cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 173 Documents clear
INTERFERENSI GRAMATIKAL PADA PERISTIWA TUTUR BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA KEPULAUAN KEI BAGIAN TIMUR INDONESIA DI SURABAYA ZAHRA RENHORAN, FATIMA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Kei merupakan daerah kepulauan yang berada di bagian timur Indonesia. Terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil, kepulauan Kei terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian Kei kecil dan Kei besar. Keduanya pun memiliki dailek bahasa Kei masing-masing. Meskipun berbeda dialek, kepulauan Kei memiliki bahasa pemersatu antar masyarakat yaitu bahasa melayu timur. Bahasa melayu timur adalah bahasa Indonesia yang telah terinterferensi B1 bahasa Kei. Bahasa tersebut pun kemudian menjadi bahasa penghantar masyarakat berkomunikasi dengan masyarakat non- Kei seperti suku Buton, suku Bugis, suku Arab dan suku pendatang lainnya. Munculnya bahasa melayu timur hingga bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh B1 bahasa Kei. bahasa Kei menjadi pendonor yang mampu menginterferensi pembendaharaan bahasa bagi penuturnya yang meliputi pengimbuhan, reduplikasi, hingga pola kalimat. interfensi tersebut menyebabkan tingkat kesulitan yang besar bagi masyarakat kepulaun Kei dalam mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Kei merupakan B1 yang telah lama digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi gramatikal yang meliputi ranah morfologis afikasasi dan reduplikasi. Juga pada ranah sintaksis interferensi frasa nomina dan pola kalimat. Hasil yang ditemukan dalam penelitian tersebut berubah data interferensi bahasa Kei pada Bahasa Indonesia yang dituturkan oleh subjek. Data-data tersebut diantaranya adalah gigi sakit dan katanya dong sewa polisi. Gigi sakit merupakan data yang menunjukkan interferensi sintaksis frasa nomina. Sedangkan, pada data katanya dong sewa polisi menunjukkan interferensi sintaksis pola kalimat sebab penggunaan kata sewa. Kata sewa merupakan nomina, sedangkan dalam kalimat tersebut menghendaki penggunaan verba menyewa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interferensi gramatikal. interferensi gramatikal tersebut terdiri dari interferensi morfologis yaitu pada ranah afikasasi dan reduplikasi. Juga pada ranah sintaksis pada ranah frasa nomina dan pola kalimat. Adapun metode yang digunakan adalah metode simak dan teknik sadap sebagi teknik dasar dan dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah petistiwa tutur berbahasa Indonesia oleh oleh subjek penelitian yakni mahasiswa kepulauan Kei di Surabaya, menunjukkan adanya interferensi gramatikal. Interefernsi tersebut terjadi pada tataran afikasasi, reduplikasi, frasa nomina hingga pola kalimat. Berdasarkan hal tersebut, ditemukan faktor-faktor penyebab interferensi. Sehingga, solusi atas permasalahan tersebut dapat dipecahkan melalui penelitian ini.
MITOS DI KECAMATAN BALONGBENDO KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS STRUKTUR, FUNGSI, NILAI BUDAYA) ASRURO MAULIA, KHOIRIRIN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo khususnya pada Desa Bakungpringgondani dan Desa Seketi merupakan desa yang masih mempertahankan sastra lisan yaitu mitos. Mitos tersebut berupa upacara adat buaya putih penunggu Kalimas dan situs goa dan makam Prabu Joko. Mitos tersebut masih dilestarikan turun-temurun. Sastra lisan tersebut memiliki cirikhas aspek, stuktur, fungsi, nilai budaya, makna simbolik, kepercayaan, dan pengaruh. Fokus penelitian ini yaitu (1) stuktur upacara adat buaya putih penunggu kalimas, (2) struktur situs goa dan makam Prabu Joko, (3) fungsi upacara adat buaya putih penunggu kalimas, (4) fungsi situs goa dan makam Prabu Joko, (5) nilai budaya upacara adat buaya putih penunggu kalimas (6) nilai budaya situs goa dan makam Prabu Joko. Penelitian ini, secara umum bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan deskripsi yang jelas tentang mitos di kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, secara khusus (1) untuk mendapatkan pemahaman tentang struktur mitos di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Seketi, (2) untuk mendapatkan pemahaman tentang fungsi mitos di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Seketi, (3) untuk mendapatkan pemahaman tentang nilai budaya mitos di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Seketi. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif, maka secara pendekatan ini menghasilkan kata-kata tertentu dari proses penceritaan lisan yang ditranskripsikan dari masyarakat yang menjadi objek pelaku budaya, sebagai bentuk bukti yang berupa fakta sosial yang ditafsirkan oleh subjek. Sumber data yang digunakan dalam penelitain ini adalah primer dan sekunder. Data penelitian ini struktur, fungsi dan nilai budaya. Objek penelitian ini meliputi mitos di kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Seketi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Teknik analisis data mencakup transkripsi data, pengklasifikasian data, dan penganalisisan data. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, dari stukturalisme Levi Strauss terdapat empat tataran, yakni tataran geografis memiliki kesamaan pola tempat kejadian pada setiap cerita. Tataran techno ekonomi berupa mata pencarian bercocok tanam. Tataran sosiologi menujukan hubungan sosial masyarakat antar manusia. Tataran kosmologi merupakan kepercayaan masyarakat kepada Tuhanya, dewa dan roh roh gaib. Hasil analisis dari segi fungsi adalah, (1) Sebagai sebuah bentuk hiburan yang berfungsi sebagai alat hiburan bagi masyarakat, (2) Sebagai pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan berfungsi penguat pranata sosial dan lembaga kebudayaan, (3) sebagai alat pendidikan anak-anak berfungsi sebagai alat pendidikan kepada masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khusunya, (4) sebagai alat pemakasa dan pengawas agar norma, norma masyarakat akan selalu dipatui anggota koletifnya berfungsi sebagai alat pemaksa masyarakat. Sedangkan dari segi nilai budaya terdapat tiga substansinya (1) nilai budaya yang terkait dengan manusia sebagai mahkluk individu, (2) nilai budaya yang terkait dengan manusia sebagai mahluk sosial, (3) nilai budaya yang terkait dengan manusia sebagai mahluk tuhan.
MEKANISME PEMBENTUKAN SUBJEK PADA TOKOH JAYANEGARA DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN PSIKOANALISIS JACQUES LACAN) Chitta Sahtyaswari, Reyna
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konflik hidup yang dialami oleh tokoh utama pada novel Kerumunan Terakhir yaitu Jayanegara. Pembentukan pada subjek yang dialami oleh Jayanegara senada dengan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Dalam konsep psikoanalisis Jacques Lacan terdapat tiga tonggak utama yaitu, Yang Nyata (kebutuhan), Yang Imajiner (keinginan), dan Yang Simbolik (hasrat). Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah konsep Yang Nyata, Yang Imajiner, dan Yang Simbolik yang dialami tokoh Jayanegara dalam novel Kerumunan Terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembentukan subjek pada diri tokoh Jayanegara menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu dengan mendeskripsikan fakta atau bukti data yang kemudian dilanjutkan dengan penganalisisan. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah bentuk konsep Yang Nyata yang dialami oleh tokoh Jayanegara semasa kecil. Pada tahap ini Jayanegara merasa menyatu dengan sosok ibu dan nenek yang mengasuh secara bergantian. Segala kebutuhan yang diinginkan oleh Jayanegara masih terpenuhi baik oleh ibu maupun neneknya, sehingga belum timbul rasa berkekurangan pada diri Jayanegara. Sedangkan bentuk konsep Yang Imajiner pada tokoh Jayanegara yaitu rasa berkekurangan yang mulai timbul saat kepergian ibunya akibat perilaku bejat bapaknya yang berprofesi sebagai dosen ternama di Indonesia. Rasa berkekurangan semakin menguat karena ia semakin muak dengan bapaknya yang gemar bergonta-ganti perempuan. Bentuk konsep yang terakhir yaitu Yang Simbolik dialami oleh tokoh Jayanegara akibat dendam yang telah disimpan sejak lama terhadap sang bapak sehingga ia berupaya dengan berbagai cara untuk menjatuhkan nama bapaknya sebagai dosen. Kata kunci: Psikoanalisis, Tokoh Jayanegara, Novel Kerumunan Terakhir
MAJAS DALAM KUMPULAN LIRIK LAGU BARASUARA (ANALISIS STILISTIKA) muflikhul, Kokoh
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan majas dalam kumpulan lirik lagu Barasuara. Latar belakang adanya penelitian ini ialah minimnya penelitian stilistika, minimnya penelitian yang fokus membahas majas dalam lirik lagu, lirik lagu yang kongruen dengan puisi, dan lirik lagu Barasuara yang memiliki kekayaan makna dan penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Majas penegasan, (2) Majas pertentangan, (3) Majas perbandingan, dan (4) Majas sindiran dalam kumpulan lirik lagu Barasuara. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dan berpendekatan analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan lirik lagu Barasuara album Taifun dan akan menghasilkan data penelitian berupa majas dalam kumpulan lirik lagu Barasuara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian ini didominasi majas penegasan, majas perbandingan, majas pertentangan, dan tidak ditemukan majas sindiran dalam kumpulan lirik lagu Barasuara. Kata Kunci: Majas, Penegasan, Pertentangan, Perbandingan, Sindiran
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL O KARYA EKA KURNIAWAN (KAJIAN KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER) RIZKA NURSANTARI, ARUM
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel O merupakan novel yang menggambarkan keinginan tidak masuk akal dari seekor monyet yang ingin menjadi manusia. Karena keinginan yang tidak masuk akal dari seekor monyet bernama O tersebut, dalam novel terjadi konflik. Konflik yang terjadi dalam novel ini adalah konflik sosial. Konflik sosial yang dikaji dalam penelitian hanya konflik realistis dan non realitis. Permasalahan yang akan dijelaskan dalam penelitian ini adalah konflik sosial yang ada dalam novel O. Konflik sosial yang terdapat dalam novel antara lain konflik realistis, konflik non-realistis dan fungsi konflik sosial. Ketiga hal tersebut yang mendasari penggunaan teori sosiologi sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Penulis menggunakan penelitian sosiologi sastra karena konflik sosial berhubungan dengan fenomena sosial dalam masyarakat. Konflik berhubungan dengan interaksi antar individu maupun antar kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konflik sosial yang terdapat dalam novel didominasi oleh konflik realistis. Karena konflik di dalam novel banyak yang terjadi antara dua orang dan tanpa unsur pembalasan dendam. Kata Kunci: Novel O, Sosiologi Sastra, Konflik Sosial.
KONSEP IDEOLOGI DAN APARATUR NEGARA DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR (KAJIAN SOSIOLOGI LOUIS ALTHUSSER) SARI, ERVITA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan kecurigaan adanya bentuk ideologi Louis Althusser pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Novel tersebut mengambil setting di daerah Aceh. Permasalahan-permasalahan sosial yang terdapat pada novel tersebut menarik untuk dianalisis dengan konsep ideologi. Selain itu, novel ini merupakan Pemenang Unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bentuk ideologi tokoh Murad terhadap partai merah dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur? (2) bagaimana bentuk aparatur Negara tokoh Murad terhadap partai merah dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur? (3) bagaimana dampak ideologi dan aparatur negara yang dilakukan tokoh Murad terhadap partai merah dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur? Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan bentuk ideologi tokoh Murad terhadap partai merah dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, (2) mendeskripsikan bentuk aparatur negara pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, (3) menjelaskan dampak ideologi dan aparatur negara yang dilakukan tokoh Murad terhadap partai merah dalam novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini yaitu novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Teori yang digunakan yaitu teori ideologi dari Louis Althusser. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan teknik simak, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini diambil dengan cara mengambil dan menuliskan kutipan-kutipan yang ada dalam novel Tanah Surga Merah, selanjutnya akan dianalisis sesuai dengan teori untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa tokoh Murad memiliki empat pandangan ideologi yaitu ideologi pada bidang politik, ideologi dalam melakukan pergerakan, ideologi dalam bentuk agama, dan ideologi terhadap keluarga. Aparatus negara dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, praktik aparatus negara baik secara ideologis maupun represif lebih didominasi oleh tokoh Murad. Praktik aparatus negara represif (penekanan) cenderung lebih banyak dilakukan oleh golongan Partai Merah. Dampak Ideologi dan Aparatus Negara pada Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur meliputi aspek masyarakat menjadi korban kekerasan yang dilakukan kelompok partai merah, menimbulkan dampak degradasi moral generasi penerus bangsa, memberi dampak berupa rusaknya sistem perekonomian serta menimbulkan kerusakan-kerusakan rumah masyarakat. Kata kunci: Ideologi, Aparatur Negara, Tanah Surga Merah, Louis Althusser.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TEATER TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 CERME SETYA RINI, SELA; , KAMIDJAN
