cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Batam Kota
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : https://doi.org/10.53547/mqfnnn80
Core Subject :
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an open-access, peer-reviewed scientific journal managed by the Early Childhood Christian Education Study Program and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia. The journal is registered under E-ISSN 2963-2935 (online) and accepts articles in both Indonesian and English. The primary focus of Real Kiddos is the publication of scholarly works in the field of early childhood education, particularly from the perspective of Christian education, examined through academic, interdisciplinary, and contextual approaches (see the Focus and Scope section for details). Real Kiddos welcomes contributions from academics, practitioners, educators, researchers, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to the holistic development of early childhood education. The journal is published twice a year, in March and September, and aims to serve as a reputable platform for scientific publication at both the national and international levels. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Memitigasi Peranan Ayah dalam Menanamkan Ketekunan pada Anak Usia Dini di Keluarga Kristiani Kosma Manurung
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.1, September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.232

Abstract

Failure to instill perseverance in early childhood can have a fatal impact on him, both for current and future life. Perseverance is very important for early childhood because it correlates with their independence, responsibility, and future success as well as the growth of a child's Christian character. In fact, instilling perseverance in early childhood is a long process that requires fathers to be actively involved continuously to connect with the child. This study aims to mitigate the role of fathers in instilling perseverance in early childhood in Christian families. Using the description method, as well as support from the literature review is expected to be able to describe in more depth and systematic related to perseverance in the biblical picture, the urgency of perseverance in the life of children after an early age, as well as the role of fathers in instilling perseverance in early childhood in Christian families. As a result, a father will play a maximal role in determining perseverance in early childhood if he begins to introduce perseverance as early as possible by applying it through daily communication, helping to direct the child to continue to learn perseverance, motivating, and making himself the closest character that the child can model.Keywords: Christian family; persistence; child perseverance; father's role; parenting styleAbstrakKegagalan dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini bisa berdampak fatal baginya, baik untuk kehidupan saat ini maupun di masa depan kelak. Ketekunan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak usia dini karena berkorelasi pada kemandirian, tanggung jawab, dan kesuksesannya kelak serta pertumbuhan karakter Kristiani anak. Pada kenyataannya menanamkan ketekunan pada anak usia dini adalah sebuah proses panjang yang menuntut para ayah untuk terlibat aktif secara terus menerus untuk terkoneksi dengan anak. Penelitian ini bertujuan memitigasi peranan ayah dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini di keluarga Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi, serta dukungan dari kajian literatur diharapkan bisa mengambarkan secara lebih mendalam dan sistematik terkait ketekunan dalam gambaran Alkitab, urgensi ketekunan dalam kehidupan anak usai dini, maupun peranan ayah dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini di keluarga Kristiani. Hasil penelitian ini, seorang ayah akan berperan maksmial menanamkan ketekunan pada anak usia dini apabila ia mulai memperkenalkan ketekunan sedini mungkin dengan menerapkannya melalui keseharian komunikasi, membantu mengarahkan anak untuk terus belajar ketekunan, memotivasi, serta menjadikan dirinya tokoh terdekat yang bisa dicontoh oleh anak.Kata Kunci: keluarga kristiani; ketekunan; ketekunan anak; peran ayah; pola asuh
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal Maria Fatima Mardina Angkur; Maria D. V. Banggur; Herlinda Jeminda
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.1, September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.239

Abstract

This study was conducted with the aim of knowing and describing the application of clean and healthy living behaviors for children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District. This research uses a qualitative descriptive research type. The subjects in this study were parents of children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District, totaling 10 people and children aged 5-6 years totaling 10 people. Data collection techniques in this study in the form of interviews and observations. The results showed that the application of clean and healthy living behavior for children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District, as many as 7 people had implemented PHBS well, this was indicated by the child's nutritional needs being met by their parents, the child was accustomed to throwing garbage in its place, children always keep the environment clean, children always wash their hands with soap, children always get used to bathing, children always brush their teeth, and children always dress neatly. However, there are 3 children who have not fully implemented clean and healthy behavior such as children not washing their hands with soap, children not brushing their teeth 2 times a day, children not accustomed to bathing 2 times a day.Keywords: early childhood; children aged 5-6 years; clean and healthy life behaviorAbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal, yang berjumlah 10 orang tua dan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal sebanyak 7 orang telah menerapkan PHBS dengan baik, hal ini di tandai dengan anak sudah di penuhi kebutuhan gizi oleh orang tuanya, anak sudah membiasakan membuang sampah pada tempatnya, anak selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, anak selalu mencuci tangan dengan sabun, anak selalu membiasakan mandi, anak selalu menggosok gigi, dan anak selalu berpakaian rapi, namun terdapat 3 orang anak yang belum sepenuhnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti anak tidak mencuci tangan menggunakan sabun, anak tidak menggosok gigi 2 kali sehari, anak tidak terbiasa mandi 2 kali sehari.Kata kunci: anak usia dini; anak usia 5-6 tahun; perilaku hidup bersih dan sehat
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini di Era Teknologi Yunardi Kristian Zega; Renson Siahaan; Mitra Binariang Lase; Desetina Harefa; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.1, September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.247

