cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas" : 15 Documents clear
The Acceptability Humor Translation of English to Indonesian in The Movie Penguins of Madagascar: Discover Their Untold Story Thanksgiving Nufus, Dede Zahrotun
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.83 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3749

Abstract

AbtraksPenelitian ini membahas tentang keberterimaan penerjemahan humor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penerjemahan humor dan keberterimaan bahasanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan penelitian yang objektif. Adapun instrumen yang digunakan untuk memeroleh data adalah dengan menggunakan intrumen peneliti sendiri sebagai alat pengumpul datanya. Misalnya dengan menonton film yang memiliki subtitle bahasa Inggris dan film yang bersubtitle bahasa Indonesia. Kemudian mengklasifikasi jenis-jenis humor yang sudah ditandai. Selanjutnya peneliti menjelaskannya berdasarkan konsep keberterimaan yang diajukan oleh Nababan, parameter penilaian keberterimaan suatu terjemahan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis humor, seperti humor budaya, humor universal, dan humor linguistik. Dari ketiga jenis humor tersebut, jenis humor budaya lebih sering ditemukan atau muncul dalam penerjemahan subtitle film tersebut.---AbstractThe research discusses about the acceptability of humor translation. The analysis is aimed to identify the types of humor translation and its acceptability in target language. The researcher uses qualitative descriptive method to  get the  objective of the research. In order to get the valid data the researcher employs herself to collect the data;   by   watching   the   movie   both   in   English   and   Indonesian   version, understanding and marking the humor that appear in the movie, classifying the types of humor and describing the acceptability of humor which is translated from source   language   into    target   language   base   on   Nababan’s   parameter   of acceptability rates assessment theory. Findings of the research show that: first, three types of humor are found in the movie  Penguins of Madagascar linguistic humor, cultural humor, and universal humor; second, the most frequently types found is cultural humor; third, based on the result of translation version is acceptable.
Maulid dalam Perspektif Sosiologi Agama Derani, Saidun
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3755

Abstract

AbstrakDalam menjelaskan tentang berbagai aktivitas keagamaan agama selalu dikaitkan dengan aspek-aspek sosiologis. Hal ini karena agama  dapat menjadi focus social yang memunculkan berbagai sudut pandang masyarakat. Praktek keagamaan sering menjadi perilaku yang diistimewakan masyarakat yang melakukannya, sebagai contoh dalam kajian ini adalah praktek mauled nabi Muhammad saw. Artikel ini mengangkat tentang isu praktek mauled nabi yang dikaitkan dengan keberadaan praktek mauled pada nabi lainnya selain nabi Muhammad saw. Berdasarkan kajian sosiologi makna maulid di sini adalah lebih kepada peringatan kelahiran nabi Muhammad Saw yang telah menjadi tradisi dalam suatu masyarakat, daerah dan negara tertentu, Dengan demikian perayaan maulid nabi Muhammad saw yang dilakukan oleh masyarakat muslim sangat terkait dengan dimensi keagamaan sehingga Nampak tidak bisa dipisahkan dengan pranata-pranta social yang meliputi nilai dan norma agama.---AbstrakIn explaining abaout several kinds of religious activities, it is usually related to sociological aspects. Because religion can be social focus emerging several point of views from societies. Religious practices often triger a certain attitude for people who perform them. Lets take a look at the example in this article about the prophet mauleed (birth), Muhammad SAW. This article discusses about practical isue of mauleed related to another prophets’ birth. Based on the sociological analysis what we meant by mauleed is tends to be something like a memorial of prophet Muhammad’s birth as it has been adopted social tradition in many regions and countries. Therefore, the celebration of prophet Muhammad’s birth done by moslems is very much often influenched by religious dimension. So, it seems that it can not be sparated by social infrastructure covering values and religious norms.
Islam dalam Jagad Pikir Melayu Junaidi Junaidi
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3745

Abstract

Abstrak Agama dan kebudayaan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Adakalanya agama dipengaruhi kebudayaan atau sebaliknya kebudayaan yang dipengaruhi agama. Masuknya Islam ke tanah Melayu memberikan pengaruh terhadap corak kebudayaan dan pemikiran Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai Islam yang terdapat dalam teks Tunjuk Ajar Melayu dengan menggunakan pendekatan strukturalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Tunjuk Ajar Melayu terdapat nasihat, pesan, pikiran dan gagasan untuk memegang teguh Islam dalam kehidupan orang Melayu. Dalam Tunjuk Ajar Melayu diungkapkan  posisi adat dan syarak, Islam sebagai identitas orang Melayu, anjuran bertakwa kepada Allah, Islam untuk pembentukkan karakter anak dan persiapan menuju akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam sangat berpengaruh dalam pembentukan pemikiran Melayu sehingga Islam dianggap sebagai identitas utama orang Melayu. --- Abstract Religion and culture are important in human life. Sometimes, a religion is influenced by culture or in any case culture is influenced by religion. The coming of Islam to Malay land influenced on the characteristic of Malay culture and minds. This research aims to analyze the Islamic values on text of “Tunjuk Ajar Melayu” by using structuralis approach. Findings of research show that “Tunjuk Ajar Melayu” consist of advices, messages, thoughs, and ideas to keep Islam in the life of Malay people. It expresses the position of “adat” and “syarak”, Islam as identity of Malay people, messages of devoting to Allah, Islam to build the children character and preparation toward hereafter. This research concludes Islam greatly influences in building Malay culture and minds, and therefore Islam is regarded as main identity for Malay people.
جبران خليل جبران في تطوير الأدب العربي الحديث كرلينا هلمانيتا
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.733 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3748

Abstract

AbstrakJubran Khalil Jubran (1883-1931) adalah seorang tokoh sastra Arab Modern. Namun karena ia tinggal di perantauan Amerika, akulturasi budaya dirinya pun terjadi, sesuai tradisinya di Barat, ia hanya menggunakan dua suku kata yaitu Khalil Jubran. Akan tetapi orang Amerika kesulitan melafalkan huruf kha ( خ) dari nama Khalil ( خليل ), maka lafalnya kemudian menjadi Kahlil. Transliterasi ini keliru dan tidak ada nama Arab yang ditulis sebagai Kahlil ) كهليل ). Namun Khalil menggunakannya untuk memberi kemudahan masyarakat menyebut namanya tanpa kesulitan. Sedangkan perubahan nama Jubran menjadi Gibran terjadi karena proses peralihan dialek. Diantara kontribusi sastra Arab yang sempat ia berikan adalah memperkaya keragaman sastra dengan puisi dan prosa liriknya, menyebarkan aliran simbolik dan mengangkat suara-suara kemanusiaan yang terzhalimi. Melalui karya itulah ia menyuarakan rasa cinta dan kerinduannya akan keadilan sejati sampai akhir hayatnya---Jubran Khalil Jubran(1883-1931)was a prominent figure in modern Arabic literature. According to the West tradition, he only uses two syllables, namely Khalil Jubran. Bu tthe Americans difficulty pronouncing the letter kha ( خ) of the name Khalil ( خليل ), then the pronunciation then becomes Kahlil. Actually, transliteration is wrong and there are no Arabic names are written as Kahlil ( كهليل ). But Khalil used it to ease the public naming him without any difficulties. Meanwhile, the name of Jubran changes to Gibran because of transitioning dialect. Among his contributions to the Arabic literary are enrich the diversity of literature with poetry and prose lyrics, spreading flow of symbolic and voicing of oppressed people. Through his work, he voiced a sense of love and longing for true justice until his death.
The Influence of Shari’ah Inspired Regulations on The Life of The Community in Tangerang Kamil, Sukron
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.685 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3754

Abstract

AbtraksPenelitian ini membahas tentang penelitian yang diadakan oleh pusat kajian agamadan budaya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap beberapa nuansa syariah hukum Islam di kota Tangerang. Masalah hukum yang menjadi pertanyaan dalam pelarangan prostitusi (no 8/2005), hukum perkawinan sebagaimana yang tercantum dalam kompilasi hukum Islam (KHI), dan peraturan agama termasuk keputusan mengenai aliran Ahmadiyah. Hasil temuan penelitian menyatakan bahwa secara hukum dianggap tidak saja memberi dampak negatif, namun juga positif. Peraturan keagamaan secara umum cenderung melanggar kebebasan beragama dan bahkan mengancam kebebasan akademik, khususnya isu mengenai. Keputusan bersama menteri telah memengaruhi bentuk forum kerukunan umat beragama (FKUB), mengalami deskriminasi, misalnya tentang konstruksi penempatan tempat-tempat ibadah bagi para pemeluk agama minoritas. Perda no.8/2005 mengenai prostitusi di kota tangerang tidak saja berdampak pada penurunan prostitusi, namun juga berakibat pada masalah pelanggaran hak-hak perempuan (mereka saat ini tidak berani keluar rumah setelah jam 10 malam) dan kebebasan berpendapat. Meskipun draf hukum telah dimusyawarahkan dengan tokoh masyarakat.---AbstractThe presentation will discuss the findings of a research that was carried out by the Center for the Study of Religion and Culture of the State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta on several Shariah-nuanced bylaws of Tangerang City (which was funded by Respect). The bylaws in question are those on the Prohibition of Prostitution (no 8/2005), the Marriage Law as stipulated in the Compilation of Islamic Law (KHI), and regulations on religion including the decree concerning the Ahmadiyah. The main findings of the research are that the bylaws have negative but also positive impacts. The joint Ministerial Decree has been influential in the formation of the Forum Kerukunan Umat Beragama FKBU, Forum for Religious Harmony) but has been discriminatorial in matters such as the construction of places for religious worship for adherents of minority religions. The Perda No. 8/2005 on prostitution in the City of Tangerang has indeed resulted in reducing prostitution but has also resulted in the violation of women’s civil rights (they are now afraid to be active outside the house after 10 o’clock at night) and their freedom of expression and academic freedom. Although the draft of the bylaw was discussed with figures in society, the law was socialized in a top-down manner.
Teori Formalisme – Balaghah Fatulloh Saleh
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.281 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3753

Abstract

 Salah satu faham yang memandang karya sastra hanya dari segi intrinsiknya saja adalah kaum formalisme. Mereka memandang bahwa karya sastra adalah karya yang berdiri sendiri terbebas dari pengaruh dari luar karya itu sendiri. Karya sastra terbebas dari faktor sejarah, biografi pengarang, konteks sejarah yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra. Dalam istilah kesusastraan Arab, mungkin  untuk menganalisis suatu karya sastra dari segi intrinsiknya saja adalah suatu cabang  ilmu yang saat ini kita dengan balaghah. Ilmu balaghah sendiri terdiri dari tiga jenis ilmu yang berbeda, yaitu: ilmu ma’aniy, ilmu bayan dan ilmu badi’. Tentang formalisme dan balaghah yang nanti akan dicoba untuk dijelaskan dalam tulisan ini. Data diperoleh melalui penelusuran pustaka dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan pendekatan deskriptif analitis---abstractOne of the approach in doing a literary work can be done through its instrinsic elements is formalisme community. They believe that a literary work that is not depended on the exterinsic elements.na literary work sould be independence from the historic factors, author’s biography, historical context produced the a litetrary work. In Arabic literary work, perhaps to analyse a literary work from its instrinsic elements is a branch of knowledge of languistics. A linguistics itself consists of threedifferents kinds of knowledge: ma’anic knowledge, bayan, and badi. Formalism and linguistics which will be explained in this article is obtained from tracing library and docuentation, then will be analysed through descriptive analysis.
Fenomenologi Sejarah Nuswantara Herman Sinung Janutama
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.429 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3743

Abstract

AbstrakTulisan ini mencoba mengemukakan mengenai hakikat kebudayaan Nuswantara dalam kaitannya dengan Islam sebagai rahmatan lil ngalamin . Upaya te9rsebut dilakukan dengan menggunakan beberapa macam pendekatan: pendekatan historis, semiotik, dan feminis;sehingga dapat menemukan fakta baru yang sebelumnya belum pernah mengemuka. Pendekatan historis memperhatikan literatur-literatur berbagai bangsa yang terindikasi pernah melakukan interaksi dengan Nuswantara seperti bangsa Semit (dalam hal ini Arab), Cina, dan Asian Selatan. Pendekatan tersebut berhasil menunjukkan adanya keterpengaruhan budaya-budaya lokal di beberapa wilayah di Nuswantara oleh budaya bangsa- bangsa asing itu yang dibagi ke dalam tiga pola: Pola Aceh-Sumatera (PAS) yang didominasi budaya Arab, Pola Sulawesi- Maluku (PSM) yang didominasi Arab-Cina, dan Pola Pulau Jawa (PPJ) yang menyatukan budaya Arab, Cina, dan Asia Selatan. Pendekatan Semiotik menggali simbol-simbol yang muncul dari interaksi antara bangsa tersebut sehinga ditemukan fakta bahwa simbol-simbol yang ada seperti Sanskerta dan Cina merupakan simbol transmisi sistem petanda Islam. Pendekatan feminisme mengupas berbagai macam fenomena dalam kebudayaan Nuswantara dari sudut feminim- maskulin. Pendekatan ini berhasil mengukuhkan bahwa Islam sebagai rahmatan lil ngalamin terjewantahkan dalam jiwa masyarakat Nuswantara yang memuliakan olah-rasa sebagai ekslporasi kenyataan feminitasnya.---AbstractThis paper tries to present the cultural fact of Nuswantara in relation to Islam as rahmatan lil ngalamin.This effort is done by using several kinds of approaches: historical approach, semiotic, and feminist; so that it can find new facts that had previously not been shown.The historical approach notice the literatures of many races which had a interaction with Nuswantara such as Semitic race (in this case Arabic race), Chinese, and South Asian.The results showed the presence of various local cultures influenced by foreign nations culture that is divided into three patterns: Pattern Aceh-Sumatra (PAS), which is dominated by Arab culture, patterns of Sulawesi-Maluku (PSM), which is dominated by Arab-Chinese, and Patterns Java (RPM) that combines these culture: Arabic, Chinese, and South Asia. Semiotic approach excavates symbols emerge from the interaction between the races which discovers the fact that symbols of Sanskrit and Chinese are symbols of Islam transmission system. Feminism approach  analyzes a wide range of phenomena which is showing in Nuswantara cultur on feminine-masculine view. This approach works to strengthen that Islam as rahmatan lil ngalamin shows in Nuswantara people that honor the soul-felt as a exploration of their feminities.
Hasrat Komoditas di Ruang Urban Jakarta : Sebuah Kajian Budaya Ida Rosida
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.629 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3746

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji perilaku konsumsi masyarakat urban Jakarta yang dilihat dari sudut pandang kajian budaya. Kajian ini penting karena adanya konsumsi komoditas tiada batas dimana masyarakat urban Jakarta tak mampu menggunakan pikirannya secara tepat untuk memutuskan apa yang harus dan tak harus dikonsumsi. Arus kapitalisme budaya yang berkembang pada era posmodern telah memicu persoalan pada perilaku konsumsi masyarakat yang sengaja dikonstruksi sedemikian rupa sehingga perilaku konsumsi setiap individu dinilai alamiah. Pada kenyataannya, hal tersebut disebabkan oleh kesadaran palsu (false consciousness) yang ditanamkan dalam pikiran manusia melalui ideologi kapitalisme yang berkembang dalam budaya konsumen Indonesia. Kesadaran palsu bukanlah ketidakmampuan pikiran manusia untuk membedakan yang benar atau salah, tetapi kesadaran tersebut dipalsukan oleh mekanisme tertentu, sehingga manusia menyerap informasi yang salah terhadap sebuah realitas.---AbstractThe article investigates consumerism as a life style of Jakarta urban society through a cultural studies view. This study is important due to the fact that Jakarta urban society keep consuming commodities without any consideration on what should and shouldn’t be consumed. The development of cultural capitalism in postmodern era has led to a serious problem on how consumer behaviour is intentionally constructed in a such way and seems to be natural. In fact, this is caused by a false consciousness which is placed in the human mind through capitalism in Indonesia consumer culture. False consciousness in not defined as a disability of human mind to distinguish right and false, but the consciousness is counterfeited by a certain mechanism, so that human reserves wicked  information through a reality.
Bride and Prejudice sebagai Film Transnasional dan Heritage Elve Oktafiyani
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.354 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3752

Abstract

AbstrakFokus penelitian ini adalah membuktikan film Bride and Prejudice sebagai film bergenre transnasional dan heritage. Melalui proses produksi serta naratif film, ditemukan ciri-ciri film transnasional dan heritage pada Bride and Prejudice. Genre tersebut menjadi alat yang digunakan Gurinder Chadha untuk memperkenalkan India pada penonton universal, serta menjadi media penetrasi budaya India ke dunia internasional.---AbstrackThis research focuses on prooving the evidences from the Bride and Prejudice films categorized as transnational and herritage genre. Through the production proses as well as film narrative, both films having characteristics as transnational and herritage film. The genre becomes the instruments to use Gurinder Chada to introduce India to the universal viewers, and become the media to penetrating Indian culture into the world.
Budaya Pangan Anak Singkong dalam Himpitan Modernisasi Pangan : Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat Amir Fadhilah
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.295 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3742

Abstract

Abstrak Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasi pangan dari budaya luar.---Abstract Perspective view of food culture is not something that is seen solely associated with physiological and biological aspects of humans but thoroughly absorbed in a system of food culture. Culture system of food (food) includes production, distribution, and consumption of food in it the fulfillment of human needs-implied-primary, social, and culture in order to sustain life and improve the well-being of self, family, and community, local food-based culinary tradition is forms of local knowledge as a picture of life patterns that can deliver a collective identity and social representation in conceptualizing food culture,  the social function  of food in the middle  of the crush and modernization of food from foreign cultures.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue