cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
BUDAYA BAHARI DALAM NOVEL PULAU KARYA ASPAR PATURUSI (KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GERRTZ) HAIRIYAH, NUR
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK BUDAYA BAHARI DALAM NOVEL PULAU KARYA ASPAR PATURUSI (KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) Novel Pulau karya Aspar Paturusi merupakan sebuah novel yang di dalamnya menceritakan latar belakang budaya bahari. Mayoritas lelaki di Tanjung Bira bekerja sebagai pelaut. Bagi lelaki Tanjung Bira laut adalah kehidupan mereka. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan rencana-rencana budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi, resep-resep budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi, aturan-aturan budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi, dan instruksi-instruksi budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi. Sumber data berupa novel Pulau karya Aspar Paturusi. Data penelitian ini yaitu unit-unit teks yang berupa kata-kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana yang berhubungan dengan rumusan masalah. Teknik pengumulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini adalah rencana budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi yaitu (1) menghormati nahkoda, (2) menyimpan jimat yang diimpikan pelaut, (3) pola hidup masyarakat pelaut, dan (4) modal menjadi pelaut. Resep budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi yaitu (1) bertahan hidup ketika terdampar, (2) kebutuhan hidup masyarakat pelaut, (3) menghindari bahaya di laut, dan (4) menyambut perahu yang datang atau pelaut. Aturan budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi berupa (1) menentukan nahkoda, (2) melepas perahu, dan (3) norma kehidupan pelaut. Dan instruksi budaya bahari yang terdapat dalam novel Pulau karya Aspar Paturusi yang berupa (1) sistem religi pelaut, dan (2) kepercayaan masyarakat pelaut. Kata kunci : Budaya bahari, interpretatif simbolik, rencana, resep, aturan, dan instruksi. ABSTRACT MARINE CULTURE IN PULAU NOVEL BY ASPAR PATURUSI (SYMBOLIC INTERPRETATIVE STUDY BY CLIFFORD GEERTZ ) Pulau novel by Aspar Paturusi is a novel telling about bahari culture. The majority of the men lived in Tanjung Bira are sailors. For them, sea is their main treasure to live their live. The aim of this research is to describe the marine culture included in novel Pulau by Aspar Paturusi which are plans, recipes, rules, and instructions in it. The approach used in this reseach is anthropology approach. The data gathered from Pulau novel by Aspar Paturusi as the source of this research. The data of this research are words, pharase, sentence, pharagraph in every text relating to the research problem. The data collection technique used in this research is literature review. Furthermore the data analysis technique used in this research is descriptive analysis. The result of this research shows that firstly, the plans of the marine culture found in the Pulau novel are (1) respecting the captain, (2) saving the sailors? mulet, (3) sailors? lifestyle, and (4) sailors? principal. Secondly, the recipes of the marine culture found in Pulau novel by Aspar Paturusi are (1) surviving when being marooned, (2) sailors? daily need (3) avoiding danger in the sea, and (4) welcoming people who are back from sailing. Furthermore, the rules found in Pulau novel by Aspar Paturusi are (1) deciding the captain, (2) detaching the sailors, and (3) sailors? life norm. Lastly, the instruction found in Pulau novel by Aspar Paturusi is (1) sailors religion, and (2) sailors? belief. Key woards : Marine culture, symbolic interpretative, plans, recipes, rules, and instructions.
