cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017): Refleksi" : 6 Documents clear
Fenomena LGBT dalam Perspektif HAM dan Doktrin Agama (Solusi dan Pencegahan) Abdul Malik Ghozali
Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.002 KB) | DOI: 10.15408/ref.v16i1.9729

Abstract

Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender movements are now a mondial phenomenon. The LGBT community has dared to show itself to the surface. Not only in the Western world alone, but LGBT excitement also rife in the homeland. The emergence of LGBT community in the midst of people's life raises pro and contra. Some people criticize the existence of the LGBT community, because it is considered a people with abnormal behavior and deviates from religious teachings. Others accept it as part of appreciating their exclusion in Human Rights. This study attempts to answer some key questions: What are the views of Islamic teachings and the Human Rights Charter on LGBT behavior? How can the human rights and religious doctrine match in solving this LGBT problem? What are the LGBT prevention solutions and solutions that can be done? To answer this question, research is done by studying religious texts be it the Qur'an or hadith, and the text of the Human Rights Charter. Both types of texts are examined in various approaches; theological, historical, philosophical, medical, tafsir, hermeneutical, jurisprudence and psychological. Content analisys method was initially performed on the text of the Qur'an and the hadith. Matan hadith explored by takhrij method and study of hadith text. From this study, it is concluded that LGBT behavior in religious doctrine is strictly prohibited. Likewise the Human Rights Charter can not justify LGBT behavior under the pretext of individual freedom. Because individual freedom is automatically limited by other individual freedoms and legislation. Treatment and prevention solutions can be done to LGBT behaviors. Because psychically, LGBT behavior is a psychiatric disease that can be treated and prevented.
Studi Living Al-Qur’an Pada Praktek Quranic Healing Kota Bengkulu (Analisis Deskriptif Terhadap Penggunaan Ayat-ayat Al-Qur’an) Ahmad Farhan
Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.918 KB) | DOI: 10.15408/ref.v16i1.10176

Abstract

Al-Qur’an adalah representasi dari penjelmaan pesan-pesan universal Tuhan kepada hamba, hadir dalam bentuk teks verbal yang teraplikasikan dengan simbol-simbol bunyi yang mewakili firman Allah swt kepada Nabi Muhammad saw dengan menggunakan bahasa Arab. Sebagai wahyu dan petunjuk hidup bagi manusia, setiap muslim harus membaca, mehamami isinya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan. Pembacaan yang dilakukan tentunya akan melahirkan pemahaman yang setiap muslim satu sama lainnya cenderung tidak sama. Hal ini menjadi niscaya karena terkait perbedaan kemampuan dan intensitas dalam membacanya. Dari pemahaman yang berbeda tadi, masing-masing juga akan melahirkan perilaku yang beragam pula Studi Living Al-Qur’an pada Praktek  Quranic Healing  Kota Bengkulu (Analisis Deskriptif terhadap Penggunaan Ayat-ayat Al-Qur’an) sebagai bentuk tafsir al-Qur’an dalam praksis kehidupan, baik pada wilayah teologis filosofis, psikologis maupun kultural.
Hermeneutika Hadis: Tinjauan Pemikiran Yusuf Al-Qordhowi dalam Memahami Hadis Siti Fahimah
Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.507 KB) | DOI: 10.15408/ref.v16i1.10177

Abstract

Hadis sebagaimana al-Quran adalah teks yang dihasilkan dari masa lalu dan diperuntukkan       untuk   sepanjang masa, masa lalu dan juga masa kini. Dalam memahami produk masa lalu banyak metode agar pemahamannya bisa diperuntukkan demi kemaslahatan umat. Hermeneutika hadir sebagai metode baru untuk memahami teks produk masa lalu agar bisa diaplikasikan pada masa kini, didalam heremenutika     dikenal yang nama nya tringual, yaitu bagaimana teks, konteks dan pengarang bisa bersatu untuk menghasilkan sebuah pemahaman yang ‘mirip’ dengan yang dimaksudkan oleh sang pembuat teks yaitu Allah(alquran) atau Nabi Muhammad (Hadis). Dalam memahami teks alquran sudah ditawarkan pemahaman dengan menggunakan metode heremeneutika dengan langkah-langkah yang       jelas, begitu juga dengan Hadis, banyak cara dalam memahami hadis, diantaranya yang dikemukakan oleh    Yusuf    Qordhowi, beliau lebih menekankan pemahamana hadis pada maqashid as-syariah dan memperhatikan asbab wurud hadis serta berusaha menemukan        signifikansi kontekstualnya. Dalam upaya    memahami hadis, pola fikir al-Qordhowi telah terkonstruksi sedemikian rupa, sehingga beliau dalam memahami hadis selalu memperhatikan sisi internal dari hadis dengan tidak melupakan menggunakan pendekatan eksternal. Disinilah titik temu antara tujuan pemahaman hermeneutika dengan pehamahan hadis ala Yusuf Qordhowi.
Kritik Al-Ghazali Terhadap Aliran Bathiniyah Terkait Konflik Politik Sunni dan Syiah di Panggung Sejarah Syamsul Yakin
Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.253 KB) | DOI: 10.15408/ref.v16i1.10178

Abstract

Respons aliran Bathiniyah terhadap kritik al-Ghazali bersumber dari karya polemik al-Ghazali, yaitu Fadhāih al-Bāthiniyyah wa Fadhāil al-Mustazhiriyyah. Karya al-Ghazali ini mendapat respons secara historis-kritis dari kalangan pendukung aliran Bathiniyah atau Syiah Ismailiyah, simpatisan, maupun para ilmuan. Terkait dengan penamaan Bathiniyah, misalnya, al-Ghazali dipandang kurang memahami konteks sosio-historis pada masanya. Karena jika yang dimaksud al-Ghazali adalah al-Bathiniyah, maka itu berarti bukan Ismailiyah. Alasannya, pada saat al-Ghazali menulis karya polemiknya, Ismailiyah di Iran di kenal dengan istilah al-Da’wah al-Hadiyah. Artikel ini selain menyajikan kritik al-Ghazali juga memberikan gambaran tentang respons balik aliran Bathiniyah. Karya al-Ghazali menuai kritik karena ditulis untuk merespons permintaan Khalifah Abbasiyah yang masih muda usia, yakni al-Mustazhir. Dia meminta al-Ghazali untuk mengarang sebuah buku dengan menggunakan dasar kekeliruan Syiah Ismailiyah atau aliran Bathiniyah. Bagi al-Ghazali, kampanye secara literar ini dilakukannya juga untuk membela kesultanan Saljuk yang Sunni yang terancan oleh aliran yang dibawa oleh Hasan al-Sabah tersebut. Tampaknya al-Ghazali ingin mengkompromikan Abbasiyah dan Saljuk yang keduanya Sunni untuk bersama-sama melawan aliran Bathiniyah yang Syiah.
Telaah Penafsiran Ayat-Ayat Kekerasan: Upaya Mewujudkan Perdamaian dalam Bingkai Keindonesiaan Lufaefi Lufaefi
Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.37 KB) | DOI: 10.15408/ref.v16i1.9730

Abstract

Issues of violence and radicalism in Indonesia increasingly prevalent. Various acts of anarchism and terrorism seem to be mushrooming in this country that has a lot of diversity. Actions that harm the public and even the religion is not rare background against the understanding of the holy verses of the Koran. The Qur’an is understood as a revelation that legalizes these actions. Then, is it true that the revelation of the Qur’an permits acts of violence that would harm many people? this article attempts to interpret the verses of the Koran that are justified as supporting verses of the above mentioned actions. Through the historical review of the verse (asbab an-nuzul), in fact none of the Qur’anic verses permit violence, terrorism and radicalism. As a revelation coming from the Lord of the universe, indeed the verses of the Koran precisely require creating peace for the whole of nature, not least the nature of Indonesia.  
Hermeneutika Hadis: Tinjauan Pemikiran Yusuf Al-Qordhowi dalam Memahami Hadis Siti Fahimah
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 16, No 1 (2017): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v16i1.10177

Abstract

Hadis sebagaimana al-Quran adalah teks yang dihasilkan dari masa lalu dan diperuntukkan       untuk   sepanjang masa, masa lalu dan juga masa kini. Dalam memahami produk masa lalu banyak metode agar pemahamannya bisa diperuntukkan demi kemaslahatan umat. Hermeneutika hadir sebagai metode baru untuk memahami teks produk masa lalu agar bisa diaplikasikan pada masa kini, didalam heremenutika     dikenal yang nama nya tringual, yaitu bagaimana teks, konteks dan pengarang bisa bersatu untuk menghasilkan sebuah pemahaman yang ‘mirip’ dengan yang dimaksudkan oleh sang pembuat teks yaitu Allah(alquran) atau Nabi Muhammad (Hadis). Dalam memahami teks alquran sudah ditawarkan pemahaman dengan menggunakan metode heremeneutika dengan langkah-langkah yang       jelas, begitu juga dengan Hadis, banyak cara dalam memahami hadis, diantaranya yang dikemukakan oleh    Yusuf    Qordhowi, beliau lebih menekankan pemahamana hadis pada maqashid as-syariah dan memperhatikan asbab wurud hadis serta berusaha menemukan        signifikansi kontekstualnya. Dalam upaya    memahami hadis, pola fikir al-Qordhowi telah terkonstruksi sedemikian rupa, sehingga beliau dalam memahami hadis selalu memperhatikan sisi internal dari hadis dengan tidak melupakan menggunakan pendekatan eksternal. Disinilah titik temu antara tujuan pemahaman hermeneutika dengan pehamahan hadis ala Yusuf Qordhowi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi More Issue