cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 0216762X     EISSN : 2528388X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INERSIA is stand for INformasi dan Ekspose hasil Riset Teknik SIpil dan Arsitektur. This scientific journal is managed by the Department of Civil Engineering and Planning Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University, in cooperation with the Persatuan Insinyur Indonesia (PII). It publishes and disseminates research results from lecturers and post graduate students from various universities in Indonesia, which has contributed to the development of science and technology, especially in the field of Civil Engineering and Architecture. INERSIA is published twice a year, in May and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017): Desember" : 10 Documents clear
PERFORMANCE BASED DESIGN BANGUNAN GEDUNG UNTUK LEVEL KINERJA OPERASIONAL Boby Culius Ertanto; Iman Satyarno; Bambang Suhendro
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2053.888 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17182

Abstract

ABSTRACT Indonesia is an area with high earthquake risk, where earthquake-resistant design is required, in critical category IV buildings such as hospitals and educational buildings must be designed to remain operation during and after the earthquake design, without significant damage. owners have the ability to establish and know the performance levels of structures designed with performance-based design methods that impact on development costs, repair costs and reduce casualties due to earthquakes. there are two performance based design methods namely pushover and nonlinear history of time (NLTHA). with ductility values of μ 3 or R 4.8 and Ie 1.5, the structures are designed to have an opertional (O) performance during the earthquake design (DBE) and immediate occupancy (IO) during a maximum earthquake (MCE). using acceptance according to the capacity spectrum method, element acceptance limit and drift according to FEMA 356.Keyword: operational, ductility, performance based design ABSTRAK Indonesia merupakan daerah dengan resiko gempa tinggi, dimana dibutuhkan perencanaan tahan gempa, pada bangunan penting kategori IV  seperti rumah sakit dan gedung pendidikan harus didesain  tetap beroperasi saat dan setelah terjadinya gempa rencana, tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Pemilik memiliki kemampuan untuk menetapkan dan mengetahui level kinerja dari struktur yang didesain dengan metode performance based design yang berdampak pada biaya pembangunan, biaya perbaikan dan mengurangi korban jiwa akibat gempa. Dimana terdapat dua metode performance based design yaitu pushover dan nonlinier riwayat waktu (NLTHA). Dari penggunaan nilai daktilitas sebesar μ 3 atau R 4.8 dan Ie 1.5, struktur yang didesain memiliki kinerja opertional (O) saat terjadinya gempa rencana (DBE) dan immediate occupancy (IO) saat terjadi gempa besar (MCE). Dengan menggunakan penerimaan menurut capacity spectrum method, batas penerimaan elemen dan drift menurut FEMA 356. Kata Kunci: operasional, ductility, performance based design
ANALISIS PERKUATAN LENTUR BALOK KAYU SENGON DENGAN SISTEM KOMPOSIT BALOK SANDWICH (LAMINA DAN PLATE) Teguh Mulyo Wicaksono; Ali Awaludin; Suprapto Siswosukarto
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.472 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17176

