cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 8 Documents clear
MASKULINITAS PADA TOKOH “MARISA” DALAM FILM “KRIEGERIN” KARYA DAVID WNENDT MAULIDYA HURIN INN, RIZKA
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Film dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar dan suara. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak dalam waktu singkat. Film pun memiliki banyak unsur, mulai dari jalan cerita, konflik, sinematografi, dan karakter tokoh. Hal ini membuktikan adanya unsur intrinsik karya sastra pada pembentukan film. Dewasa ini terdapat berbagai ragam film, Meskipun cara pendekatannya berbeda-beda, semua film dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung. Contohnya seperti masalah maskulinitas yang sedang ramai diperbincangkan. Film Kriegerin karya David Wnendt ini mengangkat isu maskulinitas dengan adanya tokoh Marisa. Penelitian ini menggunakan teori BSRI oleh Sandra Bem untuk menghitung indikator maskulinitas Marisa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan cara mendeskripsikan lalu mengkalkulasi data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Tujuan penelitian ini adalah agar pembaca mengetahui kadar maskulinitas yang muncul pada tokoh Marisa pada film Kriegerin. Kata Kunci: film, masculinity.
MOTIF TOKOH UTAMA DALAM DONGENG DAS MӒDCHEN OHNE HӒNDE KARYA BRÜDER GRIMM EMMATRIFENA, KERENHAPUKH
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif merupakan suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan seseorang bertindak untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai suatu tujuan yang akan dicapai. Setiap manusia dilahirkan dengan adanya kebutuhan dalam diri. Tindakan seseorang selalu didasari oleh keinginan internal. Kondisi semacam ini dapat dimungkinkan terjadi juga dalam dunia dongeng. Dengan demikian motif dalam dongeng Das Mädchen ohne Hände dapat diangkat dalam suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa saja penyebab datangnya motif instrinsik yang dialami oleh tokoh utama dalam dongeng Das Mädchen ohne Hände. Proses penelitian motif intrinsik pada tokoh utama akan diidentifikasikasi dengan teori Maslow, yaitu teori hierarki kebutuhan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuliatitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dongeng Das Mädchen ohne Hände. Data yang terdapat dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan wacana dalam setiap paragraf yang menunjukkan adanya motif pada tokoh dalam dongeng Das Mädchen ohne Hände karya Brüder Grimm. Data dikumpulkan dengan membuat korpus data. Hasil dari penelitian ini terdapat 13 data yang menunjukkan adanya motif intrinsik berdasarkan kebutuhan yang mempengaruhinya, yakni: 2 kebutuhan fisiologi, 5 kebutuhan rasa aman, 4 kebutuhan kepemilikan dan cita, 1 kebutuhan harga diri, dan 1 kebutuhan aktualisasi diri. Kata kunci : Motif, Dongeng, Das Mädchen ohne Händ
NILAI MORAL DALAM DONGENG HÄNSEL UND GRETEL DAN NENEK PAKANDE MOHAMAD ADINAGARA, BERLIANA
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan Nilai ? nilai moral Hänsel und Gretel dan Nenek Pakande. Penelitian ini menggunakan pendekatan sastra bandingan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif dengan menggunakan metode sastra bandingan. Data penelitian berupa data kata maupun kalimat dan berisi klasifikasi tentang persamaan dan perbedaan nilai-nilai moral dalam dogeng Hänsel und Gretel dan Nenek Pakande.Sumber data adalah dua dongeng yang berasal dari Negara yang berbeda yang berjudul Hänsel und Gretel dan Nenek Pakande yang di unduh dari media internet.Teknik pengadaan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh dengan validitas semantik..Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Wujud moral yang terkandung dalam kedua dongeng tersebut ada 3, yaitu moralitas manusia dengan diri sendiri yaitu bertanggung jawab, mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati, dan pemalas, moralitas manusia dengan masyarakat yaitu saling menolong, semena-mena, serakah,dan moralitas manusia dengan Tuhan yaitu manusia akan mendapat hukuman atau pahala sesuai dengan apa yang dilakukan. Dalam kedua dongeng tersebut tidak ditemukan adanya moralitas manusia dengan alam. (2) Bentuk penyampaiaan moral pada kedua dongeng disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Kata Kunci: Sastra Bandingan,Moral, DongengZiel dieser Studie war die Ähnlichkeiten und Unterschiede in Wert zu beschreiben - moralische WerteHänsel und Gretel und Großmutter Pakande. Diese Studie verwendet den Ansatz der vergleichenden Literaturwissenschaft. Der Ansatz in dieser Studie ist ein objektiver Ansatz Methoden der vergleichenden Literatur verwendet wird. Die Forschungsdaten sind Daten, Wörter und Sätze und Klassifizierung der Ähnlichkeiten und Unterschiede der Zeichenfiguren und moralischen Werte in dogeng Hänsel und Gretel und Großmutter Pakande.Sumber enthält die Daten zwei Mythos aus verschiedenen Ländern Hänsel und Gretel und Großmutter Pakande aufgerufen, internet.Teknik Medien aus den Datenerfassungstechniken heruntergeladen verwendet werden gelesen und aufgezeichnet. Die Daten wurden mittels qualitativer beschreibende Technik analysiert. Die Gültigkeit der von semantik..Hasil Validität der Studie gewonnenen Daten sind wie folgt. (1) Als moralische in diesen beiden Geschichten enthalten ist, gibt es drei, nämlich die menschliche Moral mit sich selbst, die verantwortlich ist, etwas mit ganzem Herzen und Faulenzer, die menschliche Moral in der Gesellschaft, das sich, willkürlich, gierig, und die Moral des Menschen mit Gott, dem Mensch wird bestraft oder belohnt nach dem, was getan wird helfen, in diesen beiden Geschichten fanden keine Moral der menschlichen Natur. (2) Die zweite moralische fable penyampaiaan geliefert direkt und indirekt. Schlüsselwörter: Werte, Moral, ein Märchen.
ANALISIS PLOT DALAM FILM DAS PARFUM : DIE GESCHICHTE EINES MÖRDERS WAHYUDHA BUYUNG PRASETYA, YERIANSEN
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PLOT DALAM FILMDAS PARFUM : DIE GESCHICHTE EINES MÖRDERSYeriansen Wahyudha Buyung PrasetyaProgram Studi Sastra Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri SurabayaWahyudhayeriansen@gmail.comR.r. DYAH WOROHARSI P.Program Studi Sastra Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri SurabayaAbstrakIstilah sastra secara etimologis diturunkan dari bahasa Latin Literatura (Iittera: huruf atau karya tulis). Istilah itu dipakai untuk menyebut tatabahasa dan puisi. Istilah Inggris Literature, istilah Jerman Literatur, dan istilah Perancis Litterature berarti segala macam pemakaian babasa dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa Indonesia, kata sastra diturunkan dari bahasa Sansekerta (Sas- artinya mengajar, memberi petunjuk atau instruksi, mengarahkan; akhiran ?tra menunjukkan alat atau sarana) yang artinya alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran. Penelitian analisis plot dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders ini bertujuan untuk, mendeskripsikan plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Berdasarkan hal ini, masalah yang diteliti adalah: Bagaimana plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktur naratif dengan metode penelitian deskriptif dan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan struktur naratif digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk menganalisis struktur plot yang terdapat dalam sub-skript film. Plot dalam film dapat terjadi dalam berbagai urutan sehingga peneliti menggunakan teori struktur naratif klasik berdasarkan Tasrif beserta tambahan teori Nurgiyantoro dan Bergmann sebagai penunjang penelitian untuk mendeskripsikan plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu pada sub-skript film. Pada penelitian ini, peneliti akan memfokuskan penelitian perihal kalimat yang paling menunjukkan ciri-ciri plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu pada sub-skript film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Berdasarkan hasil penelitian analisis, disimpulkan bahwa plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum : Die Geschichte Eines Mörders, yaitu menunjukkan plot sorot-balik. Apabila digambarkan skema plot terbentuk D1 ? A ? B ? C ? D2 ? E. Simbol D1 = Tahap Klimaks Pertama: Durasi waktu ke 00:54-03:39, pada tahap klimaks pertama menampilkan kaitan penyorot-balikan peristiwa tahap klimaks kedua pada durasi waktu ke 01:52:57-02:12:57. Tahap klimaks pertama ditampilkan pembacaan vonis untuk Jean Baptiste oleh pemerintah Kota Grasse, Jean mendapatkan hukuman berisi siksaan akibat pembunuhan terhadap perempuan-perempuan di Kota Grasse. Simbol A = Tahap Penyituasian: Durasi waktu ke 03:40-01:11:06, pada tahap penyituasian secara khusus menerangkan kisah kehidupan tokoh Jean Baptiste dari Jean lahir hingga Jean dewasa. Simbol B = Tahap Pemunculan Konflik: Durasi waktu ke 01:11:07-01:22:07, pada tahap pemunculan konflik ditampilkan secara singkat suatu peristiwa dari aksi tokoh Jean Baptiste Granouille membunuh seorang gadis petani bunga di laboratorium Kota Grasse. Simbol C = Tahap Peningkatan Konflik: Durasi waktu ke 01:22:08-01:52:56, pada tahap peningkatan konflik peristiwa-peristiwa secara intensif menerangkan peningkatan aksi pembunuhan semakin memakan banyak korban yang dilakukan oleh tokoh Jean Baptiste Granouille. Simbol D2 = Tahap Klimaks Kedua: Durasi waktu 01:52:57-02:12:57, pada tahap klimaks kedua merupakan peristiwa puncak kemenangan tokoh Jean Baptiste Granouille, Jean lolos dari eksekusi yang akan dilakukan oleh algojo, dan Jean berhasil mengelabui seluruh warga Kota Grasse yang menyaksikan eksekusi dengan wangi parfum yang Jean ciptakan dari ekstraksi para gadis Kota Grasse. Simbol E = Tahap Penyelesaian: Durasi waktu ke 02:12:58-02:27:40, pada tahap penyelesaian menerangkan peristiwa tokoh Jean Baptiste Granouille yang memutuskan kembali ke Kota Paris, sesaat Jean telah sampai di Kota Paris menampilkan peristiwa tokoh Jean Baptiste Granouille mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seluruh parfum hingga para gelandangan memakan tubuh Jean, sehingga tubuh Jean sirna. Peristiwa kematian tokoh Jean Baptiste Granouille menandakan kesudahan cerita film.Kata kunci: Analisis, Plot, Film, Das Parfum : Die Geschichte Eines Mörders
MISTISISME PUISI JOHANN WOLFGANG VON GOETHE DALAM WEST-Ó¦STLICHER DIVAN SAWITRI WILWANDARI NINGRUM, PRISKA
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West-?stlicher Divan (Diwan Timur-Barat) merupakan kumpulan puisi liris karya Johann Wolfgang von Goethe berisikan cinta dan kekagumannya pada Islam ditulis pada periode Klasik dalam rentang waktu 1814 sampai 1819. West-?stlicher Divan merupakan salah satu sastra yang beraliran sufi ditulis dalam gaya Persia. Istilah sufi lebih menunjuk pada suatu literatur yang memuat ekspresi, ajaran dan pemikiran mistis, khususnya dalam bentuk puisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memfokuskan perhatiannya pada pendekatan interpretatif dan naturalistik terhadap objek kajian yang mengkaji dengan mendeskripsikan tiga puisi karya Johann Wolfgang von Goethe, antara lain: (1) Vier Gnaden, (2) Bedenklich dan (3) Erschaffen und Beleben., untuk menganalisis puisi dilandasi argumentasi berdasarkan konsep Dimensi Mistisisme Islam Annemarie Schimmel (1975) dengan menjabarkan syariat, tarekat, hakikat, tawakal, sabar, mahabba-ma?rifa dan beberapa kutipan ayat al-Qur?an. Penelitian ini memberikan gambaran dilandasi multi-tafsir untuk membuka tabir tentang isi kandungan nilai-nilai puisi West-?stlicher Divan. Sehingga hasil kesimpulan penelitian memberikan sebuah gambaran tentang karya-karya puisi Johann Wolfgang von Goethe yang memiliki kandungan multi tafsir atau makna ganda. Salah satu tentang kandungan makna warna hijau.Kata Kunci: Puisi, Sufisme, Mistisisme.
ANALISIS FRASA PADA IKLAN KECANTIKAN WANITA ROHMAH, AFIFATUR
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Slogan merupakan frasa pendek atau suatu kalimat pendek yang mudah untuk diingat, digunakan untuk menjelaskan sesuatu dengan singkat dan menarik. Dalam slogan, terdapat frasa yang mampu menjadi karakteristik agar mudah diingat. Pembuatan sebuah slogan tentu saja membutuhkan kontruksi frasa yang terstruktur dengan baik agar penyampaiannya tak hanya menarik namun juga tepat. Fokus penelitian ini adalah kontruksi frasa pada slogan-slogan iklan kecantikan wanita berbahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kontruksi frasa yang terdapat dalam slogan iklan kecantikan wanita berbahasa Jerman. Teori yang digunakan untuk menganalisis frasa tersebut adalah Duden. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Baumgrafik yang merupakan salah satu teknik dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman yang diperlukan untuk pemahaman terhadap struktur kalimat, kelas kata, dan jenis frasa dalam bahasa Jerman. Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan Nivea dari internet/web resmi Nivea. Data yang diambil sebanyak 11 data slogan iklan kecantikan khusus wajah yang mempunyai ciri spesifik seperti frasa dari slogan iklan dengan menyesuaikan tujuan penelitian. Dari data tersebut akan disusun pengumpulan data iklan secara sistematis dengan cara mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menjelaskan data terkait dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 iklan kecantikan wajah produk dari Nivea, terdapat 5 frasa nomina, 3 frasa preposisi, 2 frasa konjungsi dan 1 frasa adverb. Adanya kecenderungan frasa kata benda (Nominalphrase) dari beberapa slogan iklan Nivea dikarenakan, sebuah iklan akan lebih objektif dan informatif ketika menggunakan frasa nomina. Dalam Duden, Frasa nomina mampu menjadi subjek, objek, dan pelengkap. Menurut Hemmi (Janich,2010) frasa nomina (Nominalphrase) merupakan salah satu tipe frasa yang muncul dalam sebuah teks iklan. Kata Kunci : Frasa, Iklan, Slogan, Sintaksis.
ANALISIS FRASA PADA SLOGAN IKLAN ROKOK ELEKTRIK BERBAHASA JERMAN HIDAYATTULLAH, ADIBAH
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa adalah kata-kata dalam kalimat yang bersatu untuk membentuk unit dengan kompleksitas yang berbeda, unit tersebut disebut sebagai frasa atau kelompok kata. Frasa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu frasa nomina, frasa adjektiv, frasa keterangan, frasa preposisi, frasa konjungsi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Bagaimana Konstruksi frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode IC (Immediate Constituent). Teori yang di gunakan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman menggunakan Teori Frasa oleh Duden (2009). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan Rokok Elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teori frasa menurut Duden (2009), dapat di lihat bahwa terdapat 24 frasa dalam beberapa iklan rokok. Frasa preposisi merupakan jenis frasa yang paling sering menjadi Inti (kern) di dalam kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman. Sedangkan frasa selainnya, yaitu frasa Konjungsi, frasa Verba, frasa Keterangan, frasa Sifat, frasa Benda merupakan frasa yang membentuk inti pada kalimat slogan iklan rokok elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konstruksi frasa pada kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa Jerman lebih sering menggunakan frasa Preposisi sebagai inti (kern) dalam kalimat. Sedangkan frasa lainnya di gunakan sebagai pembentuk inti pada kalimat slogan. Kata Kunci: frasa, slogan, iklan
ANALISIS FRASA PADA SLOGAN IKLAN ROKOK ELEKTRIK BERBAHASA JERMAN HIDAYATTULLAH, ADIBAH
IDENTITAET Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa adalah kata-kata dalam kalimat yang bersatu untuk membentuk unit dengan kompleksitas yang berbeda, unit tersebut disebut sebagai frasa atau kelompok kata. Frasa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu frasa nomina, frasa adjektiv, frasa keterangan, frasa preposisi, frasa konjungsi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Bagaimana Konstruksi frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode IC (Immediate Constituent). Teori yang di gunakan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa pada slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman menggunakan Teori Frasa oleh Duden (2009). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan Rokok Elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teori frasa menurut Duden (2009), dapat di lihat bahwa terdapat 24 frasa dalam beberapa iklan rokok. Frasa preposisi merupakan jenis frasa yang paling sering menjadi Inti (kern) di dalam kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa jerman. Sedangkan frasa selainnya, yaitu frasa Konjungsi, frasa Verba, frasa Keterangan, frasa Sifat, frasa Benda merupakan frasa yang membentuk inti pada kalimat slogan iklan rokok elektrik berbahasa jerman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa konstruksi frasa pada kalimat slogan iklan rokok Elektrik berbahasa Jerman lebih sering menggunakan frasa Preposisi sebagai inti (kern) dalam kalimat. Sedangkan frasa lainnya di gunakan sebagai pembentuk inti pada kalimat slogan. Kata Kunci: frasa, slogan, iklan

Page 1 of 1 | Total Record : 8