cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
PEMBERIAN TES AKHIR DENGAN APLIKASI KAHOOT PADA PELAJARAN SEJARAH PUJIWATI, HENI
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.20867

Abstract

Looking at the conditions that occur in the daily test scores on the subjects of History in Class X SMAN 1 Pedes, it is seen that most of the students get grades that are less than KKM (minimum completeness criteria). There must be efforts that can improve conditions where students can improve their learning outcomes. Therefore, an idea to apply the application of kahoot to post-test activities is expected to be an improvement. With qualitative research an answer from the implementation of the post test variable will be used using the application kahoot. From the results of the study look at the first cycle and the second cycle seen an increase in learning outcomes even though the increase is stagnant. Melihat kondisi yang terjadi pada nilai ulangan harian pada mata pelajaran Sejarah di Kelas X SMAN 1 Pedes terlihat hampir sebagian besar siswa mendapat nilai yang kurang dari KKM (kriteria ketuntasan minimum). Harus ada upaya yang dapat memperbaiki kondisi dimana siswa dapat ditingkatkan hasil belajarnya. Maka dari itu, sebuah gagasan untuk menerapkan aplikasi kahoot pada kegiatan post tes diharapkan menjadi sebuah perbaikan. Dengan penelitian kualitatif akan dicari jawaban dari variabel pelaksanaan post tes menggunakan aplikasi kahoot. Dari hasil penelitian terlihat pada siklus pertama dan siklus kedua terlihat peningkatan hasil belajar meskipun peningkatannya stagnan.
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN FISIKA SUHARDI, DADANG
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.20634

Abstract

In an effort to improve learning outcomes, this study was conducted to improve student learning outcomes in physics lessons which on average still do not meet the Minimum Completion Criteria. Improvement efforts are carried out by improving the teaching and learning process by applying the scientific approach. From the results of research conducted it turns out student learning outcomes in physics subjects have progressively improved, meaning that the scientific approach applied in physics lessons at SMAN 1 Pagaden gives satisfactory results. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar maka penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki hasil belajar siswa dalam pelajaran fisika yang rata-rata masih belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum. Upaya perbaikan dilakukan dengan cara memperbaiki proses belajar mengajar dengan menerapkan pendekatan saintifik. Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika mengalami perbaikan yang progresif, artinya pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pelajaran fisika di SMAN 1 Pagaden memberikan hasil yang memuaskan.
PENGGUNAAN MOBILE LEARING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS Rahmana Dewi, Icca Morinzky
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.24193

Abstract

This study was conducted to determine the effect od Mobile Learing on learning independence, especially in senior high scholl students. Mobile Learing is distance learning that uses mobile devices such as tablet, smarphone, laptop, and each other. By using Mobile Learing, learning becomes easily accesile. Because it can be done wherever and whenever students want ti study. The use of Mobile Learing can improve student thinking skills and can increase students independence in learning.Telaah ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Mobile Learing terhadap kemandirian belajar khususnya pada peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Mobile Learing merupakan belajar jarak jauh yang menggunakan perangkat mobile seperti tablet, smartphone, laptop, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan Mobile Learing, pembelajaran menjadi mudah diakses. Karena dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun peserta didik mau. Penggunaan Mobile Learing dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dan dapat meningkatkan kemandirian peserta didik dalam belajar.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP MENGENAI PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH: PERSPEKTIF PESERTA DIDIK Dewi, Laksmi; Kurniawan, Deni; Matsumoto, Toru; Rachman, Indriyani; Mulyadi, Dadi
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.24624

Abstract

Public awareness of waste management and processing in Indonesia is still very low. Likewise, with students,  warnings are still needed in keeping the environment clean. Environmental education (EE) in schools has started to be widely applied in many schools. Ideally, student awareness in keeping the environment, especially in managing waste, becomes better wherever they are. This study aims to explore students’ perceptions of waste management and processing as one of the implementations of environmental management. It is hoped that Environmental Education can have an impact on students’ perception in managing their daily environment. It also explores students’ pereptions at elementary, junior high, and senior high school levels about: (1) environmental education in a school; (2) waste management and processing as part of environmental education; and (3) waste management and processing by local government. Data collection was carried out randomly to several students taking part in Car Free Day (CFD) activity involving 42 student respondents. and the data was processed using descriptive statistics. It was found that firstly, respondents agreed with the application of environmental education in schools through local content subjects, and the Adiwiyata program itself was felt necessary to add insight and knowledge about managing the environment. Secondly, students’ perceptions of waste management as part of Environmental Education was already good, as shown by their preference to keep the garbage if they couldn’t find a place to throw them. Third, waste management and processing by the local government statistically showed good responses. One example is that many dust bins are placed in public location by grouping waste according to their type.    Lingkungan alam di sekitar kita dan dunia saat ini sedang mengalami kerusakan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup ini. Di Sekolah pendidikan lingkungan hidup (PLH) dilaksanakan sebagai salah satu kurikulum muatan local dengan waktu1 jam pelajaran saja. Tentunya bukan seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mempelajari kesadaran lingkungan hidup, namun yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membantu menjaga lingkungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang implementasi PLH yang diterapkan oleh peserta didik saat di rumah dan di lingkungan sekitarnya. Bukti real mengetahui kesadaran diterapkannya PLH salah satunya terlihat di ruang public, sebagai contohnya saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Tidak sedikit setelah CFD selesai petugas kebersihan harus membersihkan kembali kawasan karena banyaknya sampah yang dibuang masyarakat tidak pada tempatnya. Data diambil kepada 40 orang secara acak terdiri dari anak usia sekolah SD, SMP, dan SMA, serta orang tua.  Simpulan dari penelitian ini adalah kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan cukup baik. Hanya saja belum ada spesifikasi upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya mengurangi, mengolah, dan menggunakan sampah yang ada agar lebih mermanfaat.
NILAI-NILAI KARAKTER PADA BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA SMA KELAS X SEMESTER 1 Inayah, Firqah
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.23754

Abstract

Character values can be integrated in the learning process at school, one of which is through the development of teaching materials. Indonesian as one of the compulsory subjects in high school has teaching materials that can be integrated with character values. The purpose of this research is to produce Indonesian language teaching materials integrated with character values. The development model used is ADDIE with a qualitative descriptive approach. The results of product feasibility reviews by content (material) experts are 93.84% and learning design experts are 80%. Product trials by small groups and field trials through questionnaires showed good responses with review results of 95% and 84.28%, respectively, indicating that these teaching materials are suitable for use in learning. Nilai-niai karakter dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah salah satunya melalui pengembangan bahan ajar. Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran wajib di Sekolah Menengah Atas memiliki bahan ajar yang dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia terintegrasi nilai-nilai karakter. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil review kelayakan produk oleh ahli isi (materi) sebesar 93,84% dan ahli desain pembelajaran sebesar 80%. Uji coba produk oleh kelompok kecil dan uji coba lapangan melalui angket menunjukkan respon baik dengan hasil review masing-masing sebesar 95% dan 84,28% menunjukkan bahan ajar ini layak digunakan dalam pembelajaran.
DEVELOPING A TECHNO-FAMILY THROUGH VIRTUAL-REALITY BENTHIX GAME Gamayanto, Indra; wibowo, Sasono
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.23687

Abstract

 The development of information technology cannot separate from the family. It produces three classifications of the family: socio-family; media-family and techno-family. The problems that exist in techno-family: the pattern of parent education to the child, how parents oversee the use of social media owned by children, and how gaming can use as an educational pattern in improving family relationships. Furthermore, this journal uses the Johari window method, which is one method that can classify families into four family types. Thus, a formula for the techno-family is created: F = L.K2 and developed into seven stages and seven essential elements that can be applied to the family, to find out how mature the family is in educating especially in the field of technology information-social media-game, called the 7 stages of techno-family (the maturity level of family-technology). Knowing the weaknesses and strengths of a family is at the core of building and producing high-quality human resources that have the power of character that can provide positive benefits and contribution to the family life itself, society and the world. Techno-family is one of the solutions to change the culture and future inside the family. Perkembangan teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari keluarga. Ini menghasilkan tiga klasifikasi keluarga: sosio-keluarga; keluarga-media dan keluarga-tekno. Permasalahan yang ada dalam techno-family: pola pendidikan orang tua kepada anak, bagaimana orang tua mengawasi penggunaan media sosial yang dimiliki anak, dan bagaimana game dapat digunakan sebagai pola pendidikan dalam meningkatkan hubungan keluarga. Selanjutnya jurnal ini menggunakan metode Johari window yang merupakan salah satu metode yang dapat mengklasifikasikan keluarga ke dalam empat tipe keluarga. Maka dibuatlah formula techno-family: F = L.K2 dan dikembangkan menjadi tujuh tahapan dan tujuh unsur esensial yang dapat diterapkan pada keluarga, untuk mengetahui seberapa dewasa keluarga dalam mendidik khususnya dalam bidang teknologi. information-social media-game, yang disebut dengan 7 tahapan techno-family (tingkat kedewasaan keluarga-teknologi). Mengetahui kelemahan dan kekuatan sebuah keluarga merupakan inti dari membangun dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang memiliki kekuatan karakter yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi kehidupan keluarga itu sendiri, masyarakat dan dunia. Techno-family merupakan salah satu solusi untuk mengubah budaya dan masa depan dalam keluarga.
APLIKASI PERFECT EAR SEBAGAI MEDIA INOVATIF BELAJAR TEORI MUSIK Cahya, Syaify Dwi; Handayaningrum, Warih
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v19i2.30396

