cover
Contact Name
Jehan Ramdani Hariyati
Contact Email
jehanramdani@ub.ac.id
Phone
+6282333752235
Journal Mail Official
jehanramdani@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
The Journal of Experimental Life Sciences (JELS)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20872852     EISSN : 23381655     DOI : 10.21776/ub.jels
Core Subject : Health, Science,
The Journal of Experimental Life Science (JELS) is a scientific journal published by Postgraduate School, University of Brawijaya as distribution media of Indonesian researcher’s results in life science to the wider community. JELS is published in every four months. JELS published scientific papers in review, short report, and articles in Life Sciences especially biology, biotechnology, nanobiology, molecular biology, botany, microbiology, genetics, neuroscience, pharmacology, toxicology, and Applied Life Science including fermentation technology, food science, immunotherapy, proteomics and other fields related to life matter. JELS is a scientific journal that published compatible qualified articles to the academic standard, scientific and all articles reviewed by the expert in their field. The Journal of Experimental Life Science (JELS) have a vision to become qualified reference media to publish the best and original research results and become the foundation of science development through invention and innovation on cellular, molecular, nanobiology, and simulation work related to life matter rapidly to the community. The Journal of Experimental Life Science (JELS) has objectives to published qualified articles on research’s results of Indonesian researchers in life science scope. JELS encompasses articles which discuss basic principles on natural phenomenon with cellular, molecular, and nanobiology approach.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2013)" : 4 Documents clear
Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik Shanty Sintessa; H. M. Soemarko; Liliek Suprapti; Iwan Hernawan
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.746 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.02.03

Abstract

Alat ortodontik pada bidang kedokteran digunakan untuk merapikan gigi agar tersusun rapi dan berada pada lengkung rahang. Sehingga mengakibatkan tekanan yang akan merangsang dan menimbulkan reaksi inflamasi jaringan sekitar. Salah satu mediator inflamasi yang mempengaruhi pergerakan gigi adalah prostaglandin (PGE2). Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS) digunakan didalam perawatan ortodontik untuk mengatasi rasa sakit akibat reaksi inflamasi yang terjadi. Sementara itu proses inflamasi diperlukan pada perawatan ortodontik melalui peran PGE2 yang merangsang aktivitas osteoklas dan osteoblas, keduanya diperlukan agar gigi dapat bergerak. Pemilihan jenis selektivitas OAINS perlu diperhatikan mengingat inflamasi diperlukan dalam proses pergerakan gigi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh selektivitas OAINS dan non OAINS terhadap hambatan PGE2 dan jumlah sel osteoklas - osteoblas tulang alveolus gigi rahang atas akibat pemakaian alat ortodontik. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan aspirin sebagai OAINS yang selektif terhadap cox 1, diklofenak sebagai OAINS selektif cox 2, dan paracetamol sebagai non OAINS. Pada penelitian ini digunakan hewan coba marmut yang terbagi menjadi kelompok kontrol (n=6), aspirin 87 mg.kg-1 BB po(n=6), diklofenak 2 mg.kg-1 BB po (n=6), dan paracetamol 200 mg.kg-1 BB po(n=6). Perlakuan dengan alat ortodontik selama 3 hari. Konsentrasi PGE2 diukur dengan spektrofotometer dan sel osteoklas-osteoblas dihitung secara histologis. Analisa anova digunakan untuk mebandingkan hambatan PGE2 pada pemberian aspirin, diklofenak, dan paracetamol terhadap kontrol. Uji korelasi untuk menghubungkan hambatan PGE2 terhadap jumlah osteoklas-osteoblas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirin, diklofenak, dan paracetamol menurunkan PGE2 dalam tulang dengan signifikan (p≤0,01). Penurunan konsentrasi PGE2 berhubungan dengan jumlah osteoklas-osteoblas yang terbentuk dengan uji korelasi yang tidak signifikan (p≥0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemakaian OAINS dalam waktu 3 hari tidak mempengaruhi proses pergerakan gigi dan paracetamol dapat digunakan sebagai obat penghambat prostaglandin tanpa banyak mempengaruhi proses pergerakan gigi. Kata kunci: PGE2, COX, OAINS, osteoklas, osteoblas, pergerakan gigi, alat ortodontik.
Proteksi Kombinasi Minyak Wijen dan α-tocopherol Terhadap Glomerular Injury Melalui Penghambatan Stres Oksidatif Tikus Hiperkolesterolemia Dewi Sukmawati
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.4 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.02.04