Abstract

ABSTRACTThe using of wood beam for structural purposes are still wood-oriented of good type and quality. Along with the increasing use of wood in the field of construction, the availability of large size wood and good quality becomes more limited. Moving from previous research on weak wood composite, an idea was made to analyze the strength of bending of logs from weak wood through composite engineering. Sengon wood is weak wood with compretion strength 16,91 MPa, tensile strength 46,33 MPa, shear strength 3.51 MPa, flexural strength 23,52 MPa, MOE 4210,99 MPa and classification of E6. Component press lamina keruing with compretion strength 47,58 MPa. Component tesile plate steel with tensile strength 267,28 MPa. The maximum load of intact sengon beam (BSU) 8.04 kN while the composite laminated beam (BLK) of maximum load of 16.82 kN increased 109%. The flexural elasticity module of BSU 7.002,62 Mpa while the BLK of 10,419 MPa increased 49%. Flexural strength BSU 20.65 MPa while at 39.72 MPa BLK increased 92%. BSU rigidity at 6.4 kN proportional load is 153,02 while at BLK 325,06 it increases 112,43%. The curvature of BSU -77.42 at maximum load of 8.04 kN whereas in BLK is -24.03 increased 69%. The efficiency structure of the BSU is 1.07 and in the BLK 1.24 is increased by 15.89%. The pattern of BSU failure is brittle on linear loading with disconnected fibers. While BLK sengon damage does not cause the beam collapsed because it is still held steel plate and lamina keruing. The analysis for live load is 350 Kg / m2, then the maximum load is 10.5 kN. At BLK able to withstand the maximum load of 16.82 kN, the concept of this laminated composite beam can be used as a structural beam.Keywords: sengon, beams, composites, structural beams.AbstrakPenggunaan balok kayu untuk keperluan struktur masih berorientasi pada kayu dari jenis dan mutu yang bagus. Seiring dengan makin banyaknya penggunaan kayu dalam bidang konstruksi maka ketersediaan kayu ukuran besar dan bermutu baik menjadi semakin terbatas.Beranjak dari riset-riset terdahulu tentang perkuatan kayu lemah, dibuatlah gagasan untuk menganalisis kekuatan lentur balok dari kayu lemah melalui rekayasa komposit.Kayu sengon merupakan kayu lemah dengankuat tekan 16,91 MPa, kuat tarik 46,33 MPa, kuat geser 3,51 MPa, kuat lentur 23,52 MPa, MOE 4210,99 MPa dan termasuk klasifikasi E6. Komponen tekan lamina keruing dengan kuat tekan 47,58 Mpa. Komponen tarik steel plate dengan kuat tarik 267,28 Mpa. Beban maksimum balok sengon utuh (BSU) 8,04 kN sedangkan balok laminasi komposit (BLK) beban maksimum16,82 kN meningkat 109%.Modulus elastisitas lentur BSU 7.002,62 MPa sedangkan BLK sebesar 10.419 Mpa meningkat 49%. Kuat lentur BSU 20,65 MPa sedangkan pada BLK 39,72 Mpa meningkat 92%.Kekakuan BSU pada beban proporsional 6,4 kN adalah 153,02 sedangkan pada BLK 325,06 meningkat 112,43%.Kelengkungan BSU -77,42 pada beban maksimum 8,04 kN sedangkan pada BLK adalah -24,03 meningkat 69%.Efisiensi struktur BSU sebesar 1,07 dan pada BLK didapatkan 1,24 meningkat 15,89%.Pola kegagalan BSU bersifat getas pada pembebanan linear dengan serat terputus. SedangkanBLK kerusakan sengon tidak menyebabkan balok runtuh karena masih ditahan steel plate dan lamina keruing. Analisis untuk beban hidup 350 Kg/m2, maka beban maksimum adalah 10,5 kN. Pada BLK mampu menahan beban maksimum 16,82 kN, maka konsep balok laminasi komposit ini dapat digunakan sebagai balok struktural.Kata kunci: sengon, balok, komposit, balok struktural.
PERENCANAAN JEMBATAN PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN KAYU JATI HUTAN RAKYAT SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI Maris Setyo Nugroho; Ali Awaludin; Bambang Supriyadi
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.58 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17177

