cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 27 Documents clear
TINDAKAN KRITIS DALAM KUMPULAN CERPEN SI TUKANG ONAR KARYA MAXIM GORKY (KAJIAN TEORI KRITIS JURGEN HABERMAS) BARRYL ALAM, CHALIVE
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra memiliki tujuan dan fungsi masing-masing bagi penikmat karya sastra, yakni sebagai pandangan ke arah sosial yang lebih baik dan bermakna bagi masyarakat. Kumpulan cerpen Si Tukang Onar menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku sehingga dapat menghasilkan tujuan atau keputusan yang diinginkan untuk membantu menyelesaikan masalah seseorang ataupun kelompok sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky berdasarkan teori kritis Jurgen Habermas sehingga dapat mendeskripsikan tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen: (1) tindakan teleologis dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (2) tindakan normatif dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (3) tindakan dramaturgi dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (4) tindakan komunikatif dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Teori kritis hermeneutik Jurgen Habermas digunakan sebagai acuan dalam menganalisis tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena pengumpulan data berupa kalimat dan paragraf. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra bahwa karya sastra merupakan peristiwa kehidupan sosial masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Data dari penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, dan paragraf. Teknik yang digunakan adalah teknik baca catat, teknik analisisnya yakni berpedoman sesuai analisis isi pada cerpen dengan teori kritis hermeneutik. Hasil dari penelitian ini ditemukannya tindakan kritis yang meliputi tindakan teleologis yakni para pekerja mengambil keputusan bersama untuk mencapai kesepakatan untuk memperoleh kebijakan yang baik dari atasannya sesuai aturan yang ada pada prospek pekerjaan. Tindakan normatif yakni pada si anak yang tetap percaya dengan Tuhan sebagai prinsip kehidupan dan selalu menghargai orang sesuai norma yang berlaku. Tindakan dramaturgi yakni pada tokoh Signor yang selalu menampilkan kebebasan pada dirinya di saat mengalami cobaan hidup, tindakan ini sebagai keputusan bahwa hidup bermasyarakat tak sepatutnya bersedih, harus bahagia. Tindakan komunikatif yakni pada para pekerja yang selalu menciptakan pendapat di saat situasi yang tidak kondusif untuk memecahkan masalah, sehingga tindakan ini dapat menghasilkan keputusan bersama yang sesuai dengan pendapat dan kesadaran seseorang.
ADJEKTIVA PREDIKAT DALAM KLAUSA BAHASA INDONESIA PADA KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA EDISI KELIMA DEWANDA MOUDIZKA, KEVIN
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adjektiva adalah kategori kata yang menerangkan lebih khusus kepada kelas kata nomina. Adjektiva memiliki variasi berdasarkan aspek makna, bentuk dan proses transposisi dari kelas kata lain. Dalam kalimat, adjektiva mampu menduduki fungsi predikat dengan pola konstruksi klausa yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) ciri adjektiva yang menduduki predikat dalam klausa Bahasa Indonesia pada KBBI V edisi cetak? (2) ciri konstruksi klausa yang berpredikat adjektiva pada KBBI V edisi cetak. Metode penelitian ini adalah simak dan agih dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik catat dan dianalisis teknik bagi unsur langsung. Teknik catat digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang contoh-contoh klausa berpredikat adjektiva pada kosakata adjektiva dalam KBBI V edisi cetak, sedangkan teknik bagi unsur langsung untuk memperoleh data kualitatif tentang ciri konstruksi klausa dala KBBI V edisi cetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1506 data ditemukan. Dari aspek semantis, 1503 data dapat dikategorikan ke dalam bentuk adjektiva bertaraf 851 data dan 652 data adjektiva bertaraf. 3 data lainnya termasuk bukan kategori sesuai TBBBI. Dari aspek morfologis, 1424 data dapat dikategorikan melalui kategori adjektiva monomorfemis 1266 data dan kategori adjektiva polimorfemis 158 data. 82 data lainnya tak sesuai TBBBI. Dan dari segi proses transposisi, 17 dapat dikategorikan ke dalam bentuk adjektiva deverbal 14 data dan 3 data adjektiva denominal. Sedangkan dari ciri konstruksi klausa dari 1506 data, terbagi atas 15 macam pola konstruksi. Mulai dari pola S-P sebanyak 667 data, S-P-O 9 data, S-P-Ket 368 data, S-Ket-P 25 data, S-P-Pel 195 data, S-P-Pel-Ket 29 data, S-Ket-P-Ket 5 data, P-S 31 data, P-S-Ket 10 data, P-S-Pel 8 data, Ket-S-P 91 data, Ket-S-P-Ket 37 data, Ket-S-P-Pel 18 data, Ket-S-P-Pel-Ket 5 data dan Ket-P-S 8 data. Kata Kunci: ciri, adjektiva, konstruksi, predikat, klausa
IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARTOKOH DALAM FILM-FILM KARYA ERNEST PRAKASA DWI RACHMATIKA, ANISA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Peran ilmu pragmatik yaitu implikatur percakapan dipakai untuk membuka makna tersirat. Berntuk percakapan antartokoh yang mengandung makna tersirat berarti makna percakapan itu berada diluar struktur bahasanya. Berdasarkan pemaparan tersebut, tidak salah jika analisis implikatur dapat digunakan untuk mengetahui makna-makna tersirat yang terkandung dalam suatu film. Ada dua Comedyan yang menulis sendiri film dan sekaligus menjadi tokoh utama pada karyanya yaitu Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Pada film-film karya Raditya Dika, banyak yang telah meneliti terkait Implikatur, sehingga peneliti mengambil objek film-film karya Ernest Prakasa. Film Ngenest(2015), Cektokosebelah(2016), Susah Sinyal (2017)merupakan film karya Ernest Prakasa 2015 dengan genre komedi yang ringanditontonsemuaumur dan khalayakumum. Penonton dapat terhibur dan tertawa bukan karena adegan fulgar atau yang lainnya,k melainkan murni karena penggunaan bahasa dalam percakapan antartokohnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan jenis-jenis implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 2) Mendeskripsikan fungsi implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 3) Mendeskripsikan ciri khas implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa. Metode yang digunakan Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik tulis dan SLBC (simak bebas libat cakap). Teknik dapatdiartikansebagaisuatucara yang kitagunakanuntukmemperoleh data. Penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik daya pilah sebagai pembeda referen dan daya pilah sebagai pembeda organ wicara. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian bahasa (langue) yang bersangkutan atau diteliti (Sudaryanto, 1993:13). Jadi, alat penentu pada penelitian ini dilihat dari bahasa yang akan diteliti memiliki hubungan dengan hal-hal diluar bahasa yang bersangkutan. Metode padan referensial digunakan dalam penelitian ini karena alat penentunya adalah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa. Metode padan referensial ini digunakan untuk menganalisis fungsi dan jenis-jenisimplikatur sertamengaplikasikan pada percakapan antartokoh dalam film-film karya Ernest Prakasa. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, terdapat tiga jenis implikatur percakapan, masing-masing adalah implikatur percakapan khusus (IPK), implikatur percakapan umum (IPU), dan implikatur percakapan berskala (IPS). Kedua, fungsi implikatur percakapan seperti diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum fungsi implikatur percakapan pada Film-film karya Ernest Prakasa menunjukkan realita kehidupan pada umumnya, yang tidak lepas dari konflik baik konflik internal maupun konflik eksternal. Ketiga, dalam implikatur percakapannya ciri khas pada film-film karya Ernest Prakasa terdapat pada percakapan tokoh yang memang di kenal sebagai pelawak, karena dalam ketiga filmnya masing-masing terdapat sebagian tokoh yang memang berprofesi sebagai pelawak. Kata kunci : Pragmatik, Implikatur, Percakapan, Tindak tutur
METAFORA DAN IMAJI DALAM KUMPULAN LIRIK LAGU DI ALBUM 11:11 KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) FICKY HARIYANTO, ERLU
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terfokus pada penggunaan teori metafora Ivan Amstrong Richards yang mengenalkan tenor (ide/subjek) dan vehicle (penjelasan/pembanding) serta imaji yang merupakan gambaran pengalaman indra yang bergungsi mempertegas makna dalam karya sastra. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Penelitian ini memliki sumber data kumpulan lirik lagu di album 11:11 karya Fiersa Besari yang terdiri atas 11 lirik lagu. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu yang kalimat atau klausanya memiliki makna metafora Ivor Amstrong Richards, yakni pengguanaan metafora tenor(subjek atau ide) dan vehicle(gambaran atau pembanding) serta pengunaan imaji atau gambaran pengalaman indra yang ada dalam kumpulan lirik lagu di album 11:11 karya Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu teknik simak dan catat untuk mendapatkan datanya, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. yang meliputi pengidentifikasian data, data dibedah dan dianalisis sesuai teori yang digunakan, serta yang terakhir data disimpulkan. Hasil penelitian ini ditemukan 44 data yang terbagi atas 26 data metafora tenor dan vehicle serta 18 data imaji dengan rincian sebagai berikut, 6 imaji pengelihatan, 6 imaji gerak, 3 imaji pendengaran, dan 3 imaji intelegensi.Kata Kunci: Metafora, Imaji, Lirik Lagu
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL MIND MAPPING BERBASIS QUANTUM LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII MTS. MASYHUDIYAH GIRI KEBOMAS GRESIK LAILI BADRIYAH, NUR
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik dan respons siswa terhadap penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan true eksperimental design berupa pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik. Sampel dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling. Ditentukan VIII C sebagai kelas kontrol dan VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa yang sama yaitu 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan 78,72 meningkat menjadi 90,31. Uji hipotesis dilakukan dengan Uji-T. Hasil Uji-T diperoleh nilai t = 5,41 dan to = 2,00. Berdasar pada aturan t = 5,41 > to = 2,00, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasar pada hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik berupa peningkatan nilai. Siswa merespons sangat baik adanya penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning pada materi keterampilan menulis teks persuasi. Siswa menjadi lebih tertarik, antusias dan senang dengan adanya penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning yang diterapkan pada materi keterampilan menulis teks persuasi. Siswa juga merasa lebih mudah menuangkan ide, menimbulkan minat dalam keterampilan menulis, dan membantu meningkatkan keterampilan menulis mereka. Kata Kunci: mind mapping, quantum learning, keterampilan menulis, teks persuasi.
KEEFEKTIFAN TEKNIK BRAINWRITING DALAM MENULIS TEKS PERSUASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTA MOJOKERTO PARAMITA PRAMESWARI, FEBRICHA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang berjudul ?Keefektifan Teknik Brainwriting Dalam Menulis Teks Persuasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto? bertujuan untuk (1) Menjelaskan perbedaan kemampuan menulis teks persuasi pada peserta didik kelas VIII SMPN 4 Kota Mojokerto yang diajar dengan teknik brainwriting dengan teknik konvensional. (2) Menguji keefektifan teknik brainwriting dalam pembelajaran menulis teks persuasi pada peserta didik kelas VIII SMPN 4 Kota Mojokerto. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang terdiri atas dua kelompok, setiap kelompok diberikan tes awal dan tes akhir. Penelitian ini menggunakan desain pretest posstest kontrol group design yang merupakan satu di antara bentuk true experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto. Sampel penelitian adalah kelas VIII C dan VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan tes produk berupa karangan teks persuasi. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian validitas isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto antara kelompok yang diajar menggunakan teknik brainwritingdengan kelompok yang diajar menggunakan teknik konvensional. Hal ini juga diperkuat dengan melihat nilai rata-rata kemampuan menulis teks persuasi pada dua kelompok siswa, bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto yang diajar menggunakan teknik brainwriting 6,75 lebih besar dari nilai rata-rata kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai kemampuan menulis teks persuasi pada siswakelas VIII yang diajar menggunakan teknik brainwriting lebih baik daripada kelompok siswa yang diajar tanpa dengan menggunakan teknik konvensional.
KATA-KATA TABU DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN (TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK) PURNAMA SARI, RINI
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata tabu adalah sebuah kata yang membuat orang lain tidak nyaman, dilarang, dan dihindari penggunannya. Biasanya masyarakat menghindari sebuah kata atau perbuatan tabu karena dianggap sakral atau melanggar peraturan. Kata tabu yang dahulu sangat jarang digunakan dan hanya di dengar di ruang pribadi, kini menjadi sering digunakan dan di dengarkan di tempat-tempat umum. Kata tabu bahkan sering muncul di tayangan televisi, film, novel atau dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan kata-kata tabu yang semakin bebas dan terbuka membuat kepekaan masyarakat terhadap kata tabu menipis. Hal ini akan memunculkan anggapan bahwa tidak akan masalah bila mengucapkan kata-kata tabu. Padahal kata tabu masih memiliki efek yang ditimbukan bila diucapkan di tempat yang salah. Jenis dan pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah jenis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kata tabu yang ditemukan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurnawan terdapat 120 data. Kategori kata tabu yang ditemukan terdiri dari 6 data, yaitu referensi seksual, referensi dan objek yang menjijikan, nama binatang, referensi menghina untuk penyimpangan psikologis, fisik, atau sosial yang dirasakan, kiasan leluhur, dan istilah vulgar di bawah standar. Fungsi kata tabu berdasarkan teori Ronald Wardhaugh (2006) telah ditemukan sebanyak 3 fungsi, yaitu draw attention to one self, show contempt, dan to be aggresive or provoaktive. Penyebab penggunaan kata tabu berdasarkan teori Timothy Jay (2009) dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas telah ditemukan sebanyak 4 data, yaitu dalam keadaan marah, dalam keadaan terkejut, dalam keadaaan bahagia, dan ketika bercanda. Kata Kunci: tabu, kategori, fungsi, penyebab.
