cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 16 Documents clear
ANALISIS GAYA GRAFFITI WAHYU COEASRT TAHUN 2014–2016 ALAM, SYAIFUL; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graffiti sering disebut sebagai seni yang mencerminkan perkembangan kota. Tidak hanya kota besar yang terkena dampak perkembangan graffiti salah satunya kota Tuban. Graffiti sudah ada di Tuban sejak tahun 2000-an. Wahyu Coesart merupakan salah satu seniman graffiti yang bisa disebut seniman jenius karena dapat menggabungkan 2 kata atau lebih dalam satu karya serta merupakan seniman yang berpengaruh di kota Tuban.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan Wahyu Coesart di dunia graffiti, Proses pembuatan karya graffiti dan gaya graffiti yang digunakan oleh Wahyu Coesart pada tahun 2014 - 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Data yang diperoleh melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis karya yang mengacu pada buku dari Gottliieb. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data dan informant review.Hasil penelitian ini menunjukan Wahyu memulai graffiti pada tahun 2003 saat sering diajak berkumpul dengan seniman graffiti oleh kakaknya ,Proses penciptaan graffiti dimulai dari sketsa, penentuan warna, penentuan media, Proses mendasari media, Fill-in, Framing, Pembuatan dimensi ,Piece outline dan gaya graffiti yang digunakan wahyu pada tahun 2014 - 2016 adalah abstract, Wildstyle, silvers dan Semi-wild. Kata kunci : Graffiti, Coesart, Tuban
PERANCANGAN BUKU POP-UP PENGENALAN KATA TEMA BINATANG UNTUK SISWA TK-B , KHAERIYA; CAHYO KUSUMANDYOKO, TRI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan di TK B Dharma Wanita Persatuan I Mulung Driyorejo adalah keterbatasan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah buku Lancar Berbahasa yang berwarna hitam putih, berbahan tipis, dan hanya dimiliki guru sehingga siswa tidak berkesempatan unutk belajar membaca di rumah. Sebab itu, dibutuhkan alternatif media pembelajaran. Sebagai alternatif media pembelajaran, penulis merancang buku Pop-up Pengenalan Kata Tema Binatang untuk Siswa TK B. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep perancangan media Buku Pop-up Pengenalan Kata, mendeskripsikan langkah-langkah dalam merancang Buku Pop-up Pengenalan Kata, dan mewujudkan Buku Pop-up Pengenalan Kata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Langkah penelitian meliputi analisis kebutuhan siswa, analisis existing dan analisis 5W+1H. Setelah analisis data, peneliti merancang konsep, merancang buku, dan mewujudkan buku pop-up. Hasil dari penelitian ini adalah Buku Pop-up Pengenalan Kata Tema Binatang untuk Siswa TK B sebanyak 20 halaman dalam dua buku ukuran 21x21cm. Buku yang sudah jadi, diharapkan nantinya dapat bermanfaat sebagai media belajar bagi siswa TK B di TK Dharma Wanita Persatuan I Mulung Driyorejo dan sekaligus digunakan untuk belajar di rumah bersama orang tua. Kata Kunci: media, buku pop-up, taman kanak-kanak, binatang.
ANALISIS MOTIF BATIK DI “BATIK RENGGANIS” KABUPATEN SITUBONDO LUSIANA, IRMA; , MARSUDI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Rengganis pada awalnya bernama batik Bujuk Lente yang berdiri tahun 1994, diambil dari nama Juk Lente salah seorang pendiri Desa Selowogo yang sangat dihormati. Namun dikarenakan adanya bencana alam usaha batik Bujuk Lente berhenti pada tahun 1996. Pada tahun 2009 usaha batik Bujuk Lente dihidupkan kembali dan berganti nama Batik Rengganis. Batik Rengganis merupakan nama sebuah batik sekaligus griya batik di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo, yang telah menghasilkan banyak motif batik dan menjadi ciri khas batik Situbondo. Beberapa motif Batik Rengganis telah mendapatkan hak paten. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perkembangan Batik Rengganis di Kabupaten Situbondo tahun 1994-2019; (2) Mendeskripsikan perwujudan motif Batik Rengganis di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid, dilakukan triangulasi data. Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan melalui analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa dalam sejarah perkembangannya, telah dihasilkan beberapa motif batik Bujuk Lente, tetapi masing-masing motifnya tidak ada namanya. Pada perkembangannya Batik Rengganis telah menghasilkan 10 motif batik yang terinspirasi dari lingkungan alam serta sosio budaya masyarakat di Kabupaten Situbondo. Nama motif batik tersebut antara lain motif le?rke?le?ran, kerang gempel, ojung, tale? percing, malate? sato?or, penggir se?re?ng, binggel manik, jaring samudera, baluran menunggu, raja mina. Perwujudan motif di Batik Rengganis sebagian besar dibuat sederhana namun ekspresif. Isen-isen yang sering dipakai dalam motif berupa isen cecek, isen sawut dan isen rawan sedangkan pewarna yang digunakan adalah warna sintetis remasol yang menghasilkan warna yang cerah dan mencolok. Kata Kunci: Motif batik, Batik Bujuk Lente, Batik Rengganis.
PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA LOGAM BERUPA PERHIASAN SAPI SONOK ADI YULIANTO, HAINUR; CHRYSANTI ANGGE, INDAH
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Sapi Sonok di pulau Madura adalah kearifan lokal masyarakat Madura yang mempertontonkan kecantikan dan keanggunan sepasang sapi betina yang sudah terlatih. Kesenian ini dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik perhiasan serta diiringi arak-arakan penari dan pemusik khas Madura. Bukan hanya menjadi tontonan semata melainkan banyak sekali nilai filosofis yang terkandung didalamnya mulai dari nilai keindahan, nilai kerjasama, nilai kasih sayang, nilai persaudaraan, dan nilai sportifitas. Kesenian ini sangat menjunjung tinggi norma-norma kekeluargaan dan menjadi media silaturahmi antar pesertanya. Penciptaan karya seni kriya logam berupa perhiasan Sapi Sonok melalui sebuah proses perenungan sebagai landasan utama penciptaan karya seni kriya logam. Media yang digunakan tidak sama seperti perhiasan Sapi Sonok pada umumnya, dalam pembuatannya menggunakan kain bludru serta manik-manik yang dirangkai sedemikian rupa. Kali ini perupa menciptakan karya perhiasan yang sedikit berbeda dari biasanya. Perupa menginginkan pembaharuan serta dapat melestarikan kebudayaan kearifan lokal di pulau Madura dengan menciptakan perhiasan menggunakan media logam kuningan. Logam kuningan menjadi bahan utama pembuatan karya perhiasan dengan menstilasi corak-corak ragam hias yang sudah ada pengangguy. Perhiasan yang dipadukan dengan berbagai pernak-pernik serta bantalan spon supaya karya perhiasan logam kuningan tersebut tidak melukai kulit sapi. Kata kunci: Kearifan lokal, Sapi Sonok, stilasi, perhiasan, logam kuningan, pengangguy.
PENGEMBANGAN DESAIN ANYAMAN ECENG GONDOK DI CV. RIZQAN MUFIDAH KEBRAON KARANG PILANG SURABAYA ZUHRI SHIDIQ ARROHMAAN S, M; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menganyam merupakan salah satu kegiatan seni tradisi tertua didunia. Sejak dulu kegiatan menganyam menjadi sebuah tradisi yang sifatnya turun-temurun dan dijadikan hobi atau perkerjaan sampingan bahkan dijadikan sebuah industri rumahan. Salah satu industri rumahan yang berhasil mengembangkan usahanya dan mencapai pasar ekspor adalah CV. Rizqan Mufidah. Walau demikian keberhasilan tersebut harus ditunjang dengan suatu usaha pengembangan produk, maka dari itu pengrajin dituntut lebih inovatif dan kreatif lagi dalam mengembangkan anyamannya. Ada keunggulan yang dimiliki oleh CV. Rizqan Mufidah yakni dari segi kualitas bahan baku eceng gondok dan komitmen dalam penggunaan warna dasar alami dari eceng gondok itu sendiri. Dari potensi anyaman tersebut masih diperlukannya inovasi dalam pengembangan bentuk produk karena untuk produk tidak monoton dan mengurangi tingkat persaingan dengan produk lain yang sangat ketat. Saat ini konsumen kerajinan anyaman eceng gondok bermacam generasi sehingga diperlukannya inovasi dan ide-ide baru dalam pengembangan produk anyam eceng gondok itu sebagai sebuah kewajiban pengrajin. Inovasi dan ide-ide baru itulah yang dibutuhkan pengrajin dalam mengembangkan dan mempertahankan kerajinan anyaman eceng gondok diera sekarang. Dari hal tersebut ada dua yang menjadi landasan penelitian ini, yakni Bagaimanakah mengembangkan desain - desain anyaman eceng gondok di CV. Rizqan Mufidah? Dan sejauh mana hasil eksplorasi ide-ide yang dapat diterima oleh masyarakat?. Dalam proses penelitian pengembangan desain anyaman eceng gondok ini peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Menurut Sugiyono, dalam metode penelitian ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tertentu. Untuk teknik pengumpulan data penelitian pengembangan ini adalah wawancara, observasi dan kuesioner. Kerajinan anyaman eceng gondok di CV. Rizqan Mufidah dikembangkan menjadi 12 desain produk yakni 4 tas, 2 meja, 2 lampu, 2 kursi, 2 rak sepatu. Dari hasil 12 desain tersebut divalidasi, dan dilakukan uji coba produk pada 6 desain yaitu: 1 rak sepatu, 1 kursi anak, 1 meja, 1 lampu, dan 2 tas. Dilihat dari hasil kuesioner mengenai hasil produk yang telah dikembangkan, dari 30 jumlah responden rata-rata menilai baik/minat dan sangat baik/minat pada lembar kuesioner terhadap produk-produk yang telah dikembangkan. Jenis pertanyaan mengenai penerapan bentuk, penggunaan motif, dan tingkat minat responden pada produk pengembangan desain anyaman eceng gondok. Kata kunci: Pengembangan, Anyaman, Eceng Gondok.
HIASAN SUKU INDIAN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LOGAM ARUM SETYARI, ULFA; CHRYSANTI ANGGE, INDAH
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Indian adalah pemukim pertama yang sampai di Amerika Utara 20.000 tahun lalu. Suku tersebut kemudian berkembang menjadi beberapa Suku. Suku yang terkenal seperti Suku Apache, Aztec, Sioux, Creek dan masih banyak lagi suku yang tersebar di seluruh Amerika. Pada abad ke-16, orang Eropa bernama Colombus tiba disana untuk kali pertama. Ia mengira sampai di India dan menyebut penduduk asli tersebut dengan julukan ?Indian?. Julukan tersebut populer hingga saat ini (Frederick Starr,2011:5). Suku Indian umumnya melakukan perjalanan selama berhari-hari, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berburu. Salah satu hewan yang diburu yakni bison. Selain diburu untuk dimakan, bison juga diambil kulit dan tulangnya. Kulit bison biasanya digunakan untuk bahan pakaian dan selimut, sedangkan tulangnya digunakan untuk aksesoris dan hiasan. Suku Indian sangat suka menghias. Tulang bison biasanya digunakan untuk aksesoris baik pria maupun wanita Indian, sedangkan tulang kepalanya digunakan untuk hiasan. Hal tersebut yang menginspirasi perupa dalam menciptakan karya dan menjadikan kepala bison sebagai objek utama dalam penciptaan karya skripsi ini. Karya yang diciptakan mengarah pada seni murni, yang dalam pembuatan karya memiliki tujuan untuk menghasilkan keindahan yang bersumber pada kenikmatan tanpa pamrih dan tanpa kemanfaatan praktis. Karya pada penciptaan ini memiliki makna hiasan Suku Indian yang merupakan simbol kekuatan dan keperkasaan Suku Indian karena telah berhasil mengalahkan Bison saat perburuan. Proses perwujudan karya pada skripsi ini meliputi pengumpulan data, pembuatan desain, perbaikan desain, menentukan desain dan perwujudan karya. Perupa membuat 13 desain dan empat desain terpilih yang diwujudkan. Bahan utama yang digunakan yakni logam tembaga berbentuk plat berukuran 36x60 cm dan ketebalan 0,55 mm. Pada karya tersebut, juga terdapat bahan pendukung seperti bulu ayam, kawat tembaga, tali dan manik-manik. Teknik yang digunakan dalam perwujudan karya tersebut adalah teknik ukir wudulan. Pada proses pewarnaan karya, menggunakan proses oksidasi menggunakan bahan kimia SN. Kata Kunci: Suku Indian, Hiasan, Logam.

Page 2 of 2 | Total Record : 16