Abstract

Sunday school is one of the important services for children, especially those who are at an early age. Many parents strongly entrust their children to Sunday School teachers to be taught to experience good character and spiritual growth. The purpose of this study is to provide an overview or concept of the role of Sunday school teachers in shaping early childhood characters that are appropriate for their developmental age, both cognitively, affectively, and psychotically. This research uses a descriptive qualitative research method with a literature approach. The result of this study is that Sunday school teachers in the current technological era need to shape the character of early childhood by teaching love to God and others, strengthening early childhood faith, teaching honesty and humility, and teaching early  childhood  about a  responsibility, so that  with this  then early childhood children will experience character growth in accordance with the teachings of the Christian faith, they become children who grow up and are resilient in the face of challenges and technological developments.Keywords: early childhood; church; teacher; Sunday school; technologyAbstrakSekolah Minggu merupakan salah satu pelayanan penting bagi anak-anak, khususnya yang sedang berada pada usia dini. Banyak orang tua yang amat mempercayakan anak-anaknya kepada para guru Sekolah Minggu untuk diajar supaya mengalami pertumbuhan karakter dan spiritual yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran atau konsep tentang peranan guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak usia dini yang sesuai dengan usia perkembangannya, baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini adalah guru sekolah minggu di era teknologi saat ini perlu membentuk karakter anak-anak usia dini dengan mengajarkan kasih kepada Tuhan dan sesama, memperkokoh iman anak usia dini, mengajarkan kejujuran dan kerendahan hati, serta mengajarkan anak usia dini akan suatu tanggung jawab, sehingga dengan adanya hal tersebut maka anak-anak usia dini akan mengalami pertumbuhan karakter yang seturut dengan ajaran iman Kristen, mereka menjadi anak-anak yang bertumbuh dewasa dan tangguh dalam menghadapi tantangan dan perkembangan teknologi.Kata Kunci: anak usia dini; gereja; guru; sekolah minggu; teknologi
Manajemen Pengembangan Profesionalitas Guru Taman Kanak-kanak Marzuki Marzuki; Ria Rahayu; Bunga Mercewilly; Hasan Syahrizal
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.1, September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.249

Abstract

This study aims to analyze the management of the professional development of kindergarten teachers. Teachers are believed to be one of the dominant factors that determine the success rate of students in carrying out the teaching and learning process in schools which is the spearhead of the implementation of education in the classroom. The approach used in this study is quality with a descriptive type. The subjects in this study were 1 (one) principal who was responsible for the school, and 3 (three) teachers. The object of this study is the management of the professional development of kindergarten teachers. Data collection techniques in the study used observation techniques and in-depth interviews. The data analysis technique in this study used interactive model analysis. The results showed that the principal's management in teacher professional development has been carried out well, where the principal directs these teachers to take part in basic training on early childhood learning which is carried out once a year.Keywords: development; teacher professionalism; managementAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan profesionalitas guru Taman Kanak-kanak. Guru diyakini sebagai salah satu faktor dominan yang menentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar di sekolah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan di kelas. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualtitatif dengan jenis desktriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 (satu) orang kepala sekolah yang bertanggung jawab terhadap sekolah, dan 3 (tiga) orang guru. Objek penelitian ini adalah manajemen pengembangan profesionalitas guru Taman Kanak-kanak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya manajemen kepala sekolah dalam pengembangan profesional guru sudah terlaksana dengan baik, dimana kepala sekolah mengarahkan guru-guru tersebut untuk mengikuti diklat dasar mengenai pembelajaran anak usia dini yang di laksanakan setahun sekali.Kata Kunci: pengembangan; profesionalitas guru; manajemen
Penggunaan Monopoli Bintang untuk Mengembangkan Sopan Santun Anak usia 5-6 Tahun Neng Sri Sinta Asih; Jojor Renta Maranatha
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.1, September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.251

