cover
Contact Name
AYU PUSPITASARI
Contact Email
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Phone
+6281584248678
Journal Mail Official
ayu.puspitasari@ekonomi.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124, West Kalimantan, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : 30635322     DOI : -
Core Subject :
Jurnal KIAFE (e-ISSN 3063-5322) is a peer-reviewed, open-access scholarly journal published by the Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. The journal was first published in January 2012 and initially served as a platform for disseminating scientific articles written by accounting students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. During its early publication period, the journal was issued four times a year, in January, March, July, and October. In 2024, Jurnal KIAFE underwent editorial and management restructuring to strengthen its journal governance, peer-review process, publication standards, and scholarly quality. Since 2025, Jurnal KIAFE has been published three times a year, in April, August, and December. The journal publishes original research articles, conceptual papers, research-based case studies, and scholarly review articles that address significant developments and issues in accounting within Indonesian and international contexts. The journal covers financial accounting, management accounting, public sector accounting, sharia accounting, auditing and assurance, taxation, accounting information systems and digital accounting, social and environmental accounting, suuntustainability accounting, and accounting education. All submitted manuscripts undergo an initial editorial screening and a double-anonymous peer-review process before publication.
Arjuna Subject : -
Articles 1,926 Documents
The Influence of Earnings Quality Towards Investment Efficiency on Property and Real Estate Company Which Listed on Indonesia Stock Exchange Period 2011-2015 admin, Ayu Trisnawati B42112012
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.16796

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of earnings quality which proxies by accruals quality towards investment efficiency whether partial or simultaneously significant. The object of the study is property and real estate company which listed in Indonesia Stock Exchange period 2011-2015 with amount of 35 companies. It is using simple linear regression analysis with classic assumption test and hypothesis test. The result shows that accruals quality has not simultaneously significant toward investment efficiency. Meanwhile, earnings quality has negative partially significant influence towards investment efficiency. Keywords: Earnings Quality (EQ), Accruals Quality (AQ), Investment Efficiency (IE
ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI B41109021, Fatwa B41109021 fatwa
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.16848

