cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas" : 12 Documents clear
Dinamika Penerjemahan Sastra: South of The Slot Bani Nabirah Supardi
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.483 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5415

Abstract

Abstract Literary work is an art of language that has function to communicate someone’s idea, feeling, emotion, and soul as a reflection of life. It is nonetheless complicated, since the literary work creation is very personal. Besides requiring creativity and sensitivity, the writer of a literary work also needs to have a wide cultural knowledge and master both languages structure, source and target language. Therefore, a translator as the mediator to convey a message from source language into a target language has significant role. On the one hand, a translator is demanded to keep the source language style and structure of the writer’s source language; on the other hand, a translator is also demanded to convey the readable and acceptable message from the source language into the readers’ target language who have different language and culture. Based on that reasons, this study is aiming at knowing the style and method of translation (formal and dynamic) done by the university students of translation studies. This study uses descriptive-comparative qualitative method. The result of the study is expected to give contribution, especially to improve the quality of translation studies under the Language and Literature Department of Adab and Humanities Faculty of Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta.---AbstrakSastra merupakan karya seni bahasa dan alat komunikasi untuk menggambarkan suasana batin, pikiran, perasaan, emosi, imajinasi, dan realitas kehidupan. Untuk menghasilkan sebuah karya sastra tentunya bukanlah suatu hal yang mudah. Proses pembuatan karya sastra yang sangat rumit dan bersifat pribadi menuntut seorang penerjemah sastra memiliki kepekaan rasa dan kreatifitas yang tinggi, memiliki pengetahuan yang luas tentang budaya dan bahasa; Terlebih lagi jika bahasa atau budaya bahasa sumber dan sasarannya sangat jauh berbeda. Dengan demikian, seorang penerjemah sebagai pengalih bahasa dan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, sejatinya memiliki tugas yang sangat berat. Di satu sisi, ia dituntut menjaga gaya dan bahasa sastra yang ingin disampaikan oleh penulis bahasa sumber; Di sisi lain, ia harus bisa menyampaikan pesan/maksud penulis bahasa sumber kepada pembaca yang berbeda latarbelakang bahasa dan budaya. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa dan metode penerjemahan formal dan dinamis dari hasil terjemahan sastra mahasiswa semester enam dalam menerjemahkan teks sastra South of The Slot. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, terutama, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran penerjemahan sastra pada mahasiswa yang memilih konsentrasi penerjemahan di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.DOI : 10.15408/bat.v23i2.5415
Kebijakan Politik Mustafa Kemal Ataturk terhadap Suku Kurdi di Turki 1923-1938 M ela hikmah hayati
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.704 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6374

Abstract

AbstractThis study answered a question why Mustafa Kemal Ataturk’s administration set a policy against the Kurds in Turkey in 1923-1938 M. To answer these questions, the author delves myriads of written sources using political approaches. The analysis of this study finds that the enactment of policies towards the Kurds in turkey due to the gap ideology and religion were very strong between the Kurds and the Mustafa Kemal Ataturk’s administration. That can inhibit the existence of ethnic Kurds, either in the areas of social, economic, religious, cultural or political. This study also finds when a tribe and nation hampered its existence, they would do such riots, either physical (as do the military war, war bombs) or non-physical (such as a demonstration of a written or unwritten through social media, magazines, newspapers, articles, etc.), to people in power. Thus people who mastered feel deep discrimination and consequently the controlled and controlling equally get the loss. ---Abstrak Studi ini menjawab sebuah pertanyaan yaitu mengapa Pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk membuat sebuah kebijakan melawan orang-orang Kurdi di Turki pada 1923-1938 M. Untuk menjawab pertanyaan ini, penulis menganalisis banyak sumber-sumber tertulis menggunakan pendekatan-pendekatan politik. Analisis dari studi ini menemukan bahwa pemberlakuan kebijakan terhadap orang-orang Kurdi di Turki terkait dengan gap ideologi dan agama sangatlah kuat antara orang-orang Kurdi dan Pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk. Hal ini bisa mengancam eksistensi etnis Kurdi, baik dalam tataran sosial, ekonomi, agama, budaya, maupun politik. Studi ini pun menemukan ketika sebuah suku dan bangsa berada di ujung tanduk, mereka akan melakukan semacam pemberontakan, baik secara fisik (perang militer, perang bom) atau non fisik (demonstrasi tertulis atau tidak tertulis lewat media sosial, majalah-majalah, Koran-koran, artikel-artikel dan lain sebagainya), kepada mereka yang sedang berkuasa. Kemudian, orang-orang yang dikuasainya merasakan adanya diskriminasi yang mendalam dan akibatnya orang yang dikuasai dan yang menguasai sama-sama mendapatkan kerugian.DOI : 10.15408/bat.v23i2.6374
Perubahan Makna Kata Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Inggris pada Istilah Ekonomi Tatu Siti Rohbiah
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.536 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan makna kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Inggris pada bidang ekonomi. Penelitian ini dapat memberi gambaran secara jelas apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan makna pada kata serapan tersebut. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Inggris apa saja pada bidang ekonomi yang mengalami perubahan makna dan perubahan makna jenis apa saja yang terjadi pada kata-kata serapan tersebut. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah suatu metode dengan jalan mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasi, menganalisis, dan menginter-pretasikannya. Peneliti mengambil data untuk diteliti dari Majalah Forbes edisi Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 10 kata serapan, yakni kata allowance, elite, antique, average, carat, craft, credit, merge, tariff, dan trade. Berdasarkan data tersebut 40% kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Inggris memiliki makna yang sama dengan bahasa asalnya dan 60% mengalami perubahan makna dengan bahasa asalnya.DOI : 10.15408/bat.v23i2.5790  
Allughah al-‘Arabiyyah fi Indonesia Madiha , Hadhiriha, wa Mustaqbaliha ahmad bachmid
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.969 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6372

Abstract

AbstractThis article discusses about the spread of Arabic in Indonesia, which is divided into three lines of time; that is (1) the past, (2) the present and (3) the future. Core questions to be answered through this article is describing how the initial entry of Islam in Indonesia, because the religion of Islam was identical with the Arabic language. The Holy Book (the Koran) using the Arabic language, as well as Hadith. Arabic is the language of worship especially prayer. The inclusion of Islam into Indonesia played by Arab merchants in the process of Islamization in Indonesia. Then in the 15th century, namely (1) the development of the Arabic language is portrayed by the Wali Songo by developing boarding school-boarding school with their slogan, that focus on mastery of the Arabic language. At the beginning of this, teaching pesanteren system focused on reading the books of the original yellow speak Arabic as a medium. Then came the time of (2) driven by the return of alumni of the Islamic universities its founders came from the Middle East who was played by Pesanteren of modern educational system with the Gontor modern. And (3) Arabic already vibrant dijarkan madrasah ibtidaiyah in madrasah tsanawiyah,-, aliyah and at universities – the University of Islam and is common in Indonesia, there is even a special status-status of the study of the Arabic language. --- AbstrakArtikel ini membahas tentang penyebaran bahasa Arab di Indonesia, yang terbagi dalam tiga garis waktu; yaitu (1) masa lalu, (2) masa sekarang dan (3) masa depan. Pertanyaan inti yang harus dijawab melalui artikel ini adalah menggambarkan bagaimana masuknya Islam awal di Indonesia, karena agama Islam identik dengan bahasa Arab. Kitab Suci (Alquran) menggunakan bahasa Arab, juga hadits. Bahasa Arab adalah bahasa ibadah terutama doa. Masuknya Islam ke Indonesia dimainkan oleh para pedagang Arab dalam proses islamisasi di Indonesia. Kemudian pada abad ke 15, yaitu (1) perkembangan bahasa Arab dilukiskan oleh Wali Songo dengan mengembangkan pesantren dengan slogan mereka, yang fokus pada penguasaan bahasa arab. Pada awal ini, pengajaran sistem pesanteren terfokus pada pembacaan buku-buku bahasa asli berwarna kuning berbahasa Arab sebagai media. Kemudian datanglah waktu (2) yang didorong oleh kembalinya alumni universitas Islam para pendirinya berasal dari Timur Tengah yang diperankan Pesanteren dari sistem pendidikan modern dengan modern Gontor. Dan (3) bahasa Arab sudah semarak dijarkan madrasah ibtidaiyah di madrasah tsanawiyah, -, aliyah dan di universitas - Universitas Islam dan umum di indonesia, bahkan ada status status khusus dari studi bahasa arab.DOI : 10.15408/bat.v23i2.6372
Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik Fanina Adji
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.587 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6373

