cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI" : 9 Documents clear
PENTINGYA PARTISIPASI ANGGOTA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN USAHA KOPERASI Sugiharsono *
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.264 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5667

Abstract

Partisipasi anggota dalam koperasi mejadi hal yang sangat penting dalam pencapaian keberhasilan usaha koperasi. Hal ini disebabkan oleh kedudukan anggota yang sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan koperasi. Sebagai pemilik koperasi, anggota harus berupaya mendukung manajemen organisasi dan permodalan koperasi. Sementara itu, sebagai pelanggan koperasi, anggota harus menjamin keberlangsungan usaha koperasi dengan selalu memanfaatkan potensi dan layanan usaha koperasi. Partisipasi anggota dalam menejemen organisasi, permodalan, dan pemanfatan layanan usaha koperasi ini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha koperasi. Partisipasi anggota dalam koperasi akan meningkat apabila anggota memahami program-program koperasi yang memberikan peluang bagi anggota untuk medapatkan manfaat ekonomi/nonekonomi, serta merasa memperoleh layanan usaha yang berkualitas. Apalagi jika anggota bisa mendapatkan prestise (kebanggaan) dari layanan usaha koperasi. Oleh karena itu para pengelola koperasi harus berupaya agar koperasinya mampu memberikan layanan usaha yang bermutu, sehingga anggota merasa memperoleh prestise/kebanggaan dari layanan usaha koperasi.  Selain itu, Pengelola koperasi juga harus berupaya selalu mensosialisasikan program-program koperasi kepada anggota, sehingga anggota memiliki pemahaman positif terhadap gerakan koperasi. Dengan pemahaman yang positif ini diharapkan anggota akan termotivasi untuk meningkatkan partisipasinya dalam berbagai kegiatan koperasi. Kata Kunci: Partisipasi Anggota, Keberhasilan usaha, Koperasi
PENDUDUK DAN KETAHANAN PANGAN wardoyo, sumantri
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.296 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5661

Abstract

Pangan penting bagi hidup dan penghidupan manusia. Manusia harus makan dalam ukuran dan komposisi yang tepat. Berbagagai usaha telah dilakukan manusia untuk menjamin ketersediaan bahan pangan. Kenaikan luas panen dan produktivitas selalu diupayakan. Deversifikasi tanaman pangan dan komposisi konsumsi menjadi perhatian pemerintah maupun para ahli pertanian dan gizi. Keterbatasan lahan tanam oleh adanya alih fungsi lahan menjadi hal yang serius sekarang ini. Pertambahan penduduk memerlukan terpenuhi kebutuhan tempat hunian dan fasilitas publik yang lain. Adanya perubahan iklim mengganggu ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu penduduk masih tetap mengalami pertambahan dan pertumbuhan. Di beberapa negara maju pertambahan penduduk sudah mencapai tingkatan yang rendah, yaitu kurang dari satu persen tiap tahun. Keadaan di negara yang sedang berkembang sebagian besar masih pada posisi sedang sampai tinggi.   Kata Kunci: Penduduk, Ketahanan, Pangan
Dampak Fenomena El Nino dan La Nina di Yogyakarta dan Sekitarnya berdasarkan Curah Hujan dan Nilai SOI Suhadi Purwantara
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.28 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5668

Abstract

Artikel ini membahas dampak Fenomena El Nino dan La Nina di Yogyakarta dan Sekitarnya berdasarkan Curah Hujan dengan Nilai SOI. Analisis didasarkan pada data sekunder yang berupa data curah hujan, data nilai Southern Osccilation Index (SOI) yang telah dirumuskan oleh National Climate Centre (NCC). Sajian data berupa table dan gambar sebagai bahan kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada kaitan antara nilai SOI dengan angka tinggi dan durasi yang cukup lama terhadap kepekaan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya oleh pengaruh El Nino, tetapi sama sekali tidak ada dampaknya pada nilai SOI rendah (kurang dari 10 baik positif maupun negatif), apalagi pada durasi kurang dari 4 bulan.   Keywords: El Nino, La Nina, SOI.
PENGEMBANGAN MODEL PENANGGULANGAN NARKOBA BAGI MAHASISWA, PELAJAR DAN PEMUDA Siskandar Siskandar
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.552 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5663