Abstract

ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI Fatwa Program Studi S-1 Jurusan Akuntansi Universitas Tanjung Pura Email.fatwa27@yahoo.co.id Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi, 2) Untuk mengetahui UMKM Penggilingan Padi sudah menerapkan PSAK ETAP?, 3) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana UKM Penggilingan Padi menyajikan laporan keuangannya, diikuti dengan mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian. Analisis yang digunakan adalah SAK ETAP. Penelitian menyimpulkan sebagai berikut: 1) Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, serta uraian-uraian yang telah dikemukakan bahwa UKM Penggilingan Padi belum menerapkan SAK ETAP, laporan-laporan yang disajikan oleh UKM Penggilingan Padi hanya berupa Neraca dan Laporan Laba/Rugi saja, jelas kurang sesuai karena dalam prosedural pelaporan keuangan yang berdasarkan SAK ETAP yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan. Maka dari itu penulis melakukan implementasi laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP agar UKM Penggilingan Padi dapat menerapkannya, 2) Keberadaan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang diperuntukan untuk usaha kecil dan menengah, keberadaannya belum banyak diketahui oleh para pemilik UKM dan masih rendahnya pemahaman SAK ini, 3) Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan. Serta tidak pernah mengikuti pelatihan tentang pelaporan keuangan akuntansi, 4) Tidak adanya pembagian tugas yang jelas antar bidang karena pemilik sekaligus menjadi pengelola usaha. Pemilik mengelola usaha sendiri, sehinga waktu yang dimiliki difokuskan untuk mengembangkan usahanya dan 5) Tidak adanya keharusan penggunaan SAK ETAP dari pemerintah Kata Kunci: SAK ETAP, UKM A. Latar Belakang Setiap usaha diharapkan mempunyai laporan keuangan untuk menganalisis kinerja keuangan sehingga dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Namun praktek akuntansi keuangan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih rendah dan memiliki banyak kelemahan (Suhairi, 2014). Kurangnya kemampuan pelaku UKM dalam bidang pengelolaan usaha juga termasuk kendala yang dihadapi UKM, antara lain rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman pelaku UKM tersebut dalam bidang akuntansi (Benjamin, 1990). Biasanya pembukuan UKM dilakukan dengan cara-cara sederhana dan tidak detail (Krisdiartiwi, 2011). Semakin berkembangnya usaha, menuntut UKM untuk berhubungan dengan pihak eksternal perusahaan. Misalnya untuk meningkatkan pendanaan UKM akan berhubungan dengan pihak bank/ lembaga keuangan lainnya. Pihak bank/ lembaga keuangan tersebut biasanya akan mensyaratkan laporan keuangan untuk menilai kelayakan kredit dari UKM. Demikian juga ketika UKM akan mengikuti lelang pengadaan barang maupun jasa yang diadakan oleh pihak rekanan, pihak rekanan biasanya akan meminta laporan keuangan sebagai syarat kelengkapan administratif. Dengan demikian semakin berkembangnya usaha, menuntut UKM untuk menyediakan laporan keuangannya dengan baik sesuai standar yang berlaku. Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tanggal 17 Juli 2014 dan berlaku efektif 1 Januari 2011. Diterbitkannya SAK ETAP bertujuan untuk diimplementasikan pada entitas tanpa akuntabilitas publik. Pada umumnya, UKM adalah entitas tanpa akuntabilitas publik karena UKM pada umumnya belum memiliki akuntabilitas publik signifikan dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial stetment). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi UKM dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK ETAP serta untuk merancang sistem akuntansi sederhana yang dapat membantu dan memudahkan para pemilik UKM dalam membuat laporan keuanganberbasis SAK ETAP. Dengan laporan keuangan tersebut diharapkan pemilik UKM dapat mengevaluasi usahanya serta dapat menggunakan informasi dalam laporan keuangan tersebut sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Besarnya potensi UKM yang ada saat ini ternyata belum sebanding dengan tingkat kemajuan UKM. Dalam melakukan kegiatan UKM masih menghadapi beberapa masalah. Masalah yang mempunyai bagian yang cukup besar yaitu masalah modal, teknologi, dan keahlian manajerial (Soetrisno,2015). Salah satu masalah UKM adalah pengelolaan keuangan dan permodalan dimana UKM masih menghadapi kendala yang cukup serius. Fenomena yang terjadi adalah UKM menghadapi kendala permodalan dan sedikitnya para investor yang bersedia meminjamkan atau menanamkan modalnya pada UKM walaupun menghasilkan laba yang cukup besar. Alasan mendasar adalah UKM tersebut tidak dapat menunjukkan bukti operasional dan keuntungan perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Menurut Krisdiartiwi (2011:1) selama ini pembukuan sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan "kurang begitu penting" dalam membangun bisnis. Padahal, bagi sebuah perusahaan, pembukuan sangat diperlukan untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Tak hanya bagi perusahaan besar, pembukuan juga mutlak diperlukan bagi usaha kecil menengah atau UKM. Adanya laporan keuangan membuat pihak luar dapat menganalisis kelayakan pemberian kredit atas permohonan yang diajukan. Laporan keuangan yang menggambarkan kondisi yang sebenarnya akan sangat membantu proses evaluasi kelayakan kredit. Namun sebagian besar UKM belum mampu menyediakan informasi keuangan dengan benar dan teratur sehingga mereka mengalami kendala dalam mengajukan kredit pada lembaga formal seperti pihak perbankan. Semua pihak menyadari pentingnya akuntansi dalam sebuah bisnis, tetapi UKM di Indonesia belum secara baik mempraktikkannya. Sehingga UKM tidak dapat mengetahui prestasi kerja dan kesulitan dalam pengajuan kredit ke lembaga formal. Kita tidak bisa menyalahkan UKM yang selalu enggan melakukan pembukuan transaksi dan bervariasinya pelaporan keuangan UKM, karena PSAK umum yang terlalu rumit untuk usaha sektor kecil. SAK ETAP ini akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal. SAK ETAP memberikan banyak kemudahan untuk UKM dibandingkan dengan PSAK umum, perbedaan secara kasat mata dapat dilihat dari ketebalan SAK ETAP yang hanya sekitar seratus halaman dengan menyajikan 30 bab. Kehadiran SAK ETAP dengan prinsip kesederhanaan dapat memberikan kemudahan UKM dalam menyajikan laporan keuangan. Standar ETAP diharapkan memberi kebebasan berbisnis, kebebasan berinvestasi dan membangun ekonomi kerakyatan berbasis UKM bagi Indonesia. Dengan aplikasi SAK ETAP dalam dunia UKM membuat tumbuh suburnya UKM. Selain itu SAK ETAP juga memberi kemudahan untuk perusahaan dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks. Namun pada kenyataannya SAK ETAP belum banyak diterapkan para pelaku UKM dalam menyusun laporan keuangan.di Indonesia khususnya yang ada di Kota Pontianak dalam menyusun laporan keuangan. Pada penelitian awal UKM Penggilingan Padi yang dilakukan oleh pengusaha penggilingan padi belum sepenuhnya menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP. Hal ini dapat dilihat tidak adanya perhitungan laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan untuk UKM ini. UKM ini hanya menyusun laporan laba rugi dan neraca secara sederhana. Berikut laporan laba rugi dan neraca pada UKM Penggilingan Padi. Laporan keuangan yang ditampilkan hanyalah pencatatan transaksi bulanan yang diikuti laporan laba rugi, neraca diakhir periode. Artinya penyusunan yang sesuai dengan standar SAK ETAP belum diimplementasikan secara penuh. Sedangkan laporan dalam SAK ETAP (2014:3.12) meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan laporan keuangan Tabel 1.1 Penggilingan Padi Laporan Laba Rugi Periode Januari - Desember 2015 Sumber: Data Primer Laporan keuangan Penggilingan Padi 2016 Berdasarkan laporan keuangan yang dibuat untuk Penggilingan Padi yang masih sangat sederhana dan belum menunjukan penerapan standar akuntansi apapun maka penulis tertarik untuk membuat penelitian yang berjudul "ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI". B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi?Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM Penggilingan Padi?C. Tujuan Penilitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk mengetahui penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi.Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM.D. Kegunaan Penelitian Kegunaan dalam penelitian ini adalah: UMKM Penggilingan Padi Dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya untuk membenahi laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP. Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu akuntansi dan menjadi salah satu tambahan referensi bagi rekan mahasiswa dan pihak-pihak lain yang berminat dan ingin melakukan penelitian lebih lanjut. Pihak lain atau pelaku UMKM Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan mendorong pelaku UKM membuat laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi dan menjalankan usaha yang lebih profesional. TINJAUAN PUSTAKA A. Akuntansi dan Laporan Keuangan1. Pengertian Akuntansi dan Laporan Keuangan Menurut Harahap (2011:5) mengatakan bahwa, "Akuntansi adalah menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan, angka itu menyangkut uang atau nilai moneter yang menggambarkan catatan dari transaksi perusahaan". Menurut Prawironegoro dan Purwanti (2014:2-3) informasi akuntansi itu memiliki tiga tujuan yaitu memberi pelaporan kepada manajemen untuk: Membuat keputusan-keputusan rutin bisnis (kegiatan operasi) dan keputusan-keputusan khusus (investasi jangka panjang).Memberikan pelaporan kepada pihak luar perusahaan yaitu pemegang saham, jawatan pajak, lembaga keuangan dan lain-lain.Memberi informasi kepada pihak dalam perusahaan yaitu kepada berbagai level manajemen. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan aktivitas jasa penyedia informasi tentang bisnis dan transaksi keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan yang berguna bagi pengambil kebujakan ekonomi. Agar laporan keuangan yang dibuat memenuhi syarat ketentuan akuntansi maka diperlukan adanya standar akuntansi yang menjadi pedoman dalam menyusun laporan keuangan. Mulya (2010:14) mengatakan, tujuan standar akuntansi keuangan yaitu " menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tuuan umum, yang selanjutnya disebut laporan keuangan agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain"™"™. Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan hasil proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono (2014: 34) "Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan". Menurut PSAK No.1 Paragraf ke 7 (Revisi 2014), " Laporan Keuangan adalah suatu penyajian terstuktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas". SAK ETAP (2014:2.1) menyatakan bahwa, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonimi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporak keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dari definisi di atas, dapat diketahui bahwa laporan keuangan merupakan produk akhir yang penting dari proses pelaporan keuangan dan alat utama para manajer untuk menunjukan efektifitas pencapaian tujuan dan untuk melaksanakan fungsi pertanggung jawaban dalam organisasi. Laporan keuangan pada dasarnya memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk membuat proyeksi pada masa mendatang, sehingga informasi ini dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lapran tersebut. 2. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik merupakan standar yang dapt menjadi pedoman bagi usaha kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlihat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit. Menurut SAK ETAP (2014:1.1) tentang standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik, Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang: Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; danMenerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Entitas memiliki akuntabilitas publik jika: Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal;atauEntitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi. 3. Penyajian Laporan Keuangan Penyajian wajar dalam laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP (2014:3,2) ialah: Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas. Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban. Penerapan SAK ETAP, dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, menghasilkan laporan keuangan yang wajar atas posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas. Pengungkapan tambahan diperlukan ketika kepatuhan atas persyaratan tertentu dalam SAK ETAP tidak memadai bagi pemakai untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu, peristiwa dan kondisi lain atas posisi keuangan dan kinerja entitas. Laporan keuangan entitas dalam SAK ETAP (2014:3.12) meliputi: NeracaLaporan laba rugi Kieso (2011:140) mengatakan, bahwa laporan laba rugi adalah "laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu"™"™. Sedangkan menurut Rudianto (2014:15) laporan laba rugi adalah "suatu laporan yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode akuntansi atau satu tahun". Berdasarkan SAK ETAP (2014:5.1) laporan laba rugi menyajikan penghasilan dan beban entitas untuk suatu periode. Dalam penyajiannya laporan laba rugi memasukan semua pos penghasilan dan beban dalam satu periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain. Menurut SAK ETAP (2014:5.3) informasi dalam laporan laba rugi meliputi pos pos sebagai berikut: a) Pendapatan b) Beban keuangan c) Bagian laba atau rugi dari investasi d) Metode ekuitas e) Beban pajak f) Laba atau rugi neto. Laporan perubahan ekuitas Menurut SAK ETAP (2014:6.2) laporan perubahan ekuitas bertujuan menyajikan laba atau rugi entitas untuk suatu periode pos pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode tersebut, dan (tergantung pada format laporan keuangan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas) jumlah investasi oleh, dan dividen distribusi lain ke pemilik ekuitas selama periode tersebut. Laporan arus kas Berdasarkan SAK ETAP (2014:8) Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas entitas, yang menunjukan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Menurut Rudianto (2014:17) laporan arus kas ialah"™"™suatu laporan yang menunjukan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan didalam satu periode akuntansi, beserta sumber-sumbernya". Selanjutnya Kieso (2011:306) menyatakan, bahwa tujuan utama dari laporan arus kas adalah "untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama satu periode. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan informasi tentang kegiatan operasi, investasi dan pembiayaan entitas tersebut atas dasar kas". Informasi yang dihasilkan dalam laporan arus kas menurut SAK ETAP (2014:7.3) ialah informasi tentang aktifitas operasi, aktifitas invetasi,dan aktifitas pendanaan. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. METODE A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode yang berusaha memberikan gambaran mengenai data berdasarkan fakta-fakta yang didapat peneliti, proses penelitian yang dilakukan melalui pengukuran dengan alat yang baku, menguraikan karakteristik tentang keadaan dan sifat-sifat yang sebenarnya dari objek penelitian (Patilima: 2013). dan dalam penelitian ini tidak dilakukan manipulasi, hanya menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana UKM Penggilingan Padi menyajikan laporan keuangannya, diikuti dengan mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian. B. Teknik pengumpulan data 1. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu melakukan pengumpulan data yang diperoleh dari UKM Penggilingan Padi serta mempelajari teori-teori yang ada dalam literatur dan bahan-bahan tulisan lainnya yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. 2. Penelitian Kepustakan (Library Research) Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam penelitian ini penulis akan memfokuskan pada Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). 3. Alat Analisis yang Digunakan Dalam melakukan teknik analisis data maka penulis melakukan dengan metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengetahui pengolahan transaksi keuangan pada UKM Penggilingan Padi hingga menjadi laporan keuangan. Adapun bentuk alat analisis yang digunakan adalah : C. Analisis SAK ETAP SAK ETAP merupakan standar yang dapat menjadi pedoman bagi usaha kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Laporan keuangan entitas dalam SAK ETAP meliputi: NeracaLaporan laba rugiLaporan perubahan ekuitas Laporan arus kasCatatan atas laporan keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi. Dimulai dengan analisa awal untuk mengetahui bagaimana penerapan standar pelaporan keuangan untuk UKM dilaksanakan, serta apakah UKM Penggilingan Padi sudah menerapkannya atau belum, kemudian dilanjutkan dengan membandingkan unsur-unsur laporan keuangan menurut SAK ETAP. Langkah akhir adalah menerapkannya dalam penyajian laporan keuangan yang seharusnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi Kemampuan pengetahuan dasar akuntansi adalah responden yang menjawab Ya hanya 40%, sedangkan yang menjawab Tidak sebesar 60%. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak pelaku UKM yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar tentang akuntansi. Sehingga mereka sulit untuk mengetahui kondisi keuangan dari usaha yang dikelolaPengumpulan Bukti Transaksi dilakukan oleh pelaku UKM memiliki hasil persentase 100% atas jawaban Ya, dan 0% untuk jawaban Tidak. Hal ini menunjukan bahwa pengumpulan bukti transaksi dilakukan oleh pelaku UKMDalam hal membuat catatan tentang kegiatan usaha, responden yang menjawan Ya lebih mendominasi dengan persentase 75%, sedangkan yang menjawab Tidak sebesar 0%. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas pelaku UKM membuat catatan atas usahanya, dikarekan untuk mengetahui kegiatan selama melakukan proses jual-beliDalam hal membuat pencatatan usaha dalam bentuk jurnal akuntansi di dominasi dengan jawaban Tidak sebesar 90 %, dibandingkan dengan jawaban Ya sebesar 10%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM masihbanyaknya pelaku UKM yang membuat jurnal atas transaksi yang terjadi, dan komentar mereka mengenai tersebut , terlalu rumit dan tidak punya waktu yang cukup sehingga mereka tidak membuat jurnal akuntansiDalam hal membuat buku besar, dari jawaban responden, yang membuat buku besar hanya sebesar 10%, sedangkan yang menjawab Tidak membuat sebesar 90%.Hal tersebut menunjukan bahwa masih banyaknya pelaku UKM untuk melakukan ppencatatan akuntansi yang sesuai dengan siklus, karena kurangnya pengetahuan dari pelaku usahaMembedakan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan usaha, yang menjawab Ya sebesar 80% hal tersebut karena pelaku menghindari terjadinya kesalahan dalam mencatat keungan mereka, sedangkan 20% menjawab Tidak, karena mereka beranggapan terlalu rumit, sehingga mereka menganggap uang perusahaan itu termasuk uang mereka juga, sehingga tidak ada pengendalian pada kas UKMKomponen laporan keuangan yang disajikan selama ini, secara dominan di responden masih melakukan laporan laba rugi karena 100% menjawab Ya, sedangkan untuk komponen neraca dan laporan perubahan modal hanya sedikit yangg menyajikan. Hal tersebut dikarenakan pelaku UKM hanya ingin mengetahi laba/omset dari usaha yang dijalankanPenggunaan software akuntansi pada UKM didominasi oleh jawaban Tidak sebesar 85%, sedangkan 15% menjawab Ya. Hal tersebut menunjukan perkembangan teknologi yang digunakan sebagai penunjang kegiatan pencatatan keuangan masih kurang dikalangan UKM, sehingga pelaku UKM masih melakukan pencatatan secara manual dan sederhana.Sedangkan yang telah memakai software, pelaku UKM menggunakan MS ExcelMembuat laporan keuangan, responden menjawab 40% pada keperluan internal dan keperluan eksternal, sedangkan untuk pelaporan ke Bank hanya 20%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM menggunakan laporan keuangan utnuk mengetahui keadaan dari usaha yang dijalankan, sedangkan keperluan eksternal digunakan untuk memudahkan para Investor dan Bank untuk membaca laporan keuangan, sehingga dapat membantu dalam penambahan modal untuk pengembangan usahaSecara dominan para pelaadanya kendala ku UKM masih banyak yang terkendala mengenai penerapan akuntansi yang baik dan benar, hal tersebut dikarenakan krangnya pengetahuan mereka mengenai akuntansiLaporan keuangan di dalam usaha mereka berpengaruh dalam menjalankan usaha meskipun mereka hanya membuat pencatatan laporan secara sederhanaPengetahuan pelaku UKM terhadap SAK ETAP, pada jawaban responden yang menjawab Ya sebesar 35%, sedangkan yang menjawab tidak sebesar 65%. Hal tersebut menujukan bahwa pelaku UKM masih terbatas mengenai pengetahuan tentang SAK ETAPMasih kurangnya pengetahuan dari respoden terhadap informasi SAK ETAP, karena hanya 35% yang mengetahui tentang informasi SAK ETAP untuk UKM. Sedangkan 65% tidak mengetahui informasi darimanapunTidak adanya pelaku UKM yang mendapatkan sosialisasi/seminar mengenai SAK ETAP, sehingga membuat mereka terbatas pada pengetahuan akuntansi yang sederhana, tanpa mengikuti standar yang adaPemahaman pelaku UKM mengenai isi dari SAK ETAP. Dari jawaban responden tidak ada yang memahami mengenai isi dari SAK ETAP, karena responden hanya sebatas mengetahui informasi mengenai SAK ETAP, sehingga tidak ada yang memahami mengenai isi dari SAK ETAPPenerapan akuntansi yang sesuai dengan SAK ETAP, dari jawaban Responden yang menjawab Belum sebesar 100%, sedangkan yang menjawab sudah 0%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM belum pelakukan penerapan akuntansi sesuai dengan Standar yang ada yaitu SAK ETAP, karena pelaku masih terbatas pengetahuan mengenai informasi mengenai SAK ETAP yang membuat mereka terkendala dalam menyajikan lapoeran keuangan yang sesuai dengan standar yang adaFaktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKMFaktor Internal Penyebab Gagalnya Penerapan SAK ETAP UKM penggilingan padi berusaha membuat laporan keuangan sesimpel mungkin agar bisa di pahami oleh anggota koperasi dan pengguna laporan keuangan lainnya tanp harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jadi latar belakang pendidikan pemakai laporan keuangan memiliki pengaruh yang bersar terhadap bentuk penyusunan pencatatan keuangan yang diterapkan oleh UKM penggilingan padi Faktor Eksternal Penyebab Gagalnya Penerapan SAK ETAP Salah satu penyebab dari Penggilingan padi tidak melakukan pencatatan akuntansi berbasis SAK ETAP disebabkan pula karena tidak adanya pengawasan dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan UKM terutama dari pihak pemerintah, lembaga-lembaga terkait dan regulator. Padahal kepedulian terhadap pengembangan UKM sudah semestinya menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai dengan bidang yang digelutinya. Sejalan dengan hal tersebut, Raharjo (1993) dalam Auliyah (2014) menyatakan tidak adanya regulasi yang mewajibkan penyunan laporan keuangan bagi UKM mengakibatkan rendahnya penyusunan laporan keuangan. Jadi perhatian dari pihak regulator terkait dengan peraturan yang mewajibkan penyusunan laporan keuangan bagi UKM sangat diperlukan. SIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan: Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, serta uraian-uraian yang telah dikemukakan bahwa UKM Penggilingan Padi belum menerapkan SAK ETAP, laporan-laporan yang disajikan oleh UKM Penggilingan Padi hanya berupa Neraca dan Laporan Laba/Rugi saja, jelas kurang sesuai karena dalam prosedural pelaporan keuangan yang berdasarkan SAK ETAP yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan. Maka dari itu penulis melakukan implementasi laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP agar UKM Penggilingan Padi dapat menerapkannya.Faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UKM Penggilingan Padi:Keberadaan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang diperuntukan untuk usaha kecil dan menengah, keberadaannya belum banyak diketahui oleh para pemilik UKM dan masih rendahnya pemahaman SAK ini. Kurangnya sosialisasi menjadi faktor utama kurang dikenalnya SAK ETAP dilingkungan UKM. Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan. Serta tidak pernah mengikuti pelatihan tentang pelaporan keuangan akuntansi.Tidak adanya pembagian tugas yang jelas antar bidang karena pemilik sekaligus menjadi pengelola usaha. Pemilik mengelola usaha sendiri, sehinga waktu yang dimiliki difokuskan untuk mengembangkan usahanya. Karyawan hanya diberikan otoritas untuk mengatasi proses produksi dan pencatatan biaya. Untuk penyediaan proses produksi dilakukan langsung oleh pemilik.Tidak adanya keharusan penggunaan SAK ETAP dari pemerintah.B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka kami selaku penulis memberikan beberapa saran. Mengingat besarnya manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan akuntansi, kepada para pelaku UMKM yang belum menerapkan akuntansi agar mulai menerapkan akuntansi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bagi stakeholder untuk ikut serta dalam mendukung dan mengawasi implementasikan SAK ETAP. Dukungan dan pengawasan ini tentunya akan membantu mendisiplinkan UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan serta membantu pihak perbankan dalam menganalisis kelayakan usaha dan pihak fiskus dalam memenuhi administrasi perpajakan. Selain itu perlu adanya suatu badan pengawas yang khusus untuk mengawasi dan mengevaluasi implementasi dari SAK ETAP. Sehingga dengan adanya badan pengawas ini ke depannya seluruh UMKM yang ada di Indonesia dapat memnerapkan pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP. DAFTAR PUSTAKA Benjamin, 1990. Laporan Keuangan (Ikhtisar Akuntansi) Perusahaan Kecil. Dalam. Dalam Prosiding. Seminar Akuntan Nasional. Surabaya. Kieso, Donald. E.. and Weygandt. Jerry. J (terjemahan Herman Wibowo). 2011. Akuntansi Intermediate. Jakarta: Erlangga. Krisdiartiwi. 2011. Pembukuan Sedarhana Untuk UMKM. Yogyakarta: Media Pressindo. Mulya. 2010. Memahami Akuntansi Dasar. Mitra Wacana Media : Jakarta. Patilima, Hamid, 2013. Metode Penelitian Kualitatif. cetakan kedua. Bandung. Penerbit Alfabeta. Rudianto, 2014. Akuntansi Pengantar. Jakarta : Penerbit Erlangga. Soemarsono. 2014. Akuntansi: Suatu Pengantar. Edisi Kelima. Buku 1. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Sutrisno, Joko dan Sri. 2006. Jurnal Pengkajian Koperasi Dan Ukm Nomor 2 Pengkajian Koperasi Dan Ukm Nomor 2 Tahun I" - 2006 and Management Consultant Tahun 2014. Nusa Tenggara Barat. Suhairi. 2014. Personality. Accounting Knowledge. Accounting Information Usage And Performance: A Research On Entrepreneurship Of Indonesia Medium Industries. Disertasi. USM. Malaysia.
Analisis Sistem Dan Prosedur Pemungutan Pajak Air Permukaan Di Provinsi Kalimantan Barat B51112015, Nerkolanus Tamo
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.16988

