cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
PERAN SELF COMPASSION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENGAJAR MUDA DI INDONESIA MENGAJAR Renggani, Atikah Fairuz; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.712 KB)

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerahpedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion.Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiriketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagiandari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran selfcompassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian iniberjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simplerandom sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhanamenunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassionmemiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassionsebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadappsychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja Asari, Putu Cahya Gita; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.544 KB)

Abstract

Motivasi berprestasi adalah keinginan mengalami keberhasilan dan berpartisipasi ke dalam kegiatan, dengan keberhasilan yang bergantung pada upaya dan kemampuan pribadi. Motivasi berprestasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung akan dapat memotivasi diri untuk lebih berprestasi. Begitu pula dengan persaingan antar saudara berperan terhadap motivasi berprestasi, apabila terjadi persaingan antar saudara kandung karena adanya, rasa cemburu sebagai akibat dari perilaku membandingkan oleh orangtua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 12 tahun hingga 21 tahun, sebanyak 137 orang yang dipilih dengan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Berprestasi dengan reliabilitas 0.950, Skala Kecerdasan Emosional dengan reliabilitas 0.931, dan Skala persaingan antar saudara dengan reliabilitas 0.946. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,727 dan koefisien determinasi sebesar 0,528. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara memberikan hubungan yang positif terhadap motivasi berprestasi dan memberikan pengaruh sebesar 52,8% terhadap motivasi berprestasi. Berdasarkan hal tersebut remaja hendaknya belajar mengelola emosi dengan berlatih introspeksi diri beinteraksi ataupun beradaptasi dengan kehidupan sosialnya, serta orangtua dan masyarakat mampu membuat suasana lingkungan yang positif dengan harapan dapat terciptanya motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kecerdasan emosi, motivasi berprestasi, persaingan antar saudara, remaja
GAMBARAN PENERIMAAN IBU DENGAN ANAK AUTISME SERTA PENERAPAN TERHADAP DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN Sudarmintawan, Putu Sonia Insani; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.591 KB)

Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif yang berawal sebelum anak berusia 2,5 tahun yang ditandai dengan masalah dalam kemampuan sosial dan emosional, kekurangan komunikasi, dan adanya tindakan repetitif dan ritualistik. Penerimaan dari orangtua yang memiliki anak dengan autisme diperlukan agar anak dengan autisme mendapat penanganan yang tepat, sehingga prognosis anak dapat membaik. Salah satu penanganan atau terapi yang dapat diberikan bagi anak dengan autisme adalah diet bebas gluten dan kasein. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran penerimaan ibu dengan anak autisme, serta melihat bagaimana penerapan diet bebas gluten dan kasein untuk anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah dua orang ibu yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data terhadap kedua responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah kedua ibu telah menunjukkan penerimaan terhadap anak dengan autisme, namun hanya satu satu orang ibu yang menerapkan diet bebas gluten dan kasein. Perbedaan tersebut akan dijelaskan dalam tiga tema besar penelitian ini, yaitu gambaran penerimaan orangtua dengan anak autisme, penerapan diet bebas gluten dan kasein, dan faktor lain yang mendukung penerapan diet bebas gluten dan kasein. Kata kunci: Penerimaan orangtua, autisme, diet bebas gluten dan kasein
RESILIENSI PEREMPUAN JANDA NYEROD YANG PERNAH MULIH DEHA Paramitha, Ida Ayu Pradnya; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.84 KB)

Abstract

Marriage in Balinese society is closely related to the existing Wangsa in Bali. According to different marriage of Wangsa in Bali, women’s Wangsa will be dropped to follow her husband’s Wangsa which is known as nyerod. Living a family life can’t be separated from household matters that can lead into the end of marriage that can be caused by divorce or death of the husband. For nyerod widow who return back to her bajang house and accepted by the biological family, the status becomes mulih deha. Individuals who have failed in household, some were able to get through stressful situations, but not a little were difficult to pass it. Individuals who are able to respond in a way that is healthy and productive when facing adversity or trauma called resilience. Based on these explanation, this study aim to know the resilience nyerod widow who have hadmulih deha. This study use qualitative research method with case study approach. Respondents in this study are two persons. The techniques of collecting the data were interviews and observation in two nyerod's widow that already mulih deha. Data analysis techniques through three stages, namely open coding, axial coding and selective coding. The results of this study indicated there were occurs twice pressing conditions, breakdown into eight phases, namely adverse events (nyerod), succumbing, survival, adverse events (loss of a spouse), succumbing, survival, recovery, and thriving. Besides that some of internal factors that can support resilient are motivation and hope, from external factors are children, family and social. Keywords: resilience, widow, nyerod, mulih deha
Peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Pratiwi, Ni Putu Padmadita Nanda; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.419 KB)