KEPAHLAWANAN TOKOH WIRANGGALENG DALAM NOVEL ARUS BALIK KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (TEORI THE HEROS JOURNEY CHRISTOPHER VOGLER) EKA PUTRI, AFHAMI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepahlawanan Tokoh Wiranggaleng dalam Novel Arus Balik Karya Pramoedya Ananta Toer (Teori The Heros Journey Christopher Vogler) Penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tahap-tahap Act One, Act Two, dan Act Three yang dilalui Wiranggaleng dalam novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan toeri The Hero?s Journey yang dikemukakan oleh C. Vogler. Data mengenai tahap-tahap Act One, Act Two, dan Act Three berupa kata, kalimat, paragraf, dan wacana dalam novel Arus Balik, didapat dari studi pustaka dengan teknik simak-catat. Model yang diguanakan dalam analisis adalah model Miles dan Huberman. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa Wiranggaleng menjalani tahapan perjalanan pahlawan, melalui tahap-tahap Act One yaitu keberangkatan sang pahlawan untuk berpetualang, tahap-tahap Act One diantaranya: Ordinary World, Call to Adventure, Refusal of the Call, Meeting with the Mentor, dan Crossing the First Threshold. Tahap-tahap Act Two yaitu inisiasi yang dilalui oleh sang pahlawan, tahap-tahap Act Two diantaranya: Tests, Allies, Enemies, Approach to the Inmost Cave, The Ordeal, dan Reward. Dan tahap-tahap Act Three yaitu kembalinya sang pahlawan dari petualangan, tahap-tahap Act Three diantaranya: The Road Back, The Resurrection, dan Return with The Elixir., Petualangan Wiranggaleng yang dulunya adalah seorang petani desa menjadi seorang punggawa dimulai dari Syahbandar-muda Wiranggaleng, senapati hingga seorang panglima pasukan perang yang mengemban cita-cita menahan arus balik dan telah mencoba untuk melawan Peranggi. Kata Kunci: Pahlawan, The Hero?s Journey, Christopher Vogler AbstractHeroism of Wiranggaleng in Arus Balik Novel by Pramoedya Ananta Toer ( Theory The Hero?s Journey by Christopher Vogler) This type of research is a qualitative descriptive study. The purpose of this research is describing the stages of Act One, Act Two, and Act Three that Wiranggaleng goes through in Arus Balik novel by Pramoedya Ananta Toer. This research data is the stages of Act One, Act two, and Act Three, in the form of word, sentences, paragraphs, and discourse in Arus Balik novel, obtained from library research with note taking techniques. The models used in the analiysis are the Miles and Huberman?s model. The results showed that Wiranggaleng goes through the stages of the hero?s journey, through the Act One stages is departure of the hero, Act One?s stages including: Ordinary World, Call to Adventure, Refusal of the Call, Meeting with the Mentor, and Crossing the First Threshold. Act Two stages is initiation. Act Two?s stages including: Test, Allies, Enemies, Approach to the Inmost Cave, The Ordeal, and Reward. Act Three stages is return of the hero, Act Three?s including: The Road Back, The Resurrection, and Return with The Elixir. Wiranggalengs Journey, which used to be a village farmer became a courtier, starting from the young-Syahbandar Wiranggaleng, until he was a commander of the army who carried out the ideals of holding back the flowand had tried to fight the Peranggi. Keywords: Heroic, The Hero?s Journey, Christopher Vogler