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme atau sistem serta prosedur pemungutan pajak air permukaan yang dilaksanakan Dinas Pendapatan Daerah melalui Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pontianak Wilayah I (satu) Provinsi Kalimantan Barat dan untuk mengetahui tingkat efekivitas dari pemungutan dan penerimaan pajak air permukaan terhadap pendapatan asli daerah Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini bentuk penelitian yang digunakan adalah Metode Studi Kasus dengan mengambil objek penelitian pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pontianak Wilayah I. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Wawancara, Kuesioner, dan Studi Kepustakaan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah Struktur Organisasi untuk meneliti hubungan antar fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi serta pembagian tugas, Analisis Bagan Alur (flowchart) untuk mengetahui arus dokumen dan prosedur operasional dalam pemungutan pajak air permukaan, Analisis Internal Control Questioner (ICQ) untuk mengetahui pengendalian internal, Analisis Uji Kepatuhan (Compliance Test) untuk mengetahui seberapa patuh pegawai dalam proses pemungutan pajak air permukaan, Peraturan Daerah untuk mengetahui apakah pemungutan pajak air permukaan telah sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku, serta Analisis Efektivitas untuk mengukur tingkat efektivitas pajak air permukaan terhadap pendapatan asli daerah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sistem dan prosedur pemungutan pajak air permukaan yang dilakukan oleh Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pontianak Wilayah I sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2010 dan Pengendalian Internal yang dilaksanakan sudah cukup baik, serta tingkat efektivitas yang sangat baik meskipun masih ada yang mengalami penurunan, serta masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan yang perlu diperhatikan dan diperbaiki lebih lanjut oleh Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pontianak Wilayah I. Kata Kunci : Sistem Pengendalian Internal, Pajak Air Permukaan, Flowchart.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) B41109147, Maro Raya Pane B41109147 maro
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17011

