cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022): Mei" : 10 Documents clear
Uji Kompatibilitas Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin dan Insektisida Nabati Ekstrak Daun Mimba Terhadap Larva Spodoptera exigua (Hubner) Santi Prastiwi; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.907 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kompatibilitas antara cendawan entomopatogen Beauveria bassiana (BB) dan insektisida nabati ekstrak daun mimba (EDM) terhadap larva Spodoptera exigua yang ditinjau dari mortalitas dan nilai toksisitas. Penelitian ini terdiri dari pengujian tunggal BB dan EDM, serta pengujian kombinasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan 4 kali ulangan. Mortalitas larva S.exigua diamati hingga mencapai mortalitas ±90%. Data mortalitas larva diolah dengan analisis probit Finney (1971). Hasil Pengujian tunggal menunjukkan mortalitas perlakuan BB 0,2% dan EDM 5% pada 7 HSP adalah 79,17% dan 91,67%, sedangkan pada 8 HSP sebesar 89,58% dan 95,83%. Mortalitas pengujian kombinasi BB dengan EDM (1:10 w/w) 0,66% pada 7 HSP adalah 91,67%, sedangkan pada 8 HSP 97,92%. Nilai LC50 pengujian tunggal BB pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,08% (0,06%-0,1%) dan 0,06% (0,05%-0,07%). Nilai LC50 pengujian tunggal EDM pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,70% (0,54%-0,91%) dan 0,58% (0,45%-0,75%). Nilai LC50 perlakuan kombinasi BB dengan EDM pada 7 HSP dan 8 HSP adalah 0,07% (0,06%-0,10%) dan 0,05% (0,03%-0,06%). Nilai LT50 BB, EDM, dan kombinasinya pada konsentrasi tertinggi sampai konsentrasi terendah berturut-turut 5,20-12,50 hari; 4,68-9,41 hari; dan 4,65-8,28 hari. Kombinasi BB dengan EDM memiliki indeks kombinasi <0,5 yang membuktikan bahwa pengombinasian memberikan efek sinergistik atau kompatibel. Kata Kunci: Kompatibilitas, Beauveria bassiana, Ekstrak daun mimba, Spodoptera exigua
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS DAN ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Hanifa Devi Rosita; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.521 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29055

Abstract

Limbah kulit nanas adalah limbah yang dihasilkan dari sisa pembuangan produksi buah nanas. Limbah kulit nanas mengandung nitrogen total sebanyak 0,88%. Unsur nitrogen ini nantinya akan membantu merangsang pertumbuhan pada tanaman terutama pada pertumbuhan vegetatif seperti pada daun tanaman. Eceng gondok merupakan salah satu gulma yang hidup dipermukaan air dengan cara mengapung. Populasinya akan meningkat 3% per hari ketika musim hujan tiba. Eceng gondok dapat digunakan sebagai POC karena eceng gondok segar mengandung C organik 21,23%, bahan organik 36,59%, P total 0,0011%, N total 0,28%, dan K total 0,016%. POC kulit nanas kombinasi eceng gondok nantinya akan di aplikasikan pada tanaman kangkung darat. Pembuatan POC kulit nanas kombinasi eceng gondok dibedakan pada perbedaan bahan POC. Perbedaan bahan POC dibedakan menjadi tiga yaitu kulit nanas, eceng gondok, serta kombinasi kulit nanas dan eceng gondok yang kemudian akan di fermentasi selama 30 hari. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah (akar, tajuk dan total), dan berat kering (akar, tajuk dan total). Rancangan percobaan dilakukan dengan RAL dengan satu faktor yaitu perbedaan kombinasi bahan POC dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya akan dianalisis menggunakan Analisis Ragam Lanjutan, data hasil pengamatan dilakukan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf kepercayaan 95%. Penelitian POC ini diharapkan berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dari ketiga jenis pupuk organik cair yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat yaitu pupuk organik cair dengan bahan kulit nanas dan eceng gondok. Kata Kunci : Kangkung Darat, Pupuk Organik Cair, Kulit Nanas, Eceng Gondok
POTENSI BIJI MAHONI (Switenia mahogany (L). Jack) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA Spodoptera Exigua Hubner PADA TANAMAN BAWANG MERAH Muhammad Najiruddin Alfaridzi Siahaan; Mohammad Hoesain
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.207 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28958

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan nasonal selain cabe dan kentang, hal tersebut dikarenkan bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi campuran bumbu masak yang wajib ada di dapur. Salah satu hama yang berpotesi untuk menjadi kendala produksi bawang merah ialah Spodoptera exigua Hubner. Insektisida nabati adalah pilihan yang tepat untuk pengendalian Organisme Penganggu Tanaman. Insektisida nabati menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan yang memiliki khasiat racun bagi OPT, salah satu diantaranya adalah biji mahoni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian insektisida biji mahoni terhadap mortalitas dan aktivitas S. exigua pada tanaman bawang merah dan untuk mengetahui konsentrasi yang tepat pemberian insektisida nabati biji mahoni untuk mengendalikan S. exigua pada tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan diantaranya P0: kontrol, P1: 39 ml ekstrak/100 ml aquades, P2: 52 ml ekstrak/100 ml aquades, P3: 65 ml ekstrak/100 ml aquades dan P4: 78 ml ekstrak/100 ml aquades. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA), apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka akan dilakukan uji BNT pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan; (1) pemberian insektisida nabati biji mahoni berpengaruh terhadap mortalitas dan kerusakan daun pada tanaman bawang merah; (2) pemberian insektisida nabati biji mahoni dengan konsentrasi 78 ml ekstrak/100 ml aquades merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PENGARUH INDUKSI MUTASI DENGAN MUTAGEN EMS (ETHYL METHANE SULFONATE) TERHADAP HASIL DAN KUALITAS KEDELAI HITAM (Glycine soja (L) Merrit) Febrian Puji Laksono; Wahyu Indra Duwi Fanata
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.433 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29162

Abstract

Tanaman kedelai merupakan salah satu jenis tanaman yang menjadi sektor perekonomian Indonesia di bidang pertanian. Permintaan kedelai di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya bersamaan dengan peningkatan jumlah penduduk. Banyaknya permintaan akan tanaman kedelai belum dapat terpenuhi akibat rendahnya produktivitas tanaman kedelai tersebut. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap kualitas hasil produksi pada tanaman kedelai hitam. Manfaat dari penelitian ini adalah memperoleh informasi mengenai pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap kualitas dan hasil produksi pada tanaman kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan perlakuan yaitu konsentrasi EMS dengan lama perendaman benih selama 3 jam. Faktor konsentrasi EMS (P) dengan 4 taraf perlakuan: P0 : EMS dengan konsentrasi 0,00% (kontrol),P1 : EMS dengan konsentrasi 0,03%, P2 : EMS dengan konsentrasi 0,05%, P3 : EMS dengan konsentrasi 0,07%. Terdapat 4 perlakuan yang masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 25 kali sehingga total satuan percobaan sebanyak 100 satuan percobaan dengan tiap polibag terdapat 1 tanaman. Hasil Penelitian selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kunatitatif. Data yang disajikan berupa data kuantitatif dan dideskripsikan menggunakan kata-kata. Kata kunci: Tanaman Kedelai Hitam, Mutasi Tanaman, Ethyil Methane Sulfonate.
Pengujian Konsentrasi Biofungisida Cair Berbahan Aktif Trichoderma sp. Dalam Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) Pada Cabai Di Lapang Ainun Dessy Alfia; Nanang Tri Haryadi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.485 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28858

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang diprioritaskan di Indonesia. Kendala yang sering terjadi di masyarakat yaitu terserangnya hama atau penyakit pada cabai sehingga menurunkan produktifitas tanaman cabai. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai adalah antraknosa. Penyakit ini sendiri dapat menurunkan produksi cabai sebesar 60%. Penanggulangan yang sering dilakukan para petani pada penyakit ini yaitu dengan menggunakan bahan kimia. Akan tetapi penggunaan bahan kimia yang berlebilan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan dan berbahaya untuk dikonsumsi. Upaya untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia yakni dengan penggunaan agen hayati. Salah satu agen hayati yang umum digunakan adalah Trichoderma sp. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas dari beberapa konsentrasi Trichoderma sp dan mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma sp dalam menekan penyakit antraknosa pada cabai dilapang. Rancangan percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi kontrol ( tanpa cara pengendalian), konsentrasi Trichoderma sp 40ml/liter, konsentrasi Trichoderma sp 60ml/liter, konsentrasi Trichoderma sp 80ml/liter. Parameter yang diamati: 1. Keparahan penyakit 2. Kejadian penyakit 3. Efektifitas formulasi. Pemberian formulasi dengan konsentrasi 80ml/perlakuan memiliki tingakat keparahan penyakit terendah 1.12% dengan efektifitas 42,26%
RESPON KERAGAAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN SODIUM AZIDA Novita Indah Kartika Sari; Wahyu Indra Duwi Fanata
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.768 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.29199