INTERAKSI SIMBOLIK TOKOH DALAM FILM PENDEK INDONESIA PADA SALURAN YOUTUBE VIDDSEE.COM SEPTIA FIRDAUS, RIZKI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Percakapan antar tokoh dalam film pendek menunjukkan adanya komunikasi secara verbal maupun nonverbal ketika berinteraksi tentunya meliputi beberapa aspek yakni prioritas sosial, tindakan, sikap-isyarat, dan simbol untuk memudahkan individu menyampaian tujuan dan maksud yang ingin disampaikan. Tokoh-tokoh dalam film pendek indonesia melakukan interaksi dengan menggunakan simbol baik secara verbal yaitu berupa bahasa dan non verbal yaitu berupa gerak-gerak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan interaksi simbolik pikiran (mind) tokoh dalam film pendek Indonesia saluran youtube viddsee.com. (2) mendeskripsikan interaksi simbolik diri (self) tokoh dalam film pendek Indonesia saluran youtube viddsee.com. (3) mendeskripsikan interaksi simbolik masyarakat (society) tokoh dalam film pendek Indonesia saluran youtube viddsee.com. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang datanya berupa kutipan kata, penggalan kalimat, uraian kalimat dan dialog antar tokoh dalam beberapa menit di dalam video yang mendukung atau mengacu pada fokus penelitian, yaitu berupa penggalan kalimat baik uraian secara langsung dari film pendek. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga film pendek berjudul Grieving Dreams (Anak Lanang) karya Minggar Panji A., Kuncup karya M. Mydral Muda, dan Dewi Goes Home (Dewi Pulang) karya Candra Aditya. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Teknik analisis ini digunakan dalam penelitian ini untuk memaknai proses interaksi simbolik dalam dialog antartokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik terdapat dalam film pendek Indonesia berjudul Grieving Dreams (Anak Lanang), Kuncup, dan Dewi Goes Home (Dewi Pulang). Interaksi simbolik memiliki tiga konsep utama yaitu konsep pikiran terdapat empat tahapan yaitu gestur, simbol, makna, dan tindakan (Implus, presepsi, manipulasi, dan konsumasi). Konsep self terdapat beberapa tahapan yang memengaruhi tokoh dalam menemukan jati dirinya yaitu tahapan persiapan yaitu imitasi, tahapan bermain (tahap sandiwara) yaitu bermain peran, dan tahapan permainan yaitu tahap perkembangan diri. Selain selain konsep pikiran dan konsep diri, terdapat konsep masyarakat (society) memiliki bentuk masyarakat atau institusi masyarakat, munculnya sifat simpati dan empati, konflik, I and Me (society) dan pengalaman. Kata kunci : interaksi simbolik, film pendek Indonesia, pikiran, diri, dan masyarakat.
PENGARUH PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 3 WARU SIDOARJO , AL-KAYYIS
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membantu menemukan pokok atau inti pembelajaran diperlukan sebuah metode. Terdapat berbagai metode yang biasa digunakan oleh tenaga pengajar diantaranya yaitu metode problem basic learning, metode kooperatif, dan lain-lain. Metode-metode ini digunakan untuk menarik minat peserta didik agar lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode STAD (Student Team Achievement Division) terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Waru ? Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experiment dengan desain pretest-posttests control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII ? A sebagai kelas eksperimen dan VIII ? D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif penerapan metode STAD terhadap kemampuan menulis teks berita. Hal itu dapat dibuktikan dengan kenaikan rata-rata kelas eksperimen dari pretes dengan perolehan nilai seluruhnya adalah 1401 dengan jumlah rata-rata 54. Jumlah nilai pretes dapat dikategorikan masih di bawah standar KKM. Perolehan nilai seluruhnya pada tahap postes yakni sejumlah 2045 dengan jumlah rata-rata 79 yang dikategorikan melampaui standar. Kemudian pada hasil uji t sejumlah = 3,79 ini menunjukkan hasil yang lebih besar daripada = 2,66 yang menunjukkan bahwa eksperimen ini berhasil. Respon peserta didik terhadap metode koopratif tipe STAD sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari persentase nilai tertinggi jawaban angket yakni 96% dan nilai terendah 80,7%. Persentase keseluruhan jawaban ?Ya? sejumlah 91,5% sedangkan yang menjawab ?Tidak? sejumlah 12% saja. Berdasarkan hasil respon siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode kooperatif tipe STAD sangat layak dan efektif untuk diterapkan.Kata Kunci: metode, kooperatif, STAD, menulis, berita.