Abstract

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Maro Raya Pane B41109147 ABSTRACT The purposes of this study are: 1) Knowing the effectiveness of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 2) To assess the effectiveness of the tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak by calcification 2010-2014; 3) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 4) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014. The method used are: 1) Descriptive analysis method that is used to describe and analyze the problem object under study then compared with existing theoretical concepts, this method aims at describing the problem in a systematic and actual fact, the facts and the nature of the research object. According to Travers (1978), this method aims to describe the nature of things going on at SAA Triset performed and examine the causes of a particular symptom. Meanwhile, according to Gay (1976), this method aims to answer questions regarding anything at the time was the ongoing process of research. This research method can be used with more angles and more comprehensive than the other methods. 2) Analysis of Contributions. That is an analysis tool that is used to determine how big the contribution that can be donated from the hotel and restaurant tax revenue to the acceptance of regional revenue in Pontianak City. Based on classification, not all hotel tax, restaurant and entertainment effectively and contribute to local revenues due to Pontianak city as well as hotel taxes largest contribution came from hotels and inns tax. There over, boarding house is only gives a little contribution than hotels and inns tax. Then the restaurant tax only in the dominance of restaurants and food store, while the contribution of the coffee shop is very small in comparison, and the entertainment tax is on average consider very small, but because it consists of a lot of tax object so that when added together have contributed to local revenues of Pontianak City. The effectiveness of hotels, restaurant and entertainment tax contribution make a bigger effect on revenue of Pontianak City. Keyword : Tax, Tax Effectiveness, Tax Contribution 1. Latar Belakang Komponen pendapatan asli daerah yang mempunyai peranan penting terhadap kontribusi penerimaan adalah pajak daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang ada pada sebagian pemerintah kota/kabupaten mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi penerimaan pendapatan asli daerah adalah pajak Hotel, Restoran dan Hiburan. Begitu juga dengan Kota Pontianak sebagai daerah tingkat II dan sekaligus ibukota Propinsi Kalimantan Batat juga memerlukan pembiayaan pembangunan dan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah yang salah satunya diperoleh dengan mengadakan pemungutan pajak hotel dan pajak restoran. 2. Permasalahan .Permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut " Bagaimana efektifitas, dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan dalam peningkatan PAD di Kota Pontianak ? 3. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan termasuk penelitian tentunya selalu mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang dijadikan pedoman dan arahan . menurut Suharsini Arikunto (2006:58) "Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setekah penelitian selesai". Sehubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan keadaan yang menjadi latar belakang, maksud dan tujuannya adalah untuk : Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014.Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak berdasarkan kalsifikasinya tahun 2010-2014.Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014.Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Waktu penelitian selama yaitu pada bulan November sampai dengan selesai. Penelitian ini akan berusaha untuk menggambarkan pengelolaan pajak hotel, restoran dan hiburan di lihat dari kontribusi dan efektivitas selama 5 (lima) tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan dengan menggambarkan, menjabarkan dan menganalisa masalah objek yang diteliti kemudian membandingkan dengan konsep teori yang ada, metodeini bertujuan mendeskripsikan permasalahan secara sistematis dan actual mengenai fakta "“fakta serta sifat dari objek penelitian. Analisis kontribusi yaitu suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang dapat disumbangkan dari penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kots Pontianak, maka dibandingkan antara realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap PAD. Analisis efektifitas yaitu hubungan antara output dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output tertentu, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektifitas juga berhubungan dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan sasaran yang telah ditentukan 5. Hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang telah peneliti lakukan maka pembahasannya adalah sebagai berikut : secara keseluruhan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan Kota Pontianak selama tahun 2010 "“ 2014 sudah sangat efektif dan sangat memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Namun bila berdasarkan pada klasifikasi objek pajak hotel, restoran dan hiburan tidak semua efektif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kota Pontianak tahun 2010 "“ 2014. 6. Kesimpulan dan saran 1. Bagi pemerintah kota Pontianak Bagi pemerintah kota Pontianak harus dapat menerapkan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak pajak seperti melakukan penyitaan terhadap objek pajak bila telah menungak lebih dari 3 tahun dan dalam waktu 7 hari setelah dikeluarkan surat pemberitahuan paksa belum dapat melunasi hutang pajaknya.Pemerintah kota Pontianak harus dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, seperti meningkatkan keamanan kota Pontianak sehingga usaha perekonomian dan pariwisata menjadi meningkat dan banyak tamu yang menginap, makan maupun menikmati hiburan di hotel maupun restoran serta tempat-tempat hiburan dan secara otomatis dapat meningkatkan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan.Pemerintah kota Pontianak lebih meningkatkan acara-acara seperti gawai dayak, cap go meh maupun festival meriam agar selain dapat meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan restoran dan tempat hiburan yang berakibat meningkatnya penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan di kota Pontianak 2. Bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Pontianak a. Mempertahankan dan meningkatkan persentase pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak hotel, restoran dan hiburan. b. Melakukan pendataan ulang tentang objek pajak hotel, restoran dan hiburan terutama rumah kost, warung kopi dan pertandingan olahraga yang belum menjadi objek pajak. c. Melakukan validasi data tagihan pajak, sehingga dalam menerbitkan surat ketetapan pajak daerah kepada wajib pajak sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sesuai dengan potensi riilnya. Daftar pustaka Achmad, Lutfi (2004) "Pemanfaatan Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berdasarkan UU No. 34/2000 oleh Pemda untuk Menarik Pajak Daerah dan Retribusi Daerah": Suatu Studi di Kota Bogor. Agi, Mulyadi (2013) "Analisis pengaruh efekivitas pemungutan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah kota Bandung". Arikunto, Suharsini (2006) "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik". Jakarta: Reneka Cipta. Bambang Prasetyo, (2006) "Metode Penelitian Kuantitatif" : Teori dan Aplikasi. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Bawasir, Fuad (1999) "Peranan dan Strategi Keuangan Daerah", Gramedia: Jakarta. Christiana, Jean ( 2015 ) "Efektivitas Pemungutan dan Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah". Devas dkk, (1989) "Keuangan Pemerintahan Daerah di Indonesia." UI Press: Jakarta. Fatchanie, Meutia, 2007. "Analisis Efisiensi dan Efektivitas Hasil Pemungutan Pajak Daerah di Kabupaten Sleman". Yogyakarta : UII. Gay, L. R. (1976) "Educational Reseach, Colombus". Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company. Halim, Abdul (2004). "Akuntansi Keuangan Daerah". Salemba Empat: Jakarta. Hamrolie, Harun (1990) "Penuntun Analisis Peningkatan Dana Perimbangan Kota Yogyakarta: Andi Offset. Icha, Trestiyana Putri. (2012). juga "Analisis efektivitas dan kontribusi peneriamaan pajak bumi dan bangunan terhadap pendapatan daerah kabupaten Bandung". Mahmudi (2005) " Manajemen Kinerja Sektor Publik" (edisi 2), Yogyakarta : UPP STIM YKPN. Mardiasmo (2006) "Perpajakan". Yogyakarta: Andi. Nasution, S (1989) "Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif". Bandung: Tarsito Nawawi, H.Hadari. (1998) "Metode Penelitian Bidang Sosial," Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nazir, Moh. (1999) Metode Penelitian. Jakarta: Glalia Indonesia. Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2010 tentang "Pajak Daerah" Prakosa, Kesit Bambang (2003) "Pajak dan Retribusi Daerah". Yogyakarta : UII pres. Pudyatmoko, Y. Sri. (2009) "Pengantar Hukum Pajak" : ANDI . Rochmat, Soemitro. (1987) "Asas dan Dasar Perpajakan 1". Eresco: Bandung. Spradley, James P. (1997) "Metode Emografi" Tiara Wacana Yogya: Yogyakarta. Sari, Diana (2013) "Konsep Dasar Perpajakan". PT Refika Aditama: Bandung. Suandy, Erly (2005) "Hukum Pajak" Salemba Empat: Jakarta. Suharyadi dan Purwanto (2009) "Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern". Salemba Empat: Jakarta. Surachmad, Winarno (1994) "Pengantar Penelitian Ilmiah" Tarsito: Bandung. Travers, M.W. Robert (1978) "An Intoduction to Educational Research". New York: MacMillan Publishing Co., Inc. Undang-undang Nomor. 23 Tahun (2014) tentang "Pokok-pokok Pemerintah Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah." Undang-undang Nomor 28 tahun (2009) , tentang pajak daerah dan retribusi daerah. WA, Marsum (2001)" Restoran dan Segala Permasalahannya" .Andi: Yogyakarta ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Maro Raya Pane B41109147 ABSTRACT The purposes of this study are: 1) Knowing the effectiveness of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 2) To assess the effectiveness of the tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak by calcification 2010-2014; 3) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 4) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014. The method used are: 1) Descriptive analysis method that is used to describe and analyze the problem object under study then compared with existing theoretical concepts, this method aims at describing the problem in a systematic and actual fact, the facts and the nature of the research object. According to Travers (1978), this method aims to describe the nature of things going on at SAA Triset performed and examine the causes of a particular symptom. Meanwhile, according to Gay (1976), this method aims to answer questions regarding anything at the time was the ongoing process of research. This research method can be used with more angles and more comprehensive than the other methods. 2) Analysis of Contributions. That is an analysis tool that is used to determine how big the contribution that can be donated from the hotel and restaurant tax revenue to the acceptance of regional revenue in Pontianak City. Based on classification, not all hotel tax, restaurant and entertainment effectively and contribute to local revenues due to Pontianak city as well as hotel taxes largest contribution came from hotels and inns tax. There over, boarding house is only gives a little contribution than hotels and inns tax. Then the restaurant tax only in the dominance of restaurants and food store, while the contribution of the coffee shop is very small in comparison, and the entertainment tax is on average consider very small, but because it consists of a lot of tax object so that when added together have contributed to local revenues of Pontianak City. The effectiveness of hotels, restaurant and entertainment tax contribution make a bigger effect on revenue of Pontianak City. Keyword : Tax, Tax Effectiveness, Tax Contribution 1. Latar Belakang Komponen pendapatan asli daerah yang mempunyai peranan penting terhadap kontribusi penerimaan adalah pajak daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang ada pada sebagian pemerintah kota/kabupaten mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi penerimaan pendapatan asli daerah adalah pajak Hotel, Restoran dan Hiburan. Begitu juga dengan Kota Pontianak sebagai daerah tingkat II dan sekaligus ibukota Propinsi Kalimantan Batat juga memerlukan pembiayaan pembangunan dan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah yang salah satunya diperoleh dengan mengadakan pemungutan pajak hotel dan pajak restoran. 2. Permasalahan .Permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut " Bagaimana efektifitas, dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan dalam peningkatan PAD di Kota Pontianak ? 3. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan termasuk penelitian tentunya selalu mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang dijadikan pedoman dan arahan . menurut Suharsini Arikunto (2006:58) "Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setekah penelitian selesai". Sehubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan keadaan yang menjadi latar belakang, maksud dan tujuannya adalah untuk : Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014.Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak berdasarkan kalsifikasinya tahun 2010-2014.Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014.Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Waktu penelitian selama yaitu pada bulan November sampai dengan selesai. Penelitian ini akan berusaha untuk menggambarkan pengelolaan pajak hotel, restoran dan hiburan di lihat dari kontribusi dan efektivitas selama 5 (lima) tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan dengan menggambarkan, menjabarkan dan menganalisa masalah objek yang diteliti kemudian membandingkan dengan konsep teori yang ada, metodeini bertujuan mendeskripsikan permasalahan secara sistematis dan actual mengenai fakta "“fakta serta sifat dari objek penelitian. Analisis kontribusi yaitu suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang dapat disumbangkan dari penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kots Pontianak, maka dibandingkan antara realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap PAD. Analisis efektifitas yaitu hubungan antara output dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output tertentu, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektifitas juga berhubungan dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan sasaran yang telah ditentukan 5. Hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang telah peneliti lakukan maka pembahasannya adalah sebagai berikut : secara keseluruhan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan Kota Pontianak selama tahun 2010 "“ 2014 sudah sangat efektif dan sangat memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Namun bila berdasarkan pada klasifikasi objek pajak hotel, restoran dan hiburan tidak semua efektif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kota Pontianak tahun 2010 "“ 2014. 6. Kesimpulan dan saran 1. Bagi pemerintah kota Pontianak Bagi pemerintah kota Pontianak harus dapat menerapkan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak pajak seperti melakukan penyitaan terhadap objek pajak bila telah menungak lebih dari 3 tahun dan dalam waktu 7 hari setelah dikeluarkan surat pemberitahuan paksa belum dapat melunasi hutang pajaknya.Pemerintah kota Pontianak harus dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, seperti meningkatkan keamanan kota Pontianak sehingga usaha perekonomian dan pariwisata menjadi meningkat dan banyak tamu yang menginap, makan maupun menikmati hiburan di hotel maupun restoran serta tempat-tempat hiburan dan secara otomatis dapat meningkatkan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan.Pemerintah kota Pontianak lebih meningkatkan acara-acara seperti gawai dayak, cap go meh maupun festival meriam agar selain dapat meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan restoran dan tempat hiburan yang berakibat meningkatnya penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan di kota Pontianak 2. Bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Pontianak a. Mempertahankan dan meningkatkan persentase pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak hotel, restoran dan hiburan. b. Melakukan pendataan ulang tentang objek pajak hotel, restoran dan hiburan terutama rumah kost, warung kopi dan pertandingan olahraga yang belum menjadi objek pajak. c. Melakukan validasi data tagihan pajak, sehingga dalam menerbitkan surat ketetapan pajak daerah kepada wajib pajak sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sesuai dengan potensi riilnya. Daftar pustaka Achmad, Lutfi (2004) "Pemanfaatan Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berdasarkan UU No. 34/2000 oleh Pemda untuk Menarik Pajak Daerah dan Retribusi Daerah": Suatu Studi di Kota Bogor. Agi, Mulyadi (2013) "Analisis pengaruh efekivitas pemungutan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah kota Bandung". Arikunto, Suharsini (2006) "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik". Jakarta: Reneka Cipta. Bambang Prasetyo, (2006) "Metode Penelitian Kuantitatif" : Teori dan Aplikasi. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Bawasir, Fuad (1999) "Peranan dan Strategi Keuangan Daerah", Gramedia: Jakarta. Christiana, Jean ( 2015 ) "Efektivitas Pemungutan dan Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah". Devas dkk, (1989) "Keuangan Pemerintahan Daerah di Indonesia." UI Press: Jakarta. Fatchanie, Meutia, 2007. "Analisis Efisiensi dan Efektivitas Hasil Pemungutan Pajak Daerah di Kabupaten Sleman". Yogyakarta : UII. Gay, L. R. (1976) "Educational Reseach, Colombus". Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company. Halim, Abdul (2004). "Akuntansi Keuangan Daerah". Salemba Empat: Jakarta. Hamrolie, Harun (1990) "Penuntun Analisis Peningkatan Dana Perimbangan Kota Yogyakarta: Andi Offset. Icha, Trestiyana Putri. (2012). juga "Analisis efektivitas dan kontribusi peneriamaan pajak bumi dan bangunan terhadap pendapatan daerah kabupaten Bandung". Mahmudi (2005) " Manajemen Kinerja Sektor Publik" (edisi 2), Yogyakarta : UPP STIM YKPN. Mardiasmo (2006) "Perpajakan". Yogyakarta: Andi. Nasution, S (1989) "Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif". Bandung: Tarsito Nawawi, H.Hadari. (1998) "Metode Penelitian Bidang Sosial," Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nazir, Moh. (1999) Metode Penelitian. Jakarta: Glalia Indonesia. Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2010 tentang "Pajak Daerah" Prakosa, Kesit Bambang (2003) "Pajak dan Retribusi Daerah". Yogyakarta : UII pres. Pudyatmoko, Y. Sri. (2009) "Pengantar Hukum Pajak" : ANDI . Rochmat, Soemitro. (1987) "Asas dan Dasar Perpajakan 1". Eresco: Bandung. Spradley, James P. (1997) "Metode Emografi" Tiara Wacana Yogya: Yogyakarta. Sari, Diana (2013) "Konsep Dasar Perpajakan". PT Refika Aditama: Bandung. Suandy, Erly (2005) "Hukum Pajak" Salemba Empat: Jakarta. Suharyadi dan Purwanto (2009) "Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern". Salemba Empat: Jakarta. Surachmad, Winarno (1994) "Pengantar Penelitian Ilmiah" Tarsito: Bandung. Travers, M.W. Robert (1978) "An Intoduction to Educational Research". New York: MacMillan Publishing Co., Inc. Undang-undang Nomor. 23 Tahun (2014) tentang "Pokok-pokok Pemerintah Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah." Undang-undang Nomor 28 tahun (2009) , tentang pajak daerah dan retribusi daerah. WA, Marsum (2001)" Restoran dan Segala Permasalahannya" .Andi: Yogyakarta
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) B41109147, Maro Raya Pane maro
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17020

