cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 15 Documents clear
VERLETZUNGEN DES KOOPERATIONSPRINZIP IN DER WHO AM I -KEIN SYSTEM IST SICHER RAMZI, AMMAR; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auszug Eine Kommunikation kann erfolgreich sein, wenn die Kommunikationsteilnehmer (Sprecher und Zuhörer) gut zusammenarbeiten oder kooperativ sind. Die Sprecher und die Zuhörer muss zum Kommunikationsprozess beitragen. Beitragen bedeutet, Informationen bereitzustellen, die mit dem übereinstimmen, was diskutiert wird. Im Zusammenhang mit dieser Notwendigkeit brachte Paul Grice ein Prinzip das bekannt als Kooperationsprinzip vor. Aber unter realen Bedingungen wird es oft verletzt. Also diese Studie wird versucht, die Verletzungen des Kooperationsprinzip in der Film Who am I -Kein System ist Sicher zu untersuchen. Verwendet diese Studie einen qualitativen Forschungsansatz. Nach Durchlaufen des Forschungsprozesses wurde festgestellt, dass in den vier Maximen des Kooperationsprinzip von Grice (Maximen der Qualität, Quantität, Relation, und Weise) alle Verletzungsdaten gefunden wurden. Bei verschiedenen Formen von Verletzungen variieren natürlich auch die Beweggründe, die dem Charakter zugrunde liegen, sich an Kooperationsprinzip zu halten. Schlußelwörter: Grices Kooperationsprinzip, Verletzung des Kooperationprinzip, Film Who am I -Kein System ist Sicher Abstract A communication can be successful if there is good cooperation between communication participants (speakers and listeners). Cooperation means that every speaker and listener must contribute to the communication process. Contributing means providing information that is in accordance with what is being discussed. Related to this need Paul Grice put forward the principle known as the Cooperative Principle. But in real conditions it is often being violated. So this study tries to examine violations of cooperative principle through the film Who am I ?Kein System Sicher ist. With a lot of data in the form of speeches in the film dialogue, this study uses a qualitative research approach. After going through the research process it was found that in the four maxims of the Grices cooperative principle (maxime of quality, quantity, relevance, and manner) all found violation data. With different forms of violations, of course the motivations underlying the character to not comply with cooperative principles also vary. Keywords: Grice?s Cooperative Principle, Violation of Cooperative Principles, Who am I -Kein System ist Sicher.
MAKNA KONOTATIF SLOGAN BUNDESTAGSWAHL TAHUN 2017 PUSPITA, FEBRIANTI; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bundestagswahl atau pemilihan umum federal Jerman tahun 2017 diikuti oleh enam partai politik, yaitu CDU (Christlich Demokratische Union Deutschlands), SPD (Sozialdemokratische Partei Deutschlands), AfD (Alternative für Deutschland), FDP (Freie Demokratische Partei), Die Linke, serta Bündnis 90/ Die Grünen. Salah satu alat peraga kampanye yang memiliki peranan penting dalam meyakinkan konstituen adalah poster. Selain berisi gambar dan identitas partai, dalam poster juga terdapat slogan yang berisi visi serta pesan yang ingin disampaikan partai politik kepada khalayak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna slogan Bundestagswahl tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam slogan Bundestagswahl tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa kalimat slogan dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yakni dianalisis berdasarkan makna denotatif dan konotatifnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing slogan memiliki makna tersirat yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meyakinkan pembaca agar memilih partai yang dikampanyekan. Kata kunci: slogan, makna konotatif, Bundestagswahl
INTERAKSI SIMBOLIK TOKOH DALAM NOVEL DEMIAN: DIE GESCHICHTE VON EMIL SINCLAIR JUGEND KARYA HERMANN HESSE AYUSTIANI, HASNA; SAKSONO, LUTFI
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berinteraksi manusia sering menggunakan simbol untuk menyampaikan maksud atau perasaannya. Interaksi tersebut disebut Interaksi simbolik. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme Simbolik George Herbert Mead yaitu Mind Self dan Society. Rumusan penelitian (1) bagaimana tokoh menunjukan Mind dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend? (2) bagaimana tokoh menemukan Self dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend? (3) bagaimana Society dalam novel ?Demian:die Geschichte von Emil Sinclair Jugend?. Dalam penelitian, peneliti menemukan proses Mind tokoh Emil Sinclair dengan tokoh lain melalui Gestur,simbol,makna dan tindakan. Mind yang di dapatkan berupa simbol selama interaksi yaitu 14 simbol. Sedangkan Self ada 2 tahap yaitu tahap menemukan jati diri dan tahap diri. Tahap persiapan dalam interaksi Emil Sinclair dengan Franz Kromer dan Max Demian. Tahap bermain dimulai saat Emil Sinclair menjadi seperti Demian dan terus mencari jati dirinya. Tahap permainan, ketika simbol Ciuman Demian dan Emil Sinclair. Tahap diri terdiri atas I dan Me, I dalam simbol Arloji, siulan, tepukan bahu, ibu jari dan pandangan. Sedangkan tahap Me muncul pada simbol abraxas, uluran tangan, mencium, usapan, phoenix, meremas dan ciuman. Society yang ditemukan yaitu kondisi masyarakat,cara berfikir masyarakat, Konflik Sosial, Simpati,I dan Me dalam society.Kata kunci : Interaksi Simbolik, Demian, Simbol
