cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 24 Documents clear
PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM BUKU KUMPULAN HADIST QUDSI OLEH IMAM AN-NAWAWI DAN IMAM AL-QASTHALANI TERJEMAHAN MIFTAHUL KHOIRI DAN MOHAMMAD ASMAWI RACHMANSYAH, HENDRA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM BUKU KUMPULAN HADITS QUDSIOLEH IMAM AN-NAWAWI DAN IMAM AL-QASTHALANITERJEMAHAN MIFTAHUL KHOIRI DAN MOHAMMAD ASMAWI Hendra RachmansyahPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabayahendrarachmansyah@mhs.unesa.ac.idAbstrakPenelitian ini membahas tentang buku Hadist Qudsi Tulisan Imam An-Nawawi dan Al-Qasthalani, dalam buku ini terdapat Hadist-Hadist yang difirmankan Allah SWT secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW lalu disebarkan oleh Rasulullah kepada sahabat dan umatnya. Hadist sendiri merupakan aturan pendukung dalam agama Islam setelah Al Quran. Mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam sebuah kalimat di buku Hadist Qudsi merupakan salah satu tujuan dalam skripsi ini. Selain itu, menjelaskan banyak Deiksis yang terdapat dalam Buku Terjemahan Hadist Qudsi Imam An-Nawawi dan Al-Qasthalani.Dalam skripsi ini pendekatan pragmatik dipilih sebagai bagian dari pisau bedah yang mengacu pada pembaca, yang objeknya buku Kumpulan Hadist Qudsi oleh Imam An-Nawawi dan Al-Qasthalani. Berdasarkan pada teori Deiksis maka data yang diperoleh berupa kutipan kalimat maupun kata yang termasuk deiksis. Teknik pengumpulan data pada skripsi ini menggunakan teknik pustaka, teknik ini mengumpulkan sumber-sumber tertulis. Lalu jenis yang dipilih yakni deskriptif pendekatan kualitatif, yang menggunakan cara penganalisisan dengan penyajiannya dalam bentuk deskriptif. Data-data dalam buku Hadist Qudsi Imam An-Nawawi dan Al-Qasthalani bahwa deiksis ada untuk memudahkan pembaca memahami isi dari buku Hadist tersebut salah satu hasil yang didapatkan. Deiksis yang terdapat dalam buku Hadist Qudsi yaitu deiksis persona jamak dan tunggal, deiksis ruang, dan deiksis waktu. Jumlah deiksis dari tiap bentuk adalah, deiksis persona 895 kata, deiksis ruang 92 kata, dan deiksis waktu 14 kata.Kata Kunci: Hadist Qudsi. Deiksis, pragmatik.
EKRANISASI NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO KE FILM HUJAN BULAN JUNI SUTRADARA RENI NURCAHYO HESTU SAPUTRA EKA KUMARA, LUCKY
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ekranisasi dari novel Hujan Bulan Juni ke film Hujan Bulan Juni berdasarkan struktur naratif Seymour Chatman. Struktur tersebut meliputi peristiwa, karakter, latar, dan narator. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) penciutan struktur naratif novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ke film Hujan Bulan Juni sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra, (2) penambahan struktur naratif novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ke film Hujan Bulan Juni sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra, dan (3) perubahan bervariasi struktur naratif novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono ke film Hujan Bulan Juni sutradara Reni Nurcahyo Hestu Saputra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik baca catat. Dalam teknik tersebut terdapat beberapa langkah yang digunakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada struktur naratif novel Hujan Bulan Juni ke film Hujan Bulan Juni. Adapun penciutan terjadi dalam tiga hal, yakni peristiwa, karakter, dan latar. Ada 30 peristiwa, 23 karakter tokoh, dan 36 latar yang mengalami pernciutan dalam prosesnya. Sedangkan penambahan terjadi pada 26 peristiwa, 7 karakter tokoh, dan 28 latar. Selain penciutan dan penambahan, proses ekranisasi dari novel ke film Hujan Bulan Juni juga menghasilkan perubahan yang bervariasi. Perubahan bervariasi tersebut terjadi pada 12 peristiwa, 14 karakter tokoh, 3 latar, dan 1 narator. Kata Kunci: ekranisasi, struktur naratif, novel, film
OLOK-OLOK POLITIK PILPRES PERIOE 2019 DI TWITTER : KAJIAN SEMIOTIKA AMIRUL WAHYUDI, MOCH.
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olok-olok politik pilpres di twitter digunakan para pendukung antar calon presiden untuk menurunkan elektabilitas. Olok-olok politik pilpres berbagai macam bentuk, berupa postingan kata-kata, gambar, maupun foto yang berkaitan dengan pemilihan presiden. Kata-kata yang digunakan mengolok-olok seperti kampret dan kecebong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna olok-olok politik pilpres.Teori dalam penelitian ini menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yakni tanda, objek, dan interpretan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan objek penelitian olok-olok politik pilpres 2019 di twitter. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah penyeleksian data, reduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan berupa tanda, objek, dan interpretan olok-olok politik pilpres. Hasil penelitian menunjukkan suatu simpulan adanya makna baru yang digunakan masyarakat di media sosial untuk menyindir, mengejek yang berkaitan dengan pilpres pada tahun 2019. Kata-kata yang digunakan dalam olok-olok politik pilpres memiliki makna ambigu, pertama merupakan makna asli, dan yang kedua makna yang digunakan mengolok-olok dalam politik pilpres. Kata Kunci : Olok-olok politik pilpres , Semiotika, Makna.
KESANTUNAN DIREKTIF GURU DALAM INTERAKSI AKADEMIS FORMAL DI SMP ISLAM TERPADU AT-TAQWA SURABAYA RAHMAWATI, JEANNY
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan dalam berkomunikasi diperlukan pada setiap kegiatan terutama dalam lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Ketika proses pembelajaran berlangsung terdapat pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi, yaitu guru sebagai penutur dan siswa sebagai mitra tutur. Proses interaksi akademis formal melibatkan pendidik yang lebih banyak melakukan tindak tutur direktif. Tindak tutur tersebut bermaksud agar peserta didik melakukan tindakan yang diujarkan dalam tuturan. Tuturan direktif lebih banyak dituturkan oleh pendidik karena pendidik sebagai pengendali dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Tuturan direktif pendidik dengan santun akan mendorong peserta didik belajar nilai-nilai kesantunan yang tidak diperoleh dari buku pelajaran, sehingga membuat peserta didik meniru kesantunan pendidik. Kajian mengenai kesantunan guru tidak lepas dari peranan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Kesantunan direktif guru dalam interaksi akademis formal di SMP IT AT-Taqwa Surabaya menarik untuk diteliti karena guru sebagai seorang pendidik dan pengajar yang setiap tuturannya membawa pengaruh baik maupun negatif dalam membentuk karakter siswa. Sehingga, penelitian ini mendeskripsikan (1) bentuk kesantunan direktif guru dalam interaksi akademis formal di SMP IT AT-Taqwa Surabaya dan (2) strategi kesantunan direktif guru dalam interaksi akademis formal di SMP IT AT-Taqwa Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas semua guru yang mengajar kelas VII D. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung ungkapan bentuk dan strategi kesantunan direktif yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data ada tiga teknik, yaitu (1) teknik simak bebas libat cakap, (2) teknik sadap, dan (3) teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik pilah unsur tertentu (PUP). Kegiatan analisis data dimulai dari melakukan transkrip data dari rekam ke tulis. Kemudian data diklasifikasi berdasarkan bentuk kesantunan yang meliputi sepuluh jenis muka negatif dan lima belas jenis muka positif serta strategi kesantunan yang meliputi sepuluh jenis strategi kesantunan negatif dan lima belas jenis strategi kesantunan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan yang direalisasikan guru dalam bentuk muka negatif siswa dengan meminimalkan keuntungan bagi siswa melalui tuturan direktif. Guru berusaha meminimalkan keuntungan bagi siswa melalui muka positif dengan merealisasikan dalam ungkapan ketidaksetujuan, kritik, keluhan dan kabar buruk. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa strategi kesantunan direktif yang digunakan terdiri atas sembilan strategi kesantunan negatif dan lima belas strategi kesantunan positif.Kata Kunci : Kesantunan, Strategi, Guru, dan Siswa
KONFLIK BATIN TOKOH SARI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERSAMPUR MERAH KARYA INTAN ANDARU (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA KURT LEWIN) YUSUF FACHRUDIN, AFIQ
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru menarik untuk diteliti, karena mengangkat cerita mengenai tragedi dukun santet Banyuwangi tahun 1998. Tokoh Sari merasakan konflik batin yang cukup rumit meliputi fitnah, kekerasan, pengkhianatan, kemiskinan, cemburu, dan percintaan sehingga menimbulkan konflik batin pada diri tokoh Sari. Rumusan masalah pada penelitian ini meliputi konflik batin yang dialami tokoh Sari dan tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin menggunakan teori Kurt Lewin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konflik batin tokoh Sari, dan tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin tersebut. Manfaat penelitian ini diharapkan menjadi model penerapan teori psikologi Kurt Lewin untuk mengkaji karya sastra. Selain itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai konflik batin tokoh dan tindakan mengatasi konflik batin yang terdapat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi dengan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat, penggalan paragraf atau paragraf utuh yang mendeskripsikan bentuk konflik batin, dan tindakan tokoh Sari mengatasi konflik batin menggunakan teori Kurt Lewin. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka atau dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Content analysis (analisis isi) meliputi analisis data, penyimpulan hasil analisis data, dan pelaporan hasil analisis. Hasil penelitiian ini ditemukan empat puluh data konflik batin yang dialami oleh tokoh utama Sari meliputi konflik mendekat-mendekat (approach ? approach conflict), konflik menjauh-menjauh (avoidance ? avoidance conflict), dan konflik mendekat-menjauh (approach ? avoidance conflict). Dari ketiga konflik tersebut, konflik mendekat-mendekat (approach ? approach conflict) menjadi konflik yang sering muncul. Konflik selanjutnya yang sering dialami oleh tokoh Sari adalah konflik menjauh-menjauh (avoidance ? avoidance conflict) Konflik yang jarang dialami oleh tokoh Sari adalah konflik mendekat-menjauh (approach ? avoidance conflict). Tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin menggunakan tiga tindakan yaitu valensi positif, valensi negatif, dan valensi netral.Kata Kunci: Konflik Batin, Tokoh Sari, Penelitian, Data.
SLANG KOMUNITAS JUAL BELI SEPEDA MOTOR SURABAYA SAYYID AKBAR, FARRAS
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian slang komunitas jual beli sepeda motor surabaya di facebook ini dilatarbelakangi banyaknya masyarakat umum yang tidak bergabung pada grup facebook Komunitas Jual Beli Sepeda Motor Surabaya merasa bingung dan tidak paham akan maksud dari slang yang nuncul dalam postingan komunitas jual beli sepeda montor surabaya apabila mereka membacanya, karena slang tersebut hanya dipahami dan dimengerti oleh anggota grup facebook Komunitas Jual Beli Sepeda Motor Surabaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi yang digunakan dalam postingan grup facebook komunitas jual beli sepeda motor surabaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk slang yang ditemukan dalam postingan grup facebook komunitas jual beli sepeda motor surabaya ada enam, yakni kata sebanyak 39 data slang, frasa sebanyak 44 data slang, baster hanya ditemukan 1 bentuk slang, kata ulang hanya ditemukan 1 data slang, idiom sebanyak 11 data slang, dan klausa hanya ditemukan 1 data slang. Frasa paling banyak ditemukan karena pembentukan slang tidak dapat hanya pada tataran kata saja, ada banyak bentuk kata yang harus dijelaskan oleh kata selanjutnya atau kata keterangan agar menunjukkan fakta dari kondisi sepeda motor yang sebenarnya. Makna slang yang ditemukan dalam postingan grup facebook komunitas jual beli sepeda motor surabaya ada lima, yakni makna denotatif sebanyak 29 data slang, makna perluasan sebanyak 11 data slang, makna penyempitan sebanyak 18 data slang, makna penghalusan hanya ditemukan 1 data slang, dan makna perubahan total sebanyak 35 data slang. Makna yang cenderung muncul adalah perubahan total dan denotatif, karena dua makna tersebut membahas konteks yang berkaitan dengan fakta-fakta pada kondisi, komponen, serta bagian-bagian sepeda motor. Fungsi slang yang ditemukan dalam postingan grup facebook komunitas jual beli sepeda motor surabaya ada empat, yakni fungsi ekspresif sebanyak 8 data slang, fungsi konatif sebanyak 19 data slang, fungsi referensial 65 data slang, dan fungsi fatik sebanyak 12 data slang. Fungsi slang yang paling banyak di temukan adalah fungsi referensial, karena anggota komunitas jual beli sepeda motor surabaya cenderung memunclkan slang untuk menyampaikan suatu fakta atau realita motor yang akan diperjual belikan sesuai dengan kondisi dan keadaan motor yang sebenarnya. Kata Kunci: bentuk slang, makna slang, fungsi slang.
PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KELUAR DI KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN , MARIANA; DIAN SAVITRI, AGUSNIAR
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang digunakan oleh bangsa Indonesia. Sebagai bahasa yang digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia, pengguna bahasa diharuskan menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam ragam tulis, seperti dalam penulisan surat dinas. Penggunaan ejaan dalam ragam tulis, terdapat dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Selain berpedoman kepada PUEBI, dalam penulisan surat dinas yang dikeluarkan oleh lembaga dinas, juga diharuskan mengikuti kaidah penulisan yang terdapat dalam buku tata dinas yang ada dalam lembaga tersebut. Penelitian ini membahas penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, yang meliputi penggunaan huruf kapital, huruf tebal, huruf miring, kata dasar, kata singkatan dan akronim, tanda titik, tanda koma dan tanda titik dua, serta aturan penulisan surat yang terdapat dalam buku tata naskah dinas yang ada dalam lembaga kedinasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan ejaan yang terdapat dalam surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, dengan cara mengumpulkan data surat keluar di Kecamatan Glagah pada bulan Juni?Desember tahun 2019. Data tersebut, akan dibaca terlebih dahulu yang kemudian dianalisis berdasarkan rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan ejaan pada surat keluar di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan sebagai berikut. Penggunaan huruf kapital, huruf tebal, dan huruf miring cenderung salah. Penggunaan kata dasar, singkatan, dan akronim cenderung benar. Dalam buku tata naskah dinas, penggunaan aturan penulisan surat cenderung salah, khususnya penggunaan huruf kapital, kata dasar, dan singkatan. Kata Kunci: penggunaan bahasa, ejaan dan surat keluar Abstract Indonesian language is the official language. As a language used by all Indonesian people, language users are required to use good and correct Indonesian standard language, especially in written text, such as in writing official letters. The use of Indonesian standard language in written text is found in Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). In addition to referring to PUEBI, in writing official letters issued by official institutions, it is also required to follow the writing conventions contained in the official governance books in the institutions. This study discussed the use of Indonesian standard language in business letters in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency, which includes the use of capital letters, bold letters, italics, basic words, abbreviations and acronyms, dots, commas and colons. The purpose of this study was to determine how the use of spelling contained in business letters in Glagah District, Lamongan Regency. The method used in this study was the documentation method, by collecting business mail data in Glagah District in June-December 2019. The data would be read first and then analyzed it based on the problem formulation in this study. The results of this study stated that the use of standard language on business letters in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency as follows. The use of capital, bold, italic letter seems to be wrong. On the other hand, the use of basic word, abbreviation word, and acronym word seems to be right. According to Tata Naskah Dinas book, the use of writing in the letter seems to be wrong, especially in using capital, basic and abbreviation word. Keywords: the use of language, indonesian standard language, business letter.
DOMINASI PEMERINTAHAN ORDE BARU PADA NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI: PERSPEKTIF MAX WEBER FERONANDA PRASETYO, RENALDO
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karya sastra merupakan hasil pemikiran manusia yang diciptakan sebagai cerminan realitas sosial serta meliputi seluruh aspek peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan manusia. Peristiwa tersebut memiliki dampak dalam realitas sosial sehingga mempengaruhi pola pikir manusia, seperti peristiwa pada tahun 1998 saat pemerintahan Orde Baru berkuasa di Indonesia yang penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepoitisme. Peristiwa tersebut mengilhami Leila S. Chudori dalam membuat novel Laut Bercerita yang berisikan peristwa kelam yang dilakukan Orde Baru, peristiwa tersebut seperti penculikan para aktivis mahasiswa, pelarangan kebebasan berpendapat, penahanan dan pembunuhan oleh aparat militer bagi siapapun yang menentang kebijakan Orde Baru. Tujuan penelitian ini mengungkap bentuk tindak sosial dan dominasi pemerintahan Orde Baru pada novel Laut Bercerita. Metode yang digunakam dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mimetik yang memandang karya sastra dari realitas sosial, sumber data dalam penelitian ini menggunakan novel Laut Bercerita dan sumber data yang kedua berasal dari non novel seperti artikel, jurnal, dan dokumen yang memiliki persamaan dengan peristiwa yang ada dalam novel. Dalam penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra perspektif Max Weber tentang tindak sosial dan dominasi sosial. Hasil dari penelitian ini ditemukannya tindak sosial dalam novel Laut Bercerita yaitu penindakan terhadap kelompok mahasiswa yang berupaya melengserkan rezim Orde Baru, penindakan tersebut berupa penangkapan oleh aparat militer yang merupakan alat pemerintahan Orde Baru. Dominasi sosial yang muncul dalam novel Laut Bercerita yaitu pembakaran dan penyitaan buku oleh aparat militer yang dianggap memiliki unsur komunisme yang merupakan ideologi terlarang di Indonesia. Pemerintahan Orde Baru juga menangkap dan membungkam pers yang memiliki unsur kritik terhadap pemerintahan Orde Baru, saat pemerintahan Orde Baru pers hanya boleh memuat keberhasilan Orde Baru dalam segi ekonomi, keamanan, dan kebudayaan. tindak sosial dan dominasi sosial memiliki persamaan dengan peristiwa yang ada di Indonesia yaitu pada saat bangsa Indonesia dipimpin Soeharto banyak melakukan penangkapan, pembunuhan, penculikan terhadap para mahasiswa yang melakukan aksi kritik terhadap pemerintahan Orde Baru serta melarang para sastrawan menulis karya-karyanya yang dianggap dapat mengusik pemerintahan Orde Baru. Kata Kunci: Tindak Sosial, Dominasi Sosial, Novel, Dokumentasi Sosial
BUDAYA LOKAL MASYARAKAT BATAK DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA CLYDE KLUCKHOHN) YUSLIYANTO, ANDIF
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Budaya lokal masyarakat Batak menarik untuk diteliti karena masih terjaganya adat-istiadat di daerah tersebut. Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dipilih sebagai sumber data karena merepresentasikan budaya lokal masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra konsep unsur kebudayaan Clyde Kluckhohn. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unsur kebudayaan dan nilai budaya masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan mimetik, sumber data yaitu novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar, data berupa kalimat, paragraf, kutipan dan tuturan tokoh yang memuat unsur kebudayaan masyarakat batak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian meliputi unsur kebudayaan masyarakat Batak yang memuat tujuh unsur kebudayaan: (a) bahasa, terdiri atas penggunaan bahasa Batak dalam kehidupan sehari-hari, bentuk komunikasi khas masyarakat Batak, perbedaan logat masyarakat Batak, (b) sistem pengetahuan, terdiri atas pengetahuan mengenai jenis flora dan fauna, fenomena alam, dan pengobatan, (c) organisasi sosial, tersiri atas kekerabatan, marga, dan perkawinan, (d) sistem peralatan hidup dan teknologi, terdiri atas alat-alat produksi, wadah, senjata, makanan, dan rumah, (e) sistem mata pencaharian hidup, terdiri atas berburu, berladang, dan mencari ikan, (f) sitem religi, terdiri atas kepercayaan, upacara keagamaan, ilmu gaib, jiwa dan roh, (g) kesenian, terdiri atas seni rupa dan seni musik, (2) nilai budaya yang terdapat dalam unsur kebudayaan masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar yang memuat lima nilai budaya yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan alam, (c) hubungan manusia dengan masyarakat, (d) hubungan manusia dengan orang lain, (e) hubungan manusia dengan diri sendiri. Kata Kunci: budaya lokal, unsur kebudayaan, nilai budaya, masyarakat Batak. Abstract The local culture of the Batak people is interesting to study because there are still preserved customs in the area. The novel Rejecting Father by Ashadi Siregar was chosen as a source of data because it represented the local culture of the Batak people. This study uses the study of the literary anthropology of the cultural elements of Clyde Kluckhohn. The purpose of this research is to describe the cultural elements and cultural values ??of the Batak people in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar. This research is a qualitative research with a mimetic approach, the source of data is the novel Menolak Ayah by Ashadi Siregar, data in the form of sentences, paragraphs, quotations and utterances that contain elements of Batak society culture. Data collection techniques using library techniques. Data analysis techniques using content analysis techniques (content analysis). The results of the study include elements of the culture of the Batak community which contains seven elements of culture: (a) language, consisting of the use of Batak language in daily life, forms of communication typical of the Batak community, differences in the Batak dialect, (b) knowledge system, consisting of knowledge of types of flora and fauna, natural phenomena, and treatment, (c) social organization, consisting of kinship, clan, and marriage, (d) living equipment and technology systems, consisting of means of production, containers, weapons, food, and housing , (e) the livelihood system of life, consisting of hunting, farming and fishing, (f) religious systems, consisting of beliefs, religious ceremonies, occult sciences, souls and spirits, (g) arts, consisting of fine arts and arts music, (2) cultural values ??contained in the elements of Batak culture in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar which contains five cultural values, namely: (a) human relationship with God, (b) human relationship with nature, (c) human relations with society, (d) human relations with others, (e) human relations with oneself. Keywords: Local culture, cultural elements, cultural values, Batak society
NILAI MORAL DALAM NOVEL MERDEKA SEJAK HATI KARYA A. FUADI (KAJIAN MORALITAS JAMES RACHELS) DILIA MAHARINA, BELLA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejolak sosial yang berkembang dalam dunia modern membuat peran moral semakin mempengaruhi masyarakat. Situasi-situati moral yang berkembang menyebabkan kesulitan moral sehingga studi tentang nilai moral seharusnya dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut novel sebagai cerminan kehidupan masyarakat digunakan sebagai sumber data penelitian tentang penerapan nilai moral. Novel Merdeka Sejak Hati menarik dikarenakan mengandung nilai moral yang mudah dipahami yaitu tentang perjuangan seorang pahlawan nasional. Nilai moral yang mendominasi dalam novel tersebut adalah nilai moral keberanian, nilai moral kemurahan hati, nilai moral kejujuran, dan nilai moral kesetiaan. Keempat nilai tersebut selaras dengan teori yang digunakan yaitu moralitas James Rachels. Penerapan nilai moral menjadi rumusan masalah yang utama dalam penelitian ini. Selanjutnya, nilai moral tersebut akan diketahui fungsinya berdasarkan data yaitu berupa dialog, kalimat, dan penggalan paragraf dalam novel dengan tujuan dapat menjadi refleksi bagi pembaca Oleh karena sumber data penelitian ini adalah karya sastra, maka pendekatan yang digunakan juga mengacu pada pendekatan penelitian sastra yaitu sosiologi sastra dengan pisau analisis moral. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu content analysis untuk mengolah data berupa teks karya sastra dan menganalisis sesuai rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis nilai moral dalam novel Merdeka Sejak Hati menggunakan teori moralitas James Rachels, dapat disimpulkan bahwa keempat keutamaan teori moral yaitu keberanian, kemurahan hati, kejujuran, dan kesetiaan menunjukkan kesesuaian dengan data yang ditemukan. Nilai moral keberanian menjadi nilai yang mendominasi dalam novel tersebut. Lafran sebagai tokoh utama menjadi tokoh yang menunjukkan nilai dengan jumlah paling banyak. Setiap nilai yang diperoleh dari hasil analisis data selanjutnya dianalisis menggunakan fungsi moral sehingga diketahui kegunaannya bagi tokoh dalam novel.

Page 1 of 3 | Total Record : 24