Abstract

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Maro Raya Pane B41109147 ABSTRACT The purposes of this study are: 1) Knowing the effectiveness of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 2) To assess the effectiveness of the tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak by calcification 2010-2014; 3) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 4) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014. The method used are: 1) Descriptive analysis method that is used to describe and analyze the problem object under study then compared with existing theoretical concepts, this method aims at describing the problem in a systematic and actual fact, the facts and the nature of the research object. According to Travers (1978), this method aims to describe the nature of things going on at SAA Triset performed and examine the causes of a particular symptom. Meanwhile, according to Gay (1976), this method aims to answer questions regarding anything at the time was the ongoing process of research. This research method can be used with more angles and more comprehensive than the other methods. 2) Analysis of Contributions. That is an analysis tool that is used to determine how big the contribution that can be donated from the hotel and restaurant tax revenue to the acceptance of regional revenue in Pontianak City. Based on classification, not all hotel tax, restaurant and entertainment effectively and contribute to local revenues due to Pontianak city as well as hotel taxes largest contribution came from hotels and inns tax. There over, boarding house is only gives a little contribution than hotels and inns tax. Then the restaurant tax only in the dominance of restaurants and food store, while the contribution of the coffee shop is very small in comparison, and the entertainment tax is on average consider very small, but because it consists of a lot of tax object so that when added together have contributed to local revenues of Pontianak City. The effectiveness of hotels, restaurant and entertainment tax contribution make a bigger effect on revenue of Pontianak City. Keyword : Tax, Tax Effectiveness, Tax Contribution 1. Latar Belakang Komponen pendapatan asli daerah yang mempunyai peranan penting terhadap kontribusi penerimaan adalah pajak daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang ada pada sebagian pemerintah kota/kabupaten mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi penerimaan pendapatan asli daerah adalah pajak Hotel, Restoran dan Hiburan. Begitu juga dengan Kota Pontianak sebagai daerah tingkat II dan sekaligus ibukota Propinsi Kalimantan Batat juga memerlukan pembiayaan pembangunan dan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah yang salah satunya diperoleh dengan mengadakan pemungutan pajak hotel dan pajak restoran. 2. Permasalahan .Permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut " Bagaimana efektifitas, dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan dalam peningkatan PAD di Kota Pontianak ? 3. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan termasuk penelitian tentunya selalu mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang dijadikan pedoman dan arahan . menurut Suharsini Arikunto (2006:58) "Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setekah penelitian selesai". Sehubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan keadaan yang menjadi latar belakang, maksud dan tujuannya adalah untuk : 1. Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 2. Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak berdasarkan kalsifikasinya tahun 2010-2014. 3. Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Waktu penelitian selama yaitu pada bulan November sampai dengan selesai. Penelitian ini akan berusaha untuk menggambarkan pengelolaan pajak hotel, restoran dan hiburan di lihat dari kontribusi dan efektivitas selama 5 (lima) tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan dengan menggambarkan, menjabarkan dan menganalisa masalah objek yang diteliti kemudian membandingkan dengan konsep teori yang ada, metodeini bertujuan mendeskripsikan permasalahan secara sistematis dan actual mengenai fakta "“fakta serta sifat dari objek penelitian. Analisis kontribusi yaitu suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang dapat disumbangkan dari penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kots Pontianak, maka dibandingkan antara realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap PAD. Analisis efektifitas yaitu hubungan antara output dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output tertentu, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektifitas juga berhubungan dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan sasaran yang telah ditentukan 5. Hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang telah peneliti lakukan maka pembahasannya adalah sebagai berikut : secara keseluruhan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan Kota Pontianak selama tahun 2010 "“ 2014 sudah sangat efektif dan sangat memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Namun bila berdasarkan pada klasifikasi objek pajak hotel, restoran dan hiburan tidak semua efektif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kota Pontianak tahun 2010 "“ 2014. 6. Kesimpulan dan saran 1. Bagi pemerintah kota Pontianak a. Bagi pemerintah kota Pontianak harus dapat menerapkan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak pajak seperti melakukan penyitaan terhadap objek pajak bila telah menungak lebih dari 3 tahun dan dalam waktu 7 hari setelah dikeluarkan surat pemberitahuan paksa belum dapat melunasi hutang pajaknya. b. Pemerintah kota Pontianak harus dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, seperti meningkatkan keamanan kota Pontianak sehingga usaha perekonomian dan pariwisata menjadi meningkat dan banyak tamu yang menginap, makan maupun menikmati hiburan di hotel maupun restoran serta tempat-tempat hiburan dan secara otomatis dapat meningkatkan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan. c. Pemerintah kota Pontianak lebih meningkatkan acara-acara seperti gawai dayak, cap go meh maupun festival meriam agar selain dapat meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan restoran dan tempat hiburan yang berakibat meningkatnya penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan di kota Pontianak 2. Bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Pontianak a. Mempertahankan dan meningkatkan persentase pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak hotel, restoran dan hiburan. b. Melakukan pendataan ulang tentang objek pajak hotel, restoran dan hiburan terutama rumah kost, warung kopi dan pertandingan olahraga yang belum menjadi objek pajak. c. Melakukan validasi data tagihan pajak, sehingga dalam menerbitkan surat ketetapan pajak daerah kepada wajib pajak sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sesuai dengan potensi riilnya. Daftar pustaka Achmad, Lutfi (2004) "Pemanfaatan Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berdasarkan UU No. 34/2000 oleh Pemda untuk Menarik Pajak Daerah dan Retribusi Daerah": Suatu Studi di Kota Bogor. Agi, Mulyadi (2013) "Analisis pengaruh efekivitas pemungutan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah kota Bandung". Arikunto, Suharsini (2006) "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik". Jakarta: Reneka Cipta. Bambang Prasetyo, (2006) "Metode Penelitian Kuantitatif" : Teori dan Aplikasi. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Bawasir, Fuad (1999) "Peranan dan Strategi Keuangan Daerah", Gramedia: Jakarta. Christiana, Jean ( 2015 ) "Efektivitas Pemungutan dan Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah". Devas dkk, (1989) "Keuangan Pemerintahan Daerah di Indonesia." UI Press: Jakarta. Fatchanie, Meutia, 2007. "Analisis Efisiensi dan Efektivitas Hasil Pemungutan Pajak Daerah di Kabupaten Sleman". Yogyakarta : UII. Gay, L. R. (1976) "Educational Reseach, Colombus". Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company. Halim, Abdul (2004). "Akuntansi Keuangan Daerah". Salemba Empat: Jakarta. Hamrolie, Harun (1990) "Penuntun Analisis Peningkatan Dana Perimbangan Kota Yogyakarta: Andi Offset. Icha, Trestiyana Putri. (2012). juga "Analisis efektivitas dan kontribusi peneriamaan pajak bumi dan bangunan terhadap pendapatan daerah kabupaten Bandung". Mahmudi (2005) " Manajemen Kinerja Sektor Publik" (edisi 2), Yogyakarta : UPP STIM YKPN. Mardiasmo (2006) "Perpajakan". Yogyakarta: Andi. Nasution, S (1989) "Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif". Bandung: Tarsito Nawawi, H.Hadari. (1998) "Metode Penelitian Bidang Sosial," Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nazir, Moh. (1999) Metode Penelitian. Jakarta: Glalia Indonesia. Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2010 tentang "Pajak Daerah" Prakosa, Kesit Bambang (2003) "Pajak dan Retribusi Daerah". Yogyakarta : UII pres. Pudyatmoko, Y. Sri. (2009) "Pengantar Hukum Pajak" : ANDI . Rochmat, Soemitro. (1987) "Asas dan Dasar Perpajakan 1". Eresco: Bandung. Spradley, James P. (1997) "Metode Emografi" Tiara Wacana Yogya: Yogyakarta. Sari, Diana (2013) "Konsep Dasar Perpajakan". PT Refika Aditama: Bandung. Suandy, Erly (2005) "Hukum Pajak" Salemba Empat: Jakarta. Suharyadi dan Purwanto (2009) "Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern". Salemba Empat: Jakarta. Surachmad, Winarno (1994) "Pengantar Penelitian Ilmiah" Tarsito: Bandung. Travers, M.W. Robert (1978) "An Intoduction to Educational Research". New York: MacMillan Publishing Co., Inc. Undang-undang Nomor. 23 Tahun (2014) tentang "Pokok-pokok Pemerintah Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah." Undang-undang Nomor 28 tahun (2009) , tentang pajak daerah dan retribusi daerah. WA, Marsum (2001)" Restoran dan Segala Permasalahannya" .Andi: Yogyakarta
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) B41109147, Maro Raya Pane maro
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17021

Abstract

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK HOTEL, RESTORAN DAN HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Maro Raya Pane B41109147 ABSTRACT The purposes of this study are: 1) Knowing the effectiveness of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 2) To assess the effectiveness of the tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak by calcification 2010-2014; 3) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014; 4) Knowing the contribution of tax revenue the hotel, restaurant and entertainment district of Pontianak overall 2010-2014. The method used are: 1) Descriptive analysis method that is used to describe and analyze the problem object under study then compared with existing theoretical concepts, this method aims at describing the problem in a systematic and actual fact, the facts and the nature of the research object. According to Travers (1978), this method aims to describe the nature of things going on at SAA Triset performed and examine the causes of a particular symptom. Meanwhile, according to Gay (1976), this method aims to answer questions regarding anything at the time was the ongoing process of research. This research method can be used with more angles and more comprehensive than the other methods. 2) Analysis of Contributions. That is an analysis tool that is used to determine how big the contribution that can be donated from the hotel and restaurant tax revenue to the acceptance of regional revenue in Pontianak City. Based on classification, not all hotel tax, restaurant and entertainment effectively and contribute to local revenues due to Pontianak city as well as hotel taxes largest contribution came from hotels and inns tax. There over, boarding house is only gives a little contribution than hotels and inns tax. Then the restaurant tax only in the dominance of restaurants and food store, while the contribution of the coffee shop is very small in comparison, and the entertainment tax is on average consider very small, but because it consists of a lot of tax object so that when added together have contributed to local revenues of Pontianak City. The effectiveness of hotels, restaurant and entertainment tax contribution make a bigger effect on revenue of Pontianak City. Keyword : Tax, Tax Effectiveness, Tax Contribution 1. Latar Belakang Komponen pendapatan asli daerah yang mempunyai peranan penting terhadap kontribusi penerimaan adalah pajak daerah. Salah satu jenis pajak daerah yang ada pada sebagian pemerintah kota/kabupaten mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi penerimaan pendapatan asli daerah adalah pajak Hotel, Restoran dan Hiburan. Begitu juga dengan Kota Pontianak sebagai daerah tingkat II dan sekaligus ibukota Propinsi Kalimantan Batat juga memerlukan pembiayaan pembangunan dan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah yang salah satunya diperoleh dengan mengadakan pemungutan pajak hotel dan pajak restoran. 2. Permasalahan .Permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut " Bagaimana efektifitas, dan kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan dalam peningkatan PAD di Kota Pontianak ? 3. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan termasuk penelitian tentunya selalu mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang dijadikan pedoman dan arahan . menurut Suharsini Arikunto (2006:58) "Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setekah penelitian selesai". Sehubungan dengan masalah yang diidentifikasikan dan keadaan yang menjadi latar belakang, maksud dan tujuannya adalah untuk : 1. Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 2. Mengetahui efektifitas penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak berdasarkan kalsifikasinya tahun 2010-2014. 3. Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Mengetahui kontribusi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan kota Pontianak secara keseluruhan tahun 2010-2014. 4. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Waktu penelitian selama yaitu pada bulan November sampai dengan selesai. Penelitian ini akan berusaha untuk menggambarkan pengelolaan pajak hotel, restoran dan hiburan di lihat dari kontribusi dan efektivitas selama 5 (lima) tahun dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan dengan menggambarkan, menjabarkan dan menganalisa masalah objek yang diteliti kemudian membandingkan dengan konsep teori yang ada, metodeini bertujuan mendeskripsikan permasalahan secara sistematis dan actual mengenai fakta "“fakta serta sifat dari objek penelitian. Analisis kontribusi yaitu suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang dapat disumbangkan dari penerimaan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kots Pontianak, maka dibandingkan antara realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan terhadap PAD. Analisis efektifitas yaitu hubungan antara output dan tujuan atau dapat juga dikatakan merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output tertentu, kebijakan dan prosedur dari organisasi. Efektifitas juga berhubungan dengan derajat keberhasilan suatu operasi pada sektor public sehingga suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang merupakan sasaran yang telah ditentukan 5. Hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang telah peneliti lakukan maka pembahasannya adalah sebagai berikut : secara keseluruhan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan Kota Pontianak selama tahun 2010 "“ 2014 sudah sangat efektif dan sangat memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Namun bila berdasarkan pada klasifikasi objek pajak hotel, restoran dan hiburan tidak semua efektif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kota Pontianak tahun 2010 "“ 2014. 6. Kesimpulan dan saran 1. Bagi pemerintah kota Pontianak a. Bagi pemerintah kota Pontianak harus dapat menerapkan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak pajak seperti melakukan penyitaan terhadap objek pajak bila telah menungak lebih dari 3 tahun dan dalam waktu 7 hari setelah dikeluarkan surat pemberitahuan paksa belum dapat melunasi hutang pajaknya. b. Pemerintah kota Pontianak harus dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, seperti meningkatkan keamanan kota Pontianak sehingga usaha perekonomian dan pariwisata menjadi meningkat dan banyak tamu yang menginap, makan maupun menikmati hiburan di hotel maupun restoran serta tempat-tempat hiburan dan secara otomatis dapat meningkatkan penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan. c. Pemerintah kota Pontianak lebih meningkatkan acara-acara seperti gawai dayak, cap go meh maupun festival meriam agar selain dapat meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan restoran dan tempat hiburan yang berakibat meningkatnya penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan di kota Pontianak 2. Bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Pontianak a. Mempertahankan dan meningkatkan persentase pajak hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak hotel, restoran dan hiburan. b. Melakukan pendataan ulang tentang objek pajak hotel, restoran dan hiburan terutama rumah kost, warung kopi dan pertandingan olahraga yang belum menjadi objek pajak. c. Melakukan validasi data tagihan pajak, sehingga dalam menerbitkan surat ketetapan pajak daerah kepada wajib pajak sudah benar-benar mencerminkan tagihan pajak yang sesuai dengan potensi riilnya. Daftar pustaka Achmad, Lutfi (2004) "Pemanfaatan Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berdasarkan UU No. 34/2000 oleh Pemda untuk Menarik Pajak Daerah dan Retribusi Daerah": Suatu Studi di Kota Bogor. Agi, Mulyadi (2013) "Analisis pengaruh efekivitas pemungutan pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah kota Bandung". Arikunto, Suharsini (2006) "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik". Jakarta: Reneka Cipta. Bambang Prasetyo, (2006) "Metode Penelitian Kuantitatif" : Teori dan Aplikasi. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Bawasir, Fuad (1999) "Peranan dan Strategi Keuangan Daerah", Gramedia: Jakarta. Christiana, Jean ( 2015 ) "Efektivitas Pemungutan dan Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah". Devas dkk, (1989) "Keuangan Pemerintahan Daerah di Indonesia." UI Press: Jakarta. Fatchanie, Meutia, 2007. "Analisis Efisiensi dan Efektivitas Hasil Pemungutan Pajak Daerah di Kabupaten Sleman". Yogyakarta : UII. Gay, L. R. (1976) "Educational Reseach, Colombus". Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company. Halim, Abdul (2004). "Akuntansi Keuangan Daerah". Salemba Empat: Jakarta. Hamrolie, Harun (1990) "Penuntun Analisis Peningkatan Dana Perimbangan Kota Yogyakarta: Andi Offset. Icha, Trestiyana Putri. (2012). juga "Analisis efektivitas dan kontribusi peneriamaan pajak bumi dan bangunan terhadap pendapatan daerah kabupaten Bandung". Mahmudi (2005) " Manajemen Kinerja Sektor Publik" (edisi 2), Yogyakarta : UPP STIM YKPN. Mardiasmo (2006) "Perpajakan". Yogyakarta: Andi. Nasution, S (1989) "Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif". Bandung: Tarsito Nawawi, H.Hadari. (1998) "Metode Penelitian Bidang Sosial," Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Nazir, Moh. (1999) Metode Penelitian. Jakarta: Glalia Indonesia. Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2010 tentang "Pajak Daerah" Prakosa, Kesit Bambang (2003) "Pajak dan Retribusi Daerah". Yogyakarta : UII pres. Pudyatmoko, Y. Sri. (2009) "Pengantar Hukum Pajak" : ANDI . Rochmat, Soemitro. (1987) "Asas dan Dasar Perpajakan 1". Eresco: Bandung. Spradley, James P. (1997) "Metode Emografi" Tiara Wacana Yogya: Yogyakarta. Sari, Diana (2013) "Konsep Dasar Perpajakan". PT Refika Aditama: Bandung. Suandy, Erly (2005) "Hukum Pajak" Salemba Empat: Jakarta. Suharyadi dan Purwanto (2009) "Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern". Salemba Empat: Jakarta. Surachmad, Winarno (1994) "Pengantar Penelitian Ilmiah" Tarsito: Bandung. Travers, M.W. Robert (1978) "An Intoduction to Educational Research". New York: MacMillan Publishing Co., Inc. Undang-undang Nomor. 23 Tahun (2014) tentang "Pokok-pokok Pemerintah Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah." Undang-undang Nomor 28 tahun (2009) , tentang pajak daerah dan retribusi daerah. WA, Marsum (2001)" Restoran dan Segala Permasalahannya" .Andi: Yogyakarta
Analisis Pengaruh Financial Leverage, Debt of Equity Ratio dan Current Ratio Terhadap Earning Per Share pada Industri Sektor Migas yang Listing di BEI B51110039, FAUZI
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17028

