cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015" : 7 Documents clear
URGENSI MANAJEMEN ARSIP ELEKTRONIK Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.388 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7861

Abstract

Pengelolaan arsip merupakan aspek penting dalam suatu organisasi, baik organisasi bisnis maupun pemerintahan. Bertambahnya volume pekerjaan suatu organisasi, menyebabkan bertambah pula jumlah arsip yang dihasilkan. Jumlah arsip yang semakin banyak dari waktu ke waktu, membutuhkan penanganan yang baik agar informasi yang terkandung di dalam arsip tersebut dapat ditemukan dengan cepat dan tepat. Pengelolaan arsip secara manual yang telah dilakukan selama ini, mempunyai beberapa kelemahan, antara lain: membutuhkan ruang dan tempat penyimpanan yang besar; resiko kerusakan arsip akibat bencana, membutuhkan pegawai yang banyak; dan waktu pencarian yang lama. Oleh karena itu, untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut perlu dicari solusinya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan manajemen arsip secara elektronik.
MODEL KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAH Rumsari Hadi Sumarto
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.388 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7855

Abstract

Birokrasi pemerintah di Indonesia pada masa Orde Baru sering diindetikkan dengan birokrasi yang korup dan lamban. Kemudian, birokrasi pada masa Orde Reformasi yang diharapkan dapat menampilkan wajah baru dari birokasi Orde Baru, pada kenyataannya gagal untuk merepresentasi birokrasi yang mampu memahami konteks pelayanan yang sesungguhnya. Bahkan korupsi meraja lela sampai birokrasi tingkat paling bawah. Ekspetasi publik pun tidak mampu terrpresentasi dengan baik pada Orde Reformasi. Oleh karena itu, untuk meluruskan kembali birokrasi yang menjadi harapan publik dibutuhkan figur pemimpin birokrasi yang mampu menjadi pelayan publik dan membawa organisasi birokrasi pemerintah menjadi birokrasi yang berpihak pada masyarakat. Pemimpin birokrasi tersebut juga inovatif dan kreatif dalam mengemban fungsi pelayanan kepada publik sehingga dapat menjadi representasi pemerintahan milik masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
PENCIPTAAN BUDAYA PERUSAHAAN YANG BAIK DALAM RANGKA MEMBANGUN PERUSAHAAN BERKUALITAS GLOBAL MELALUI PENINGKATAN ETOS KERJA KARYAWAN Nadia Sasmita Wijayanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.132 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7860

Abstract

Budaya perusahaan yang kuat dan jelas dapat memberikan kerangka kerja yang mendasar kepada semua orang.  Adanya kejelasan terhadap tata peraturan, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan visi misi yang ingin dituju, akan mempermudah setiap karyawan dalam melaksanakan aktivitasnya. Tanpa adanya kejelasan tata peraturan, prosedur yang konkret dan visi misi yang jelas, karyawan tidak akan mampu mencapai hasil kerja yang optimal. Tujuan dalam pembentukan budaya perusahaan yang baik adalah menciptakan etos kerja karyawan yang tinggi, etos kerja tinggi merupakan tolok ukur kualitas dari suatu perusahaan. Budaya perusahaan adalah soft side, sebagai pendukung hard side (sistem produksi, struktural, desain dan teknologi) untuk memacu kualitas.
OPTIMALISASI PERAN SEKRETARIS DI ERA GLOBAL MELALUI UPAYA PENGEMBANGAN DIRI Daimatun Nafiah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.96 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7859