Abstract

The social aspect is one of the important aspects that needs to be developed from an early age because it will have an impact on building children's character in order to be able to adapt well in the community environment. The purpose of this study is to discuss the Monopoly Bintang media which is expected to develop manners in early childhood, because this research is motivated by the emergence of problems regarding children's social attitudes in applying manners in one of the kindergartens in Purwakarta Regency. This research method uses Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and Mc Taggart models carried out in three cycles. The subjects of this study were 12 students of group B in TK MA. Data collection techniques using observation and interviews, data analysis techniques are carried out descriptively qualitatively and quantitatively. Based on data obtained from the results of pre-cycle observations, it shows that children are in the category of began to develop with a percentage value of 41.75 percent. The percentage in the first cycle was 55 percent (Developing as Expected), percentage in the second cycle was 71.25 percent (Developing as Expected) and percentage in the third cycle was 83 percent (Developing Very Well). From the results of this study found that, the use of Monopoly Bintang media can be recommended for educators to develop manners in children aged 5-6 years.Keywords: the social aspect; media of monopoli bintang; the mannersAbstrakAspek sosial menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan sejak dini karena akan berdampak pada pembentukan karakter anak agar mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas mengenai media monopoli bintang yang diharapkan dapat mengembangkan sopan santun pada anak usia dini, karena penelitian ini dilatarbelakangi dengan munculnya masalah mengenai sikap sosial anak dalam menerapkan sopan santun di salah satu TK di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B di TK MA sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi pra siklus menunjukkan bahwa anak berada dalam kategori mulai berkembang (MB) dengan nilai persentase 41,75 persen. Persentase pada siklus pertama 55 persen (Berkembang Sesuai Harapan), persentase pada siklus kedua 71,25 persen (Berkembang Sesuai Harapan) dan persentase pada siklus ketiga 83 persen (Berkembang Sangat Baik). Hasil penelitian ini menemukan bahwa, penggunaan media monopoli bintang dapat direkomendasikan bagi pendidik untuk mengembangkan sopan santun pada anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: aspek sosial; media monopoli bintang; sopan santun
Strategi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Menggunakan Gadget Maria Fatima Mardina Angkur; Sesilia Wati
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1, September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.290

Abstract

The problem with this research is that all young parents have tools, tools are given to calm children when angry, children are given tools to help parents parents do their jobs. The purpose of this research is to describe parenting strategies in helping Veronika KB use children's devices. This research used descriptive qualitative research. The subjects of this research were ten parents of children since childhood in KB Veronika. The methods used to collect data in this research were interviews and questionnaires. In general, it can be concluded that most children of birth control. Veronika, following all the rules set by parents so as not to be easily addicted, including choosing according to age, limiting time, avoiding addiction, choosing applications, playing gadgets with children, calling children while playing, to introducing the internet to children wisely, inviting children to charity.Keywords: parental strategies; gadgets; childAbstrak Permasalahan dari penelitian ini adalah semua orang tua muda memiliki alat bantu, alat diberikan untuk menenangkan anak saat marah, anak diberi alat untuk membantu ayah orang tua dapat melakukan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pengasuhan dalam membantu Veronika KB menggunakan gawai anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah sepuluh orang tua dari anak-anak sejak kecil di KB Veronika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak KB. Veronika, mengikuti semua aturan yang ditetapkan orang tua agar tidak mudah kecanduan, antara lain memilih sesuai usia, membatasi waktu, menghindari kecanduan, memilih aplikasi, bermain gadget dengan anak, memanggil anak sambil bermain, hingga mengenalkan internet pada anak dengan bijak, mengajak anak beramal.Kata Kunci: strategi orang tua; gadget; anak
Partisipasi 3 PAUD Kota Palangka Raya atas APK dan Sisdiknas-RPJMN Tahun 2020-2024 Istiniah Istiniah; Lisda Paskalin Syakema; Linda Susanti; Merlina Merlina; Seri Hartati Julianti
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.2, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.313