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses keefektifan penggunaan media video teater dan mengetahui perbedaan hasil belajar menulis teks drama pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Cerme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ada dua, yaitu variabel bebas dan variable terikat. Popilasi yang digunakan peserta didik kelas VIII sejumlah 349 peserta didik. Sehingga, didapati sampel dalam penelitian ini adalah 72 peserta didik dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode tes berupa esai dan teknik analisis data mencari rerata hasil belajar dan Uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil. Hasil belajar peserta didik diperoleh rerata pretes kelas kontrol 60,42 dan postes 77,64. Sedangkan rerata pretes kelas eksperimen 65,83 dan postes 88,75. Sehingga, perbandingan dari rerata kelas kontrol dan eksperimen terhitung, hasil yang diperoleh ialah t0= 3,85 dengan db = 70. Dengan db 70 diperoleh ttabel pada t.s.0,05 = 1,66 dan t.s.0,01= 2,38. Karena t yang diperoleh dalam perhitungan, yaitu t0= 3,85 lebih besar dari ttabel (3,85>2,38) baik pada taraf signifikansi 0,05 maupun pada taraf signifikansi 0,01. Sehingga diketahui bahwa t hitung masuk daerah penolakan dan hipotesis kerja diterima. Dari hasil penghitungan tersebut menunjukan t hitung > dari t tabel, jadi dapat dikatakan bahwa media video teater efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks drama. Kata kunci : Keefektifan, Media Video Teater, dan Hasil Belajar Menulis Teks Drama.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS PSYCHOWRITING KELAS VIII B MTS IHYAUL ULUM DUKUN, GRESIK ALFI SYAHRIYAH, NUR; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci : Media pembelajaran, teks eksplanasi, proses pengembangan, kualitas media. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan berupa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi seperti video pembelajaran. Media pembelajaran sebagai penghubung antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran.Media videoanimasi berbasis Psychowritingmemberikan suasana baru dalam pembelajaran di kelas VIII B MTs Ihyaul Ulum. Selain itu, meningkatkan motivasi dan ide-ide peserta didik dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Media Video Animasi dibuat menggunakan pendekatan Psychowriting. Media tersebut didesain sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik psikologis peserta didik. Proses pengembangan media video animasi berbasis Psychowriting dalam penelitian menggunakan model pengembangan Sadiman yang memiliki enam langkah, yaitu (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik; (2) merumuskan tujuan intruksional pembelajaran; (3) merumuskan butir-butir materi; (4) mengembangkan alat ukur keberhasilan; (5) menulis naskah media; dan (6) mengadakan tes dan revisi. Hasil penelitian ini adalah media video animasi yang digunakan untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi berbasis Psychowriting untuk kelas VIII dan deskripsi proses pengembangan serta kualitas media. Langkah pengembangan telah dilakukan sesuai dengan pengembangan Sadiman hingga akhir dan dilakukan ujicoba. Dengan berdasarkan penyajian dan ahli media oleh validator, media video animasi dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi berbasis Psychowriting dikaregorikan ?sangat layak? dengan persentase keseluruhan 90%. Dari segi penyajian dikategorikan ?sangat layak? dengan persentase 95%, dari segi materi dikategorikan ?sangat layak? dengan persentase 92%, dan dari ahli materi dikategorikan ?sangat layak? dengan persentase 83%. Dengan berdasar respons peserta didik dalam pembelajaran menggunakan media video animasi dikategorikan ?praktis? dengan persentase 76,10%. Rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 82,15% dikategorikan ?sangat baik?. Hasil pengamatan pembelajaran diperoleh dari dua hasil, yaitu pengamatan aktivitas peserta didik dan pengamatan oleh pendidik. Hasil pengamatan peserta didik memiliki persentase 72,63% dan hasil pengamatan oleh pendidik memiliki persentase 72,22%.%. Berdasarkan ketiga hal tersebut, dapat diperoleh keefektifan media video animasi berbasis Psycowriting dalam pembelajaran memiliki persentase 75,67% tergolong ?efektif?. Setelah mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, dapat disimpulkan kualitas media video animasi memiliki persentase 81,76% . Media video animasi berbasis Psychowriting tergolong sangat layak, praktis, dan efektif, sehingga media video animasi tergolong ?sangat berkualitas?.
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU SAKU MATERI CERPEN (BUSA RICE) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN BERBASIS PSYCHOWRITING KELAS XI SMAN 1 SIDAYU, GRESIK MUFIDA, MASADATUL; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBahasa Indonesia adalah mata pelajaran wajib pada kurikulum 2013 revisi. Satu di antara teks di pelajaran bahasa Indonesia yang terdapat di kurikulum 2013 edisi revisi, yaitu teks cerpen yang merupakan teks fiksi. Tahap yang dilakukan oleh peserta didik dalam mempelajari teks cerpen, yaitu mengidentifikasi, mendemonstrasikan, menganalisis, dan mengonstruksi teks cerpen secara lisan maupun tulis. Tahapan tersebut akan memudahkan peserta didik untuk mencapai kompetensi-kompetensi dalam pembelajaran teks cerpen. Penelitian ini adalah penelitian yang mengembangkan media pembelajaran untuk proses pembelajaran teks cerpen. Adanya media pembelajaran, proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses pengembangan media Busa Rice dan kualitas media Busa Rice yang terdiri atas kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan untuk pembelajaran menulis teks cerpen. Penelitian pengembangan ini meggunakan rancangan pengembangan model Sadiman, yang meliputi menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, merumuskan tujuan instruksional, merumuskan butir-butir materi, menyusun alat pengukur keberhasilan, menulis naskah media, uji coba, revisi, dan naskah siap produksi. Hasil penelitian pengembangan media ini meliputi kualitas media Busa Rice yang terdiri atas tiga aspek, yaitu kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Pertama, kevalidan media Busa Rice dilihat dari penilaian validator yang menunjukkan bahwa pengembangan media Busa Rice valid. Rata-rata secara keseluruhan hasil validasi memeroleh persentase 84,15% dengan kriteria ?sangat baik?. Aspek kedua, keefektifan media Busa Rice yang diperoleh dari hasil belajar peserta didik dan hasil observasi aktivitas pendidik dan peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada teks cerpen menggunakan media Busa Rice menunjukkan nilai rata-rata 87,04. Hasil pengamatan aktivitas pendidik menunjukkan 81,05% dan hasil pengamatan peserta didik menunjukkan 81,11%. Keefektifan media Busa Rice menunjukkan 83,06 dengan kriteria ?sangat baik?. Aspek ketika, yaitu kepraktisan media Busa Rice yang diperoleh dari angket respons peserta didik yang menunjukkan rata-rata 76,44% yang tergolong ?praktis?, sehingga dilihat dari kriteria kualitas media Busa Rice menunjukkan rata-rata 81,21% tergolong media yang ?sangat berkualitas?. Kata Kunci: Media Pembelajaran, kevalidan, keefektifan, kepraktisan
REPRESENTASI KEBUDAYAAN BALI DALAM NOVEL "DI BAWAH LANGIT YANG SAMA" KARYA HELGA RIF (KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) DWI LESTARI, ANNA; INDARTI, TITIK
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan rencana-rencana masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif, resep-resep masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif, aturan-aturan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif, dan instruksi-instruksi masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologis. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu unit-unit teks yang berhubungan dengan rencana, resep, aturan, dan instruksi masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah baca catat, sedangkan analisis data menggunakan metode hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah (1) rencana-rencana masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif terdiri atas dua hal, yaitu perjodohan dan menjadi desainer. Dua hal tersebut direncanakan terlebih dahulu oleh masyarakat Bali agar kehidupan mereka berjalan dengan baik. (2) Resep-resep masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif terdiri atas lima hal, yaitu berpakaian, menamai keturunan, bersembahyang, merawat jenazah, dan melayat. Resep-resep tersebut digunakan oleh masyarakat Bali sebagai bentuk budaya yang ditanamkan sesuai dengan adat. (3) Aturan-aturan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif terdiri atas lima hal, yaitu menentukan hari baik, upacara matur piuning, upacara ngaben, perkawinan, dan mengurus merajan. Aturan-aturan tersebut dilakukan oleh masyarakat Bali untuk memenuhi adat dan kebudayaan yang telah mengakar dalam kehidupan mereka agar bisa hidup dengan keharmonisan. (4) Instruksi-instruksi masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif ditunjukkan melalui dua cara penyampaian, yaitu berdasarkan moral dan intelektual dan berdasarkan paksaan. Kata Kunci: interpretatif simbolik, rencana, resep, aturan, dan instruksi.

Page 2 of 18 | Total Record : 173