cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 27, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Ibu Hamil di Indonesia Budiyanto, Anif; Wuriastuti, Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v27i1.5494.25-30

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by a parasite called Plasmodium. It has been the main concern of health problem in Indonesia, especially to the high-risk groups; the infants, under-five-years-old children and pregnant women. If a pregnant woman is infected to malaria, it might affect the pregnancy and cause abnormalities to the baby. This analysis is aimed to determine the factors associated with malaria among pregnant women in Indonesia. The data which used for this research is taken from National Basic Health research (Riskesdas) 2013 and the samples are all of pregnant women who’schosen as the respondents in Riskesdas 2013. The data was analyzed using binary logistic regression analysis and backward elimination method. The result shows that the factors associated with malaria among pregnant women in Indonesia are health monitoring of pregnant women by midwives which implemented in the possessing of KIA book, the usage of electric/coil mosquito repellent when sleeping in the night, the economic status, and the presence of midwives/maternity hospital. The lower the economic status of pregnant women, the higher the risk they tend to get infected with malaria. Pregnant women are advised to check their health status routinely and avoid contact with the vectors of malaria, by using mosquito repellent at night. Abstrak Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan menjadi masalah kesehatan di Indonesia terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Ibu hamil yang terinfeksi malaria akan berpengaruh pada proses kehamilan dan kelainan pada bayi yang dilahirkan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria pada ibu hamil di Indonesia. Data yang digunakan adalah data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Sampel dalam analisis ini adalah seluruh ibu hamil yang terpilih menjadi responden Riskesdas 2013. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik biner dengan metode backward elimination. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria pada ibu hamil di Indonesia yaitu pemantauan kesehatan ibu hamil oleh bidan yang diwujudkan dalam kepemilikan buku Kesehatan Ibu Anak (KIA), pemakaian obat nyamuk bakar/elektrik ketika tidur malam, status ekonomi ibu hamil, dan kemudahan akses ibu hamil ke praktik bidan/rumah sakit bersalin. Semakin rendah status ekonomi ibu hamil cenderung memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena malaria. Ibu hamil disarankan memeriksakan kesehatannya secara rutin dan menghindari kontak dengan vektor penyebab malaria seperti dengan menggunakan obat nyamuk ketika tidur malam. 
Kecukupan Tenaga Kesehatan dan Permasalahannya dalam Pelayanan Kesehatan Anak dengan HIV-AIDS di Rumah Sakit pada Sepuluh Kabupaten/Kota, Indonesia Mujiati, Mujiati; Lestary, Heny; Sugiharti, Sugiharti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v27i1.5550.1-8

Abstract

The number of HIV infections in 2010-2014 in the age group < 14 years is increased when compared to the year 2010-2013. The increase of HIV number requires health professionals to provide optimal health services. Therefore, the adequacy of health personnel and their problems in providing services to children with HIV infections have become important factors to be studied. This is qualitative study using in-depth interviews. Locations were referral hospital HIV-AIDS in DKI Jakarta (Jakarta Utara, Jakarta Barat), East Java (Surabaya, Malang), Bali (Denpasar, Buleleng), Papua (Jayapura, Kabupaten Jayapura), and North Sumatra (Medan, Deli Serdang) which selected by purposive sampling. Informans were doctors, nurses, pharmacists, medical laboratory workers and case managers. Data were analyzed using content analysis. The problem of health care of children with HIV-AIDS in most hospitals in ten districts/cities is the inadequacy of health personnel because of the number of health personnel is limited, but with work concurrently. Some health personnels have not participated in training related to health care for children with HIV-AIDS, including laboratory examination. It is needed to do the mapping of the health personnels for health services, especially for children with HIV-AIDS. Besides, health personnels need training related to the accuracy of dosing/ comparison drug, how to handle children with HIV-AIDS patients, and laboratory tests of HIV-AIDS to maintain service quality.AbstrakJumlah infeksi HIV tahun 2010–2014 pada kelompok usia < 14 tahun meningkat dibandingkantahun 2010–2013. Peningkatan jumlah penderita HIV memerlukan tenaga kesehatan yang mampumemberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Karenanya, kecukupan tenaga kesehatanbeserta permasalahannya dalam pelayanan kesehatan pada anak dengan HIV-AIDS menjadi halyang penting untuk dikaji. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, untuk itu data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam. Lokasi penelitian dipilih secara purposif sampling yaitu rumah sakit(RS) rujukan HIV-AIDS di Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Utara, Jakarta Barat), Jawa Timur (KotaSurabaya, Kabupaten Malang), Bali (Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng), Papua (Kota Jayapura,Kabupaten Jayapura) dan Sumatera Utara (Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang). Sebagai informanadalah dokter, perawat, tenaga farmasi, tenaga laboratorium medis, dan manajer kasus/pendampingpasien. Analisis data menggunakan metode content analysis. Permasalahan pelayanan kesehatananak dengan HIV-AIDS di sebagian besar RS di sepuluh kabupaten/kota yaitu ketidakcukupan tenagakesehatan karena jumlah tenaga kesehatan terbatas dengan tugas/pekerjaan yang merangkap.Sebagian tenaga kesehatan belum mengikuti pelatihan terkait pelayanan kesehatan bagi anak denganHIV-AIDS termasuk pemeriksaan laboratorium. Perlu pemetaan kebutuhan jumlah tenaga kesehatanuntuk pelayanan kesehatan khususnya pada pasien anak dengan HIV-AIDS. Tenaga kesehatan perlumengikuti pelatihan terkait ketepatan pemberian dosis/perbandingan obat, cara menangani pasien anakdengan HIV-AIDS, dan pemeriksaan laboratorium HIV-AIDS untuk menjaga kualitas layanan.
Manajemen Peningkatan Kepesertaan dalam Jaminan Kesehatan Nasional pada Kelompok Nelayan Non Penerima Bantuan Iuran (Non PBI) Putro, Gurendro; Barida, Iram
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v1i1.5755.17-24