Abstract

This research is motivated by the latest data from the Ministry of Education and Culture in the form of statistics on the Gross Participation Rate (GPR). Central Kalimantan GPR is ranked 18th out of 38 provinces in Indonesia, meaning that this figure is close to 50% of the overall ECCE progress or the success rate of ECCE is quite worrying. The purpose of this study is to see the extent of participation in realizing GPR numbers from 3 ECCE which are the author's concentration, namely TK Panenga, TK / RA (Raudatul Athfal) AL Mawaddah, TK / ECCE Permata Ibu. The three ECCE were narrowed down by tracing the voices of 4 research subjects through the interview method. The author's research subjects include Bougenville, Anyelir, Alstroemeria and Bunga. This research uses qualitative research with an interview method, namely with an in-depth interview model. The results of the study concluded that there are various achievements as a form of love for children and God and at the same time a form of empowerment in the midst of multi-party and sector limitations in realizing the 1945 Constitution in the fourth paragraph, namely educating the nation's life, National Education Law No. 20 of 2003 Article 5 Paragraph (1) and RPJMN (National Medium-Term Development Plan) for the 2020-2024 period.Keywords: rough participation numbers; active government and community participation in ECCE; ECCE learning                                         Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi atas data terbaru dari Kemendikbud dalam rupa statistik pada Angka Partisipasi Kasar (APK). APK Kalimantan Tengah berada pada APK urutan ke-18 dari 38 Provinsi di Indonesia, artinya angka tersebut mendekati 50% dari progres PAUD secara keseluruhan atau tingkat angka keberhasilan PAUD yang cukup mengkhawatirkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana partisipasi mewujudkan angka APK dari 3 PAUD yang menjadi konsentrasi penulis yakni TK Panenga, TK/RA (Raudatul Athfal) AL Mawaddah, TK/PAUD Permata Ibu. Ketiga PAUD tersebut dipersempit dengan penelusuran suara-suara dari 4 subjek penelitian melalui metode wawancara. Subjek penelitian penulis antara lain Bougenville, Anyelir, Alstroemeria dan Bunga. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara yakni dengan model wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menyimpulkan adanya ragam prestasi sebagai wujud kecintaan atas anak-anak dan Tuhan dan sekaligus bentuk berdaya di tengah keterbatasan multi pihak dan sektor dalam mewujudkan UUD 1945 alinea keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 Ayat (1) dan RPJMN (National Medium-Term Development Plan) periode 2020-2024. Kata Kunci: angka partisipasi kasar; partisipasi aktif pemerintah- masyarakat terhadap PAUD; praktik pembelajaran PAUD
Dimensi Pengembangan Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.2, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.358

Abstract

A person's character can determine the quality of life. Building character does not need to wait for an individual to grow up, but must start at an early age even in the womb. The purpose of the research results is to provide an overview and describe the dimensions in the development of character education for early childhood. The method used in this research is descriptive qualitative with a literature study approach, which starts from an analysis of the urgency of developing character education for early childhood, then researcher collects supporting sources, conducts a study of several previous studies to see their relevance to the topic of discussion in research to be studied. The results of this research are that there are five dimensions to the development of character education for early childhood which is considered not difficult and easy, but can be used as provision for early childhood when grow up. In addition, children are taught to understand how to live life accordance with the truth of God's Word, love the nation and country, become trustworthy, independent and mature in making decisions and to have an inclusive rather than exclusive attitude. The five dimensions in question are religious values, nationalism, integrity, independence and mutual cooperation.Keywords: early childhood; character education; development AbstrakKarakter seseorang dapat menentukan kualitas hidupnya. Membangun karakter tidak perlu menunggu seorang individu beranjak dewasa, namun harus dimulai sejak usia dini bahkan semenjak dalam kandungan. Adapun tujuan dari hasil penelitian adalah untuk memberikan gambaran serta menguraikan dimensi-dimensi dalam pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang dimulai dari analisis tentang urgensi pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini, kemudian peneliti mengumpulkan sumber-sumber pendukung, melakukan kajian terhadap beberapa penelitian terdahulu untuk melihat relevansinya dengan topik pembahasan dalam penelitian yang hendak dikaji. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat lima dimensi untuk pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini yang dirasa bukanlah hal yang sulit dan juga gampang, akan tetapi dapat dijadikan sebagai bekal untuk anak usia dini ketika beranjak dewasa. Selain itu, anak diajarkan untuk memahami bagaimana menjalani hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, mencintai bangsa dan negara, menjadi pribadi yang dapat dipercaya, mandiri dan dewasa dalam mengambil keputusan serta memiliki sikap inklusif bukan ekslusif. Kelima dimensi yang dimaksud adalah nilai religius, nasionalis, integritas, kemandirian dan gotong royong.Kata Kunci: anak usia dini; pendidikan karakter; pengembangan
Peran Orang Tua Sebagai Fasilitator dalam Memberikan Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini Berdasarkan Amsal 4:1-4 dan Implikasinya Bagi PAK di Keluarga Samuel Siringo Ringo
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.2, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.362