JARGON SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN AR-ROUDLOTUL ILMIYAH KERTOSONO NGANJUK BALQIS, ISMI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah merupakan satu di antara variasi bahasa yang ditinjau dari segi sosiolek. Santri-santri tersebut merupakan satu kelompok sosial yang ada di masyarakat yang sering menggunakan kosakata tertentu, utamanya ketika berkomunikasi dengan sesama santri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana bentuk dan makna jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk?, (2) bagaimana fungsi jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk? (3) bagaimana ranah penggunaan jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk? Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mendeskripsikan bentuk dan makna jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk, (2) mendeskripsikan fungsi jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk, dan (3) mendeskripsikan ranah penggunaan jargon santri putri Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah Kertosono Nganjuk. Dalam penelitian ini, digunakan morfologi untuk mengaji proses morfologis, dan menggunakan pendapat Sibarani (1992:37) pada rumusan masalah pertama, untuk mengaji masalah kedua digunakan pendapat Purnama (dalam Sugiri, 1996:171), sedangkan untuk mengaji masalah keempat menggunakan Sosiolinguistik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan teknik simak bebas libat cakap, sadap, catat, dan cakap semuka. Sedangkan metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode agih, dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini adalah terdapat enam pola pembentukan jargon, yaitu bentuk afiksasi, abreviasi, komposisi, arbitrer (manasuka), bentuk dasar, dan tiruan bunyi. Adapun pemaknaan jargon santri adalah dengan makna leksikal, idiom, ungkapan, dan metafora. Pemaknaan metafora terbagi atas perbandingan persamaan bentuk, perbandingan persamaan sifat, perbandingan persamaan kegiatan, dan perbandingan persamaan keadaan. Jargon santri putri pondok ini memunyai fungsi, antara lain: (1)sebagai lambang identitas, (2)gurauan, (3) menyamarkan arti kosakata yang telah diketahui masyarakat umum, dan (4) menyampaikan informasi atau berita. Ranah penggunaan jargon yang digunakan dalam penelitian ini diuraikan berdasar partisipan, lokasi atau wilayah, dan ranah pembicaraan yang sedang berlangsung (ranah sehari-sehari, pembelajaran, obrolan pribadi, pakaian, dan makanan).
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN TEKS ULASAN BERMODEL THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VIII AYU PITALOKA, DIAH
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku suplemen teks ulasan yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan sebagai buku pelengkap dari buku teks. Teks ulasan merupakan teks yang berisi ulasan-ulasan atau penilaian terhadap suatu karya. Dalam buku suplemen teks ulasan ini tata cara penyajian materi demi materi disusun berdasarkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang (1) proses pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk peserta didik kelas VIII, dan (2) mendeskripsikan kualitas pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII. Dalam tujuan yang kedua terbagi menjadi tiga bagian yaitu (a) mendeskripsikan kevalidan pengembangan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII, (b) mendeskripsikan keefektifan penggunaan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII, (c) mendeskripsikan kepraktisan penggunaan buku suplemen teks ulasan bermodel Think Talk Write (TTW) untuk pesert didik kelas VIII. Penelitian ini berjenis penelitian dan pengembangan (research and development) karena bertujuan untuk menghasilkan sekaligus menguji kualitas dan keefektifan produk.Model pegembangan yang dipakai adalah model pengembangan Thiagarajan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa buku suplemen telah memenuhi validitas, keefektifan, dan kepraktisan. Validitas dilakukan pada kelayakan isi mendapat 96,66%, kelayakan bahasa mendapat 96%, kelayakan penyajian mendapat 100%, dan kelayakan kegrafikan mendapat 92%. Keefektifan dilihat pada uji coba terbatas mendapat nilai rata-rata 75,25 dan uji coba luas mendapat nilai rata-rata 80,57. Selain itu, dapat dilihat dari hasil observasi peserta ddik pada uji coba terbatas mendapat 82% dan observasi pesert didik pada uji coba luas mendapat 88%.Kepraktisan dilihat dari angket respon peserta didik pada uji coba terbatas mendapat 77,6% dan angket respon peserta didik pada uji coba luas mendapat 81,71%. Kata Kunci: buku suplemen, teks ulasan, Think Talk Write (TTW)
