cover
Contact Name
Jehan Ramdani Hariyati
Contact Email
jehanramdani@ub.ac.id
Phone
+6282333752235
Journal Mail Official
jehanramdani@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
The Journal of Experimental Life Sciences (JELS)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20872852     EISSN : 23381655     DOI : 10.21776/ub.jels
Core Subject : Health, Science,
The Journal of Experimental Life Science (JELS) is a scientific journal published by Postgraduate School, University of Brawijaya as distribution media of Indonesian researcher’s results in life science to the wider community. JELS is published in every four months. JELS published scientific papers in review, short report, and articles in Life Sciences especially biology, biotechnology, nanobiology, molecular biology, botany, microbiology, genetics, neuroscience, pharmacology, toxicology, and Applied Life Science including fermentation technology, food science, immunotherapy, proteomics and other fields related to life matter. JELS is a scientific journal that published compatible qualified articles to the academic standard, scientific and all articles reviewed by the expert in their field. The Journal of Experimental Life Science (JELS) have a vision to become qualified reference media to publish the best and original research results and become the foundation of science development through invention and innovation on cellular, molecular, nanobiology, and simulation work related to life matter rapidly to the community. The Journal of Experimental Life Science (JELS) has objectives to published qualified articles on research’s results of Indonesian researchers in life science scope. JELS encompasses articles which discuss basic principles on natural phenomenon with cellular, molecular, and nanobiology approach.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2011)" : 7 Documents clear
Penurunan Motilitas dan Daya Fertilitas Sperma Ikan Lele Dumbo (Clarias spp) Pasca Perlakuan Stress Kejutan Listrik Abdul Rahem Faqih
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.28 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.03

Abstract

Transgenik pada ikan lele dumbo (Clarias spp) dengan menggunakan metode elektroporasi pada sperma ikan sebagai media transfer gen masih belum pernah dilakukan di Indonesia, sehingga perlu dilakukan percobaan pemberian tegangan pada sperma ikan lele dumbo tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stress kejutan listrik (V) terhadap (motilitas) sperma dan daya fertilisasi sperma ikan lele dumbo. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Breeding (Budidaya Perairan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur mulai bulan Januari sampai Juni 2009. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan dan 1 kontrol. Sebagai perlakuan adalah perbedaan pemberian stress kejutan listrik dengan Gene pulser pada tegangan: A (40 V), B (160 V), C (280 V), D (400 V), E (520 V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian stress kejutan listrik dengan tingkat voltase yang berbeda berpengaruh nyata terhadap motilitas sperma namun tidak berpengaruh nyata terhadap daya fertilisasi dan viabilitas sperma serta daya tetas telur. Berdasarkan analisis polynomial orthogonal didapatkan hubungan antara perlakuan tegangan dengan hasil motilitas sperma berbentuk linier dengan persamaan y=39,198-0,04x dengan R2=0,933 dan r=0,966. Semakin tinggi tegangan yang diberikan maka semakin rendah motilitas sperma yang dihasilkan. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa elektroporasi pada sperma ikan lele dumbo (Clarias spp) sebagai media transfer gen sebaiknya dilakukan pada tegangan 40 Vcm-1 dengan satu kali kejutan dan lama kejutan 0,05 ms.Kata kunci: Clarias spp, sperma, elektroporasi, tegangan, transgenik
Pemberian Beberapa Kombinasi ZPT Terhadap Regenerasi Tanaman Gloxinia (Siningia speciosa) dari Eksplan Batang dan Daun Secara In Vitro Imelda Jeanette Lawalata
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.04

Abstract

Beberapa kombinasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti auksin, Fulvic acid dan sitokinin dicobakan untuk memacu regenerasi tanaman gloxinia (Siningia speciosa) dari eksplan batang dan daun secara in vitro. Auksin terdiri dari NAA (0, 2.5, 5.0 mgl-1), fulvic acid (0 dan 1.0 mgl-1) serta sitokinin (BA 5 mgl-1, Novelgro 5 mll-1, air kelapa 20%). Setiap perlakuan diulang 10 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan yang mendapat perlakuan BA 5 mgl-1 (M1) dan perlakuan sitokinin tanpa auksin (M1 – M6) memberikan jumlah tunas yang lebih banyak dibandingkan perlakuan auksin. Jumlah daun tertinggi diperoleh pada Media 3 (NAA 0 mgl-1 + Fulvic acid 0 mgl-1 + Air kelapa 20%) dan Media 6 (NAA 0 mgl-1 + Fulvic acid 1 mgl-1 + Air kelapa 20%). Hampir semua perlakuan NAA dan Fulvic acid yang dikombinasikan dengan air kelapa menunjukkan pertumbuhan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.Kata kunci: auksin, fulvic acid, Gloxinia, Siningia speciosa, sitokinin
Biosistem Pertanian Apel Lokal Malang Dian Siswanto; Irfan Mustafa; Gustini Ekowati; Muhamad Imam; Endri Purnomo
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.06