Abstract

ABSTRACT Eco-friendly bridge planning is an important aspect to be considered, as the issue of global warming and energy crisis develop. This study examine the planning of pedestrian bridge using community forest wood materials. The analysis is done by 3D modeling on SAP2000 auxiliary software. The research stages consist of testing mechanical properties of wood and optimization of the maximum span of the bridge. The result of testing of mechanical properties obtained result that teak wood of Blora comunity forest have value of Emin 5757 MPa. Based on SNI-7973: 2013 the value is included in the E11 quality code. The design of the pedestrian bridge uses the Warren Truss frame type. This shape was chosen because it has the highest stiffness compared to the type of Howe Truss and Pratt Truss. Based on bridge structure analysis show that, with dimension 4x6 cm bridge can bear the load of plan until span 10 m with maximum deflection 9.9 mm Keywords: design, pedestrian bridge, 3D model, SAP2000. ABSTRAK Perencanaan jembatan yang ramah lingkungan menjadi aspek tersendiri yang harus diperhatikan,seiring berkembangnya isu  pemanasan globaldan krisis energi. Penelitian ini mengkaji tentang perencanaan jembatan pejalan kaki menggunakan material kayu hutan rakyat. Analisis dilakukan dengan pemodelan 3D pada software bantu  SAP2000. Tahapan penelitian terdiri dari pengujian mechanical properties kayu dan optimasi bentang maksimum jembatan.Hasil pengujian sifat mekanik didapatkan hasilbahwa kayu jati hutan rakyat Blora memiliki nilai Emin 5757 MPa. Berdasarkan SNI-7973:2013 nilai tersebut termasuk dalam kode mutu E11. Desain jembatan pejalan kaki menggunakan tipe rangka Warren Truss.Bentuk ini dipilih karena memiliki kekakuan yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe Howe Truss dan Pratt Truss.Berdasarkan analisis struktur jembatan menunjukkan bahwa, dengan kayu dimensi 4x6 cm  jembatan dapat memikul beban rencana hingga bentang 10 m dengan defleksi 9.9 mm Kata Kunci :desain, jembatan pejalan kaki, 3D model, SAP2000.
PERILAKU SAMBUNGAN SAYAP MENERUS BALOK PROFIL I DENGAN KOLOM TABUNG BAJA AKIBAT BEBAN SIKLIK Eko Riyanto; Muslikh Muslikh; Bambang Supriyadi
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.73 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17172

Abstract

ABSTRACTUsing Concrete-Filled Steel Tube (CSFT) as a column component provides many advantages over steel columns. Steel tube serve as reinforcement as well as formwork for concrete filler increases the strength column. The lack of experience and complexity of the beam-column connection system becomes an obstacle to use the CFST as a column. In addition, strength and stiffness of the connection system should be sufficient to endure the earthquake loads. in this research, continuous joint of beam-CFST and continuous joint of beam-column steel tube without concrete filler (BKS-K). Load cycle of specimen refer to ACI 374.1-05. The test results showed the average load of 23,85 kN on BKS-K increased to 26.05 kN on BKS-T. Elastic stiffness (Ke) at BKS-K of 0,531 kN/mm increased to 0,531 kN/mm on BKS-T. BKS-T also has a larger hysteretic loop than BKS-K. BKS-K and BKS-T adequate the strong column weak beam criteria with partial ductility. Keywords: CFST, beam-column joint, cyclic test.            ABSTRAKPenggunaan kolom tabung baja dengan isian beton memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan kolom biasa. Adanya isian beton pada tabung baja, kuat tekan terhadap gaya aksial meningkat. Selain itu sambungan harus memiliki kekuatan menahan beban gempa. Kajian ini bertujuan mengetahui perilaku histeristis, kekuatan, kekakuan dan pola keruntuhan dalam menahan beban siklik. Kajian ini dibuat benda uji sambungan sayap menerus balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKS-T) dan sambungan sayap menerus balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKS-K). Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI 374.1-05. Hasil pengujian menunjukkan beban maksimum rata-rata sebesar 23,85 kN pada BKS-K meningkat menjadi 26,05 kN pada BKS-T. Kekakuan elastis (Ke) pada BKS-K sebesar 0,531 kN/mm meningkat menjadi 0,737 kN/mm pada BKS-T. Benda uji BKS-T juga memiliki hysteretic loop yang lebih besar dari BKS-K. Benda uji BKS-K dan BKS-T mengalami kegagalan yang memenuhi kriteria strong column weak beam dengan daktilitas parsial.Kata kunci: CFST, sambungan balok-kolom, uji siklik.
ANALISIS EFISIENSI SALURAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI BORO KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH Darajat, Achmad Rafi’ud; Nurrochmad, Fatchan; Jayadi, Rachmad
INERSIA: lNformasi dan Ekspose hasil Riset teknik SIpil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.163 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17178