HUKUM ISLAM DALAM NASKAH SULLAM TAUFIQ (KAJIAN FILOLOGIS) NUR ARINI, CITRA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HUKUM ISLAM DALAM NASKAH SULLAM TAUFIQ (KAJIAN FILOLOGIS) Nama : Citra Nur Arini NIM : 14020074097 Prodi : S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Suharmono Kasiyun, M.Pd.Kata Kunci : Naskah, Filologi, Hukum Islam. Naskah merupakan bentuk peninggalan masa lampau yang masih dijaga sampai sekarang. Naskah-naskah tersebut dapat dijumpai di berbagai museum yang ada di Indonesia. Isi yang disampaikan dalam naskah berupa informasi-informasi bermanfaat. Contoh: ilmu agama, sejarah, kebudayaan, adat istiadat zaman dahulu, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, naskah peninggalan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia perlu dijaga dan dirawat agar tidak punah, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat. Agar naskah tersebut bermanfaat bagi masyarakat perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk memudahkan pembaca yang ingin mempelajari naskah. Penelitian yang digunakan pada naskah-naskah kuno itu adalah filologi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian filologi naskah Sullam Taufiq, yakni: (1) deskripsi naskah dan teks, memaparkan identitas naskah dan teks; (2) transliterasi, makna pegon dengan tulisan Arab dengan bahasa Jawa, diubah menjadi tulisan Latin dengan bahasa Jawa; (3) terjemahan, hasil transliterasi berupa tulisan Latin dengan bahasa Jawa diganti menjadi tulisan Latin dengan bahasa Indonesia; (4) pembahasan, menungkap hukum-hukum Islam yang ada dalam naskah. Tujuan penelitian ini memaparkan hukum-hukum Islam dalam naskah Sullam Taufiq. Metode naskah tunggal digunakan dalam penelitian ini. Sumber data diperoleh dari Museum Mpu Tantular yang berada di Sidoarjo dengan data penelitian berupa naskah kuno berjudul Sullam Taufiq. Metode pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yakni metode studi pustaka, metode studi lapangan, dan pengumpulan data dari berbagai sumber lain. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan isi dalam naskah, kemudian dianalisis berdasarkan bukti data yang ada. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada dua hukum Islam yang terdapat pada naskah Sullam Taufiq, yakni wajib dan haram. Perkara yang wajib dikerjakan oleh umat muslim dalam naskah ada 20, yang meliputi 1) kewajiban mengucap kalimat syahadat; 2) kewajiban menjaga agama; 3) kewajiban orang murtad; 4) kewajiban orang mukallaf; 5) waktu salat; 6) kewajiban salat; 7) syarat-syarat salat; 8) istinjak; 9) fardhunya mandi; 10) syarat-syarat bersuci; 11) mencuci najis; 12) menutup aurat; 13) khusuk dalam salat; 14) salat Jumat; 15) kewajiban terhadap mayit; 16) harta yang wajib dizakati; 17) puasa Ramadhan; 18) ibadah Haji; 19) kewajiban memberi nafkah; dan 20) kewajiban setiap mukmin. Sedangkan perkara yang haram dilaksanakan oleh umat muslim ada 3, yakni 1) larangan bagi yang batal wudhu; 2) larangan riba; dan 3) macam-macam riba. ABSTRACT ISLAMIC LAW OF SULLAM TAUFIQ MANUSCRIPT (PHILOLOGICAL STUDY) Name : Citra Nur Arini NIM : 14020074097 Study Program : S1 Indonesian Education Major : Indonesian Language and Literature Faculty : Language and Art institution name : State University of Surabaya Advisor : Dr. Suharmono Kasiyun, M.Pd.Keywords : Manuscript, Philology, Islamic Law. The manuscript is a form of relics of the past that are still preserved until now. The manuscripts can be found in various museums in Indonesia. The contents conveyed in the text in the form of useful information. Examples: the science of religion, history, culture, ancient customs, and so forth. Therefore, the historical manuscripts owned by the Indonesian people need to be maintained and maintained so as not to extinct, and can be useful for the community. In order for the manuscript is useful for the community needs a research that aims to facilitate the readers who want to learn the script. The research used in the ancient texts is philology. Stages performed in the research philology manuscript Sullam Taufiq, namely: (1) description of manuscripts and texts, exposing the identity of texts and texts; (2) transliteration, the meaning of pegon with Arabic script with Javanese language, converted into Latin writing with Javanese language; (3) translations, the transliteration of Latin writing in Javanese was changed into Latin with Indonesian; (4) discussion, revealing the Islamic laws that exist in the manuscript. The purpose of this study is