cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 25 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA WAYANG HEWAN UNTUK PEMBELAJARAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS FABEL KELAS VII SMP. RAMADHAN, HILMI
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pegembangan media wayang hewan, (2) Kualitas media wayang hewan yang meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan tersebut menghasilkan lembar validasi, kepraktisan menghasilkan lembar observasi pembelajaran dan angket respon, dan keefktifan menghasilkan lembar observasi pembelajaran dan hasil tes belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi 4 tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (diseminatte). Namun, tahap penyebaran tidak dilaksanakan karena tidak termasuk secara akademik dan keterbatasan waktu penelitian. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII D dan VII E SMPN 21 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan menggunaka teknik wawancara dan angket kebutuhan peserta didik yang memperoleh data proses pengembangan media wayang hewan., sedangkan teknik validasi, observasi, angket respon, dan tes hasil belajar digunakan untuk memperoleh kualitas media wayang hewan. Hasil Penelitian ini adalah media wayang hewan yang digunakan dalam pembelajaran menceritakan kembali isi teks fabel kelas VII SMP. Hasil penelitian ini antara lain (1) proses pengembangan media wayang hewan yang sesuai dengan model pengembangan 4D Thiagarajan, (2) kualitas media wayang menggunakan model pembelajaran langsung dinilai dari tiga aspek, yakni kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Media wayang hewan berkualifikasi baik dari validator dosen ahli media dan sangat baik dari guru bahasa Indonesia. Penilaian dari segi kegrafikan dan bahan media wayang hewan 68 % validasi dosen ahli dan 88% guru bahasa Indonesia. Pada uji coba terbatas dan luas media wayang hewan bberkualifikasi sangat baik berdasarkan hasil observasi dan tes hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada uji coa luas mendapatkan hasil 93,7% berkualifikasi sangat baik. Respon terhadap media wayang hewan mendapatkan hasil 94% berkualifikasi baik. Kata Kunci: Pengembangan, Kevalidan, Keefektifan, dan Kepraktisan.
PELANGGENGAN KEKUASAAN DALAM NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KARYA ZHAENAL FANANI (KAJIAN KEKERASAN SIMBOLIK PIERRE BOURDIEU) WAHYU LAKSANA, BRAMANTIKA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan upaya pelanggengan kekuasaan melalui modal, habitus, ranah, kelas, trakjektori dan pelanggengan kekuasaan dengan menggunakan kekerasan simbolik yang terdapat dalam Novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Pendekatan ini menekankan hasil karya yang diciptakan, baik skala angkatan maupun individual memiliki aspek-aspek sosial tertentu yang dapat dibicarakan melalui model-model pemahaman sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani yang diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata, kelimat-kalimat dan kutipan yang ada di dalam novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka. Teknik studi pustaka digunakan untuk menemukan segala sumber yang terkait dengan data penelitian. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa (1) modal yang terdiri dari tiga bagian, yaitu modal simbolik, modal budaya, dan modal sosial. (2) Kelas yang terdiri atas kelas dominan, kelas menengah dan kelas dominan. (3) Ranah yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu ranah ekonomi dan pendidikan. (4)Trajektori yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu trajektori Fatikha dan petinggi desa. (5) Beberapa habitus yang ada di dalam novel ini antara lain: (1) Sikap Fatikha yang memandang pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan Ngurawan. (2) Warga Ngurawan yang hanya menganut sistem kekeluargaan tanpa memandang hal lain sebagai pedoman hidupnya, bahkan dengan pendidikan sekalipun. (6) Dari kelima konsep yang dianalisis di dalam penelitian ini akan dikombinasikan dan menghasilkan suatu konsep, yaitu tentang kekerasan simbolik yang akan digunakan untuk melanggengkan kekuasaannya Kekerasan simbolik ini antara lain. (1) Memberikan izin kepada Ngurawan untuk tinggal di tanah yang bukan kepemilikannya. (2) Memberlakukan sistem monopoli penjualan pasir oleh petinggi desa. (3) Menggunakan dalih mengerti keadaan Ngurawan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. (4) Memberikan tanah garapan selama waktu yang ditentukan. Kata Kunci: kekerasan simbolik, pelanggengan kekuasaan, novel.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPARA DALAM MATERI TEMPAT BERSEJARAH UNTUK MAHASISWA BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING UNESA HIKMAWATI, LULUK
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) adalah istilah untuk pembelajaran bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk warga Negara asing. BIPA Unesa memiliki program pembelajaran BIPA yang mencakup keterampilan berbicara, menulis, membaca, dan menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media Monopara dan mendeskripsikan kualitas media Monopara dalam pembelajaran materi teks bersejarah di Indonesia. Metode penelitian pengembangan yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Thiagarajan yang terdiri atas empat tahapan, namun telah disederhanakan sesuai kebutuhan penelitian ini menjadi tiga tahapan, yaitu define, design, dan development. Pada tahap define, telah dilakukan langkah (1) analisis ujung depan,( 2) analisis mahasiswa BIPA, (3) analisis tugas, (4) analisis konsep, dan (5) perumusan tujuan pembelajaran. Tahap design telah dilakukan langkah (1) penyusunan tes acuan patokan yang menghubungkan define dan tahap design (2) pemilhan media yang sesuai tujuan untuk menyampaikan materi pelajaran (3) pemilihan format (4) membuat rancangan awal sesuai format yang dipilih. Tahap development telah dilakukan langkah (1) validasi ahli, (2) uji coba terbatas, (3) uji coba luas, dan (4) revisi. Hasil penelitian terdiri atas dua data yaitu, proses pengembangan dan kualitas media Monopara. Proses pengembangan media Monopara telah selesai dilakukan pada tanggal 17 Februari 2020, media Monopara divalidasi pada tanggal 20 ? 22 Februari 2020. Kualitas media Monopara ini dilakukan sesuai hasil persentase 91,7% yang tergolong ?sangat berkualitas? hasil tersebut berdasarkan atas tiga kriteria yaitu, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan media Monopara ditentukan melalui hasil validasi oleh validator ahli materi dan ahli media memperoleh persentase 93% yang termasuk ?sangat layak?. Kepraktisan media Monopara ini dinilai dari hasil lembar respons mahasiswa BIPA yang memiliki kualitas media ?sangat praktis? dengan persentase 98%. Keefektifan media Monopara ditentukan berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dengan persentase 82,5%, observasi aktivitas mahasiswa BIPA dengan persentase 85%, dan hasil belajar mahasiswa BIPA dengan persentase 85,75%. Dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas keefektifan media Monopara adalah ?sangat efektif? dengan persentase 84%. Kata Kunci: pengembangan, media Monopara, BIPA, tempat bersejarah di Indonesia.
CAMPUR KODE PEMBAWA ACARA MUSIK BREAKOUT DI NET. TV MASRURO, KHOLIFATUM
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan dan penguasaan bahasa yang dimiliki setiap orang berbeda, penutur yang mampu menguasai lebih dari satu bahasa dapat mengakibatkan terjadinya kedwibahasaan ketika berkomunikasi dengan orang lain, salah satunya dengan melakukan campur kode. Salah satu peristiwa penyisipan kode lain ketika berkomunikasi yang disebut campur kode terjadi pada pembawa acara musik Breakout NET.Tv, bernama Boy William. Campur kode yang dilakukan oleh Boy William yaitu menyisipkan bahasa asing ketika bertutur menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini berwujud penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan wujud, faktor penyebab, serta fungsi campur kode yang dilakukan Boy William. Data yang digunakan adalah tuturan Boy William ketika membawakan acara musik Breakout. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode agih. Penelitian ini menghasilkan campur kode yang dilakukan pembawa acara Breakout yaiyu Boy William berwujud kata, frasa, baster, reduplikasi, dan klausa, sedangkan idiom tidak ditemukan dalam penelitian ini. Campur kode yang dilakukan Boy William dipengaruhi (1) keterbatasan padanan kata, (2) pengaruh pihak kedua, (3) pengaruh unsur prestise, sedangkan faktor penyebab (4) kurang menguasai kode yang dipakai, bukan penyebab dari campur kode yang dilakukan Boy William. Fungs campur kode pada penelitian ini yaitu (1) sebagai perulangan, (2) sebagai penyisip kalimat, (3) sebagai spesifikasi lawan tutur, (4) sebagai spesifikasi isi pesan, dan tidak ditemukan fungsi campur kode (5) sebagai kutipan. Kata Kunci: campur kode, wujud, faktor, fungsi
REPRESENTASI KEBUDAYAAN MASYARAKAT BALI DALAM NOVEL MAGENING KARYA WAYAN JENGKI SUNARTA (KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) AKBAR WALIDA, RIDO
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya kebudayaan masyarakat Bali dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan rencana-rencana, resep-resep, aturan-aturan, dan instruksi-instruksi kebudayaan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta. Data dalam penelitian ini yaitu unit-unit teks yang terdiri atas kalimat dan penggalan paragraf. Teknik pengumpulan data berupa teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan metode hermeneutik. Rencana-rencana kebudayaan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta yang ditunjukkan melalui lima hal, yaitu 1) Pola pikir masyarakat Bali yang percaya hal-hal mistis atau gaib, 2) Tradisi minum tuak, 3) Seni tradisi joged bumbung, 4) Kesenian Genjek, 5) Kebiasaan mandi di sungai. Lima hal tersebut direncanakan terlebih dahulu oleh masyarakat Bali agar dapat terus mempertahankan kehidupan bermasyarakat, sehingga kehidupan mereka berjalan dengan baik. Resep-resep kebudayaan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta yang ditunjukkan melalui dua hal, yaitu 1) Pemanfaatan tajen (sabung ayam), dan 2) Tata cara membuat tuak. Dua hal tersebut merupakan resep-resep atau cara-cara terbaik yang dilakukan oleh masyarakat Bali untuk melakukan sesuatu maupun menyelesaikan suatu permasalahan. Aturan-aturan kebudayaan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta yang ditunjukkan melalui dua hal, yaitu 1) Nilai religi kebudayaan masyarakat Bali, dan 2) Norma sosial kebudayaan masyarakat Bali. Dua hal tersebut digunakan untuk mengatur perilaku masyarakat Bali agar dijadikan sebagai pedoman setiap anggota masyarakat dalam melakukan interaksi. Instruksi-instruksi kebudayaan masyarakat Bali yang terepresentasi dalam novel Magening karya Wayan Jengki Sunarta yang ditunjukkan melalui dua hal, yaitu 1) Menghaturkan sesajen, dan 2) Menghaturkan canang. Dua hal tersebut merupakan seperangkat instruksi yang berfungsi untuk mengarahkan masyarakat Bali agar senantiasa menggunakan akal budinya dalam berpikir maupun bertingkah laku. Kata Kunci: Kebudayaan masyarakat Bali, rencana, resep, aturan, dan instruksi.
KETERASINGAN TOKOH “AKU” DALAM NOVEL NGRONG KARYA S. JAI: (KAJIAN FILSAFAT EKSISTENSIALISME JEAN PAUL SARTRE) BAHARUDDIN SURYA, AHMAD
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajian tentang keterasingan tokoh ?aku? dalam novel ngRong karya S. Jai. Permasalahan yang diteliti adalah penyebab tokoh ?aku? mengalami keterasingan. Penyebab itu di antaranya karena (1) acuh tak acuh (indifference), (2) cinta (love), (3) benci (hate), (4) hubungan seksual (sexuality). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah filsafat sastra dengan teori Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre dalam topik sisi keterasingannya. Sumber data berasal dari novel ngRong karya S.Jai. Teknik pengumpulan data menggunakan baca catat. Adapun datanya berupa kalimat, paragraf, dan dialog yang terdapat di dalam novel. Hasil dari penelitian ini bahwa tokoh ?aku? tidak bisa lepas dari keterasingannya. Ia mencoba untuk menghindari macam-macam interaksi sosial yang mengakibatkan ia terlibat jauh lagi dalam keadaan yang tidak bisa ia hindari. Sekuat apa pun dihindari, interaksi sosial adalah realitas yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, keadaan itu akan tetap hadir menjadi beberapa subjektivitas yang mempunyai peluang besar merenggut subjektivitas tokoh ?aku?. Selain itu, bukan hanya upaya untuk menghilangkan subjektivitas, namun sering kali adanya interaksi sosial tersebut, banyak juga diiringi konflik antar subjektivitas. Ketika konflik itu terjadi, sangat tidak mungkin jika ada dua subjektivitas, salah satunya pasti akan menjadi objek yang rawan sekali dihilangkan subjektivitasnya. Akibatnya jika terlalu lama objektivitas itu berada dan menguat, maka perlahan-lahan subjektivitas juga akan ikut menghilang. Kata Kunci: Analisis, Eksistensialisme, Keterasingan, Relasi Manusia, Konflik
PENGEMBANGAN MEDIA KOTAK AJAIAB UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP FATIKHASARI, MADINA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai (1) proses pengembangan media Kotak Ajaib untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi pada peserta didik kelas VIII SMP, dan (2) kualitas media Kotak Ajaib untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi berdasarkan aspek-aspek kualitas, yaitu kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan media Kotak Ajaib untuk pembelajaran menulis teks. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan menurut Sadiman untuk mengembangkan dan memvalidasi produk yang digunakan dalam pembelajaran Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah peserta didik kelas VIII-I SMP Negeri 17 Surabaya. Hasil penelitian pada tahap pengembangan, telah dilakukan validasi, uji coba, dan revisi draf media Kotak Ajaib. Hasil penelitian pengembangan media Kotak Ajaib menunjukkan bahwa kualitas media Kotak Ajaib untuk pembelajaran menulis teks eksplanasi bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Surabaya ?sangat berkualitas? digunakan, dengan persentase 90%. Pada aspek kevalidan, media Kotak Ajaib divalidasi berdasarkan dua hal yaitu materi dengan persentase 90% kualitas ?sangat layak?. dan desain media pembelajaran dengan persentase 90,8%, memiliki kualitas ?sangat layak?. Dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas kevalidan media Kotak Ajaib yaitu ?sangat layak? dengan persentase 90%. Pada aspek keefektifan media, media Kotak Ajaib dinilai berdasarkan hasil pengamatan aktivitas pendidik dengan persentase 87,7% dengan kualitas ?sangat baik?, pengamatan aktivitas peserta didik dengan persentase 89% dengan kualitas ?sangat baik?, dan hasil belajar peserta didik memiliki nilai presesntase 90% dengan kualitas ?sangat baik?. Dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas keefektifan media Kotak Ajaib tersebut ?sangat efektif? dengan persentase 88,9%. Pada aspek kepraktisan, media Kotak Ajaib dinilai berdasarkan penyebaran angket respons peserta didik yang menunjukkan presesntase dengan persentase 92,5%, dengan kualitas ?sangat praktis?Kata Kunci: Pengembangan, Media Kotak Ajaib, dan peserta didik kelas VIII SMP.
MISTIK KEJAWEN DALAM NOVEL CENTHINI: KEKASIH YANG TERSEMBUNYI KARYA ELIZABETH D. INANDIAK YHUSA TANAYA, WEGIG
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mistik Kejawen adalah ajaran budaya kepercayaan Jawa untuk mendekatkan diri dan bermanunggal dengan Tuhan. Laku Mistik Kejawen dapat ditempuh melalui jalan dan tata cara mistik, yaitu dengan tapa, semadi, dan ngraga suksma. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual Mistik Kejawen, bentuk Mistik Kejawen, dan penerapan ajaran Syekh Amongraga (panekung, dyana, pencerahan, dan paramita) terhadap tokoh Amongraga dalam Novel Centhini: Kekasih yang Tersembunyi karya Elizabeth D. Inandiak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Centhini: Kekasih yang Tersembunyi karya Elizabeth D. Inandiak terdapat ritual Mistik Kejawen, yang meliputi (1) Semadi, yang ditempuh melalui Distansi, Konsentrasi, Iluminasi, dan puncaknya mencapai Insan Kamil; (2) Tapa, yang terdapat tujuh macam, yaitu Tapa jasad, Tapa budi, Tapa hawa nafsu, Tapa berata, Tapa sukma, Tapa cahaya, dan Tapa hidup; dan (3) Ngraga Suksma. Adapun bentuk Mistik yang terdapat dalam novel Centhini: Kekasih yang Tersembunyi karya Elizabeth D. Inandiak, yaitu Mistik Wayang (manusia digambarkan sebagai wayang, sedangkan Tuhan adalah dalangnya); Mistik Sastra dan Gending (penerapan pencarian tuhan dengan keestetikaan; Mistik Cermin (manusia yang menyembah atau memandang Tuhannya, maka manusia itu seperti sedang bercermin); Mistik Kebatinan, yang berarti hubungan perumpamaan antara manusia dengan Tuhan; Mistik Magis atau kejadian yang sulit ditempuh oleh akal manusia. Dalam novel Centhini: Kekasih yang Tersembunyi juga memuat ajaran Syekh Amongraga, yang meliputi Panekung, Dyana, Pencerahan, dan Paramita yang eseluruhan ajaran Mistik Kejawen oleh Syekh Amongraga tersebut tercermin pada tokoh Amongraga dalam novel Centhini: Kekasih yang Tersembunyi karya Elizabeth D. Inandiak.Kata Kunci: Mistik Kejawen, Kepercayaan, Budaya, Analisis, Penelitian
PRAKTIK HEGEMONI DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI (KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI) AHMAD MAHADI, MAULANA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel orang-orang proyek karya Ahmad Tohari merupakan sebuah yang di dalamnya menceritakan kehidupan para pekerja proyek untuk membangun jembatan desa Cibawor berhak untuk menyuruh para pekerja lantaran mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun proyek yang di dalangi oleh Dalkijo yang ,merupakan bendahara GLM (Golongan Lestari menang. Tujuan dalam penelitian ini (1) Mendeskripsikan Praktik hegemoni melalui kebudayaan dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek (2) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kebudayaan dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. (3) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui ideologi dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad tohari. (4) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kaum intelektual dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. (5) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui kepercayaan populer dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari.(6) Mendeskripsikan praktik hegemoni melalui hegemoni dalam sebuah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan mimetik. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan data dalam penelitian ini adalah baca catat.teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi. Sumber data penelitian ini ialah novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori hegemoni Gramsci. Teori tersebut digunakan untuk mengetahui praktik hegemoni melalui negara, praktik hegemoni melalui kebudayaan, praktik hegemoni melalui ideologi, dan praktik hegemoni melaluli kaum intelektual. Hegemoni melalui hegemoni, hegemoni melalui kepercayaan populer. Praktik hegemoni melalui negara adanya kekuasaan antara pihak penguasa politik GLM untuk membangun sebuah jembatan. Praktik hegemoni melalui kebudayaan yakni terdapat aksi dan reaksi dan tercipta sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh Kabul kepada para pekerja proyek. Praktik hegemoni melalui ideologi kabuki para pekerja terpengaruhi melalui bahasa, common sensei dan kepercyaan populer. Praktik hgemeoni melalui kaum intelektual. Sebagai insiyur lulusan teknik bisa menggorganisasikan para pekerjanya untuk membangunjembatan proyek agar cepat selesai. Praktik hegemoni melalui hegemoni yang dilakukan oleh partai GLM kepada para pekerja proyek baik dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Praktik hegemoni melalui kepercayaan populer. Masyarakat para pekerja yang terdiri dari insinyur Kabul para pekerja dan mempercayai pembangunan proyek adanya korupsi untuk mendapatkan keuntungan Kata Kunci: Jembatan, Novel, Hegemoni Gramsci.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGEBEL ANGGRAINI AFLAH, HANUM
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks eksplanasi menjadi satu di antara beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Kemampuan menulis teks eksplanasi dapat meningkatkan kemampuan literasi dengan manfaat khusus siswa mampu menjelaskan sebab akibat suatu fenomena. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) dipilih karena model pembelajaran ini berbasis kerja kelompok yang dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, kepercayadirian, dan keakraban antar teman sehingga apabila diterapkan model berkelompok ini akan berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam literasi dan siswa akan bisa menulis teks eksplanasi secara baik karena saling bekerja sama dalam bertukar pikiran. Oleh karena itu, muncul hipotesis dengan tujuan mendeskripsikan pengaruh dan respons siswa dalam pembelajaran menulis Teks Eksplanasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ngebel. Penelitian ini berjenis penelitian eksperimen dengan metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil untuk mengisi kelas kontrol dan kelas eksperimen masing-masing berjumlah 31 siswa secara acak dengan melihat hasil nilai teks eksposisi yang setara. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan tes awal dan tes akhir di kelas kontrol maupun eksperimen dan juga melihat respons siswa dengan cara penyebaran angket setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) di kelas eksperimen. Penelitian ini menguji hipotesis dengan uji T yang menunjukkan thitung tes akhir adalah 8,437 dengan ttabel 2000 sehingga thitung lebih besar dari ttabel yaitu 8,437>2000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima sehingga penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngebel. Dan respons siswa terhadap pembelajaran ini dikategorikan sangat sesuai untuk penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dengan persentase 88,3% sedangkan sangat tinggi untuk kemampuan menulis teks eksplanasi dengan persentase 84,67%.

Page 1 of 3 | Total Record : 25