Abstract

ABSTRACTIrigation channel of Boro is the infrastructure that functions to irrigated water in Boro irrigation area from mier to the paddy fields. The maximum level in this process will be influenced to how the efficiency of channel to irrigate water. The aim of the research was to analyze the efficiency and loose of water. This research was conducted in primary, secondary, and tertiary in Boro irrigation area.The efficency of the irrigation channel was analyzed with  compairing the rate of flow out water with the rate of flow in water throught. Meanwhile the loose of water was analyzed with counting the evaporation, infiltration, and stream leakage in channel. The data used in this study are primary data in the form of data flow rate obtained from measurements of the flow in the channel. The result shown that the total efficiency of irrigation channel in Boro irrigation area was 47.61%. The loss is caused by infiltration of 31.99%, evaporation 0.21%, and due to leakage is 67.80%. The loss of water in the channel is largely due to the large number of damaged channel lining, the presence of channel sedimentation and the use of flow for non-irrigation activities. Keywords : Efficiency, Evaporation, Infiltration, Water Loss.                                                                                                               ABSTRAK Saluran irigasi Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi Boro yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bendung menuju petak sawah. Capaian maksimal dalam proses penghantaran ini akan dipengaruhi oleh seberapa besar efisiensi saluran untuk mengalirkan air tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis besarnya efisiensi dan kehilangan air di Saluran. Penelitian ini dilakukan pada saluran primer, sekunder dan tersier di Daerah irigasi Boro. Efisiensi pada saluran irigasi dianalisis dengan menbandingkan antara besar debit input pada saluran dengan debit output saluran. Sedangkan untuk kehilangan air di saluran irigasi dianalisis dengan menghitung besarnya evaporasi, infiltrasi, dan kebocoran pada saluran. Data data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran yang diperoleh dari pengukuran tampang aliran di saluran. Hasilnya menunjukan bahwa efisiensi total saluran irigasi di Daerah Irigasi Boro adalah 47,61 %. Kehilangan tersebut disebabkan oleh infiltrasi 31,99 %, evaporasi 0,21 %, dan karena kebocoran adalah 67,80%. Kehilangan air di saluran sebagian besar disebabkan oleh banyaknya lining saluran yang rusak, adanya sedimentasi di saluran serta penggunaan aliran untuk kegiatan non irigasi. Kata kunci : Efisiensi, Evaporasi, Infiltrasi, Kehilangan air.
ANALISIS TEGANGAN DAN MODIFIKASI METODE PENGUJIAN KUAT GESER ANTARA LAPIS BETON LAMA DENGAN BETON BARU Slamet Widodo
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1686.185 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17173