Abstract

ABSTRAK Cabai besar merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia. Harga cabai besar, sering kali mengalami kenaikan terutama pada saat hari hari besar. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas cabai besar yaitu dengan menghasilkan kultivar baru yang unggul. Hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan kultivar baru yaitu dapat menggunakan perlakuan mutasi. Perlakuan mutasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mutasi kimia dengan menggunakan larutan Sodium Azida (NaN3). Perlakuan mutasi Sodium Azida (NaN3) yang digunakan yaitu dengan konsentrasi 0,75mM dan konsentrasi 1,5mM. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan tanaman cabai besar (Capsicum annuum L) yang mampu berproduksi lebih tinggi dan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi Sodium Azida terhadap keragaan dan produktivitas tanaman cabai besar (Capsicum annuum L). Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tambahan dibidang pertanian khususnya mengenai tanaman cabai besar yang diberi Sodium Azide, serta menjadi tambahan literatur bagi penelitian selanjutnya. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Desa Lojajar Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Bahan yang digunakan meliputi benih cabai varietas Astina, larutan sodium azide (SA). Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 15 kali ulangan hingga terdapat 45 kombinasi perlakuan diantaranya kontrol, perlakuan sodium azide 0,75mM, dan perlakuan sodium azide 1,5mM lalu uji lanjut dengan menggunakan BNJ dengan taraf 5%. Hasil analisis ragam dapat diketahui bahwa sodium azide dengan perlakuan 0mM, 0,75mM, 1,5mM menunjukan bahwa perlakuan sodium azide 1,5mM dapat memberikan hasil terbaik dibandingan dengan perlakuan P0 (kontrol) dan perlakuan P1(Sodium azide 0,75mM) serta memberikan pengaruh positif terhadap jumlah cabang aktif yaitu sebesar 19 cabang, jumlah bunga sebesar 25 bunga, jumlah buah sebesar 20 buah dan berat buah sebesar 155,73 gram per tanaman. Namun perlakuan P0 (kontrol), P1(0,75mM), P2 (1,5mM) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan klorofil. Kata Kunci : Cabai Besar, Mutasi Gen, Sodium Azide(ZA)
Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan air rebusan serai dapur (cymbopogon citratus) Miftahur Rohma; Wiwik Sri Wahyuni
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.485 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28856

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura yang menghasilkan umbi yang menjadi bahan utama dasar makanan. Permasalahan dalam budidaya bawang merah apabila lingkungan iklim yang kurang mendukung dan gangguan penyakit seperti penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. Cepae dapat menurunkan hasil produksi. Gelaja penyakit ditandai dengan daun terlihat pucat, kekuningan, daun tumbuh tidak tegak, meliuk, umbi busuk dan tanaman bawang merah mudah dicabut. Penyakit ini memiliki intensitas serangan sangat tinggi mencapai 80% yang menyebabkan kematian hingga gagal panen. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan air rebusan dari tanaman serai dapur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif air rebusan serai dapur dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah secara in-vivo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa konsentrasi 0%, 3%, 5%, 7%, 10% uji yang dilakukan secara in-vivo. Air rebusan serai dapur yang diperoleh bentuk cair, berwarna coklat pekat dengan bau khas seperti lemon. Senyawa yang dimiliki yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan minyak atsiri. Dari hasil uji in-vivo menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi yang berbeda-beda tidak mampu memperlambat masa inkubasi yaitu paling cepat 12 hsi dan paling lama 16 hsi. Pada tingkat keparahan penyakit layu fusarium oxysporum f.sp cepae pada tanaman bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh secara efektif.
RESPON PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) PADA BERBAGAI NILAI EC (Electrical Conductivity) DAN MACAM LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK Ratna Sari Pratiwi; Sigit Soeparjono
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.625 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28873

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Kebutuhan akan tanaman tomat semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya yaitu teknik budidaya hidroponik. Hidroponik merupakan suatu sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya sistem hidroponik seperti pemberian nutrisi dan nilai Electrical Conductivity (EC). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian larutan nutrisi yang berbeda jenis dengan nilai EC yang berbeda pula terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas buah tomat. Percobaan dilakukan di greenhouse. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari 15 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor-faktor yang diberikan yaitu faktor pertama nilai EC (E), terdiri dari 5 taraf : E1 = 1,5 mS cm-1 ; E2 = 2 mS cm-1 ; E3 = 2,5 mS cm-1 ; E4 = 3 mS cm-1 ; E5 = 3,5 mS cm-1 dan faktor kedua jenis nutrisi (M) terdiri dari 3 taraf : M1 = AB Mix tomat; M2 = AB Mix buah; M3 = Growmore. Pengaruh interaksi antara nilai EC dan jenis nutrisi hidroponik memberi pengaruh sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, produksi dan kualitas tomat. Perlakuan kombinasi E5M2 (EC 3,5 mS cm-1 dan AB Mix Tomat) merupakan kombinasi perlakuan terbaik, perlakuan pemberian nilai EC 3,5 mS cm-1 (E5) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter diameter buah dan kadar air, penggunaan Nutrisi AB Mix Tomat (M2) memberikan pengaruh nyata terhadap diameter buah. Kata kunci: Tomat, Hidroponik, Nilai EC, Nutrisi.
Pengaruh Aplikasi Dosis Pupuk Majemuk dan Mikronutrien Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rappa L.) Dengan Sistem Budidaya Hidroponik Sandhy Putra Asmawan; Sri Hartatik
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.522 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28863