KOMPLEKSITAS STRUKTUR KALIMAT DALAM ESAI ANGKATAN 45 DENGAN ESAI ANGKATAN 2000: KAJIAN KOMPARATIF SARAH PUJASARI, NORMA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kalimat memiliki peran yang dominan dalam proses pembentukan paragraf. Kalimat dalam bahasa Indonesia baik ragam lisan maupun tulis keduanya mengalami perkembangan. Esai juga salah satu bentuk ragam tulis. Penelitian ini membahas kompleksitas struktur kalimat dalam esai dari Angkatan ?45 dan esai Angkatan 2000 untuk mengetahui perbandingan kompleksitas struktur kalimat dalam esai kritik sastra sejak diresmikannya sebagai bahasa negara dengan esai saat ini. Masalah pada penelitian ini berpumpun pada kajian sintaksis karena sesuai dengan data penelitian berupa kalimat. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode dokumentasi dalam pengumpulan data. Dalam analisis data awal yang berupa kalimat, digunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung. Setelah itu, unsur-unsur kompleksitas dari kedua esai dihitung dalam bentuk persentase dan diperbandingkan. Hasil dari penelitian ini yaitu apabila dilihat dari kriteria kompleksitas kalimat, yaitu dari segi penggunaan jenis kalimat, penggunaan jumlah klausa, penggunaan pola kalimat, penggunaan klausa bawahan, penggunaan klausa setara yang berada dalam klausa bawahan esai Angkatan ?45 dan esai Angkatan 2000 tergolong kompleks. Akan tetapi, jika dilihat dari persentase nilai penggunaan jenis kalimat dalam esai, penggunaan jumlah klausa, penggunaan pola kalimat, penggunaan klausa bawahan, dan penggunaan klausa setara yang berada dalam klausa bawahan, tingkat kompleksitas esai Angkatan ?45 lebih tinggi dari esai Angkatan 2000. Seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia, kompleksitas struktur kalimat berubah menjadi lebih sederhana dan lugas sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, karena lebih efektif dan efisien daripada menggunakan kalimat panjang. Kata kunci: kompleksitas, kalimat, esai, Angkatan ?45, Angkatan 2000 Abstract The sentence has a dominant role in the process of paragraph formation. The sentence in the indonesian language either oral variety or written variety both have a growth. Essay is also one of written variety. This research discuss comparison about complexity of sentence structure in Angkatan ?45?s essay and Angkatan 2000?s essay to know comparison of complexity of sentence structure in the essay since inaugurated as a national language with lately essay. The problem in this research is encouraged by syntactic studies because it matches with first research data which is a sentences form. This qualitative research uses documentation method in collecting data. In the first data analysis, uses agih method and direct elements technique. After that, factor of complexity from two type of essay is presented and compared. The result from this research is if it?s seen from criteria of sentence complexity, from sentence patterns, number of clauses, types of sentences according to the number of the clauses, subordinate clauses, equivalent clauses that are in subordinate clauses, Angkatan ?45?s essay and Angkatan 2000?s essay is complex. But, if it?s seen from the number of percent, the use of sentence patterns, number of clauses, types of sentences according to the number of the clauses, number of subordinate clauses, equivalent clauses that are in subordinate clauses, Angkatan ?45?s essay has a higher level of complexity from Angkatan 2000?s essay. Along with the Indonesian language evolution, complexity essay?s sentence structure becomes more simple and straightforward based on the grammatical rule because it is more effective and efficient than using long sentence. Key words: complexity, sentence, essay, Angkatan ?45, Angkatan 2000.