Abstract

Purpose of this study was to examine and analyze the effect of financial leverage, debt of equity ratio and current ratio to earnings per share in the oil and gas industry are listed on the Stock Exchange Type of this research is quantitative research. The sample used by 8 companies. Data collection methods is the study documentation. Data analysis using multiple linear regression Results of this study showed that simultaneous financial leverage as measured by long-term debt to equity ratio, current ratio as measured by the natural log of the net state debt and equity ratio significantly affect earnings per share. Partially current ratio significant effect on earnings per share, while financial leverage and debt ratio ofequity no significant effect on earnings per share The value of coefficient of determination (R2) of 0.248 or 24.8%, which means the ability of the influence of all the variables financial leverage, debt of equity ratio and current ratio to earnings per share is 24.8% while the rest influenced by other factors not included in the study this. Keywords : financial leverage (long termdebt to equity ratio ) , debt of equity ratio and current ratio (log net natural state) and earnings per share
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMK NEGERI 1 SUNGAI KAKAP B51112067, M. FAHRUL WAHYUDI
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17029

Abstract

This research aims to identify wheather the implementation of internal control system of the School Operational Assistance (SOA) or (Bantuan Operasional Sekolah, BOS) in the public vocation high school 1 Sungai Kakap (SMK Negeri 1 Sungai Kakap) has been operating effectively or not. The BOS program is an effort to in crease public access, especially students from poor families, of quality education by pursuing the nine-year compulsory education. This research was conducted in the public vocation high school 1 Sungai Kakap. In order to describe the mechanism of the BOS funds distribution that consists of the flow of transmitting student number data, allocation and selection data, and fund distribution data, this research uses three analyses that are the evaluation of the organizational structure, the analysis flowchart explaining the mechanism of distribution of BOS funds and internal control questionnaires. The analyses were used altogether to understand the management of school operational funds (SOA) or (Bantuan Operasional Sekolah, BOS). Based on the results of the analysis, it can be concluded that the implementation of internal control system of the School Operational Assistance (SOA) or (Bantuan Operasional Sekolah, BOS) in the public vocation high school 1 Sungai Kakap is good. It can be seen from the results of the analysis of the organizational structure evaluation, the flowchart, and internal control questionaires showing that the mechanism has been implemented effectively and procedurally. Keywords: internal control system and the School Operational Assistance (Bantuan Operasional Sekolah, BOS).
IMPLEMENTASI SAK-ETAP PADA LAPORAN KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) TOKO BINGKE KHATULISTIWA B51112034, Wahyu Ananto Anugrah
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17030

Abstract

Financial report serves as a tool to analyze financial performance that can provide information about the financial position, performance and cash flows, so it can be used as a basis for making economic decisions. Research aimed at UKM Bingke Khatulistiwa shop that do not have the financial statements. The purpose of this study was to determine how the application of Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP) in the preparation of financial statements in UKM Bingke Khatulistiwa shop and any constraints faced by UKM in preparing financial statements based SAK ETAP. This study used a qualitative descriptive method of data collection techniques are interviews, documentary studies, and research literature. It can be concluded that UKM Bingke Khatulistiwa shop is not yet fully comply with and not in accordance with Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP). Constraints faced by UKM in the implementation of the financial statements is due to the lack of technical knowledge in preparing the financial statements, lack of education about how the implementation of ETAP SAK on UKM and the lack of oversight of the parties interested in the financial statements of UKM. Keywords : Financial Statements, SAK ETAP, UKM
PENGARUH DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU) TERHADAP BELANJA DAERAH (Studi Kasus Pada Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2005-2014) B51112062, Sakinah
Jurnal KIAFE Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Undergraduate Program in Accounting, Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/kiafe.v5i4.17031

Abstract

This study aimed to analyze the influence of Specific Allocation Fund (DAK) and General Allocation Fund (DAU) to the expenditure area in Sambas district fiscal year 2005-2014 simultaneously or partially. The study population was Sambas district in a decade, namely from the year 2005 to 2014. Data collection techniques using secondary data from the Budget Realization Report (LRA) is obtained from the Regional Secretariat Sambas Regency. Data collection techniques using methods of literary study. Data were analyzed using multiple linear regression previously through the classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity, autocorrelation, and heterokedastisitas. The results showed a partial DAU positive and significant impact on regional spending, by showing t-test of 7.057 DAU much larger than t-table 0.000 2.36462 significantly smaller than α = 0.05. While DAK positive and not significant to the expenditure area with t-test showed DAK amounted to 0.750 smaller than t-table 0.478 2.36462 significantly greater than α = 0.05. Simultaneously variable DAU and DAK affect the shopping area by showing a significant F value of 0.000 is below 0.05 and F count (129.515) is greater than the F table (5.32). There is a strong correlation and coefficient of determination were great owned independent variable on the dependent variable. Keywords: Specific Allocation Fund (DAK), General Allocation Fund (DAU), Expenditure Area

Page 90 of 193 | Total Record : 1926


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Vol. 3 No. 3 (2025): December 2025 Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025 Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024 Vol. 2 No. 3 (2024): July 2024 Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 1 No. 3 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL KAJIAN ILMIAH AKUNTANSI Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 4 (2021): Vol 4 Vol. 11 No. 4 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2021): KIAFE Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue