cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
velmanindita@upgris.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Gedung Pusat (GP) Lantai 3 Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : 10.26877
Core Subject :
The Scope of UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan is reasearch articles are some topics that related with the field of architecture and the environment that embodies it (the built environment), both at the micro scale (furniture, interior, furnishings, etc.), meso scale (buildings and non-building related architecture), as well as at the macro scale (regions and cities).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Regionalisme Kritis : Aspek Alam dan Topografi Sebagai Pendekatan Desain dalam Arsitektur Osing Stephanus Wirawan Dharmatanna; Gabriella Rachel Limanu
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.483

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan Critical Regionalism dalam arsitektur Osing dengan fokus pada aspek nature (alam) dan topography (topografi) sebagai elemen utama desain. Arsitektur Osing di Banyuwangi secara turun-temurun memperlihatkan hubungan yang erat antara manusia, budaya lokal, dan lingkungan fisik. Melalui studi deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis dua objek utama: rumah tradisional Osing dan Bandara Blimbingsari karya arsitek Andra Matin sebagai representasi arsitektur kontemporer yang tetap berpijak pada konteks lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa aspek alam diwujudkan melalui pemanfaatan material lokal, ventilasi dan pencahayaan alami, serta integrasi lanskap ke dalam sistem ruang. Sementara itu, topografi mempengaruhi penempatan, orientasi, serta bentuk massa bangunan agar harmonis dengan bentang lahan. Pendekatan Critical Regionalism dalam objek ini berhasil memperlihatkan bahwa desain arsitektur tidak harus meninggalkan akar budaya demi modernitas, melainkan dapat menciptakan arsitektur yang kontekstual, berkelanjutan, dan memiliki identitas kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan wacana arsitektur lokal yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus menegaskan pentingnya alam dan geografi sebagai landasan utama dalam proses desain yang berbasis budaya.
Efektivitas Green Atrium dalam Pengendalian Mikroklimat Interior Bangunan Pemerintah Pesisir Tropis: Studi Mixed-Method di Kabupaten Demak Djoko Wibowo
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.711

Abstract

Bangunan pemerintah di pesisir wilayah tropis, seperti Kabupaten Demak menghadapi permasalahan kenyamanan termal akibat suhu tinggi, kelembaban ekstrim, dan keterbatasan ventilasi alami. Kondisi ini berimplikasi pada meningkatnya ketergantungan terhadap sistem pendingin buatan serta rendahnya efisiensi energi bangunan. Green atrium sebagai strategi pasif bangunan hijau berpotensi memperbaiki mikroklimat interior melalui mekanisme evapotranspirasi, shading, dan peningkatan sirkulasi udara. Namun bukti empiris mengenai efektivitas green atrium pada bangunan pemerintah pesisir tropis Indonesia masih terbatas dan belum terukur secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas green atrium dalam mengendalikan mikroklimat interior bangunan pemerintah di Kabupaten Demak, serta mengidentifikasi parameter desain yang berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan termal. Secara khusus, penelitian ini menganalisis pengaruh green atrium terhadap suhu udara, kelembaban relatif, kecepatan aliran udara, dan pencahayaan alami interior. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mixed - method dengan mengkombinasikan pengukuran lapangan dan simulasi termal komputasional. Pengukuran mikroklimat dilakukan secara in-situ selama 30 hari pada jam puncak termal menggunakan data logger suhu kelembaban, anemometer, luxmeter, dan kamera termal. Simulasi bangunan dilakukan menggunakan EnergyPlus/OpenStudio dengan berbagai skenario meliputi kondisi eksisting tanpa vegetasi, variasi jenis dan kepadatan vegetasi, serta strategi ventilasi pasif. Model simulasi divalidasi menggunakan Mean Bias Error (MBE) dan CV(RMSE) sesuai ASHRAE Guideline 14. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan bangunan pemerintah yang berkelanjutan dan adaptif.
Konservasi Air (WAC) sebagai Upaya Penghematan Sumber Daya pada Bangunan Resor di Kepulauan Karimunjawa anita viana
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.999

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana konsep Water Conservation Architecture (WAC) diterapkan pada bangunan resor di Kepulauan Karimunjawa untuk menghemat penggunaan air. Kajian dilakukan pada empat resor dengan melihat kondisi pengelolaan air yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghematan air masih belum berjalan dengan baik. Pemanfaatan air hujan belum maksimal, penggunaan air masih cenderung boros, dan pengolahan air limbah juga belum terintegrasi dengan baik. Hanya sebagian kecil bangunan yang sudah mulai menggunakan sumur resapan dan sistem irigasi otomatis. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan air masih sangat bergantung pada sumber dari luar. Karena itu, diperlukan penerapan sistem WAC yang lebih menyeluruh seperti pemanfaatan air hujan, penggunaan kembali air bekas, dan pengolahan air limbah yang lebih ramah lingkungan agar penggunaan air di kawasan wisata dapat lebih efisien dan berkelanjutan.
ARSITEKTUR BIOFILIK ADAPTIF PADA PERMUKIMAN PADAT KOTA SURABAYA MELALUI STUDI KUALITATIF DAN SIMULASI IKLIM MIKRO KAWASAN GUNUNG ANYAR DAN KENJERAN Nurul Fitria Marina; Salsa Bila Nur Akifah; Didin Cahya Saputra; Naura Anna Amadea
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.1019

Abstract

Extreme population density in the coastal area of Kenjeran and the suburban area of Gunung Anyar, Surabaya City, directly impacts the degradation of the built environment, high thermal discomfort, and the lack of green open spaces. This study aims to formulate an adaptive biophilic architecture model for dense settlements through the prototype design of a communal dormitory building. The method applied is an exploratory mixed-method combining a descriptive qualitative approach (field spatial observations and in-depth interviews with residents) and digital computational simulation using Sketch-upsoftware. Qualitative analysis reveals that static air circulation, trapped coastal humidity, and psychological stress caused by an arid environment are the primary challenges faced by the community in both locations. Meanwhile, the environmental performance simulation results on the dormitory prototype demonstrate that biophilic interventions via vertical green facades significantly reduce outer wall surface temperatures. The integration of an inner courtyard and a roof garden also successfully optimizes cross-ventilation, leading to a projected 18% annual reduction in artificial cooling (AC) energy loads. This study concludes that biophilic architecture effectively serves as an emotional restorative oasis and an energy efficiency instrument. The implications of this research are expected to serve as a policy reference for the Surabaya City Government in restructuring dense settlements into healthy and climate-resilient areas.
Analisis Penerapan Prinsip Placemaking pada Oslo Opera House sebagai Ruang Publik Majora Nuansa Al-Ghin
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.1165

Abstract

Perkembangan arsitektur saat ini menuntut bangunan tidak hanya memenuhi fungsi utamanya, melainkan juga mampu menghadirkan ruang publik yang aktif, inklusif, dan beridentitas. Pendekatan yang sesuai untuk mewujudkan hal tersebut adalah placemaking, yaitu proses pembentukan ruang yang mendukung aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip placemaking pada Oslo Opera House sebagai ruang publik perkotaan. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi yang meliputi buku, artikel jurnal, dokumen resmi, serta dokumentasi visual bangunan. Analisis dilakukan berdasarkan empat indikator placemaking dari Project for Public Spaces (PPS), yaitu Access and Linkages, Comfort and Image, Uses and Activities, dan Sociability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oslo Opera House berhasil memenuhi empat indikator tersebut melalui aksesibilitas yang tinggi, keterhubungan dengan kawasan waterfront, kualitas visual yang kuat, keberagaman aktivitas publik, serta interaksi sosial yang intensif. Integrasi keempat prinsip dalam perancangan menjadikan Oslo Opera House tidak hanya berfungsi sebagai gedung pertunjukan seni, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang aktif dan inklusif, serta memperkuat identitas kawasan Bjørvika. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan placemaking pada bangunan dicapai dengan mengintegrasikan desain arsitektur dengan ruang terbuka yang menghasilkan aktivitas dan interaksi sosial yang bermakna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5