Abstract

Tanaman Sawi sendok atau lebih dikenal sebagai Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Batang dan daunnya yang lebih lebar dari sawi hijau biasa, membuat sawi jenis ini lebih sering digunakan masyarakat dalam berbagai menu masakan. Besarnya pemanfaatan pakcoy menyebabkan kebutuhan akan pakcoy mengalami peningkatan. Namun, penigkatan permintaan pakcoy tidak diimbangi oleh perluasan lahan pertanian. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan luas panen adalah pertumbuhan penduduk yang semakin pesat sehingga banyak terjadi alih fungsi lahan, yang mana lahan pertanian kini beralih fungsi menjadi daerah perumahan dan juga daerah industri. Oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi lebih lanjut dan salah satu metode yang dapat dilakukan adalah melakukan budidaya secara hidroponik. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021 di Kecamatan Turen, Malang. Percobaan menggunakan rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (553 ppm), P2 (758 ppm), P3 (987 ppm). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk micronutrient terdiri dari 3 taraf yaitu M0 (Tanpa Pemupukan Growmore Solube Mix), M1 (Pemupukan Growmore Solube Mix 50 ppm), M2 (Pemupukan Growmore Solube Mix 100 ppm). Hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95 persen. Berdasarkan hasil penelitian terdapat interaksi antara Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Growmore Solube Micromix terhadap tinggi tanaman dan berat basah tajuk tanaman. Pemberian pupuk NPK dengan konsentrasi 553 ppm memberikan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman meliputi ; tinggi tanaman, berat basah tajuk tanaman dan berat kering oven tajuk tanaman. Perlakuan faktor tunggal pemberian pupuk Growmore Solube Micromix menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat basah tajuk tanaman. Pemberian pupuk NPK dan Pupuk growmore Solube Micromix memberikan respon yang baik pada tinggi tanaman dan berat basah tanaman.
PENGARUH PENAMBAHAN KOTORAN KAMBING DAN EM4 TERHADAP KUALITAS PUPUK KOMPOS LIMBAH JERAMI PADI DAN PEMANFAATANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) Moh. Syaiful Anam; Arthur Frans Cesar Regar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2022): Mei
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.904 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i2.28977

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang keberadaannya cenderung meningkat setiap tahunnya. Pembuatan kompos berbahan jerami padi merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan kelimpahan jerami padi. Salah satu penentu keberhasilan pengomposan adalah komposisi, dimana komposisi yang dapat ditambahkan adalah kotoran kambing, serta EM4 yang dapat dijadikan aktivator dalam pengomposan. Tanaman bayam merupakan tanaman sayur yang permintaannya terus meningkat namun produksinya menurun pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kotoran kambing dan EM4 pada pengomposan terhadap kualitas kompos limbah jerami padi dan pertumbuhan tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan RAL Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, 3 taraf, dan 4 ulangan. Faktor penambahan kotoran kambing dengan taraf 0%, 20%, dan 40% dari berat jerami padi. Faktor konsentrasi EM4 terdiri dari taraf 0%, 0,1%, dan 0,2%. Variabel pengamatan yaitu nilai pH, kadar N-total, kadar P-total, kadar K-total, C-organik, C/N rasio, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, dan panjang akar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi penambahan kotoran kambing dan EM4 berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel kecuali tinggi tanaman. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan kadar N-total sampai 2,75%, P-total sampai 3,19%, dan K-total sampai 1,96%. Interaksi penambahan kotoran kambing 40% dan konsentrasi EM4 0,2% mampu menurunkan kadar C-organik sampai 17,32% dan nilai C/N rasio sampai 7,41. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0,1% mampu meningkatkan jumlah daun 21,25 helai dan berat segar sampai 22,98 gram. Interaksi penambahan kotoran kambing 20% dan konsentrasi EM4 0% mampu meningkatkan panjang akar sampai 19,10 cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 10