Abstract

Minyak wijen (MW) kaya akan polyunsaturated fatty acid (PUFA) terutama linoleat yang diketahui dapat menurunkan kadar lipid dalam darah. Namun, salah satu kelemahan PUFA sebagai hipolipidemik adalah cenderung mudah untuk teroksidasi karena struktur ikatan rangkapnya. Vitamin E (α-tocopherol) diketahui dapat melindungi struktur PUFA terhadap oksidasi serta dapat menghambat stres oksidatif. Peningkatan stres oksidatif pada hiperkolesterolemia diduga kuat berperan penting dalam patogenesa glomerular injury. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa penambahan α-tocopherol pada minyak wijen mempunyai efek sinergis dalam mencegah glomerular injury melalui penurunan stres oksidatif. Penelitian ini menggunakan Rattus novergicus strain Wistar jantan (200 g) yang dibagi menjadi tujuh kelompok masing - masing 4 ekor, kelompok hiperkolesterol (HK), kelompok ke-2, ke-3 dan ke-4 adalah kelompok HK + MW (dosis masing-masing 0,3; 0,6, dan 1,2 ml), sedangkan kelompok ke-5, ke-6 dan ke-7 adalah kelompok  HK + MW (dosis masing - masing 0.3, 0.6 dan 1.2 ml) + α-tochopherol 20 mg). Pengukuruan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), ureum dan kreatinin darah dilakukan pada minggu ke-10. Aktivitas stres oksidatif jaringan ginjal diukur dari kadar malondialdehide (MDA) menggunakan uji thiobarbituric acid (TBA) dan kadar superoxyde dismutase (SOD) jaringan dengan uji Nitroblue tetrazolium (NBT). Pemeriksaan histologis dilakukan untuk melihat deposit matriks dan jumlah sel mesangial pada glomerulus dengan pengecatan  Periodic Acids Schiff (PAS). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan bermakna penurunan kadar MDA antara kelompok MW dengan MW + α-tocopherol pada dosis 0.3 (p = 0.000) dan 0.6ml (p = 0.001) yang menunjukkan interaksi sinergistik MW + α-tocopherol serta kecenderungan penurunan kadar SOD. Terdapat dugaan interaksi secara potensiasi dengan penambahan α-tocopherol pada minyak wijen terhadap penurunan kadar kolesterol total dan LDL. Gambar  histologis glomerular injury menunjukkan bahwa kombinasi  MW + α-tocopherol dapat menghambat peningkatan jumlah sel (p = 0.000) dan matriks mesangial (p = 0.614). Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan α-tochopherol pada minyak wijen mempunyai efek yang lebih baik dibanding minyak wijen sendiri dalam menghambat glomerular injury melalui penghambatan stres oksidatif di jaringan ginjal secara sinergis. Kata kunci: α-tocopherol, glomerular injury, minyak wijen, stres oksidatif.
Kajian Penambahan Dosis Beberapa Pupuk Hijau dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Yuni Agung Nugroho; Yogi Sugito; Lily Agustina; Soemarno Soemarno
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.208 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.02.01

Abstract

Penambahan pupuk hijau pada budidaya selada anorganik bertujuan mendapatkan dosis beberapa pupuk hijau yang dapat meningkatkan pertumbuhan selada dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang tiga kali. Pemberian pupuk urea dengan dosis 100 kg.ha-1 sebagai kontrol. Perlakuan penambahan pupuk hijau adalah penambahan Tithonia 5 ton.ha-1 (OT1), 10 ton.ha-1 (OT2), Tithonia 15 ton.ha-1 (OT3); penambahan Gliricidia 5 ton.ha-1 (OG1), 10 ton.ha-1 (OG2), 15 ton.ha-1 (OG3); penambahan Cromolaena 5 ton.ha-1 (OC1), 10 ton.ha-1 (OC2), dan 15 ton.ha-1 (OC3). Pengamatan tanaman selada meliputi Bobot Segar Tanaman, Bobot Kering Tanaman, Indeks Luas Daun, Laju Pertumbuhan Tanaman, dan Laju Asimilasi Bersih. Pengamatan tanah meliputi C organik tanah, N total, KTK, pH, Bobot Isi Tanah dan CN rasio. Analisa ragam dilakukan terhadap peubah pengamatan tanaman selada dan kesuburan tanah, uji Tukey dan uji kontras dilakukan bila ada pengaruh nyata perlakuan terhadap peubah pengamatan. Uji regresi linier berganda dilakukan terhadap sekumpulan peubah kesuburan tanah terhadap hasil tanaman selada. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Tithonia, Gliricidia dan Cromolaena sebesar 5 ton.ha-1 pada tanaman selada yang dipupuk urea meningkatkan indeks luas daun, bobot segar dan kering tanaman, dan laju pertumbuhan tanaman. Bobot segar tanaman selada tertinggi sebesar 17,18 ton.ha-1 dicapai pada penambahan Tithonia 15 ton.ha-1 yang berarti meningkat 88% dari pemupukan urea. Penambahan pupuk hijau Tithonia, Gliricidia dan Cromolaena sebesar 5 ton.ha-1 pada budidaya selada meningkatkan KTK  dan C organik tanah setelah panen. Residu C organik tanah tertinggi 2,97% meningkat 53,1% dan KTK tanah tertinggi 43,24 me.100g-1 meningkat 14,75% dari kontrol oleh penambahan Cromolaena 15 ton.ha-1. KTK tanah, N total, Bobot Isi tanah, dan pH tanah berturut-turut mempunyai pengaruh positif dan nyata terhadap bobot segar tanaman saat panen.Kata kunci: Pupuk hijau, pupuk buatan, tanaman selada.
Efek Suplemen L-Arginin Subakut Peroral pada Kontraksi Aorta Tikus Diabetes Sjarif Ismail; M. Mulyohadi Ali; Djoko W. Soeatmadji
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.638 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.02.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen L-arginin subakut peroral pada tikus diabetes-streptozotosin terhadap respons kontraksi aorta melalui mekanisme pencegahan peningkatan stress oksidatif. L-arginine diberikan selama 8 minggu pada tikus diabetes dengan dosis 10, 100 dan 1000 mg.kg-1 BB.hari-1. Parameter yang diukur adalah MDA-plasma untuk menilai oksidatif stress dan teknik bioassay dengan isolasi organ terpisah aorta ring untuk menilai respons reseptor adrenergik-a1 di otot polos aorta terhadap fenilefrin (PE). Dari respons kontraksi aorta dapat diketahui nilai Emaks dan pD2 PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian L-arginin 100, 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 pada tikus diabetes dapat mencegah peningkatan MDA-plasma (p<0.001). Pemberian L-arginin dosis 100, 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 dapat mencegah peningkatan respons kontraksi aorta terhadap PE melalui pencegahan peningkatan Emaks (p<0.000) dan menurunkan pD2 pada dosis 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 (p<0.001). Hasil Jalur Hubungan menunjukkan pencegahan peningkatan Emaks melalui jalur pencegahan peningkatan MDA (p<0.012) dan penurunan pD2 melalui jalur langsung (p<0.016). Berdasarkan haasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen L-arginin pada tikus diabetes dapat mencegah peningkatan respons kontraksi aorta terhadap PE dengan cara: (1) mencegah peningkatan Emaks melalui pencegahan peningkatan MDA (jalur tidak langsung); dan (2) secara langsung menurunkan afinitas reseptor adrenergik-a1.Kata kunci: diabetes, L-arginin, reseptor adrenergik-a1, stress oksidatif

Page 1 of 1 | Total Record : 4