cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2018)" : 15 Documents clear
PERILAKU PACARAN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG ZILLY TANDRIANTI, ALAINA; DARMINTO, EKO
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perilaku pacaran pada remaja awal di kabupaten Tulungagung. Secara khusus ada enam karakteristik yang ingin diungkap yaitu bentuk, faktor pendorong, dampak, lokasi, persepsi dan upaya guru bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta dididk SMP Negeri di Tulungagung. Jumlah sampel dalam penelitian ini ada 326 yang diambil menggunakan teknik purposive area random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui skala pacaran yang dikembangkan secara khusus dalam penelitian dan memiliki koefisien 0,740. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan satuan prosentase. Dari hasil analisis diperoleh beberapa temuan bahwa perilaku pacaran umumnya dilakukan dalam bentuk mengobrol 94%, bercanda 94%, jalan berdua 74% dan bersentuhan42%. Faktor pendorong perilaku pacaran adalah media sosial 90%, dukungan dari teman 75%, dukungan orang tua 64%, memperoleh rasa nyaman 54% dan ingin memiliki pengalaman baru 52%. Pacaran membuat mereka tambah bersemangat dalam beraktifitas 63% dan membuat mereka tambah bersemangat belajar 39%. Lokasi yang biasa dituju untuk melakukan perilaku pacaran tempat wisata 42%. Sebanyak 84% menyatakan bahwa pacaran merupakan suatu hal yang wajar. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling 48% memberikan layanan konseling individu dan 44% memberikan informasi mengenai pacaran. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pada umumnya anak SMP sudah banyak yang berpacaran, namun pacarannya masih sebatas normal. Ada juga beberapa peserta didik yang melakukan perilaku pacaran melebihi batas normal. Sehingga diharapkan guru bimbingan dan konseling lebih meningkatkan pemberian layanan bimbingan klasikal, konseling individu, bimbingan kelompok, konseling kelompok serta diadakannya konselor sebaya. Pemberian konseling individu dapat menggunakan pendekatan kognitif behavior untuk lebih efektif. Kata Kunci : Perilaku Pacaran, remaja awal
KONSELING INDIVIDU PENDEKATAN RATIONAL-EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGURANGI STRES AKADEMIK SISWA KELAS XII MIA SMAN 1 BABADAN PONOROGO FAJAR SURIATIKA, NISA; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik merupakan masalah yang saat ini banyak dijumpai dikalangan pelajar dengan seiring bertambahnya beban dan tuntutan belajar. Stres akademik terjadi salah satunya karena faktor keyakinan irasional individu sehingga dapat memberikan dampak secara fisik, emosi, intelektual, atau interpersonal. Oleh karena itu, individu perlu mendapatkan strategi alternatif untuk membantu individu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menerapkan konseling invidu pendekatan REBT untuk mengurangi stres akademik siswa kelas XII MIA SMAN 1 Babadan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental design dengan bentuk one-group pre-test and post-test design dan pemilihan subjek penelitian dengan menggunakan simple matching. Teknik pengumpulan data berupa angket stres akademik dengan jumlah subjek penelitian 5 siswa yang termasuk kategori tinggi pada skor stres akademik. Berdasarkan hasil perhitungan mean terdapat penurunan skor stres akademik yakni mean Pre-tes sebesar 212,4 dan mean Post-test sebesar 186,4 sehingga menunjukkan selisih penurunan skor sebesar 26. Analisis data menggunakan statistik non-parametrik uji wilcoxson dengan menggunakan bantuan SPSS versi 24 dan hasil asymp.Sig. (1-tailed) menunjukkan sebesar 0,021. Apabila mengacu pada ketetapan ? (taraf kesalahan) sebesar 5% maka hasil menunjukkan bahwa 0,021 < 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, berdasarkan hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konseling individu pendekatan rational-emotive behavior therapy dapat mengurangi stres akademik siswa kelas XII MIA SMAN 1 Babadan Ponorogo. Kata kunci: Konseling Individu, REBT, Stres Akademik