Abstract

The purpose of this article is to determine the urgency of the role of parents as facilitators in providing sex education for early childhood. The method used in this article are through the collection articles and previous research, literature review, data collection and facts related to sex education for early childhood through news media and others. From research that has been done through theological studies based on Proverbs 4:1-4, it is concluded that; parents have duties and responsibilities in the phases of development and fulfillment of children's needs in this case related to children's needs in gaining a correct understanding of sex education . Based on the study in Proverbs 4:1-4 it can be seen that: Parents play the role of primary educators for children. Parents also act as teachers for children in understanding and sorting out good and correct understanding of sex so that in their daily lives they are able to distinguish what is good and right. The next role of parents is as a direction giver. Based on this description it can be concluded that parents have a very vital role in determining the direction and goals of children.Keywords: sex education; the role of parents; early age AbstrakTujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui urgenitas peranan orang tua sebagai fasilitator dalam memberikan Pendidikan seks bagi anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam artikel ini adalah melalui pengumpulan artikel dan penelitian sebelumnya, tinjauan kepustakaan, pengumpulan data dan fakta terkait Pendidikan seks bagi anak usia dini melalui media berita dan lain-lain. Dari penelitian yang telah dilakukan melalui kajian teologis berdasarkan Amsal 4:1-4 maka diperoleh kesimpulan bahwa: orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab dalam fase-fase perkembangan dan pemenuhan kebutuhan anak dalam hal ini terkait dengan kebutuhan anak dalam mendapatkan pemahaman yang benar tentang Pendidikan seks. Berdasarkan kajian dalam Amsal 4:1-4 dapat dilihat bahwa: Orang tua berperan sebagai pendidik utama bagi anak. Orang tua juga berperan sebagai pengajar bagi anak dalam memahami dan memilah tentang pemahaman seks yang baik dan benar sehingga dalam kehidupannya sehari-hari mampu membedakan mana yang baik dan benar. Peran orang tua selanjutnya adalah sebagai pemberi arah. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peranan yang sangat vital dalam menentukan arah dan tujuan anak.Kata Kunci: pendidikan seks; peran orang tua; usia dini
Mengembangkan Pembelajaran PAIKEM pada Anak Usia 6-13 Tahun di Gereja Isa Al-masih Esra Zos Samosir; Desetina Harefa; Ellyzabeth Sinaga; Megariana Megariana; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol.1 No.2, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.368

Abstract

This research began with Sunday school children who were less enthusiastic about attending worship and complaints from parents and teachers of Sunday school children of Isa Al-Masih Baloi Kolam church, which led to concerns about children's spiritual growth. This research was written using qualitative methods with a descriptive approach. The purpose of this research is to develop PAIKEM learning methods for children aged 6-13 years at Isa Al-Masih church to increase children's enthusiasm in worship. The novelty of this research is to develop a method of teaching PAIKEM to children aged 6-13 years in increasing children's interest and willingness to worship. This research is useful for reaching children aged 6-13 years in the church of Isa Al-Masih in cultivating the spirituality of Sunday school children.Keywords: Sunday school children; the era of digitalization; PAIKEM AbstrakPenelitian ini bermula dari anak-anak sekolah minggu yang kurang antusias untuk hadir beribadah serta adanya keluhan orang tua dan guru dari anak sekolah minggu gereja Isa Al-masih Baloi Kolam, yang berujung kepada kekhawatiran terhadap pertumbuhan spiritualitas anak. Penelitian ini ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan metode pembelajaran PAIKEM bagi anak usia 6-13 tahun di gereja Isa Al-masih untuk meningkatkan antusias anak dalam beribadah. Kebaharuan penelitian ini ialah untuk mengembangkan metode mengajar PAIKEM pada anak usia 6-13 tahun dalam meningkatkan minat dan kemauan anak untuk beribadah. Penelitian ini bermanfaat untuk menjangkau anak usia 6-13 tahun di gereja Isa Al-masih dalam menumbuhkan spiritualitas anak sekolah minggu.Kata Kunci: anak sekolah minggu; era digitalisasi; PAIKEM