mengambil tematentang gaya hidup anak muda terutama dalam hal fashion, kesenangan-kesenangan seputar penampilan, aksesoris, sertamode referensi untuk sesuatu yang trend saat ini dalam tampilan dan segi berdandan seseorang. Karya yang dihasilkansebanyak 5 buah karya seni lukis.Kata kunci: Gaya Hidup Anak Muda, Inspirasi, Seni lukis
GESTUR TUBUH WANITA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS CHANDRA WICAKSANA, RAVI; AGUS BASUKI OEMAR, EKO
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terciptanya karya lukis berawal dari ide pencipta yang terinspirasi oleh gestur tubuh wanita, berangkat daripengalaman pencipta hingga observasi langsung, dengan melihat, mengamati, dan memaknai setiap pesan darigestur tubuh tersebut. Dalam penciptaan karya ini, pencipta memiliki konsep tentang sebuah pesan-pesan yangdisampaikan bukan hanya melalui pembicaraan atau bahasa verbal saja, melainkan dengan gestur tubuh sebuahpesan-pesan tertentu bisa tercipta. Dalam penciptaan karya seni dua dimensi, pencipta menggunakan berbagaiteknik, terutama teknik (stensil) dan teknik (kuas), dengan menggunakan media kanvas. Terwujudnya lukisantersebut dilandasi oleh sebuah ide dan konsep yang dimiliki pencipta, kemudian divisualisasikan dengan prosesberkarya, sehingga menghasilkan tiga buah karya lukisan. Karya pertama berjudul ?Tersenyum Gelisah?, karyakedua berjudul ?Tersadar Akan Penyesalan?, karya ketiga berjudul ?Hopeless?.Kata kunci: Ide Penciptaan, Gestur Tubuh, Karya Seni Lukis.
ANALISIS GAMBAR ILUSTRASI KARYA BODILPUNK DALAM KURUN WAKTU 2012-2018 NUGROHO, RONI; , MARTADI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rahadil Hermana atau kerap disapa Bodilpunk adalah salah satu ilustrator Indonesia yang berasal dari kotaMalang, Jawa timur. Selain sebagai ilustrator Bodilpunk adalah artis grafis untuk sebuah pakaian, barangdagangan band, poster dan lain-lain. Dalam proses pembuatan karya ilustrasi tidak hanya sekedar untukmembuat karya saja, namun dalam penciptaan sebuah karya oleh erat kaitannya dengan penyajian unsur senisehingga dapat dinikmati oleh konsumen dan semua kalangan, mengingat konsumen dan penikmat seni sebagaisarana objek penyampaian pesan visual. Hal tersebut diwujudkan melalui penelitian yang dilakukan penelitianberupa data kualitatif. Fokus penelitian kualitatif terdapat pada eksplorasi, hal ini digunakan untuk memperolehpemahaman tentang alasan yang mendasari, opini, serta motivasi dari terciptanya sebuah karya dengan nilaiestetika. Gambar ilustrasi Bodilpunk terbagi menjadi tiga periode yaitu periode doodle dan realis (2012-2013),akulturasi budaya (2013-2016 awal), dan periode tradisional tattoo (2016 pertengahan - sekarang). Dalamgambar ilustrasi Bodilpunk tahun 2017-2018 mengalami perubahan karena stagnan dan kurang untuk menyasarindustri yang lebih luas. Bentuk gambar ilustrasi Bodilpunk yang tersaji dalam kurun waktu 2017-2018 adalahilustrasi dekoratif dengan tema eksplorasi tatto yang mana bentuk mengacu pada refrensi tatto pelaut tahun 1980yang bersifat flat.Kata Kunci: Ilustrasi Bodilpunk, Analisis, Kualitatif.
EKSPLORASI BENANG SEBAGAI MEDIA PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA DELLITA, WINDA; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman penulis dibidang fesyen, proses detail teknik jahit, sulam danrajut untuk membuat sebuah busana dengan estetika tertentu menjadi sumber ide karya seni rupa penulis. Fokuspenciptaan pada karya ini adalah mengeksplorasi media benang dengan salah satu tema fesyen ?Greyzone? yangmenginterpretasikan bentuk dan visual limbah dalam bentuk karya seni rupa. Beberapa metode penciptaan karya senirupa antara lain, pengamatan visual, ide, konsep, proses, eksplorasi, eksperimen, hasil karya, evaluasi, validasi, revisi,dan penyajian. Perwujudan karya terdiri dari lima tahapan dengan teknik menjahit, merajut serta menyulam, tahappertama menyiapkan alat dan bahan, kedua membuat background, ketiga membuat objek visual, keempat pemberiandetail, dan terakhir finishing. Terdapat 5 hasil karya yakni, ?waste from water?, ?big confusion?, ?contaminated mind?,?refused to grow?, ?trapped on the same condition?. Dari hasil karya yang telah dibuat penulis, media benangmempunyai banyak bentuk visual yang memiliki potensi besar untuk dieksplorasi, baik dari segi teknik maupun objekyang diciptakan.Kata Kunci: Eksplorasi, Tema, Penciptaan, Seni Rupa, Fesyen.

Page 1 of 3 | Total Record : 22