Abstract

ABSTRACTThis paper presents the results of the stress distribution analysis on various methods of shear strength test to assess the interface strength between the old and new concrete layers. The shear strength test methods that studied were SHRP dual L-shape test, bi-surface shear test, modified guillotine test, modified FIP direct shear test, and push-out test. The stress distribution results were then used as the basis for the evaluation and modification of the test method of shear strength which is expected to be carried out more easily and gives accurate results. The proposed method is hereinafter referred to as a modified bi-surface shear test with 200x200x200 mm test dimension, 50 mm overlay thickness, using 3 (three) steel plate supports with 50 mm, 100 mm, and 50 mm supported, mounted symmetrical with reference to the position of the shear plane. This method was then applied for the test of 15 shear test variants with a total of 45 samples. Experimental test results show that the proposed method gives an acceptable result with coefficient of variations ranging from 1.322% to 3.054%.Keywords: stress distribution, old and new concrete interface, shear strength.ABSTRAKMakalah ini menyajikan hasil analisis distribusi tegangan pada berbagai metode pengujian kuat geser interface antara lapis beton lama dengan beton baru. Metode uji kuat geser yang dikaji adalah SHRP dual L-shape test, bi-surface shear test, modified guillotine test, modified FIP direct shear test, dan push-out test. Distribusi tegangan yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai dasar evaluasi dan modifikasi metode pengujian uji geser yang diharapkan dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan memberikan hasil yang akurat. Usulan metode yang dihasilkan selanjutnya disebut sebagai modified bi-surface shear test dengan dimensi benda uji 200x200x200 mm, tebal lapis overlay 50 mm, menggunakan 3 (tiga) tumpuan plat baja dengan lebar tumpuan 50 mm, 100 mm, dan 50 mm, yang dipasang simetris dengan acuan posisi bidang geser. Metode ini diterapkan pada pengujian 15 varian uji geser dengan total benda uji sebanyak 45 sampel. Hasil uji eksperimen menunjukkan bahwa metode yang diusulkan memberikan hasil yang cukup baik dengan nilai coefficient of variations berkisar antara 1,322% hingga 3,054%.Kata Kunci: distribusi tegangan, interface beton lama dan beton baru, kuat geser.
VARIASI SETING FISIK RUANG INTERAKSI ANAK DI KAMPUNG PADAT KOTA YOGYAKARTA Sativa Sativa; Bakti Setiawan; Djoko Wijono; MG Adiyanti
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.965 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17180

Abstract

ABSTRActToday, urban kampungs  are inhabited by most of the Indonesia’s population. The high  density of population and building is one of the most common conditions found in urban kampungs, whichimpact on various problemsexperienced by the inhabitans. One of those impacts isthe lack of children's interaction area. Thisphenomenon needs to be studied in depth, since social interaction plays  important role for the child's personal development in the future. Thisstudy, which is part of the author's dissertation research, aims to explore the physical settings variation  of children interaction space in the urban kampungs. This research uses explorative method, meanwhile  data collecting uses field observation method. Kampung Ngampilan Yogyakarta was taken as the case, because it has high density and specific geographical condition due to its location on the river bank. As a result, it is found that with limited environmental conditions, the children interaction space in Kampung Ngampilan Yogyakarta is formed organically or unplanned. The spaces can be grouped into three kinds of categories, namely based on the degree of enclosureness, degree of fixation of space elements and the degree of naturaleness of space elements. This finding can be used  as  reference in kampung  development which is more conducive as place for children interaction activities.Keywords:children interaction space,physical setting, urban kampung ABSTRAKSaat ini kampung kota merupakan permukiman yang dihuni oleh sebagian besar peduduk kota di Indonesia.  Kepadatan penduduk dan bangunan yang tinggi, merupakan salah satu kondisi yang sering ditemukan di kampung-kampung kota. Anak-anak, sebagai salah satu kelompok penduduk, ikut merasakan dampaknya, salah satunya adalah karena semakin minimnya area interaksi anak-anak. Hal ini perlu untuk dikaji secara mendalam, mengingat interaksi sosial di usia anak berperan penting bagi perkembangan pribadi anak ke depan. Kajian yang merupakan bagian dari riset disertasi penulis ini, bertujuan untuk menggali keragaman seting fisik ruang interaksi anak di kampung padat kota semacam itu.  Riset ini menggunakan metode eksploratif, dengan menggunakan metode observasi lapangan untuk menggali data. Kampung Ngampilan Yogyakarta dipilih sebagai kasuskarena densitasnya tinggi, rerata ekonomi penduduknya menengah ke bawah, dan kondisi geografis  yang spesifik karena berada di berada di bantaran sungai. Dari hasil kajian ditemukan bahwa dengan kondisi lingkungan yang terbatas, ruang interaksi anak di Kampung Ngampilan Yogyakarta terbentuk secara organik atau tidak terencana. Ruang-ruang tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kategori, yaitu berdasarkan derajat keterlingkupan, derajat fiksasi elemen ruang dan derajat kealamiahan elemen ruang.  Temuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan kampung kota ke depan, yang lebih kondusif sebagai wadah aktivitas anak-anak sebagai salah satu kelompok penghuninya.Kata kunci: ruang interaksi  anak, seting fisik, kampung kota
STUDI PERBANDINGAN RANCANG CAMPUR BETON NORMAL MENURUT SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 Agus Santoso; Darmono Darmono; Faqih Ma'arif; Sumarjo H
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.951 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17174

