cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Batam Kota
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : https://doi.org/10.53547/mqfnnn80
Core Subject :
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an open-access, peer-reviewed scientific journal managed by the Early Childhood Christian Education Study Program and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia. The journal is registered under E-ISSN 2963-2935 (online) and accepts articles in both Indonesian and English. The primary focus of Real Kiddos is the publication of scholarly works in the field of early childhood education, particularly from the perspective of Christian education, examined through academic, interdisciplinary, and contextual approaches (see the Focus and Scope section for details). Real Kiddos welcomes contributions from academics, practitioners, educators, researchers, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to the holistic development of early childhood education. The journal is published twice a year, in March and September, and aims to serve as a reputable platform for scientific publication at both the national and international levels. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 1: september 2025" : 5 Documents clear
Efektivitas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik May
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/3ywcg712

Abstract

This study aims to examine the interactive learning strategies employed by Christian Religious Education teachers to enhance students’ learning independence. Learning independence is defined as the ability of students to manage and regulate their own learning processes autonomously, without reliance on others. In this context, Christian Religious Education teachers play a strategic role as instructors, mentors, facilitators, and role models who influence the intellectual, emotional, spiritual, and social development of their students. The research applies a qualitative method using a literature review approach, focusing on analyzing scholarly works regarding the effectiveness of Christian Religious Education teachers in fostering learning independence. The findings indicate that effective implementation of interactive learning strategies can promote learning independence by stimulating students’ interests and talents, creating a supportive learning environment, providing motivation and recognition, and strengthening social skills. Moreover, internal factors such as motivation and self-efficacy, alongside external factors including family support and the school environment, significantly contribute to shaping students’ learning independence. Therefore, the active role of Christian Religious Education teachers is essential in achieving the objectives of Christian education, namely developing students into independent, responsible, and integrity-driven individuals. Keywords: early childhood education;interactive learning; learning independence; teacher effectiveness Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran interaktif yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Kemandirian belajar dipahami sebagai kemampuan siswa untuk mengatur serta mengendalikan proses belajarnya secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain. Dalam konteks ini, guru Pendidikan Agama Kristen berperan strategis sebagai pengajar, pembimbing, fasilitator, sekaligus teladan yang berpengaruh terhadap perkembangan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang berfokus pada analisis literatur mengenai efektivitas peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk kemandirian belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran interaktif dapat mendorong kemandirian belajar melalui upaya menumbuhkan minat dan bakat siswa, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memberikan motivasi serta penghargaan, dan mengembangkan keterampilan sosial. Selain itu, faktor internal seperti motivasi dan keyakinan diri, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, turut memengaruhi proses pembentukan kemandirian belajar peserta didik. Dengan demikian, peran aktif guru Pendidikan Agama Kristen menjadi faktor esensial dalam mewujudkan tujuan pendidikan Kristen, yakni membentuk pribadi peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab, dan berintegritas. Kata kunci: efektivitas guru; kemandirian belajar; pembelajaran interaktif; pendidikan anak usia dini
Pendidikan Moral dan Agama sebagai Upaya Menummbuhkan Sikap Empati dan Kasih Sayang pada Anak Usia Dini di Sekolah Suset Pasaribu; Susanti Hasibuan; Puja Maharani Sijabat
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/s69m5786

