Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Jurnal KIAFE (e-ISSN 3063-5322) is a peer-reviewed, open-access scholarly journal published by the Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. The journal was first published in January 2012 and initially served as a platform for disseminating scientific articles written by accounting students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. During its early publication period, the journal was issued four times a year, in January, March, July, and October. In 2024, Jurnal KIAFE underwent editorial and management restructuring to strengthen its journal governance, peer-review process, publication standards, and scholarly quality. Since 2025, Jurnal KIAFE has been published three times a year, in April, August, and December. The journal publishes original research articles, conceptual papers, research-based case studies, and scholarly review articles that address significant developments and issues in accounting within Indonesian and international contexts. The journal covers financial accounting, management accounting, public sector accounting, sharia accounting, auditing and assurance, taxation, accounting information systems and digital accounting, social and environmental accounting, suuntustainability accounting, and accounting education. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening and a double-anonymous peer-review process before publication.
Articles
1,926 Documents
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2013-2015 (Studi kasus pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah)
B51112010, MONIKA RARAS
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19532
The purpose of this study are: to determine the financial performance Bengkayang government based on the analysis of financial ratios of independence in the period 2013-2015. The data used in this study are as follows: 1). Qualitative data 2). Quantitative data. The data used in this research is quantitative data in the form of budget realization reports. The data used in this research is the primary data in the form of a general description Bengkayang, LAKIP in Bengkayang, an overview of the organization, financial reporting Budgets FY 2013, FY 2014, FY 2015 data analysis method is used to analyze the results of this study are quantitative secondary data which includes financial data through the budget and its realization with financial ratios and comparative analysis to obtain the level of the financial performance of Bengkayang. The analysis technique used in this study are as follows: 1). By collecting data related to this study 2). Gather to obtain an overview of the research object 3). Studying and evaluating data have been obtained from the research object 4). Process and organize the data obtained from the research object 5). Doing a comparison of results obtained with the theory that there are 6). Make conclusions from the results of research and provide advice as deemed necessary. The results of data processing analysis on the financial performance of local governments Bengkayang concluded that 1). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of PAD effectiveness has not been effective because the average effectiveness is still low at 91.29%. 2). Regional Financial Performance Bengkayang when seen from the Regional Financial Efficiency Ratio has been Efficient, the average ratio of 96.04%. 3). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of Operation Harmony danBelanja Capital Expenditure not stable from year to year. Kab.Bengkayang local governments still prioritize spending needs operation so that the ratio of capital expenditure is relatively small. 4). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of revenue growth grew volatile. The average growth of 14.23%, but not much better when compared to the average growth in income was only amounted to 22.12%. 5). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of Regional Financial Independence is still relatively Low Once and category Instructive relationship patterns. Keywords : Good governance, Financial Performance Local government.
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2013-2015
B51112060, Anwar Ibrahim
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19573
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan pada sektor pertambangan batubara. Corporate Social Responsibility menggunakan standar pengungkapan dari Global Reporting Initiative (GRI) versi 3.1. Sedangkan Good Corporate Governance terdiri dari tiga variabel yaitu dewan komisaris, komite audit, dan dewan direksi. Kinerja perusahaan diukur menggunakan Return On Assets. Sampel penelitian terdiri dari 14 persuhaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indnesia (BEI) pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 berdasarkan metode Purposive Sampling. Analisis data yang dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 20. Hipotesis diuji dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan pertambangan batubara. Good Corporate Governance yang diwakili dewan komisaris dan dewan direksi berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan pertambangan batubara. Sedangkan Good Corporate Governance yang diwakili komite audit berpengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan pertambangan batubara. Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pertambangan batubara. Kata kunci : Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance dan kinerja perusahaan.
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BERDASARKAN PSAK NO. 30 (PENYESUAIAN 2014) PADA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN: STUDI KASUS PADA PT ANDALAN FINANCE INDONESIA CABANG PONTIANAK
B51112132, Muharani
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19585
Melihat semakin berkembangnya kegiatan sewa guna usaha, maka dirasakan perlu adanya kebutuhan untuk menyediakan suatu standar akuntansi keuangan yang dapat menjadikan sebagai pedoman untuk mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi sewa guna usaha dalam laporan keuangan yang wajar dan informasi yang berguna bagi para pemakai laporan keuangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan terkait pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan terhadap laporan keuangan PT Andalan Finance Indonesia Cabang Pontianak berdasarkan PSAK No. 30 (penyesuaian 2014) Per Efektif 1 Januari 2015. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yaitu laporan keuangan perusahaan periode Desember 2016. Alat analisis yang digunakan adalah PSAK No. 30. Tekinik menganalisis penelitian ini adalah menganalisa laporan keuangan perusahaan mengenai kesesuaian penerapan PSAK No. 30. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa PT Andalan Finance Indonesia Cabang Pontianak belum menerapkan PSAK No. 30 mengenai pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan tentang sewa guna usaha dalam penyajian laporan keuangannya. Kata kunci: Leasing, Sewa Guna Usaha, PSAK No. 30 (penyesuaian 2014).
PENGARUH CITRA MEREK DAN CITRA TOKO TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN TEH BOTOL SOSRO (Studi Pada Konsumen di Warung Lamongan di Kota Pontianak)
B31110087, NURYAHATI
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19588
Persaingan yang semakin ketat dalam mencapai loyalitas, sangat penting bagi perusahaan mengembangkan produk yang memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif produk tersebut akan membentuk citra yang baik di benak konsumen. Citra terhadap suatu produk tidak dapat dipisahkan dari merek produk tersebut dan juga perusahaan yang mengeluarkan produk merek tersebut kedalam pasar. Berkembangnya produk minuman yang beredar di Indonesia khususnya minuman teh dalam kemasan siap minum. Merek yang cukup dikenal oleh konsumen di antaranya adalah teh botol Sosro. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan citra merek teh botol Sosro dan citra toko warung lamongan terhadap loyalitas konsumen teh botol Sosro. Metode penelitian ini adalah kuasalitas, karena penelitian ini bermaksud menjelaskan variabel-variabel melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Objek penelitian ini adalah konsumen teh botol Sosro yang berada di 2 warung lamongan yang ada di kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan sampel penelitian berjumlah 100 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel citra merek (X1) berpengaruh signifikan terhadap loyalitas (Y) dan citra toko (X2) berpengaruh terhadap loyaltias (Y) Kata Kunci : Citra Merek, Citra Toko, Loyalitas
PENERAPAN PSAP NOMOR 02 TENTANG LAPORAN REALISASI ANGGARAN TERHADAP CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) PADA KANTOR KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA (STUDI KASUS DI KKR)
B1032131035, GEMA FITRIA SARI
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19600
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana laporan realisasi anggaran kantor kearsipan dan perpustakaan daerah telah disusun dan disajikan dengan PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran dan langkah kantor kearsipan dan perpustakaan daerah menghadapi kendala atau hambatan yang terjadi di dalam laporan realisasi anggaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dan wawancara. Metode pendekatan deskriptif adalah penelitian terhadap masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Dalam penelitian ini untuk membandingkan Penerapan PSAP Nomor 02 Terhadap Capaian Indikator Kinerja Utama Satuan Kerja Perangkat Daerah. Evaluasi Penerparan PSAP No 02 Dengan Indikator Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran, 9 item (64,29%) telah diterapkan dan 5 item (35,71%) belum diterapkan. Evaluasi Penerapan PSAP No 02 Dengan Indikator Akuntansi Belanja, 6 item (54,55%) telah diterapkan dan 5 item (45,55%) belum diterapkan. Dari 5 pernyataan mengenai Evaluasi Penerapan PSAP No 02 Dengan Indikator Akuntansi Surplus/Defisit dan Pembiayaan, 2 item (40%) telah diterapkan dan 3 item (60%) belum diterapkan. Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dari 7 sasaran utama, capaiannya meningkat sebesar 3,56% yang semula pada tahun 2014 sebesar 94,50% yang tahun 2015 menjadi 98,15%. Kata Kunci: Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP Nomor 02), Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011 "“ 2015
B1033131057, Mawardi
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19603
Seiring dengan semakin pesatnya persaingan di dunia bisnis, memiliki modal yang besar saja tidak menjamin perusahaan dapat bersaing di dunia bisnis. Untuk unggul dalam persaingan, bisnis mulai memperkenalkan pengetahuan dalam komponennya. Dalam sistem manajemen yang berbasis pada pengetahuan, modal yang konvensional seperti sumber daya alam, sumber daya keuangan dan aktiva fisik lainnya menjadi kurang penting jika dibandingkan dengan modal yang berbasis pada pengetahuan dan tekonologi seperti Human capital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital beserta komponennya (human capital efficiency, structural capital efficiency dan capital employed efficiency) baik secara simultan maupun parsial terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Sampel dari penelitian ini adalah 25 perusahan di sektor perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2011 "“ 2015. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa, secara simultan intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Pengujian secara parsial menunjukan bahwa structural capital efficiency (SCE), dan capital employed efficiency (CEE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan human capital efficiency (HCE) tidak berpengaruh terhadap ROA. Kata Kunci : Intellectual Capital (IC), Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), Capital Employed Efficiency (CEE), Return On Asset (ROA)
Analisis Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) pada Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara
B41112049, Bonita Arta N. Simanjuntak
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19694
ABSTRAK Anggaran Berbasis Kinerja adalah sistem penganggaran yang mulai diterapkan bertahap di Indonesia sejak tahun 2005 untuk menggantikan fungsi penganggaran secara tradisional yang dimaksud agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran tidak hanya berupa output saja tapi juga termasuk outcome. Anggaran berbasis kinerja lebih menekankan pada analisa rangkaian kegiatan yang dihubungkan dengan tujuan dan pengukuran value for money. Untuk menganalisis penerapan anggaran berbasis kinerja pada Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara, penulis melihat penerapan anggaran berbasis kinerja yang berdasarkan pada aspek penganggaran berbasis kinerja yang telah ditentukan oleh Departemen Keuangan Indonesia, menggunakan kuisioner dengan penilaian value for money dan akuntabilitas serta melakukan wawancara dan studi dokumentasi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan anggaran berbasis kinerja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penerapan anggaran berbasis kinerja yang dilakukan oleh Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara berjalan dengan baik, ini dapat dilihat dari pencapaian kinerja yang disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, dan target yang telah ditetapkan. Kantor Kecamatan Pontianak Tenggara mengalami kesulitan dalam penetapan dan pengukuran indikator value for money tepatnya pada penentuan impact and benefit. Kuranganya pembiayaan, kurangnya sumber daya manusia, dan kurangnya sarana dan prasarana kerja yang menjadi kendala dalam penerapan anggaran berbasis kinerja. Kata Kunci : Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja, Aspek-Aspek Penganggaran Berbasis Kinerja, Laporan kinerja, Value for money , Akuntabilitas, faktor-faktor yang mempengaruhi Anggaran Berbasis Kinerja.
ANALISIS PENERAPAN PSAK NOMOR 45 TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA BAGI MASJID AL-MUHTADIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
B1031131074, Ardian Pratama
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19706
Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura merupakan entitas nirlaba yang berbentuk sebagai tempat ibadah dan didirkan dilingkungan institusi pendidikan. Berdasarkan hal itu, penulis tertarik melakukan penelitian terkait untuk menerapkan PSAK Nomor 45 Tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura tersebut serta ingin mengetahui sistem pelaporan keuangan yang diterapkan dan kendala-kendala dalam menerapkan PSAK Nomor 45 tersebut. Alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis kualitatif yaitu menggunakan PSAK Nomor 45 dalam menyusun laporan keuangan dan kuisioner dalam mengetahui kendala-kendala yang di hadapi oleh entitas nirlaba dalam menerapkan PSAK Nomor 45. Penulis menerapkan PSAK Nomor 45 pada Laporan Keuangan Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura untuk periode Januari 2015 "“ Desember 2015. Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura dapat menerapkan PSAK Nomor 45 dalam laporan keuangannya meskipun dalam bentuk yang sederhana. Selain itu dapat diketahui kendala internal dan eksternal Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura dalam menerapkan PSAK Nomor 45. Kendala Internal yaitu: (a) bendaharawan yang memiliki pemahaman laporan keuangan yang kuran serta latarbelakang yang tidak sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan (b) adanya kesepakatan bersama antar pengurus tentang sistem penyusunan pelaporan keuangan. Sedangkan kendala eksternal yaitu : (a) belum adanya sosialisasi dan edukasi langsung dari pihak terkait tentang PSAK Nomor 45. (b) belum adanya anjuran dari pemerintah untuk menjadikan PSAK Nomor 45 sebagai acuan penyusunan laporan keuangan. Kata Kunci: Entitas Nirlaba, Lapora Keuangan, PSAK Nomor 45
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) STUDI KASUS PADA UMKM MAKNOER COOKIES PONTIANAK
B51112091, MAHRANI
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19714
Laporan keuangan seharusnya menjadi kebutuhan bagi setiap unit usaha, terutama bagi pemilik usaha itu sendiri. Mengingat manfaat yang dapat diperoleh bagi keberlanjutan usaha itu sendiri. Laporan keuangan betujuan untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, perubahan ekuitas, arus kas dan informasi lainnya yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercaya kepada mereka. Laporan keuangan menunjukkan kinerja keuangan perusahaan pada tahun tersebut guna sebagai bahan evaluasi kinerja keuangan perusahaan untuk tahun berikutnya. Penelitian ini ditujukan pada UMKM yang belum memiliki laporan keuangan yaitu UMKM Maknoer Cookies. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM dan kendala "“ kendala yang dihadapai dalam penyusunan laporan keuangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi pustka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah UMKM Maknoer Cookies belum menyusun dan menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dan kurangnya pengetahuan dan pemahaman UMKM menjadi salah satu kendala dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi khususnya SAK EMKM. Sosialisasi dan penyuluhan tentang penyusunan dan penyajian SAK EMKM sangat membantu bagi para UMKM untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang baik dan berkualitas. Kata kunci: UMKM, SAK EMKM
PENERAPAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) WOOFT KONVEKSI
B51112091, MUHAMMAD ZIDNI ILMAN RIADI
Jurnal KIAFE Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v6i2.19715
Melihat besarnya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencerminkan besarnya potensi yang dapat di tingkatkan dan di kembangkan untuk dapat lebih berkontribusi di negri ini. Upaya - upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti menyediakan Kredit usaha Rakyat (KUR), kemudahan dalam pengurusan legalitas pelaku usaha. Pihak "“ pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan suatu entitas sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu entitas yang tercermin dalam laporan keuangan nya. Maka dari itu, sangat di perlukan sebuah laporan keuangan. Terkait dengan hal tersebut, Dewan Standar Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah menerbitkan Exposure Draft Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah ( ED SAK EMKM) ini di tujukan untuk memenuhi kebutuhan laporan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan SAK EMKM pada UMKM Wooft Konveksi dan mengetahui kendala apa yang dihadapi dalam penerapan SAK EMKM pada UMKM Wooft Konveksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode yang berusaha memberikan gambaran mengenai data berdasarkan fakta-fakta yang didapat peneliti. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa UMKM Woof Konveksi belum menerapkan standar akuntansi keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Kendala "“ kendala yang dihadapai adalah terbatasnya sumber daya manusia yang ada dan kurangnya pemahaman sumber daya manusia yang dimiliki akan kaidah penyajian laporan keuangan berbasis SAK EMKM. Dari penelitian ini diharapkan UMKM dapat meningkatkan kemampuan para karyawannya dari segi mengolah pembukuan secara internal. Sehingga nantinya akan lebih mudah dalam memahami penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM. Kata Kunci: UMKM, Laporan Keuangan, DSAK IAI, ED SAK EMKM, SAK EMKM.