Abstract

Penyesuaian diri adalah respon mental dan perilaku mahasiswa baru untuk mengatasi dan menyelaraskan kebutuhan, harapan, serta tuntutan yang berasal dari diri sendiri serta dari lingkungan sekitar melalui upaya-upaya tertentu. Penyesuaian diri memfasilitasi mahasiswa baru untuk membentuk dan mempertahankan hubungan yang baik dengan dirinya sendiri serta lingkungannya, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Penyesuaian diri dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 226 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Alat ukur penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional, dan skala motivasi berprestasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,805, nilai koefisien determinasi sebesar 0,648, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,425 dan motivasi berprestasi sebesar 0,437. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi berperan terhadap peningkatan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Kata kunci: Kecerdasan emosional, mahasiswa baru, motivasi berprestasi, penyesuaian diri
Hubungan Antara Work-Life Balance dengan Komitmen Organisasi Perempuan Bali yang Bekerja pada Sektor Formal Rini, Kadek Githa Garsani Pandan; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.992 KB)

Abstract

Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang dapat menampilkan performa kerja yang baik dan berkomitmen terhadap organisasi. Di sisi lain, perempuan Bali di dalam kehidupannya memiliki beberapa peran dan kedudukan, yaitu peran reproduktif, peran sosial, dan peran produktif. Dengan demikian, perempuan Bali yang bekerja membutuhkan adanya work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Bali yang telah berkeluarga yang bekerja pada sektor formal di Kotamadya Denpasar sebanyak 115 orang. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala work-life balance dan skala komitmen organisasi. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan yang positif antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Kata kunci: work-life balance, komitmen organisasi, perempuan Bali, sektor formal
Peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Suardiantari, Luh Nya; Rustika, I Made Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.97 KB)

Abstract

Problem focused coping merupakan usaha yang digunakan individu dalam menyelesaikan masalah dengan berfokus langsung pada masalah yang dihadapi. Problem focused coping dipengaruhi oleh kemampuan mengendalikan diri sehingga inidividu mampu berpikir jernih dan bersikap tenang. Problem focused coping juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan individu untuk dapat menyelesaikan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 97 mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala efikasi diri, dan skala problem focused coping. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,558, nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,311, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi kecerdasan emosional sebesar 0,438, dan koefisien beta terstandarisasi efikasi diri sebesar 0,219. Hasil tersebut menunjukan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap problem focused coping pada Mahasiswa Preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci: Efikasi diri, kecerdasan emosional, mahasiswa, problem focused coping
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI DENPASAR Ningrum, Mira Juwita Surya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.597 KB)

Abstract

Interpersonal communication is a skill to answer all individu needs in positive way in the field of communication. However, interpersonal communication often encountered obstacle, which can be caused by a disease, such as Pulmonary Tuberculosis. Pulmonary Tuberculosis is a direct infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tubercolusis. Pulmonary Tuberculosis patients experience anxiety, fear and shame that inhibit interpersonal communication, in which pulmonary tuberculosis patients are difficult to communicate feeling and thought related to disease experienced. One of the handling method is social support, but the emergence of anxiety, fear, and embarrassment against other individuals, causing the perception of social support from Pulmonary Tuberculosis patients. Based on this background, the researcher propose the issue of whether there is a relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in pulmonary tuberculosis patients in Denpasar. This research is quantitative methods and hypothesis testing was done by using Pearson's Product Moment analysis. Subjects consisted of 83 Pulmonary Tuberculosis patients in Denpasar. Data collection used two scales to measure perception of social support and interpersonal communication skill . Scale’s items have been tested for validity and reliability. Perception of social support scale showed 46 valid items with reliability of 0,957, while interpersonal communication skill scale showed 38 valid items with reliability of 0,926. Based on the data analysis, data is linear and normal , so the Pearson 's Product Moment test can be done. Based on the research results, correlation coefficient between two variables is 0,759 with significance level of 0,000. Thus, it can be concluded that there is a positive relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in patients with pulmonary tuberculosis in Denpasar. Keywords: Perception of Social Support, Interpersonal Communication Skill, Pulmonary Tuberculosis
Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Citra Tubuh terhadap Motivasi Melakukan Olahraga Street Workout dalam Komunitas Semeton Workout Bali (SWB) Adguna, Nanda Wiprayana; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.787 KB)

Abstract

Street workout merupakan olahraga yang sedang berkembang saat ini, olahraga ini melakukan aktivitasnya diluar ruangan dengan menggabungkan latihan bodyweight exercise dan calisthenics. Street workout telah berkembang dari jenis olahraga menjadi sebuah komunitas yang bernama komunitas Semeton Workout Bali (SWB). Kegiatan olahraga yang dilakukan dalam komunitas tersebut cukup berat sehingga memerlukan motivasi yang tinggi untuk dapat bertahan pada jenis olahraga ini. Motivasi merupakan daya pendorong yang menyebabkan individu melakukan suatu aktivitas. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial teman sebaya dapat diperoleh oleh penggiat olahraga street workout berupa pemberian bantuan instrumental, bantuan emosional, dan pemberian informasi oleh sesama penggiat street workout lainnya. Faktor lain yang dapat memengaruhi motivasi adalah faktor internal, yaitu berupa citra tubuh. Citra tubuh merupakan representasi internal seseorang mengenai bentuk tubuhnya, dimana salah satu tujuan penggiat street workout menekuni olahraga tersebut adalah untuk memiliki tampilan tubuh yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Responden penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 42 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik parametrik. Teknik pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi ganda. Penelitian ini menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Dukungan Sosial yang memiliki reliabilitas 0,887, Skala Citra Tubuh yang memiliki reliabilitas 0,891, dan Skala Motivasi dengan nilai reliabilitas sebesar 0,879. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Kata kunci: Dukungan sosial teman sebaya, citra tubuh, motivasi, street workout.
Perbedaan Keterikatan Kerja berdasarkan Generasi Kerja Karyawan pada Perusahaan Berkonsep THK ditinjau dari Etos Kerja Adi, Putu Ratih Puspita; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.285 KB)

Abstract

Perubahan yang paling hangat diperbincangkan di dunia kerja adalah adanya percampuran dan pengelolaan dari tiga generasi kerja karyawan yaitu, generasi Boomers, generasi X, dan generasi Y. Fenomena banyak generasi di dunia kerja tersebut menimbulkan perdebatan mengenai perbedaan etos kerja dan keterikatan kerja diantara generasi kerja karyawan. Adapun peraturan di Bali yang mewajibkan perusahaan yang bergerak pada industri pariwisata untuk menerapkan konsep Tri Hita Karana (THK). Konsep THK merupakan dimensi hidup orang Bali yang menyelaraskan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan pada perusahaan berkonsep THK ditinjau dari etos kerja. Sampel penelitian diambil secara acak dengan metode two-stage cluster sampling hingga mendapatkan 120 sampel dari 10 perusahaan berkonsep THK di Denpasar. Subjek penelitian terdiri dari 34 karyawan dari generasi Boomers (kelahiran tahun 1946-1964), 43 karyawan dari generasi X (kelahiran tahun 1965-1980), dan 43 karyawan dari generasi Y (kelahiran tahun 1981-2000). Instrumen dalam penelitian ini adalah skala keterikatan kerja dan skala etos kerja. Hasil analisis ancova menunjukkan ada perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan ditinjau dari etos kerja. Perbedaan keterikatan kerja dan etos kerja ditinjau dari generasi kerja karyawan menggunakan analisis uji komparasi anova, yang menunjukkan tidak ada perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan di perusahaan berkonsep THK, dan ada perbedaan etos kerja berdasarkan generasi kerja karyawan diperusahaan berkonsep THK. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan fungsional antara keterikatan kerja dan etos kerja. Kata kunci: Keterikatan Kerja, Etos Kerja, Generasi Kerja Karyawan, Perusahaan Berkonsep Tri Hita Karana

Page 9 of 12 | Total Record : 119