Abstract

Digital transformation poses serious challenges to the moral and spiritual development of early childhood, particularly in the formation of empathy and love. This study aims to analyze the role of moral and religious education, with an emphasis on Early Childhood Christian Education (PKAUD), in shaping a child’s character founded on love. The method employed is a qualitative-descriptive literature study, integrating theories of moral development (Piaget, Erikson, Bronfenbrenner) with the biblical-theological framework of love (hesed, agape, paideia). The findings indicate that the family serves as the primary ecosystem for cultivating children’s empathy through role modeling, spiritual practices, and the management of digital media. The church, through Sunday school and pastoral care, plays a role in instilling disciplined yet gentle love, while schools reinforce collaboration by implementing interactive learning grounded in moral and faith-based values. Theoretically, this study affirms that the development of children’s empathy is rooted not only in psychological aspects but also in spirituality as a transformative divine reality. This research contributes by offering a conceptual model of Christian early childhood education that integrates discipline, faith-based role modeling, and spiritual guidance, thereby positioning moral and religious education not merely as normative, but as a transformative means for children’s growth. Keywords: children and modernity; early childhood Christian education; early childhood theology; empathy and love Abstrak Transformasi digital membawa tantangan serius bagi perkembangan moral dan spiritual anak usia dini, khususnya dalam pembentukan empati dan kasih. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan moral dan agama, dengan penekanan pada Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD), dalam membentuk karakter anak yang berlandaskan kasih. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, yang mengintegrasikan teori perkembangan moral (Piaget, Erikson, Bronfenbrenner) dengan kerangka teologis Alkitabiah tentang kasih (hesed, agape, paideia). Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga merupakan ekosistem utama pembentukan empati anak melalui keteladanan, praktik spiritual, dan pengelolaan media digital. Gereja, melalui sekolah minggu dan pelayanan pastoral, berperan menanamkan kasih yang disiplin namun penuh kelembutan, sedangkan sekolah memperkuat kolaborasi dengan menerapkan pembelajaran interaktif berbasis nilai moral dan iman. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan empati anak tidak hanya berakar pada aspek psikologis, tetapi juga spiritual sebagai realitas ilahi yang transformatif. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual pendidikan Kristen anak usia dini yang memadukan disiplin, keteladanan iman, dan pendampingan spiritual, sehingga pendidikan moral dan agama dipahami bukan hanya normatif, melainkan sarana transformatif untuk pertumbuhan anak. Kata Kunci: anak dan modernitas; empati dan kasih; pendidikan kristen anak usia dini; teologi anak usia dini  
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DAN RESILIENSI ANAK USIA DINI: PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN PSIKOLOGI POSITIF Fredik Melkias Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/hg1v0j97

Abstract

This study highlights the importance of building resilience in early childhood as preparation for developmental challenges, with spirituality serving as a key protective factor. Christian Religious Education (CRE) and positive psychology are viewed as strategic in nurturing spirituality that strengthens children’s resilience. The purpose of this study is to analyze the relationship between spirituality and resilience in early childhood from the perspectives of CRE and positive psychology, as well as to identify its formative mechanisms. A qualitative-descriptive method was employed through literature review of national and international journals, textbooks, and relevant documents. The findings show that CRE develops children’s spirituality through faith narratives, ritual practices, and secure caregiving relationships, while positive psychology reinforces it by fostering character strengths such as gratitude, hope, forgiveness, and optimism. The integration of both perspectives creates synergy between internal factors, such as meaning in life and emotional regulation, and external factors, such as faith community support, effectively strengthening resilience. This study affirms that developing spirituality based on CRE and positive psychology is a significant pedagogical and psychological strategy for fostering children’s holistic resilience. Keywords: Christian religious education; early childhood resilience; early childhood spirituality; positive psychology Abstrak Penelitian ini menyoroti pentingnya membangun resiliensi anak usia dini sebagai bekal menghadapi tantangan perkembangan, dengan spiritualitas sebagai faktor protektif utama. Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan psikologi positif dipandang strategis dalam menumbuhkan spiritualitas yang mampu memperkuat daya lenting anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan spiritualitas dan resiliensi anak usia dini dari perspektif PAK dan psikologi positif, serta mengidentifikasi mekanisme pembentukannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap jurnal nasional dan internasional, buku teks, dan dokumen relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa PAK membentuk spiritualitas anak melalui narasi iman, praktik ritual, dan relasi pengasuhan yang aman, sedangkan psikologi positif memperkuatnya melalui pengembangan kekuatan karakter seperti syukur, harapan, pengampunan, dan optimisme. Integrasi keduanya menghasilkan sinergi antara faktor internal, seperti makna hidup dan regulasi emosi, serta faktor eksternal, seperti dukungan komunitas beriman, yang efektif memperkokoh resiliensi. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan spiritualitas berbasis PAK dan psikologi positif merupakan strategi signifikan dalam membangun ketangguhan anak secara holistik. Kata Kunci: pendidikan agama Kristen; psikologi positif; resiliensi anak usia dini; spiritualitas anak usia dini  
Screen Free Parenting sebagai Wujud Kasih: Alternatif Kreatif bagi Orang Tua Kristen dalam Membimbing Anak Usia Dini Serepina Yoshika Hasibuan; Sarah Gracia Lumbantobing; Yafarman Zai; Olwin Rivi Gosal
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/jj5b0p50