Abstract

Biosistem yang digambarkan pada hasil observasi di sini adalah suatu keadaan faktor biotik dan abiotik pada pertanian apel yang tidak terbatas pada suatu nilai yang tetap. Data  yang diperoleh dari tiga tahapan penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai informasi yang mendukung upaya konsevasi pertanian apel. Tahapan penelitian tersebut meliputi evaluasi nutrisi makro tanah dan tanaman, formulasi pengomposan kotoran sapi diperkaya (menggunakan bakteri indigenus) dan eksplorasi tanaman penutup tanah pertanian apel. Kandungan beberapa nutrisi makro untuk tanah pertanian apel Bumiaji menunjukkan nilai rata-rata yang berada pada kisaran sedang dan tinggi. Hasil analisis makro nutrisi daun apel yang kemudian dibandingkan dengan standar menurut Utah Fertilizer Guide menunjukkan bahwa makro nutrisi N, P, Ca berada pada status normal, K berada pada status kurang dan Mg berlebih. Ketersediaan nutrisi di tanah dapat dipelihara dengan penambahan kompos. Kotoran sapi yang diperkaya dengan bakteri indigen mampu mendekomposisi kotoran sapi dalam waktu 2-3 minggu. Proses dekomposisi kotoran sapi berlangsung lebih cepat pada pemberian bakteri indigenus yang mempunyai kemampuan selulolitik dan sekaligus proteolitik serta amilolitik apabila dibandingkan kontrol yang tanpa pemberian inokulum bakteri. Pada pertanian apel di Poncokusumo, kondisi lahan dengan sistem penyiangan cs (cukup sering) dan sj (sangat jarang) tampak lebih stabil daripada ss (sering sekali) berdasarkan nilai ID (indek diversitas), DR (dominansi relatif) dan INP (indek nilai penting). Hal ini diperjelas oleh nilai biomassa tanaman. Biomassa yang lebih tinggi menyebabkan suhu tanah yang lebih rendah karena jumlah TPT yang banyak mempunyai konsekuensi mengandung banyak air pada jaringannya. Kata kunci: Apel, nutrisi makro, kompos diperkaya, tanaman penutup tanah
Penggunaan Kultur Starter Bakteri Asam Laktat pada Pengolahan Sosis Fermentasi Ikan Lele Dumbo yang Diinfeksi Listeria monocytogenes ATCC-1194 Happy Nursyam
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.347 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.05

Abstract

Penggunaan biopreservatif bakteri asam laktat pada bahan makanan sangat efektif dalam mengontrol pertumbuhan bakteri patogen dan mikroorganisme pembusuk. Bakteri asam laktat pada produk fermentasi, selain berperan sebagai biopreservatif juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas nutrisi bahan mentah yang difermentasi.  Penelitian ini merupakan kajian tentang penggunaan kultur starter Pediococcus acidilactici; Lactobacillus casei; dan kombinasi Pediococcus acidilactici dan Lactobacillus casei; serta tanpa starter kultur sebagai kontrol, terhadap karakter biopreservatif sosis fermentasi ikan lele dumbo yang diinfeksi Listeria monocytogenes selama pematangan 28 hari pada suhu inkubasi 15-22°C.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui komponen biopreservatif yang dihasilkan didominasi oleh senyawa alkohol, keton, asam-asam lemak, ester dari asam lemak, fenol, benzene, dan senyawa volatil lain. Fenol merupakan senyawa yang terbanyak. Semakin besar rasio C15:0/C17:0 dalam sosis fermentasi ikan lele dumbo, pertumbuhan Listeria monocytogenes makin sedikit. Sosis yang difermentasi menggunakan kombinasi Pediococcus acidilactici dan Lactobacillus casei starter memiliki rasio C15:0/C17:0 terbesar, dan mampu mematikan pertumbuhan Listeria monocytogenes. Rasio C15:0/C17:0 dengan nilai 79,84 merupakan dosis yang mematikan bagi Listeria monocytogenes pada suhu inkubasi 15-21,2°C secara in vitro. Kata kunci: BAL, biopreservatif, Ikan Lele Dumbo, Listeria monocytogenes
Hibiscus Sabdariffa Linn) terhadap NF-ĸβ, TNF-α dan ICAM-1 pada Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) Cultured yang dipapar Low Density Lipoprotein (LDL) Teroksidasi Dwi Sarbini; Djanggan Sargowo; Muhammad Saifur Rohman
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.389 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek dan mekanisme kerja ekstrak teh Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF - α serta ICAM-1 yang menjadi mediator inflamasi pada aterosklerosis. Penelitian ini menggunakan kultur sel endotel yang diisolasi dari vena umbilikalis manusia ( HUVECs). Kelompok kontrol digunakan HUVECs tanpa paparan ox-LDL (kontrol negatif) dan HUVECs yang dipapar 40 µgml-1 Ox-LDL (kontrol positif). Kelompok perlakuan adalah HUVECs yang dipapar dengan berbagai dosis teh Rosella merah (0,01 mgml-1, 0,005 mgml-1 dan 0,001 mgml-1) dan diberikan selama 2 jam sebelum dipapar ox-LDL. Pengukuran aktifasi NF-ĸβ dilakukan setelah 30 menit paparan Ox-LDL menggunakan imunohistokimia. Ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 diukur setelah 24 jam dipapar Ox-LDL menggunakan imunohistokimia. Berdasarkan analisis ANOVA (p<0.01) terdapat efek penghambatan ekstrak teh Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF -α serta ICAM-1 yang manjadi mediator terjadinya inflamasi pada aterosklerosis melalui penghambatan aktifasi NF-ĸβ. Terdapat hubungan negatif antara aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF -α serta ICAM-1 dengan dosis ekstrak teh Rosella merah (Analisis Spearman's [p<0,01, Correlation Coeff = -1]). Kata Kunci: atherosklerosis, ICAM-1, NF-ĸβ, Ox-LDL, Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn), TNF-α
Hambatan EGCG terhadap Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Ekspresi Vascular -endothelial Cadherin (VE-Cadherin) dalam Vaskulo-angiogenesis Embrio ayam Indriati Dwi Rahayu; Mochammad Sasmito Djati; Mohammad Rasjad Indra
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.428 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.01

