cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 02 (2017)" : 20 Documents clear
PROSES PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA BISEKSUAL Mahathanaya, Sayu P.; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.3 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p03

Abstract

Setiap individu memiliki kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang dan penerimaan, oleh karena itu, manusia tidak terlepas dari keinginan untuk mencari pasangan hidup (Atwater, 1983). Dalam melakukan interaksi untuk mencari pasangan hidup, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penilaian individu terhadap orang lain, salah satunya adalah orientasi seksual. Orientasi seksual adalah pola yang unik dari dorongan seksual dan romantis, perilaku, dan identitas yang diekspresikan oleh individu (Lehmiller, 2014). Perbedaan orientasi seksual pada tiap individu dapat mengarahkan individu pada proses pemilihan pasangan yang berbeda, demikian halnya pada biseksual (Lehmiller, 2014). Hasil penelitian Rosario, dkk. (2007) mengungkapkan bahwa biseksual sejati seringkali ditemui pada wanita, khususnya dengan peran sebagai femme. Berbagai konflik yang dialami oleh biseksual akan mengarahkan biseksual pada proses pemilihan pasangan yang cukup kompleks. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai proses pemilihan pasangan pada wanita biseksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tiga orang wanita biseksual dengan taraf biseksualitas yang berbeda, yakni bi-heteroseksual, bi-biseksual, dan bi-homoseksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga fase dalam proses pemilihan pasangan oleh wanita bi-heteroseksual dan bi-homoseksual. Fase tersebut mencakup fase rapport, fase intimacy, dan fase committed relationship. Berbeda dengan kedua tipe wanita tersebut, wanita bi-biseksual hanya melalui dua fase, yaitu fase rapport dan intimacy. Tahapan proses yang terjadi pada tiap fase akan dijelaskan melalui proses pemilihan pasangan yang dijalani oleh wanita biseksual secara lengkap dalam kehidupannya. Kata kunci: proses pemilihan pasangan, wanita, biseksual
PENGARUH YOGA TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD NEGERI DI DENPASAR Wirmayani, Putu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.189 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p20

Abstract

Pendidikan memegang peran yang penting untuk dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya. Ketika belajar di sekolah, konsentrasi belajar menjadi salah satu faktor penentu prestasi belajar anak (Nisa, 2008 & Kintari, 2014). Kemampuan konsentrasi belajar anak pada usia Sekolah Dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana ketika berhadapan dengan system pendidikan yang baik. Menurut Margolis (1990), relaksasi dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Yoga adalah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan da nrelaksasi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pengaruh Yoga terhadap kemampuan konsentrasi belajar anak SD Negeri di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara acak melalui teknik two stages cluster sampling hingga didapat subyek yang berada di kelas IV SD N 1 Padangsambian sebanyak 73 siswa. Tahap penelitian terdiri dari pre-test, perlakuan yoga (untuk kelompok eksperimen), dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner kemampuan konsentrasi belajar yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0.859. Yoga diberikan selama dua kali seminggu selama 8 sesi dengan durasi 1 jam. Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan hasil yang signifikan (t = 2.390; p = 0.011 ? 0.05), yang artinya Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Yoga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri di Denpasar. Kata kunci: Yoga, Kemampuan Konsentrasi Belajar, Siswa SD Negeri
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH PADA SISWA SMP KELAS VII DI KECAMATAN TABANAN Sukasari, Putu Indah; Ari Wilani, Ni Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.711 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p08

Abstract

Penyesuaian diri di sekolah adalah kemampuan individu dalam menghadapi perubahan pada lingkungan sekolah yang baru dan di dalamnya terdapat usaha untuk mencapai hubungan harmonis antara tuntutan lingkungan sekolah yang baru dengan tuntutan yang berasal dari dalam diri individu. Penyesuaian diri di sekolah dipengaruhi oleh faktor lingkungan teman sebaya dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah pada siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan yang diwakili oleh SMP Negeri 1 Tabanan sebanyak 308 subjek. Metode pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri di sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan F=77,030; dengan signifikansi 0,000 (p<0,05) hal ini berarti bahwa dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri di sekolah. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,336 artinya sumbangan efektif dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah sebesar 33,6% sedangkan sisanya sebesar 66,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, konsep diri, penyesuaian diri di sekolah, siswa SMP kelas VII
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI DALAM PERILAKU BELANJA ONLINE Mustika, Winda Febri; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.004 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p13

