cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 28, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Kinerja Kader Kesehatan dalam Pengobatan Massal Filariasis di Kecamatan Cibeureum dan Cibingbin, Kabupaten Kuningan Ipa, Mara; Astuti, Endang Puji; Yuliasih, Yuneu; Hendri, Joni; Ginanjar, Aryo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.5954.1-8

Abstract

There was 50% sub-district in the first round of mass drug administration (MDA) filariasis in Kuningan District that had not reached the target of coverage. Health cadres as health employee’s extension in the community is one of leverage factor to sum up target coverage.This study aimed to explore health cadres’ performance related to MDA coverage in Kuningan District. Research sites were in Cibeureum and Cibingbin Subdistrict, conducted for 6 months in 2016 used qualitative approach. Primary data was obtained through in-depth interviews on the filariasis program holders at the community health center level, fellow cadres and village apparatus or community leader or religious leaders and the community itself where cadres served in selected villages. Health cadres’ performance was measured based on thematic analysis from the phenomenon exist. Results showed that health cadres’ initiative performance had not yet appeared in both subdistrict of Cibeureum and Cibingbin, while the dominant thematic was their work passion in Cibeureum, meanwhile the completion of the task was well showed in Cibingbin.The measurement of cadres’ performance according to four thematics provided by the community, showed that MDA’s post monitoring both in Cibeureum and Cibingbin had not been emerged yet. In the meantime, the dominant thematic in Cibeureum was finding cases, while in Cibingbin was the behavior of health cadres to participate in the program filariasis. Filariasis mass treatment coverage in Cibeureum showed an increase from 64.49% to 90.62% based on the MDA target, while the coverage mass treatment in Cibingbin was from 80.08% to 89.77%. To maintain and increase the target of MDA filariasis in Kuningan District, training for health cadres by using audio visual media and adequate substance about MDA filariasis is needed to be done regulary. Abstrak Putaran pertama pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis di Kabupaten Kuningan sebanyak 50% kecamatan belum mencapai target. Kader sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan di masyarakat merupakan salah satu faktor daya ungkit pencapaian target cakupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran kinerja kader terhadap cakupan pengobatan massal di Kabupaten Kuningan. Lokasi penelitian di Kecamatan Cibeureum dan Cibingbin selama 6 bulan pada tahun 2016 menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam pada pemegang program filaria di tingkat puskesmas, rekan kerja sesama kader, dan perangkat desa atau tokoh masyarakat atau tokoh agama dan masyarakat itu sendiri dimana kader bertugas di desa terpilih. Gambaran kinerja kader diperoleh berdasarkan analisis tematik dari fenomena yang muncul. Kinerja kader diukur menurut penanggung jawab kader (lima tematik) dan menurut rekan kerja kader juga masyarakat (empat tematik). Kinerja kader menurut penanggung jawab kader bahwa tematik inisiatif belum muncul untuk wilayah Kecamatan Cibeureum dan Cibingbin, sedangkan tematik dengan kecenderungan menonjol adalah semangat kerja pada kader di Kecamatan Cibeureum, sedangkan penyelesaian tugas yang baik pada kader di Kecamatan Cibingbin. Pengukuran kinerja kader menurut masyarakat yang masih belum muncul adalah pengawasan paska pengobatan baik di dua lokasi Cibereum dan Cibingbin. Berbeda untuk tematik yang kecenderungannya menonjol adalah penemuan kasus di Cibeureum sedangkan di Cibingbin adalah kinerja kader dalam berpartisipasi di program filariasis. Cakupan pengobatan massal filariasis Kecamatan Cibeureum menunjukkan peningkatan dari 64,49% menjadi 90,62% berdasarkan sasaran pengobatan. Sedangkan cakupan pengobatan massal di Kecamatan Cibingbin 80,08% menjadi 89,77%. Untuk mempertahankan dan meningkatkan target sasaran di Kabupaten Kuningan perlu dilakukan pelatihan kader secara kontinu dengan menggunakan media audio visual dan materi untuk meningkatkan pengetahuan kader terkait POPM. 
Aspek Sosio Demografi dan Kondisi Lingkungan Kaitannya dengan Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 Widjajanti, Wening; Pujiyanti, Aryani; Mulyono, Arief
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.7373.25-32

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease transmitted by Leptospira bacteria which can be prevented if peoplehave knowledge and clean and healthy life behavior. Klaten District is one of the districts in CentralJava Province that reported 39 cases and five leptospirosis deaths during 2016. This study aimed toidentify the socio-demographic aspects and environmental conditions associated with the incidenceof leptospirosis in Klaten district, Central Java Province. This research was a descriptively analyzedsurvey. The respondents of this study were people living around leptospirosis patients. The samples inthis study were all residents living in the vicinity of leptospirosis patients and their homes became thelocation of the installation of 38 traps of mice.The results showed that the respondents’ knowledge ofleptospirosis were still low, that they had never heard of leptospirosis, did not know if leptospirosis wasdangerous, did not know the cause and the symptoms of leptospirosis, that leptospirosis could be cured,how the transmission and prevention of leptospirosis. Likewise, the behavior of leptospirosis preventionby respondents was also still low, because there were still respondents who did activities in the river,did not use personal protective equipment, disposed dead rats in vain, had no waste water disposal and did not have a covered trash can. The recommendations of this research are the needs to increaseknowledge for the whole community related to leptospirosis through visual, audio and audiovisual mediaby mobilizing and involving the health cadres in the local area and cross-sectoral to cooperate on aregular and continuous basis. AbstrakLeptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh bakteri Leptospira, dapat dicegah jikamasyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kabupaten Klaten merupakansalah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang melaporkan adanya 39 kasus dan lima kematianakibat leptospirosis selama tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek sosiodemografi dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan kejadian leptospirosis di Kabupaten KlatenProvinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan survei yang dianalisis secara deskriptif. Respondenpenelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar penderita leptospirosis. Sampel dalampenelitian ini adalah seluruh warga yang tinggal di sekitar penderita leptospirosis dan rumah merekamenjadi lokasi pemasangan perangkap tikus sebanyak 38 orang. Hasil penelitian adalah pengetahuanresponden tentang leptospirosis masih rendah, yaitu: ada yang tidak tahu mengenai leptospirosis, tidaktahu bahaya leptospirosis, tidak tahu penyebab leptospirosis, tidak tahu gejala leptospirosis, tidak tahubahwa leptospirosis dapat disembuhkan, tidak tahu cara penularan dan pencegahan leptospirosis.Demikian juga dengan perilaku pencegahan leptospirosis oleh responden juga masih rendah, karenamasih ada responden yang melakukan aktivitas di sungai, tidak menggunakan alat pelindung diri,membuang bangkai tikus sembarangan, tidak memiliki tempat pembuangan air limbah dan tidakmemiliki tempat sampah tertutup. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu peningkatan pengetahuanuntuk seluruh masyarakat terkait dengan leptospirosis melalui media visual, audio maupun audiovisual,dengan menggerakkan dan melibatkan kader kesehatan di wilayah setempat dan kerja sama lintassektor secara rutin dan berkesinambungan.
Analisis Implementasi Kebijakan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) Putro, Gurendro; Barida, Iram
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.7357.15-24

Abstract

The availability of health workers in the public health center (puskesmas) in underdeveloped,borders, and islands region (DTPK) areas is very diverse both in number and type. This studyaimed to analyze implementation of government policy towards the utilization of health humanresources based on competence and incentive in DTPK area. This research was cross sectionalstudy, the primary data was collected by interview to respondents and the secondary data was frompuskesmas reports and district health profiles. Research was conducted for 10 months startingfrom January to October 2011. This research was performed in 4 districts, which were Natuna,Nunukan, Sangihe Island, and Belu. The availability of the number and types of health personnelat DTPK health center were currently not in accordance to the ideal requirements of the Ministry ofHealth policy on the placement of health human resources at the DTPK health center. Competenceof health personnel at DTPK health center was still the basic competence of science accordingto the type of education. The placement of health personnel needs to obtain additional specialcompetencies tailored to the characteristics of the DTPK Puskesmas. The incentives of PTT healthworkers and special assigment is higher compare to the civil servant at DTPK area.AbstrakKetersediaan tenaga kesehatan di puskesmas Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan(DTPK) sangat beragam baik jumlah dan jenisnya. Tujuan penelitian adalah menganalisisimplementasi kebijakan pemerintah berkaitan dengan penentuan standar sumber daya manusia(SDM) kesehatan berbasis kompetensi dan pemberian insentif tenaga kesehatan di puskesmasDTPK. Jenis penelitian cross sectional, pengumpulan data primer dengan wawancara kepadaresponden dan data sekunder dari laporan puskesmas dan profil kesehatan kabupaten. Waktupenelitian selama bulan Januari-Oktober 2011. Lokasi penelitian di Kabupaten Natuna, KabupatenNunukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Belu. Ketersediaan jumlah dan jenistenaga kesehatan di puskesmas DTPK saat ini belum sesuai dengan syarat ideal kebijakanKementerian Kesehatan RI tentang penempatan SDM kesehatan di puskesmas DTPK. Kompetensitenaga kesehatan di puskesmas DTPK masih bersifat kompetensi dasar keilmuan sesuai jenispendidikan. Penempatan tenaga kesehatan perlu mendapatkan tambahan kompetensi khususyang disesuaikan dengan karakteristik di puskesmas DTPK. Insentif yang diterima petugaskesehatan PTT lebih tinggi dibandingkan dengan gaji yang diterima oleh petugas PNS Puskesmas.
Indeks Glikemik Penganan Khas Aceh (Dodoi, Meuseukat, dan Asoe Kaya) Nur, Abidah; Marissa, Nelly; Wilya, Veny
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.7596.39-44

Abstract

Sugar is a carbohydrate disaccharide type of sucrose that is hydrolyzed into fructose and glucose.The intake of glucose from food is directly proportional to the increase in glucose in the blood. Dodoi,meuseukat, and asoe kaya are typical Aceh snacks containing high sugar. This study aimed to assess the glycemic index of typical Aceh foods (dodoi, meuseukat, and asoe kaya). The research was conductedin May-June 2014 at Puskesmas Kopelma Darussalam. Respondents consisted of 4 healthy men and 4 women aged 17-20 years who were not sick (diabetes mellitus and hypertension). Each respondent was given 50 grams of dodoi, meuseukat, and asoe kaya, then checked blood glucose levels at 0, 15, 30,45, 60, 90, and 120 minutes after food consumption. The value of food glycemic index was calculatedby the ratio of food curve to the standard curve area. The results showed that the highest increase in blood glucose levels at 30 minutes for all food tested. Meuseukat has the highest elevated blood glucose (108.42 mg / dl). The glycemic index values of dodoi meuseukat, and asoe kaya were 40.67,77.74, and 30.60, respectively. Dodoi and asoe kaya have low glycemic index and the meuseukat has high glycemic index. The labeling of glycemic index values on food packaging is very beneficial for the community, especially prediabetes and diabetics. AbstrakGula merupakan karbohidrat disakarida jenis sukrosa yang dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa. Asupan glukosa dari makanan berbanding lurus dengan peningkatan glukosa dalam darah. Dodoi,meuseukat, dan asoe kaya merupakan penganan khas Aceh yang mengandung gula tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks glikemik makanan khas Aceh (dodoi, meuseukat, dan asoe kaya). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2014 di Puskesmas Kopelma Darussalam. Responden terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan umur 17-20 tahun berbadan sehat dan tidak dalam keadaan sakit (diabetes melitus dan hipertensi). Setiap responden diberikan 50 gram dodoi, meuseukat,dan asoe kaya, kemudian diperiksa kadar glukosa darah pada 0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 menit setelah konsumsi makanan. Nilai indeks glikemik makanan dihitung dengan perbandingan luas kurva makanan terhadap luas kurva standar. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kadar glukosa darah tertinggi pada menit ke-30 untuk semua makanan yang di uji. Meuseukat memiliki peningkatan kadar glukosa darah tertinggi (108,42 mg/dl). Nilai indeks glikemik dodoi, meuseukat, dan asoe kaya masing-masing 40,67, 77,74, dan 30,60. Dodoi dan asoe kaya memiliki indeks glikemik rendah dan meuseukat memiliki indeks glikemik tinggi. Pelabelan nilai indeks glikemik pada kemasan makanan sangat bermanfaat bagi masyakarat, terutama prediabetes dan penderita diabetes.
Pemilihan Metode Sosialisasi sebagai Upaya Peningkatan Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri Agustina, Zulfa Auliyati; Laksmiarti, Turniani; Effendi, Diyan Ermawan
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.7638.33-38

Abstract

Universal Health Coverage (UHC) is targeted to achieved in 2019. However, until March 2016 thenumber of participants was 163,327,183, or 63% from total population of Indonesia. The low participation because of the uneven distribution of information received by the community especially the potential participants of individual BPJS. The main problem faced by the potential BPJS participants is the lack of information in respect of the registration procedure, payment of contributions and utilization of servicesin health facilities. This research was aimed at analyzing the information sources accessed by the potential BPJS participants and information channel utilized by BPJS provider. This research used aqualitative descriptive approach by analyzing facebook and twitter member discussion in October 2016.The results indicated that most of the community member has not received comprehensive information about BPJS Kesehatan. This phenomenon was identified from the presence of difficulties in obtaining membership card (34.1%), contribution payment (75%) and less frequent of dissemination on television (15%). The recommendation proposed from the results of this study is the need to formulate information dissemination methods suited to the segments or targets of potential individual BPJS participants.The formulation of the dissemination methods should involve the cooperation between the related stakeholders as such Ministry of Transportation and Directorate General of Taxes of Ministry of Finance (in the management of Vehicle Tax for middle and upper segment of society) and Ministry of Internal Affairs (Community Empowerment division) for low to middle class with the utilization of Posyandu cadres.AbstrakUniversal Health Coverage (UHC) ditargetkan tercapai pada tahun 2019. Namun, sampai dengan Maret 2016 jumlah peserta adalah 163.327.183 jiwa atau 63% dari total penduduk Indonesia. Masih rendahnya cakupan kepesertaan tersebut diakibatkan belum meratanya informasi yang diterima oleh masyarakat khususnya calon peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri. Masalah utama yang dihadapi calon peserta BPJS Kesehatan adalah kurangnya informasi tentang prosedur pendaftaran, pembayaran iuran maupun pemanfaatan pelayanan di fasilitas kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis sumber informasi yang biasa diakses oleh calon peserta dan media sosialisasi yang digunakan oleh BPJS Kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis diskusi pada facebook dan twitter dengan kata kunci BPJS selama rentang waktu Oktober2016. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat belum menerima informasi yang disampaikan secara utuh (komprehensif), hal ini terlihat dari masih adanya kendala dalam memperoleh kartu keanggotaan (34,1%), pembayaran iuran (75%) dan rendahnya sosialisasi melalui media TV (15%). Rekomendasiyang dirumuskan dari hasil kajian ini adalah penyusunan metode sosialisasi yang disesuaikan dengan segmen atau sasaran calon peserta BPJS Mandiri. Penyusunan bahan sosialisasi memerlukan kerjasama lintas sektor yang terkait, yaitu Kementerian Perhubungan dan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (dalam pengurusan pajak kendaraan untuk segmen masyarakat menengah ke atas) dan Kementerian Dalam Negeri (Bidang Pemberdayaan Masyarakat) untuk segmen menengah ke bawah yaitu dengan pemanfaatan kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
Faktor yang Berperan terhadap Anemia pada Pekerja Perempuan Usia Produktif di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2013 Tana, Lusianawaty; Banjuradja, Ivan
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.7993.45-56

Abstract

Anemia is still a problem for public health, especially in women. In 2010, the prevalence of anemia in the world was 32.9%. This article presents further analysis to determine the factors that contribute to anemia in female workers of productive age in Indonesia. Data source was Basic Health Research (Riskesdas) year 2013, with sample’s criteria: women, working, age of 15-64 years old, and not pregnant. The dependent variable was anemia based on Hemoglobin examination by Hemocue.The independent variables included individual characteristics, shelter, disease history, pregnancy and miscarriage, and nutritional status. Data were analyzed using complex sampling, 0.05 significance level, and 95% confidence interval. The number of samples that met the criteria was 8612 people. Factors contributed to anemia were age, number of pregnancy, and nutritional status (OR adjusted 1.53-1.83). Anemia increased 1.8 and 1.6 times at age of 55-64 years old and 45-54 years compared to age 15-24years. Anemia increased 1.47 times in those with children more than 5 compared with female had no children. Anemia increased 1.27 times in low nutritional status compared to normal. Factors contributing to the occurrence of anemia in female workers were age, number of children and nutritional status (OR adjusted 1.53-1.83). Improved nutritional status and increased knowledge of nutritious foods should be attempted to reduce the incidence of anemia. AbstrakAnemia masih merupakan masalah bagi kesehatan masyarakat terutama pada perempuan. Prevalensi anemia di dunia tahun 2010 dilaporkan 32,9%. Analisis lanjut ini bertujuan menentukan faktor yang berperan terhadap anemia pada pekerja perempuan usia produktif di Indonesia. Sumber data adalah Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kriteria sampel: perempuan, status bekerja, umur 15-64 tahun, dan tidak hamil. Variabel terikat adalah anemia berdasarkan pemeriksaan hemoglobin dengan hemocue. Variabel bebas meliputi karakteristik individu, tempat tinggal, riwayat penyakit, kehamilan dan keguguran, dan indeks massa tubuh. Data dianalisis dengan kompleks sampel, tingkat kemaknaan 0,05 dan confidence interval 95%. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 8.612 orang. Anemia meningkat 1,8 dan 1,6 kali pada umur 55-64 tahun dan 45-54 tahun dibandingkan umur 15-24 tahun. Anemia meningkat 1,47 kali pada yang memiliki anak > 5 orang dibandingkan perempuan yang tidak punya anak. Anemia meningkat 1,27 kali pada status gizi kurang dibandingkan status gizi normal. Faktor berperan dalam terjadinya anemia pada pekerja perempuan adalah umur, jumlah anak, dan status gizi (OR adjusted 1,53-1,83). Perbaikan status gizi dan peningkatan pengetahuan tentang makanan bergizi perlu diupayakan untuk menurunkan kejadian anemia.
Full Issue Vol. 28 No. 1 Tahun 2018 Media, Sekretariat
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.8759.

Abstract

Back Matter Vol. 28 No. 1 Tahun 2018 Media, Sekretariat
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v28i1.8760.

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8