Abstract

Keamanan konsumsi EGCG terhadap kehamilan, terutama dampaknya terhadap perkembangan embrio sejauh ini belum diketahui.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EGCG terhadap mekanisme vasculo-angiogenesis pada  embrio ayam secara in ovo. Telur tetas diinjeksi dengan EGCG sebelum diinkubasi. Kemudian survival rate embrio, ekspresi VEGF dan ekspresi VE-Cadherin pada embrio dibandingkan dan dievaluasi. Dalam penelitian ini, nampak adanya penurunan survival rate embrio, ekspresi VEGF dan VE-Cadherin,  sesuai dengan peningkatan dosis paparan EGCG. Hasil tersebut menunjukkan bahwa EGCG dapat mempengaruhi pertumbuhan embrio ayam, melalui hambatan terhadap ekspresi VEGF dan VE-Cadherin. Kata Kunci: EGCG, embrio, angiogenesis, VEGF, VE-Cadherin
Peranan Curcumin terhadap Proliferasi, Apoptosis dan Diferensiasi Hepatosit Mice Balb/C yang Dipapar dengan Benzapyrene Candra Rini; Edi Widjajanto; Rm. Loekito
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.581 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.02

Abstract

Pengobatan neoplasma hepar belum memuaskan. Kini sedang dikembangkan pengobatan baru yang berasal dari alam, diantaranya curcumin (bahan aktif spesies Curcuma), yang dinyatakan mempunyai aktifitas anti kanker, dan penelitiannya masih dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh anti-karsinogenesis curcumin pada proliferasi, apoptosis dan differensiasi hepatosit pada mencit yang dipapar dengan bahan karsinogen benzapyrene. Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan (Mus musculus Outbred BABLB/c) usia 5 minggu, dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok yang diinjeksi corn oil 3,2 ml tiap kgBB (i.p), kelompok dengan benzapyrene 16 mg tiap kgBB dalam corn oil secara intraperitoneal (i.p), dan kelompok yang diinjeksi benzapyrene dalam corn oil secara i.p dan diberi 0,2% curcumin dalam pakannya. Hari ke-120 mencit dikorbankan, organ hepar diperiksa secara histopatologis. Pemeriksaan proliferasi diukur dengan satuan indeks Cyclin-PCNA secara immunohistokimia. Apoptosis diukur dengan satuan indeks apoptosis, diferensiasi diperiksa dengan mengukur N/C ratio hepatosit, menggunakan pengecatan hematoxillin-eosin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian 0,2% curcumin dalam pakan mencit yang dipapar benzapyrene menurunkan indeks Cyclin-PCNA (P<0,05), meningkatkan indeks apoptosis (P<0,01) dan menurunkan N/C ratio hepatosit (P<0,01) dibandingkan dengan mencit yang dipapar benzapyrene tanpa diberi curcumin. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemberian curcumin selama periode inisiasi dan post-inisiasi terbukti memberikan efek anti kanker, ditandai dengan penurunan proliferasi, peningkatan apoptosis, dan perbaikan pola diferensiasi sel.  Kata kunci: apoptosis, benzapyrene, curcumin, hepatosit

Page 1 of 1 | Total Record : 7