to explain the laws of Islam in the Sullam Taufiq manuscript. Single manuscript method used in this research. Source of data obtained from Museum Mpu Tantular located in Sidoarjo with research data in the form of ancient manuscript entitled Sullam Taufiq. Methods of data collection is done by 3 ways, namely library study method, field study method, and data collection from various other sources. Descriptive analysis techniques used to describe the content in the script, then analyzed based on evidence of existing data. The results of this study found that there are two Islamic laws contained in the text Sullam Taufiq, namely obligatory and prohibitive. The case that must be done by Muslims in the manuscript is 20, which includes 1) the obligation to say the shahada; 2) the duty of keeping religion; 3) the duty of the apostate; 4) the obligations of the mukallaf; 5) prayer time; 6) obligatory prayers; 7) the requirements of prayer; 8) istinjak; 9) an obligation to take a bath; 10) the sacred conditions; 11) washing unclean; 12) cover the private parts; 13) solemn in prayer; 14) Friday prayers; 15) liability to the dead; 16) zakah obligatory; 17) Ramadan fasting; 18) Hajj; 19) the obligation to provide for a living; and 20) the obligations of each believer. While there are 3 cases that are prohibited to be done by Muslims, those are 1) the prohibition for those who abandon ablution; 2) the prohibition of usury; and 3) all kinds of usury.
PERJALANAN MISTIK TOKOH WALLAILI WANNAHAR DALAM NOVEL LAYLA KARYA CANDRA MALIK (KAJIAN SUFISTIK FARIDUDDIN ATTAR). ARINA NAELA F.R, DHEA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa novel dapat dijadikan wadah atau apresiasi atas pengalaman transendental yang memuat pengalaman hidup pengarangnya. Dalam Novel Layla ditemukan gambaran tetang pengalaman hidup manusia yang berbeda-beda. Pengalaman hidup dalam novel Layla berupa perjalanan mistik tokoh Wallaili Wannahar dalam mencari Tuhan dengan meneladani ilmu tasawuf. Dalam perjalanan mistik tersebut harus dilalui dengan tujuh tingkatan meliputi tingkat pencarian, tingkat kecintaan, tingkat keisyafan, tuingkat keesaan, tingkat kebebasan, tingkat keheranan, dan tingkat ketiadaan. Tingkatan-tingkatan tersebut sesuai dengan konsep sufistik Fariduddin Attar. Tujuan peneliti mendeskripsikan tujuh tingkatan sufistik Fariduddin Attar dan tingkatan yang mendominasi yang terdapat dalam novel Layla tersebut. Sedangkan manfaat penelitian ini secara garis besar adalah untuk memperkuat teori sastra khususnya teori sufistik Faridudin Attar sekaligus memberikan sedikit pengetahuan tentang tingkat sufistik dalam novel Layla. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. data dari penelitian ini berupa kata, penggalan kalimat, dan paragraf yang didapat dari sumber data berupa novel, buku, dan meia masa sehingga teknik yang digunakan adalah teknik dokumentatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif karena teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Layla terdapat satu tokoh yang melalui tujuh tingkatan sufistik menurut konsep Fariduddin Attar. Tingkatan yang mendominasi dlam novel Layla yang dilalui oleh Wallaili Wannahar adalah tingkat pencarian dan tingkat keinysafan. Tidak heran jika kedua tingkatan tersebut berada pada posisi yang seimbang karena dalam pencarian wujud Tuhan diri kita harus didasari dengan cinta, jika seseorang sudah mencintai sesuatu hal maka dia akan rela melakukan apapun agar bisa mendapatkan cinta tersebut. Maka dari itu dua tingkatan tersebut saling melengkapi stau sama lain agar bisa menemukan wujud Tuhan yang semestinya. Kata Kunci: Novel, Perjalanan mistik, tingkat sufistik Fariduddin AttarAbstractThis research is based on the fact that the novel can be used as a container or appreciation of transcendental experience that contains the life experience of the author. In Laylas novel, there are pictures of different experiences of human life. Life experience in novel Layla is a mystical journey of Wallaili Wannahar in searching God by imitating the science of Sufism. In the course of the mystic must be passed with seven levels include the level of search, the level of love, the level of keisyafan, tuerah unity, the level of freedom, the level of surprise, and the level of nothingness. These levels correspond to the Sufistic concept of Fariduddin Attar. The purpose of the researcher describes seven levels of Sufistik Fariduddin Attar and the dominating level contained in the novel Layla. While the benefits of this research in general is to strengthen the theory of