Abstract

ABSTRACTThis study examines the design of normal concrete mixtures according to SNI 03-2834-2000 and SNI 7656: 2012. This research is done because SNI 7656: 2012 is an adoption of ACI 211 which requires a mixture considering its economic side. This research was conducted by experimental method in laboratory. In this research, the test object used is concrete cylinder with dimension 150 x 300 mm. The test specimen consists of 2 variants, namely: normal concrete SNI 2000 (BN-00), and normal concrete SNI 2012 (BN-12). Each variant consists of 3 strong compressive specimen plans: 25 MPa, 30MPa, and 35 MPa. Based on the result of the test, it is found that the strength of concrete with the design of SNI 2000 for the compressive strength of 25 MPa (BN-00-25), 30 MPa (BN-00-30) and 35 MPa (BN-00-35) 27.24 MPa, 38.99 MPa, and 44.85 MPa. While the concrete mean press with the design of SNI 2012 for the compressive strength of 25 MPa (BN-12-25), 30 MPa (BN-12-30), and 35 MPa (BN-12-35) plans were 31,43 MPa , 36.54 MPa, and 39.76 MPa. Keywords: mixed design, SNI 03-2834-2000, SNI 7656: 2012, compressive strength   ABSTRAKMakalah ini mengkaji tentang rancang campur beton normal menurut SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012. Dilakukannya kajian ini karena SNI 7656:2012 merupakan adopsi dari ACI 211 yang mensyaratkan suatu campuran dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya. Kajian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Pada kajian ini benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan dimensi 150 x 300 mm. Benda uji terdiri dari 2 varian yaitu : beton normal SNI 2000 (BN-00), dan beton normal SNI 2012 (BN-12). Tiap varian terdiri dari 3 spesimen kuat tekan rencana yaitu: 25 MPa, 30MPa, dan 35 MPa. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan rerata beton dengan rancangan SNI 2000 untuk kuat tekan rencana 25 MPa (BN-00-25), 30 MPa (BN-00-30), dan 35 MPa (BN-00-35) berturut-turut sebesar 27,24 MPa, 38,99 MPa, dan 44,85 MPa. Sedangkan tekan rerata beton dengan rancangan SNI 2012 untuk kuat tekan rencana 25 MPa (BN-12-25), 30 MPa (BN-12-30), dan 35 MPa (BN-12-35) berturut-turut sebesar 31,43 MPa, 36,54 MPa, dan 39,76 MPa.   Kata kunci: rancang campur, SNI 03-2834-2000, SNI 7656:2012, kuat tekan
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT DAN PASIR SEBAGAI USAHA PERBAIKAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN UJI CBR DAN KONSOLIDASI DENGAN PEMADATAN LABORATORIUM Dian Eksana Wibowo; Endaryanta Endaryanta
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.929 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17181

Abstract

ABSTRACT Many cases of buildings such as highways, parking areas, buildings, damaged / cracked and undulating and excessive sets resulting from clay soil behavior on the ground. The ugly nature of this soil technique can actually be reduced for example by soil stabilization. Chemical stabilization can be by mixing clays with cement, lime, or waste carbide and sand. The experimental method research was conducted on clay from Prambanan by mixing waste of carbide and sand. Mixing is done through 3 modes: direct mix, sand-lime columns, and layer. These objects are then tested for CBR and Consolidation test. The result of this research is CBR value, and Cc Cr value. The results showed that: Based on CBR-test the results obtained: a) CBR-soaked value will rise up to 93.8% (from the original 2.12% to 4.11%) with Layer 3cm mode. b). The CBR-soaked value can rise 45.7% (from the original 2.12% to 3.09%) with the 1.5-inch column mode. c) The CBR-unsoaked value will fall slightly to 1.7% (from the original 11.26% to 11.07%) in the layer mode. d) The CBR-unsoaked value could rise 3.2% (from the original 11.26% to 11.62%) in column mode. Based on the Consolidation test obtained: a) The Cc Compression Index value of the soil will decrease if the clay is mixed with sand + carbide waste. The more the mixture of sand + carbide waste (up to 15%) then the value of Cc will decrease further. The percentage decrease in the value of Cc is 108.7% (from the original 0.215 to 0.103). b) Recompression Coefficient Value / Cr ground development will decrease if clay is mixed with sand + carbide waste. The more the mixture (up to 15%) then the value of Cr will decrease further. Cr value percentage of Cr is very big, that is 233.% (from the original 0.010 to 0.003). This result indicate that this methods will improve the clay soil, namely : a) increase the strength of soil,  b) decrease (drastic) the  compressibility / expandsivity of clay soil. Keywords : CBR, waste-carbide, clay, consolidation.                                                                                                               ABSTRAK Banyak kasus bangunan semisal : jalan raya, areal parker, gedung, yang rusak/retak-retak dan bergelombang dan setlemen berlebih yang diakibatkan oleh  perilaku/sifat tanah lempung di tanah dasar.  Sifat teknik tanah yang jelek ini sebenarnya bisa direduksi misalnya dengan stabilisasi tanah. Stabilisasi kimiawi bisa dengan cara mencampur lempung dengan bahan semen, kapur, atau limbah karbit dan pasir.  Penelitian metode eksperimen ini dilakukan pada lempung dari Prambanan dengan cara dicampur limbah karbit dan pasir. Pencampuran ditempuh melalui 3 mode yaitu : mix langsung, kolom pasir-kapur, dan layer.  Benda-benda- uji ini lalu diuji CBR dan uji Konsolidasi. Hasil penelitian ini  berupa nilai CBR, dan nilai Cc Cr.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Berdasarkan uji-CBR diperoleh hasil : a) Nilai CBR-soaked akan naik sampai 93,8% ( dari asli 2,12% menjadi 4,11%) dengan mode  Layer 3cm.  b). Nilai CBR-soaked bisa naik 45,7% (dari asli 2,12% menjadi 3,09%)dengan mode kolom 1,5 inci.  c) Nilai CBR-unsoaked akan turun sedikit sampai 1,7% (dari asli 11,26%  menjadi 11,07%) pada mode layer.  d) Nilai CBR-unsoaked bisa naik 3,2% ( dari asli 11,26% menjadi 11,62%) pada mode kolom.  Berdasarkan uji Konsolidasi diperoleh : a) Nilai Indek Compressi Cc tanah akan menurun jika lempung dicampur pasir + limbah karbit. Makin banyak campuran pasir + limbah karbit (sampai 15%) maka nilai Cc akan makin menurun. Prosentase penurunan nilai Cc adalah sebesar 108,7% ( dari aslinya 0,215  menjadi 0,103 ).   b) Nilai Koefisien Rekompressi / pengembangan tanah Cr  akan menurun jika lempung dicampur pasir + limbah karbit. Makin banyak campurannya (sampai 15%) maka nilai Cr akan makin menurun. Prosentase penurunan nilai Cr adalah amat besar, yaitu sebesar 233,3 % ( dari aslinya 0,010 menjadi 0,003 ).Hasil ini menunjukkan bahwa cara ini akan memperbaiki tanah lempung, yaitu : a) menaikkan (sedikit) kuat dukung tanah tidak terendam , b) amat menurunkan ekspansivitas tanah lempung. Kata kunci: CBR, limbah-karbit, lempung, konsolidasi.
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA Desrina Ratriningsih
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3770.162 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v13i2.17175

Abstract

ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. KampungWisata Batik Kauman is a traditional village that holds cultural heritage both physical and non physical. Cultural potential and local wisdom for the field of cultural tourism is still high, even able to become a trend of tourism potential in the future.Until now, the development of tourism village in Kampung Batik Kauman Surakarta is still partial, the tendency seen during the existence of the tourist village that has the potential of local wisdom and culture has not been handled and managed optimally. This is evident from the tourist village that almost lost its original character. Therefore it needs to be initiated the pattern of tourism development that makes the culture as a tourist attraction in Kampung Batik Kauman. The development of this tourist village is in line with the Solo city's mission of Solo's Past is Solo's future as a cultural and tourism city characterized by Javanese accentuation and preserving cultural assets, both tangible and intangible.The concept of arrangement of KampungWisata Batik Kauman area to turn the area (visitable) and must be able to serve the user and comfortable to visit (livable and walkable). The direction of arrangement of KampungWisata Batik Kauman is done through the strengthening of tourist attractions and the arrangement of supporting facilities of tourist attractions. The direction of this arrangement should be able to take advantage of cultural heritage as a tourist attraction while protecting cultural heritage. Proper regional planning will be a tourist attraction and improve the quality of life of local communities and the cultural qualities of the region. Keywords: Kampung Wisata, Culture and Religion, Visitable ABSTRAK Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta merupakan sebuah kampung yang tumbuh diantara kampung-kampung di Jawa. Istilah Pakauman diberikan oleh Keraton mempunyai arti tempat tinggal para ‘kaum’ atau ulama.Kampung Wisata Batik Kauman merupakan kampung tradisional  yang menyimpan warisan budaya baik fisik maupun non fisik. Potensi budaya dan kearifan lokal untuk bidang pariwisata budaya masih tinggi, bahkan mampu menjadi kecenderungan potensi wisata di masa depan.Sampai saat ini pengembangan kampung wisata di Kampung Batik Kauman Surakarta masih bersifat parsial, kecenderungan yang terlihat selama ini eksistensi kampung wisata yang memiliki potensi kearifan lokal dan budaya belum ditangani dan dikelola secara optimal. Hal ini terlihat dari kampung wisata yang hampir kehilangan karakter aslinya. Oleh karena itu perlu digagas pola pengembangan wisata yang menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata di Kampung Batik Kauman. Pengembangan kampung wisata ini sejalan dengan misi kota Surakarta “Solo’s Past is Solo’s future” sebagai kota budaya dan pariwisata yang berkarakter dengan aksentuasi Jawa dan melestarikan aset-aset budaya, baik yang tangible maupun intangible. Konsep penataan kawasan Kampung Wisata Batik Kauman untuk menghidupkan kawasan (visitable) serta harus mampu melayani pengguna dan nyaman untuk dikunjungi (livable dan walkable).  Arahan penataan Kampung Wisata Batik Kauman dilakukan melalui perkuatan atraksi wisata dan penataan sarana pendukung atraksi wisata. Arahan penataan ini harus mampu memanfaatkan warisan budaya sebagai daya tarik wisata sekaligus melakukan perlindungan terhadap warisan budaya. Perencanaan kawasan yang tepat akan menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan kualitas budaya di kawasan tersebut. Kata kunci : Kampung Wisata, Budaya dan Religi, Visitable

Page 1 of 1 | Total Record : 10