KONSELING INDIVIDU TEKNIK KONTRAK PERILAKU UNTUK MENGURANGI PERILAKU OFF TASK SISWA KELAS VII-D SMP NEGERI 2 GRESIK PUTRI SINTIASARI, DWI; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku off task adalah perilaku siswa yang tidak diharapkan kemunculannya pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Kebiasaan dari perilaku off task dapat mengakibatkan suasana kelas menjadi tidak kondusif dan mengganggu teman di kelas sehingga tujuan belajar tidak bisa tercapai dengan optimal serta prestasi belajar siswa akan menurun. Kondisi ini yang terjadi pada siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Gresik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku off task siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Gresik setelah diberikan perlakuan konseling individu teknik kontrak perilaku. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Design dengan desain A-B. Subyek dalam penelitin ini 4 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis visual dalam kondisi dimana analisis perubahan data dilakukan dalam satu kondisi yaitu kondisi baseline atau kondisi intervensi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan rata-rata skor pada fase baseline dan fase intervensi setiap subyek. Subyek MB memiliki rata-rata skor 9,4 pada fase baseline menjadi 6,35 pada fase intervensi, subyek MA memiliki rata-rata skor 9,2 pada fase baseline menjadi 7,1 pada fase intervensi, subyek AZ memiliki rata-rata skor 11,8 pada fase baseline menjadi 9,6 pada fase intervensi. dan subyek IB memiliki rata-rata skor 11,42 pada fase baseline menjadi 9,85 pada fase intervensi. Dari hasil penelitian tersebut terdapat pengurangan skor dari fase baseline ke fase intervensi sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan perilaku off task siswa setelah diberikan perlakuan yaitu konseling individu teknik kontrak perilaku. Kata kunci: Konseling Individu, Kontrak Perilaku, Perilaku Off Task
STUDI TENTANG PERILAKU MEMBOLOS SISWA DI SMP NEGERI 2 SEMEN PUHSARANG KABUPATEN KEDIRI TRI MURDIANTI, YURIKA; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku membolos sebenarnya bukan merupakan hal yang baru lagi bagi banyak pelajar, setidaknya mereka pernah mengenyam pendidikan sebab perilaku membolos itu sendiri telah ada sejak dulu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola, penyebab, akibat, dan penangan membolos dari guru BK. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VII, VIII, IX di SMP Negeri 2 Semen Puhsarang Kediri. Teknik analisis data yang digunakan adalah trigulasi dari metode Miles dan Hubermen. Hasil dari penelitian ini antara lain faktor penyebab siswa membolos karena malas, pengaruh teman sebaya, tidak semangat bersekolah, membantu orang tua bekerja, kurangnya perhatian orang tua kepada anak. Dampak yang ditimbulkan dari membolos adalah cenderung pada dampak akademiknya yang mana nilai siswa menurun, banyak tugas yang tertinggal, mata pelajaran yang tertinggal. Dan dalam dampak dari segi sosial ada yang dicemooh teman karena perilakunya di sekolah aneh. Upaya penanganan yang diberikan guru BK bagi siswa yang membolos adalah panggilan orang tua dan home visit. Strategi penanganan yang diberikan guru BK bagi siswa yang membolos adalah dengan cara dinasehati dan dipantau terus kehadirannya. Pihak yang terlibat dalam penangangan siswa membolos adalah wali kelas, Guru BK.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KETERBUKAAN DIRI PADA SISWA KELAS X DI SMKN 6 SURABAYA AHMAD TAUFIQ API GADI, MUHAMMAD; WARSITO WIRYOSUTOMO, HADI
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan diri merupakan salah satu kemampuan sosial yang sangat penting bagi individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya, kemampuan ini sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian masing-masing individu. Hubungan sosial siswa merupakan salah satu cakupan dari bimbingan konseling dalam tugas perkembangan pada bidang sosial dan juga pribadi, sehingga Konselor atau guru Bimbingan dan konseling memiliki tanggung jawab besar untuk menangani dan mengoptimalkan kemampuan keterbukaan diri tersebut sehingga siswa dapat mencapai mencapai kematangan dalam berinteraksi dalam masyarakat. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap keterbukaan diri siswa dengan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMKN 6 Surabaya. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, jenis penelitian yang sesuai merupakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan one group pre-test and post-test design dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Subjek dalam penelitian ini adalah delapan siswa kelas X di SMKN 6 Surabaya yang memiliki skor keterbukaan diri yang rendah. Hasil rata-rata subjek pretest yaitu 79 dengan presentasi 51% dan hasil rata-rata posttest yaitu 112 dengan presentasi 72%. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik non parametrik dengan uji wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,012. Dalam ketetapan ? (taraf kealahan) sebesar 5% maka 0,012 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima artinya ada perbedaan nilai antara pretest dan posttest sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci: Bimbingan kelompok, teknik diskusi, Keterbukaan diri

Page 2 of 2 | Total Record : 15