literature, especially the theory of Sufistik Faridudin Attar while providing a little knowledge about the level of Sufism in novel Layla. This research includes qualitative descriptive research. data from this research are words, sentences, and paragraphs obtained from data sources in the form of novels, books, and meia period so that techniques used are documentative techniques. The results are presented in descriptive form because the analytical technique used is descriptive analysis technique. The results show that in novel Layla there is one character who through seven levels Sufistik according to the concept of Fariduddin Attar. The level that dominates in Layla novel passed by Wallaili Wannahar is the search rate and the level of keynysafan. No wonder if the two levels are in a balanced position because in the search for the form of God our self must be based on love, if someone has loved something then he will be willing to do anything in order to get that love. Therefore the two levels complement each other stau in order to find the true form of God. Keywords: novel, mystical journey, Sufistic level Fariduddin Attar
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP N 13 SURABAYA TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 MIFTAKHUL JANNAH, DEWI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kurikulum 2013 terdapat materi yang berkaitan dengan menulis, satu di antaranya menulis teks eksplanasi. Kemampuan menulis siswa untuk mendapatkan nilai hasil belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM dapat dikatakan jauh dari keberhasilan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media video animasi dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, pengaruh media video animasi terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi, dan repon siswa setelah pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan media video animasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian esperimen dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini termasuk jenis true eksperimental design atau penelitian yang sebenar-benarnya. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu pretes dan postes. Pretes dilakukan sebelum mendapatkan perlakuan, sedangkan postes dilakukan setelah mendapatkkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP N 13 Surabaya sebelum mendapatkan perlakuan berupa materi dan media video animasi masih rendah. Hal tersebut terbukti dari hasil nilai pretes kelas kontrol dan kelas eksperimen yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM yaitu 78. Nilai rerata siswa kelas kontrol yaitu 73,58 dan rerata nilai siswa kelas eksperimen yaitu 63,16. Hasil postes untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP N 13 Surabaya sesudah mendapatkan perlakuan berupa materi dan media video animasi. Hasil postes kelas kontrol dan kelas eksperimen mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rerata postes kelas kontrol yaitu 82,53 dan sebanyak 26 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM. Rerata nilai postes kelas eksperimen yaitu 84,76 dan siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 32 siswa. Hasil perhitungan uji t diperoleh t0 = 3,37 dengan d.b = 72. Hal tersebut menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel yakni t0 = 3,37 > 2,00. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui penggunaan media video animasi berpengaruh positif terhadap pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Surabaya. Hal itu juga terbukti dari lembar angket yang diberikan pada siswa. Hasil angket respon siswa kelas eksperimen menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa memilih Sangat Setuju (SS) dan Setuju (S). Kata Kunci: media video animasi, menulis, teks eksplanasiAbstract There are many writing related material in 2013 curriculum, and one of them is to write explanatory text. The writing ability of the current students to achieve learning results score based on the minimum criterion / KKM can be categorized as far from success. This research aims to describe the application of video animation media in the learning of writing explanatory text, to describe the effect of video animation media on the ability to write explanatory text, and to describe students? response towards explanatory text learning lesson which applies video animation as the media. The type of research used is experimental research with descriptive quantitative method. This research can be categorized as true experimental design and is done through two stages; pre-test and post-test. The