Abstract

AbstractThe objective of this research is developing a model of Chinese language reading material based on authentic materials. This research was conducted at Chinese Language Program, BSI Foreign Language Academy.  The method used in this research is the researh and development (R and D) which was initiated by Jolly and Bolitho.  The steps were: 1) need identification, 2) exploration of need, 3) model analysis, 4) pre-development analysis, 5) production of material, 6) student use of learning material, and 7) evaluation of learning material.  The research findings are as follows: (1) documents observation and needs analysis saw the exist models was not attractive and the syllabus already contains a good topics for students but not good enough for the teachers, the needs analysis also shows the need for authentic material given in the chinese language learning;   (2) the exist model of materials have not provided an authentic material; (3) the design of material model according to the leraning needs is adopted authentic material from newspaper and brochure that could create model of material that focus on reading skill; (4) the expert judgement show that the model of Chinese reading learning material developed appropriate to be used; (5) the result of the implementation of the model shows that the students have good perception on the model; (6) the Chinese reading learning material model based on authentic material developed is effective to raise students’  competence in learning Chinese language. --- AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model materi ajar membaca bahasa Mandarin yang berbasis pada bahan otentik.  Penelitian ini dilakukan di program studi Bahasa Cina ABA BSI Jakarta.  Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development/ R&D) yang dikemukakan oleh Jolly dan Bolitho.  Langkah-langkahnya: (1) identifikasi kebutuhan, (2) eksplorasi kebutuhan, (3) analisis model, (4) analisis pra-pengembangan, (5) produksi materi ajar, (6) uji materi ajar, dan (7) evaluasi materi ajar.  Hasil dari penelitian ini: (1) hasil analisis dokumen dan analisis kebutuhan didapatkan bahwa materi ajar yang digunakan belum memenuhi kebutuhan mahasiswa dan topik-topik dalam silabus sudah baik menurut mahasiswa, tetapi kurang menarik menurut dosen, pemberian bahan otentik sangat diperlukan dalam pembelajaran; (2) model materi ajar yang ada belum memberikan contoh bahan otentik; (3) desain model materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran diadopsi dari bahan otentik bersumber dari surat kabar dan brosur yang dikreasikan menjadi model materi ajar fokus pada keterampilan membaca; (4) penilaian ahli menunjukkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan; (5) hasil uji coba materi ajar menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang baik mengenai model materi ajar; (6) model materi ajar membaca bahasa Mandarin berbasis bahan otentik yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Mandarin. DOI : 10.15408/bat.v23i2.6373
Positive Politeness on Strategies of Expressing Apologies by English Department Students of UIN Sunan Gunung Djati Bandung Cipto Wardoyo
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.245 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5786

Abstract

This paper tries to describe the strategies of English department students in expressing apologies and their positive politeness strategy while expressing apologies. The data sources are students of UIN Sunan Gunung Djati Bandung, the data are taken by using DCT (Discourse Completion Test). Students of UIN Sunan Gunung Djati use various strategies in expressing apologies when they express apologies to the lecturer for coming late to class; they tend to use IFID followed by the explanation and IFID followed by request. Moreover, when students express an apology to their friends, they use IFID + Promise and IFID+ Explanation. The strategies of expressing apologies to the parent show that the highest number of strategies in expressing apologies by students is IFID+ Explanation and IFID+ Responsibility + Explanation. Positive politeness strategy is performed by students by using the honorific “sir”. On the other hand, positive politeness strategy of expressing apology to a friend, the students use more intimacy words such as “bro, mate, friend”. Students who express an apology to parents tend to use intimacy words such as “Mom, Dad, and Mommy”.Keywords: pragmatics, politeness, speech acts, strategies of expressing apologies. AbstrakPenelitian ini mencoba mendeskripsikan strategi mahasiswa jurusan Bahasa Inggris dalam mengungkapkan permintaan maaf dan strategi kesantunan positif yang digunakan ketika melakukan tindak tutur meminta maaf. Sumber data siswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, datanya diambil dengan menggunakan DCT (Discourse Completion Test). Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati menggunakan berbagai strategi dalam mengungkapkan permintaan maaf. Ketika mereka mengungkapkan permintaan maaf kepada dosen karena datang terlambat mereka dominan menggunakan strategi IFID diikuti dengan penjelasan, dan IFID diikuti oleh permintaan. Ketika mahasiswa menyampaikan permintaan maaf kepada teman, mereka menggunakan IFID + Janji dan IFID + Penjelasan,. Ketika mahasiswa mengungkapkan permintaan maaf mereka lebih banyak menggunakan strategi IFID + penjelasan dan IFID+ tanggungjawab+ penjelasan. Strategi kesantunan positif dilakukan oleh mahasiswa dengan menggunakan kata "sir”. Di sisi lain, strategi kesantunan positif untuk mengekspresikan permintaan maaf kepada teman, para mahasiswa menggunakan kata-kata yang lebih intim seperti "bro, mate, friend", sedangkan ketika dengan orang tua mereka menggunakan “Mom, Dad dan Mommy” Kata kunci: pragmatik, kesantunan, tindak tutur, strategi permintaan maafDOI : 10.15408/bat.v23i2.5786
GELIAT EKONOMI KELAS MENENGAH MUSLIM DI CIREBON: DINAMIKA INDUSTRI BATIK TRUSMI 1900-1980 Imas Emalia
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5245.952 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.6114

Abstract

AbstractTalking about the area of Cirebon is often the main attraction. Not only in geographical position as coastal area, also often referred to as old city of sultanate heritage and heritage of the guardian (wali songo). In this case almost all cultures present in Cirebon people always regarded as a legacy of the empire or the trustees. The assumption above a certain position is viewed objectively based on evidence and historical data can be proved. Other things, armed with the title 'city prawns', indicating Cirebon city people have an open nature receptive culture into the life environment. Habits of the people who live in coastal areas have the ability to pursue its economic life endures, even when in a state of crisis. Although the capacity is still far below the Chinese people as a class number two after Europeans, in the social stratification, in the colonial period. This is because the Chinese are always given a better chance by the Dutch Indies government than the indigenous people. However, indigenous communities in Cirebon suggest that the majority of Muslims living in the sultanate's heritage area are not always in a state of weakness and invincible with the atmosphere of such economic competition. In such conditions, this paper would like to explain about the twisted economy of Muslims in Cirebon on three times, from the colonial period, the Old Order and New Order. Especially the economics of the santri in Trusmi village, Weru sub-district, Cirebon regency. The location of this area about 5 km west of the town of Cirebon is geographically located at coordinates 06˚ 41 '59.8' 'LS and 108˚ 30' 48 '' BT.Keywords: Cirebon, Economic, Batik Trusmi, 1900-1980 ---------------------------------------------------------------------------------------- AbstrakBerbicara tentang daerah Cirebon seringkali menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya dalam posisi geografis sebagai daerah pesisir, juga seringkali disebut sebagai kota tua warisan kesultanan dan warisan para wali (wali songo). Dalam hal ini hampir semua budaya yang hadir pada masyarakat Cirebon selalu dianggap sebagai warisan kesultanan dan atau para wali. Anggapan di atas pada posisi tertentu dipandang objektif berdasarkan bukti-bukti dan data sejarah yang dapat dibuktikan. Hal lainnya, berbekal sebutan ‘kota udang’, kota Cirebon mengindikasikan masyarakatnya memiliki sifat terbuka yang mudah menerima budaya yang masuk ke dalam lingkungan kehidupannya. Kebiasaan masyarakat yang hidup di daerah pesisir memiliki kemampuan mengupayakan kehidupan perekonomiannya tetap bertahan sekalipun saat dalam keadaan krisis. Kendati kemampuannya masih jauh di bawah orang-orang Cina sebagai kelas nomor dua setelah bangsa Eropa, secara stratifikasi sosial, pada masa kolonial. Hal ini karena orang-orang Cina selalu diberi kesempatan yang lebih baik oleh pemerintah Hindia Belanda dibanding dengan masyarakat pribumi. Walau demikian, masyarakat pribumi di Cirebon mengisyaratkan bahwa mayoritas muslim yang tinggal di daerah warisan kesultanan ini tidak selalu dalam keadaan lemah dan terkalahkan dengan suasana persaingan perekonomian seperti itu. Pada kondisi yang demikian itu, tulisan ini ingin menjelaskan tentang geliat perekonomian umat Islam di Cirebon pada tiga zaman, dari masa kolonial, Orde Lama, dan Orde Baru. Khususnya perekonomian kaum santri di desa Trusmi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Lokasi daerah ini sekitar 5 km sebelah barat Kota Cirebon yang secara geografis terletak di koordinat 06˚ 41’ 59,8’’ LS dan 108˚ 30’ 48’’ BT.Kata Kunci: Cirebon, Ekonomi, Batik Trusmi, 1900-1980DOI : 10.15408/bat.v23i2.6114
Pergeseran Peran Anak sebagai Agen Pengubah Struktur dalam Ekranisasi The Giver nor islafatun
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.567 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5821