TINDAK TUTUR ILOKUSI GURU PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMP LABSCHOOL UNESA KETINTANG SURABAYA ELLY PRAPTIWI, RIDHA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa menjadi alat bertutur manusia dengan manusia lain. Bahasa digunakan guru untuk memajukan pembelajaran dan meningkatkan prestasi peserta didik di sekolah. Guru sebagai panutan peserta didiknya, harus mampu bertutur bahasa yang baik, sopan, dan terarah. Guru Sekolah Menengah Pertama merupakan guru yang harus mampu menjadi sosok kreatif, dan mampu mengendalikan keadaan saat kegiatan belajar mengajar di kelas. SMP Labschool Unesa Ketintang merupakan sekolah di bawah naungan Universitas Negeri Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan maksud, fungsi, dan jenis tindak tutur ilokusi guru SMP Labschool Unesa Ketintang dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan teknik sadap, simak, dan catat saat proses pengumpulan data. Penenelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu sebagai berikut. Pertama, guru SMP Labschool Unesa Ketintang sering menggunakan tindak ilokusi direktif. Tindak Ilokusi tersebut memiliki maksud yaitu memerintah, menuntut, dan memesan. Selain direktif, ada tindak ilokusi asertif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Kedua, guru SMP Labschool Unesa saat bertutur menghasilkan fungsi sosial kompetitif, bekerja sama, menyenangkan, dan bertentangan. Fungsi regulasi, pemerian, dan perorangan ialah fungsi bahasa yang muncul dari tuturan guru kepada peserta didik. ketiga, jenis tindak tutur ilokusi sebagai cara pengutaraan tuturannya, kemunculan jenis tindak tutur langsung literal sering dituturan oleh guru SMP Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Kata Kunci: Maksud, Fungsi, Jenis Tindak tutur ilokusi, Guru SMP, belajar-mengajar. Abstract Language becomes a tool for humans to speak with other humans. Language is used by teachers to advance learning and improve student achievement in school. Teachers as role models for their students must speak good, polite, and directed language. Junior High School Teachers are teachers who must be able to be creative, and be able to control the situation when teaching and learning activities in class. Labschool Unesa Ketintang is a school under the auspices State University of Surabaya. The purpose of this study was to describe the intent, function, and type of speech acts of illocutionary of teachers Labschool Unesa Ketintang Junior High School in teaching and learning activities. This study uses tapping, listening and note-taking techniques during the data collection process. This research uses descriptive analysis techniques and qualitative approaches. The results of the study found are as follows. First, Labschool Unesa Ketintang Junior High Scholl teachers often use directive illocutionary acts. The illocutionary act has the purpose of commanding, demanding, and ordering. In addition to the directive, there are assertive, commissive, expressive, and declarative illocutionary acts. Secondly, the Labschool Unesa Junior High School teacher when speaking produces social competitive, cooperative, fun, and conflicting social functions. The function of regulation, clarification, and individual is the function of language that arises from the speech of the teacher to students. Third, the type of illocutionary speech acts as a way of expressing speech, the emergance of direct literal speech acts is often spoken by teachers at Labschhol Unesa Ketintang Surabaya. Keyword: Intention, Function, Type of Speech Acts of Illocutionary, Junior High School Teachers, Teaching And Learning.
KEEFEKTIFAN BAHAN AJAR KOMIK BERPENDEKATAN SAVI PADA MATERI PUISI KELAS VIII SMP BINA INSAN MANDIRI SHOLIHAH, RIFATUS
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keefektifan bahan ajar komik berpendekatan SAVI. Bahan ajar yang berbentuk komik berpendekatan SAVI (Somatis, Audio, Visual, dan Intelektual) merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesulitan siswa dalam memahami materi puisi. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah kelas VIII SMP Bina Insan Mandiri, dengan jumlah sepuluh siswa untuk subjek uji coba terbatas dan empat puluh siswa untuk subjek uji coba luas. Desain uji coba produk bahan ajar komik berpendekatan SAVI menggunakan cara tes awal dan tes akhir, yang akan dianalisis menggunakan rumus normalized gain. Hasil tingkat keefektifan bahan ajar siswa tergolong kriteria ?Kurang Efektif? dikarenakan pada saat proses penelitian uji coba luas dilakukan satu hari sebelum perpulangan santri akibat wabah covid-19 sehingga fokus siswa cukup terpecah antara persiapaan perpulangan dengan proses penelitian uji coba luas. Kata Kunci : SAVI, Bahan Ajar Komik, dan Puisi .AbstractThis study aims to measure the effectiveness of comic teaching material with SAVI approach. Teaching material in the form of comics with SAVI approach (Somatic, Audio, Visual, and Intellectual) it is a solution to solve the problem of students difficulties in understanding poetry material. subject The trial in this study was class VIII of Bina Insan Mandiri Middle High School, with a total of ten students for limited trial subject and forty students for extensive test subjects. The trial design of the comic teaching material product approach SAVI using the initial test and final test, whic will analyze using a normalized gain formula. The results of the level of effectiveness of student teaching materials classified as "Less Effective" criteria, because during the research process extensive trials were carried out one day before the return of students due to pandemic covid-19, so that the focus of students is quite divided between repatriation preparation with a extensive trial research process. Keywords: SAVI, Comic Teaching Material, Poetry

Page 1 of 3 | Total Record : 27