pre-test was conducted before the treatment, while the post-test was conducted after the treatment.The research findings showed that the ability of eight grade students of SMP N 13 Surabaya in writing explanatory text before getting the treatment in the form of material and video animation media was still low. The evident came from the results of pre-test from control class and experimental class which has not met the minimum criterion / KKM of 78. The mean score of the control class? students is 73,58 and the mean score of the experimental class? students is 63,16. Meanwhile, the result of post-test is used to measure the ability of eight grade students of SMP N 13 Surabaya in writing explanatory text after getting the treatment in the form of material and video animation media. The post-test result of control class and experiment class has increased. It can be seen from the mean score of control class, which is 82,53 and as many as 26 students have achieved scores above KKM. Furthermore, the mean score of experimental class was 84,76 with students whose scores fulfilled the KKM were up to 32 students.The result of the t test obtained is t0 = 3,37 with d.b = 72. It shows that t value is larger than t on the table which is t0 = 3,37 > 2,00. Based on these results it can be concluded that the use of video animation media is positively affecting the learning of explanatory text writing lesson of eight grade students in SMP Negeri 13 Surabaya. It is further proven in the questionnaire results which were given to the students. The result from the questionnaire in experimental class showed that a large number of students chose Strongly Agree (SS) and Agree (S). Keywords: animated video media, writing, explanatory text
PENGARUH MEDIA PREZI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS X SMA KHAIRUL ULUM, SAMPANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 AGUSTINA, EKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis teks biografi merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada kelas X SMA dalam Kurikulum 2013. Tujuan menulis teks biografi yakni peserta didik dapat terinspirasi untuk mencapai kesuksesan seperti yang dialami oleh tokoh. Pembelajaran menulis teks biografi dapat menggunakan media. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media prezi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripisikan tentang (1) penerapan media prezi dalam pembelajaran menulis teks biografi pada peserta didik kelas X SMA Khairul Ulum, Sampang, (2) pengaruh media prezi terhadap kemampuan menulis teks biografi pada peserta didik kelas X SMA Khairul Ulum, Sampang, (3) respons peserta didik terhadap pembelajaran menulis teks biografi dengan menggunakan media prezi pada kelas X SMA Khairul Ulum, Sampang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain penelitian ini adalah True Experimental Design dengan bentuk pretest and posttest control group design. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil belajar, dan respons. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, tes, dan angket. ` ` Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pendidik dan peserta didik kelas X SMA Khairul Ulum, Sampang dalam pembelajaran menulis teks biografi dengan menggunakan media prezi dapat dikatakan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil rata-rata yang diperoleh dari aktivitas pendidik sebesar 80% dan hasil rata-rata yang diperoleh dari aktivitas peserta didik sebesar 84%. Kemampuan menulis teks biografi peserta didik kelas X SMA Khairul Ulum, Sampang sebelum mendapatkan perlakuan masih rendah. Nilai rata-rata pretes kelas kontrol yakni 60,34 dan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 59,56. Hasil postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan peningkatan. Nilai rata-rata postes kelas kontrol yakni 75 dan nilai rata-rata postes kelas eksperimen yakni 86,34. Hasil perhitungan uji t diperoleh t = 5,603 dengan db = 62. Hal tersebut menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel, yakni t0 = 5,603 > 2,00. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa penerapan media prezi berpengaruh positif. Hasil respons menunjukkan respons positif terhadap penggunaan media prezi dalam pembelajaran menulis teks biografi. Salah satu aspek menunjukkan 71,87% peserta didik menyatakan setuju bahwa pembelajaran menulis teks biografi dengan menggunakan media prezi dapat memotivasi peserta didik mengikuti pembelajaran menulis teks biografi. Kata Kunci: Menulis, Teks Biografi, Media Prezi

Page 1 of 18 | Total Record : 173