Abstract

Tugas dan tanggung jawab seorang sekretaris tidak hanya terbatas pada kelancaran pekerjaan administrasi perusahaan. Salah besar, jika seorang  sekretaris hanya dianggap sebagai seseorang yang hanya  bisa mengangkat telepon dan menjadi ‘bemper’ bos. Kalimat di atas dapat dijadikan suatu acuan agar profesi sekretaris tidak dianggap enteng oleh banyak pihak. Oleh karena itu, upaya peningkatan kompetensi sekretaris  memang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja serta profesionalitas khusunya sekretaris sebagai cover perusahaan. Kurangnya kemampuan seorang sekretaris dalam mencari, menginterpretasikan dan memanfaatkan informasi dalam pengembangan dirinya akan menjadikannya karyawan yang terbelakang dan tidak mampu menghadapi perkembangan teknologi, sehingga dapat dipastikan pribadi tersebut tidak akan mampu bertahan dalam kerasnya dunia kerja di era global seperti saat ini. Seorang sekretaris  dituntut untuk  dapat bekerja secara profesional agar dapat memberikan pelayanan yang unggul pada setiap pelanggannya sehingga dapat  membangun citra perusahaan dengan baik. Seorang pemimpin membutuhkan seorang sekretaris yang mempunyai karakteristik kepribadian yang mantap, yang digambarkan dengan adanya rasa percaya diri yang tinggi, dapat memproyeksikan diri mereka secara positif di mata orang lain, dapat mencapai prestasi unggul dan sekaligus keberhasilan dalam setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Sejalan dengan arus globalisasi, tuntutan terhadap kemampuan seorang sekretaris profesional terus meningkat. Untuk itu, sekretaris harus  mampu mengoptimalisasikan perannya dengan cara mengembangkan diri dan meningkatkan  kemampuannya dalam setiap aspek, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
PEMETAAN KOMPETENSI, TUGAS, DAN PEKERJAAN SEKRETARIS DI DUNIA KERJA Suranto Aw; Rosidah Rosidah; Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.521 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai: (1) kompetensi kerja; (2) bidang tugas; dan (3) jenis-jenis pekerjaan profesi sekretaris di dunia kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, memfokuskan pada usaha melacak informasi dari para praktisi administrasi perkantoran atau sekretaris, dan memetakan hasil pelacakan tersebut secara sistematis. Subjek penelitian ini adalah praktisi sekretaris di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan histogram, serta dilengkapi penjelasan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat tiga kategori kompetensi sekretaris yaitu: kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus (tambahan); (2) Bidang tugas sekretaris mencakup: komunikasi, administrasi perkantoran, mengelola keuangan, dan legal (hukum); dan (3) Jenis-jenis pekerjaan yang secara rutin dikerjakan seorang sekretaris mencakup: bertelepon, berkomunikasi secara interpersonal, menggunakan media komunikasi, menerima tamu, mengelola keluhan pelanggan, mengoperasikan komputer, mengatur otomatisasi pekerjaan kantor, mencari informasi lewat internet, mengurus surat, mengelola arsip, mengatur perjalanan dinan pimpinan, mengatur penggunaan perlengkapan kantor, mengatur pertemuan/rapat, membuat laporan, mengelola kas kecil, dan mengurus pekerjaan di bidang legal (hukum).
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV SD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Muslikhah Dwihartanti; Abdul Gafur
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.521 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan produk multimedia untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang valid digunakan sebagai media belajar; dan 2) mengukur efektivitas multimedia pembelajaran Bahasa Inggris yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development), menggunakan tiga tahap pengembangan, yaitu perencanaan, desain, dan pengembangan. Uji coba produk yaitu dengan evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner, instrumen test, dan lembar observasi. Teknik analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ditinjau dari aspek materi, multimedia pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dinyatakan valid dengan nilai rata-rata skor 3,9 dan kategori baik; 2) ditinjau dari aspek media, multimedia pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dinyatakan valid dengan nilai rata-rata skor mencapai 4 dan kategori baik; 3) ditinjau dari aspek pembelajaran, multimedia pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dinyatakan valid dengan hasil skor rata-rata mencapai 4,25 dengan kategori sangat baik; 4) multimedia pembelajaran yang dihasilkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris. Penggunaan produk multimedia pembelajaran Bahasa Inggris untuk kelas IV SD dapat menaikkan nilai dari skor rata-rata pretest 6,20 menjadi skor rata-rata postest 7,61. Hasil uji paired t test adalah t hitung t tabel (7,503 2,120). Nilai gain ternormalisasi sebesar 0,37 masuk ke dalam kategori sedang, sehingga cukup efektif.
TOTAL QUALITY MANAJEMENT DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DAN UPAYA PENINGKATANNYA Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.116 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i1.7856

Abstract

Persoalan kualitas  merupakan  bagian penting dalam bidang pengembangan sebuah institusi pendidikan. Pendidikan  mempunyai peran dalam membagun modal sosial, yang membentuk tatanan dan ketertiban umum  sehingga lingkungan kondusif untuk melakukan pembangunan. Sistem pendidikan diarahkan untuk mewujudkan RISE (Relevance, Academic Atmosphere, Institutional Management, Suistability, and Efficiency).Kebijakan Pemerintah memberikan ruang pada lembaga pendidikan untuk selalu mengembangkan kualitas serta melakukan pelayanan prima kepada stakeholer-nya. Untuk itu TQM perlu diwujudkan  dalam manajemen pendidikan.Salah satu penentu keberhasilan dalam implementasi TQM adalah factor kepemimpinan.Sistem Penjaminan Mutu perlu dibangun. Bebrapa poin penting dalam menjalankan penjaminan mutu perlu memperhatikan: Quality First, Stakeholder,The Next Process in Our Stakeholder, Speak with Data,Upstream Management.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015