Abstract

In order to achieve universal health coverage by 2019, BPJS Kesehatan needs to involve all people to become members of National Health Insurance (NHI). This study aimed to analyze the mechanism of the increase in membership group of fishermen with non recipient contribution (Non PBI) in the National Health Insurance. This was an observational research method which was used to observe the phenomenon of BPJS Kesehatan membership of a group of fishermen. The type of this study was cross-sectional study design because the data was taken at a certain time which was in the year 2014. The research location was in several cities in Indonesia including Jember City, East Java Province, Balikpapan City, East Kalimantan Province; and Makassar City, South Sulawesi Province. Respondents who participated in NHI as Non PBI was 15 people (9.6%). The lack of NHI participants caused by several aspects such as the difficulties of procedure, registration place and also premium payment place. There is also assumption that there is still cost sharing for NHI member when having a service from health service. The knowledge of respondents associated with the registration procedure was 47.8%, and the information about NHI’s socialization from television was 62.8%. Enhancement of membership could be implemented by doing more often socialization of program and also easier procedure to register and pay the fee.Keywords: National Health Insurance, membership, non premium assistance, informal sectorsAbstrakDalam rangka mencapai universal health coverage pada tahun 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan perlu melibatkan semua kalangan untuk menjadi anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme peningkatan kepesertaan kelompok nelayan non Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Metode penelitian ini adalah observasional dimana digunakan untuk melihat fenomena kepesertaan BPJS Kesehatan dari kelompok nelayan. Rancangan penelitian secara potong lintang karena data diambil pada kurun waktu tertentu yakni pada tahun 2014. Lokasi penelitian dilakukan di beberapa kota di Indonesia diantaranya adalah Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur, Kota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Responden yang menjadi peserta BPJS Kesehatan Non PBI sebanyak 15 orang (9,6%). Minimnya peserta BPJS Kesehatan disebabkan berbagai hal diantaranya antara lain prosedur dan tempat pendaftaran, pembayaran premi yang masih menyulitkan, serta anggapan masih ada biaya tambahan pada pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. Pengetahuan responden terkait prosedur pendaftaran sebesar 47,8%, dan pengetahuan tentang sosialisasi BPJS kesehatan didapatkan dari media televisi sebesar 62,8%. Peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan cara sosialisasi BPJS Kesehatan yang lebih sering serta cara pendaftaran dan pembayaran premi yang lebih mudah.Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, keanggotaan, non penerima bantuan iuran, sektor informal 
Analisis Pola Layanan Kesehatan Rawat Jalan pada Tahun Pertama Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Nugraheni, Wahyu Pudji; Hartono, Risky Kusuma
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.22435/mpk.v27i1.6000.9-16

Abstract

Outpatient treatment is one of the benefits guaranteed by the National Health Insurance (JKN) program. The main objective of JKN program is to increase public accessibility to health services that suits their needs. Utilization of outpatient services are getting better by all levels of society is an indicator to the ideal image of the JKN program. The purpose of this study was to determine the pattern of outpatient health care at health facilities (physician practices/clinics, public health center, public and private hospitals) in the first year implementation of JKN program. This study used secondary data to analyze the data of Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2014 as the first year of implementation JKN program. The data in this study using a descriptive analysis which was deeply reviewed.The results showed that in the span of one year of JKN program implementation, the age population who get access to outpatient health care at the most in the range 0-18 years, the people of the urban areas more access outpatient health services compared to rural residences, and the population in the range of quintile (rich economic status) as much as 26.73%. Health facilities are the most widely used for outpatient services is physician practice or clinic amounted to 4.55%. The results of this study can be used as an evidence-based evaluation of the improvement of health care access for the public to pay more attention to the economic status of poor and be a proactive improvement of access to health services for people in rural areas.   Abstrak Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu manfaat yang dijamin oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tujuan utama program JKN adalah meningkatkan aksesibiltas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan layanan rawat jalan yang semakin baik oleh semua lapisan masyarakat merupakan gambaran ideal dan indikator tercapainya program JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pelayanan kesehatan rawat jalan pada fasilitas kesehatan (dokter praktik/klinik, puskesmas, RS pemerintah, dan swasta) di tahun pertama implementasi program JKN. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menganalisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014 sebagai tahun pertama implementasi program JKN. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang diulas secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang satu tahun implementasi program JKN, usia penduduk yang melakukan akses ke pelayanan kesehatan rawat jalan paling banyak pada rentang usia 0–18 tahun,masyarakat daerah perkotaan lebih banyak mengakses pelayanan kesehatan rawat jalan dibandingkan dengan penduduk pedesaan, dan penduduk pada kisaran kuintil 5 (status ekonomi kaya) sebanyak 26,73%. Fasilitas kesehatan yang paling banyak digunakan untuk layanan rawat jalan adalah dokter praktik/klinik sebesar 4,55%. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai evidence based evaluasi perbaikan akses pelayanan kesehatan untuk lebih memperhatikan masyarakat berstatus ekonomi miskin dan jemput bola peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah pedesaan.
Back Matter Vol 27 No 1 Media Litbangkes, Sekretariat
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v27i1.8066.

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 5