Abstract

Tujuan studi  ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, sekaligus memberikan alternatif saran kebijakan bagi upaya peningkatan pembinaan kesiswaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penelitian dilakukan di sembilan kota besar di Indonesia, yaitu, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Makasar, Palembang, Medan, dan Bali. Sampel penelitian berjumlah 50.000 siswa SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs.. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket selaa tiga bulan yakni Agustus-Oktober 2007. Data dianalisis dengan menggunakan tabel persentase.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis narkoba yang digunakan paling banyak adalah minuman keras,  disusul jenis tablet dan bubuk. Penyalahgunaan narkoba pada pelajar paling banyak dilakukan dimulai pada saat bersekolah tingkat SMP. Alasan penyalahgunaan narkoba menurut persepsi para pelajar adalah karena: terlalu mudah mendapatkan narkoba di luar lingkungan sekolah.   Kata Kunci: Pennggulangan, Narkoba, Mahasiswa.
PENATAAN ULANG ORGANISASI DENGAN MODERN QUALITY MANAGEMENT Wahyu Purhantara
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.712 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5664

Abstract

Changing business environment always force any business organization, both in manufacture as well as in service, to make adjustments. These are related to the future and survival of the organization. For a developing organization, along with its live cycle, it must reorganized itself. There fore, there should be a reconsideration to the culture  of the organization, its vision and mission, and its commitment to reinventing organization. Modern quality management (MQM) is one of the solutions offered to rearrange the organization. The MQM concept will transform all components of the organization, so that will be able to create any changes in order to develop, have competitive advantages and provide satisfaction to customers.   Keyword: reinventing organization, change management, and modern quality management
PROFIL USAHA PEMBAKARAN KAPUR TOHOR (TOBONG GAMPING) DI KECAMATAN JETIS BAGIAN TIMUR KABUPATEN BANTUL Nurhadi nurhadi; Nurul Khotimah
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.024 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5666

Abstract

Pengolahan kapur tohor tradisional di daerah penelitian mengakibatkan adanya permasalahan lingkungan, baik aspek fisik maupun aspek sosial. Atas dasar kenyataan tersebut penelitian dilakukan untuk memperoleh profil usaha pembakaran kapur tohor yang meliputi: (1) karakteristik usaha; (2) karakteristik dapur pembakaran; (3) karakter kualitas kapur tohor yang dihasilkan; dan (4) persepsi pengusaha dan masyararakat terhadap pencemaran udara akibat pembakaran kapur tohor. Populasi penelitian ini adalah semua pengusaha kapur tohor di daerah penelitian yang berjumlah 20 orang dan kesemuanya dijadikan subyek penelitian. Metode pengumpulan data adalah dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian menujukkan bahwa karakteristik usaha pembakaran kampur tohor berdasarkan modal dan sifat usaha, bersifat mandiri 30%, bersifat kelompok 5%, dan bersifat warisan 65%, di pinggir dusun 25%, dan dipinggir sawah 10%; keberadaan cerobong asap 5%; keberadaan pengendali arah asap 0%; bahan bakar kayu 100%; dan keberadaan dapur yang terletak di permukaan tanah 5%. Kualitas kapur tohor yang dihasilkan memiliki warna putih kecoklatan, tekstur butir kasar, dan tidak pekat maupun lekat. Adapun persepsi pengusaha terhadap pencemaran udara sebagian besar menyadari bahwa aktivitas pembakaran menimbulkan polusi udara baik bau maupun asap dan menyisakan limbah padat dan cair. Sedangkan menurut persepsi masyarakat sekitar aktivitas pembakaran menimbulkan pencemaran udara, menyisakan limbah padat, menimbulkan limbah cair, dan tidak memberikan keuntungan pada masyarakat sekitar.   Kata Kunci: Profil Usaha, Kapur Tohor, Tobong Gamping
KAJIAN FILSAFAT HUKUM TENTANG : HUKUM DAN NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI ERA OTONOMI DAERAH Eni Kusdarini
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.192 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5660

Abstract

Ruang lingkup pembahasan filsafat hukum sangat luas sekali mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang memerlukan pemecahan secara hukum. Di era otonomi daerah hukum dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat di daerah kabupaten/kota juga bisa dijadikan objek pembahasan filsafat hukum dengan memakai analisis ajaran sosiological jurisprudence yang mengemukakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pengaturan yang sifatnya sentralistik saat ini sudah banyak yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat di daerah, semestinya aturan-aturan hukum yang dibuat oleh pemerintah harus mengindahkan hukum-hukum yang berasal dari masyarakat hukum di daerah otonom. Diperlukan pemberdayaan masyarakat untuk menggali kembali hukum-hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat di daerah. Penggalian hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam masyarakat setempat dapat dipakai sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya diharapkan bisa mengantarkan pada kesejahteraan masyarakat setempat. Hukum dan nilai-nilai sosial budaya yang digali dari masyarakat, terutama yang ada di daerah kabupaten/kota di Indonesia bisa dituangkan dalam bentuk peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah daerah.   Kata Kunci : Filsafat, Hukum, Nilai-nilai Budaya.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN BAGI ANAK SD DALAM MEWUJUDKAN WARGA NEGARA YANG BAIK Sigit dk
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.896 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5665

Abstract

Kekerasan  yang terjadi di Indonesia dari hari ke sehari angkanya semakin meningkat, kekerasan itu terjadi terhadap perempuan, anak-anak,  dan kekerasan  biasanya  lebih  banyak dalam rumah tangga (KDRT). Data yang dilansir Komnas Perempuan paska diundangkan UU-PKDRT tahun 2004 menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu masalah  kekerasan terhadap istri (KTI)  tahun 2004 mencapai 1.782 kasus, sedang tahun 2005 terdapat 4.889 kasus, dan tahun 2007  mencapai 17.772 kasus  dan angka tersebut cenderung meningkat (Kedaulatan Rakyat 29 Nov. 2008; 1). Dalam peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang dimulai tanggal 25 November 2008 sampai dengan 10 Desember 2008, hari AIDS 1 Desember dan hari Hak Azasi Manusia (HAM)  jatuh  pada tanggal 10 Desember masih terdapat kekerasan masif,  dan agaknya bangsa ini perlu meratifikasi kembali pelbagai kekerasan yang terjadi di Indonesia. Kekerasan virtual juga disuguhkan di layar TV melalui film anak-anak seperti Naruto, Avatar dan media elektronika melalui komputer, geme onliene dan tersosialisasi pada anak-anak SD (Sekolah Dasar).  Akibatnya anak-anak SD akrab dengan kekerasan dan mengimplementasikan dalam bentuk perilaku yang distruktif. Melalui Pendidikan anti kekerasan diharapkan dapat memberikan secercah harapan agar generasi muda khususnya anak SD menjadi warga negara yang baik, cinta damai mengasihi sesama mengabdikan diri pada anti kekerasan.   Kata Kunci: Pendididikan, Kekerasan, Sekolah Dasar.  
MENGENAL FILSAFAT EKSISTENSIALISME JEAN-PAUL SARTRE SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN Sunarso Sunarso
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.408 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5659

Abstract

Pendidikan dan filsafat tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Filsafat bagi pendidikan berperan sebagai pedoman yang memberikan arahan dan tujuan  pendidikan. Sedangkan pendidikan bagi filsafat merupakan suatu ‘ruang’ yang selalu memberinya tempat untuk hidup dan terus berkembang melalui kegiatan-kegiatan teoritis maupun praktis dalam pendidikan. Filsafat eksistensialisme Jean Paul Sartre dapat digunakan sebagai dasar pijakan  dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Menurut Sartre, manusia adalah individu yang bebas. Namun kebebasan yang dimilikinya selalu terbatasi dengan fakta akan adanya kebebasan individu lain. Manusia adalah bebas untuk melakukan dan mendefinisikan dirinya sendiri secara individual.  Manusia tidak lain adalah bagaimana ia menjadikan dirinya sendiri.  Belajar adalah menjadikan dirinya sendiri otonom dan menyadari adanya orang lain sehingga dapat menciptakan dunianya sendiri yang berarti bagi dirinya dan bagi kehidupan orang lain atau lingkungannya. Namun demikian, kita tetap harus selektif terhadap pemikiran Sartre tentang peniadaan Tuhan. Dalam merumuskan konsep kebebasan individu, Sartre mengasumsikan bahwa tanpa bantuan Tuhan, manusia dapat bebas mendefinisikan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Pandangan ini jelas bertentangan dengan falsafah dasar negara kita yaitu Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9