Abstract

ABSTRAK Makalah ini bertujuan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi dalam ekranisasi The Giver terkait dominasi dan resistensinya untuk mengubah struktur masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori alih wahana, sastra anak, serta kekerasan simbolik.Sebagai temuannya,terdapat perubahan peran anak sebagai agen pengubah struktur dalam ekranisasi The Giver. Jika dalam novel perubahan struktur dipercayakan pada anak-anak, dalam film peranan itu diberikan kepada remaja atau anak muda. Ekranisasi ini memasukkan unsur modernisasi dan modernitas itu sendiri menyisakan hubungan tarik-menarik terhadap praktik dominasi. Pada satu sisi modernitas mereduksi praktik dominasi, tapi di sisi lain justru semakin mendukungnya. Namun, sebagaimana direpresentasikan dalam ekranisasi The Giver, seberapapun kerasnya praktik dominasi beroperasi, selalu ada peluang pihak terdominasi untuk melawan demi menciptakan tatanan baru yang lebih baik. Perlawanan itu efektif ketika dilakukan anak muda ketimbang anak-anak. Tidak hanya oleh remaja laki-laki, tapi perlawanan atas dominasi juga sangat potensial dilakukan oleh remaja perempuan.     Abstract The objectives of this research is to analyze the changes or differences which happens in the adaptation of The Giver related to domination and the resistance to change a structure of society. This reseach used qualitative approach and applied the theory of adaptaion, children’s literature, and symbolic violence. The adaptation of The Giver changes the subject who become agent of change, from children to teenagers or young people. In addition, it coveys modernization elements. In fact, modernizations gives two impacts to the domination practice. In one side it is able to reduce domination and on the other side it supports the domination practice. However, as represented in The Giver, dominated people always have chance to resist the domination. In addition, the resistance is easier to be done by young people rather than children. It is not only young men who can do resistance, but also young women.DOI : 10.15408/bat.v23i2.5821 
EKRANISASI SASTRA: APRESIASI PENIKMAT SASTRA ALIH WAHANA Dyan Wahyuning Praharwati; Sahrul Romadhon
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.103 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5756

Abstract

ABSTRAK: proses alih wahana sastra dari novel ke film merupakan bagian dari proses kreatif sastra yang disebut ekranisasi. Fenomena ekranisasi menjadi isu mutakhir dalam dunia sastra terkait dengan film-film yang masuk dalam daftar box office film Indonesia 70% di antaranya adalah film yang merupakan hasil ekranisasi novel. Munculnya berbagai apresiasi dari penikmat sastra, baik sikap negatif maupun positif dari penikmat sastra semata-mata sebagai ekspresi penyambutan fenomena sastra yang muncul. Sikap positif hendaknya disikapi menjadi motivasi bagi penulis novel maupun produser film. Sikap negatif dapat diatasi dengan dua alternasi, yaitu: (1) menjalin kerja sama antara penulis dan produser serta (2) membuat film sendiri.Kata kunci: ekranisasi, film, sastra, apresiasiDOI : 10.15408/bat.v23i2.5756
THE IMPLEMENTATION OF LANGUAGE POLICY IN STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA Afifah Nurul Khoirot
Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.096 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i2.5671

Abstract

This study is aimed to analyze language policy in State Islamic University of North Sumatera. The researcher studied language policy in State Islamic University of North Sumatera. This study was conducted by using qualitative research, This study was conducted as a case study. The research described the implementation of languae policy which occur in State Islamic University of North Sumatera. And also explained the reason why the language policy is needed in State Islamic University of North Sumatera. Data in this study were taken from the documentation of official act about Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2016 in Paragraph 4 Bahasa Pengantar Pasal 16. Another data was taken from result of observation of the lecturer communication in classroom. There are three lecturers who have observed from different major. In doing this research, there are some steps used by the researcher in collecting the data. First, recorded the language used The second, the researcher analyzed the language recorded. The result of this study were Language policy well implemented in State Islamic University of North Sumatera, the use of foreign language is also found and it’s not dominant. Bahasa Indonesia still used dominantly in this university and State Islamic University of North Sumatera used Bahasa Indonesia as their lingua franca between lecturer and students in the classroom interaction.DOI : 10.15408/bat.v23i2.5671

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue