Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Jurnal KIAFE (e-ISSN 3063-5322) is a peer-reviewed, open-access scholarly journal published by the Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. The journal was first published in January 2012 and initially served as a platform for disseminating scientific articles written by accounting students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. During its early publication period, the journal was issued four times a year, in January, March, July, and October. In 2024, Jurnal KIAFE underwent editorial and management restructuring to strengthen its journal governance, peer-review process, publication standards, and scholarly quality. Since 2025, Jurnal KIAFE has been published three times a year, in April, August, and December. The journal publishes original research articles, conceptual papers, research-based case studies, and scholarly review articles that address significant developments and issues in accounting within Indonesian and international contexts. The journal covers financial accounting, management accounting, public sector accounting, sharia accounting, auditing and assurance, taxation, accounting information systems and digital accounting, social and environmental accounting, suuntustainability accounting, and accounting education. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening and a double-anonymous peer-review process before publication.
Articles
1,926 Documents
ANALISIS PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG BERSUMBER DARI BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGALIHAN (STUDI KASUS DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET KOTA SINGKAWANG)
B41110024, PRATIWI ROSMIYATI
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7885
Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan penerimaan Pendapatan Asli Daerah sebelum dan sesudah pengalihan yang bersumber dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan setelah diberlakukannya Undang-Undang Dasar No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan BPHTB. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan Laporan Rencana dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Daerah Kota Singkawang sebagai objek penelitian. Alat analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan Rasio Kontribusi BPHTB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari BPHTB sesudah pengalihan. Hasil menunjukkan bahwa penerimaan BPHTB sesudah pengalihan lebih besar dari pada sebelum pengalihan. Dijelaskan bahwa secara nominal realisasi BPHTB meningkat, namun secara persentase terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah menurun. Hal ini disebabkan karena realisasi Pendapatan Asli Daerah lebih besar dari tahun sebelumnya, sedangkan realisasi BPHTB peningkatannya tidak terlalu besar. Sedangkan faktor-faktor mengenai hal yang mempengaruhi penerimaan BPHTB dipandang berdasarkan Faktor Potensi, Tertagih dan Tertunggak. Dari hasil kontribusi potensi dijelaskan bahwa rencana BPHTB terhadap Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah meningkat, namun secara persentase menurun. Dari hasil kontribusi tertagih dijelaskan bahwa realisasi BPHTB terhadap Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah meningkat, namun secara persentase menurun. Dari hasil kontribusi tertunggak dijelaskan bahwa rencana BPHTB terhadap realisasi BPHTB meningkat, namun secara persentase menurun. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Pajak Daerah dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA KOPERASI KARYAWAN (KOPKAR) PT ASURANSI JIWASRAYA ABDI JAYA PONTIANAK
B41110033, Randy Astriyanto
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7886
KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya merupakan koperasi yang hanya memiliki usaha simpan saja sehingga penyajian laporan keuangannya sangat sederhana dan belum menerapkan SAK ETAP. Salah satu alasan koperasi menggunakan SAK ETAP karena Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 8 April 2011 telah menerbitkan pernyataan PPSAK 8 atas pencabutan PSAK 27 mengenai akuntansi koperasi. Hal ini juga dijelaskan dalam surat edaran Deputi Bidang Kelembagaan KUKM No. 200/SE/Dep.I/XII/2012 yang menyatakan sejak 20 Desember 2011 disampaikan ke seluruh dinas yang membidangi urusan koperasi dan UKM provinsi tentang pencabutan PSAK No. 27 dan penggunaan SAK ETAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangan dan faktor "“ faktor yang menyebabkan KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya belum menerapkan SAK ETAP. Bentuk penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan alat analisis yaitu SAK ETAP dan Permen No. 04/Per/M.KUKM/VII/2012 serta kuesioner. Hasil penelitian dari rumusan masalah yg diteliti adalah KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya belum sepenuhnya menerapkan SAK ETAP. Faktor "“ faktor yang menyebabkan KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya belum menerapkan SAK ETAP yaitu laporan keuangan yang disajikan tidak sesuai dengan SAK ETAP yang harus memuat Neraca, laporan perhitungan hasil usaha, Catatan atas laporan keuangan, laporan arus kas, dan laporan ekuitas. Hal ini dikarenakan para pengurus KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya merangkap sebagai pegawai di PT Asuransi Jiwasraya, sehingga mereka kurang mengetahui tentang perkoperasian dan mereka juga sibuk pada pekerjaan mereka di PT Asuransi Jiwasraya. Kata kunci: SAK ETAP, KOPKAR PT Asuransi Jiwasraya Abdi Jaya.
Analisis Persepsi Manfaat Akuntansi dan Kebutuhan Informasi Akuntansi Bagi Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Kota Pontianak
B41109102, RENI KARINA
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7887
This research aims to analysis the perception on the accounting benefit and requirement of accounting information for micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City. The research method used by assosiative research, that is to analysis the influence of perception on accounting benefit and requirement of the accounting information to using accounting information for micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City. Data collected to use the questionnaire measured with Likert scale and distributed to 100 of micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City. The data gatherd than analyzed to use quantitative analysis that is multiple regression, F test, t test, and determination coefficient. The result of research indicate that micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City to posses of positive perception on the accounting benefit and requirement of accounting information as to provider finance information. The perception on accounting benefit and requirement of accounting information in partial and simultance have an effect on significant to using accounting information for micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City. The accounting benefit and requirement of accounting information give the big enough contribution to desire of micro, small and medium (UMKM) enterprises in Pontianak City to use the accounting information in the effort development in the future. Keywords: Accounting Benefit Perception, Accounting Information Requirement, Accounting Information Using, UMKM Enterprises
PENERAPAN INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD (IAS) 41 AGRICULTURE PADA PT. GOZCO PLANTATIONS, TBK
Wahyuni B41110087, Riska Sri
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7888
Industri perkebunan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agrikultur yang memiliki aset biologis pada tanamannya yang mengalami transformasi biologis. Transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif. Oleh karena itu diperlukan suatu pengukuran yang dapat menunjukkan nilai dari aset tersebut secara wajar sesuai dengan kontribusinya dalam menghasilkan aliran keuntungan ekonomis bagi perusahaan. Standar yang mengatur kegiatan pertanian terutama pada aset biologisnya adalah IAS 41 Agriculture. Standar ini mengukur aset biologis berdasarkan nilai wajar. Di Indonesia sendiri belum ada PSAK yang mengatur tentang aset biologis pada tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif komparatif melalui studi kasus pada salah satu perusahaan pekebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu PT. Gozco Plantations, Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan IAS 41 pada laporan keuangan PT. Gozco Plantations, Tbk sekaligus untuk mengetahui bagaimana dampak penerapan IAS 41 terhadap laporan laba/rugi sebelum pajak. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan pada tahun 2013. Data diolah dengan metode analisis deskriptif kualitatif komparatif untuk mengetahui dampak penerapan IAS 41 pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pengakuan, pengukuran dan pengungkapan aset biologis antara sebelum penerapan dan setelah penerapan IAS 41. Aset biologis saat penerapan IAS 41 tidak mengakui adanya akumulasi penyusutan sehingga ada kenaikan nilai aset biologisnya yang berdampak pada laporan laba rugi dan neraca perusahaan. Pengukuran aset biologis menggunakan nilai wajar sehingga lebih relevan dengan masa sekarang. Aset biologis dikelompokkan berdasarkan umur tanaman untuk menilai nilai wajarnya.
ANALISIS PENERAPAN PSAK NOMOR 105 TENTANG AKUNTANSI MUDHARABAH PADA PT. BANK MEGA SYARIAH
PRATIWI B51110034, RIZKA NOOR
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7889
Skripsi ini dibuat dengan metode deskriptif kualitatif yaitu berjudul "Analisis Penerapan PSAK Nomor 105 Tentang Akuntansi Mudharabah Pada PT. Bank Mega Syariah". Pengertian Mudharabah menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan dibagi diantara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung pemilik dana. Pada PT. Bank Mega Syariah bagi hasil antara pihak bank sebagai pemilik dana dengan pengelola dana menggunkan metode Revenue Sharing, alasan bank kenapa menggunakan metode ini adalah lebih sederhana dan dengan metode ini pihak bank tidak perlu melakukan pengontrolan atas beban-beban atau biaya-biaya yang dikeluarkan oleh nasabah yang berkenaan dengan pengelolaan dana tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, secara keseluruhan pada pengakuan dan pengukuran serta perhitungan bagi hasil pembiayaan Mudharabah pada PT. Bank Mega Syariah dan pada praktek pelaporan pembiayaan Mudharabah telah dilaksanakan dengan baik oleh PT. Bank Mega Syariah dalam penyajiannya di laporan keuangannya, karena sudah berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 105 tentang "Akuntansi Mudharabah" yang di terbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dimana ada 10 paragraf yang menjadi Standar Akuntansi dalam Perbankan Syariah. PT. Bank Mega Syariah adalah salah satu perbankan syariah di Indonesia yang hampir sepenuhnya mengikuti standar yang berlaku sesuai dengan ketentuan dari IAI, laporan keuangan yang dibuat oleh PT. Bank Mega Syariah telah disusun secara komparatif untuk tiga tahun buku terakhir yaitu 2009, 2010 dan 2011 yang telah diaudit oleh akuntan publik. Hanya saja pada laporan keuangan PT. Bank Mega Syariah tidak terdapat akun piutang jatuh tempo, sehingga dapat dikatakan bahwa jika terjadi pembiayaan mudharabah yang berakhir sebelum jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh pengelola dana maka oleh PT. Bank Mega Syariah tidak diakui sebagai piutang jatuh tempo. Kata kunci: Mudharabah, Pengakuan dan Pengukuran, Ikhtisar Kebijakan Akuntansi.
ANALISIS KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PEMBELIAN KEBUTUHAN MAKANAN DAN MINUMAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA PONTIANAK
B41109058, ROSIARTI JESI
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7890
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan pengendalian internal atas pembelian kebutuhan makanan dan minuman pasien pada Rumah Sakit Kartika Husada Pontianak . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Internal Control Questionaires (ICQ) dan Flowchart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem pengendalian internal atas pembelian kebutuhan makanan dan minuman pasien pada rumah sakit kartika husada Pontianak sudah cukup efektif dan terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil Internal Control Questionaires (ICQ) yang diisi oleh pihak Rumah Sakit, dimana memperoleh hasil 64.51 % untuk jawaban "Ya" dan 35.48 % untuk jawaban "Tidak". Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa rumah sakit kartika husada khususnya pada bagian dapur belum sepenuhnya memisahkan tugas dan wewenang karyawan secara tegas, bagian dapur masih kekurangan tenaga kerja, pengunaan formulir untuk pembelian kebutuhan makanan dan minuman pasien yang tidak bernomor urut tercetak, selain itu dalam hal pembelian kebutuhan makanan dan minuman pasien pihak rumah sakit tidak memilih pemasok berdasarkan penawaran harga yang bersaing Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan kepada pihak rumah sakit adalah pada bagian dapur harus dipisahkan lagi menjadi beberapa sub bagian dengan pembagian tugas dan wewenang yang tegas antara subbagian, perlu penambahan jumlah karyawan supaya tidak terjadi perangkapan tugas, pencatatan semua transaksi yang terjadi di rumah sakit harus menggunakan sistem komuterisasi dan pembuatan formulir menggunakan nomor urut tercetak, pemilihan pemasok berdasarkan penawaran harga yang bersaing dari berbagai pemasok, serta pemberlakuan saksi bagi karyawan yang melanggar sistem dan prosedur yang telah ditentukan. Keywords : Keefektifan , Sistem Pengendalian Internal, Pembelian.
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) NO. 101 PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH KALBAR MADANI PONTIANAK
B41108108, SETO NUGROHO
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7891
Laporan keuangan merupakan suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipertanggungjawabkan kepada mereka dari suatu entitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah laporan keuangan KJKS KALBAR Madani Pontianak sudah sesuai dengan PSAK No. 101 dalam penyajiannya dan mengetahui faktor-faktor apa yang membuat PSAK No. 101 belum dapat diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengambilan data berupa data primer dan data sekunder, dengan cara wawancara dan observasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini PSAK No. 101, laporan keuangan KJKS dan Struktur Organisasi. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menganalisa penerapan PSAK No. 101 pada laporan keuangan KJKS KALBAR Madani Pontianak Kalimantan Barat. Ada 8 laporan yang menjadi dasar dalam menganalisa PSAK No 101, yaitu laporan laba rugi, perubahan ekuitas, neraca, arus kas, perubahan dana investasi terikat, dana zakat, dana kebajikan dan catatan atas laporan keuangan. Dalam aspek penyajian laporan KJKS KALBAR Madani Pontianak, hanya menyajikan laporan keuangan yaitu laba rugi dan neraca, sehingga sulit bagi para pembaca laporan untuk mengambil keputusan bagi perkembangan KJKS KALBAR Madani Pontianak Kalimantan Barat. Dari laporan yang disajikan KJKS KALBAR Madani Pontianak Kalimantan Barat, belum sepenuhnya menyajikan laporan yang sesuai dengan PSAK No. 101 tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan system yang sudah terkomputerisasi. Kata Kunci : Laporan Keuangan KJKS Kalbar Madani Pontianak, PSAK No. 101, dan Faktor-faktor dalam Penerapan PSAK.
PENGARUH CAR, NPL, LDR TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN (STUDI KASUS PADA BANK UMUM YANG LISTED DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2012)
B B41110090, SHENA AMANDA
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7892
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel CAR, NPL dan LDR terhadap Profitabilitas Perbankan yang dilihat dari ROA. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Tahunan dari website masing-masing Bank Umum Tahun 2010-2012. Jumlah sampel sebanyak 10 bank umum yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan periode 2010-2012 yang diambil melalui purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil peneliian menunjukan bahwa variabel CAR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA. Variabel NPL dan LDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari ketiga variabel independen terhadap ROA adalah sebesar 16,2% yang ditunjukan dari besarnya adjusted R2, sisanya sebesar 83,8% dijelaskan oleh variabel lainnya di luar model penelitian. Kata Kunci : CAR, NPL, LDR dan ROA.
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT (PSAK 109) PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT BINA SEJAHTERA (LABINAS) PONTIANAK
B41109059, SITI SOLEHA
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7893
Zakat sebagai salah satu rukun Islam, merupakan instrument utama dalam ajaran Islam. Zakat menggambarkan perwujudan ketaatan seorang muslim terhadap Tuhannya. Pelaksanaan zakat secara efektif adalah melalui organisasi pengelola zakat. Dalam Bab III Undang-Undang No. 23 tahun 2011, dikemukakan bahwa "Organisasi pengelola zakat terdiri dari dua jenis, yaitu Badan Amil Zakat (pasal 6) yang dibentuk oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (pasal 7) yang dibentuk oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK 109 pada LABINAS dalam penyajian laporan keuangannya danuntuk mengetahui faktor-faktor penyebab LABINAS sebagai Lembaga Amil Zakat belum menerapkan PSAK 109. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dalam hal pengakuan LABINAS sudah melakukan sesuai dengan PSAK 109. Namun dalam hal pengukuran, pengungkapan dan penyajian, LABINAS belum melakukan sesuai dengan PSAK 109.hal ini dikarenakan LABINAS adalah lembaga amil zakat yang baru mulai berkembang. Sehingga LABINAS hanya membuat laporan sumber dan penggunaan dana untuk pelaporannya. Diantara faktor penyebab LABINAS belum menerapkan PSAK 109 pada laporan keuangannya karena LABINAS belum mengetahui tentang PSAK 109 sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan Lembaga Amil Zakat serta kurangnya sosialisasi tentang PSAK 109.
ANALISIS IMPLEMENTASI PP NO. 60 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH PADA KANTOR CAMAT TEBAS
B41109097, SRI ASTUTI
Jurnal KIAFE Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/kiafe.v3i4.7894
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi PP 60/2008 tentang Sistem Pengendalian Internal terhadap Penatausahaan Keuaangan pada Kantor Camat Tebas serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi PP 60/2008 tentang sistem pengendalian internal terhadap penatausahaan keuangan daerah pada Kantor Camat Tebas masih belum efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan teknik analisis data dilakukan dengan membandingkan arus dokumen dan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan Pengendalian Intern Pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem pengendalian internal terhadap penatausahaan keuangan daerah pada Kantor Camat Tebas sudah efektif yaitu sebesar 77,27% tetapi masih terdapat kelemahan dari sistem pengendalian internal yang diterapkan yaitu dalam melakukan kegiatan penatausahaan belum sepenuhnya sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku antara lain dalam melakukan pencatatan, penyetoran, pengevaluasian dan belum optimalnya pengecekkan kelengkapan dokumen-dokumen yang dilampirkan, serta tidak jelasnya pemisahan fungsi antar bagian. Bagian penatausahaan keuangan Kantor Camat Tebas sudah menerapkan PP 60/2008 dengan baik terhadap kegiatan penatausahaan, walaupun masih terdapat beberapa prosedur yang kurang dipahami dan belum diterapkan, maka sebaiknya diadakan pelatihan serta bimtek agar pelaksanaan kegiatan penatausahaan dapat berjalan menjadi lebih efektif dan efisien. Keywords : Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP)