cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 25 Documents clear
INFERIORITAS DAN SUPERIORITAS TOKOH AINI DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA (KAJIAN PSIKOLOGI INDIVIDUAL ADLERIAN) UMAROH, SAIDATUL
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Novel Orang-orang Biasa Karya Andrea Hirata memiliki daya tarik untuk diteliti dari aspek psikologi yang digambarkan oleh tokoh Aini. Berlatar belakang putri sulung dari kaum marjin, Aini memiliki impian menjadi dokter ahli. Realitas kehidupan dengan mimpinya berbenturan sehingga memunculkan perasaan rendah diri pada Aini. Mungkinkah mimpinya menjadi dokter terwujud atau hanya angan semata. Menggunakan teori psikologi individual Adler, rumusan permasalahan pada penelitian ini difokuskan pada tiga aspek yakni inferioritas, faktor munculnya inferioritas, dan superioritas yang digambarkan melalui tokoh Aini. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat-sifat inferioritas tokoh Aini beserta faktornya dan bentuk-bentuk usaha tokoh Aini dalam mencapai superioritas. Manfaat penelitian ini diharapkan menjadi referensi model penerapan teori psikologi individual Adler. Selain itu mampu motivasi pentingnya pendidikan dan meningkatkan simpati terhadap kehidupan sosial. Penelitian dengan pendekatan psikologi sastra yang berfokus pada psikologi karya sastra. Jenis penelitian kualitatif dengan data berupa kalimat, atau paragraf baik kutipan, penggalan, atau pun paragraf utuh dari novel Orang-orang Biasa sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data menggunakan kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inferioritas yang dirasa oleh tokoh Aini terdiri atas takut-takut, keragu-raguan, malu- malu, kebutuhan yang meningkat akan dorongan atau dukungan, ketaatan submisif, dan fantasi tentang kekecilan. Keenam perasaan inferioritas tersebut, yang paling menonjol adalah ketaatan submisif yang dirasa oleh tokoh Aini. Adapun inferioritas tersebut dipengaruhi oleh faktor kekurangan psikologi tokoh Aini yang psikomatis, dinamika keluarga tokoh Aini yang miskin dan genetik kognitif yang dungu serta faktor pengaruh masyarakat berupa cibiran. Usaha tokoh Aini dalam mencapai keberhasilan atau mimpinya lebih didominasi oleh daya juangnya untuk mengalahkan inferioritas dengan sifat-sifat kompensatori ambisius, berani, dan menantang. Kata kunci: Psikologi Individual, Inferioritas, Faktor, Superioritas.
NILAI MORAL DALAM NOVEL KOPLAK KARYA OKA RUSMINI (KAJIAN MORALITAS IMMANUEL KANT) FARADILLA LARASATI, ADINDA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai moral merupakan norma-norma yang dijadikan sebagai pedoman atau pegangan hidup manusia. Adanya nilai moral membuat manusia dapat saling menghormati. Penelitian ini meneliti tentang nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Koplak karya Oka Rusmini. Nilai moral dalam novel ini dikaji menggunakan teori moralitas Immanuel Kant yang terdiri dari nilai moral ketuhanan, nilai moral sosial, dan nilai moral diri sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Koplak karya Oka Rusmini. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian sosiologi sastra. Sumber datanya diperoleh dari novel Koplak karya Oka Rusmini. Data penelitian berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam novel. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca catat dan pustaka. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik deskriptif analisis isi.Hasil penelitian yang diperoleh ialah : (1) nilai moral ketuhanan mencakup tiga bentuk nilai moral, yaitu berdoa, bersyukur, dan toleransi beragama, (2) nilai moral sosial mencakup 10 bentuk nilai moral, yaitu pemimpin yang peduli dengan kemajuan desa, tidak iri dengan kebahagiaan orang lain, menjaga tali persaudaraan, tidak mencampuri urusan orang lain, tidak mengambil hak orang lain, demokratis, nasionalisme, tolong menolong, saling menghormati, dan mengucapkan terima kasih, sedangkan (3) nilai moral diri sendiri mencakup 13 bentuk nilai moral, yaitu setia, mencintai diri sendiri, kerja keras, berani untuk maju, sayang kepada anak, sayang kepada orang tua, inovatif, anti korupsi, mandiri, cerdas, tidak pamrih, daya juang tinggi, dan tanggung jawab. Kata kunci : nilai moral ketuhanan, nilai moral sosial, nilai moral diri sendiri
RELASI ANAK TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP DALAM NOVEL ANAK KARYA ANAK: KAJIAN EKOKRITIK GREG GERRARD KHOIRUL IKHWAN, AGUS
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Relasi manusia (anak) terhadap manusia dalam novel anak karya anak dan relasi manusia (anak) terhadap lingkungan hidup dalam novel anak karya anak yang tentunya sesuai dengan konsep ekokritik Gerrard. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis yang ditafsirkan dengan metode pembacaan secara heuristik dan hermeneutik. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Relasi manusia (anak) terhadap manusia dalam novel anak karya anak yang mencakup tiga hal, yaitu relasi manusia (anak) terhadap tokoh Mbah Gondrong, Bi Inah, dan Hour. (2) Relasi manusia (anak) terhadap lingkungan hidup dalam novel anak karya anak ada enam sesuai konsep ekokritik Gerrard yaitu, relasi manusia (anak) terhadap lingkungan hidup yang berkaitan dengan pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, binatang, dan bumi. Kata Kunci: relasi, anak, lingkungan hidup, ekokritik.
PERBANDINGAN DIKSI RETORIK PUISI ANAK KARYA ANAK RESEP MEMBUAT JAGAD RAYA KARYA ABINAYA GHINA JAMELA DAN PUISI CITRAAN ANAK KARYA ORANG DEWASA CARA MENGHITUNG ANAK KARYA ABU WAFA FITRIANI BUDI RESTU, CINDY
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumpulan puisi Resep Membuat Jagad Raya karya Abinaya Ghina Jamela dan Cara Menghitung Anak Karya Abu Wafa menarik untuk dikaji, karena memiliki diksi retorik yang berbeda antara puisi anak ciptaan anak dan puisi citraan anak karya orang dewasa. Kumpulan puisi karya Abinaya bercerita tentang imajinasi anak dengan kehidupan sehari-harinya, sedangkan puisi karya Abu Wafa bercerita tentang moral hidup citraan anak-anak dalam penceritaan orang dewasa. Rumusan penelitian ini meliputi perbandingan diksi retorik dan fungsi retorik yang ada pada kedua kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perbandingan diksi retorik Puisi Anak Karya Anak Resep Membuat Jagad Raya karya Abinaya Ghina Jamela dan Puisi Citraan Anak Karya Orang Dewasa Cara Menghitung Anak Karya Abu Wafa dan (2) mendeskripsikan fungsi retorik Puisi Anak Karya Anak Resep Membuat Jagad Raya karya Abinaya Ghina Jamela dan Puisi Citraan Anak Karya Orang Dewasa Cara Menghitung Anak Karya Abu Wafa. Sumber data penelitian ini meliputi 10 puisi dalam kumpulan puisi anak karya Anak Resep Membuat Jagad Raya karya Abinaya Ghina Jamela dan 10 puisi dalam kumpulan puisi citraan anak karya orang dewasa Cara Menghitung Anak Karya Abu Wafa. Sedangkan teori dalam penelitian ini adalah sarana retorik yang terfokus pada diksi retorik dan fungsi retorik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui kategorisasi. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: Pertama, diksi retorik yang diketemukan yaitu berupa 3 diksi anastrof, 1 diksi histeron prosteron, 3 diksi asonansi, 6 diksi polisindeton, 4 diksi hiperbola, 9 diksi erotesis, 8 diksi asindenton, 1 diksi oksimoron, 3 diksi perifrasis, 5 diksi aliterasi, 1 diksi paradoks, 1 diksi silepsis, 1 diksi kiasmus, 2 diksi apsotrof, 2 tautologi. Kedua, Fungsi retorik yang terdapat puisi anak ?Resep Membuat Jagat Raya? karya Abinaya Ghina Jamela dan puisi citraan anak ?Cara Menghitung Anak? Karya Abu Wafa yaitu fungsi penyiasatan struktur kalimat. Kata Kunci : Diksi Retorik, Sastra Anak, Fungsi Retorik
INTEGRASI KATA BAHASA JAWA DAN BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA BAWEAN FATMALASARI, RETNO
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bawean merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di bagian utara pulau Jawa. Secara administratif, pulau ini termasuk ke dalam wilayah pemerintahan kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat pulau Bawean berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Bawean, yang biasanya disebut masyarakat setempat sebagai bahasa Bahasa Bhebien. Banyak yang beranggapan bahwa bahasa Bawean memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa dan Madura. Hal itu disebabkan karena terdapat beberapa kata yang hampir sama atau sama persis, baik dari segi makna dan pelafalan. Kasus ini dalam ilmu bahasa disebut sebagai integrasi. Dalam teori yang disebutkan, Chaer dan Agustina mengatakan bahwa Integrasi merupakan proses penggunaan unsur-unsur bahasa lain dari bahasa tertentu ke dalam bahasa resipien dan sudah dianggap sebagai bagian dari bahasa tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya integrasi, salah satu yang paling utama adalah faktor masyarakat pendatang yang menetap dengan membawa bahasa Ibu. Sebagai upaya pembuktian dari fenomena di atas, penelitian ini akan mendeskripsikan beberapa kata dalam bahasa Bawean yang dianggap merupakan hasil integrasi dari bahasa Jawa dan bahasa Madura. Selain menyinggung tentang kata yang berintegrasi, penelitian ini juga akan menentukan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya integrasi bahasa Jawa dan Madura ke bahasa Bawean. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan menggunakan narasumber asli masyarakat pulau Bawean. Data yang diperoleh dianalisis kata per kata dengan menggunakan metode padan berteknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Pada teknik ini dilakukan kegiatan memilih dan memilah data sehingga akan ditemukan kata yang berintegrasi dan kata yang tidak berintegrasi. Sedangkan terkait data faktor penyebab integrasi diperoleh dari transkripsi wawancara dengan para narasumber. Dari hasil penelitian yang diperoleh, diperoleh sekitar 152 kata dalam bahasa Bawean yang merupakan hasil integrasi. Dari data tersebut, diketahui bahwa kata dalam bahasa Bawean didominasi oleh proses integrasi dari bahasa Madura dengan mencapai angka 94% dari data keseluruhan. Semua tergolong jenis integrasi secara langsung, di mana proses pengadopsian unsur dilakukan secara penuh tanpa adanya perubahan. Sedangkan Bahasa Jawa mengisi sebagian kecil yaitu sebesar 6%, dengan delepan kata merupakan integrasi langsung dan satu kata lainnya berintegrasi secara tidak langsung, yaitu disertai dengan perubahan bunyi. Faktor penyebab integrasi yang dianggap paling dominan pengaruhnya ialah faktor pendatang. Banyak masyarakat Bawean yang merupakan pendatang dari luar pulau. Dari perbandingan jumlah kata yang berintegrasi, dapat disimpulkan bahwa masyarakat pendatang di pulau bawean didominasi oleh masyarakat Madura. Kata Kunci: kata, bahasa Bawean, integrasi, bahasa Madura, bahasa Jawa
NOVEL MEN COBLONG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN TEORI DIALOGIS MIKHAIL BAKHTIN Syafitri, Nadhilatus
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya paparan masalah-masalah sosial, yang ada di dalam novel Men Coblong karya Oka Rusmini. Dari paparan tersebut, peneliti berusaha untuk mengungkap kedialogisan novel Men Coblong karya Oka Rusmini melalui tiga konsep teori dialogis yakni kronotop, polifonik, dan karnival. Jenis penelitian ini yakni jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa novel Men Coblong karya Oka Rusmini tergolong ke dalam novel dialogis dengan terdapatnya unsur kronotop, polifonik, dan karnival, yakni, (1) kronotop dalam novel Men Coblong karya Oka Rusmini meliputi sejarah konflik Sunni-Syiah di Sampang, sejarah pembuatan roti croissant, dan sejarah pelanggaran HAM Mei 1998 (2) polifonik yang terjadi dalam novel Men Coblong karya Oka Rusmini meliputi sinkrisis dan anakrisis yang dibangun oleh Men Coblong dengan sahabatnya, Men Coblong dengan anak laki-lakinya, serta Men Coblong dengan tetangganya (3) karnival novel Men Coblong karya Oka Rusmini meliputi adanya latar-latar karnival, berbagai tindakan eksentrik, utopia sosial dalam mimpi, petualangan-petualangan untuk menemukan atau menguji kebenaran, gaya pengisahan yang publistis, berbagai kontras tajam, beragam pertanyaan untuk menguji kebenaran, kombinasi simbolisme yang bebas, pemrofanan hal yang sakral, penggunaan genre teks lain, adegan skandal, kombinasi oksimoronik, unsur tragikal, serta pertanyaan akhir. Kata Kunci : Men Coblong, Kronotop, Polifonik, Karnival
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA SURAT KABAR JAWA POS RUBRIK ZETIZEN MONITA ASIH, KRESI
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kohesi dan koherensi dalam membentuk keutuhan wacana berita. Data penelitian diambil dari sepuluh wacana dalam surat kabar Jawa Pos rubrik Zetizen edisi November-Desember 2019. Hal ini didasarkan pada banyaknya ketertarikan pembaca terhadap rubrik Zetizen. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu bagaimana bentuk kohesi dan koherensi dalam wacana surat kabar Jawa Pos rubrik Zetizen. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Teknik ini digunakan untuk mencari kesamaan hal pokok di antara data yang diperbandingkan. Hasil penelitian ini adalah tidak semua jenis kohesi dan koherensi digunakan dalam wacana, bergantung dari keefektifan penggunaan kohesi dan koherensi dalam membentuk wacana yang mudah dipahami pembaca. Kohesi gramatikal yang digunakan yaitu referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi. Sedangkan kohesi leksikal yang digunakan yaitu repetisi, hiponim, kolokasi, sinonim, dan antonim. Penanda kohesi ini digunakan penulis hanya untuk mempertegas bagian wacana yang dianggap penting. Koherensi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hubungan sebab-akibat, hubungan akibat-sebab, hubungan sarana-hasil, hubungan sarana-tujuan, hubungan latar-kesimpulan, hubungan perbandingan, hubungan parafrastis, hubungan amplikatif, hubungan aditif temporal, hubungan identifikasi, hubungan generik-spesifik, dan hubungan ibarat. Kata Kunci: wacana, kohesi, koherensi.
REALISME MAGIS WENDY B. FARIS DALAM NOVEL "MADDAH" KARYA RISA SARASWATI SHOLICHAH, IMROATUS
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan karakteristik realisme magis menurut pandangan Wendy B. Faris berupa elemen tak tereduksi, dunia fenomenal, keraguan tak terselesaikan, alam tercampur, dan disrupsi waktu, ruang, dan identitas serta gradasi kadar realisme magis dalam novel Maddah karya Risa Saraswati. Terdapat lima belas cerita yang terdapat pada novel Maddah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, keseluruhan data disajikan dalam bentuk kalimat dan kutipan dalam novel Maddah karya Risa Saraswati. Hasil penelitian ini: (1) elemen tak tereduksi dalam novel Maddah, suatu hal yang tidak dapat dijelaskan secara akal pikiran dan tidak dapat diterima oleh persepsi indrawi. Terdapat lima belas elemen tak tereduksi pada novel Maddah. (2) dunia fenonenal dalam novel Maddah, bagian riil agar jalan cerita tetap pada kenyataan, sebagai pagar dari magis agar tidak menjadi cerita fantastis. Terdapat lima belas dunia fenomenal pada novel Maddah. (3) keraguan tak terselesaikan dalam novel Maddah, suatu interpretasi contoh magis yang tidak lebih dari pada sastra pada kehidupan yang sebenarnya. Terdapat lima belas keraguan tak terselesaikan pada novel Maddah. (4) alam tercampur dalam novel Maddah, dunia riil dan dunia magis tercampur, buramnya batas antara keduanya serta tidak dapat dicerna secara logis. Terdapat empat belas alam tercampur pada novel Maddah, pada cerita yang berjudul Rinai Hujan Marianne tidak ditemukan alam tercampur di dalamnya karena hanya menceritakan kisah hidup anak Belanda bernama Marianne. (5) disrupsi waktu, ruang, dan identitas dalam novel Maddah, terdapat sepuluh cerita yang mengandung karakteristik kelima. (6) gradasi kadar realisme magis dalam novel Maddah ditentukan dengan cara mengurutkan kelima belas cerita berdasarkan karakteritik yang lengkap sampai yang tidak lengkap. Kata Kunci : Realisme Magis, Wendy B.Faris, Maddah
DEKONSTRUKSI TOKOH DALAM NOVEL SITAYANA KARYA COK SAWITRI (KAJIAN DEKONSTRUKSI JACQUES DERRIDA) SETYAWATI, IIS
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sita, Rama, dan Rawana menjadi tokoh yang dibahas dalam penelitian ini karena ketiganya memiliki keterkaitan dan paling banyak memunculkan ambiguitas. Penelitian ini terdiri dari tiga rumusan masalah yang diambil dari tiga konsep teori dekonstruksi Derrida yakni oposisi biner, inkonsistensi logis, dan konstruksi baru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kerja oposisi biner, inkonsistensi logis, dan konstruksi baru terkait tokoh Sita, Rama, dan Rawana dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan mimetik. Sumber data penelitian ini adalah novel Sitayana karya Cok Sawitri sebagai sumber data pertama dan novel Ramayana karya Nyoman S. Pendit sebagai sumber data kedua. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian ini yakni , (1) kerja oposisi biner tokoh Sita, Rama, dan Rawana dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri menampilkan hal-hal kontradiktif yang berbeda dengan novel Ramayana karya Nyoman S. Pendit. (2) inkonsistensi logis tokoh yang terdapat dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri menguak hal yang tak biasa seperti dalam kisah Ramayana , namun menuntun pembaca untuk menemukan makna yang terpinggirkan. (3) Konstruksi baru dalam novel Sitayana karya Cok Sawitri menampilkan tokoh dengan pembalikan fakta dalam kisah Ramayana, Sita menolak tunduk pada patriarki kerajaan, Rama bukan kesatria, Rawana bukan raksasa, dan Sita Rawana saling mencintai.Kata Kunci: Sitayana, Oposisi Biner, Inkonsistensi logis, Konstruksi Baru
MASKULINITAS DALAM NOVEL KEMBARA RINDU KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY SHOLIKHA, MARATUS
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan tokoh Ridho dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy memiliki latar belakang kehidupan yang dihadapkan pada masalah ekonomi. Dengan adanya masalah tersebut, Ridho menemukan jalan untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik melalui nasihat Simbah Harun Tanggamus. Nasihat yang dimaksud yakni dengan membuka pintu rezeki di sekitar rumah yang membawanya pada kesuksesan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) gambaran laki-laki dalam berpenampilan yang ada pada novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy, (2) kepemimpinan yang ada pada novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy, (3) kekuatan yang ada pada novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy, dan (4) keberanian yang ada pada novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu kalimat dan paragraf terkait maskulinitas yang ada dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka (pembacaan kritis, penandaan, dan pengutipan) dan teknik analisis data berupa teknik deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori maskulinitas menurut David dan Brannon (1976) yang membagi aturan maskulinitas menjadi empat aksioma dasar yang meliputi, gambaran laki-laki dalam berpenampilan, kepemimpinan, kekuatan dan keberanian. Hasil penelitian ini yaitu gambaran laki-laki dalam berpenampilan yang ada dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy ditunjukkan melalui satu hal, yaitu (1) tidak berpenampilan seperti perempuan. Kepemimpinan yang ada dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy ditunjukkan melalui tiga hal, yaitu (1) kesuksesan, (2) kekuasaan, dan (3) kekaguman dari orang lai. Kekuatan yang ada dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy ditunjukkan melalui tiga hal, yaitu (1) rasionalitas, (2) ketangguhan, dan (3) kemandirian. Keberanian yang ada dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy ditunjukkan melalui dua hal, yaitu (1) kekerasan dan (2) agresi. Kata Kunci: maskulinitas, gambaran laki-laki dalam berpenampilan, kepemimpinan, kekuatan, dan keberanian.

Page 2 of 3 | Total Record : 25