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM OHR PADA BUKU STUDIO D A1, A2, DAN B1 SELA DESITASARI, FARISKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen makna adalah keseluruhan makna yang dimiliki sebuah kata, yang mempunyai fungsi agar dapat mengetahui makna-makna yang terkandung pada setiap kata. Salah satu kata yang memiliki komponen makna adalah kata kerja atau verba. Verba panca indera pendengaran atau verba berendonim Ohr memiliki makna terkandung yang kompleks. Hal ini menimbulkan berbagai penafsiran pembaca maupun penerjemah. Dengan adanya komponen makna pada setiap verba berendonim Ohr dapat mengetahui perbedaan makna yang muncul. Oleh karena itu, analisis komponen makna harus dilakukan. Penelitian ini memiliki satu tujuan, yaitu mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Ohr pada sumber data. Sumber data yang dimaksud adalah buku studio D A1, A2 dan B1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik guna mencapai tujuan tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan teori analisis dari Mansoer Pateda, yakni 6 langkah-langkah analisis komponen makna. Berdasarkan penggunaan analisis teori tersebut dihasilkan 4 verba berendonim Ohr yang memiliki medan makna saling berdekatan, sebagai berikut: abhören, anhören, hören dan zuhören. Semua verba tersebut memiliki pembeda makna, pembeda makna dapat dilihat dari (1) pelaku, (2) sumber suara, (3) cara mendengarkan, (4) pengantar suara, dan (5) grammatik. Dari kelima pembeda makna tersebut dapat jelas terlihat perbedaan makna yang muncul melalui analisis komponen makna. Kata kunci : Buku Studio D, Makna Leksikal, Verba Berendonim Ohr
STRUKTUR DAN PANDANGAN DUNIA DALAM ANGST ESSEN SEELE AUF KARYA RAINER WERNER FASSBINDER SATRIO, RAGIL; RAHMAN, YUNANFATHUR
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca perang dunia II, tepatnya tahun 1950-1970 an, Jerman mengalami kelumpuhan ekonomi, kota-kota di Jerman membuat sebuah kebijakan untuk mengimpor pekerja dari negara lain secara massal guna menghadapi kemerosotan ekonomi, pekerja-pekerja ini akhirnya disebut Gastarbeiter. Permasalahan Gastarbeiterdalam kehidupan bermasyarakat ini diangkat ke dalam kisah sebuah film berjudul Angst EssenSeele Auf yang ditulis dan disutradarai oleh Rainer Werner Fassbinder. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana struktur dalam Angst Essen Seele Auf? 2) Bagaimana Pandangan dunia dalam Angst Essen Seele Auf? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan pandangan dunia dalam Angst Essen Seele Auf menggunakan teoristrukturalisme genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik keseluruhan-bagian dan pemahaman-penjelasan dalam metode dialektik. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Angst Essen Seele Auf karya penulis dan sutradara Rainer Werner Fassbinder. Data dalam penelitian ini adalah dialog dan tindakan para tokoh yang menggambarkan struktur dan pandangan dunia menurut Lucien Goldmann. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Struktur parsial yang berupa relasi dialektik antara tokoh problematik dengan tokoh lain, dan relasi dialektik antara tokoh problematic dengan objek sekitarnya, struktur parsial tersebut disatukan ke dalam keseluruhan yang membentuk suatu makna totalitasnya, strukturnya mengalami perubahan dari struktur lama yang berupa masyarakat represif menjadi struktur baru yang berupa masyarakat toleran 2) Pandangan dunia yang diwujudkan dari respon dialog dan tindakan tokoh hero terhadap tokoh dan objek sekitarnya, pandangan dunia tersebut terdiri dari beberapa gagasan utama, yakni perubahan pola piker masyarakat, pendidikan anti otoriter, kesetaraan manusia, dan persatuan. Serta homologi struktur yang menumbuhkan pandangan dunianya melalui persamaan peristiwa di dunia nyata yang diangkat ke dalam karya, yakni terdiri dari gastarbeiter yag sering jatuh sakit, alienasi di dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan pekerjaan, pernikahan antar ras untuk mendapatkan hak tinggal, scapegoat society, imigran Maroko yang dianggap kurang higienis, imigran yang kesusahan berkomunikasi. Kata kunci: Film Angst Essen Seele Auf, Struktur, Pandangan Dunia, Strukturalisme geneti

Page 2 of 2 | Total Record : 15