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar pada masyarakat dewasa ini. Hanya dengan akses internet, melalui media web ataupun telepon genggam individu sudah dapat melakukan pembelanjaan dimana saja. Hal ini menjadikan para pelaku pasar memilih media internet sebagai media yang baik. Jumlah pengunjung toko online di Indonesia dapat mencapai 73% per hari, dengan masing-masing konsumen 65% wanita dan 35% kaum pria. Ini membuktikan bahwa belanja online mendapat perhatian yang lebih oleh masyarakat khususnya perempuan. Terkait dengan remaja putri, perilaku belanja online menjadi hal yang menarik karena perdagangan melalui media online tidak hanya berupa toko online melainkan merambah pada jejaring sosial. Mengingat sebagian besar remaja putri merupakan pengguna aktif jejaring sosial, menjadikan remaja putri terbiasa melakukan perilaku belanja online. Hal ini tidak terlepas dari adanya kasus penipuan yang marak terjadi berkedok toko online. Tidak sedikit remaja yang pernah mengalami kasus penipuan pada belanja online. Akan tetapi perilaku belanja online pada remaja putri tidak menurun dan semakin meingkat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat gambaran pengambilan keputusan dalam perilaku belanja online pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian melibatkan lima orang remaja putri yang memiliki pengalaman buruk terhadap pembelanjaan secara online. Penggalian data dilakukan dengan teknik wawancara dengan preliminary study sebelumnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gambaran pengambilan keputusan membeli remaja putri melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut berupa pengenalan masalah akan kebutuhan, pencarian informasi terkait toko serta barang yang akan di beli, mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam pembelian, keputusan akhir untuk membeli dan perilaku pasca pembelian. Temuan lain yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi remaja putri dalam memilih media online sebagai media belanja adalah adanya kesenangan. Remaja putri yang melakukan belanja online merupakan konsumen dengan tipe recreation buyer, yang mana perilaku membeli yang terjadi lebih kepada proses dari pada barang yang akan dibeli. Kata kunci: Remaja putri, pengambilan keputusan, perilaku konsumen, belanja online
MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN OLEH ORANGTUA PADA MASA ANAK-ANAK Yoela, Yemima; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.523 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p16

Abstract

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Keluarga Berencana (KB) dan Perlindungan Perempuan (PP) Kota Denpasar, terdapat 148 kasus kekerasan pada tahun 2013, 143 kasus pada tahun 2014 dan 116 kasus di tahun 2015 (sampai bulan Oktober 2015). Sebanyak 80 persen kekerasan yang menimpa anak-anak dilakukan oleh keluarga, termasuk orangtua. Kekerasan yang dialami akan menimbulkan berbagai macam dampak yang terbawa hingga anak tersebut dewasa, seperti harga diri rendah, mengalami depresi pada masa dewasa, masalah dalam membina hubungan dengan orang lain, agresivitas, dan lain-lain. Kekerasan yang terjadi juga dapat merusak hubungan antara orangtua dengan anak. Salah satu cara agar individu dapat mengalami pemulihan dari dampak-dampak tersebut dan mengembalikan hubungan dengan pelaku adalah dengan memaafkan, yaitu kesediaan individu untuk melepaskan haknya untuk membalas, memberikan penilaian negatif dan menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap pihak yang melakukan kesalahan, merespons dengan belas kasihan, kemurahan hati serta kasih terhadap orang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses memaafkan perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan oleh orangtua pada masa anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang perempuan dewasa muda yang sudah memaafkan orangtuanya, beserta satu significant others dari masing-masing responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Kategori I: Kekerasan yang Dialami (bentuk kekerasan: emosional/psikis, penelantaran dan fisik, dan dampak kekerasan: diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial) dan Kategori II: Proses Memaafkan (fase menyadari kemarahan, fase memutuskan untuk memaafkan, fase berusaha untuk memaafkan dan fase mendalami). Kekerasan yang dialami ketiga responden, yaitu psikis, penelantaran dan fisik menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan masing-masing responden, kemudian ketiganya memutuskan untuk memaafkan orangtua yang melakukan kekerasan setelah menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni dan menginginkan ketiga responden untuk memaafkan. Proses memaafkan tersebut juga dibantu oleh komunitas yang mendorong ketiga responden untuk memaafkan. Kata Kunci: memaafkan, kekerasan pada anak, perempuan dewasa muda.
KONSEP SEHAT DAN SAKIT PADA INDIVIDU DENGAN UROLITHIASIS (KENCING BATU) DI KABUPATEN KLUNGKUNG, BALI Krisna Triyono, Samuel Dwi; K. Herdiyanto, Yohanes
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.019 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p04

Abstract

Pada era globalisasi ini, dengan perkembangan pengobatan medis yang semakin maju, masih banyak dari masyarakat yang tetap menggunakan pengobatan tradisional, yang dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Menurut Asimo (1995) penggunaan pengobatan tradisional tidak terlepas dari ketidakpuasan terhadap pengobatan medis. Hal ini juga terlihat pada masyarakat Bali yang masih banyak menggunakan pengobatan tradisional. Gagasan tersebut didukung dengan pre-eliminary study yang menunjukan adanya ketergantungan terhadap pengobatan tradisional yang mengakibatkan keterlambatan pengobatan medis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden yang digunakan pada penelitian ini merupakan salah seorang kepala keluarga dengan kasus keterlambatan pengobatan medis, dengan dua orang informan untuk memperkuat data penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konsep sehat dan sakit pada responden penelitian dipengaruhi oleh; 1) faktor biologis yakni pemahaman terhadap kondisi fisiologisnya; 2) faktor psikologis yang mempengaruhi responden terhadap konsep sehat dan sakitnya dan cara yang dilakukan untuk menjaga kesehatannya; 3) faktor sosial yakni pengaruh masyarakat dan keluarga terhadap konsep sehat dan sakitnya. Health seeking behavior responden terbentuk, karena dipengaruhi oleh perilaku yang dibentuk berdasarkan pengetahuan dan sikap responden serta health system model yang terdiri dari karakteristik predisposisi, karakteristik pendukung, dan karakteristik kebutuhan yang juga dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, serta sosialnya. Berdasarkan hasil temuan tersebut didapatkan bahwa health seeking behavior responden dalam menggunakan pengobatan usada dan juga medis dipengaruhi oleh konsep sehat dan sakit yang dimilikinya. Kata Kunci: konsep sehat dan sakit, health seeking behavior, health system model
CITRA TUBUH PADA REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA YANG MENEMPUH PENDIDIKAN DI SEKOLAH UMUM Prima Dewi, I Gusti Ayu Jayanthi; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.268 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p09

Abstract

Pada saat remaja mengalami masa pubertas, remaja cenderung fokus pada bentuk tubuhnya dan memiliki keyakinan deskriptif dan evaluatif terkait dengan penampilan yang disebut dengan citra tubuh. Setiap remaja pasti menginginkan tubuh yang sempurna, namun terdapat remaja yang tidak mendapatkan tubuh sempurna karena memiliki keterbatasan fisik, seperti yang dialami oleh penyandang tunadaksa. Remaja penyandang tunadaksa akan menemukan permasalahan ketika bersekolah di sekolah umum yang akan berpengaruh terhadap citra tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor yang memengaruhi citra tubuh pada remaja penyandang tunadaksa yang menempuh pendidikan di sekolah umum. Wawancara dan observasi dilakukan pada tiga orang remaja penyandang tunadaksa yang menempuh pendidikan di sekolah umum, serta kepada significant others dari masing-masing responden. Hasil yang diperoleh setelah menganalisis data dengan teknik theoretical coding dan Model Miles dan Huberman, antara lain terdapat remaja penyandang tunadaksa yang memiliki citra tubuh negatif dan ada yang memiliki citra tubuh yang lebih positif. Remaja penyandang tunadaksa dengan citra tubuh negatif mempersepsikan tubuhnya kurang ideal, berpikiran negatif, malu, menghindar dari situasi tertentu, tidak terlalu puas dengan bentuk tubuhnya, serta ingin bisa berjalan. Remaja penyandang tunadaksa dengan citra tubuh yang lebih positif memiliki pikiran yang lebih positif, percaya diri, senang berkegiatan di luar rumah, mau memulai pertemanan, dan bersyukur atas apa yang telah dimiliki, walaupun masih menginginkan tubuh yang berotot. Hal tersebut dipengaruhi oleh bagaimana perlakukan orang disekitar, keberadaan orang dengan kondisi yang sama, beryukur atau tidaknya atas kondisi yang dimiliki saat ini, kondisi tunadaksa yang dialami sejak atau setelah masa kanak-kanak, serta dukungan dari orangtua. Kata kunci: tunadaksa, sekolah umum, citra tubuh, remaja
PEREMPUAN HINDU-BALI YANG NYEROD DALAM MELAKUKAN PENYESUAIAN DIRI Mahardini, Ni Made Dwi; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.126 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p14

Abstract

Bali merupakan pulau yang memiliki warisan budaya leluhur yang beragam, salah satu warisan leluhur yang saat ini masih menjadi fenomena tersendiri dalam masyarakat Hindu di Bali adalah adanya sistem kasta, kasta adalah stratifikasi masyarakat India pada jaman dahulu, kasta di India membeda-bedakan harkat dan martabat manusia berdasarkan keturunan (Wiana & Santeri, 1993). Kasta hingga saat ini menjadi beban tersediri bagi perempuan Bali yang menyandang kasta tinggi dalam memilih pasangan, ketika perempuan dari kasta tinggi atau triwangsa menikah dengan laki-laki dari kasta yang paling rendah atau sudra wangsa atau yang disebut dengan perkawinan nyerod, beban dan diskriminasi yang dialami akan tampak beragam (Karmini, 2013). Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penyesuaian yang dilakukan perempuan Hindu di masyarakat Bali dalam menjalani peran sebagai perempuan nyerod. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan responden sebanyak 3 orang perempuan Hindu-Bali yang menjalani perkawinan nyerod, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in depth-interview. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam melakukan penyesuaian diri para perempuan Hindu-Bali yang nyerod dibagi menjadi lima aspek penyesuaian diri, antara lain: penyesuaian diri pribadi dilakukan dalam konteks hubungan dengan suami, pnyesuaian sosial dengan keluarga responden dilakukan dengan tetap berusaha menjalin hubungan baik, penyesuaian sosial dengan keluarga suami dilakukan dengan berusaha menerima dan bersikap baik, penyesuaian sosial dengan masyarakat dengan melakukan rasionalisasi, dan harapan yang masih ingin dicapai tidak ada karena sudah merasa bahagia dan tidak merasakan diskriminasi lagi. Kata kunci: Kasta, Nyerod, Penyesuaian diri, Perempuan Bali
FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA DI DENPASAR Auliani, Rizka; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.967 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p17

Abstract

Saat ini industri pariwisata sedang berkembang karena adanya tren perjalanan pada masyarakat. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan menyebabkan meningkatnya persaingan pada industri pariwisata. Pesatnya perkembangan perusahaan perjalanan wisata saat ini tentunya harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih baik dan profesional. Sebagai suatu industri, perusahaan perjalanan wisata memiliki sumber daya manusia atau karyawan untuk mencapai tujuan perusahaannya. Salah satu cara adalah dengan mensejahterakan karyawan sebagai penggerak perusahaan, yaitu mengetahui faktor kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau bangga seseorang terhadap pekerjaannya berdasarkan persepsi masing-masing individu dan perasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor kepuasan kerja pada karyawan perusahaan perjalanan wisata di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 118 karyawan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang disusun berdasarkan teori kepuasan kerja dari Wexley dan Yukl (1984). Hasil dari uji eksploratori faktor analisis menunjukkan terdapat sembilan faktor kepuasan kerja, yaitu faktor kelompok kerja, faktor kondisi fisik tempat kerja, faktor kompensasi, faktor promosi, faktor dukungan dari atasan, faktor pekerjaan yang menantang, faktor jabatan, faktor gaya kepemimpinan, dan faktor disiplin kerja. Kata kunci: industri pariwisata, tren perjalanan, kepuasan kerja, eksploratori faktor analisis
KONSEP DIRI GAY YANG COMING OUT Asmara, Kadek Yoga; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.226 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p05

Abstract

Homoseksual di Indonesia, khususnya gay semakin lama semakin menunjukkan keberadaannya. Gay adalah seorang laki-laki yang memiliki ketertarikan baik secara fisik dan emosional kepada laki-laki lainnya (Huegel, 2011). Masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi budaya ketimuran memandang homoseksual sebagai fenomena yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat. Hal tersebut membuat sebagian besar gay memilih untuk menyembunyikan identitas seksualnya. Pada kenyataannya, beberapa gay justru berani mengungkapkan identitas seksualnya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pengungkapan identitas tersebut dikenal dengan istilah coming out (Berger, 1996). Gay yang coming out pada umumnya akan mengalami berbagai penolakan, terutama dari lingkungan sosial yang kurang menerima homoseksualitas (Evans & Broido, 1999). Menurut Burn (1993), umpan balik dari lingkungan merupakan faktor yang dapat memengaruhi pembentukan konsep diri pada individu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai konsep diri gay yang coming out. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tiga gay yang coming out. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umpan balik negatif dari lingkungan dapat membentuk konsep diri yang negatif pada individu. Begitu juga sebaliknya, individu gay membentuk konsep diri yang positif ketika lingkungannya memberikan umpan balik yang juga positif. Temuan lainnya menunjukkan bahwa umpan balik yang diterima individu dari orang yang tidak penting dalam kehidupannya tidak memengaruhi individu dalam membentuk konsep dirinya. Kata kunci: Konsep diri, gay, coming out.

Page 2 of 2 | Total Record : 20