Abstract

The increasing use of digital devices among young children has created a dilemma in Christian family parenting. Parents often choose the practicality of giving gadgets to calm or distract their children, despite being aware of the potential negative impacts. This condition highlights the need for an alternative approach to parenting that not only protects children from digital risks but also nurtures their growth in love and faith. This study aims to formulate a screen-free parenting approach by integrating child development theories and Christian theology.The research method employed a literature study by analyzing Piaget’s preoperational stage, Erikson’s psychosocial needs, and the theological concept of Imago Dei (Gen. 1:27). Additional literature reviewed includes recommendations from the WHO and the American Academy of Pediatrics regarding screen time limitations for young children. The results show that children need love, identity, and meaningful relationships that cannot be replaced by digital interactions. Face-to-face family engagement through conversation, prayer, Bible reading, and creative activities is more effective in fostering empathy, spirituality, and the wholeness of a child’s personality. The conclusion emphasizes that screen-free parenting is a contextual alternative approach aligned with Christian values. This study contributes practical guidance for Christian parents to accompany their children in the digital era without relying on gadgets. Keywords: Christian perspective; creative alternative; gadget; theology of childhood Abstrak Penggunaan gawai pada anak usia dini semakin meningkat dan menimbulkan dilema dalam pola asuh keluarga Kristen. Orang tua sering kali memilih kepraktisan dengan memberikan gawai untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak, meskipun menyadari dampak negatifnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya alternatif pengasuhan yang tidak hanya melindungi anak dari risiko digital, tetapi juga menolong mereka bertumbuh dalam kasih dan iman. Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan screen-free parenting dengan mengintegrasikan teori perkembangan anak dan teologi Kristen. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis teori preoperational Piaget, kebutuhan psikososial Erikson, serta konsep teologis Imago Dei (Kej. 1:27). Literatur tambahan yang ditelaah mencakup rekomendasi WHO dan American Academy of Pediatrics mengenai pembatasan paparan layar pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak membutuhkan kasih, identitas, dan relasi bermakna yang tidak dapat digantikan oleh interaksi digital. Relasi tatap muka dalam keluarga melalui percakapan, doa, pembacaan firman, dan aktivitas kreatif lebih efektif dalam menumbuhkan empati, spiritualitas, dan keutuhan diri anak. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa screen-free parenting merupakan pendekatan alternatif yang kontekstual dan sejalan dengan nilai iman Kristen. Temuan ini memberikan kontribusi berupa panduan praktis bagi orang tua Kristen untuk mendampingi anak di era digital tanpa bergantung pada gawai. Kata Kunci: alternatif kreatif; gawai; pendidikan anak usia dini; perspektif Kristen; teologi anak
Literatur Teologi Moderen: Relevansi dan Implikasi bagi Pendidikan Iman Anak Usia Dini Roi Ganda Panggabean; Permon Asso
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/shyd0q66

Abstract

This study is a literature review that aims to analyze the integration of modern Christian theological thought with early childhood faith education (PAKAUD). Modern Christian theology, through its contextual approach to biblical texts and its response to socio-cultural dynamics, provides new perspectives for designing relevant faith-learning strategies in the digital era. The research method used is a literature review, examining recent books, journal articles, and academic sources, both national and international, focusing on early childhood Christian education. The analysis shows that integrating modern theology with holistic pedagogy such as Godly Play, storytelling, and experience-based learning enriches the process of faith formation from an early age. Practical implications include the development of contextual curricula, training for early childhood Christian teachers, creating child-friendly learning environments, and strengthening collaboration among families, churches, and schools. Therefore, this study contributes to building a model of children’s faith education that is responsive to modern challenges while maintaining a solid theological foundation. Keywords: early childhood; faith education for children; Godly Play; literature review; modern theology Abstrak Penelitian ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk menganalisis integrasi pemikiran teologi Kristen modern dengan praktik pendidikan iman anak usia dini (PAKAUD). Teologi Kristen modern, melalui pendekatan kontekstual terhadap teks Alkitab dan responsnya terhadap dinamika sosial-budaya, memberikan perspektif baru dalam merancang strategi pembelajaran iman yang relevan di era digital. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan sumber akademik terkini, baik nasional maupun internasional, yang berfokus pada pendidikan Kristen anak usia dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teologi modern dengan pedagogi holistik, seperti penggunaan metode Godly Play, storytelling, serta pembelajaran berbasis pengalaman dapat memperkaya proses pembentukan iman anak sejak dini. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan kurikulum kontekstual, pelatihan guru PAK AUD, penciptaan lingkungan belajar ramah anak, serta kolaborasi antara keluarga, gereja, dan sekolah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam membangun model pendidikan iman anak yang relevan dengan tantangan zaman modern tanpa kehilangan fondasi teologis yang kokoh. Kata kunci: anak usia dini; Godly Play; kajian pustaka; pendidikan iman anak; teologi modern

Page 1 of 1 | Total Record : 5