Abstract

In the 4.0 era, human connectedness to the outside world through the internet affects all aspects of human life, especially in the aspect of intelligence. This aspect is certainly very important in everyday life in adjusting to the environment, responding to moods, solving problems and thinking rationally. The existence of internet connectivity and some of the ease of access offered encourage each individual to have one of the advanced technologies, namely smartphones. Openness in today's society is faced with a shift in new culture that has an impact on knowledge, especially music knowledge. Many people are adept at playing music but do not understand music theory. Even in some music institutions basic music theory is not accepted by students, lead to the lack of knowledge and understanding of such theory. The Perfect Ear application is an android application teaching music education, which has a variety of functions to improve one's musicality and it is fun to use at any time. Observation method was employed to describe how the use of Perfect Ear can help students learn music theory. Lead to the lack of knowledge and understanding of such theory. The Perfect Ear application is an android application teaching music education, which has a variety of functions to improve one's musicality and it is fun to use at any time. Observation method was employed to describe how the use of Perfect Ear can help students learn music theory. The results of this study indicate that Perfect Ear is: (1) an educational application based on games, (2) becoming a new medium to learn more about music theory. Di era 4.0, keterhubungan manusia dengan dunia luar melalui internet mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, terutama pada aspek kecerdasan. Aspek ini tentunya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, menanggapi suasana hati, memecahkan masalah dan berpikir secara rasional. Adanya konektivitas internet dan beberapa kemudahan akses yang ditawarkan mendorong setiap individu untuk memiliki salah satu teknologi canggih yaitu smartphone. Keterbukaan masyarakat saat ini dihadapkan pada pergeseran budaya baru yang berdampak pada pengetahuan, khususnya pengetahuan musik. Banyak orang yang mahir bermain musik tetapi tidak memahami teori musik. Bahkan di beberapa lembaga musik teori dasar musik tidak diterima oleh mahasiswa, menyebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang teori tersebut. Aplikasi Telinga Sempurna adalah aplikasi android pengajaran pendidikan musik, yang memiliki berbagai fungsi untuk meningkatkan musikalitas seseorang dan menyenangkan untuk digunakan setiap saat. Metode observasi digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggunaan Perfect Ear dapat membantu siswa mempelajari teori musik. Menyebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang teori tersebut. Aplikasi Telinga Sempurna adalah aplikasi android pengajaran pendidikan musik, yang memiliki berbagai fungsi untuk meningkatkan musikalitas seseorang dan menyenangkan untuk digunakan setiap saat. Metode observasi digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggunaan Perfect Ear dapat membantu siswa mempelajari teori musik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perfect Ear adalah: (1) aplikasi edukasi berbasis game, (2) menjadi media baru untuk mempelajari teori musik lebih jauh.
PRAKTEK PENDIDIKAN JARAK JAUH DI UNIVERSITAS TERBUKA INDONESIA Masruroh, Feriana
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.24179

Abstract

Distance education is certainly still considered not as effective as face-to-face education or direct learning. This review article aims to describe the practice and application of distance education carried out at the Indonesian Open University from 2010 to 2020. The results have shown that from year to year along with the development of technology, media and methods of distance education at the Indonesian Open University continue to be developed. In addition, students' perceptions of distance education also tend to be positive. However, face-to-face meetings must still be held. Pendidikan jarak jauh tentunya masih dianggap tidak seefektif pendidikan tatap muka atau pembelajaran langsung. Artikel telaah ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dan penerapan pendidikan jarak jauh yang dilakukan di Universitas Terbuka Indonesia dari tahun 2010 hingga 2020.  Hasil dari telah  menunjukkan bahwa dari tahun ketahun seiring perkembangan teknologi, media dan metode pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka Indonesia terus dikembangkan. Selain itu, persepsi mahasiswa mengenai pendidikan jarak jauh juga cenderung positif. Namun, tetap harus diadakan pertemuan tatap muka. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8